Katakamidotcom News Indonesia

Dear Mr. President Barack Obama, This Is Our Voice Of The Voiceless From Jakarta Indonesia

April 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Dear Mr. President Barack Obama, This Is Our Voice Of The Voiceless From Jakarta Indonesia

Tersentak Mendengar Idiom Zaman Edan Nyudo Nyowo, Dan Tersentak Mengapa Justru JK & SDA Yang Dihujat Ramai-Ramai ?

DIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMI.COM & WWW.THEBLOGKATAKAMI.WORDPRESS.COM

JAKARTA 18 APRIL 2009 (KATAKAMI) Di akhir pekan seperti ini, asyik buat dipakai untuk merenungkan banyak hal yang menjadi persoalan bangsa. Bila di hari-hari kerja saling berkejaran sangat cepat antara rutinitas dan sang waktu. Di akhir pekan ini, ritme kehidupan bisa menjadi agak tenang.

Kami termangu di akhir pekan ini oleh perkataan yang sangat lugu dari warga masyarakat yang berpikiran kritis. Walau tak sesuku sebab yang dikatakannya dalam bahasa Jawa yang sangat halus, tetapi kami bisa sedikit-sedikit menirukannya.

“Iki zamane zaman Mbak, zamane nYudo nYowo. Lah iku, rakyate modar ! Akeh sing ciloko !” kata si warga yang kami tirukan keluhannya.

(Ini zamannya zaman GILA. Zaman yang nyawa manusia banyak berkesudahan. Lah itu, banyak rakyat mati. Banyak yang celaka !).

Tapi jauh di lubuk hati kami, kami percaya bahwa kelahiran, perjodohan dan kematian itu ada di tangan Tuhan.

Sehingga percayalah bahwa apapun yang terjadi di dunia yang fana ini, Tuhan maha mengetahui.

Tak selalu dan tak mesti Tuhan merestui tindakan-tindakan yang tidak manusiawi dari pihak manapun. Sebab ada kalanya Tuhan membiarkan dulu sesuatu terjadi. Baru setelah itu, Tuhan bertindak sesuai dengan rencanya-Nya. Walau memang kita semua prihatin, 5 tahun terakhir ini begitu banyak sekali RAKYAT INDONESIA yang memang menjadi binasa karena digulung oleh kebengisan alam yang murka lewat berbagai musibah dan bencana. Belum lagi yang celaka karena musibah kecelakaan SARANA TRANSPORTASI di darat, laut dan udara.

Dan yang membuat kami terharu, idiom nYudo nYowo tadi justru datang dari kalangan bawah atau akar rumput. Tapi kita bisa berbuat apa, kalau semua kegetiran dan kepedihan ini adalah takdir. Semoga saja semua fakta kebinasaan ini adalah benar sebuah takdir. Dan kita patut mengirimkan doa dengan segala ketulusan agar arwah dari RATUSAN RIBU rakyat Indonesia yang wafat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa.

Keluhan tentang zaman sekarang ini adalah zaman Nyudo Nyowo, adalah sebatas intermezzo dari tulisan kami di pekan ini.

Pasca pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009, terutama sejak hasil QUICK COUNT keluar maka ada suara-suara yang sangat mencengangkan. Ketua Umum DPP Partai Golkar M. Jusuf Kalla malah dihujat oleh sebagian orang didalam internalnya. JK dianggap gagal dan tak pantas jadi CAPRES.

Luar biasa, dengan perolehan angka yang termasuk tinggi seperti itu, kok malah JK yang dihujat.

Lalu, konstalasi perpolitikan didalam rumah tangga “Si Kuning” malah patut dapat diduga menjadi carut marut. Semua berlomba mendesak agar JK kembali pada SBY dalam berpasangan di Pilpres 2009.

Heran, mengapa tidak ada rasa malu untuk merendahkan martabat seorang Ketua Umum di hadapan rakyat Indonesia.

Bukan karena kami bersahabat baik dengan seorang JK dan Suryadharma Ali, maka kami terdorong untuk membelanya.

Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa setiap umat manusia itu harus bersyukur dalam segala hal. Tidakkah seluruh kader Partai Golkar menyadari bahwa perolehan suara yang diraih pada Pemilu Legislatif 2009 ini relatif sangat besar dan merupakan campur tangan Tuhan juga.

Bayangkan kalau nasibnya jungkir balik di urutan dengan digit 2 angka yaitu antara posisi 10 dan seterusnya. Jika JK sebagai Ketua Umum malah mengantarkan Partai Golkar nyungsep di posisi “neraka” yang perolehan suaranya hanya kurang dari 1 persen, silahkan hujat.

Tapi yang diraih oleh Partai Golkar adalah sebuah hasil maksimal yang terbaik. Luar biasa baiknya.

perampok.jpg Rampok image by labuhanbatu_photo

Belum saja terbongkar, apakah patut dapat diduga ada kecurangan yang sangat kotor dalam Pemilu Legislatif 2009 lalu yaitu digunakannya KEJAHATAN TEKNOLOGI atau IT dalam mengdongkrak perolehan suara pihak tertentu yang mempecundangi Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Hanura.

Inilah cara berpolitik yang patut dapat diduga sangat biadab jika ada yang berlibido tinggi untuk meraih kemenangan sehingga untuk menyalurkan libido yang sudah sangat mendesak itu, maka patut dapat diduga akan menghalalkan segala cara.

Sabar, Tuhan tidak tidur dan rakyat Indonesia hanya tinggal menunggu bangkitnya sebuah perlawanan sejati jika patut dapat diduga ada kesewenang-wenangan yang lebih pantas untuk dihujat sampai akhir hayat para pelakunya.

Setelah JK yang kami sorot secara khusus, kami beralih kepada Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA).

Sama juga, ujug-ujug atau tiba-tiba SDA yang dihujat kalangan internalnya.

Yang perlu disadari disini adalah situasi perpolitik dalam setiap penyelenggaraan Pemilu Legislatif 5 tahun sekali ini, tidak ada yang sama. Jadi tak bisa dipersalahkan bahwa seolah-olah SDA ini adalah benalu dalam tubuh partai yang tak ada kegunaannya untuk memenangkan partai.

Sebagai partai yang berbasis agama, coba lihat bagaimana perfoma dari kader PPP sendiri. Kasus korupsi yang menimpa kader PPP Al Amin misalnya, bukankah itu sesuatu yang sifatnya sangat memalukan ? Tak cuma kasus korupsi, gunjang ganjing itu dilengkapi juga dengan bumbu perbuatan yang patut dapat diduga berbau asusila. Ditambah lagi dengan gencarnya pemberitaan dari tayangan infotaiment tentang perceraian.

Persoalan cinta, orang ketiga, perselingkuhan atau seks dalam bentuk apapun dalam diri masing-masing pribadi yang sudah matang usia atau karakternya, adalah urusan dari pribadi masing-masing itu sendiri.

Setiap orang yang sudah berumah tangga misalnya, sah-sah saja jika ia menyenangi lawan jenis yang lain. Tetapi yang penting untuk diingat adalah, bagaimana ia mengendalikan rasa suka, kekaguman, hawa nafsu atau ketertarikan yang hebat. Jika sudah sangat sulit mengendalikan, terjadilah yang disebut perselingkuhan. Dan jika sudah masuk dalam wilayah seperti itu, pihak lain juga tak berhak mencampuri karena itu merupakan tanggung-jawab si pelaku kepada dirinya, keluarganya, agamanya dan kepada Tuhan.

Dan jujur saja, tidak ada manusia yang berhak mengklaim bahwa dirinya jauh lebih baik atau jauh lebih sempurna dari manusia lainnya. Ingatlah bahwa kekurangan itu ada dalam diri manusia dan kesempurnaan hanya milik TUHAN.

Kami pernah menyinggung dalam sebuah tulisan bahwa tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membeberkan rekaman penyadapan pada kasus Al Amin – yaitu bagian dimana ada diungkapkan hal-hal berbau perempuan – adalah sebuah tindakan yang patut dapat diduga sangat tidak pada tempatnya, sangat arogan, lancang dan menunjukkan betapa KPK sangat tidak profesional dalam tugas-tugasnya.

Mengapa kami berpendapat demikian ?

Ya, sebab dari namanya saja sudah jelas bahwa KPK berkewajiban menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi. Bukan masalah seksualitas atau perselingkuhan !

Dari namanya saja, sudah jelas bahwa KPK ditugaskan untuk memberantas tindak pidana korupsi dan bukan masalah MORAL yang menyangkut seksualitas.

Sudahlah, tidak perlu ada satu orang manusiapun di negeri ini yang mersa lebih suci dan lebih murni dari manusia lain.

Termasuk ANTASARI AZHAR sekalipun karena patut dapat diduga dalam menjalani tugas-tugasnya, mantan eselon II pada Jajaran Pidana Umum Kejaksaan Agung ini tidak memperhitungkan bahwa pameran penyadapan itu secara terbuka berdampak buruk pada hal-hal lain yang tidak ada relevansinya dengan kasus korupsi yang ditangani.

Apa hubungan, membeberkan di persidangan terbuka pada Pengadilan Tipikor bagian percakapan yang bicara mengenai perempuan ?

Tidak ada hubungannya !

Dan, jangan sok munafiklah bagi manusia manapun di muka bumi ini bahwa seolah-olah dirinya lebih suci, lebih murni atau lebih SEMPURNA dibanding pihak lainnya padahal patut dapat diduga justru paling busuk diantara yang sangat busuk.

Kenapa hal ini kami singgung ? Bayangkan, jika ada isteri yang mendengar atau mengetahui bahwa aib rumah tangganya diumbar terbuka untuk menjadi konsumsi publik ?

Sakitnya tidak seberapa tapi malunya ini, demikian ungkapan di kalangan masyarakat Medan yang sangat terkenal untuk menggambarkan harga diri yang terkoyak jika dinistakan secara terang-terangan di hadapan masyarakat.

Walau profesi Kristina, isteri dari Al Amin adalah artis yaitu pedangdut yang sangat tersohor, ia tetaplah manusia biasa yang punya hati, rasa, harkat dan martabat. Sehingga, dapat dimaklumi jika rasa malu itu membuatnya tak sanggup menerima kenyataan.

Nah, gunjang ganjing kasus korupsi Al Amin dengan seluruh tetek bengek pemberitaan yang saling bertautan inilah yang patut dapat diduga mempengaruhi “image” masyarakat terhadap partai yang menjadi “rumah” bagi garis perpolitikan Al Amin.

Lalu, iklan politik di berbagai media massa (khususnya di media pertelevisian), siapa bilang tidak berpengaruh ? Iklan politik di media televisi terutama, benar-benar besar pengaruhnya.

Dan sekarang kalau ditanyakan kepada seluruh pengurus DPP PPP misalnya, apakah sejak berbulan-bulan sebelum terselenggaranya Pemilu Legislatif 2009, PPP ada memasang iklan politik yang sangat gencar di media televisi ?

Dari situ saja, akan sangat terlihat bahwa kesalahan bukan pada Suryadharma Ali sebagai pribadi. Ia tak mungkin menalangi biaya iklan politik yang sangat besar anggarannya !

Dan kalaupun Partai Golkar memasang iklan yang sangat gencar beberapa bulan terakhir ini, tetap saja posisi Ketua Umum tidak pantas untuk dihujat dan dipaksa menanggung kesalahan ini seorang diri.

Patut dapat diduga karena rakus untuk mendapat jatah kursi MENTERI maka JK didorong-dorong untuk berkoalisi lagi dengan pihak tertentu agar kader yang bisa direferensikan menjadi kandidat MENTERI tidak kehilangan peluang emas.

Sekarang pertanyaannya, siapa yang bisa menjamin bahwa SBY akan menang dalam Pilpres 2009 ?

Terutama jika Pemilu Pilpres diadakan sangat jujur dan adil dalam arti yang sesungguhnya – ingat, dilarang keras bagi pihak manapun main kayu dan berbuat hina melakukan kecurangan bidang IT atau kecurangan apapun – maka patut dapat diduga pertarungan itu akan dimenangkan oleh pihak yang bersatu secara teguh menawarkan PERUBAHAN (CHANGE) kepada rakya tIndonesia.

Seluruh tokoh nasional – terutama yang berkumpul di kediaman Megawati Soekarnoputri baru-baru ini – jangan pasif dan diam walau hanya sejenak. Ayo, bersuara kepada rakyat.

Tampillah dengan dinamis, menarik hati dan sangat elegan lewat berbagai penampilan terbuka yang dikemas sangat cerdas. Buat iklan politik bersama, jangan lagi per orangan atau per partai politik.

Adakan kerjasama dengan berbagai lembaga survei yang independen sehingga survei pesanan pihak tertentu yang patut dapat diduga GEDE RUMONGSO alias GR tak karuan karena yakin bakal bertahta bagaikan RAJA-RAJA dahulu kala, akan terseok-seok langkahnya memikirkan cara kotor lain untuk berjaya.

Semua Ketua Umum Partai tampil dengan elegan mengendalikan kadernya, perintahkan untuk tutup mulut kepada publik atau media massa jika hanya untuk kepentingan menghujat partai dan ketua umum sendiri.

Bikin malu kalau kerakusan untuk meraih jabatan tertentu diumbar kesana kemari seperti anjing rebutan balung atau tulang.

Sadar dong, kepentingan bangsa harus ditempatkan diatas segala-galanya.

Hormati Ketua Umum dan jaga soliditas partai.

Mari, bangkit semua, untuk menghadapi tantangan yang terjal berliku. Singa-singa lapar adalah ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan betapa mengerikannya ancaman dan dampak buruk yang akan dihadapi oleh bangsa, negara dan rakyat Indonesia dalam menghadapi pihak tertentu yang lapar akan kekuasaan. Kasihan sekali.

Undang kolega dari jaringan internasional untuk datang memantau. Undang pakar-pakar IT untuk memberikan simposium dalam mengantisipasi kejahatan IT dalam penyelenggaraan Pemilu Pilpres 2009.

Undang pakar-pakar IT dari AMERIKA SERIKAt, kalau perlu dari FBI, untuk memberikan pelatihan singkat kepada Jajaran KPU dan pihak manapun yang bertugas menangani teknologi dalam agenda politik nasional ini.

Sehingga, kalau ada pihak tertentu yang patut dapat diduga sangat liar bagaikan singa lapar melakukan kejahatan IT untuk merugikan pihak lain, akan sangat mudah untuk mendeteksi.

Selamatkan bangsa, negara dan rakyat Indonesia !

Selamatkan cita-cita luhur pada pendiri bangsa yaitu FOUNDING FATHER INDONESIA agar segenap anak bangsa Indonesia ini diantarkan ke gerbang hidup yang lebih makmur, aman, sejahtera, adil dan manusiawi.

Katakan tidak pada kepura-puraan, kesombongan dan arogansi kekuasaan !

Capekkkk deh !

Dan ibarat perlombaan menyanyi IDOL, di penghujung pertarungan politik yang sangat sengit ini akan diumumkan seperti ini. “AND, THE WINNER IS …… : INDONESIA !”.

Ya, Jusuf Kalla, Megawati, Wiranto,Prabowo Subianto, Soetrisno Bachir, Rizal Ramli, Gus Dur dan tokoh manapun yang bergabung dalam koalisi MERAH PUTIH yang membanggakan karena benar-benar solid dan mengedepankan kepentingan bangsa, akan menjadi bagian dari kemenangan INDONESIA.

Sekali lagi, pemenangnya haruslah pihak yang mementingkan kepentingan bangsa, negara dan rakyat INDONESIA.

Bukan yang menghalalkan segala cara yang kotor dan hina untuk menjadi pemenang yang dipaksakan untuk seolah-olah menjadi sangat hebat seperti batman, superman atau pahlawan animasi kartun anak-anak yang cuma ada dalam film imajinasi.

(MS)

April 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Tersentak Mendengar Idiom Zaman Edan Nyudo Nyowo, Dan Tersentak Mengapa Justru JK & SDA Yang Dihujat Ramai-Ramai ?

Kebanggaan Dunia Pada Obama Menguat, Dari Meksiko Obama Tegaskan Kelanjutan Perang Terhadap NARKOBA

JAKARTA 17 APRIL 2009 (KATAKAMI) Persis tanggal 20 April mendatang, Presiden Barack Obama memasuki bulan ke-3 memerintah di Amerika Serikat. Pemimpin muda yang tak cuma membuat rakyat AS saja yang terkesima atas kecerdasannya.

Tahun 2007 silam, saat dimana INDONESIA belum begitu “welcome” terhadap figur Obama yang sudah mengumumkan bahwa dirinya akan melangkah maju pada Pilpres AS 2008, Pemimpin Redaksi KATAKAMI telah meyakini bahwa Obama akan memenangkan pertarungan itu.

Sehingga, sejumlah petinggi di negara ini (yang tak usah kami sebutkan namanya), mendapat pemberian sederhana dari Pemimpin Redaksi KATAKAMI yaitu buku biografi Barack Obama yang sudah mulai dijual di Toko Buku Gramedia. Kami memberikan buku itu sebagai alternatif bacaan tentang akan munculnya seorang pemimpin baru yang relatif berusia muda di blantika perpolitikan AS.

Barangkali saat memasuki tahun 2007, banyak orang yang belum yakin bahwa Obama punya kans yang besar untuk menang. Tapi kami mempunyai firasat yang baik bahwa pemimpin muda yang satu ini memang akan memenangkan pertarungan politik di AS. Ia bukan cuma seorang orator yang ulung. Tetapi dari setiap kalimat yang diucapkannya, ada daya tarik yang bagaikan magnet akan menarik perhatian dan kepercayaan dari siapa saja yang mendengarnya.

Bahkan, dalam hitungan waktu yang mundur ke belakang, saat Pemimpin Redaksi KATAKAMI masih bekerja sebagai wartawati di Radio Voice Of America (VOA) – untuk periode 2003-2008 – pada masa awal Obama memulai debutnya sebagai kandidat Capres di AS yaitu tahun 2006 kami sudah membuka situs dari Obama dan mendaftarkan alamat EMAIL kami untuk terus dikirimi kabar terbaru tentang Obama. Padahal, beberapa rekan senior kami di Radio Voice Of America (VOA) sendiri yaitu mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di AS, belum mengetahui bahwa Obama membuka situs pribadi dan rutin mengirimi kabar terbaru tentang debut politiknya.

Saat ini, Presiden Obama berada di Meksiko dan telah mengadakan pembicaraan Tete A Tete atau pembicaraan empat mata dengan Presiden Meksiko

Dari laporan Radio Voice Of America (VOA) disebutkan bahwa Presiden Obama dan Presiden Meksiko Felipe Calderon telah menyepakati kerjasama untuk melawan perdagangan narkoba, Kamis (16/4/2009).

Obama memuji usaha Meksiko untuk menumpas kartel narkoba dan mengatakan Amerika Serikat akan melakukan bagiannya untuk menanggulangi permintaan Amerika akan narkoba dan arus senjata dan uang tunai di perbatasan. Ia mengatakan demikian setelah bertemu dengan Presiden Calderon di Kota Meksiko.

Obama mengatakan ia menghendaki Kongres Amerika menyetujui perjanjian yang membatasi ekspor senjata Amerika ke negara-negara Amerika Latin dan terus mendanai program yang akan memberi kepada Meksiko helikopter militer untuk membantu perang narkoba.

Barangkali kami salah dan mohon maaf jika kami memang salah, rasanya pernyataan terbuka Presiden Obama di Meksiko tentang PERANG MELAWAN NARKOBA ini adalah pernyataan terbuka pertama sejak ayah dari 2 anak ini resmi menjabat sebagai PRESIDEN AS yang ke-44.

Tapi, entah itu memang pernyataan terbuka yang pertama atau yang ke berapapun juga, satu hal yang disayangkan dari Presiden Obama.

Apakah kerjasama dan konsistensi AS dalam memerangi NARKOBA itu hanya ditujukan kepada Meksiko ?

Tidakkah Obama mengetahui atau menyadari bahwa negara-negara lain di dunia ini, sungguh juga ingin agar AS dengan sangat sungguh-sungguh memberikan bantuan yang serius dan kuat sekali dalam memerangi NARKOBA ?

Termasuk Indonesia, cq MABES POLRI, tentu memerlukan dukungan yang lebih kuat dari AS dalam memerangi NARKOBA.

Dari Situs Resmi MABES POLRI (WWW.POLRI.GO.ID) diperoleh data resmi hasil kerja Jajaran Direktorat IV (Narcotics And Organized Crimes) Bareskrim POLRI pada pertengahan April 2009 ini bahwa kasus tindak pidana narkoba periode 2009 yang berhasil ditangani sampai bulan Februari 2009 adalah 803 kasus narkoba dengan penetapan status tersangka kepada 1068 orang, kasus psikotropika sebagai 973 dengan jumlah tersangka 1299 orang.

Tentu kinerja yang sebaik ini memang pantas dihargai.

Dan yang perlu ditekankan juga kepada MABES POLRI adalah kesungguhan dalam pemberantasan narkoba itu sendiri. Artinya, tidak dibiarkan jika patut dapat diduga ada oknum-oknum didalam internal MABES POLRI yang justru terlibat dalam perdagangan gelap narkoba di tingkat nasional dan internasional.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga ada oknum POLRI yang “main mata” dengan oknum KEJAKSAAN dalam melakukan kongkalikong untuk meraup uang panas dari kasus-kasus narkoba dengan seribu satu macam akal busuk yang dirancang dan disepakati bersama.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga ada permainan pada pasal-pasal yang bisa ditetapkan dalam kasus narkoba dan dari pemilihan pasal-pasal hukum itu dapat diraup keuntungan yang tak ternilai harganya.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga bergelimpangannya barang bukti narkoba menjadi sasaran empuk oknum polisi dan jaksa untuk menjualnya kembali ke “pasaran” atau mengkonsumsinya sendiri.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga ada bandar dan mafia narkoba kelas KAKAP (bahkan kelas IKAN HIU dan IKAN PAUS) yang diloloskan dari jerat hukum oleh oknum PERWIRA TINGGI POLRI.

Dalam hal ini contoh yang sangat nyata adalah kasus bandar dan mafia narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS, yang patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum yang memungkinkan diri si bandar keparat ini mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim.

Bayangkan, bandar dan mafia narkoba MONAS ini terakhir kali ditangkap JAJARAN POLRI pada bulan Agustus 2007 di Apartemen Taman Anggrek Jakarta Barat dengan barang bukti 1 JUTA PIL EKSTASI.

Dari 9 orang yang ditangkap, hanya 3 orang saja yang diajukan oleh PENYIDIK POLRI kepada pihak KEJAKSAAN dan ketiga telah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Salah seorang diantara yang mendapatkan VONIS MATI itu adalah CECE (isteri dari bandar dan mafia narkoba MONAS) yang saat ini ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur dan dari balik jeruji besi tetap mengendalikan perdagangan gelap narkoba.

Sedangkan yang 6 orang (salah seorang diantaranya adalah MONAS, sang bandar dan mafia pemilik1 JUTA PIL EKSKTASI itu) justru dibebaskan dari jerat hukum pada kasus narkoba Taman Anggrek. Lalu yang 5 orang lainnya itu adalah sekelas MONAS juga alias rekan sesama bandar dan mafia narkoba, dimana sampai detik ini MONAS dan kelima bandar keparat itu tak pernah lagi kelihatan batang hidungnya pasca penangkapan di Apartemen Taman Anggrek (November 2007).

Sebenarnya, betapa malunya kita sebagai sebuah bangsa bahwa ada fakta seperti ini di Indonesia.

Sebenarnya, betapa malunya kita sebagai sebuah bangsa bahwa patut dapat diduga seorang PERWIRA TINGGI POLRI yang ditugasi memberantas narkoba di negeri ini malah menjadi BEKING UTAMA dari sindikat para bandar dan mafia narkoba internasional.

Sedihnya lagi, oknum PERWIRA TINGGI POLRI yang patut dapat diduga menjadi beking utama tersebut justru merupakan KOLEGA dari Aparat Penegak Hukum AS (terutama FBI dan DEA). Sehingga, pada era pemerintahan Presiden Barack Obama, FBI dan DEA harus membuka matanya secara lebar-lebar (Please open your eyes, man !) agar mulai detik ini mereka memasukkan nama oknum PERWIRA TINGGI yang patut dapat diduga sebagai beking dari sindikat bandar dan mafia narkoba internasional itu ke dalam daftar hitam AS atau di-black list.

Jika patut dapat diduga ada segelintir orang dalam internal POLRI dan KEJAKSAAN yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran hukum maka perbuatan mereka tidak bisa digenelarisir sebagai kelemahan kesalahan atau kekurang-seriusan MABES POLRI dan KEJAKSAAN sebagai institusi dalam menangani kasus-kasus narkoba.

MABES POLRI sebagai institusi adalah sebuah lembaga hukum yang sepenuhnya harus didukung oleh semua pihak dalam menangani kasus-kasus tindak pidana narkoba di negeri ini. Begitu juga halnya dengan KEJAKSAAN.

MABES POLRI sebagai institusi adalah sebuah lembaga hukum yang sepenuhnya juga perlu tetap didukung secara kuat oleh AS, dalam hal ini sepanjang masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

Walau ada beberapa kelemahan disana-sini, semua itu sangat wajar dalam perjalanan hidup sebuah bangsa seperti INDONESIA. Artinya, Presiden Obama tak perlu ragu untuk juga mengarahkan pandangannya dalam bekerjasama dengan INDONESIA untuk memerangi NARKOBA.

Selain tetap membangun kerjasama dan dukungan penuh untuk kelanjutan penanganan terorisme yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku (sudah bukan saatnya lagi isu terorisme dijadikan komoditi “bombastis”), AS tetap dapat meningkatkan kerjasama di bidang penanganan narkoba.

Seruan Obama dari Meksiko tentang konsistensi AS dalam memerangi narkoba, patut dihargai.

Dan ini membuat harapan dunia kepada figur Obama menjadi lebih besar untuk membuat kehidupan ini menjadi baik.

Obama dengan kedigdayaan AS, diharapkan akan menjadi motor untuk membuat PERUBAHAN (CHANGE) juga ke arah yang jauh lebih mensejahterakan kehidupan manusia.

Walau di Indonesia ini, pemerintahnya patut dapat diduga melindungi beking dari sindikat para bandar dan mafia narkoba internasional (semacam Liem Piek Kiong alias MONAS), tetapi Obama tak perlu ragu untuk tetap membantu Indonesia dengan segala potret realita yang tak begitu menyenangkan ini.

Saat mendengar kabar bahwa Presiden Obama menyatakan AS melanjutkan PERANG MELAWAN NARKOBA dengan memberikan dukungan kepada Meksiko, hati ini rasanya menjadi lebih bangga dan ikut senang.

Sebab, Presiden Obama pasti akan mewujudkan janji dukungan itu secara nyata.

Dalam hal pemberantasan NARKOBA ini, keseriusan Obama yang saat ini menjadi orang nomor satu di AS, membuat kami teringat pada sebuah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Michael Jackson. Obama dan AS diharapkan melanjutkan terus dukungan dan bantuan mereka yang seluas-luasnya kepada negara mana saja (termasuk INDONESIA) dalam melakukan PERANG TERHADAP NARKOBA.

Yes, you can also CHANGE the world, Mr President.

Make it better place … for you and for me !

Dan sambil menyendiri, entah dimanapun juga, barangkali baik untuk Obama untuk mendengarkan lagu Michael Jackson tadi (HEAL THE WORLD) :

There’s A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You’ll Find There’s No Need
To Cry
In This Place You’ll Feel
There’s No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place

Reff :
Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

If You Want To Know Why
There’s A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love’s Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World…

(MS)

April 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Kebanggaan Dunia Pada Obama Menguat, Dari Meksiko Obama Tegaskan Kelanjutan Perang Terhadap NARKOBA

Pertemuan Teuku Umar Bahas Bopeng Pemilu Legislatif 2009 Yang Dinilai Paling Amburadul Oleh Gus Dur

JAKARTA 15/4/2009 (KATAKAMI) Begitu sang surya terbit ufuk timur pada Selasa (14/4/2009) pagi, kami sudah menebak-nebak sendiri didalam hati.  
 

Ya, ibarat bermain teka-teki tetapi cukup untuk diri sendiri. Jika ada sejumlah lawan politik yang tingkat popularitasnya tidak bisa dianggap enteng akan bertemu di kediaman Megawati Soekarnoputri, kira-kira kegiatan apa yang akan akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar dari sisi pemberitaan tidak “miring atau berat sebelah”.

Pertemuan Tokoh Nasional Di Kediaman Megawati Soekarnoputri Selasa (14/4/2009)Pertemuan Tokoh Nasional Di Kediaman Megawati Soekarnoputri Selasa (14/4/2009)

Dan dari permainan teka-teki itu, kami sudah langsung menjawabnya secara cepat (juga didalam hati). Besar kemungkinan, SBY akan memilih untuk menggelar Sidang Kabinet agar bobot berita kepada media massa dan rakyat Indonesia bisa “seolah-olah” sama tinggi nilainya.Dan ternyata tebakan kami benar seratus persen !  

Disaat SBY mengundang Wapres M. Jusuf Kalla dan sejumlah menteri untuk mengikuti sidang kabinet, di kedimanan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri digelar pertemuan dengan sejumlah Tokoh Nasional.

Yang hadir bukan kelas kacang goreng.

Yang hadir bukan kelas raja kancil.Yang hadir, orang penting semua bow … !

Kami cukup terkejut dan sangat respek begitu tinggi pada Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Gus Dur mengatakan Pemilu Legislatif 2009 ini Pemilu Paling AMBURADUL !Pemilu 2009

Walau baru sembuh dan dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) tetapi Gus Dur ikut menghadiri pertemuan yang digelar dalam ruangan yang bernuansa bendera “MERAH PUTIH”. 

Gus Dur tetaplah Gus Dur yang nyeleneh dan ceplas ceplos. Ayah dari 4 orang putri ini menyebut PEMILU LEGISLATIF 2009 ini “PEMILU YANG PALING AMBURADUL”.

Pasca penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 ini, memang sudah banyak kritikan disana-sini bahwa penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 inilah yang paling buruk dalam sejarah. 

Prabowo Subianto bertemu Wiranto, Senin (13/4/2009)Wiranto dan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Wiranto sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura memberikan pendapat yang senada yaitu Pemilu Legislatif 2009 ini adalah Pemilu yang sangat memalukan dan paling buruk citranya sejak REFORMASI 1998. 

Kedua Purnawirawan Jenderal TNI ini, cukup tajam dalam memberikan pandangan mereka dan itu memang menjadi pandangan dari mayoritas rakyat Indonesia. 

Memang bikin malu dan INDONESIA sebenarnya sudah kehilangan muka di hadapan bangsa-bangsa didunia. 

Walau tidak menang dalam Pemilu Pilpres 2004, tetapi tinta emas mencatat dalam sejarah perjalanan bangsa INDONESIA bahwa Presiden Megawati Soekarnoputri SUKSES tanpa cacat menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) pertama yang bersifat langsung.Bandingkan dengan Pemilu 2009.Busyet deh, hamparan wajah Indonesia sekarang ini ibarat penuh bopeng yaitu bopeng kecurangan, kelicikan dan penyimpangan.

Belum lagi fakta yang lebih memalukan ada PULUHAN JUTA rakyat Indonesia tidak bisa memberikan hak suaranya karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Jadi kalau ada pihak tertentu yang baru sekarang bersuara bahwa pihaknya ikut prihatin terhadap kisruh soal DPT, pertanyaan yang pantas diajukan kepada pihak demikian adalah, “EH, ENTE KEMANE AJE, KENAPA BARU SEKARANG ENTE BUNYI ? NASI SUDAH JADI BUBUR !”.

Ini persoalan bangsa, nasib dari rakyat Indonesia untuk menyongsong masa depan.

Obama

Jika kami adalah Presiden di Indonesia dalam situasi yang seperti ini dan tiba-tiba harus bertatapan muka dengan Presiden AS Barack Obama, maka secara spontan tangan kanan kami akan kami gunakan untuk menutupi wajah kami.

Malu tauk !

INDONESIA jangan sok-sokan mau seperti AS.  

Waduh, canggih betul dalam beberapa jam bisa memberikan QUICK COUNT terhadap hasil Pemilu. Baru tahapan hasil QUICK COUNT yang keluar, sudah ada yang gegap gempita. Manggut sana. Manggut sana.

Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Hendaklah yang bertelinga itu, MENDENGAR !”

Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang kecewa dan marah karena tidak bisa memilih akibat AMBURADULNYA cara kerja KPU dan KPUD.

Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang kecewa dan marah karena patut dapat diduga banyak kecurangan disana sini.

Semoga saja gendang telinga para PEMIMPIN di republik belum pecah atau infeksi sehingga pendengaran mereka terhadap JERITAN RAKYAT INDONESIA masih tetap bisa digunakan untuk mendengar secara baik.

Dan kisruh soal kecurangan-kecurangan di lapangan itu, belum termasuk kecurangan yang patut dapat diduga MENGGUNAKAN cara Kejahatan IT untuk mengdongkrak perolehan suara.

Kami lebih concern untuk mengamati dan mencari tahu bagaimana agar kejahatan di bidang IT ini bisa dibuka, disingkap, dibongkar dan “DITELANJANGI” jika patut dapat diduga ada pihak-pihak tertentu yang sangat dirugikan karena perolehan suara dari partai mereka dirampas oleh kecanggihan teknologi.

Prabowo, Megawati & Wiranto (Foto : KOMPAS)

Pertemuan di kediaman Megawati pada hari Selasa (14/4/2009), menghasilkan poin utama agar seluruh kecurangan itu diselesaikan secara baik.

Jenderal Wiranto yang didaulat untuk menjadi JURU BICARA yang menyampaikan hasil kesepakatan para TOKOH NASIONAL ini kepada media massa yaitu :“Mendesak KPU, Bawaslu, dan pemerintah menindaklanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran atau kecurangan yang terjadi,” demikian kata Jenderal Wiranto, saat membacakan pernyataan sikap bersama sejumlah tokoh di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2009).

Para tokoh ini juga menilai Pemilu 9 April 2009 merupakan pemilu terburuk sejak reformasi.  

Pemilu dipandang jauh dari prinsip jujur, bermartabat, adil, dan demokratis. Daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah juga dikatakan telah mengakibatkan jutaan warga negara kehilangan hak konstitusinya untuk memilih.

“Padahal, hak memilih merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945. Pengabaian terhadap hak memilih berarti melanggar konstitusi,” lanjut Jenderal Wiranto.Pemerintah, KPU, dan KPUD juga dinilai telah menunjukkan ketidaknetralannya dalam pelaksanaan pemilu legislatif. KPU juga diminta untuk menjamin hak konstitusi warga negara untuk memilih, khususnya bagi mereka yang tercabut hak-haknya karena DPT.

Oleh karena itu, KPU didesak untuk memperbaiki DPT. 

Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh 13 parpol dan dua tokoh masyarakat, yaitu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan), Wiranto (Ketua Umum Hanura), KH Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), Ferry B Siregar (PDS), Bursah Zarnubi (PBR), Idham Cholid (PKNU), Yusril Ihza Mahendra (PBB, Totok Daryanto (perwakilan PAN), Syahrir MS (RepublikaN), Zulfan (PNBKI), Amelia Yani (Ketum PPRN), H Rusdi Hanafi (Ketua DPP PPP) dan Misbach Hidayat.

Against Cyber Crime

Rasanya, malang benar jadi rakyat Indonesia ini. Ada yang kalah jadi caleg, masuk Rumah Sakit Jiwa. Ada yang bunuh diri atau mati mendadak karena serangan jantung. 

Dan … ya itu tadi, ada PULUHAN JUTA RAKYAT INDONESIA tidak bisa memilih karena kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT).Untuk memproses secara hukum dari semua pengaduan atau kasus pelanggaran Pemilu saja, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Tetapi, INDONESIA sudah harus bersiap untuk penyelenggaraan Pemilu Pilpres 2009.

Rata-rata Tokoh-Tokoh Nasional ini berharap agar KISRUH DPT ini tidak terulang pada Pemilu Pilpres 2009.

Tapi kami sulit untuk seoptimis itu dalam menyikapi perkembangan bangsa di dalam situasi yang sangat hampa sebab ada pihak tertentu yang RAKUS LUAR BIASA pada kekuasaan sehingga patut dapat diduga menghalalkan segala cara yang terburuk, terlicik dan terkotor.

Sehingga komentar Gus Dur bahwa PEMILU LEGISLATIF 2009 ini AMBURADUL, membuat kami teringat pada lirik lagu salah seorang Diva Musik Pop Indonesia, RUTH SAHANAYA :

Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul semua ah …
Rasannya ingin meronta
Tapi aku tak bisa

Sudah amburadul semacam ini, mengapa ada yang merasa paling berhak untuk menjadi pemenang dari pertandingan yang serba amburadul dan patut dapat diduga penuh kecurangan yang buruk, licik dan kotor ?

Rumuskan formula yang terbaik untuk menyelesaikan semua kasus pelanggaran Pemilu Legislatif 2009.

Dalam hal ini perlu diingatkan kepada KEJAKSAAN AGUNG agar dalam menangani kasus-kasus hukum Dalam PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, KEJAKSAAN AGUNG dan semua jajarannya harus NETRAL. 

Katakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah !

Katakan bahwa partai yang mengusung penguasa negeri ini salah jika patut dapat diduga partai tersebut memang melakukan kesalahan atau pelanggaran hukum dalam PEMILU LEGISLATIF 2009.

Jangan katakan bahwa benar itu salah atau yang salah itu benar !

Jaksa Agung Hendarman Supandji harus bisa membuktikan kepada RAKYAT INDONESIA bahwa KEJAKSAAN AGUNG adalah lembaga hukum yang masih tetap dapat dipercaya oleh RAKYAT INDONESIA.

Jangan mencla mencle !

Jangan jadi robot karena patut dapat diduga jika ada PERINTAH dari atas untuk memutuskan begini dan begitu terhadap kasus-kasus hukum tersebut, maka KEJAKSAAN AGUNG jangan ngekor saja.

Kami tak begitu semangat menyikapi aksi unjuk rasa terkait kasus JAKSA ESTER dan rekannya dalam yang dituding menggelapkan 300 butir ekstasi.

Apalagi hari Selasa kemarin sampai ada AKSI UNJUK RASA segala dan meminta agar bandar narkoba tidak dilindungi.

Begini, kami tidak membela secara berlebihan pada INSTITUSI KEJAKSAAN AGUNG.  

Tetapi, patut dapat diduga ada aksi bau teraksi dibalik penanganan kasus narkoba ini yaitu untuk mengubur dalam-dalam kasus bandar narkoba tertentu yang jauh lebih mengerikan BOBOT KESALAHANNYA, maka dialihkan perhatian ke kasus narkoba lain.Betul, bahwa semua kasus pelanggaran hukum harus ditindak dan ditangani secara benar.

Tapi, jangan karena mau menyembunyikan aib dirinya maka patut dapat diduga dicari strategi ampuh untuk pengalihan isu.

Wah wah wah, baca dulu semua referensi mengenai kasus hukum soal NARKOBA.

Jangan hanya menuding muka KEJAKSAAN AGUNG secara garang dan lantang sehingga seolah-olah kasus JAKSA ESTER itu aib paling buruk.

Skandal hukum paling memalukan di negara ini menyangkut narkoba adalah KASUS BANDAR NARKOBA LIEM PIEK KIONG alias MONAS.Bandar pemilik 1 JUTA pil ekstasi ini, ditangkap November 2007 di Apartemen Taman Anggrek.  

Monas, diciduk bersama sang isteri (CECE) dan sejumlah bandar dan anggota sindikat mereka.

Tahukah anda duduk persoalannya ?

Dari sekitar 9 orang yang ditangkap itu, justru Monas yang tidak diajukan oleh POLRI kepada KEJAKSAAN AGUNG karena patut dapat diduga ada OKNUM PERWIRA TINGGI berpangkat KOMISARIS JENDERAL menjadi beking utama dari bandar narkoba Monas.

Majelis hakim sudah menjatuhkan vonis mati kepada 3 orang dari 9 orang yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek itu, salah seorang diantaranya adalah CECE (isteri dari bandar narkoba MONAS).  

Gories MerePresenter TV One yang muda belia GRACE NATALIE LOUISA saat memberitakan CECE mendapat vonis MATIPolwan VIVICK TJANGKUNG yang mendampingi GORIES MERE saat menangkap ZARIMA ke AS

CECE inilah yang masih tetap melakukan perdagangan gelap narkoba dari dalam Rutan Pondok Bambu. Padahal bulan September 2008 lalu, ia dan dua rekannya sudah dijatuhi VONIS MATI.

Tahukah anda, bahwa bandar narkoba MONAS diloloskan dari jerat hukum sebanyak 3 kali berturut-turut ?  Mengapa tidak ada yang melakukan aksi unjuk rasa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) ?  Mengapa tidak ada yang melakukan aksi unjuk rasa ke MABES POLRI, terutama ke BARESKRIM POLRI ? 

 

 

barang bukti MONASBarang bukti kasus bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS, siapa beking utamanya ?

Sebab, ada 5 orang PENYIDIK BARESKRIM POLRI yang sudah dicopot dari jabatatannya karena terbukti bersalah melakukan rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) agar bandar narkoba MONAS pemilik 1 JUTA pil ekstasi tidak diajukan ke Pengadilan. 

Dan beking utama dari bandar narkoba Monas ini, patut dapat diduga memang sedang berusaha mati-matian agar kasus bandar narkoba MONAS tidak lagi diungkit di media massa agar SETORAN UANG dari bandar kotor ini ke dalam kantong pribadi oknum KOMJEN tadi tidak ketahuan.

Dimana konsistensi dalam pemberantasan narkoba ?

Jangan tiba-tiba ada yang sok konsisten terhadap kasus 300 butir ekstasi, sementara ada kasus hukum yang dilakukan bandar pemilik 1 JUTA PIL EKSTASI sengaja didiamkan dan dipeti-eskan !

Ada apa dibalik semua ini ? 

Kami sudah berulang kali menuliskan agar PEMERINTAH mencopot dari jabatannya, KOMJEN GM, seorang perwira tinggi POLRI yang bertugas di BNN karena patut dapat diduga terlibat dalam kasus bandar narkoba MONAS.

COPOT dong !

Ajukan ke Pengadilan dan biarkan Majelis Hakim memberikan VONIS MATI kepada Perwira Tinggi yang patut dapat diduga telah 3 kali berturut-turut melindungi dan menyelamatkan BANDAR dan MAFIA narkoba tingkat internasional.

Patut dapat diduga SBY melindungi oknum perwira tinggi ini dan mengapa tidak ada yang menyadari hal ini ?

Cece Isteri Bandar Narkoba MONAS yang telah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim

Waduh, kami terkesima melihat gunjang-ganjing ini. Bayangkan, patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut oknum beking ini menerima SETORAN UANG dari bandar narkoba MONAS sehingga bisa lolos dari VONIS MATI. Sementara CECE, isteri dari MONAS saja sudah mendapatkan VONIS MATI.

Dan tidak ada kata lain untuk POLRI, tangkap bandar narkoba MONAS !

Tangkap Liem Piek Kiong alias Monas, beserta 5 orang bandar narkoba yang patut dapat diduga tidak diajukan ke muka hukum. Padahal, Monas dan kelima bandar narkoba tingkat internasional ini sama-sama ditangkap di Apartemen Taman Anggrek.  

Mana mereka, tangkap dong !

Jangan sok cuek, dan jangan pura-pura sibuk dengan segala macam aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan jabatan yang fokus utamanya MEMBERANTAS NARKOBA.

Ki-Ka Kombes Petrus Golose, Gories Mere dan Surya Dharma (Washington 2007)Ki-Ka Kombes Petrus Golose, Gories Mere dan Surya Dharma, serta kolega mereka (Washington 2007)

Urus narkoba dan jangan mengurusi masalah POLITIK PRAKTIS.

Apalagi kalau patut dapat diduga ada oknum PERWIRA TINGGI yang terlibat dalam KEJAHATAN IT pada penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009.

Kecurangan PEMILU LEGISLATIF 2009 yang patut dapat diduga akan sangat sulit untuk dibuka, dibongkar dan dibuktikan adalah KEJAHATAN IT (Informasi & Teknologi)  

Orang yang dapat melakukan KEJAHATAN IT atau CYBER CRIME terkait PEMILU LEGISLATIF 2009 ialah yang patut dapat diduga justru sangat menguasai IT itu sendiri untuk tugas-tugas utamanya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Disinilah fokus utama dalam mencermati kecurangan PEMILU 2009 harus diberi porsi yang lebih besar yaitu bagaimana membongkar KEJAHATAN IT jika patut dapat diduga itu terjadi dalam PEMILU LEGISLATIF 2009.  

Siapa saja yang bisa membongkarnya karena memang menguasai juga bidang IT tersebut maka hendaklah ia memberikan pertolongan kepada INDONESIA.

Bahkan jauh lebih bagus, jika pihak manapun yang patut dapat diduga banyak memberikan pelatihan di bidang IT selama bertahun-tahun kepada personel tertentu untuk semakin menguasai jaringan IT dalam penanganan masalah CYBER CRIME, termasuk didalamnya penanganan terorisme misalnya.

Kembali pada masalah amburadulnya penyelenggaraan PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, singkat kata saja untuk menutup tulisan ini yaitu “HENDAKLAH YANG BERTELINGA ITU MENDENGAR !”.

Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang telah nyata-nyata dirampas hak-nya dan banyak yang sangat dikecewakan.

 

 

Ilustrasi gambar kecurangan

Ilustrasi gambar kecurangan

Untuk apa diadakan agenda politik nasional semacam ini kalau penuh bopeng kecurangan ?

Jika patut dapat diduga, SBY ingin ngotot untuk terus melanjutkan kekuasaannya agar bisa 10 TAHUN berkuasa, untuk apa diadakan Pemilu 2009 kalau hanya menjadi asesori politik ? 

Jika patut dapat diduga, SBY sudah tak bisa mengekang ambisi politiknya yang membludak didalam diri untuk terus memperpanjang kekuasaannya tetapi pelaksanaan Pemilu 2009 penuh bopeng kecurangan maka yang perlu dipertanyakan adalah legitimasi dari pemerintahan yang akan terbentuk dari sebuah Pemilu yang penuh kecurangan ?

Untuk apa ada reformasi ? Untuk apa ada jargon-jargon bahwa Pemilu itu harus jujur dan adil ?

Untuk apa ada slogan-slogan tentang pentingnya SIKAP NETRALITAS ?

Kalau ternyata, geliat politik di negara ini sangat morat-marit seperti lirik lagu Ruth Sahanaya tadi :

Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul semua ah …
Rasannya ingin meronta
Tapi aku tak bisa

 

(MS)

 

 

 

 

April 15, 2009 Posted by | Uncategorized | , | Comments Off on Pertemuan Teuku Umar Bahas Bopeng Pemilu Legislatif 2009 Yang Dinilai Paling Amburadul Oleh Gus Dur

Secercah Harapan Koalisi Merah Putih Megawati, Wiranto, Prabowo, Soetrisno Bachir, Rizal Ramli & Suryadharma Ali. Awas Terkecoh Untuk Golkar – PKS !

 We Say No To Cyber Crime 1 a NEW041 a flags_135

Dimuat juga di WWW.KATAKAMI.COM dan WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS.COM

JAKARTA 13 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Entah darimana asalnya istilah Golden Brigde dan Golden Triangle yang menggambarkan koalisi dari dua kubu yang diperkirakan akan mendominasi percaturan politik nasional. Dan rasanya, menggunakan istilah ini saja agak kurang sreg dihati. Selain karena terlalu berbau kebarat-baratan, julukan inipun tak jelas kemana arahnya.

Kami lebih suka menggunakan istilah Koalisi Merah Putih dan Koalisi Merah Putih Plus untuk menggambarkan peta kekuatan politik pasca pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009. Dan kami lebih fokus untuk mengulas perkembangan dari pergerakan para tokoh nasional yang dispekulasikan memang “berjodoh” untuk bergabung dalam Koalisi Merah Putih yaitu Megawati, Prabowo, Wiranto, Rizal Ramli, Soetrisno Bachir dan Suryadharma Ali.

Sejak akhir pekan lalu, komunikasi politik terus dijalin oleh sejumlah tokoh nasional yaitu Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Prabowo Subianto, M. Jusuf Kalla, Suryadharma Ali, Rizal Ramli dan lainnya.

Inilah sejumlah tokoh yang diharapkan bisa secara cepat melakukan penjajakan untuk merintis perjodohan “KOALISI MERAH PUTIH”

Prabowo Subianto bertemu Wiranto, Senin (13/4/2009)

Kalau akhir pekan lalu, Wiranto bertemu Megawati maka hari Senin (13/4/2009) ini Wiranto bertemu Prabowo Subianto dari Partai Gerindra.

Lalu, hari Senin inipun Megawati telah bertemu dengan Rizal Ramli.

Semua komunikasi politik ini begitu dinamis, sehat dan  menumbuhkan secercah harapan di hati rakyat Indonesia.

Yaitu, harapan agar semua pertemuan itu tak sekedar hanya basa-basi yang tak bermakna dan tak mendatangkan manfaat apapun untuk Indonesia.

Pada barisan KOALISI MERAH PUTIH inilah, diharapkan ada spirit untuk melanjutkan visi dan misi tentang perlunya PERUBAHAN ke arah yang jauh lebih baik untuk INDONESIA.

A cheering crowd in Strasbourg, France, reaches out to shake hands April 3, 2009, with Pres. ObamaPresident Barack Obama lifts up a baby during his visit with U.S. Embassy staff and their families

CHANGE, We Can ?

Kalau Obama tidak mencantumkan tanda tanya dibelakang slogan “YES,WE CAN CHANGE” pada saat maju mengikuti Pilpres 2008 di AS maka tidak demikian di Indonesia.

PERUBAHAN, emangnya (kita) bisa ?

 slogan presiden barack obama saat mengikuti pilpres 2008 di as,  yes we can change1 a we want change

Kenapa Tidak ? PERUBAHAN yang niatnya memang baik untuk mensejahterakan dan membuat rakyat Indonesia menjadi lebih bahagia, maka segala langkah yang memang positif patut didukung dan direalisasikan.

Prosentase perolehan suara yang diraih masing-masing parpol menentukan posisi tawar dalam menjalin KOALISI. Tetapi melihat kecilnya “NASIB” dari perolehan suara sejumlah parpol pada Pemilu Legislatif 2009 maka realita ini memupuskan harapan dari sejumlah tokoh untuk menjadi CAPRES.

Ketentuan atau syarat perolehan suara 20% untuk bisa mengajukan CAPRES – CAWAPRES dari masing-masing parpol, memaksa parpol-parpol untuk aktif merintis terjalinkan KOALISI tadi.

MegawatiMegawati Soekarnoputri

Besar kemungkinan, Megawati akan menjadi figur terkuat yang bisa dicalonkan sebagai CAPRES. Disini dibutuhkan dukungan dari parpol-parpol yang visi dan misinya sama bagi terwujudnya potret Indonesia yang jauh lebih baik di masa depan.

Dimajukannya Megawati sebagai CAPRES 2009 dari gabungan sejumlah parpol, hendaknya jangan membuat tokoh lain menjadi terusik kejernihan dan ketenangan hatinya karena ambisi politik mereka tak kesampaian.

Mari, merapatkan barisan demi mencapai sebuah tujuan yang jauh lebih besar dan berarti bagi kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Jangan ada ganjalan apapun dalam merintis KOALISI tersebut.

WirantoPrabowoSoetrisno BachirPPP

Peran dan keberadaan Wiranto, Prabowo Subianto, Soetrisno Bachir, Rizal Ramli dan sebenarnya termasuk JK, sangat strategis.

Wiranto dan Prabowo Subianto, dua figur yang mutlak mengapit langkah Megawati menapaki tangga Pemilu Pilpres 2009.

Wiranto dan Prabowo Subianto harus cermat dan jeli sekali dalam membuat hitung-hitungan politik. Jangan ragu untuk mengalah atau mengorbankan sedikit saja dari ambisi politik pribadi.

Ingat, ambisi itu jangan diartikan secara sempit atau negatif.

Setiap politisi memang harus punya ambisi. Dan ambisi adalah sesuatu yang sah dan wajib dimiliki oleh masing-masing politisi. Tetapi, kadarnya yang tidak boleh dibiarkan menjadi sangat berlebihan.

Lobi politik harus dilakukan secara terbuka dan sehat.  

Megawati dalam kampanye PDI Perjuangan

Megawati harus menyadari tingginya peran dari sejumlah parpol untuk memperkuat barisan PDI Perjuangan menyongsong Pilpres 2009. Sehingga, jangan ada sekat-sekat yang menjadi penghambat tercapainya KOALISI tadi.

Setiap KOALISI, memerlukan kesepakatan tertentu yang menjadi “win win solution”.

Berikan, yang memang diminta dan wajar untuk diberikan (tanpa harus menjadi beban yang akan merugikan Megawati jika terpilih menjadi Presiden periode 2009-2014).

JK dalam kampanye Partai Golkar

Sayang, Ketua Umum DPP Partai Golkar M. Jusuf Kalla kini terpaksa berada di persimpangan jalan. Dengan perolehan suara yang hampir menembus angka 15 %, sebenarnya JK tinggal meminang satu parpol yang bisa menambah persyaratan untuk bisa mengajukan CAPRES – CAWAPRES dari Partai Golkar.

Tetapi dari berbagai pemberitaan media massa, patut dapat diduga Partai Golkar akan merapat kepada “jodohnya” yang lama.

Tanda-tanda ke arah sana sudah ada !

Belum apa-apa, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah terlanjur gegap gempita mengumumkan penegasan mereka bahwa PKS akan KOALISI hanya dengan Partai Demokrat, tiba-tiba hari Senini (13/4/2009) ini mengisyaratkan sebuah ancaman yang serius yaitu mundur dari KOALISI dengan Partai Demokrat jika Partai Golkar masuk dalam koalisi dengan Partai Demokrat.

Disinilah dibutuhkan kematangan dalam berpolitik !

Disinilah dibutuhkan kecerdikan dalam berpolitik !

Disinilah dibutuhkan pengalaman dalam berpolitik (terutama untuk menyadari apakah pihak lain adalah kawan yang sesungguhnya dalam politik itu sendiri, atau hanya basa-basi saja untuk menjadi kawan agar jangan “kalah set” dengan pihak oposisi yang mulai merapatkan barisan dengan parpol lain).

Patut dapat diduga, ambisi politik PKS adalah mengantarkan figur Hidayat Nur Wahid menjadi CAWAPRES untuk SBY.

Ya, boleh-boleh saja berambisi seperti itu !

Tetapi yang harus disadari oleh PKS adalah prosentase suara mereka jauh dibawah Partai Golkar.

Siapapun juga parpol yang menghadapi situasi yang seperti berada di persimpangan jalan, akan sangat WELCOME menyambut koalisi dengan Partai Golkar.

Patut dapat diduga, Partai Demokrat tidak akan berani hanya BERKOALISI Dengan PKS yang memang sudah diketahui sebagai Partai Berbasis Religius. Terlalu riskan buat Demokrat untuk mau hanya berjodoh dengan PKS, walaupun nama Hidayat Nur Wahid dipasangkan sebagai CAWAPRES bagi SBY.

Indonesia, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar didunia ini sangat majemuk sifat dan keberadaaannya. Warna keagamaan yang sangat kental dan kuat dari tampilan PKS, patut dapat diduga akan sangat sulit diterima oleh mayoritas rakyat Indonesia yang datang dari beraneka ragam suku, agama, ras dan golongan.

Dan kalau PKS ngotot agar Partai Demokrat hanya berkoalisi dengan mereka, maka sebaiknya disarankan agar tidak terlalu polos-polos amat dalam berpolitik.

 

 

Patut dapat diduga, akan ada 3 kandidat CAWAPRES yang akan dipertimbangkan SBY yaitu M. JUSUF KALLA, Hidayat Nur Wahid atau Sri Mulyani.

Ya, SBY berada di persimpangan jalan untuk menentukan bakal calon orang nomor dua yang akan dipimpinnya. Nama Sri Mulyani mendadak dilempar ke bursa pencalonan beberapa bulan terakhir ini. Walau sebenarnya kalau mau jujur, patut dapat diduga nama Seri Mulyani ini tidak akan laku dijual sebagai kandidat CAWAPRES. Tetapi sejumlah kangan, mendukung duet SBY – Ani (Menteri).

Kans menjadi CAWAPRES itu sangat kuat pada figur JK atau Hidayat Nur Wahid.

Tetapi ini memang benar akan menjadi figur yang paling kuat peluangnya menjadi CAWAPRES SBY, kalau KOALISI MERAH PUTIH PLUS memang bisa direalisasikan.

Agar tidak kehilangan dukungan dari Partai Golkar dan PKS pagi-pagi buta seperti ini, patut dapat diduga SBY akan manggut sana manggut sini dalam memberikan sinyal perjodohan politik kepada JK dan Hidayat.

Patut dapat diduga, kepada JK diberikan isyarat berjodoh kembali, dan kepada Hidayat diberikan isyarat untuk meminang Ketua MPR-RI ini menjadi CAWAPRES SBY.

Patut dapat diduga, SBY tak akan pernah berani menunjukkan ketegasan bahwa ia tak bersedia koalisi dengan JK atau tak bersedia berkoalisi dengan PKS.

Patut dapat diduga, SBY sekarang ketakutan jika barisannya GEMBOS di tengah jalan seandainya ada parpol yang sudah “dielus-elus” untuk mau berkoalisi tetapi mendadak mengundurkan diri.

Patut dapat diduga, sampai detik terakhir didaftarkannya nama CAPRES – CAWAPRES dari Partai Demokrat, maka sampai detik itu pulalah SBY baru akan mengambil sikap.

Tinggallah disini, JK dan Hidayat Nur Wahid yang digantung nasibnya.

Bersiap-siaplah, JK dan Hidayat Nur Wahid dibuat mengawang-awang peluangnya.

Jangan katakan bahwa SBY tidak pernah mengingkari janji. SBY pernah mengingkari janji. Jangan katakan bahwa SBY tidak berani membatalkan janjinya di tengah jalan secara mendadak dan sepihak.

Sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa saat pemilihan Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada akhir bulan Desember 2007 misalnya, SBY berjanji kepada Wapres JK bahwa Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin yang akan menjadi KSAD.

Sumber KATAKAMI menyebutkan juga bahwa kepada Letjen. Sjafrie Sjamsoeddin pun, tanda-tanda untuk dipilih menjadi KSAD itu diberikan.

Tetapi apa yang terjadi ? Menit-menit terakhir, SBY memilih Agustadi Sasongko Purnomo yang menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Dan SBY, hanya mengutus “orang kepercayaannya” untuk datang ke rumah dinas Wapres JK guna menyampaikan keputusan SBY yang berubah dari kesepakatan semula.

SBY tidak menelepon JK secara langsung !

Sumber KATAKAMI menyebutkan, SBY juga pernah berjanji untuk memberikan dukungan kepada Wiranto guna menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Dan itu disampaikannya secara langsung kepada Wiranto, pasca terpilihnya SBY sebagai Presiden RI periode 2004-2009.

Tetapi apa yang terjadi ? Janji-janji ternyata tinggal janji.

SBY pernah menjanjikan langsung kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu untuk menjadi Panglima TNI, pasca terpilihnya SBY sebagai Presiden RI.

Jenderal Ryamizard Ryacudu menyampaikan langsung kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata pada bulan November 2004 bahwa ia telah diundang datang ke Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan SBY.

Dalam pertemuan itu, SBY memeluk Ryamizard dan mengatakan bahwa SBY tetap seperti yang dulu yaitu sebagai sahabat baik Ryamizard. Lalu SBY menegaskan kepada Ryamizard bahwa Ryamizard yang tetap akan didukung menjadi Panglima TNI.

Tetapi apa yang terjadi ? Setelah pertemuan itu, tidak ada lagi konfirmasi lebih lanjut dari SBY kepada Ryamizard. Ryamizard digantung nasibnya selama 1,5 tahun dan akhirnya SBY memilih Marsekal Djoko Suyanto untuk menjadi PANGLIMA TNI.

Lalu kalau kita simak pernyataan dari SBY baru-baru ini bahwa dibutuhkan KONTRAK POLITIK dalam menjalin KOALISI, maka patut dapat diduga KONTRAK POLITIK itu tak akan ada gunanya bagi seorang SBY.

Mengapa ?

Ketika SBY sepakat berpasangan dengan JK menjadi CAPRES – CAWAPRES, kedua tokoh ini membuat KONTRAK POLITIK yang wajib disepakati bila mereka menang.

Tetapi apa yang terjadi ? JK pernah sangat tidak enak hati kepada SBY karena pada suatu periode, JK merasa dikhianati karena SBY memasuki wilayah tugas yang sudah disepakati dalam KONTRAK POLITIK mereka.

Jusuf Kalla dengan para Petinggi Partai Golkar

JK sampai harus membawa KONTRAK POLITIK itu, saat datang menemui SBY di Kantor Kepresidenan beberapa tahun lalu untuk memprotes tindakan SBY.

Artinya, bukan tidak pernah SBY mengingkari janji tetapi patut dapat diduga CAPRES yang akan maju untuk MASA KEKUASAAN yang kedua – dimana pada MASA KEKUASAAN yang kedua itu akan mengantarkan SBY memerintah selama 10 TAHUN di negara ini – tetapi dalam realitanya patut dapat diduga SBY memang pernah ingkar janji.

Kurang apalagi JK, dalam menjalin koalisi dengan SBY selama 5 tahun terakhir ini ? JK, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, patut dapat diduga kerap kali harus tampil sebagai “dewa penyalamat untuk mengamankan kebijakan-kebijakan PEMERINTAH yang dipertentangkan atau dipermasalahkan di LEGISLATIF.

Dengan posisi tawar yang sangat kuat seperti itupun, patut dapat diduga SBY berani ingkar janji.

Kurang apalagi Wiranto ?

Sebab secara history atau lembaran sejarah pengabdian Wiranto  – SBY sebagai prajurit TNI, Wiranto adalah SENIOR dan mantan atasan dari SBY. Tetapi, patut dapat diduga rekam jejak yang menempatkan Wiranto sebagai SENIOR dan mantan atasan saja bisa dikhianati terkait janji dukungan bagi Wiranto untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Itulah sebabnya, kami sempat menyinggung diatas bahwa dalam berpolitik dengan SBY maka patut dapat diduga semua kemungkinan terburuk bisa terjadi.

Entah itu terhadap Partai Golkar atau PKS !

Sehingga, pandai-pandailah mengambil keputusan yang besar pasca pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009.

Kalau posisi tawar PKS adalah WAJIB HUKUM-nya bagi SBY untuk memilih Hidayat Nur Wahid sebagai CAWAPRES bagi SBY kalau mau berkoalisi maka patut dapat diduga PKS harus bersiap-siap untuk terkejut jika ada sesuatu yang bertolak-belakang terjadi yaitu SBY tidak akan memilih Hidayat Nur Wahid sebagai CAWAPRES.

Tetapi, karena kuatir terhadap larinya PKS ke kubu lain atau PKS berkoalisi secara cerdas dengan parpol tertentu agar bisa mencalonkan CAPRES – CAWAPRES yang berbeda, maka patut dapat diduga SBY memang sengaja mengelus-elus PKS agar jinak dan duduk manis menunggu keputusan SBY sampai batas waktu yang terakhir pendaftaran CAPRES – CAWAPRES ke KPU.

Begitupun sebaliknya dengan Partai Golkar, harus sangat siap-siap jika ada keputusan yang mengecewakan bahwa JK tidak akan dipilih sebagai CAWAPRES walaupun prosentase suara Partai Golkar sangat besar dibandingkan PKS.

1 sangdwiwarna

Percaturan politik memang akan semakin panas beberapa waktu ke depan ini.

Kami tetap mendukung dijalinnya KOALISI MERAH PUTIH antara PDI Perjuangan, dengan Partai Gerindra, Partai Hanura dan sejumlah PARPOL lain yang sama visi serta misinya dengan PDIP.

Megawati bukan tipe yang suka umbar janji atau ingkar janji.

Putri sulung Bung Karno ini, setahu kami sangat konsisten dengan janji-janjinya. Ia tak pernah mau mempermainkan perasaan atau ambisi politik pihak manapun dengan cara menggunting dalam lipatan.

Sehingga akan sangat aman bagi siapapun dalam berkoalisi dengan Megawati bersama PDI Perjuangan. Jika ada kesungkanan untuk tawar-menawar politik dengan Megawati secara langsung, tokoh-tokoh semacam Prabowo, Wiranto, Rizal Ramli, Soetrisno Bachir, Suryadharma Ali dan siapapun juga, bisa melakukan komunikasi politik lewat Taufiq Kiemas selaku Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan – yang juga merupakan suami dari Megawati sendiri -.

Gentlement Agreement !

Ya, dalam berpolitik dibutuhkan kesepakatan yang teguh berkibar dan wajib ditepati.

Maka dari itu, semua tokoh dan parpol yang menjalin komunikasi politik harus pandai-pandai mencermati perkembangan zaman dan banyak menerima referensi yang menyeluruh mengenai pihak yang sedang dijajaki koalisinya.

Jangan terkecoh. Jangan kecewakan suara pemilih anda di seluruh Indonesia. Sudah capek-capek membesarkan parpol dan mendapatkan hasil terbaik dalam Pemilu Legislatif 2009 misalnya, ternyata ambisi politik untuk duduk dalam KEKUASAAAN mendadak kandas karena ada yang ingkar janji.

Paling banter, akan diberi beberapa kursi dalam KABINET.

Jadi bayangkan, sudah susah payah membesarkan partai dan kerja keras memperoleh hasil yang maksimal dalam Pemilu Legislatif 2009, ternyata patut dapat diduga hanya untuk mengantar segelintir orang per orang saja menjadi MENTERI dan pengurus parpol yang lain hanya GIGIT JARI.

Bayangkan, betapa nikmatnya menjadi MENTERI. Hidup mewah, gaji tinggi, fasilitas sangat lengkap dan penuh dengan berbagai nuansa kehidupan yang sangat “adem” di pusat kekuasaan.

Iya kalau dari hasil gaji sebagai MENTERI itu, pengurus parpol kecipratan rezeki setiap bulannya selama masa bakti 5 tahun di kabinet.

Iya kalau dari hasil gaji sebagai MENTERI itu, ada sumbangan rutin kepada kas PARPOL minimal 50 persen dari GAJI “take home pay” sebagai MENTERI.

Bagaimana kalau misalnya patut dapat diduga KADER PARPOL yang direferensikan sebagai MENTERI itu, justru menikmati sendiri kenikmatan sebagai bagian dari eksekutif ?

Jadi, janganlah ada yang terlalu polos-polos amat atau lugu-lugu amat dalam berpolitik. Politik itu kejam. Dan didunia ini, tidak ada yang abadi. Sebab, yang abadi itu hanyalah KEPENTINGAN.

Lanjutkanlah berbagai komunikasi politik yang terbaik dengan muara yang fokusnya pada keteguhan sikap untuk mengedepankan kepentingan bangsa diatas segala-galanya. Tetapi, tetaplah mencermati semua kemungkinan dan kabar apapun yang sangat signifkan untuk didengar. Sebab patut dapati diduga PEMILU LEGISLATIF 2009 ini memang penuh kecurangan yang sangat menyakitkan hati dan mencoreng proses demokratisasi di Indonesia.

Waspadai terjadinya kejahatan teknologi dan berbagai bentuk pelanggaran saat dilaksanakannya PEMILU LEGISLATIF 2009 karena patut dapat diduga ada pihak tertentu yang memang dimungkinkan menghalalkan segala cara.

Jangan tutup semua peluang bagi siapapu juga yang memiliki informasi sangat berharga untuk diketahui oleh RAKYAT INDONESIA.

Katakan tidak pada cara-cara berpolitik yang kotor, curang dan sangat tidak kredibel.

Katakan YA, pada PERUBAHAN kepada INDONESIA YANG LEBIH lewat cara-cara berpolitik yang sportif, jujur, adil dan bermoral.

 

 

(MS) 

ilustration pictureilustration picture

April 13, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , | Comments Off on Secercah Harapan Koalisi Merah Putih Megawati, Wiranto, Prabowo, Soetrisno Bachir, Rizal Ramli & Suryadharma Ali. Awas Terkecoh Untuk Golkar – PKS !

Jangan Ada Yang Bergaya KUCING GARONG, Jika Sebenarnya PDIP – Partai Golkar Menang, Bukankah Harusnya Dihormati ?

1 a flags_135happy_easter_anim_opt2.gif Happy Easter Animated 2 image by Fingolfineupdated 

Dimuat di WWW.KATAKAMI.COM dan WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS.COM

JAKARTA 12/4/2009  (KATAKAMI)  Pernahkah anda mendengar istilah GARONG ? Kami sendiri samar-samar pernah mendengar istilah ini yaitu menggambarkan kecenderungan tentang sebuah perbuatan yang merampas atau merampok HAK KEPEMILIKAN orang lain.

Tapi belakangan istilah GARONG ini lebih populer setelah sebuah lagu dangdut diciptakan dengan judul SI KUCING GARONG :

Kelakuan si kucing garong
Ora kena ndeleng sing mlesnong
Main sikat main embat
Apa sing liwat

Kelakuan si kucing garong
Selalu ngulati sasaran
Asal ndeleng pepesan
Wajah bringasan

Iku contoe wang lanang
Sing sifate kaya kucing garong
Awas kudu ngati-ati
Yen kucing garong lagi beraksi

Aksi Unjuk Rasa Di Thailand Yang Membuat KTT ASEAN Dibatalkan (Foto : Situs Resmi Radio BBC London)Aksi Unjuk Rasa di Thailand yang menyebabkan KTT ASEAN Dibatalkan (Foto : Situs Radio BBC London)

Mari kita arahkan perhatian ke Thailand.

Tiada hari tanpa demo dan tiada hari tanpa menjatuhkan Pimpinan disana. Patut dapat diduga, proses kudeta seakan menjadi sebuah tren yang diakomodir oleh Thailand untuk menurunkan seorang Pemimpin yang tidak disukai lagi oleh Keluarga Kerajaan.

Sehingga ketika diseluruh dunia, proses KUDETA justru dikecam dan dihindari karena melanggar konstitusi dan naiknya seorang Pemimpin akan berutang pada sejarah karena dinilai tidak KONSTITUSIONAL.

Tetapi di Thailand, faktor LIKE & DISLIKE dari Keluarga Kerajaan akan sangat menentukan dan bersifat MUTLAK Untuk dituruti.

Itu sebabnya, jika patut dapat diduga MILITER THAILAND menjadi otak pelaku dari sebuah proses KUDETA misalnya, maka kalangan militer ini bisa dengan seenaknya melakukan pelengseran terhadap seorang pemimpin. Monarki di Thailand dominan menguasai sistem pemerintahan sampai kepada hal yang paling teknis.

Memang, tidak akan ada pernyataan resmi dari Keluarga Kerajaan Thailand tentang masih direstui atau sudah tidak direstuinya seorang Pemimpin yang sedang berkuasa. Indikasinya hanya dapat dilihat dari turun atau tidaknya MILITER dalam menangani permasalahan.

Aksi unjuk rasa di Thailand yang membuat KTT ASEAN dibatalkan (Foto Situs Radio VOA)

Hikmah yang dapat ditarik dari sikon atau situasi dan kondisi di THAILAND adalah dengarkanlah dan hargai selalu SUARA RAKYAT.

Kita bukan menganut SISTEM MONARKI atau KERAJAAN.

Sehingga, baik TNI / POLRI harus sangat sungguh-sungguh menjaga jatidiri mereka untuk selalu berpihak kepada RAKYAT.

TNI / POLRITNI / POLRI 

Apa yang terbaik buat rakyat, maka itulah yang terbaik untuk TNI / POLRI.

Apa yang memang terbanyak disuarakan dan diinginkan rakyat, maka itulah yang harus didukung dan dijaga prosesnya oleh TNI / POLRI.

Ini zaman canggih sehingga patut dapat diduga semua kecanggihan itu bisa dilakukan untuk menghalalkan segala cara agar meraih kemenangan dan kepastian untuk melenggang ke puncak kekuasaan.

Zaman ini juga banyak disindir sebagai zaman edan sehingga patut dapat diduga banyak orang yang sudah jadi pemimpin EDAN.

Ketua Umum Partai HANURA WirantoWiranto Ketua Umum Partai Hanura Nomor Urut 1

Dalam sebuah orasinya saat menggelar kampanye di wilayah Jawa Tengah, Ketua Umum DPP Partai Hanura WIRANTO mengatakan bahwa rakyat Indonesia harus menyadari bahwa sekarang ini INDONESIA sudah kehilangan rasa cinta yang sejati.

Terutama rasa cinta dari Pemimpin kepada rakyatnya.

Sehingga, kata WIRANTO, hendaklah rakyat teguh bersikap untuk tidak memilih pemimpin yang EDAN.

Betapa malunya kita sebagai sebuah bangsa, disaat pihak tertentu gegap gempita merayakan “bayangan atau siluet” kemenangan (yang sebenarnya patut dapat diduga penuh kecurangan), media asing mulai satu persatu memberitakan bahwa PEMILU LEGISLATIF 2009 di Indonesia penuh kecurangan dan diragukan keabsahannya.

Radio ABC Australia misalnya, hari Minggu (12/4/2009) ini menyiarkan sebuah berita bahwa lebih dari 400 pengaduan disampaikan kepada Bawaslu atau Badan Pengawasan Pemilu tentang adanya berbagai faktor kecurangan dalam PEMILU LEGISLATIF 2009 di berbagai tempat.

Tak pernah ada pelaksanaan PEMILU yang sekacau ini. Benar-benar sangat memalukan.

Ditambah lagi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum apa-apa sudah datang MENGHADAP Presiden SBY di TPS tempat kepala negara memberikan hak suaranya.

Apa-apaan itu ?

Janganlah terlalu yakin bahwa rakyat ini bisa dikelabui. Janganlah terlalu yakin bahwa serapi apapun dalam menutupi segala ketidak-jujuran yang patut dapat diduga berupa kecurangan, kelicikan dan kejahatan teknologi dalam PEMILU LEGISLATIF 2009.

Tak usah malu kalau memang pada faktanya ada pihak tertentu yang kalah dan secara riil di lapangan memang tak bisa lagi didongkrak posisinya. Kecuali, jika patut dapat diduga disusupkan kejahatan teknologi tingkat tinggi yang membuat seolah-olah perolehan suara sangat DOMINAN dan MEROKET ke angkasa.

Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu akan terjatuh juga. Pepatah inipun akan sangat berlaku dalam proses demokratisasi di Indonesia.

VOX POPULI VOX DEI

Vox Populi Vox Dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Inilah kesejatian dari sebuah demokrasi. Hargai pilihan mayoritas dari rakyat Indonesia. Kalau memang sudah tak populer, janganlah memaksakan diri. Kalau memang sudah sangat banyak kelemahan dan kebijakan yang menyengsarakan rakyat, janganlah memaksakan diri.

Dan, jangan ditiru yang justru salah kaprah untuk menjadi impelementasi dari sebuah proses demokrasi.

Harusnya menghormati prinsip “Vox Populi Vox Dei” tadi, tetapi yang ditiru malah gaya legendaris pemain sepak bola Argentina yaitu Diego Armando Maradona.

Gol kontroversial Maradona dalam sebuah Piala Dunia tahun 1986 nyata-nyata menyentuh tangan tetapi itu baru ketahuan belakangan. Sementara Maradona menyebut gol kecurangan itu sebagai Gol dari hasil bantuan TANGAN TUHAN.

Kalau dalam judul tulisan ini kami mencantumkan nama negara ITALIA, semata-mata karena ada hikmah yang baik untuk ditiru oleh siapapun PEMIMPIN di negara ini.

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi misalnya, merelakan 4 buah vila milik pribadinya untuk dipinjamkan menjadi tempat tumpangan sebagian korban gempa bumi di Italia Selatan.

Paus Benediktus Ke-16 menyampaikan penghargaan pada RAKYAT ITALIA yg menunjukkan rasa persatuan kuat

Paus Benediktus Ke-16 sebagai Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Sedunia justru terperanjat dalam konotasi yang sangat positif dan penuh haru.

Bagaimana tidak terharu ? Beliau saja belum secara cepat datang lokasi (para pembantunya saat ini sudah menjadwalkan kunjungan PAUS BENEDIKTUS ke lokasi untuk menghibur para korban dan keluarganya, tetapi yang didengar kabarnya oleh PAUS BENEDIKTUS adalah hebatnya perhatian dari sesama rakyat Italia kepada korban gempa bumi itu.

Tetapi dari semua tayangan media massa dan laporan yang barangkali diterima secara detail oleh PAUS BENEDIKTUS, betapa heroiknya upaya dari seluruh rakyat Italia untuk bahu membahu memberikan perhatian dan pertolongan.

It’s amazing.

Korban Gempa Bumi Di L'Aquila Italia Selatan, peti mati kecil utk jenazah bayi (Situs Radio BBC)Pemakaman ratusan korban gempa bumi di L'Aquila Italia Selatan

Seperti sebuah keajaiban. Gempa bumi yang selama ini sangat jarang dan nyaris tidak pernah terjadi di Italia, justru bisa terjadi. Dan yang menjadi sebuah keajaiban atau MIRACLE adalah musibah ini menjadi fokus perhatian sesama anak bangsa mereka untuk saling berbagi.

Gempa bumi itu terjadi di sebuah kota kecil yang tak terlalu terkenal yaitu di L’Aquila.

Italia memiliki titik daerah yang sangat dikenal di seluruh dunia, selain kota Roma tentunya. Terkenal bagi kalangan umat Katolik di seluruh dunia sebab poros dan mayoritas gerakan penyebaran agama Katolik ada di Italia. Sehingga, beberapa tempat yang menjadi tanah kelahiran atau tempat dimakamkannya Orang-Orang Suci atau yang dikenal dengan istilah SANTO & SANTA akan menjadi tempat yang sangat terkenal.

Sebutlah misalnya Asisi sebagai tempat asal Santo Fransiskus Dan Santa Klara dari Asisi. Lalu ada Padua, tempat yang menjadi asal dari Santo Antonius dari Padua. Dan masih banyak lagi. Dari Aquila juga ada sebenarnya Orang Kudus (Santo / Santa) tapi wilayah ini tidak seterkenal wilayah lainnya di Italia yang menjadi tujuan bagi para peziarah (Umat Katolik) yang datang dari seluruh dunia.

Dari perjalanan waktu dalam setahun yaitu dari Januari sampai Desember, bulan yang paling rawan bagi kaum lansia di Italia adalah bulan Agustus-September. Sebab pada bulan-bulan itu, Italia memasuki musim panas dan pasti kalangan LANSIA disana tidak akan kuat dengan suhu yang sangat panas.

Sehingga, setiap memasuki musim panas akan sangat banyak sekali kalangan LANSIA yang meninggal dunia. Dan ini sudah dimaklumi oleh para Pastor disana sebab mereka akan sangat sibuk untuk memimpin misa requiem atau misa arwah untuk mengantar orang mati ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Yang mau disampaikan disini adalah PARA PEMIMPIN (terutama yang sedang memimpin) di negara kita ini agar secara sungguh-sungguh memberikan atensi dan merelakan apa yang bisa ia berikan secara “ALL OUT” untuk kepentingan rakyatnya.

Lihatlah bagaimana Perdana Menteri Italia meminjamkan seluruh vila pribadi yang dimilikinya untuk menjadi tumpangan para korban.

Bayangkan kalau itu terjadi di Indonesia, apakah ada yang mau seperti itu ? Jangankan meminjamkan vila pribadi, untuk mengakui bahwa harta para PEMIMPIN sangat “menggunung” saja, patut dapat diduga tidak akan ada yang mau mengakui bahwa mereka punya harta gono gini yang hebring.

Lihatlah bagaimana cepat, cekatan dan rapinya pejabat lokal di L’Aquila (Italia Selatan) dalam mengurusi para korban. Mereka memperlakukan para korban itu dengan sangat baik. Entah itu mayat orang dewasa atau bayi sekalipun.

Ada kepedulian dan toleransi yang kuat sekali. Mereka memahami betapa pedih dan sakitnya rasa kehilangan yang sangat dalam bagi keluarga korban. Sehingga, tidak ada keluarga korban yang harus histeris dan panik berlebihan saat ada anggota keluarga mereka yang “hilang” dalam sebuah musibah (sementara korban tewas lain sudah ditemukan misalnya).

 Ilustrasi gambar : Pesawat Fokker 27 jatuh di Bandung sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009

 

PEMIMPIN, diharapkan secara jujur, tulus dan sungguh-sungguh mengurusi rakyatnya.

PEMIMPIN, diharapkan secara kuat dan hebat melakukan apapun yang terbaik untuk membahagiakan dan mengurangi beban penderitaan RAKYATNYA.

Bukan untuk menambahkan beban si rakyat. Bukan untuk membuat si rakyat menjadi bertambah miskin, susah dan sengsara. Tetapi semua potret kemelaratan itu tidak digubris dan yang diklaim malah KEBERHASILAN YANG SEMPURNA.

Lihatlah dengan hati yang jernih dan kedua bola mata yang terang seterang-terangnya, pengalaman yang dihadapi oleh negara-negara lain.

THAILAND dengan segala kepongahan yang mengakomodir sikap otoriter monarki yang seenaknya saja mau menurunkan pemimpin manapun yang sudah tidak disukai.

Biarpun itu RAJA yang menitahkan, rakyat tetaplah kekuatan akar rumput yang tak akan pernah bisa dibungkam oleh kecurangan dan kekerasan. Sesaat bisa diredam tetapi akan muncul gelombang perlawanan yang mengerikan.

Lalu nanti, antar pendukung giliran berunjuk rasa dalam jumlah yang luar biasa banyaknya.

aksi unjuk rasa mahasiswa tahun 1998

INDONESIA juga pernah punya pengalaman aksi unjuk rasa yang sangat besar yaitu pada era tahun 1998. Era dimana kekuatan dan kemapanan dari kekuasaan yang dipegang oleh pemerintahan Presiden Soeharto (Pak Harto) dipatahkan secara total oleh barisan mahasiswa.

Mahasiswa yang berjuang, sekarang yang menikmati justru PEMIMPIN tertentu yang mengulangi gaya Pak Harto yaitu masa kekuasaannya harus terus beranak alias bertambah lama.

Yang sialnya lagi, mahasiswa berjuang untuk sebuah era reformasi bagi INDONESIA tetapi patut dapat diduga sudah mulai melenceng kemana-mana sehingga gaya KUCING GARONG mulai tampak indikasinya.

Gaya KUCING GARONG yang seperti apa ?

Apa bukan KUCING GARONG namanya kalau mayoritas rakyat INDONESIA ini dalam kurung waktu 5 tahun terakhir justru semakin terjun payung kehidupannya alias menukik ke bawah karena semua serba menyakitkan, menyulitkan dan menyengsarakan ?

Lalu, kok bisa ada yang merasa hebat sekali mengklaim bahwa caranya memimpin adalah cara yang paling SEMPURNA dengan hasil yang juga diklaim sangat SEMPURNA membahagiakan rakyat Indonesia ?

Apa bukan KUCING GARONG namanya kalau patut dapat diduga ada PERAMPASAN HAK orang lain dalam penyelenggaraan PEMILU LEGISLATIF 2009 ?

Yang baru ketahuan dan diadukan sudah mencapai 400 kasus !

Dan itu belum masuk ke tingkat yang paling spektakuler karena di tingkat spektrakuler inilah patut dapat diduga ada kecurangan dan kejahatan teknologi yang MERAMPAS HAK SUARA partai politik tertentu.

Janganlah gelap mata bagi pihak manapun yang haus akan kekuasaan dan kesetanan untuk terus mau bertahan dalam singgasananya.

Ya, setan atau iblis akan selalu memberikan pengaruh sangat buruk bagi hati dan pikiran manusia.

Sudah dengan gagah berani barisan MAHASISWA memperjuangkan reformasi tahun 1998 lalu tetapi potret demokratisasi di Indonesia justru semakin buruk.

Malu dong sama mahasiswa !

Malu dong sama rakyat Indonesia !

Megawati Soekarnoputri. PDIP-kah yang patut dapat diduga sebagai PEMENANG Pemilu Legislatif 2009 ?Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla

Berlakulah jujur dan adil !

Kalau memang benar, siap menang dan siap kalah. Buktikan kesiapan itu. Jangan cuma ingin menang dan menang dan menang dan terus mau menang, sehingga pada akhirnya akan menyamai masa kekuasaan Almarhum Pak Harto selama 32 tahun.

Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan Nomor Urut 28Megawati Soekarnoputri

Berikan kemenangan itu kepada pihak yang patut dapat diduga memang BERHAK menerima kemenangan tersebut. Jangan dirampas HAK KEMENANGAN itu.

Berikan suara kepada pihak yang patut dapat diduga menjadi pihak yang PALING BERHAK Menerima suara yang diberikan rakyat pemilihnya. Jangan dirampas HAK SUARA itu.

Dalam situasi dan kondisi yang serba SEMERAWUT seperti ini maka kemenangan yang diklaim oleh siapapun juga pada PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, patut dapat diduga adalah KEMENANGAN yang diragukan keabsahannya – seperti berita yang disiarkan oleh RADIO ABC Australia -.

TNI / POLRI hendaklah jeli dan sangat kuat berpihak pada rakyat Indonesia. Cermati semua perkembangan situasi yang ada. Apa yang terbaik untuk rakyat, maka ingatlah selalu bahwa itulah yang terbaik bagi TNI / POLRI.

Jenderal Sutanto & Jenderal BHD sama-sama tertunduk dan melangkah seusai SERTIJAB (Oktober 2008)

Jangan tinggalkan rakyat Indonesia dalam situasi dan kondisi yang sarat dengan ketidak-adilan, kesedihan, kepedihan, kemelaratan dan kesengsaraannya.

Beradalah di tengah rakyat Indonesia, bagi TNI / POLRI, dalam susah dan senang, dalam untung dan malang, dan dalam semua perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bela yang benar. Dan bantulah yang memang diperlalukan sangat tidak adil, tidak jujur dan penuh kezaliman sangat merobek-robek nilai kemanusiaan.

(MS)

myspace comments

katakami THANKS

Iklan KATAKAMI

 

ilustration pictureilustration picture

 

April 12, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Comments Off on Jangan Ada Yang Bergaya KUCING GARONG, Jika Sebenarnya PDIP – Partai Golkar Menang, Bukankah Harusnya Dihormati ?

Kisah Sang Superstar Yang Meroketkan Diri Secara Fantastis Tetapi Melongok Korban Situ Gintung Saja Cuma Sekali

1 a NEW041 a flags_135

Jakarta 10 April 2009 (JAKARTA) Kalau ingat Pemilu Legislatif 2009 kemarin maka rasanya kita juga harus mengingat secara baik musibah Situ Gintung. Musibah yang menewaskan seratusan orang itu terjadi beberapa pekan menjelang Pemilu Legislatif.

Dan dihari pencontrengan kemarin, sebagian korban Situ Gintung memberikan hak suaranya di TPS yang disediakan untuk mereka.

Seingat kami, ada pemimpin nasional yang datang Ke Situ Gintung saja cuma satu kali untuk dadah-dadah dengan bergaya koboi sebab untuk mendatangi lokasi mengendarai motor.

Evakuasi korban musibah jebolnya Situ Gintung Cirendeu (Photo : Situs Radio BBC London)Evakuasi korban musibah jebolnya tanggul Situ Gintung Cirendeu

Dadah sana, dadah sini, sapa sana, sapa sini.

Barangkali, patut dapat diduga agar se-Indonesia melihat memang punya atensi besar karena memang sudah tahu bahwa di lokasi ada sederetan media massa pertelevisian.

Habis itu keluar negeri sekian minggu. Begitu pulang, langsung kampanye. Tak lama kemudian, berjaya di pementasan yang digelar ibu pertiwi.

Tapi kalau mau jujur, tak cuma korban Situ Gintung, masyarakat pada umumnya juga tahu bahwa dari perwakilan Pemerintah yang datang ke sana sampai tiga kali untuk memastikan bahwa seluruh korban diurus dengan baik adalah WAPRES M. JUSUF KALLA.

Ada yang menilai bahwa JK kesana untuk maksud politis. 

Menurut kami, tidak ! Kayak kita tidak tahu saja bagaimana sulitnya mengendalikan petugas di lapangan dan birokrasi di wilayah setempat dalam hal mengurusi masyarakat yang tertimpa bencana.

Seingat kami, ada pemimpin nasional yang masih berkantor di DI Yogyakarta pasca terjadinya gempa bumi beberapa tahun lalu. Bayangkan, sampai berkantor disana. Dari barak ke barak, dan dari sana ke sini, semua dikunjungi dengan gaya yang sama.

Tepuk-tepuk, dadah-dadah, hebat sekali perhatiannya.

Tetapi pada kenyataannya, kompensasi dana untuk korban gempa bumi DI Yogyakarta saja memakan waktu bertahun-tahun.

Jadi untuk apa, ada yang sampai menginap di sana karena faktanya tak seindah yang dijanjikan.

Walau dari jauh, rakyat Indonesia menyaksikan perkembangan yang terjadi di berbagai wilayah. Duka Situ Gintung, bukan cuma duka dari korban dan keluarganya saja. Tapi itu juga merupakan duka dari rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Rakyat melihat secara nyata, siapa pemimpin yang turun ke bawah dengan kesungguhan dan kerja keras.

Yang tak cuma rapat, rapat dan rapat terus.

Hasil yang ditunjukkan kepada rakyat Indonesia seperti semua pemaksaan kehendak. Kalau anak gaul bilang, “Maksa banget gitu loh !”.

Kenapa tidak dibuat saja sekalian, angka saktu kejayaan itu ialah menenangan 100 persen. Iya dong, kalau memang disebut semua serba SEMPURNA dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara maka nilainya harus 100.

Kan diumbar kemana-mana kalau keberhasilan yang dicapai itu adalah keberhasilan yang SEMPURNA.

Jangan tanggung-tanggung kalau membuat sebuah ajang pertandingan menjadi tontonan spektakuler.

Buat dengan percaya diri, angka yang diklaim adalah 100 persen.

WirantoPrabowoSoetrisno Bachir

Lalu yang lain dibuat nol semua, JK nol, Megawati nol, Wiranto nol, Prabowo nol, Soetrisno Bachir nol, siapa lagi ?

Pokoknya semua lawan politik dibuat malu dengan angka nal nol nal nol.

Ibaratnya sebuah bangunan, maka rancangan bangunan itu harus kokoh agar si bangunan itu sendiri dapat tegak dan tegar menunjukkan diri dengan kondisi yang elegan dan … SEMPURNA !

Rakyat tidak buta dan tidak tuli kalau ada pemimpin yang kerjanya mengamuk terus. Semua ditantang. Semua disikat. Semua diejek. Semua dihajar dengan kata-kata balasan yang berlebihan.

Kabinet Gotong Royong yang dipimpin MEGAWATI SOEKARNOPUTRI tegas menangani kasus NARKOBA

Megawati kena. Wiranto kena. Prabowo kena.

“Pemberian bantuan itu adalah diridhoi agama dan tidak dipersalahkan dalam ajaran agama. Itu iklas. Bla bla bla” begitu kata Pemimpin tertentu dalam menanggapi kritikan bahwa sebaiknya rakyat tidak usah menerima.

Kalau kami jadi rakyat yang menerima bantuan misalnya, kami juga akan merasa dijebak kalau disuruh menerima bantuan. Tapi nanti dari iklan politik yang dipamerkan dan dipertontonkan, kebaikan-kebaikan hati itu dijadikan senjata politik untuk mengklaim keberhasilan yang SEMPURNA.

Lho, katanya dari PEMERINTAH tapi kok masuk ke angka-angka keberhasilan skup partai ?

Anda memimpin, atas nama partai atau PEMERINTAH ?

Iya khan.

Hal-hal semacam inilah yang jadi antiklimaks dan kontradiksi. Terlalu menyakitkan kesombongan yang sangat dipaksakan dari umat manusia yang memposisikan dirinya ibarat setara dengan Tuhan.

Sebab, yang sempurna itu hanyalah Tuhan. Dan tak ada satupun manusia yang bisa mengklaim bahwa dirinya SEMPURNA.

Tahun 2004 lalu, patut dapat diduga seorang CAPRES yang akan maju dalam Pilpres 2004 dibiayai oleh Artalyta Suryani yang kini mendekam di dalam penjara karena kasus suap sebesar USD 660 ribu kepada mantan Jaksa Urip Tri Gunawan.

Sudah masuk penjara kawan baik yang patut dapat diduga mendukung dan mengantarkan seseorang ke gerbang pertandingan politik 5 tahun lalu.

Dari sisi itu saja, sebenarnya sudah bisa dicari gambaran bahwa yang dulu saja bermasalah kalau patut dapat diduga ada aliran dana dari makelar kasus alias MARKUS.

Padahal dulu belum berkuasa. Lalu bagaimana dengan sekarang ?

Mana ada yang berani memeriksa atau memperkarakan. Kekuasaan adalah senjata pemukul dan penakluk bagi lawan manapun juga.

Kami masih berharap, akan ada kejutan yang sangat manis (entah dari siapapun itu) yang tergerak hatinya untuk “buka suara” jika memang patut dapat diduga ada penggembosan terhadap partai politik apapun juga yang dianggap sebagai saingan.

Tak perlu terang-terangan memberikan informasi berharga bagi siapa saja yang mengetahui secara pasti bahwa patut dapat diduga ada “suntik silikon” pada perolehan suara dalam sebuah pertandingan .

Meroket jauh ke atas. Ibaratnya sampai hampir menembus langit karena  sangkin tingginya daya tembus dari si roket tadi.

Kembali ke masalah musibah Situ Gintung, kami ingat betul bahwa yang sangat sungguh-sungguh mengurusi korban Situ Gintung itu adalah Wapres JK.

Dan tak cuma musibah Situ Gintung, musibah lain pun begitu.

Presiden SBY & Wapres JK, mengapa terkesan tak perduli dan cuek dalam kasus bandar narkoba MONAS ?

JK bukan tipe yang hobi tepuk-tepuk dan dadah—dadah ke kamera televisi agar terlihat bagaikan bintang film kenamaan. Pasti sangat teknis yang ditanyakan, diurus dan dibantu oleh JK.

Begitu juga yang dilakukan Megawati selama hampir 5 tahun terakhir. Ia jarang sekali mau mengekspose perjalanan dirinya untuk kunjungi rakyat dari pelosok yang satu ke pelosok yang lain semenjak tidak menjabat lagi sebagai PRESIDEN.

Naik tinggi popularitasnya. Kalau berdasarkan polling-polling yang murni sih, peringkat PDI Perjuangan relatif sangat tinggi.

Begitu juga Prabowo Subianto. Sebagai Ketua Umum HKTI yang mengurusi petani-petani, kuli, pedagang kecil dan kalangan bawah yang terabaikan, kami mendengar bahwa Prabowo sangat diidolakan sebagai dewa penyelamat mereka.

Sebagai negara agraris, Indonesia ini memilih angka kalangan petani, kuli dan kaum papa yang relatif besar. Tetapi aneh juga, bisa raib kenyataan itu. Ada Gus Dur dan Yenny Wahid yang masuk dalam barisan Mas Bowo ini. Omong Kosong kalau ada yang sangat arogan mengatakan Gus Dur tidak punya pengaruh. Pengaruh Gus Dur itu ada. Apalagi Gus Dur mau untuk ikut mendampingi saat kampanye.

Sama halnya dengan Wiranto, kader yang masuk ke Partai Hanura sangat beragam dan menunjukkan kualitas dari seorang Wiranto.

Apalagi Soetrisno Bachir, walau nama besar Amien Rais tetap sangat kuat pengaruhnya tetapi Soetrisno Bachir sangat aktif mensosialisasikan dirinya di berbagai media massa, khususnya media televisi.

Ampun beribu-ribu kali ampun, kalau konstalasi politik yang sekarang mencuat sangat mengejutkan.

Tapi, keterkejutan itu sangat tanggung ! Bikin saja semua dapat nol persen.

Artinya, rakyat melihat dengan mata dan kepala sendiri tentang siapa dan bagaimana para Pemimpin Nasional itu bekerja. Tak harus yang banyak mejeng di televisi untuk pidato atau dadah-dadah ke sana-sini.

Sehingga sangat mencengangkan keberanian siapapun menempatkan dirinya dibelakang kemudi ROKET. Lalu, terbang tinggi ke angkasa menembus cakrawala perpolitikan dengan mengesampingkan semua akal sehat dan logika manusia.

Hebatnya lagi, ada oknum aparat tertentu yang patut dapat diduga ikut juga ikut MEROKET sehingga menjual kemampuan dirinya untuk disalah-gunakan pihak tertentu. Sebab, si oknum ini patut dapat diduga ingin menghalalkan segala cara yang serba spektakuler juga.

Kalau boleh berandai-andai, beginilah barangkali umpatan dari oknum tertentu yang patut dapat diduga ingin MEROKET juga itu :

Persetan amat dengan yang lain, yang penting gue “aman”.

Persetan amat dengan demokrasi, yang penting gue “berhasil menanam budi”.

Persetan amat dengan kedok gue yang terkuak sebagai beking bandar kotor tertentu, yang penting makin banyak gue “pegang” rahasia si babe (termasuk patut dapat diduga misteri gelegar hebat yang terjadi dua hari setelah seorang aktivis mati 5 tahun lalu itu untuk menyelamatkan pamor si babe juga).

Persetan amat dengan laporan media yang namanya KATAKAMI karena sudah melaporkan gue ke PROPAM karena patut dapat diduga memang gue pelaku aksi pengrusakan media mereka, mencuri sms, sabotase sms, merusak koneksi internet, mengepung rumah dan mengikuti Pemimpin Redaksinya sejak tahun 2007 karena interes alias animo pribadi gue yang memang tak pantas itu kok berani-beraninya ditolak mentah-mentah !

Hari Jumat (10/4/2009) sore, patut dapat diduga gue juga beraksi menteror Pemimpin Redaksi KATAKAMI agar seolah-olah teror itu datang dari pihak KEPALA NEGARA dan akhirnya KEPALA NEGARA yang akan dikritik orang. Tapi sayang, aksi “gue” ketahuan oleh Pihak KATAKAMI.

Sakitnya tak seberapa, malunya ini …

 

 

(MS)

1 a good-friday-glitter3

April 10, 2009 Posted by | Uncategorized | , | Comments Off on Kisah Sang Superstar Yang Meroketkan Diri Secara Fantastis Tetapi Melongok Korban Situ Gintung Saja Cuma Sekali