Katakamidotcom News Indonesia

Kombes Wiliardi Wizard, Martir Yang Dikorbankan Institusi

http://sihiteezra.files.wordpress.com/2009/05/4-25.jpg
Oleh : Mega Simarmata, Direktur & Pemimpin Redaksi 
 
PERTEMUAN KHUSUS & WAWANCARA EKSKLUSIF
 

SEPUCUK SURAT UNTUK KOMBES WILIARDI WIZARD
 

Jakarta 13/11/2009 (KATAKAMI)  Setengah tahun lamanya, Kombes Wiliardi Wizard memendam keinginan untuk bisa berkenalan, bertemu dan sekedar mengucapkan terimakasih atas sebuah tulisan yang dimuat di KATAKAMI.COM bulan Mei 2009 yaitu tulisan yang berjudul, “SEPUCUK SURAT UNTUK KOMBES WILIARDI WIZARD”.
Willy – demikian Wiliardi Wizard biasa dipanggil – menghubungi semua pihak di kalangan terdekatnya untuk menanyakan apakah kenal dengan Pimpinan Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata ? Dan kalau kenal, apakah tahu nomor kontak telepon yang bisa dihubungi. Nova — Isteri Wiliardi Wizard – serta putri sulung mereka Tika, juga ikut mencari dimana dan bagaimana caranya untuk bisa berkenalan, bertemu dan berbicara dengan KATAKAMI.COM. 
 
Akhirnya keinginan mereka sekeluarga tercapai pada hari Jumat 13/11/2009. Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata diajak oleh Nova Wiliardi untuk membesuk suami tercintanya didalam tahanan Rutan Bareskrim Mabes Polri. Dan inilah hasil pertemuan kami. 
 



https://i0.wp.com/data5.blog.de/media/308/3479308_6170385624_m.jpg
 
Hari Jumat 13/11/2009 tepat jam 13.30 WIB, saya tiba di Gedung Bareskrim Polri. 

Petugas di pintu depan Bareskrim, sangat sopan dan profesional. Saya diminta untuk mengisi buku tamu, meninggalkan kartu identitas (KTP) dan menitipkan alat komunikasi saya yaitu HANDPHONE. Tadinya saya janjian untuk membesuk bersama-sama dengan Nova Wiliardi. Tetapi karena terhambat oleh kemacetan lalu lintas maka Nova Wiliardi agak belakangan tiba di Bareskrim.  
 
Saya yang masuk lebih dahulu ke dalam ruang tahanan Bareskrim Polri pada jam besuk. Petugas memanggil Wiliardi Wizard ke dalam sel tahanannya dan saya disuruh menunggu sebentar. 
 
Saat Wiliardi Wizard tiba di hadapan saya, mantan Kapolres Jakarta Selatan ini mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan dengan saya.  
 
“Pak Wiliardi, perkenalkan nama saya Mega Simarmata. Senang bertemu dengan Pak Wiliardi, bagaimana kabarnya “ sapa saya kepada Wiliardi. 
 
“Kabar baik Mbak Mega. Saya terharu sekali membaca tulisan Mbak Mega bulan Mei lalu. Berbulan-bulan saya ingin sekali bertemu dengan Mbak Mega. Saya tanya kemana-mana, begitu juga isteri dan anak saya, semua mencari tahu nomor kontak Mbak Mega. Saya tidak pernah berhenti mencari dimana Mbak Mega berada. Saya berdoa agar saya bisa dipertemukan dengan Mbak Mega. Tetapi baru sekarang keinginan saya untuk bisa bertemu itu kesampaian. Mbak, dari lubuk hati saya yang terdalam, atas nama saya pribadi … bahkan atas nama keluarga, kami semua mengucapkan terimakasih atas dukungan Mbak Mega lewat tulisan itu. Saya terharu sekali. Terimakasih Mbak, terimakasih” ungkap Wiliardi dengan wajah yang sangat serius  
 
“Terimakasih kembali Pak Willy, mungkin baru sekarang Tuhan membukakan jalan untuk kita bisa bertemu. Bagaimana kesehatan Pak Willy selama di tahanan ? Aman semua ?” tanya KATAKAMI.COM.  
  
“Ya beginilah Mbak, semua ribut karena kesaksian yang terakhir dalam persidangan Pak Antasari kemarin. Saya juga tidak tahu, mengapa tiba-tiba saya dapat kekuatan dari Tuhan untuk berbicara jujur apa adanya. Itulah yang sesungguhnya terjadi Mbak. Saya diperintah untuk mengikuti dan menanda-tangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) seperti yang sudah diatur oleh Polisi” lanjut Wiliardi. 
 
“Pak Willy, mengapa Bapak mau menanda-tangani kalau memang Bapak tidak membunuh Nasrudin Zulkarnaen
dan samasekali memang tidak terlibat ?” tanya KATAKAMI.COM.
 
 
https://i0.wp.com/www.detiknews.com/images/content/2009/10/22/10/antaraninasrudinluar.jpg 
“Mbak, saya ini bawahan, saya percaya pada atasan, pada pimpinan. Yang meyakinkan saya bahwa saya akan dijamin adalah perwira tinggi berbintang 2, masak saya berani membantah perintah atasan ?” ungkap Wiliardi selanjutnya. 
 
“Pak Willy, anda polisi yang berpengalaman. Sudah matang ditempa kehidupan. Mengapa anda mudah sekali percaya bahwa Sigid orangnya Kapolri BHD ? Apa yang membuat anda percaya ? Apakah sudah anda cek bahwa memang benar Sigid orangnya Kapolri BHD ?” tanya KATAKAMI.COM 
 
“Ya Allah Mbak … masak mungkin saya ini tidak mau mempercayai. Sigid itu siapa Mbak ? Dia orang sipil tetapi kok boleh dikawal oleh anggota KEPOLISIAN sebanyak 6 orang sekaligus. Dia itu siapa, kok bisa-bisanya pakai ajudan dari polisi. Siapa yang memerintahkan agar Sigid bisa sehebat itu pengawalannya. Mbak … ajudan-ajudan Sigid itu, bekas anak buah saya saat tugas di Selatan (Kapolres, red). Mereka tahu kok bahwa Sigid pernah bertamu ke MABES POLRI. Jangan dari sayalah informasinya. Tanyakan saja kepada ajudan-ajudan dan semua pengawal yang diberikan MABES POLRI untuk mengawal Sigid. Dan saya kan tahu Mbak, siapa saja Boss-Boss di Kepolisian sini yang sering bertamu atau bertemu dengan Sigid di rumahnya yang mewah sana. Saya kan dapat semua informasinya. Jadi mana mungkin saya tidak percaya bahwa dia orangnya TB-1. Bahkan, patut dapat diduga Sigid itu juga dikabarkan orangnya pihak tertentu yang ada di kawasan KALIBATA pada kepemimpinan yang dulu … kepemimpinan sebelum yang kepemimpinan yang sekarang di Kalibata” jawab Wiliardi Wizard.
 
“Pak Willy, terlibatkah anda dalam pembunuhan itu ?” tanya KATAKAMI.COM. 
“Demi Allah, saya bersumpah Mbak, saya tidak terlibat samasekali. Tuduhan keterlibatan itu hanya karena berdasarkan saya pernah berkomunikasi dengan Pak Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono, saya mohon Majelis Hakim berkenan untuk meminta agar semua rekaman pembicaraan saya dengan mereka-mereka tadi dibuka dalam persidangan. Saya ingin rakyat Indonesia mendengar, apakah benar dalam pembicaraan itu ada dibicarakan soal pembunuhan. Tolong dibuka semua rekaman pembicaraan itu. Kok tidak dibuka oleh POLISI. Bukalah agar transparan” jawab Wiliardi.  
 
“Pak Willy, anda mengatakan bahwa anda dipengaruhi atasan untuk menanda-tangani BAP. Iya kan  ? Nah, bagaimana kronologisnya ?” tanya KATAKAMI.COM.
 
https://i2.wp.com/www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090525_043553_z-gatra.jpg
Polda Belum Beri Penjelasan Resmi Soal Bocornya BAP Bandar Togel Acin

Berkas Pemeriksaan Bandar Judi Riau Beredar

“Jadi tanggal 30 April 2009 itu Mbak, pada pagi harinya saya didatangi oleh Wakabareskrim Polri Irjen Hadiatmoko. Saya ingat betul, itu terjadi jam 9 atau jam 10 pagi. Irjen Hadiatmoko bilang ke saya, nanti saya panggil Iwan (Kombes Mochamad Iriawan). Sudah ikuti saja BAP yang disusun Iwan. Sorenya Kombes Iwan datang menemui saya. Intinya, Kombes Iwan meminta saya untuk menanda-tangani saja BAP yang sudah disamakan dengan BAP Sigit. Dan puncaknya pada pukul 23 pada malam hari itu, lewat hp milik orang lain yang ada di tahanan saya … saya diminta bicara dengan Sigid. Sigid mengatakan … Mas, ikuti saja penyidik. Sasaran kita cuma ANTASARI kok. Kita dijamin oleh BHD, ikuti saja Mas. Saya pusing ini” demikian kata Wiliardi mengulangi omongan Sigid saat berbicara dengan Wiliardi Wizard. 
 
“Oh begitu kelakuannya WAKABRESKRIM POLRI yang pada saat itu dijabat oleh Irjen Hadiatmoko. Apakah beliau lupa bahwa patut dapat diduga ada kasus hukum yang sangat memalukan saat beliau menjabat sebagai KAPOLDA RIAU yaitu kasus bandar judi togel ACIN ? Kan memalukan jika ada kasus hukum seperti itu. Lalu kok bisa-bisanya mengarahkan bawahan untuk m
enanda-tangani sebuah BAP yang sepenuhnya disusun oleh penyidik sendiri ? Bayangkan, hanya dalam satu hari itu saja yaitu tanggal
30 April 2009. ada 3 orang yang membujuk, mempengaruhi, mengarahkan dan menekan agar Pak Willy mau menanda-tangani BAP yang seluruh isinya 100 persen buatan POLISI ?” tanya KATAKAMI.COM.
 
http://eriksahusilawane.files.wordpress.com/2009/05/sigit-haryo-wibisono.jpg 
“Iya betul Mbak, tanggal 30 April itu ada 3 orang secara berturut-turut meminta saya tanda-tangan BAP yang disusun POLISI. Saya kalut Mbak. Saya tidak menyangka akan dikhianati seperti ini. Saya dijanjikan akan dibebaskan kalau mau mengikuti perintah atasan untuk menanda-tangani BAP buatan POLISI. Saya tidak menyangka bahwa saya akan dikorbankan dengan cara yang sangat kejam seperti ini. Mengapa semua ini menimpa saya ? Saya tahu bahwa Sigid memang dekat dengan Kapolri sehingga itu yang membuat saya percaya kepada dia. Saya bahkan pernah mendengar langsung Sigid berbicara di telepon dengan Spri Kapolri dan alat pengeras handphone itu sengaja dibuka oleh Sigid saat ia berbicara dengan Sekretaris Pribadi (Spri) Kapolri yaitu Kombes Arief. Mengapa ada permainan tingkat tinggi seperti ini yang sengaja mengorbankan diri saya sekeluarga ? Apa salah saya ? Saya tidak mengerti Mbak” ungkap Wiliardi dengan raut wajah yang sangat sedih dan terpukul. 
“Sabarlah Pak Willy, kebenaran itu ibarat air yang mengalir. Ia akan tetap mengalir walau dibendung. Tuhan tidak tidur. Perbanyaklah doa dan zikir. Kendalikan emosi dan diri dalam setiap persidangan agar jangan sampai emosi jadi tidak terkontrol. Apapun yang terucap dan dilakukan dalam persidangan, semuanya menjadi catatan hakim. Jadi katakanlah yang sesungguhnya. Buka saja. Jangan ada yang ditutupi. Kesempatan itu tidak datang dua kali. Gunakan semua masa-masa di persidangan untuk mengatakan yang sejujurnya. Bahkan kalau patut dapat diduga memang ini melibatkan Kapolri atau POLRI secara institusi karena perintah dari Kapolri BHD, ungkapkan saja kebenaran itu” lanjut KATAKAMI.COM.
 
https://i2.wp.com/www.sripoku.com/foto/berita/2009/10/22/2210kcm11.jpg 
“Iya Mbak, pesannya akan saya ingat” jawab Wiliardi sambil menunduk sedih. 
“Pak Willy, sepanjang sejarah baru kali inilah ada INSTITUSI yang patut dapat diduga dengan sengaja menskenariokan dan menjerumuskan agar anak buahnya jadi MARTIR. Tidak mau tahu bahwa anak buah yang dikorbankan itu hancur kehidupan dan kariernya. Tindakan menjerumuskan dan mengorbankan anak buah yang tidak bersalah dengan skenario dan permainan tingkat tinggi seperti ini adalah perbuatan yang TIDAK berperikemanusiaan. Jadi, gunakan dengan sebaik-baiknya semua kesempatan dalam persidangan. Berkata jujur sejujur-jujurnya kepada hakim. Pasrahkan diri kepada Tuhan. Hati-hati dengan makanan, minuman dan rokok yang diberikan kepada anda. Jaman sekarang memang jaman canggih tapi jangan abaikan kecenderungan oknum-oknum tertentu yang sengaja mau menggunakan kekuatan sihir, hipnotis dan supranatural agar anda bungkam, patuh, tunduk dan mengikuti saja perintah oknum lain yang kelakuannya kayak jagoan tidak bermoral” kata KATAKAMI.COM. 
 
“Terimakasih Mbak Mega, hati dan pikiran saya terpukul sekali setelah dikorbankan seperti ini” kata Wiliardi.
 
GB 
Kombes Wiliardi Wizard lulusan Akpol angkatan tahun 1984 ini memiliki 3 orang anak dari pernikahan dengan seorang wanita cantik keturunan Minang & Aceh. 
 
Nova, isteri Wiliardi berkenalan dengan sang suami saat Wiliardi bertugas di Nangroe Aceh Darussalam yaitu saat menjadi Kanit Serse tahun 1984. 
 
Dari pernikahan mereka, lahirlah 3 orang anak yaitu Lustika Yunita Wiliardi (22 tahun), M. Resdi Wiliardi (17 tahun) dan Nisya Oktiani Wiliardi (11 tahun). Nova terus memberikan dorongan dan semangat kepada Wiliardi dalam menjalani semua permasalahan dan proses hukum ini.
 
“Mbak, saya ini pernah dipanggil ke ruangan Wakabreskrim Polri Irjen Hadiatmoko. Ketika itu saya datang bersama puteri sulung saya, Tika. Kami berdua menghadap Pak Wakabareskrim. Beliau bilang, sudahlah … sampaikan sama suami kamu, ikuti saja BAP yang disusun penyidik. Kami jamin suami kamu. Gampang kok … akui saja. Bilang begini … ya betul saya memang diminta untuk membunuh tetapi saya tidak mau dan saya suruh orang lain. Ya ampun … kalau suami saya disuruh oleh POLRI bicara begitu, kan sama saja menjerumuskan suami saya untuk kena pasal pembunuhan berencana. Suami tidak terlibat tetapi dipaksa oleh INSTITUSI untuk mengakui bahwa seolah-olah dia arsitek pembunuhan dan memang terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Kasus ini bukan kasus main-main. Ancamannya hukuman mati. Kenapa suami saya dijerumuskan untuk mendapat ancaman seberat itu untuk perbuatan yang sama sekali tidak dilakukannya ? Demi institusi, maka suami saya yang sangat mencintai POLRI dipaksa untuk mengakui skenario INSTITUSI bahwa sebenarnya suami sayalah pembunuhnya ? Ya Allah … alangkah jahatnya POLRI kepada kami yang sangat tak berdaya ini” ungkap Nova Wiliardi sampai menitikkan airmata. 
 
Nova menambahkan juga bahwa suaminya sampai pernah berusaha untuk bunuh diri.
“Suami saya frustasi saat ia menyadari bahwa perintah dan berbagai macam cara untuk membujuk agar suami saya menanda-tangani saja BAP yang disiapkan POLISI. Pernah dalam satu kesempatan, ketika saya datang membesuk di Provost … suami saya tidak ada di tahanan. Saya cari kemana-mana. Ternyata ada di kamar mandi dan disitu dia berusaha bunuh diri. Saya bilang … Papa, ada apa ? Jangan begini. Suami saya menangis-nangis dan mengatakan Mama saya dikhianati, saya dijebak, saya marah sekali. Saya bilang pada suami saya … sabar Papa, mandilah sekarang, ambil air wudhu … sholat Pa, berdoa. Jangan begini !” lanjut Nova saat menceritakan peristiwa dimana Kombes Wiliardi Wizard sampai pernah berusaha bunuh diri ketika akhirnya ia menyadari sejumlah oknum atasan terus mempengaruhi dan menjebaknya. 
 
Nova juga menceritakan peristiwa lain saat Kombes Wiliardi Wizard terjatuh dan terkapar di kamar mandi saat ia sudah ditahan di Bareskrim Polri. “Kebetulan saya datang dan saya lihat suami saya sudah tergeletak di lantai kamar mandi. Tekanan darahnya drop. Saya histeris dan menangis. Ya Allah … saya terus menguatkan suami saya. Kejam sekali semua perlakuan-perlakuan INSTITUSI ini kepada suami saya. Apa salah suami saya ? Dia tidak membunuh tetapi oknum-oknum atasan dan pejabat disini terus menerus meminta suami saya untuk PATUH saja memenuhi perintah. Saya sudah katakan kepada suami saya … jangan Papa, jangan ikuti kemauan mereka. Orang lain yang membunuh, orang yang lain yang terlibat, kenapa justru Papa yang diperintahkan dan dijebak untuk menjadi arsitek pembunuhan ini. Itu yang terus saya katakan kepada suami saya. Saya larang waktu itu menanda-tangani BAP yang direkayasa PENYIDIK untuk disamakan dengan BAP Sigid. Saya larang betul-betul suami saya. Tetapi pada malam tanggal 30 April 2009, KOMBES IWAN mendatangi suami saya ke tahanan dan disitulah BAP disuruh ditangani. Suami saya kok mau saja percaya, dia tidak baca lagi isi BAP. Dia termakan oleh janji-janji atasan. Siapa yang terlibat sebenarnya, tolong jangan begini jangan kepada suami saya. Malah pernah Mbak, Kabareskrim dan Wakabareskrim melarang siapapun juga membesuk suami saya di tahanan Bareskrim. Coba itu ? Suami saya mau diisolasi. Tidak boleh dibesuk oleh siapapun. Akhirnya suami saya bilang, mana surat perintah resmi yang isinya larangan membesuk. Tidak ada yang berani membuat surat resmi” kata Nova.
 

“Mbak Nova, selain WAKABARESKRIM POLRI Irjen Hadiatmoko, siapa lagi didalam INSTITUSI POLRI ini yang mengarahkan agar WILIARDI WIZARD mau menjadi martir mengakui di hadapan persidangan bahwa dialah pembunuh Nasrudin Zulkarnaen ?” tanya KATAKAMI.COM. 
 
“Selain WAKABARESKRIM POLRI, saya bertemu juga dengan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Mochamad Iriawan. Dia sahabat suami saya. Teman seangkatan suami saya. Tapi tega-teganya bilang begini … sudahlah, ikuti saja semua arahan penyidik. Keluarga memang akan terpukul, sedih. Tapi pasti kesedihan itu cuma seminggu, selebihnya akan merasa terbiasa. Kalau anak-anak merasa terpukul, hadapkan ke saya biar saya yang akan menjelaskan kepada anak-anak” jawab Nova Wiliardi. 
 
“Kok tega sekali berbicara seperti itu ? Keterlaluan. Lain kali Mbak, siapapun pimpinan di POLRI ini yang memanggil keluarga Pak Wiliardi untuk ditekan dan diarahkan seperti ini … rekam semuanya. Bawa perekam. Kalau dibiarkan terus menerus seperti ini, lama-lama POLRI ini akan jadi busuk karena u
lah segelintir orang. Tidak tahu malu semuanya mengarang-ngarang dan menskenariokan BAP. Rakyat Indonesia harus tahu. Dan Keluarga Wiliardi, jangan mau lagi dikerjai. Mulai saat ini rekam semuanya. Dalam persidangan, alat bukti sangat menentukan sekali. Jangan lupa, siapapun yang berani-berani lancang mulutnya merayu dan mengarahkan agar seorang bawahan terjerumus ke dalam semua permasalahan hukum … dialah yang harus diseret ke muka hukum. Dan kalau kami tidak salah ingat, patut dapat diduga ada kasus hukum terkait bandar judi Doni Harianto yang melibatkan Kombes Mochamad Iriawan bulan Desember 2008 yaitu patut dapat diduga ada suap sebesar Rp. 700 juta dari bandar judi. Oknum Jaksa Sudono sudah langsung dipecat akibat ketahuan menerima uang suap ini. Tetapi KAPOLRI BHD justru mengamankan anak buah yang patut dapat diduga menerima suap. Perilaku apa itu ? Apakah patut dapat diduga KAPOLRI BHD dapat setoran juga sebab dia tidak menindak anak buahnya yang terlibat dalam kasus penyuapan ?” ungkap KATAKAMI.COM.
 
Nova menambahkan, tak cuma dengan Wakabareskrim dan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya saja, dirinya pernah dipanggil untuk menemui KABARESKRIM. 
 
Isteri Wiliardi Wizard ini juga pernah dipanggil ke ruang kerja Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang intinya juga sama yaitu “MEMINTA” Kombes Wiliardi untuk mau mengikuti arahan penyidik yaitu menanda-tangani BAP yang sudah disusun Penyidik agar bisa disamakan 100 persen dengan BAP Sigid. Saya ingat betul, waktu saya ajak Tika anak saya menghadap WAKABARESKRIM … anak saya sampai pucat dan gemetaran. Dia tidak terima papanya ternyata dihukum dan dipenjara seperti ini hanya karena jebakan dan perintah atasan. Anak saya menangis. Tidak yakin papanya tidak bersalah. Jadi ketika dia ikut dan mendengar langsung atasan dari papanya bicara begitu, anak saya gemetaran dan langsung pucat. Dia dengar, WAKABARESKRIM meminta saya membujuk Pak Wiliardi mengikuti saya perintah atasan soal BAP” ungkap Nova.  
https://i1.wp.com/www.kaltimpost.co.id/uploads/berita/dir30052009/img30052009265091.jpg 
Pertemuan saya dengan Kombes Wiliardi Wizard memang sangat mengejutkan dan mengharukan. Bahkan saat saya membesuk Kombes Wiliardi hari Jumat(13/11/2009), ibunda Wiliardi yaitu Ibu Rosnaini (78 tahun) baru saja datang dari Padang, Sumatera Barat untuk membesuk puteranya. 
 
Ia bagaikan pelanduk yang terjepit diantara gajah-gajah yang bertikai. INSTITUSI seakan tak mau tahu dan tak merasa tak perlu untuk membela kebenaran yang ada di pihak bawahan. Sungguh menyayat hati dimana patut dapat diduga seorang polisi terbaik diumpan, dikorbankan dan dijerumuskan secara keji oleh INSTITUSI-nya sendiri.
Hidup seorang bawahan dihancurkan. 
 
Karier yang dibangun puluhan tahun oleh Wiliardi dihancurkan. 
 
Wiliardi dijanjikan untuk mendapat jaminan penuh keselamatan dari para oknum atasan agar bersedia menjadi orang yang “dituding” menjadi dalang atau arsitek pembunuhan. 
 
Wiliardi tak menyangka bahwa keputusannya untuk bersikap patuh dan tunduk pada atasan — terutama pada KAPOLRI — ternyata disalah-gunakan dan disesatkan.  
Lalu, apakah ada kepastian dan jaminan bahwa di kemudian tidak akan ada lagi POLISI-POLISI terbaik di Indonesia ini yang sengaja dikorbankan untuk INSTITUSI ? 
Ketika itu, “keluguannya” untuk mempercayai dan mengikuti perintah atasan untuk menanda-tangani BAP abal-abal buatan PENYIDIK POLISI ternyata berujung kefatalan.
Wiliardi tak bisa lagi lari dari jerat hukum dan pasal yang ditimpakan kepadanya sungguh berat yaitu pasal pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman adalah HUKUMAN MATI ! 
 
Apakah ada didunia ini, seorang atasan atau komandan atau panglima yang dengan sadar dan benar-benar sengaja menjerumuskan bawahannya untuk menanggung hukuman yang sangat mengerikan yaitu hukuman mati ? 
 
Iya kalau ia bersalah. 
 
Bagaimana kalau ternyata ia tidak bersalah dan tidak terlibat samasekali ? 
 
Patut dapat diduga Jenderal BHD sudah melampaui kewenangannya bila ternyata secara sadar dan sengaja memang mengorbankan anak buah.
 
Teganya Teganya Teganya … 
 
Tak cuma sekedar tega, jika memang ada atasan-atasan yang lancang menggadaikan dan mengorbankan anak buah untuk sekedar menjilat kepada kekuasaan maka tindakan seperti itu adalah tindakan yang BIADAB. 
 
SANGAT BIADAB ! 
 
Tindakan semacam ini adalah tindakan yang TIDAK berperikemanusiaan samasekali.
Ini adalah tindakan SADIS !
 
Hidup ini hanyalah sementara. 
 
Dan jabatan itu adalah amanah dari Tuhan, sewaktu-waktu jabatan itu bisa diambil kembali oleh Tuhan. 
 
(MS)
 

November 14, 2009 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: