Katakamidotcom News Indonesia

Silence Is Golden Ala Sutanto Hadapi Barisan Sakit Hati

Sutanto brings a good track record and political stature to his new task.

Selamat Bertugas Sutanto Kepala BIN Baru, Pancen Oye !
 
Munir Cahaya Yang Tak Pernah Padam (Tulisan Suciwati)
 

Jakarta (26/11/2009) Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk, mengangkat dan memutuskan mantan Kapolri Jenderal Polisi Purnawirawan Sutanto menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ternyata menuai kritik. 
Awalnya, kritik terberat atas naiknya Sutanto sebagai orang nomor satu di Dinas Rahasia Indonesia itu dipusatkan kepada keberadaan Sutanto yang berlatar-belakang POLISI alias NON MILITER. 
 
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1256208453

Jenderal Sutanto Alumni Terbaik Akpol 1973

Cabinet 2009: State Intelligence, Sutanto

Adrianus Meliala : Sutanto Jangan Lakukan Intelijen Hitam
 

Belakangan, kritik tunggal ini ternyata tak cukup ampuh merecoki penunjukan Sutanto yang berpembawaan kalem ini. Mengapa tak cukup ampuh ? 
 
Ya karena di masa pemerintahan Presiden RI 1 Ir. Soekarno atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bung Karno, Kepala Intelijen Indonesia juga ada yang NON MILITER yaitu Soetarto. 
Inilah yang sempat didiskusikan oleh Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata saat bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Haji Taufiq Kiemas pekan lalu. 
 
Ketika itu, hadir juga dalam diskusi kecil-kecilan tadi wartawan senior dari Harian Kompas Budiarto Shambazy dan wartawan senior dari Harian Media Indonesia Derek Manangka.
 
Di ruang kerja Ketua MPR, diskusi kecil ini menyenggol sebuah fakta di era pemerintahan Bung Karno bahwa SIPIL juga pernah dipercaya dan diangkat menjadi Kepala Intelijen Indonesia (Soetarto).
 
Jadi, kalau ada yang menilai bahwa keputusan SBY ini menyalahi aturan dan tradisi yang pernah ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahwa Kepala Intelijen itu WAJIB dari militer. 
 
Ternyata salah besar ! 
https://i0.wp.com/219.83.122.194/web/images/stories/Foto/logo-bin.jpg
Tidak ada aturan perundang-undangan yang mengatur bunyi atau poin seperti ini, “Kepala Intelijen Indonesia diwajibkan diambil dari Dinas Kemiliteran Tentara Nasional Indonesia”.
 
Kritikan itu sangat “sibuk sendiri” mengomentari dan mempertanyakan mengapa Kepala Intelijen itu diambil bukan dari kalangan MILITER ?
 
Dalam sejarah NKRI, dulu di masa Orde Lama pun pernah ada Kepala Intelijen yang diambil dari kalangan SIPIL atau NON MILITER yaitu Soetarto. 
 
Ini perlu dijelaskan agar dalam mengkritik hendaknya jangan asal bunyi alias ASBUN. 
Kritikan lain yang tidak kalah seru adalah spekulasi yang menyebutkan bahwa masuknya Sutanto yang notabene adalah NON MILITER ini akan menggembosi TNI. 
 
Agak lucu kritikan soal gembos-mengembosi ini. 
 
Tak jelas, siapa yang menggembosi dan siapa yang digembosi jika Kepala Intelijen dipimpin oleh POLISI ? 
Atau kalau mau dipertajam lagi kalimatnya, siapa yang bisa menikam dari depan, menikam dari belakang dan bahkan menelikung jika Kepala Intelijen dipimpin oleh POLISI ? 
 
Kemungkinan yang paling besar terjadi justru sangat ekstrim yaitu patut dapat diduga justru Sutanto yang bisa “ditikam dari belakang” oleh barisan sakit hati.
  
https://i2.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2009/10/18/1259473p.JPG
Mengapa ? 
Ya, barangkali karena satu dan lain hal. 
 
Misalnya, rasa takut yang berlebihan jika masuknya Sutanto ke dalam lingkup dinas intelijen yang pasca reformasi ini “tak bersih-bersih amat” akan dibersihkan. 
Dengan apa membersihkannya ? 
 
Selain dengan berbagai reposisi dalam struktur organisasi dalam internal organisasi BIN, acara bersih-bersih itu bisa juga menjangkau pembersihan bagi siapapun dan apapun yang patut dapat diduga melakukan perbuatan melawan hukum. 
  
Ingat, Sutanto ini bisa disebut Raja Tega. 
 
Ia tak akan segan menindak anak buahnya sendiri yang memang patut dapat diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau pelanggaran hukum. 
Contoh kasus adalah saat Sutanto menjabat sebagai Kapolri (Juli 2006 – Oktober 2008). 
Sutanto menindak secara tegas Kepala Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) POLRI Komisaris Jenderal Suyitno Landung. 
 
https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/11/munir.jpg?w=298
Ini fakta yang tak bisa dihapus dari lembaran sejarah Indonesia. 
Publik hanya tahu sedikit tentang bagaimana keras dan tegasnya Sutanto menindak anak buah yang melakukan pelanggaran hukum. Kepribadian Sutanto yang merupakan anak tunggal dalam keluarganya memang sangar tenang dan kalem. 
 
Ia sulit ditebak oleh lawan tetapi disegani oleh kawan. 
 
Ketika Sutanto menjabat sebagai Kapolri pun, ketegasannya melakukan secara konsisten upaya penegakan hukum kepada instansi lain juga sudah terbukti dan teruji.
Dengan tetap mengedepankan “kesantunan”, saat Sutanto menangani kasus pembunuhan aktivis HAM Munir “kesantunan” itu dilakukannya untuk memudahkan dan mensukseskan kerja Tim yang menangani kasus Munir. 
 
Sutanto meminta “izin” atau kulonuwun kepada Kepala BIN saat itu yaitu Sjamsir Siregar bahwa Tim Kepolisian hendak “masuk” memeriksa internal BIN. 
 
Informasi ini bukan datang dari Sutanto melainkan dari Sjamsir Siregar sendiri. 
https://i0.wp.com/data5.blog.de/media/697/3378697_ce0bdb2725_s.jpg
Dalam satu kesempatan, Sjamsir Siregar menceritakan kepada KATAKAMI.COM bahwa dirinya bertemu dengan Sutanto di sebuah pertemuan resmi. “Tadi si Tanto bilang ke aku, Mas … izin, Tim Kepolisian mau memeriksa !” demikian Sjamsir menirukan ucapan Sutanto waktu itu. 
Ia tidak ingin mendatangkan guncangan dan tidak pernah punya arogansi mempermalukan instansi atau individu MILITER. 
 
Lihatlah saat Mantan Deputi BIN Mayjen Purn. 
 
Muchdi Pr dijemput oleh Tim Kepolisian untuk “mampir” ke Mabes Polri. Sutanto tahu bahwa kasus Munir disorot oleh publik, terutama media massa. 
 
Sutanto tak ingin mempermalukan TNI – khususnya BIN –, terlebih lagi tak ingin mempermalukan Muchdi Pr secara pribadi dan keluarga. 
 
https://i1.wp.com/foto.detik.com/images/content/2007/11/19/157/su2.jpg
Belakangan publik akhirnya tahu dari media massa bahwa cara penjemputan terhadap Muchdi Pr juga dibuat sangat “santun” yaitu Sutanto memerintahkan Jenderal Bintang 3 POLRI untuk mendekati dulu Muchdri Pr yang dari segi kepangkatan berada satu level dibawah penjemputnya. 
Ketika itu, Sutanto menugaskan Kepala Bareskrim Polri Komjen Bambang Hendarso Danuri (BHD, red) untuk menemui Muchdi Pr dan Tim di sebuah tempat. 
 
Strategi yang dilakukan Sutanto ini harus dicermati secara jernih yaitu ia tidak ingin dalam pemberitaan dimuat bahwa Muchdi Pr ditangkap. 
Kesan bahwa Muchdi Pr diperlakukan sebagai penjahat ulung diantisipasi secara cepat dan dicegah oleh Sutanto. 
 
Ia sadar bahwa sebagai Tri Brata 1, tanggung-jawab utama dirinya sebagai seorang PEMIMPIN adalah memberikan jalan dan membantu kesuksesan Tim POLRI menangani kasus Munir. 
Tanpa harus mempermalukan secara kasar, misi yang diingin dicapai oleh TIM POLRI dalam menangani kasus MUNIR dibuat lebih mudah dan berhasil oleh Sutanto.
 
http://klikkatakami.files.wordpress.com/2009/03/111-sutantooo6.gif
Oke, bergeser ke topik lain seputar keberadaan Sutanto sebagai Kepala Intelijen Indonesia yang berlatar-belakang NON MILITER ini. 
 
Lazimnya memang (terutama berdasarkan tradisi), job Kepala Intelijen itu selalu diberikan kepada Jenderal TNI berbintang 3. 
 
Ada satu fakta yang barangkali perlu dicermati oleh semua pihak yaitu posisi Kepala BIN lebih tepat jika diberikan kepada Jenderal berbintang 4. 
Mari kita ingat saat KH Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI ke-4.
Gus Dur memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat kehormatan untuk Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono. 
 
SBY yang pangkat terakhirnya adalah Letnan Jenderal TNI dinaikkan secara kehormatan oleh Presiden RI KH Abdurrahman Wahid menjadi Jenderal (penuh). 
 
https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/11/sby.jpg?w=234 
Sehingga kalau ingin mencantumkan kepangkatan didalam rangkaian namanya, SBY harus menuliskan sebagai berikut “ Jenderal (Hor) Purn Susilo Bambang Yudhoyono. 
 
Mengapa Gus Dur menaikkan pangkat SBY menjadi Jenderal berbintang 4 ? 
 
Mantan Jurubicara Kepresidenan di era Gus Dur yaitu Adhie Massardi mengatakan bahwa Gus Dur ingin mempermudah koordinasi antar para pembantunya. 
 
“Menkopolkam itu kan harus mengkoordinir Panglima TNI dan Kapolri yang pangkatnya semua berbintang 4. Bagaimana mungkin Jenderal berbintang 3 memberikan perintah dan melakukan koordinasi tugas kepada pihak lain yang pangkatnya lebih tinggi. Makanya waktu itu, Gus Dur menaikkan pangkat SBY jadi Jenderal” demikian kata Adhie Massardi kepada KATAKAMI.COM. 
 
Barangkali, fakta ini menjadi acuan yang dipertimbangkan secara matang oleh seorang SBY sehingga dalam periode kedua pemerintahan SBY ini ditunjuk Jenderal berbintang 4 menjadi Kepala BIN. 
 
Bayangkan, sebagai salah satu pilar utama yang tergabung dalam jajaran POLHUKKAM di kabinet pemerintahan, Kepala BIN harus berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri yang dari segi kepangkatan berada satu level diatas jabatan Jenderal Bintang 3 yang selama ini mendominasi pucuk pimpinan Dinas Intelijen Indonesia. 
 
https://i0.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2008/06/04/013841p.jpg
Walaupun misalnya Kepala BIN itu datang dari Angkatan yang sangat senior, tetap saja dari segi kepangkatan ia harus memberikan hormat kepada Pejabat yang pangkatnya berada diatas kepangkatan dirinya. 
 
Tapi ini terabaikan selama ini. 
 
Dalam era kepemimpinan Sjamsir Siregar misalnya, faktor senioritas itu yang lebih kuat peranannya dalam menjalin koordinasi dengan pejabat Menkopolhukkam, Panglima TNI dan Kapolri. 
Sjamsir, tipe yang blak-blakan. 
 
Ia sadar bahwa ia senior. 
 
Bahkan jauh lebih senior dari pejabat lain di kabinet saat Sjamsir memimpin BIN. 
 
Bayangkan, Sjamsir berasal dari
Angkatan 1965, Menkopolhukkam Widodo AS berasal dari Angkatan 1968, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto berasal dari Angkatan 1973 dan Kapolri Jenderal Sutanto berasal dari Angkatan 1973. 
 
Semua masuk dalam kategori “adik” untuk Sjamsir. 
 
https://i0.wp.com/www.rakyatmerdeka.co.id/images/foto/normal/824610-05032102012006b@Kapolri-2.gif
Maka tak heran kalau SBY, Widodo AS dan Djoko Suyanto memanggil Sjamsir dengan sebutan Bang (Abang). 
 
Lalu Sutanto memanggil Sjamsir dengan sebutan Mas. 
 
Ada satu peristiwa yang pernah terjadi beberapa tahun lalu saat Sjamsir menjadi Kepala BIN yaitu terjadi ledakan bom di Sulawesi tengah. 
 
Ledakan itu terjadi menjelang tengah malam. 
 
Beberapa menit setelah ledakan terjadi, Sjamsir ternyata lebih dulu mendapat laporan tentang adanya ledakan bom itu. 
  
Ia lantas menelepon ajudan Kapolri dan meminta agar saat itu juga Sutanto dibangunkan.
Dari faktor senioritas, bisa dipahami inisiatif Sjamsir menghubungi dan segera menjalin koordinasi dengan Kepala Kepolisian Indonesia tentang adanya sebuah ledakan bom di daerah rawan konflik yaitu Sulawesi Tengah. 
 
Bayangkan, kalau dari segi kepangkatan ! 
 
Tidak lazim dan tidak boleh sebenarnya, orang yang pangkatnya lebih rendah main hantam kromo menghubungi dan mendesak untuk secepatnya harus bisa bicara kepada orang yang pangkatnya lebih tinggi. 
 
MILITER pasti memahami hal ini. 
 
Tidak mungkin dan tidak boleh, pangkat yang lebih rendah bisa bertindak “semaunya atau seenaknya” kepada pangkat yang lebih tinggi. 
 
https://i1.wp.com/www.waspada.co.id/images/stories/27-kapolri_tinjau_bandara_hotma.jpg
Artinya, dengan masuknya nama Sutanto sebagai Kepala BIN, kepangkatan Sutanto yang merupakan Jenderal berbintang 4 ini bisa mempermudah koordinasi yang harus dijalinnya dengan instansi lain – diluar BIN –. 
Masih soal kritikan tentang penunjukan Sutanto sebagai Kepala BIN. 
 
Sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa patut dapat diduga ada pihak internal BIN yang mengkritik mengapa SBY melakukan pergantian Kepala BIN bersamaan dengan pembentukan Kabinet Baru ?  
 
Sebab, lanjut sumber KATAKAMI, pergantian Kepala BIN itu “biasanya” dilakukan Bulan Desember. 
 
Kritikan seperti ini salah besar. 
 
Lagi-lagi, asbun (asal bunyi) saja ! 
 
Tidak ada keharusan atau bahkan tradisi yang mewajibkan pergantian Kepala BIN harus dilakukan pada bulan Desember. 
 
Pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputeri, pergantian Kepala BIN dilakukan bersamaan dengan pembentukan kabinet. 
 
Kemudian ada desas desus, wah bagaimana dengan proyek-proyek yang biasa diberikan untuk TNI dari BIN jika sekarang Kepala BIN berasal dari KEPOLISIAN ? 
 
Proyek apa ? 
 
Proyek pengadaan barang ? 
 
Atau proyek apa yang dimaksud ? 
 
Desas-desus yang naga-naganya “berbau uang”, janganlah dipakai sebagai acuan dan patokan untuk menilai keberadaan seorang Pimpinan dalam kedinasan intelijen Indonesia. 
 
https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2006/06/30/157/nar1.jpg
Nasihat yang terbaik adalah lakukan pengenalan secara lebih dekat, pendekatan, komunikasi (dialog) serta koordinasi yang kuat dengan orang nomor 1 di lingkup BIN – walaupun berasal dari KEPOLISIAN –. 
 
Jangan dicerca. 
 
Jangan dipermalukan. 
 
Jangan dipakai semua trik yang mengandalkan media massa yaitu mengedepankan komentar-komentar pengamat untuk “bunyi” secara sumbang di media massa.
Bisa jadi ada yang seperti ini. 
 
Supaya aman alias tidak ketahuan mengkritik SBY yang menunjuk pejabat berlatar-belakang KEPOLISIAN sebagai KEPALA BIN, maka mulut yang dipinjam atau dipakai adalah mulut-mulut pengamat. 
 
Sasarannya kena tetapi tidak menimbulkan dampak buruk.
Mana berani bicara terang-terangan. 
 
Beraninya cuma dari belakang layar  saja ! 
 
Kepala BIN Sutanto kini dihadapkan pada tugas-tugas yang tak ringan sifatnya. 
 
Faktor kedekatan pribadinya dengan SBY menjadi sasaran empuk untuk dikritik semua pihak. 
 
https://i2.wp.com/data5.blog.de/media/507/3388507_78e3ad1352_s.gif
Inilah untuk yang kedua kalinya, SBY menempatkan Tim Suksesnya menjadi Menkopolhukkam dan Kepala Badan Intelijen Negara. 
 
Pada periode pertama kepemimpinannya di Indonesia ini, SBY menunjuk Sjamsir Siregar sebagai Kepala BIN dan Widodo AS sebagai Menkopolhukkam. Sjamsir dan Widodo adalah TIM SUKSES SBY pada Pilpres 2004. 
 
Kini, sejarah itu diulangi lagi oleh SBY. 
 
Ia menempatkan 2 orang sahabat terdekatnya – dimana keduanya itu adalah TIM SUKSES SBY –. 
 
Marsekal Djoko Suyanto ditempatkan di posisi Widodo AS sebelumnya yaitu sebagai Menkopolhukkam. Jenderal Sutanto ditempatkan di posisi Sjamsir Siregar sebelumnya yaitu sebagai Kepala BIN. 
 
http://kabarnet.files.wordpress.com/2009/09/panglima2.jpg
SBY tampaknya sadar bahwa ia memang harus menempatkan orang-orang kepercayaannya dalam posisi-posisi kunci dalam kabinet. 
 
Faktor kepercayaan adalah faktor utama yang mengantarkan Sutanto duduk sebagai orang nomor satu di lingkungan BIN. 
Tak jelas, apa sebenarnya pertimbangan SBY menempatkan Sutanto sebagai Kepala BIN. 
Kabar yang beredar sebenarnya agak berbeda dari fakta yang ada sekarang. 
 
Kandidat Kepala BIN itu sebenarnya bukan Sutanto. 
 
Berdasarkan kabar beredar di tengah masyarakat, kandidat Kepala BIN itu antara lain adalah Letjen. TNI Purn Luhut Panjaitan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Letjen TNI Sudrajat dan …. Letjen TNI Purn. Sjamsir Siregar ! 
 
Ya, sempat beredar rumors bahwa sebenarnya masa jabatan Sjamsir Siregar akan dipertahankan. 
 
https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2005/07/08/157/48.jpg
Ternyata pada akhirnya, yang dipilih oleh SBY adalah Sutanto. 
 
Padahal berdasarkan rumors yang beredar, Sutanto dispekulasikan akan menduduki jabatan Menteri Perhubungan. 
 
Hanya SBY yang tahu faktor x apa yang membuat dirinya berubah pikiran yaitu memilih NON MILITER menjadi Kepala BIN. 
 
SBY yang berlatar-belakang militer, tentu tak punya keinginan untuk menggembosi TNI dengan menunjuk pejabat NON MILITER untuk duduk sebagai Kepala BIN.
Pasti tidak ada niat seperti itu ! 
 
Kemungkinan yang terbesar adalah SBY merasa lebih “aman dan nyaman” jika ia menempatkan orang kepercayaannya sebagai Kepala BIN. 
 
Posisi Kepala BIN bukan posisi sembarangan dalam kabinet. 
 
Ini posisi yang sangat sentral dan strategis. 
 
Yang perlu diingatkan disini kepada SBY dan Sutanto adalah jangan pernah ada niatan (apalagi kesengajaan) untuk menjadikan BIN sebagai alat kekuasaan atau alat pemenangan PEMILU ! 
 
Terutama, jangan jadikan BIN sebagai alat pemukul dan tim buru sergap untuk menjatuhkan atau mematikan langkah lawan-lawan politik pemerintah, aktivis, media massa atau negara sahabat. 
 
Jati diri intelijen harus dijaga kehormatannya oleh Sutanto. 
 
Fakta bahwa Sutanto adalah tim sukses SBY pada Pilpres 2009 tak akan bisa dihapus oleh siapapun juga. 
 
Tetapi Sutanto harus bisa membuktikan dan menunjukkan kepada semua pihak bahwa ia memang berdiri dan berada di atas semua kelompok dan golongan. 
 
Sutanto harus sama dekat dan sama jauh dengan semua kalangan. Sutanto harus menjaga NETRALITAS BIN. 
 
Walaupun USER atau pemakai dari jasa BIN adalah Kepala Negara, tidak harus membuat BIN mengotori jati diri Dinas Intelijen itu sendiri.
 
Intelijen Indonesia harus mampu bertugas secara cerdas. 
 
Inilah mungkin yang menjadi dasar pemikiran bagi Sutanto untuk mengubah dogma (doktrin) yang menjadi landasan dinas intelijen yang dipimpinnya saat ini yaitu menjadi SMART INTELLIGENCE. 
 
Bukan lagi menggunakan doktrin COMBAT INTELLIGENCE. 
 
Intelijen yang cerdas, harus bertugas secara cerdas yang memang cerdas. 
 
Kecerdasan intelijen itu harus senantiasa bertugas berdasarkan ketentuan HUKUM yang berlaku & menghormati nilai-nilai Hak Azasi Manusia (HAM). 
 
https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/11/munir1.jpg?w=219 
Kecerdasan intelijen jangan lagi dipakai untuk operasi-operasi yang ujungnya adalah menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja tetapi tak mau dihukum. 
 
Kecerdasan intelijen jangan juga dipakai untuk operasi-operasi politik yang ujungnya adalah untuk melanggengkan kekuasaan semata. 
 
Kecerdasan intelijen jangan dipakai untuk memerintah POLRI guna menangkapi para demonstran, terutama dari kalangan aktivis dan mahasiswa. 
 
Kecerdasan intelijen itu harus mampu menjalin koordinasi dengan semua pihak, termasuk pihak internasional dan negara-negara sahabat di muka bumi ini. Diantaranya bekerja sebaik mungkin dan berkoordinasi menangani kelanjutan perang melawan teror / terorisme dan ancaman separatisme. 
 
Juga menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. 
 
Kecerdasan intelijen itu harus mampu melakukan deteksi ini dan cegah dini.
Kecerdasan intelijen itu harus membuahkan prestasi-prestasi kerja yang membanggakan. 
 
https://i1.wp.com/www.wkbradford.com/posters/silenceA_lg.jpg
Dan itulah yang kini diharapkan dari Jenderal Polisi Purnawirawan SUTANTO.
SUTANTO seolah mengingat secara baik dan menerapkan pepatah SILENCE IS GOLDEN.
Diam itu emas. 
 
Sepanjang kritikan itu membangun maka pastilah SUTANTO akan mengakomondir.
Tetapi jika kritikan itu sangat tendensius dan berbau fitnah, maka prinsip SILENCE IS GOLDEN tadi memang paling tepat dipraktekkan oleh SUTANTO. 
 
Sebab yang terpenting adalah bekerja, bekerja dan bekerja secara keras dan cerdas !
Itulah yang disebut dengan “SMART INTELLIGENCE” !
(MS)
Advertisements

November 26, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Silence Is Golden Ala Sutanto Hadapi Barisan Sakit Hati

Photostream : 2009 AMA Winners

WWW.CBSNEWS.COM

Jermaine Jackson accepts the award for best soul R&B favorite male artist on behalf of his late brother Michael Jackson at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Jermaine Jackson, center, wife Halima Rashid and sons pose together backstage in the winner’s press room at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Green Day accepts the award for alternative rock music favorite artist at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Billie Joe Armstrong, from Green Day, is seen before accepting the award for alternative rock music favorite artist at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Green Day band members, from left, Mike Dirnt, Billie Joe Armstrong and Tre Cool with the award for Alternative Rock Music Favorite Artist backstage at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Jay-Z accepts the award for Rap Hip-Hop favorite male artist at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Gloriana members pose with the award for T-Mobile Breakthrough Artist backstage at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles. From left, are Tom Gossin, Rachel Reinert, Mike Gossin and Cheyenne Kimball.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Keith Urban accepts the award for country male artist at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Rascal Flatts poses with the award for Favorite Band backstage at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Artist Whitney Houston receives the International Artist Award onstage at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Actor Samuel L. Jackson presents the International Artist Award to artist Whitney Houston onstage at the 37th Annual American Music Awards on Sunday, Nov. 22, 2009, in Los Angeles.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif
Taylor Swift, who won the top award of the night, entertainer of the year, was not at the ceremony but accepted her awards via satellite from London, where she is to perform Monday. She is seen here in a file photo.
https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

November 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Photostream : 2009 AMA Winners

Photostream : Obama & The Troops In Korea

U.S. President Barack Obama shakes hand with South Korean President ...

U.S. President Barack Obama shakes hand with South Korean President Lee Myung-bak during a bilateral meeting at the Blue House in Seoul, November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

US President Barack Obama, seen here at a US military airbase ...

US President Barack Obama, seen here at a US military airbase in Osan, south of Seoul, has said a US envoy will visit North Korea early next month, as he joined South Korean President Lee Myung-Bak in urging the communist state back to nuclear talks.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

US President Barack Obama shakes hands with US Air Force officers ...
US President Barack Obama shakes hands with US Air Force officers upon his arrival at a US military airbase in Osan, South Korea. Obama has arrived in South Korea, where he is due to meet President Lee Myung-Bak for talks on North Korea’s nuclear weapons programme and a stalled bilateral free trade pact.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

US President Barack Obama (R) shakes hands with South Korean ...

US President Barack Obama (R) shakes hands with South Korean ambassador to the US Han Duk-Soo (L) upon his arrival at a US military airbase in Osan, south of Seoul. Obama arrived in South Korea Wednesday on the last leg of his debut Asian tour, with North Korea’s nuclear programme due to top the agenda after three days of negotiations in China

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama holds a rally with U.S. military ...

U.S. President Barack Obama holds a rally with U.S. military personnel at Osan Air Base near Seoul, November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan ...

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan Air Base in South Korea November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama arrives for his speech as soldiers ...

U.S. President Barack Obama arrives for his speech as soldiers from the U.S. Forces Korea applaud during a meeting with the soldiers before his departure at the U.S. air base in Osan, south of Seoul, November 19, 2009. Obama and South Korean President Lee Myung-bak called on North Korea on Thursday to return to stalled nuclear talks and end its atomic ambitions in return for massive economic aid.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama greets troops during a rally at ...

U.S. President Barack Obama greets troops during a rally at Osan Air Base in South Korea November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama greets military personnel during ...

U.S. President Barack Obama greets military personnel during a rally with troops at Osan Air Base in South Korea, November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan ...

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan Air Base in South Korea, November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan ...

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan Air Base in South Korea, November 19, 2009

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama greets during a meeting with soldiers ...

U.S. President Barack Obama greets during a meeting with soldiers from the U.S. Forces Korea before his departure at the U.S. air base in Osan, south of Seoul, November 19, 2009. Obama and South Korean President Lee Myung-bak called on North Korea on Thursday to return to stalled nuclear talks and end its atomic ambitions in return for massive economic aid.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama speaks to U.S. soldiers at Osan ...

U.S. President Barack Obama speaks to U.S. soldiers at Osan Air Force Base in Osan, South Korea, Thursday, Nov. 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama speaks to U.S. soldiers at Osan ...

U.S. President Barack Obama speaks to U.S. soldiers at Osan Air Base in Osan, South Korea, Thursday, Nov. 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. troops photograph U.S. President Barack Obama as he speaks ...

U.S. troops photograph U.S. President Barack Obama as he speaks at Osan Air Base in Osan, South Korea, Thursday, Nov. 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan ...

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan Air Base in South Korea, November 19, 2009

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan ...

U.S. President Barack Obama holds a rally with troops at Osan Air Base in South Korea, November 19, 2009.

https://i2.wp.com/www.apples4theteacher.com/images/icons/animated-flag-star.gif

November 22, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Photostream : Obama & The Troops In Korea

Photostream : Secretary Clinton

November 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Photostream : Secretary Clinton

PHOTOSTREAM : Barack Obama, a life in pictures

TELEGRAPH.CO.UK

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

Barack Obama was born in Honolulu, Hawaii on August 4 1961

Barack Obama was born in Honolulu, Hawaii on August 4 1961

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

His father, Barack Obama, Sr, came from Nyangoma-Kogelo, Kenya

His father, Barack Obama, Sr, came from Nyangoma-Kogelo, Kenya

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

His mother, Ann Dunham, hailed from Wichita, Kansas

His mother, Ann Dunham, hailed from Wichita, Kansas

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

His parents separated when he was two years old and later divorced

His parents separated when he was two years old and later divorced

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

His mother remarried, and the family moved to Indonesia in 1967

His mother remarried, and the family moved to Indonesia in 1967

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

Barack Obama attended schools in Jakarta until he was ten years old

His mother remarried, and the family moved to Indonesia in 1967

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

Barack returned to Hawaii with his grandparents

Barack Obama attended schools in Jakarta until he was ten years old

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

This 1979 photo provided by The Oahuan, the yearbook of Punahou School, shows Barack Obama in his senior year

Barack returned to Hawaii with his grandparents

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

A photograph taken in 1987 of Barack Obama and his grandmother Sarah Hussein Obama hangs in her home in the village of Nyagoma-Kogelo, western Kenya

A photograph taken in 1987 of Barack Obama and his grandmother Sarah Hussein Obama hangs in her home in the village of Nyagoma-Kogelo, western Kenya

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He studied at Columbia University in New York, where he majored in political science

He studied at Columbia University in New York, where he majored in political science

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He then studied law at Harvard, and graduated in 1991

He then studied law at Harvard, and graduated in 1991

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

After Harvard Law School, Obama returned to Chicago, joined a small civil rights firm, ran a voter registration drive, and lectured on constitutional law at the University of Chicago Law School

After Harvard Law School, Obama returned to Chicago, joined a small civil rights firm, ran a voter registration drive, and lectured on constitutional law at the University of Chicago Law School

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He married Michelle Robinson in October 1992

He married Michelle Robinson in October 1992

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

Their daughters, Malia Ann and Natasha, were born in 1998 and 2001

Their daughters, Malia Ann and Natasha, were born in 1998 and 2001

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He delivered the keynote address at the 2004 Democratic National Convention in Boston

He delivered the keynote address at the 2004 Democratic National Convention in Boston

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He entered the US Senate on January 4 2005

He entered the US Senate on January 4 2005

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He announced his intention to run for the 2008 in February 2007. After a lengthy battle with Hillary Clinton, he seized the Democratic nomination in June 2008

He announced his intention to run for the 2008 in February 2007. After a lengthy battle with Hillary Clinton, he seized the Democratic nomination in June 2008

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

He formally accepted his party's nomination at the Democratic National Convention in Denver, Colorado, on August 23

He formally accepted his party’s nomination at the Democratic National Convention in Denver, Colorado, on August 23

https://i1.wp.com/s116.photobucket.com/albums/o5/ULT170/th_animated_star.gif

November 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on PHOTOSTREAM : Barack Obama, a life in pictures

PHOTOSTREAM

November 18, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on PHOTOSTREAM

Bertanya Pada SBY & BHD, Mau Dibawa Kemana POLRI ?

November 14, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Bertanya Pada SBY & BHD, Mau Dibawa Kemana POLRI ?

Kombes Wiliardi Wizard, Martir Yang Dikorbankan Institusi

http://sihiteezra.files.wordpress.com/2009/05/4-25.jpg
Oleh : Mega Simarmata, Direktur & Pemimpin Redaksi 
 
PERTEMUAN KHUSUS & WAWANCARA EKSKLUSIF
 

SEPUCUK SURAT UNTUK KOMBES WILIARDI WIZARD
 

Jakarta 13/11/2009 (KATAKAMI)  Setengah tahun lamanya, Kombes Wiliardi Wizard memendam keinginan untuk bisa berkenalan, bertemu dan sekedar mengucapkan terimakasih atas sebuah tulisan yang dimuat di KATAKAMI.COM bulan Mei 2009 yaitu tulisan yang berjudul, “SEPUCUK SURAT UNTUK KOMBES WILIARDI WIZARD”.
Willy – demikian Wiliardi Wizard biasa dipanggil – menghubungi semua pihak di kalangan terdekatnya untuk menanyakan apakah kenal dengan Pimpinan Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata ? Dan kalau kenal, apakah tahu nomor kontak telepon yang bisa dihubungi. Nova — Isteri Wiliardi Wizard – serta putri sulung mereka Tika, juga ikut mencari dimana dan bagaimana caranya untuk bisa berkenalan, bertemu dan berbicara dengan KATAKAMI.COM. 
 
Akhirnya keinginan mereka sekeluarga tercapai pada hari Jumat 13/11/2009. Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata diajak oleh Nova Wiliardi untuk membesuk suami tercintanya didalam tahanan Rutan Bareskrim Mabes Polri. Dan inilah hasil pertemuan kami. 
 



https://i2.wp.com/data5.blog.de/media/308/3479308_6170385624_m.jpg
 
Hari Jumat 13/11/2009 tepat jam 13.30 WIB, saya tiba di Gedung Bareskrim Polri. 

Petugas di pintu depan Bareskrim, sangat sopan dan profesional. Saya diminta untuk mengisi buku tamu, meninggalkan kartu identitas (KTP) dan menitipkan alat komunikasi saya yaitu HANDPHONE. Tadinya saya janjian untuk membesuk bersama-sama dengan Nova Wiliardi. Tetapi karena terhambat oleh kemacetan lalu lintas maka Nova Wiliardi agak belakangan tiba di Bareskrim.  
 
Saya yang masuk lebih dahulu ke dalam ruang tahanan Bareskrim Polri pada jam besuk. Petugas memanggil Wiliardi Wizard ke dalam sel tahanannya dan saya disuruh menunggu sebentar. 
 
Saat Wiliardi Wizard tiba di hadapan saya, mantan Kapolres Jakarta Selatan ini mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan dengan saya.  
 
“Pak Wiliardi, perkenalkan nama saya Mega Simarmata. Senang bertemu dengan Pak Wiliardi, bagaimana kabarnya “ sapa saya kepada Wiliardi. 
 
“Kabar baik Mbak Mega. Saya terharu sekali membaca tulisan Mbak Mega bulan Mei lalu. Berbulan-bulan saya ingin sekali bertemu dengan Mbak Mega. Saya tanya kemana-mana, begitu juga isteri dan anak saya, semua mencari tahu nomor kontak Mbak Mega. Saya tidak pernah berhenti mencari dimana Mbak Mega berada. Saya berdoa agar saya bisa dipertemukan dengan Mbak Mega. Tetapi baru sekarang keinginan saya untuk bisa bertemu itu kesampaian. Mbak, dari lubuk hati saya yang terdalam, atas nama saya pribadi … bahkan atas nama keluarga, kami semua mengucapkan terimakasih atas dukungan Mbak Mega lewat tulisan itu. Saya terharu sekali. Terimakasih Mbak, terimakasih” ungkap Wiliardi dengan wajah yang sangat serius  
 
“Terimakasih kembali Pak Willy, mungkin baru sekarang Tuhan membukakan jalan untuk kita bisa bertemu. Bagaimana kesehatan Pak Willy selama di tahanan ? Aman semua ?” tanya KATAKAMI.COM.  
  
“Ya beginilah Mbak, semua ribut karena kesaksian yang terakhir dalam persidangan Pak Antasari kemarin. Saya juga tidak tahu, mengapa tiba-tiba saya dapat kekuatan dari Tuhan untuk berbicara jujur apa adanya. Itulah yang sesungguhnya terjadi Mbak. Saya diperintah untuk mengikuti dan menanda-tangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) seperti yang sudah diatur oleh Polisi” lanjut Wiliardi. 
 
“Pak Willy, mengapa Bapak mau menanda-tangani kalau memang Bapak tidak membunuh Nasrudin Zulkarnaen
dan samasekali memang tidak terlibat ?” tanya KATAKAMI.COM.
 
 
https://i2.wp.com/www.detiknews.com/images/content/2009/10/22/10/antaraninasrudinluar.jpg 
“Mbak, saya ini bawahan, saya percaya pada atasan, pada pimpinan. Yang meyakinkan saya bahwa saya akan dijamin adalah perwira tinggi berbintang 2, masak saya berani membantah perintah atasan ?” ungkap Wiliardi selanjutnya. 
 
“Pak Willy, anda polisi yang berpengalaman. Sudah matang ditempa kehidupan. Mengapa anda mudah sekali percaya bahwa Sigid orangnya Kapolri BHD ? Apa yang membuat anda percaya ? Apakah sudah anda cek bahwa memang benar Sigid orangnya Kapolri BHD ?” tanya KATAKAMI.COM 
 
“Ya Allah Mbak … masak mungkin saya ini tidak mau mempercayai. Sigid itu siapa Mbak ? Dia orang sipil tetapi kok boleh dikawal oleh anggota KEPOLISIAN sebanyak 6 orang sekaligus. Dia itu siapa, kok bisa-bisanya pakai ajudan dari polisi. Siapa yang memerintahkan agar Sigid bisa sehebat itu pengawalannya. Mbak … ajudan-ajudan Sigid itu, bekas anak buah saya saat tugas di Selatan (Kapolres, red). Mereka tahu kok bahwa Sigid pernah bertamu ke MABES POLRI. Jangan dari sayalah informasinya. Tanyakan saja kepada ajudan-ajudan dan semua pengawal yang diberikan MABES POLRI untuk mengawal Sigid. Dan saya kan tahu Mbak, siapa saja Boss-Boss di Kepolisian sini yang sering bertamu atau bertemu dengan Sigid di rumahnya yang mewah sana. Saya kan dapat semua informasinya. Jadi mana mungkin saya tidak percaya bahwa dia orangnya TB-1. Bahkan, patut dapat diduga Sigid itu juga dikabarkan orangnya pihak tertentu yang ada di kawasan KALIBATA pada kepemimpinan yang dulu … kepemimpinan sebelum yang kepemimpinan yang sekarang di Kalibata” jawab Wiliardi Wizard.
 
“Pak Willy, terlibatkah anda dalam pembunuhan itu ?” tanya KATAKAMI.COM. 
“Demi Allah, saya bersumpah Mbak, saya tidak terlibat samasekali. Tuduhan keterlibatan itu hanya karena berdasarkan saya pernah berkomunikasi dengan Pak Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono, saya mohon Majelis Hakim berkenan untuk meminta agar semua rekaman pembicaraan saya dengan mereka-mereka tadi dibuka dalam persidangan. Saya ingin rakyat Indonesia mendengar, apakah benar dalam pembicaraan itu ada dibicarakan soal pembunuhan. Tolong dibuka semua rekaman pembicaraan itu. Kok tidak dibuka oleh POLISI. Bukalah agar transparan” jawab Wiliardi.  
 
“Pak Willy, anda mengatakan bahwa anda dipengaruhi atasan untuk menanda-tangani BAP. Iya kan  ? Nah, bagaimana kronologisnya ?” tanya KATAKAMI.COM.
 
https://i1.wp.com/www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090525_043553_z-gatra.jpg
Polda Belum Beri Penjelasan Resmi Soal Bocornya BAP Bandar Togel Acin

Berkas Pemeriksaan Bandar Judi Riau Beredar

“Jadi tanggal 30 April 2009 itu Mbak, pada pagi harinya saya didatangi oleh Wakabareskrim Polri Irjen Hadiatmoko. Saya ingat betul, itu terjadi jam 9 atau jam 10 pagi. Irjen Hadiatmoko bilang ke saya, nanti saya panggil Iwan (Kombes Mochamad Iriawan). Sudah ikuti saja BAP yang disusun Iwan. Sorenya Kombes Iwan datang menemui saya. Intinya, Kombes Iwan meminta saya untuk menanda-tangani saja BAP yang sudah disamakan dengan BAP Sigit. Dan puncaknya pada pukul 23 pada malam hari itu, lewat hp milik orang lain yang ada di tahanan saya … saya diminta bicara dengan Sigid. Sigid mengatakan … Mas, ikuti saja penyidik. Sasaran kita cuma ANTASARI kok. Kita dijamin oleh BHD, ikuti saja Mas. Saya pusing ini” demikian kata Wiliardi mengulangi omongan Sigid saat berbicara dengan Wiliardi Wizard. 
 
“Oh begitu kelakuannya WAKABRESKRIM POLRI yang pada saat itu dijabat oleh Irjen Hadiatmoko. Apakah beliau lupa bahwa patut dapat diduga ada kasus hukum yang sangat memalukan saat beliau menjabat sebagai KAPOLDA RIAU yaitu kasus bandar judi togel ACIN ? Kan memalukan jika ada kasus hukum seperti itu. Lalu kok bisa-bisanya mengarahkan bawahan untuk m
enanda-tangani sebuah BAP yang sepenuhnya disusun oleh penyidik sendiri ? Bayangkan, hanya dalam satu hari itu saja yaitu tanggal
30 April 2009. ada 3 orang yang membujuk, mempengaruhi, mengarahkan dan menekan agar Pak Willy mau menanda-tangani BAP yang seluruh isinya 100 persen buatan POLISI ?” tanya KATAKAMI.COM.
 
http://eriksahusilawane.files.wordpress.com/2009/05/sigit-haryo-wibisono.jpg 
“Iya betul Mbak, tanggal 30 April itu ada 3 orang secara berturut-turut meminta saya tanda-tangan BAP yang disusun POLISI. Saya kalut Mbak. Saya tidak menyangka akan dikhianati seperti ini. Saya dijanjikan akan dibebaskan kalau mau mengikuti perintah atasan untuk menanda-tangani BAP buatan POLISI. Saya tidak menyangka bahwa saya akan dikorbankan dengan cara yang sangat kejam seperti ini. Mengapa semua ini menimpa saya ? Saya tahu bahwa Sigid memang dekat dengan Kapolri sehingga itu yang membuat saya percaya kepada dia. Saya bahkan pernah mendengar langsung Sigid berbicara di telepon dengan Spri Kapolri dan alat pengeras handphone itu sengaja dibuka oleh Sigid saat ia berbicara dengan Sekretaris Pribadi (Spri) Kapolri yaitu Kombes Arief. Mengapa ada permainan tingkat tinggi seperti ini yang sengaja mengorbankan diri saya sekeluarga ? Apa salah saya ? Saya tidak mengerti Mbak” ungkap Wiliardi dengan raut wajah yang sangat sedih dan terpukul. 
“Sabarlah Pak Willy, kebenaran itu ibarat air yang mengalir. Ia akan tetap mengalir walau dibendung. Tuhan tidak tidur. Perbanyaklah doa dan zikir. Kendalikan emosi dan diri dalam setiap persidangan agar jangan sampai emosi jadi tidak terkontrol. Apapun yang terucap dan dilakukan dalam persidangan, semuanya menjadi catatan hakim. Jadi katakanlah yang sesungguhnya. Buka saja. Jangan ada yang ditutupi. Kesempatan itu tidak datang dua kali. Gunakan semua masa-masa di persidangan untuk mengatakan yang sejujurnya. Bahkan kalau patut dapat diduga memang ini melibatkan Kapolri atau POLRI secara institusi karena perintah dari Kapolri BHD, ungkapkan saja kebenaran itu” lanjut KATAKAMI.COM.
 
https://i2.wp.com/www.sripoku.com/foto/berita/2009/10/22/2210kcm11.jpg 
“Iya Mbak, pesannya akan saya ingat” jawab Wiliardi sambil menunduk sedih. 
“Pak Willy, sepanjang sejarah baru kali inilah ada INSTITUSI yang patut dapat diduga dengan sengaja menskenariokan dan menjerumuskan agar anak buahnya jadi MARTIR. Tidak mau tahu bahwa anak buah yang dikorbankan itu hancur kehidupan dan kariernya. Tindakan menjerumuskan dan mengorbankan anak buah yang tidak bersalah dengan skenario dan permainan tingkat tinggi seperti ini adalah perbuatan yang TIDAK berperikemanusiaan. Jadi, gunakan dengan sebaik-baiknya semua kesempatan dalam persidangan. Berkata jujur sejujur-jujurnya kepada hakim. Pasrahkan diri kepada Tuhan. Hati-hati dengan makanan, minuman dan rokok yang diberikan kepada anda. Jaman sekarang memang jaman canggih tapi jangan abaikan kecenderungan oknum-oknum tertentu yang sengaja mau menggunakan kekuatan sihir, hipnotis dan supranatural agar anda bungkam, patuh, tunduk dan mengikuti saja perintah oknum lain yang kelakuannya kayak jagoan tidak bermoral” kata KATAKAMI.COM. 
 
“Terimakasih Mbak Mega, hati dan pikiran saya terpukul sekali setelah dikorbankan seperti ini” kata Wiliardi.
 
GB 
Kombes Wiliardi Wizard lulusan Akpol angkatan tahun 1984 ini memiliki 3 orang anak dari pernikahan dengan seorang wanita cantik keturunan Minang & Aceh. 
 
Nova, isteri Wiliardi berkenalan dengan sang suami saat Wiliardi bertugas di Nangroe Aceh Darussalam yaitu saat menjadi Kanit Serse tahun 1984. 
 
Dari pernikahan mereka, lahirlah 3 orang anak yaitu Lustika Yunita Wiliardi (22 tahun), M. Resdi Wiliardi (17 tahun) dan Nisya Oktiani Wiliardi (11 tahun). Nova terus memberikan dorongan dan semangat kepada Wiliardi dalam menjalani semua permasalahan dan proses hukum ini.
 
“Mbak, saya ini pernah dipanggil ke ruangan Wakabreskrim Polri Irjen Hadiatmoko. Ketika itu saya datang bersama puteri sulung saya, Tika. Kami berdua menghadap Pak Wakabareskrim. Beliau bilang, sudahlah … sampaikan sama suami kamu, ikuti saja BAP yang disusun penyidik. Kami jamin suami kamu. Gampang kok … akui saja. Bilang begini … ya betul saya memang diminta untuk membunuh tetapi saya tidak mau dan saya suruh orang lain. Ya ampun … kalau suami saya disuruh oleh POLRI bicara begitu, kan sama saja menjerumuskan suami saya untuk kena pasal pembunuhan berencana. Suami tidak terlibat tetapi dipaksa oleh INSTITUSI untuk mengakui bahwa seolah-olah dia arsitek pembunuhan dan memang terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Kasus ini bukan kasus main-main. Ancamannya hukuman mati. Kenapa suami saya dijerumuskan untuk mendapat ancaman seberat itu untuk perbuatan yang sama sekali tidak dilakukannya ? Demi institusi, maka suami saya yang sangat mencintai POLRI dipaksa untuk mengakui skenario INSTITUSI bahwa sebenarnya suami sayalah pembunuhnya ? Ya Allah … alangkah jahatnya POLRI kepada kami yang sangat tak berdaya ini” ungkap Nova Wiliardi sampai menitikkan airmata. 
 
Nova menambahkan juga bahwa suaminya sampai pernah berusaha untuk bunuh diri.
“Suami saya frustasi saat ia menyadari bahwa perintah dan berbagai macam cara untuk membujuk agar suami saya menanda-tangani saja BAP yang disiapkan POLISI. Pernah dalam satu kesempatan, ketika saya datang membesuk di Provost … suami saya tidak ada di tahanan. Saya cari kemana-mana. Ternyata ada di kamar mandi dan disitu dia berusaha bunuh diri. Saya bilang … Papa, ada apa ? Jangan begini. Suami saya menangis-nangis dan mengatakan Mama saya dikhianati, saya dijebak, saya marah sekali. Saya bilang pada suami saya … sabar Papa, mandilah sekarang, ambil air wudhu … sholat Pa, berdoa. Jangan begini !” lanjut Nova saat menceritakan peristiwa dimana Kombes Wiliardi Wizard sampai pernah berusaha bunuh diri ketika akhirnya ia menyadari sejumlah oknum atasan terus mempengaruhi dan menjebaknya. 
 
Nova juga menceritakan peristiwa lain saat Kombes Wiliardi Wizard terjatuh dan terkapar di kamar mandi saat ia sudah ditahan di Bareskrim Polri. “Kebetulan saya datang dan saya lihat suami saya sudah tergeletak di lantai kamar mandi. Tekanan darahnya drop. Saya histeris dan menangis. Ya Allah … saya terus menguatkan suami saya. Kejam sekali semua perlakuan-perlakuan INSTITUSI ini kepada suami saya. Apa salah suami saya ? Dia tidak membunuh tetapi oknum-oknum atasan dan pejabat disini terus menerus meminta suami saya untuk PATUH saja memenuhi perintah. Saya sudah katakan kepada suami saya … jangan Papa, jangan ikuti kemauan mereka. Orang lain yang membunuh, orang yang lain yang terlibat, kenapa justru Papa yang diperintahkan dan dijebak untuk menjadi arsitek pembunuhan ini. Itu yang terus saya katakan kepada suami saya. Saya larang waktu itu menanda-tangani BAP yang direkayasa PENYIDIK untuk disamakan dengan BAP Sigid. Saya larang betul-betul suami saya. Tetapi pada malam tanggal 30 April 2009, KOMBES IWAN mendatangi suami saya ke tahanan dan disitulah BAP disuruh ditangani. Suami saya kok mau saja percaya, dia tidak baca lagi isi BAP. Dia termakan oleh janji-janji atasan. Siapa yang terlibat sebenarnya, tolong jangan begini jangan kepada suami saya. Malah pernah Mbak, Kabareskrim dan Wakabareskrim melarang siapapun juga membesuk suami saya di tahanan Bareskrim. Coba itu ? Suami saya mau diisolasi. Tidak boleh dibesuk oleh siapapun. Akhirnya suami saya bilang, mana surat perintah resmi yang isinya larangan membesuk. Tidak ada yang berani membuat surat resmi” kata Nova.
 

“Mbak Nova, selain WAKABARESKRIM POLRI Irjen Hadiatmoko, siapa lagi didalam INSTITUSI POLRI ini yang mengarahkan agar WILIARDI WIZARD mau menjadi martir mengakui di hadapan persidangan bahwa dialah pembunuh Nasrudin Zulkarnaen ?” tanya KATAKAMI.COM. 
 
“Selain WAKABARESKRIM POLRI, saya bertemu juga dengan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Mochamad Iriawan. Dia sahabat suami saya. Teman seangkatan suami saya. Tapi tega-teganya bilang begini … sudahlah, ikuti saja semua arahan penyidik. Keluarga memang akan terpukul, sedih. Tapi pasti kesedihan itu cuma seminggu, selebihnya akan merasa terbiasa. Kalau anak-anak merasa terpukul, hadapkan ke saya biar saya yang akan menjelaskan kepada anak-anak” jawab Nova Wiliardi. 
 
“Kok tega sekali berbicara seperti itu ? Keterlaluan. Lain kali Mbak, siapapun pimpinan di POLRI ini yang memanggil keluarga Pak Wiliardi untuk ditekan dan diarahkan seperti ini … rekam semuanya. Bawa perekam. Kalau dibiarkan terus menerus seperti ini, lama-lama POLRI ini akan jadi busuk karena u
lah segelintir orang. Tidak tahu malu semuanya mengarang-ngarang dan menskenariokan BAP. Rakyat Indonesia harus tahu. Dan Keluarga Wiliardi, jangan mau lagi dikerjai. Mulai saat ini rekam semuanya. Dalam persidangan, alat bukti sangat menentukan sekali. Jangan lupa, siapapun yang berani-berani lancang mulutnya merayu dan mengarahkan agar seorang bawahan terjerumus ke dalam semua permasalahan hukum … dialah yang harus diseret ke muka hukum. Dan kalau kami tidak salah ingat, patut dapat diduga ada kasus hukum terkait bandar judi Doni Harianto yang melibatkan Kombes Mochamad Iriawan bulan Desember 2008 yaitu patut dapat diduga ada suap sebesar Rp. 700 juta dari bandar judi. Oknum Jaksa Sudono sudah langsung dipecat akibat ketahuan menerima uang suap ini. Tetapi KAPOLRI BHD justru mengamankan anak buah yang patut dapat diduga menerima suap. Perilaku apa itu ? Apakah patut dapat diduga KAPOLRI BHD dapat setoran juga sebab dia tidak menindak anak buahnya yang terlibat dalam kasus penyuapan ?” ungkap KATAKAMI.COM.
 
Nova menambahkan, tak cuma dengan Wakabareskrim dan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya saja, dirinya pernah dipanggil untuk menemui KABARESKRIM. 
 
Isteri Wiliardi Wizard ini juga pernah dipanggil ke ruang kerja Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang intinya juga sama yaitu “MEMINTA” Kombes Wiliardi untuk mau mengikuti arahan penyidik yaitu menanda-tangani BAP yang sudah disusun Penyidik agar bisa disamakan 100 persen dengan BAP Sigid. Saya ingat betul, waktu saya ajak Tika anak saya menghadap WAKABARESKRIM … anak saya sampai pucat dan gemetaran. Dia tidak terima papanya ternyata dihukum dan dipenjara seperti ini hanya karena jebakan dan perintah atasan. Anak saya menangis. Tidak yakin papanya tidak bersalah. Jadi ketika dia ikut dan mendengar langsung atasan dari papanya bicara begitu, anak saya gemetaran dan langsung pucat. Dia dengar, WAKABARESKRIM meminta saya membujuk Pak Wiliardi mengikuti saya perintah atasan soal BAP” ungkap Nova.  
https://i1.wp.com/www.kaltimpost.co.id/uploads/berita/dir30052009/img30052009265091.jpg 
Pertemuan saya dengan Kombes Wiliardi Wizard memang sangat mengejutkan dan mengharukan. Bahkan saat saya membesuk Kombes Wiliardi hari Jumat(13/11/2009), ibunda Wiliardi yaitu Ibu Rosnaini (78 tahun) baru saja datang dari Padang, Sumatera Barat untuk membesuk puteranya. 
 
Ia bagaikan pelanduk yang terjepit diantara gajah-gajah yang bertikai. INSTITUSI seakan tak mau tahu dan tak merasa tak perlu untuk membela kebenaran yang ada di pihak bawahan. Sungguh menyayat hati dimana patut dapat diduga seorang polisi terbaik diumpan, dikorbankan dan dijerumuskan secara keji oleh INSTITUSI-nya sendiri.
Hidup seorang bawahan dihancurkan. 
 
Karier yang dibangun puluhan tahun oleh Wiliardi dihancurkan. 
 
Wiliardi dijanjikan untuk mendapat jaminan penuh keselamatan dari para oknum atasan agar bersedia menjadi orang yang “dituding” menjadi dalang atau arsitek pembunuhan. 
 
Wiliardi tak menyangka bahwa keputusannya untuk bersikap patuh dan tunduk pada atasan — terutama pada KAPOLRI — ternyata disalah-gunakan dan disesatkan.  
Lalu, apakah ada kepastian dan jaminan bahwa di kemudian tidak akan ada lagi POLISI-POLISI terbaik di Indonesia ini yang sengaja dikorbankan untuk INSTITUSI ? 
Ketika itu, “keluguannya” untuk mempercayai dan mengikuti perintah atasan untuk menanda-tangani BAP abal-abal buatan PENYIDIK POLISI ternyata berujung kefatalan.
Wiliardi tak bisa lagi lari dari jerat hukum dan pasal yang ditimpakan kepadanya sungguh berat yaitu pasal pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman adalah HUKUMAN MATI ! 
 
Apakah ada didunia ini, seorang atasan atau komandan atau panglima yang dengan sadar dan benar-benar sengaja menjerumuskan bawahannya untuk menanggung hukuman yang sangat mengerikan yaitu hukuman mati ? 
 
Iya kalau ia bersalah. 
 
Bagaimana kalau ternyata ia tidak bersalah dan tidak terlibat samasekali ? 
 
Patut dapat diduga Jenderal BHD sudah melampaui kewenangannya bila ternyata secara sadar dan sengaja memang mengorbankan anak buah.
 
Teganya Teganya Teganya … 
 
Tak cuma sekedar tega, jika memang ada atasan-atasan yang lancang menggadaikan dan mengorbankan anak buah untuk sekedar menjilat kepada kekuasaan maka tindakan seperti itu adalah tindakan yang BIADAB. 
 
SANGAT BIADAB ! 
 
Tindakan semacam ini adalah tindakan yang TIDAK berperikemanusiaan samasekali.
Ini adalah tindakan SADIS !
 
Hidup ini hanyalah sementara. 
 
Dan jabatan itu adalah amanah dari Tuhan, sewaktu-waktu jabatan itu bisa diambil kembali oleh Tuhan. 
 
(MS)
 

November 14, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Kombes Wiliardi Wizard, Martir Yang Dikorbankan Institusi

60 Minutes : Obama Irked By "Fat Cat Bankers"

https://i0.wp.com/wwwimage.cbsnews.com/images/2009/12/10/image5963765g.jpg

(KATAKAMI / CBS) President Obama is irked by the idea that bankers at companies that the U.S. government propped up with loans and policy only months ago will still get massive annual bonuses.

He spoke to 60 Minutes correspondent Steve Kroft about the bonuses in an interview in which he is also extensively questioned on his Afghanistan plans for the first time, discusses the economy, jobs and addresses the breach in security at the White House state dinner.

The interview will be broadcast this Sunday, Dec. 13, at 7 p.m. ET/PT.

“I did not run for office to be helping out a bunch of fat cat bankers on Wall Street,” Obama says.

He states that the only firms paying out such bonuses and avoiding the pay caps the government put on companies that used Troubled Assets Relief Program funds are the ones that paid the money back. Could they be paying the money back just to be able to pay the bonuses? “I think that in some cases, [to be able to pay bonuses] was the motivation,” he tells Kroft. “Which I think tells me that the people on Wall Street still don’t get it…They’re still puzzled why it is that people are mad at the banks. Well, let’s see. You guys are drawing down 10, 20 million dollar bonuses after America went through the worst economic year…in decades and you guys caused the problem,” says the president.

“What’s really frustrating me right now is that you’ve got these same banks who benefitted from taxpayer assistance who are fighting tooth and nail with their lobbyists …up on Capitol Hill, fighting against financial regulatory control,” he tells Kroft.

On Afghanistan and the war on terror, Obama describes the tribal territories that straddle the border between Afghanistan and Pakistan as the “epicenter of the violent extremism directed against the West…and the United States.” He adds, “Ultimately, in order for us to eradicate the problem, to really go after al Qaeda… we are going to need more cooperation from Pakistan. There is no doubt about that,” Obama says.

November 13, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on 60 Minutes : Obama Irked By "Fat Cat Bankers"

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN KAPOLRI SUTANTO : Membaca Rapor Kapolri Jenderal Sutanto Untuk Tahun 2007

KAPOLRI SUTANTO
 
 

Dimuat di INILAH.COM 04/12/2007 – 18:27
EKSKLUSIF
Oleh : Mega Simarmata 

INNChannels, Jakarta – Mabes Polri terus mengoptimalkan kinerjanya dalam program pemberantasan narkoba. Kerja sama dengan Interpol terus ditingkatkan karena sindikat-sindikat internasional terus beranggapan bahwa Indonesia memang ladang emas bagi peredaran narkoba.

Kepada INNChannels, Kapolri Sutanto menegaskan semua itu dalam sebuah wawancara khusus di Kantor Presiden baru-baru ini. Bahkan, ia juga memberikan peringatan keras agar jangan ada oknum di internal Polri yang coba-coba mencuri barang bukti narkoba.

Pada 2006, ketika terungkap adanya barang bukti shabu-shabu yang hilang 13 kg dari “gudang penyimpanan”, Sutanto tidak mentolerir kejadian itu. Apapun caranya, Sutanto meminta agar oknum yang mencuri barang itu mengembalikan. Kabarnya, barang bukti baru kembali sebulan kemudian.

Lebih jauh, Sutanto juga memerintahkan jajarannya untuk menindak secara tegas penyelundupan BBM. Selasa (4/12), sumber INNChannels di Mabes Polri mengatakan, ketika marak aksi penyeludupan BBM, Sutanto meminta agar jajarannya sigap mengatasi aksi yang sangat merugikan roda perekonomian negara dan berdampak sangat buruk bagi masyarakat.

Sutanto, yang ternyata bersuara merdu kalau menyanyi dan belakangan menyukai lagu-lagu yang dinyanyikan Kenny Rogers, tak pernah menganak-emaskan rekan-rekannya sesama Angkatan 1973.

Jajaran Komisaris Jenderal (bintang 3) di Mabes Polri didominasi secara berimbang oleh Angkatan 1974 dan 1975, yaitu Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara (1974), Kabareskrim Bambang Hendarso Danuri (1974), Kalakhar BNN Komjen Made Mangku Pastika (1974), Irwasum Komjen Yusuf Manggabarani, dan Kababinkam Komjen Imam Haryatna. Pemilihan Angkatan 1974 dan 1975 di jajaran bintang tiga ini, konon, memang disiapkan Sutanto untuk kelanjutan regenerasi pada pucuk pimpinan Polri.

Di level Kapolda, Angkatan 1973 hanya diisi tiga orang, yaitu Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman, Kapolda Jawa Tengah Irjen Dodi S, dan Kapolda Papua Irjen Max Donald.

Sumber terdekat Sutanto menyebutkan, perpindahan (mutasi) pada era Sutanto dapat dilihat secara jelas oleh internal Polri, bahwa tidak ada pengistimewaan bagi Angkatan 1973 atau Pati-Pati yang disebut sebagai orang dekat Kapolri.

Sutanto tak segan menghubungi bawahannya walau sudah larut malam. Suatu ketika, beberapa bulan lalu, Sutanto memerintahkan ajudannya menghubungi Kapolda Maluku karena ada yang ingin segera ditanyakan mengenai perkembangan situasi terakhir di Maluku. Ketika itu, memang sudah larut malam karena ajudan Sutanto menelepon sekitar jam 23.00 WITA. Saat Kapolri ingin berbicara, Kapolda Maluku Brigjen Moh. Guntur Setiawan sudah tidur dan oleh ajudannya dijawab bahwa Kapolda sudah istirahat. Kapolri memerintahkan kepada ajudannya agar Kapolda dibangunkan supaya bisa berbicara dengannya.

Dalam penanganan kasus Munir, kritikan tajam yang dilayangkan kepada Mabes Polri ditanggapi Sutanto secara positif. Ia langsung mengganti ketua tim penyidikan kasus pembunuhan Munir. Yang awalnya dipimpin Brigjen Surya Dharma langsung diganti Brigjen Matius Salempang. Dengan harapan, Polri dapat secara cepat menemukan tersangka pembunuh Munir, aktivis HAM.

Sutanto bukannya tidak tahu jika ada bawahan-bawahannya yang sengaja memberikan eksklusivitas pemberitaan kepada sebuah media untuk urusan penangkapan kelompok radikal (terorisme). Protes dari semua media massa dan banyak kalangan ditanggapi secara arif dan bijaksana oleh Sutanto.

Sutanto berusaha tenang dan tidak gegabah mengambil tindakan. Di internal Polri, sebenarnya ia sudah meminta secara tegas agar jangan ada bawahan-bawahannya di bagian Tim Anti-Teror yang sengaja melakukan diskriminasi sehingga menimbulkan kecemburuan sosial.

Sebenarnya, Sutanto amat geram melihat ulah segelintir bawahannya. Sebab, bukan hanya satu atau dua kali dilakukan, melainkan sudah bertahun-tahun sejak penangkapan para pelaku bom Bali 1. Tapi, karena kesabarannya sudah terusik, di pengujung Juni lalu, seusai melakukan sebuah kegiatan di Cibubur, ia menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Densus 88 untuk tidak membocorkan rahasia operasi kepada pihak manapun, apalagi pers, kalau memang belum saatnya diberitahukan. Ini, katanya, untuk mencegah kesalahan persepsi.

Kepada penulis dalam suatu kesempatan di Istana Kepresidenan, Sutanto mengatakan, ia sudah memerintahkan kepada Kabareskrim Komjen Bambang Hendarso Danuri agar masalah eksklusivitas pemberitaan soal terorisme tidak dibiarkan terus menerus diberikan oleh oknum kepada media tertentu saja.
Masa 2,5 tahun menjadi Kapolri, setidaknya cukup banyak prestasi gemilang dibukukan Susanto.

Kalau selama ini orang hanya menganggap masalah pemberantasan terorisme yang menonjol, belakangan tidak demikian. Tim Anti-Teror Polri belum mampu menangkap Nurdin M. Top. Padahal, dalam struktur organisasi Al Jamaah Al Islamyah, posisi Nurdin M. Top jauh di bawah posisi Zarkasih yang merupakan Amir Al Jamaah Al Islamyah dan Abu Dujana yang menjadi Panglima sayap militer JI.

BNN (dipimpin Komjen Made Mangku Pastika) dan Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri (dipimpin Brigjen Indradi Tanos) patut mendapat acungan jempol. Konsistensi penangkapan tak pernah putus dan tak gentar pada bandar-bandar yang merupakan bagian dari mata rantai sindikat internasional.

November 10, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN KAPOLRI SUTANTO : Membaca Rapor Kapolri Jenderal Sutanto Untuk Tahun 2007