Katakamidotcom News Indonesia

MAWAR SURGA ITU BERNAMA STANLEY ANN DUNHAM

Oleh : MEGA SIMARMATA,
Pemimpin Redaksi KATAKAMI

Dipersembahkan sebagai penghormatan dan kenangan khusus kepada IBU STANLEY ANN DUNHAM

Jakarta 18/6/2009 (KATAKAMI) Sebuah kalimat yang legendaris akan mengawali tulisan mengenai ANN DUNHAM, seorang perempuan yang dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dan semasa hidupnya ia juga secara murah hati mau “mencintai” dengan sangat luar biasa terhadap kehidupan di Indonesia.

“KASIH IBU SEPANJANG MASA !”

Sahabat saya, Teguh Santosa, Wartawan Senior Rakyat Merdeka yang mendapatkan kesempatan bersekolah di Hawaii, lebih dulu menulis tentang Almarhumah Ann Dunham. Dan saya berbangga hati atas sahabat saya ini karena dalam kesibukannya menimba ilmu, ia tetap produktif menulis tentang banyak hal di “tanah perantauannya”.

Saya ajak anda semua, untuk sejenak membaca sekelumit kisah hidup Almarhumah ANN DUNHAM dari tulisan Teguh Santosa (www.teguhtimur.com) :

https://i1.wp.com/theobamafamily.com/obamaFamilyphotos/ObamasMother.jpg

Stanley Ann Dunham lahir di Forth Leavenworth, Kansas, 29 November 1942. Ia adalah anak tunggal pasangan Stanley Amour Dunham dan Madelyn Lee Payne.

Nama Stanley diberikan ayahnya yang begitu menginginkan anak laki-laki.

Sepanjang Perang Dunia Kedua, ayahnya bergabung dengan Angkatan Darat, sementara ibunya bekerja di pabrik pesawat Boeing di Wichita, Kansas.

Usai Perang Dunia, keluarga Dunhams pindah ke California, Texas lalu Seattle, Washington. Tahun 1959, keluarga Dunhams memutuskan pindah Hawaii, yang di tahun itu resmi menjadi negara bagian ke-50 Amerika Serikat.

Di Republik Aloha, Stanley Amour bekerja sebagai staf pemasaran di sebuah toko furniture.

Adapun Madelyn Lee menapaki kariernya di Bank of Hawaii, hingga tahun 1970 ia menjadi salah seorang wanita yang duduk di kursi wakil direktur. Stanley Amour yang oleh Obama dipanggil Gramps, meninggal tahun 1992 dan dikuburkan di Makam Nasional Punchbowl, di Honolulu. Sementara Madelyn Lee Dunham yang dipanggil Toots hingga kini masih menetap di Honolulu.

Ann Dunham menyusul kedua orangtuanya setalah ia lulus dari Mercer Islands High School di Washington tahun 1960.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/01/ann_madelyn_and_stanley_dunham.jpg?w=300

Begitu tiba di Hawaii dia melanjutkan pendidikan di jurusan antropologi UHM, dimana dia kemudian bertemu dan jatuh cinta dengan Barack Hussein Obama Sr, mahasiswa jurusan ekonomi asal Kenya dari suku Luo yang juga merupakan mahasiswa Afrika pertama yang kuliah di Hawaii ketika itu.

Keinginan Ann Dunham dan Obama Sr. membangun mahligai rumah tangga sempat ditentang kedua keluarga, terutama keluarga Obama Sr. di Kenya.

Dalam sepucuk surat, ayah Obama Sr., Onyango Hussein Obama, mengatakan tak rela bila darah keturunannya bercampur dengan darah wanita kulit putih. Tetapi Obama Sr. bersikeras. Pernikahan mereka berlangsung di Pulau Maui tanggal 2 Februari 1961. Tak lama kemudian, 4 Agustus 1961, Obama Jr. lahir di Honolulu.

Tahun 1963 Obama Sr. melanjutkan studi ke Harvard University, di Massachusetts.

Ia meninggalkan Ann Dunham dan anak semata wayang mereka yang baru berusia dua tahun.

Setelah mendapatkan gelar master bidang ekonomi di tahun 1965, Obama Sr. kembali ke Kenya.

Ann Dunham by katakamikatakami.

Di awal 1970-an, ia sempat menemui Obama Jr. di Honolulu. Itu adalah pertemuan terakhir mereka.

Tahun 1982 Obama Sr. tewas dalam sebuah kecelakaan di Kenya.

Tahun 1967, Ann Dunham menikah dengan Lolo Soetoro, mahasiswa jurusan geografi UHM asal Indonesia yang ditemuinya di East West Center (EWC). Di tahun yang sama Ann Dunham dan Obama mengikuti Lolo ke Indonesia.

Maya Soetoro-Ng, buah pernikahan Ann Dunham dan Lolo lahir di Jakarta tanggal 15 Agustus 1970.

Setahun kemudian, setelah empat tahun menetap di Jakarta, Obama memilih kembali ke Hawaii, melanjutkan sekolahnya di Punahou School di Honolulu.

Di tahun 1980 dia dan Lolo sepakat berpisah. Mereka tetap berhubungan baik sampai Lolo meninggal dunia pada Januari 1987.

Jakarta dan Indonesia adalah tempat Ann Dunham memulai karier profesional.

Antara Januari 1968 hingga Desember 1969 dia bekerja sebagai asisten direktur Lembaga Indonesia Amerika di Jakarta. Lalu antara Januari 1970 hingga Agustus 1972 dia menjadi salah seorang direktur Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (LPPM). Salah satu tugasnya adalah mensupervisi penerbitan buku-buku pendidikan dan manajemen.

Tahun 1973 Ann Dunham pulang ke Hawaii bersama Maya untuk menyelesaikan pendidikan master di jurusan antropologi UHM. Tahun 1977 dia kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai instruktur di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan setahun kemudian menjadi konsultan di kantor International Labor Organization (ILO) di Jakarta. Antara Oktober 1978 hingga Desember 1980, Ann Dunham menjadi konsultan pembangunan pedesaan USAID di Departemen Perindustrian. Di masa ini, Ann Dunham sering mengunjungi desa-desa terpencil di pedalaman Jawa Tengah untuk membantu kelompok perempuan miskin yang ditemuinya disana.

Selesai dengan USAID, antara Januari 1981 hingga November 1984 Ann Dunham menjadi supervisor program pemberdayaan perempuan dalam pembangunan di kantor Ford Foundation Asia Tenggara di Jakarta. Bersama, antara lain, Dr. Pujiwati Sayogyo dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ann Dunham mengembangkan proyek penelitian mengenai perempuan di sektor pertanian.

Antara 1986 hingga 1987 Ann Dunham bekerja sebagai konsultan pembangunan pedesaan di Pakistan. Dalam program yang dibiayai Asian Development Bank (ADB) itu dia ikut mendesain skema mikrokredit untuk perempuan dan perajin di provinsi Gujranwala.

Tahun 1988 Ann Dunham kembali ke Indonesia. Kali ini ia menjadi koordinator riset dan konsultan di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebagai konsultan, Ann Dunham ikut melatih karyawan BRI di tujuh provinsi, membantu menyiapkan skema mikrokredit bagi masyarakat miskin, menganalisa data, hingga memberikan rekomendasi kepada pimpinan BRI. Dia menyelesaikan tuganya di BRI tahun 1992. Di tahun yang sama dia kembali ke Hawaii untuk mempertahankan disertasinya.

Setelah menggondol gelar PhD bidang antropologi, tahun 1993 Ann Dunham menjadi koordinator riset dan kebijakan Women’s World Bank (WWB) di New York. Ia ikut menyiapkan program pengembangan kebijakan dengan 52 lembaga internasional di 40 negara Asia, Afrika dan Amerika Latin yang berafiliasi dengan WWB.

https://i0.wp.com/www.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/00661/news-graphics-2008-_661332a.jpg

Puteri ANN DUNHAM, Maya Soetoro

Ann Dunham juga berperan dalam Konferensi Wanita yang diselenggarakan PBB di Beijing bulan September 1995.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-53, tanggal 7 November 1995 Ann Dunham meninggal dunia karena kanker ovarian.

Saya tidak berkeinginan untuk menuliskan “hal-hal sangat rumit” mengenai sepak terjang Almarhumah ANN DUNAM semasa hidupnya.

Tetapi, ada sebuah pesona yang “mencuri hati saya” dan siapapun juga yang menyimak perjalanan hidup ANN DUNHAM.

https://i0.wp.com/www.metastaticlivercancer.org/images/ovarian-cancer-survivor-stories.jpg

Bukan keinginannya semasa hidup, bisa mempunyai seorang anak yang “kelak” bisa menjadi salah satu pemimpin dunia yang tersohor. Yang dilakukannya semasa hidup, adalah mencintai dan mengabdikan dirinya secara total terhadap apapun serta siapapun yang menjadi bagian dari cinta yang ia miliki didalam dirinya.

Ia mencintai secara total pekerjaannya.

Ia mencintai secara total orang-orang kecil tak berdaya yang dijumpainya di berbagai belahan dunia sehingga dengan bermodalkan cinta yang tulus itulah ANN DUNHAM memberikan sesuatu yang bisa ia lakukan untuk menolong.

Ia mencintai secara total keluarga intinya, terutama kedua permata hatinya.

Saat salah seorang permata hatinya (Barack Hussein Obama), berhasil memenangkan pertarungan politik di AMERIKA SERIKAT bulan November 2008 maka mau tak mau nama ANN DUNHAM ikut menjadi bahan perbincangan.

Ia dianggap sebagai “orang yang paling berjasa” membentuk karakter Barack Hussein Obama.

Kalau cuma diperbincangkan dari sisi yang positif, sah sah saja dan boleh boleh saja. Tetapi, yang sungguh menyedihkan hati adalah ada sebagian kecil yang menyoroti hal-hal pribadi yang sifatnya sangat sensitif.

Pernikahan dan agama yang dianutnya.

Manusia, kadang-kadang tak bisa lepas dari karakter buruk yang terus dicoba oleh kalangan iblis ka dalam hati manusia-manusia kerdil yang tak bisa tenang jika belum membicarakan atau melakukan hal buruk untuk merugikan pihak lain.

Tidak ada yang salah dalam pernikahan ANN DUNHAM, baik ketika ia menikah dengan sangat tulus bersama seorang pria Kenya (Obama Senior).

Dan saat statusnya menjanda, ia menikah kembali dengan pria Indonesia (Lolo Soetoro).

Dimana letak kesalahannya ? Tidak ada samasekali !

Ia mencintai pria yang diyakininya dapat membahagiakan dirinya. Dari pernikahan itu, ia dan pasangan hidupnya dikaruniai anak yang ternyata sangat membanggakan.

Tak ada perselingkuhan. Tak ada kekerasan dalam rumah tangga. Tak ada sedikitpun kenistaan yang mengotori.

Perbedaan budaya dari latar belakang ANN DUNHAM dengan pria yang dicintai dan mencintainya, adalah faktor terkuat yang barangkali menjadi kendala terberat dan terbesar untuk membawa pernikahan itu ke dalam mahligai yang penuh keabadian.

Begitupun dalam hal agama atau iman kepercayaan yang dianutnya.

Kita sebagai manusia, seakan menjadi HAKIM atau TUHAN dari sesama kita manusia bila dengan sangat arogan mencari-cari kesalahan atau kelemahan orang lain dari sudut pandang agama.

Agama atau kepercayaan apapun yang dianut oleh manusia, sepanjang itu diyakininya tanpa paksaan dan sungguh dijalankan sepenuh hati, manusia manapun tak punya hak untuk menghakimi atau menggugat.

https://i1.wp.com/i296.photobucket.com/albums/mm162/Sandychosen/Dividers%20more/roses.gif

ANN DUNHAM adalah mawar surga yang sangat pantas untuk dikenang dari sudut pandang yang penuh kebaikan, keindahan dan keabadian cinta yang memukau hati.

ANN DUNHAM adalah mawar surga yang tak ingin berpura-pura semasa hidupnya sehingga tanpa membedakan suku ,agama, ras dan golongan, yang dilakukan ANN DUNHAM adalah kebaikan demi kebaikan demi nilai-nilai kemanusiaan.

ANN DUNHAM adalah mawar surga yang pantas dihormati sebagai pejuang kehidupan yang begitu banyak menolong dan berbagi kasih terhadap sesamanya manusia yang ketika ANN DUNHAM masih hidup didunia yang fana ini … orang-orang yang banyak ditolongnya adalah orang-orang kecil yang sungguh miskin dan tak berdaya.

https://i1.wp.com/i296.photobucket.com/albums/mm162/Sandychosen/Dividers%20more/roses.gif

Sulit bagi siapapun untuk mengukur dan menilai jasa baik dan nilai kepejuangan orang lain yang dilakukan kepada orang-orang kecil yang sungguh miskin dan tak berdaya, jika kita sendiri belum pernah menjadi bagian dari kalangan papa yang sangat menderita.

Yang mau dikatakan disini adalah orang-orang yang mendapat perhatian, pertolongan dan curahan kasih sayang ANN DUNHAM semasa hidupnya, tak akan pernah melupakan jasa baik dan kesempurnaan karakter yang memukau dari figur kepribadian ANN DUNHAM.

Misalnya satu orang saja — dari yang ditolong itu — memanjatkan doa kepada Sang Pencipta karena telah mendapatkan pertolongan, maka bayangkan kalau yang mendoakan itu tidak cuma satu. Tetapi sangat amat BANYAK !

Belum lagi, kalau keluarga yang ditolong itu, menceritakan turun temurun kepada keluarga besarnya bahwa ada seorang PEREMPUAN AMERIKA SERIKAT yang tak kenal lelah berbuat kebaikan semasa hidupnya dari tempat yang terpencil ke tempat yang terpencil lainnya di berbagai belahan dunia.

Dalam ajaran agama Kristen ditekankan satu hal yang sangat mendasar yaitu IMAN, TANPA PERBUATAN ADALAH MATI !

Artinya, agama yang dianut akan sia-sia, jika sepanjang hidupnya manusia tidak melakukan apapun yang diajarkan dalam agama itu.

ANN DUNHAM, memang harus dihormati sebagai seorang perempuan hebat yang telah mempersembahkan hidupnya bagi nilai-nilai kemanusiaan. Berbuat yang terbaik bagi sesamanya manusia, tanpa mengenal suku, agama, ras dan golongan.

https://i1.wp.com/blogs.fayobserver.com/livewire/files/2008/03/obamas-mother.jpg

Dan dari perjalanan yang panjang dalam hidupnya selama hampir 53 tahun, Indonesia adalah salah satu tempat yang dicintai dan banyak dikunjungi oleh ANN DUNHAM.

IBU ANN DUNHAM, terimakasih untuk cinta anda kepada “INDONESIA”.

IBU ANN DUNHAM, terimakasih untuk cinta anda kepada orang-orang miskin dan tak berdaya, yang telah anda cintai, anda tolong dan anda kunjungi semasa hidup anda dulu.

IBU ANN DUNHAM, terimakasih untuk mengajarkan kepada siapa saja perempuan didunia ini agar tak takut dan tak kenal lelah untuk berbuat kebaikan kepada sesama tanpa mengenal suku, agama, ras dan golongan.

Ya,terimakasih IBU ANN, untuk cinta anda yang tulus tak terhingga kepada sesama manusia.

Dan menutup tulisan ini, ingin rasanya saya mewakili orang-orang yang pernah dicintai dan ditolong ANN DUNHAM semasa hidupnya untuk menyanyikan sebuah lagu yang sangat terkenal di Indonesia saat ini yaitu TERIMAKASIH CINTA !

Semoga di tempatnya kini ia berada, “MAWAR SURGA” yang tampak begitu cantik dengan rambutnya yang tergerai panjang dengan senyum yang begitu manis ini, tetap mau tersenyum menerima dan mendengarkan lagu ini.

Ya, TERIMAKASIH CINTA !

https://i2.wp.com/i.peperonity.com/c/25F346/462071/ssc3/home/005/elinor2/merci.gif_320_320_256_9223372036854775000_0_1_0.gif

Terimakasih, Cinta (Lagu dari AFGAN)

Tersadar didalam sepiku
Setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu

Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semuaaa kesalahanku yang pernah menyakitimu

Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu

Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semuaaa kesalahanku yang pernah menyakitimu

ouuwwww…
ouuwwww…

Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semuaaa kesalahanku oouuwww
Kesalahanku yang pernah menyakitimu

(MS)

C’est Pour Kiti

Advertisements

January 27, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on MAWAR SURGA ITU BERNAMA STANLEY ANN DUNHAM

Obama Elegan Wujudkan Impian Ras Hitam Terbelakang

https://i1.wp.com/webpub.allegheny.edu/employee/e/epallant/Books/images/dreamsfrommyfather.jpg
Jakarta 1/10/2009 (KATAKAMI)  Membedah buku yang dituliskan oleh seseorang yang memiliki jabatan sangat bergengsi dan prestisius yaitu Presiden Negara Adidaya, sebenarnya tidak terlalu sulit.

Dreams From My Father. Demikian judul buku yang dipilih Barack Hussein Obama Jr untuk buku karyanya.

Terdiri dari 19 Bab, buku karya Presiden ke-44 AS ini mengisahkan pergulatan hidupnya sebagai seorang keturunan dari ras “hitam” yang selama berabad-abad terpinggirkan dari gegap-gempitanya kehidupan “Barat”.

Karya yang lumayan menarik. Agak berat dan penjabarannya sangat detail terhadap segala sesuatu.

Untunglah kini Barack Hussein Obama Jr menjadi orang nomor satu di AS sehingga buku Dreams From My Father ini dapat menjadi referensi kuat dan luas mengenai siapa dan bagaimana Obama Jr dalam rekam jejak hidupnya didunia yang fana ini.

https://i0.wp.com/vivirlatino.com/i/2008/10/barack-obama-bw.png

Yang membuat terkejut saat awal membaca buku ini adalah bertambahnya pengetahuan tentang latar belakang Obama Jr. Oh, ternyata Presiden AS yang merupakan keturunan Afrika pertama yang menjadi Presiden ini dahulu kala pernah menjadi penulis, pengajar, aktivis dan pengacara.

Ke-empat jenis pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan sangat teruji tadi menjadi bagian tak terpisahkan dari masa lalu Obama. Pantas dalam buku karyanya, Obama dapat mengisahkan dengan alur yang cukup rinci.

Tersirat kuat bahwa sejak masa kecilnya, Obama sudah dibentuk menjadi pemikir yang cermat dalam mengamat dan menganalisa situasi, kondisi dan semua permsalahan disekelilingnya.

Dari buku Dreams From My Father ini dapat diketahui bahwa setidaknya ada tiga figur yang sangat kental pengaruhnya dalam memori dan segala rasa pada diri Obama adalah ayah kandungnya (Barack Hussein Obama Sr yang berkewarga-negaraan Kenya – Afrika, dari suku Luo), Stanley Ann Dunham (ibunya) dan Lolo Soetoro (Ayah Tirinya yang berkewarga-negaraan Indonesia).

http://knightleyemma.files.wordpress.com/2008/11/obama_mom.jpg

Tapi diatas semua itu, satu nama yang sangat menonjol pengaruh kuatnya dalam jiwa Obama adalah sang ibu.

“Pada diri kedua puteri saya, setiap hari saya melihat keceriaan Ibu, kemampuannya mengagumi hal-hal. Saya tidak akan menggambarkan lebih jauh betapa dalamnya dukacita saya sepeninggal Ibu. Saya tahu bahwa dia adalah jiwa yang teramat baik dan murah hati yang pernah saya kenal, dan bahwa saya berutang padanya atas hal-hal terbaik yang ada dalam diri saya” (termuat dalam Kata Pengantar).

Obama kecil memang harus mengalami kepahitan dan kegetiran dari perpisahan ayah dan ibunya yang berlatar-belakang budaya berbeda.

Obama kecil harus berpisah dari ayah kandungnya sejak ia berumur 2 tahun (Obama lahir tanggal 4Agustus 1961).

Entah disadari atau tidak oleh Obama bahwa ada sebuah nilai luhur yang ditunjukkan secara jelas, nyata dan kuat oleh sang ibu kepada Obama selaku anak semata wayang dari pernikahannya dengan pria Kenya bernama Barack Hussein Obama.

Ann Dunham begitu rajin, sabar dan terus secara berkesinambungan meneceritakan kepada anak lelaki semata wayangnya tentang siapa dan bagaimana sang ayah.

https://i2.wp.com/images.huffingtonpost.com/gen/11227/thumbs/s-OBAMASMOM-large.jpg

Ann Dunham menanamkan dari kecil kepada anak lelaki kesayangannya bahwa sang ayah adalah ayah yang tetap harus dihormat, disayangi dan dibanggakan.

Dari buku Dreams From My Father ini, Obama mengisahkan bagaimana bentuk-bentuk cerita yang didengarnya dari sang ibu mengenai ayah kandungnya yaitu Obam Sr.

Walau kadang menceritakan sesuatu yang “negatif” tetapi sisi kenegatifan itu adalah sisi humanis yang justru menjadi sangat manis untuk didengar.

Terbukti disini bahwa Ann adalah perempuan yang berhati mulia.

Ia tidak mengajarkan anaknya untuk membenci sang ayah yang telah meninggalkan isteri dan anak semata wayang mereka, hanya demi membela spirit kuat membangun tanah kelahirannya di Afrika. Sebab dalam banyak kejadian, isteri yang kecewa atas keretakan atau kehancuran rumah tangga tak jarang melakukan “brain-wash” atau “cuci otak” kepada anak-anaknya agar menjauhi, membenci dan melupakan sang ayah.

http://nativenotes.files.wordpress.com/2008/06/image007.jpg

“Ayahmu adalah pengemudi yang mobil yang buruk,” ibuku menjelaskan kepadaku. “Dia sering mengemudi di jalur sebelah kiri, sebagaimana orang Inggris mengemudikan mobilnya, dan kalau kau memberi komentar, dia hanya akan menggerutu tentang aturan orang Amerika yang tolol !” (termuat pada halaman 26).

Hehehe. Cara Ann menggambarkan bagaimana sifat dasar dari sang ayah kepada Obama Junior sungguh apa adanya. Tak berisi bahasa hiperbola tetapi mengalir sangat natural. Bahkan, ada kesan yang menggambarkan betapa Ann sangat sulit melepaskan kharisma, pesona dan kebersahajaan mantan suami pertamanya.

Perempuan berkulit putih ini tahu dan hapal luar kepala, apa saja yang menjadi keterbatasan dan kekurangan dari mantan suami pertamanya namun semua itu justru membuat Ann semakin menyimpan rapat nostalgia cinta yang sangat mengesankan itu jauh didasar hatinya.

“Ayahmu bisa agak dominan,” ibuku mengakui dengan senyuman. “Namun pada dasarnya dia hanyalah seseorang yang jujur. Terkadang itu yang membuat kurang kompromis” Ibuku lebih menyukai gambaran yang lebih lembut tentang ayahku (termuat pada halaman 28).

Nafas dari semua bentuk akhlak yang diajarkan Ann Dunham kepada anaknya adalah sifat menghormati orang, kebanggaan yang tak boleh lepas atas latar belakang ras dan budaya, penghormatan terhadap sesama dan nilai-nilai kemanusiaan, serta kuatnya tanggung-jawab untuk membangun atau  mempertahankan kehangatan dalam ikatan keluarga inti.

Tuhan sungguh baik karena tidak membiarkan Obama kecil tumbuh menjadi anak yang liar ala produk keluarga “broken home”.

Tuhan sungguh baik karena tak ada mata rantai kehidupan yang lepas atau hilang dari perjalanan panjang Obama dalam kehidupannya.

Jika ada satu bagian dari mata rantai itu yang terlepas maka Ann Dunham sebagai seorang ibu ternyata sangat mampu untuk memastikan mata rantai demi mata rantai dari kehidupan anaknya tetap sambung-menyambung secara baik.

Dan salah satu mata rantai dari kehidupan Obama yang diuraikannya dalam buku Dream From My Father adalah sosok ayah tirinya yaitu Lolo Soetoro dan kisah masa kecilnya saat hidupselama beberapa tahun di Indonesia.

Dalam buku ini akan sangat jelas tergambarkan bagaimana dasar-dasar yang kuat dalam kepribadian Obama yang memiliki kecerdasan luar biasa sehingga ia dimampukan untuk merekam secara baik penggalan demi penggalan dari masa lalunya.

http://patriotsforamerica.files.wordpress.com/2009/07/bo.jpg

“Kami tinggal di Indonesia selama tiga tahun waktu itu, sebagai hasil dari pernikahan ibuku dengan seseorang berkebangsaan Indonesia bernama Lolo, mahasiswa lain yang ditemui ibuku di Universitas Hawaii. Nama lelaki itu berarti “gila” dalam bahasa Hawaii, yang membuat Kakek selalu tertawa geli. Namun, arti nama tersebut tidak sesuai untuk lelak itu karena Lolo memiliki tingkah laku yang baik dan lemah lembut terhadap orang lain. (termuat dalam halaman 53).

Salah satu yang cukup menarik dalam buku ini – sekaligus yang cukup menggelikan – adalah saat Obama mengisahkan bagaimana kakek dan neneknya sangat sibuk membantu persiapan Ann Dunham dan Obama Junior pindah ke Indonesia.

“Toot (yang artinya Tutu atau dalam bahasa Kenya diartikan sebagai panggilan kepada Nenek) masih saja bersikeras agar kami membawa koper yang penuh dengan perbekalan tang, susu bubuk, berkaleng-kaleng sarden. “kau tak pernah tahu mereka itu makan apa,” ujarnya tegas. Ibuku menghela napas, namun Toot memasukkan beberapa kotak permen agar aku lebih membelanya daripada Ibu (termuat dalam halaman 54).

Dan di bagian berikutnya dalam buku ini yang sangat menarik adalah saat Obama menceritakan juga bahwa semasa ia tinggal di Indonesia ini, ia pernah dibuat sampai benjol dilempar oleh teman mainnya yang bercurang curang. Akibat kejadian yang sangat tidak adil pada anak tirinya itu, Lolo Soetoro mengajarkan kepada Obama kecil cara melindungi diri dengan belajar atau latihan TINJU.

http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/11/obama-17.jpg

Dan Obama sangat pintar untuk menjabarkan tentang bagaimana Indonesia berdasarkan refenresi yang diterima oleh Ibunda tercintanya (Ann Dunham).

Dia menduga, semua akan sulit, kehidupan barunya itu. Sebelum meninggalkan Hawaii, dia telah mencoba belajar semua yang dapat diketahuinya tentang INDONESIA : populasinya, kelima terbesar di dunia, dengan ratusan suku dan dialek, sejarah kolonialisme, pertama oleh Belanda selama lebih dari 3 abad kemudian oleh Jepang selama masa PD II yang berusaha mengendalikan banyaknya kandungan minyak, logam dan kayu : perjuangan menuju kemerdekaan setelah perang dan muncul tokoh pejuang pembebasan bernama Soekarno sebagai presiden pertama negara itu (termuat dalam halaman 65).

(INDONESIA) Sebuah negara miskin, belum berkembang, sama sekali asing – hanya itu yang diketahuinya (Ann Dunham, red). Dia bersiap dengan sakit disentri dan demam, mandi air dingin dan berjongkok di lubang di tanah untuk buang air kecil, listrik MATI setiap beberapa pekan, panas dan nyamuk-nyamuk yang tak pernah habis. Sungguh, tak ada yang lain kecuali KETIDAK-NYAMANAN, dan dia tampak lebih tangguh daripada yang tampak, lebih tangguh daripada yang dia sendiri ketahui. Dan betapapun itu adalah bagian yang telah membuatnya tertarik kepada Lolo setelah Barack (Obama Sr) pergi, janji akan sesuatu yang baru dan penting, membantu suaminya membangun kembali negarany di suatu tempat yang ditugaskan dan menantang, jauh dari orangtuanya (termuat dalam halaman 65).

https://i0.wp.com/blogs.abcnews.com/photos/uncategorized/obama_book_nr.jpg

Membaca buku Obama ini menjadi sangat menyentuh hati karena ia menuliskan dengan pikiran, tutur kata dan perasaannya sendiri sebagai seorang anak manusia, tentang bagaimana relasi dirinya dengan orangtua yang sangat dicintai serta dihormatinya.

Kalau boleh menarik kesimpulan dari buku ini adalah Obama ingin berterus terang bahwa ia sungguh telah dapat mewujudkan impian sang ayah yaitu sebagai seorang anak manusia yang datang dari ras terbelakang dan terpinggirkan, Obama mampu menapaki hidup rasa percaya diri dengan jejak langkah yang terbangun dari kepribadian utuh dari sisi moralitas atas hasil didikan sang ibu yang berhati mulia.

Dreams From My Father adalah sebuah kejujuran dalam bertutur dari anak manusia yang mendapatkan nama yang sama persis dengan nama sang ayah.

Dreams From My Father adalah sebuah keterus-terangan dari seorang anak Afrika yang sejak nenek moyangnya terdahulu selalu hidup dalam kepahitan dan kegetiran seputar diskriminasi penuh hinaan dan kemiskinan panjang, ternyata mampu melangkah tegap menunjukkan “dimana sebenarnya ia harus berdiri dan berada”.

Dreams From My Father adalah sebuah keluguan dan kepolosan seorang anak yang tetap dibentuk dan ditumbuhkan sejak dini rasa cinta dan hormat yang abadi kepada orangtua walau didalam dikeluarga terjadi ketidak-harmonisan dan perpisahan yang menyakitkan.

U.S. President Barack Obama speaks during a rally with troops ...

Entah itu Barack Hussein Obama Sr, Stanley Ann Dunham dan kedua orangtua, serta Lolo Soetoro, semuanya pasti merasa sangat bangga dan larut dalam haru yang menyentuh hati terdalam karena “Little Barry” yang dulu memelihara buaya semasa hidup di Indonesia, ternyata kini menjadi seorang yang sangat berarti.

“Little Barry” kini sudah menjadi seorang Presiden dari bangsa yang besar bernama Amerika, tanah leluhur dari garis sang ibu. Dan Amerika jugalah yang menjadi tanah impian bagi kedua ayahnya (ayah kandung dan ayah tirinya) untuk menimba ilmu.

Dan yang barangkali perlu disampaikan kepada Obama terkait buku karyanya ini adalah masih tetap bertahan dan berkutatnya berbagai realita hidup yang kurang nyaman mengenai INDONESIA sampai saat ini.

Disentri. Malaria dan Demam Berdarah. Kemiskinan. Kelaparan di berbagai tempat. Dan, pemadaman listrik yang seenaknya seperti masa kelam di zaman Gerakan 30 September. Jadi, saat Obama kini telah mewujudkan impiannya menjadi kenyataan. Sekarang giliran INDONESIA mewujudkan hal-hal yang terabaikan selama puluhan tahuin.

Agar jangan ada memoar buku dari penulis-penulis berikutnya di tahun-tahun mendatang bahwa semua “hal tak enak” yang bercokol di Indonesia sejak puluhan tahun ini, ternyata masih tetap awet dan langgeng merongrong penderitaan hidup rakyat Indonesia.

(MS)

January 8, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Obama Elegan Wujudkan Impian Ras Hitam Terbelakang