Katakamidotcom News Indonesia

Running Text KATAKAMI.COM : Kunjungi Kedua BLOG KATAKAMI di WordPress yaitu KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM & KATAKAMIINDONESIA.WORDPRESS.COM

Advertisements

December 26, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Running Text KATAKAMI.COM : Kunjungi Kedua BLOG KATAKAMI di WordPress yaitu KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM & KATAKAMIINDONESIA.WORDPRESS.COM

Ode Untuk Presiden Obama Yang Menghapuskan Motto Kalimat PERANG MELAWAN TEROR

Presiden Barack Obama (Foto : Whitehouse.Gov)

Presiden Barack Obama (Foto : Whitehouse.Gov)

Jakarta, 3 April 2009 (KATAKAMI) Selalu ada kejutan dari seorang Barack Hussein Obama. Ia sangat tak terduga. Benar-benar tak terduga. Bahkan dalam menjajaki tangga karier politiknya, Obama tak mau jadi politisi kejutan yang baru sibuk kampanye dan “teriak-teriak” berorasi secara dadakan hanya untuk untuk meraih kemenangan. Semua direncanakan, dilaksanakan dan diupayakan secara cerdas Oleh Obama.

Dan kali ini, ia mengambil sebuah keputusan yang bijaksana. Motto utama dari KABINET BUSH selama bertahun-tahun yaitu kalimat “PERANG MELAWAN TEROR” dihapuskan secara total oleh Obama.

Tapi, bukan berarti Obama menghapuskan konsistensi AS dalam menangani dan memberantas masalah terorisme. Yakinlah bahwa penanganan dan pemberantasan terorisme akan tetap dilanjutkan oleh Pemerintah AS tetapi sedapat mungkin harus sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku. Tak bisa lagi semena-mena atau menghalalkan semua cara.

Dan penghapusan kalimat PERANG MELAWAN TEROR itu adalah kabar baru yang mengejutkan. Itu juga menjadi angin segar yang akan membawa dunia ke arah lebih manusiawi dan kondusif.

Pasti, tidak mudah bagi Presiden OBAMA untuk mengumumkan kebijakan seperti ini karena bisa disalah-artikan.

Tetapi ayah dari 2 anak ini berani mengambil keputusan. Semuanya itu, pasti demi bersinarnya lagi kemilau kedigdayaan bangsa AMERIKA SERIKAT yang sepenuhnya menghormati, mentaati dan konsisten menjalankan nilai-nilai Kemanusiaan, Hukum dan HAM.

Bayangkan, atas nama PERANG MELAWAN TEROR, Bush menghalalkan semua cara untuk melakukan invasi militer ke sejumlah negara yaitu Afghanistan dan Irak.

Atas nama PERANG MELAWAN TEROR, Bush memerintahkan dibukanya Penjara yang patut dapat diduga menjadi ladang penyiksaan bagi siapa saja yang dicurigai AS sebagai TERORIS yaitu Penjara Guantanamo. Tanpa ada proses hukum dan tanpa perlu mengikuti kaidah-kaidah hukum, ratusan orang diseret untuk dibantai disana.

Betapa malunya AS, foto-foto penyiksaan itu bocor melalui kecanggihan teknologi.

Dan tanpa disadari, kegarangan dan keganasan itu menimbulkan kebencian, antipati dan jungkir baliknya respek semua bangsa bangsa serta umat manusia di seluruh dunia terhadap AS.

Atas nama PERANG MELAWAN TEROR, Bush menghamburkan uang negara untuk membantu siapa saja dan negara mana saja yang dianggap bisa mengadopsi motto “PERANG MELAWAN TEROR” sehingga BUSH tidak “kesepian” dengan mimpi buruknya yang sangat berkepanjangan.

AS seakan tersentak disaat menyadari bahwa negara mereka mengalami krisis keuangan yang sangat parah pada era kekinian.

Padahal jika BUSH mau atau bisa sedikit saja mengendalikan amukan dan gejolak emosi yang meletup-letup dalam penanganan terorisme, AS bisa berhemat secara luar biasa dalam anggaran negara.

Peledakan Hotel JW Marriot Jakarta, 6 hari sebelum diserahkannya HAMBALI ke Pihak AS

Satu contoh kecil saja, saat teroris Hambali ditangkap di Thailand tgl 11 Agustus 2003. Kabarnya Pemerintah AS memberikan bonus uang USD 4 Juta untuk Pemerintah Thailand. Untuk apa ? Ya, untuk menjadi tanda terimakasih atas “keluguan” Thailand mau menyerahkan ke AS teroris yang berutang sangat banyak kasus tindak pidana terorisme di INDONESIA yaitu Hambali

Kenapa tidak diserahkan ke Indonesia, tetapi malah ke AS ?

Dan beberapa waktu lalu, kami coba untuk mempelajari data dan catatan di berbagai media massa. Proses penyerahan Hambali kepada Pihak AS menjelang akhir bulan Agustus 2003, terpaut sekitar 6 hari sesudah peledakan bom di Hotel JW Marriot Jakarta (Agustus 2003).

Kita tentu masih ingat kontroversi yang terjadi pada saat itu bahwa patut dapat diduga rencana peledakan itu sudah “bocor” duluan ke telinga Pihak AS sehingga pemesanan kamar dari rombongan AS dibatalkan menjelang hari naas.

Seandainya boleh ditarik benang merah dan dipertanyakan (walau sangat terlambat mempertanyakan hal ini), mengapa petinggi Anti Teror yang memang tahu bahwa Hambali adalah otak pelaku dan termasuk dalang utama semua aksi peledakan bom di Indonesia sejak peristiwa bom malam natal bisa “santai-santai saja” saat termonitor Hambali ditangkap ?

Padahal biasanya apa saja bisa langsung cepat tahu ? Mengapa bisa sangat kebetulan sekali, yaitu 2 minggu sebelum Hambali “dihadiahkan” Pemerintah Thailand kepada Pemerintah Bush, terjadi “lagi” peledakan bom di Indonesia ?

Yurisdiksi hukum dari penindakan hukum bagi seorang Hambali adalah di Indonesia dan agak aneh sebenarnya mengapa Thailand bisa dengan sangat aman sentosa menyenangkan hati Bush (tanpa ada sedikitpun berkoordinasi dengan Tim Anti Teror ?).

Sampai langit ini runtuh, Indonesia tak akan bisa memaafkan jika patut dapat diduga ada sesuatu yang memang sangat misterius dibalik peristiwa itu.

Dalam artian, jika patut dapat diduga ada OKNUM-OKNUM yang belagak tidak tahu bahwa “mangsa utama” penanganan terorisme di Indonesia sudah diciduk oleh kolega mereka tetapi belagak pilon saja agar berjalan lancar proses penyerahan itu kepada AS.

Jika Pemerintah Thailand saja dikabarkan mendapat dana sekitar USD 4 juta, patutkah dapat diduga ada OKNUM-OKNUM tertentu yang mendapat “angpao” juga agar seolah-olah memang tidak tahu samasekali proses tertangkapnya Hambali di Thailand karena memang sangat sibuk terhadap penanganan aksi peledakan bom di Marriot ?

Tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang terjadi, kecuali … ?

Siluet sketsa wajah HAMBALI

Agustus 2003, setelah Pemerintah Thailand menyerahkan Hambali maka tidak lama setelah itu dengan bangganya BUSH mengumumkan kepada dunia internasional bahwa seorang teroris paling berbahaya sudah berhasil ditangkap.

Sejak itu, HAMBALI seakan menjadi “executive member” atau anggota istimewa di Penjara Guantanamo.

Dan setelah hampir 6 tahun mendekam disana, kabar terakhir yang beredar adalah pria kelahiran Cianjur ini sudah memegang paspor sebagai warga negara Spanyol. Selama berada di Guantanamo, tidak ada satupun proses hukum yang dilakukan terhadap Hambali.

Bahkan POLRI tidak pernah diizinkan mendapatkan akses untuk bertemu Hambali di Guantamo. Padahal Hambali adalah otak pelaku alias dalang dari sejumlah aksi peledakan bom di Indonesia.

Kabar tentang diberikannya paspor Spanyol kepada HAMBALI memberikan indikasi bahwa dalam rangka penutupan Penjara Guantanamo per bulan Januari 2010 mendatang, maka besar kemungkinan HAMBALI akan ditransfer ke Spanyol untuk menjadi tahanan di negara itu.

Saat ini, AS memang gencar melobi sejumlah negara untuk mau menampung sisa dari tahanan-tahanan Guantanamo. Sebab, sebagian besar memang dipulangkan ke negaranya masing-masing.

Patut dapat diduga, fakta bahwa HAMBALI adalah petinggi Al Qaeda Asia dan Hambali jugalah yang berada dibalik sebagian besar aksi peledakan bom (terutama di Indonesia yaitu sejak peledakan bom malam Natal tanggal 24 Desember 2000), tampaknya benar-benar menjadi faktor pertimbangan AS untuk tetap “menunda” mudiknya HAMBALI ke Indonesia.

Jika HAMBALI diekstradisi ke Indonesia, ia juga tak akan pernah bisa luput dari proses penegakan hukum di Indonesia.

Sebab, Hambali berutang sangat banyak kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia karena sudah meluluh-lantakkan nilai-nilai peradaban di negara ini lewat serangkaian aksi peledakan bom.

Kembali pada kebijakan Presiden OBAMA untuk menghapus kalimat “PERANG MELAWAN TEROR” dalam agenda resmi pemerintahan mereka dalam menangani sektor keamanan nasional atau National Security”, sekali lagi kebijakan Presiden Obama ini jangan diartikan bahwa AS akan berhenti memerangi terorisme.

AS pasti akan tetap konsisten untuk menangani tindak pidana terorisme !

Namun, konsistensi itu akan disesuaikan dan dikembalikan kepada “rel” yang sebenarnya yaitu melakukan proses penegakan hukum tetapi bukan dengan melanggar hukum itu sendiri.

Metode interogasi ala WATER CANON yang diadopsi PEMERINTAHAN BUSH

Metode interogasi ala WATER CANON yang diadopsi PEMERINTAHAN BUSH

Contoh yang bisa diambil bahwa Presiden Obama tidak ingin ada tindakan yang melawan hukum dari aparatnya sendiri dalam proses hukum kasus terorisme adalah dengan dihapuskannya juga metode interogasi lewat cara WATER BOARDING yaitu menyiramkan air sebanyak-banyaknya ke arah muka (kepala) si “teroris” ke dalam air sampai benar-benar nyaris kehabisan nafas agar mau mengakui.

Cara penyiksaan yang tidak manusiawi seperti itulah yang dipakai oleh aparat PEMERINTAH BUSH selama ini dalam menangani orang yang dituduh sebagai teroris.

Hukum adalah hukum. Law is law.

Dan Presiden OBAMA menyadari bahwa penegakan hukum yang semurni-murninya adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan oleh kabinetnya saat ini.

Ambruknya derajat dan martabat AS karena beberapa tahun terakhir ini dituding sebagai negara yang paling keji dalam memperlakukan para tahanannya adalah buah dari motto kalimat “PERANG MELAWAN TEROR” tadi.

Contoh lain yang bisa diambil tentang kebrutalan terkait penanganan terhadap para tahanan (bukan tawanan tetapi tahanan !), adalah oknum Sersan yang akhirnya divonis pidana kurungan selama 35 tahun oleh Mahkamah Militer AS pada awal pekan ini. Sersan itu dengan “enaknya” menembak mati 4 orang tahanan di Irak dengan cara menembak para tahanan itu dari bagian belakang batok kepala.

Dan dalam kaitan misi pengembalian penanganan tindak pidana terorisme pada proses hukum yang “murni” di AS, maka kebijakan Presiden Obama menghapuskan kalimat “PERANG MELAWAN TEROR” itu menjadi sebuah tanda dan pemberitahuan bagi negara-negara lain atau pihak manapun (OKNUM orang-perorang) yang selama ini “tidak sadar” bahwa perilaku mereka jauh lebih buruk dari AS dalam menangani masalah terorisme.

Misalnya saja, ikut-ikutan juga menangkapi siapa saja yang dicurigai sebagai teroris. Main ciduk saja dan mengumumkan bahwa ia sudah menangkap teroris sekian ratus orang. Padahal belum tentu yang ditangkapi itu adalah teroris atau terbukti bersalah melakukan tindak pidana terorisme.

Terpidana Teroris ALI IMRON yang sudah divonis penjara seumur hidup malah dipinjam dari tahun 2003
Tapi supaya kelihatan keren dan hebat dimata Pimpinan, Pemerintah Indonesia dan bahkan dimata Pemerintah AS serta dunia internasional, maka diseret saja siapapun yang bisa diseret atas nama penanganan terorisme. Lalu, langsung diumumkan kepada media massa bahwa orang yang ditangkap dengan nama si A, si B dan si C adalah teroris jaringan tertentu.

Padahal belum tentu demikian. Tapi tidak ada yang bisa memprotes selama ini karena seolah-olah OKNUM Petinggi tertentu dalam penanganan terorisme di Indonesia ini, yang paling berhak tahu dan menangani masalah terorisme tersebut.

Ingat, pembuktian tentang bersalah atau tidaknya seseorang yang bermasalah dengan “hukum” adalah saat majelis hakim mengetuk palu dengan memberikan vonis kepada masing-masing terdakwa (apakah terdakwa itu terbukti bersalah atau justru sebaliknya).

Jadi sebelum ada vonis dari majelis hakim, maka prinsip hukum tentang asas praduga tak bersalah atau presumption of innocent wajib dihormati dan dilaksanakan.

Bukan tidak mungkin, Presiden Obama saat ini akhirnya tahu bahwa akibat gembar-gembor dan perilaku yang “over acting” (berlebihan) akibat motto “PERANG MELAWAN TEROR” tadi, sejumlah OKNUM yang selama bertahun-tahun mendapatkan berbagai pelatihan atau bantuan teknis untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani terorisme di negaranya masing-masing, justru menyalah-gunakan semua atensi, ilmu dan kemampuan yang didapatkan berdasarkan kebaikan hati AS.

Bayangkan saja, maksud AS sebenarnya memberikan semua bantuan itu agar dalam upaya penanganan terorisme itu bisa lebih tajam dan membuahkan hasil yang nyata.

Tetapi patut dapat diduga, ada dampak yang sangat fatal yaitu semua “ilmu” itu ada yang justru disalah-gunakan atau dipraktekkan kepada pihak lain yang tidak bersalah samasekali.

Entah itu jenis ilmu dan kemampuan teknis apapun yang serba canggih dari Penyidik-Penyidik AS Dinas Intelijen Rahasia AS (CIA) atau Biro Investigasi Federal (FBI).

Siapa bilang, semua ilmu dan kemampuan teknis itu tidak mungkin disalah-gunakan ?

Segala sesuatu mungkin saja dilakukan dan patut dapat diduga di Indonesia inipun penyalah-gunakan itu ada dilakukan oleh OKNUM orang per orang (sekali lagi, yang patut dapat diduga menyalah-gunakan itu adalah OKNUM yang merasa paling jago dalam hal penanganan terorisme di Indonesia selama ini).

siapa yang mendanai pembuatan BUKU MEMOAR karya terpidana teroris ALI IMRON ?

Dilatih dan diajari untuk melacak keberadaan teroris menggunakan kecanggihan teknologi misalnya, entah itu dari alat penyadap telepon (intercept) dan teknologi pada dunia maya (cyber media) ternyata ilmu yang sangat “rahasia” ini malah digunakan untuk merugikan pihak lain yang nyata-nyata bukan teroris.

Privacy atau wilayah pribadi orang lain, serta hak-hak yang sangat mendasar dari warga sipil tak bersenjata, menjadi diobrak-abrik kalau misalnya patut dapat diduga ada OKNUM yang asyik saja menyalah-gunakan semua “ilmu, alat dan kemampuan teknisnya” selama ini yang diperoleh dari Pihak AS.

Apalagi karena pembuktian dari semua “kejahatan siluman” bersifat sangat absurd dan memang sulit pembuktiannya di lapangan, maka patut dapat diduga merajalela semua penyalah-gunaan itu dalam aplikasinya pada kehidupan sehari-hari.

Yang repotnya lagi, atas nama penanganan terorisme dan predikat sebagai pelaku-pelaku gerakan intelijen maka patut dap
at diduga OKNUM-OKNUM yang memang memiliki akses penyadapan dan kecanggihan teknologi untuk sektor keamanan nasional akan saling menjegal dan saling meniru dalam hal melakukan perbuatan melawan hukum karena didorong rasa rivalitas yang sangat tinggi.

Tidak ada yang menjamin bahwa semua perangkat penyadapan dan kecanggihan teknologi itu digunakan secara baik dan benar !

Tidak ada pengawasan yang bisa dipertanggung-jawabkan secara hukum karena masing-masing kubu tak akan pernah bisa diakses oleh pihak luar yang punya otoritas hukum melakukan penindakan jika itu menyalahi aturan perundang-undangan !

Sehingga, patut dapat diduga dibebaskannya OKNUM-OKNUM menggunakan semua itu seenaknya sendiri tanpa ada pengawasan yang ketat, bisa membuka peluang bagi terciptanya proses kudeta atau perbuatan melawan hukum lainnya dengan dibantu peralatan penyadapan dan kecanggihan teknologi yang dibeli sangat mahal oleh negara untuk penanganan terorisme.

AS, terutama Presiden OBAMA, tentu sekarang merasa bersalah jika patut dapat diduga ada penyalah-gunaan ilmu dan peralatan penanganan anti teror di negara-negara lain yang dalam masa keemasan prinsip PERANG MELAWAN TEROR, diberi keutamaan dan fasilitas dalam menyerap ilmu dan bergelimpangannya “dolar” dari kabinet BUSH dalam upaya memberantas tindak pidana terorisme.

AS, terutama Presiden OBAMA, tentu merasa bersalah juga jika akhirnya bangsanya sendiri yang bangkrut karena selama bertahun-tahun lamanya memposisikan diri seperti “sinterklas” yang mudah memberikan dan membantu apa saja tanpa ada batasan limit.

Padahal patut dapat diduga, ada juga bantuan keuangan itu yang masuk ke kantong pribadi orang per orang yang terlibat langsung di lapangan dalam penanganan terorisme di berbagai negara.

Satu hal yang perlu dibuka misterinya kepada seluruh rakyat Indonesia adalah berapa dan mana pertanggung-jawaban dari semua dana bantuan dalam penanganan terorisme di Indonesia dari negara asing ?

Jika selama ini ada Petinggi-Petinggi Anti Teror atau Perwira Menengah yang mendapatkan pelatihan demi pelatihan, perjalanan dinas dalam rangka pendidikan anti teror atau hal ihwal apapun yang terjalin atas nama kerjasama penanganan terorisme (terutama dari Pihak AS), berapa nilai total dari semuanya itu selama kurun waktu 6 tahun terakhir ?

Rakyat Indonesia berhak tahu karena kebaikan hati Pemerintah AS itu diberikan dalam rangka kerjasama penanganan terorisme antara AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA, bukan dengan orang per orang.

Ini harus dicamkan baik-baik !

Sehingga, siapa saja yang selama ini menikmati dan mendapatkan semua fasilitas, uang, alat, pendidikan, pelatihan dan semua jenis bantuan dari Pemerintah AS selama kurun waktu 6 tahun terakhir harus bisa (dan wajib hukumnya) bisa mempertanggung-jawabkan semua itu kepada rakyat Indonesia.

Dan kalau mau kejam sedikit dan sangat tajam mengupas tuntas misteri aksi terorisme ini, patut dapat diduga ada juga aksi peledakan bom itu yang bukan dilakukan oleh kalangan teroris itu sendiri alias direkayasa.

Ini bukan mustahil sebab semua hasil penyidikan dan setumpuk barang bukti yang diserahkan misalnya, memungkinan oknum-oknum tertentu meniru gerak, langkah dan strategi kalangan teroris itu sendiri.

Hanya Tuhan yang tahu dan biarlah itu menjadi tanggung-jawab dari oknum masing-masing antara diri mereka kepada Sang Pencipta jika ternyata hal semacam ini ada terjadi di belahan dunia ini.

Sketsa wajah oknum perwira tinggi yang patut dapat diduga meloloskan ALI IMRON agar tidak terkena mati, lalu pura-pura dipinjam dari LP Krobokan Bali dari mulai tahun 2003 sampai saat ini. Bahkan, patut dapat diduga mendanai ALI IMRON hidup berkemewahan dari hotel ke hotel dan apartemen mewah, serta membuatkan buku memoar serba luks untuk ALI IMRON. Ada apa sebenarnya antara oknum perwira tinggi ini dengan JARINGAN TERORISME ?

Sketsa wajah oknum perwira tinggi yang patut dapat diduga meloloskan ALI IMRON agar tidak terkena mati, lalu pura-pura dipinjam dari LP Krobokan Bali dari mulai tahun 2003 sampai saat ini. Bahkan, patut dapat diduga mendanai ALI IMRON hidup berkemewahan dari hotel ke hotel dan apartemen mewah, serta membuatkan buku memoar serba luks untuk ALI IMRON. Ada apa sebenarnya antara oknum perwira tinggi ini dengan JARINGAN TERORISME ?

Lalu, satu hal yang perlu disampaikan kepada Presiden OBAMA, apakah AS bisa memahami dan menerima dengan lapang dada bahwa anggaran keuangan negara mereka yang selama ini diberikan kepada INDONESIA dalam penanganan terorisme, berjalan dengan timpang dalam kasus peminjaman terpidana ALI IMRON ?

Terpidana kasus Bom Bali I ini, bisa luput dari vonis mati hanya karena dianggap bisa bekerjasama. Lalu, ia mendapatkan vonis pidana kurungan (penjara) seumur hidup. Tapi apa yang terjadi ?

Ali Imron, dipinjam dari LP Krobokan sejak ia menerima vonis dari majelis hakim tahun 2003 dan tidak pernah lagi dikembalikan ke penjara. Teroris yang merupakan pelaku utama dari Bom Bali I ini justru dibiayai oleh OKNUM Petinggi Anti Teror untuk hidup serba mewah dan dibuatkan buku otobigrafi yang sangat lux.

Apa yang bisa dibanggakan dari tindakan OKNUM Petinggi Anti Teror yang seperti ini ? Sangat memalukan ! Benar-benar memalukan dan keterlaluan.

Kalau misalnya sekarang, rakyat AS tahu bahwa dana yang digelontorkan oleh negara mereka untuk penanganan terorisme di Indonesia ini, justru dinikmati juga oleh seorang teroris paling “berbahaya” yaitu hidup berkemewahan dengan fasilitas penuh yang sempurna ?

Dimana konsistensi dari penegakan hukum karena korban yang masih hidup dari peledakan BOM BALI I saja, sampai saat ini banyak yang harus hidup menderita dalam keadaan cacat permanen ?

Sementara Ali Imron, ia berleha-leha bagaikan konglomerat muda yang serba bergelimpangan harta.

Tahukah Presiden OBAMA bahwa tindakan semacam ini yaitu kesewenang-wenangan dengan memberikan kemewahan dan kebebasan yang absolut kepada teroris sekotor Ali Imron ini adalah sebuah bentuk pengingkaran dan pengkhianatan terhadap misi penanganan terorisme ?

Ali Imron harus dikembalikan ke dalam penjara, tidak bisa tidak !

Kalau perlu, Petinggi Anti Teror yang selama ini seenaknya saja menggunakan keuangan negara atau bantuan dari negara lain untuk membiayai teroris Ali Imron hidup berkemewahan harus diseret ke muka hukum untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya yang sangat memalukan Indonesia. Jangan bicara soal keberhasilan penanganan terorisme kalau teroris yang harusnya bertanggung-jawab terhadap kasus Bom Bali I saja, justru dibiayai hidup berkemewahan.

Ada apa dibalik semuanya itu ?

Bahkan sudah saatnya, KABINET OBAMA menelusuri hal ini, yaitu apakah ada dana bantuan dari AS yang disalah-gunakan untuk membiayai hidup Ali Imron secara berkemewahan !

Dan Presiden OBAMA perlu “memasang mata dan telinga” dari Pemerintahan yang dipimpinnya saat ini apakah patut dapat ddiuga ada OKNUM tertentu yang selama bertahun-tahun ini mendapatkan bantuan dari AS dalam menangani terorisme, menjadi milyuner atau bahkan triyuner dari hasil komiditi dagang di bidang penanganan terorisme ?

Semua mungkin saja terjadi ! Dan karena belum terbongkar maka rakyat Indonesia belum tahu apa sebenarnya yang terjadi

Tragedi serangan 11 September 2001 di AS, sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan hati dan memprihatinkan. Tak cuma bagi AS, tapi bagi bangsa-bangsa didunia

Tragedi serangan 11 September 2001 di AS, sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan hati dan memprihatinkan. Tak cuma bagi AS, tapi bagi bangsa-bangsa didunia

Dibalik keputusan Presiden Obama untuk menutup Penjara Guantanamo dan meluruskan penanganan terorisme itu sendiri agar sesuai dengan kaidah hukum, maka tampaklah keseriusan KABINET OBAMA untuk melakukan hal-hal yang memang semestinya dilakukan selama ini.

Dan semua pihak harus menghargai niat baik dari Presiden OBAMA.

AS tak akan pernah mungkin menghapuskan sejarah kelam terkait Tragedi Serangan 11 September 2001. Serangan itu adalah aksi teror yang paling biadab dan sangat “tak termaafkan” sebenarnya. Tetapi tak ada negara manapun di dunia ini yang bisa dibiarkan main hakim sendiri atau menerapkan hukum rimba di negara mereka.

Hukum adalah hukum. Law is Law.

Penanganan terhadap tindak pidana terorisme memang harus tetap dilanjutkan dan diteruskan.

Ini tidak boleh berhenti hanya sampai disini. Kewaspadaan tetap harus dilakukan karena sedikit saja lengah maka kalangan teroris yang sedang “tiarap” itu bisa kumat sakit moralnya.

Kerjasama antara AS dan negara-negara manapun di dunia ini dalam penanganan terorisme juga harus tetap dilanjutkan dan diteruskan. Tetapi, jangan lagi dibuat sangat absolut atau tidak terbatas. Semua harus terukur, terarah dan bisa dipertanggung-jawabkan.

AS, khususnya Presiden OBAMA, juga harus menertibkan berbagai ilmu atau produk apapun yang selama bertahun-tahun lamanya disebar atau diberikan ke sejumlah pihak dalam misi PERANG MELAWAN TEROR tadi, tetapi terindikasi telah disalah-gunakan.

Harus ada terobosan yang sifatnya tertib hukum dalam penggunaan ilmu atau produk apapun yang berasal dari AS untuk penanganan terorisme yang disalah-gunakan tadi.

Sebab, jika patut dapat diduga ada pihak tertentu atau OKNUM tertentu orang perorang yang menyalah-gunakannya kepada warga sipil tak bersenjata (padahal AS mentransfer ilmu dan memberikan bantuan material apapun juga untuk penanganan terorisme), maka penyimpangan ini sangat layak dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam hal itulah, AS harus mulai melacak secara cermat dan seksama, apakah memang ada hal-hal semacam ini terjadi di mana saja !

Harus Presiden OBAMA yang memberikan perintah langsung tentang penertiban semua itu agar seluruh p
erangkat dibawahnya tunduk dan patuh kepada perintah kepala negara negara.

Dengan demikian, akan mudah melakukan penelusuran dan pembuktian terhadap semua penyimpangan atau penyalah-gunaan itu.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton

Berbicara di Den Haag (Belanda), pengumuman tentang penghapuskan kalimat atau motto “PERANG MELAWAN TEROR” tadi disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Peran Hillary juga pasti ada dalam misi pelurusan kembali penanganan terhadap terorisme ini.

Menurutnya, Pemerintahan Bush yang telah digantikan oleh Presiden Obama memutuskan penghapusan frasa penggunaan kalimat “PERANG MELAWAN TEROR” antara lain karena dijadikan alat pembenaran untuk melakukan intervensi ke Irak dan pemenjaraan tahanan tersangka pelaku teror di Guantanamo, Kuba, dan banyak penjara rahasia CIA di luar negeri.

Tentu Indonesia juga harus menyambut baik kebijakan ini. Semoga saja, ini akan membawa dunia ke arah yang lebih baik.

Tetapi, pasca diberlakukannya kebijakan ini maka yang perlu diwaspadai bersama adalah dampaknya. Entah dari kalangan teroris itu sendiri, atau dari OKNUMtertentu yang merasa kehilangan “lahan rezeki nomplok” karena patut dapat diduga sudah terlanjur menjadikan isu terorisme menjadi “komoditi dagang”.

Jangan diberi ampun kepada siapa saja yang mencoba untuk bermain-main dengan keselamatan, keamanan dan ketentraman dunia. Tapi jangan dibiarkan ada yang bermain-main dengan segala arogansi penuh rekayasa.

Presiden Obama sekeluarga

Presiden Obama sekeluarga

Ode adalah sebuah nyanyian tentang penghargaan dan pujian kepada seseorang yang telah melakukan sesuatu yang baik.

Dalam hal ini, Presiden Obama dengan sangat bijaksana telah melakukan terobosan yang niscaya akan membantu secara sungguh-sungguh membawa dunia ke arah yang jauh lebih baik.

Thank you very much, Mr President !

(MS)

December 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Ode Untuk Presiden Obama Yang Menghapuskan Motto Kalimat PERANG MELAWAN TEROR

Mengenang Stanley Ann Dunham Obama, Sang Pencinta Seni

https://i1.wp.com/www.rashid.nl/animation_bday_heaven.gif

MAWAR SURGA ITU BERNAMA STANLEY ANN DUNHAM

Jakarta 19/11/2009 (KATAKAMI) Setelah mengembara keliling Amerika, akhirnya koleksi kain batik milik Almarhumah Stanley Ann Dunham – ibunda Presiden AS Barack Obama – dipamerkan di Indonesia.

Sayang sekali, ternyata pameran ini gagal menyelaraskan agendanya dengan kedatangan dan kehadiran Presiden Obama ke Indonesia. Presiden AS yang ke-44 itu tadinya sempat dijadwalkan datang ke Indonesia pada bulan November ini.

http://triadinugroho.files.wordpress.com/2008/11/barack_obama0.jpg

Namun akhirnya rencana kunjungan Presiden “BARRY” Obama ke Indonesia mengalami penundaan sampai tahun 2010 mendatang.Alasan resminya adalah agar kedua puteri tercintanya yaitu Malia dan Sasha bisa ikut serta ke Indonesia di masa liburan sekolah.

Padahal bisa jadi, Obama yang cerdas ini sedang mengamati dan mencermati secara seksama situasi di Indonesia yang carut marut tidak jelas.

Sebentar mengaku sukses mengatasi terorisme tetapi sebentar kemudian malah terjadi peledakan bom.

Siapa yang sudi datang ke Indonesia jika patut dapat diduga aparat keamanan di Indonesia ini terlibat dalam aksi peledakan bom misalnya ?

Siapa yang sudi datang ke Indonesia jika patut dapat diduga Noordin M Top belum mati tetapi diklaim sudah mati ?

https://i1.wp.com/id.askindonesia.com/wp-content/uploads/2009/06/batik-300x256.jpg

Yang ingin disoroti disini adalah indikasi mengambil hati dan menjilat kepada Presiden Obama dengan cara memamerkan koleksi batik ibundanya yang pernah lama tinggal di Indonesia.

Tak cuma itu, Ann Dunham juga pernah menikah dengan pria Indonesia – Lolo Soetoro – setelah pernikahan pertamanya dengan pria Kenya (Barack Hussein Obama Sr) berakhir.

Bagi Ann Dunham, Indonesia adalah setengah dari jiwanya. Ia tak cuma menjadi sosok manusia Amerika saja. Tetapi didalam diri dan kehidupannya secara total, menyatu 3 budaya dan 3 cinta yang berbaur menjadi satu yaitu budaya dan cinta atas Amerika, Kenya dan Indonesia !

https://i1.wp.com/blog.netkarachi.com/wp-content/uploads/2008/11/obama-family.jpg

Ann Dunham adalah seorang pekerja keras yang berani dan murah hati. Ia mencintai seni dan budaya Indonesia dan negara-negara yang kerap dikunjungi di muka bumi ini.

Ia tak Cuma membantu etnis Kenya atau Jawa semata – walaupun 2 pria yang pernah mengisi hati dan hidupnya berasal dari Kenya dan Jawa. Ia mencintai seni dan budaya secara total yang ada didunia. Ann Dunham adalah seorang perempuan yang berhati mulia sebab ia tak segan membantu kalangan miskin, papa, lemah dan tak berdaya.

Ia ajarkan kepada kedua permata hatinya untuk selalu mengedepankan dan mengutamakan hal-hal kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan keadilan.

Ann Dunham tidak menyadari bahwa buah dari semua kebaikan dan kemurahan itu menjadikan dirinya sebagai bagian yang sangat tak terpisahkan dari keindahan dan kesenian hidup yang nyata.

https://i0.wp.com/judicial-inc.biz/86obam18.jpg
Ann Dunham adalah keindahan dan kesenian yang sebenarnya.

Sehingga kami tak yakin, Ann Dunham bahagia bila melihat di dunia ini koleksi batiknya dipamerkan kesana kemari – entah untuk kepentingan apa –.

Sebab bila melihat dari sejarah kehidupannya dulu, Ann Dunham bukanlah tipikal yang suka menjilat kepada kekuasaan atau kekuatan dunia yang orientasinya adalah jabatan serta kepentingan sesaat.

Marilah kita menghormati semua bentuk perjuangan dan kebaikan seseorang secara apa adanya. Jangan karena untuk menjilat atau mengambil hati Presiden Obama, maka koleksi batik almarhumah ibundanya dipamer-pamerkan.

https://i1.wp.com/access.nscpcdn.com/gallery/i/w/wnew_maya_soetoro_ng/maya1.jpg
Obama sendiripun – dan adiknya yaitu Maya Soetoro – tak berhak mengatas-namakan ibu mereka untuk mengizinkan koleksi pribadi di zaman dulu menjadi bahan eksploitasi kepada umum.

Lakukan dan lanjutkanlah semua hal baik yang pernah dilakukan Ann Dunham kepada kalangan miskin, papa, lemah dan tak berdaya jika memang kita ingin menghargai dan memberikan penghormatan yang tulus kepada ibunda Obama ini.

https://i1.wp.com/www.batik.go.id/images/batik_koleksi_ibu_obama.jpg

Jadi bukan dengan cata memamerkan koleksi batik.

Iya kalau koleksinya cuma kain batik. Bagaimana kalau ternyata koleksi Ann Dunham bukan cuma sebatas batik tetapi kain-kain tradisional buatan Indonesia. Misalnya kain songket dan kain-kain tradisional lainnya.

Terjadi diskriminasi dari lembaran sejarah dari kehidupan seseorang yang sudah meninggal dunia. Padahal Ann Dunham adalah sosok yang menentang diskriminasi secara dangkal. Ia ingin tetap adil secara humanis. Ia ingin tetap berdiri diatas semua suka, agama, ras dan golongan. Ia bukan cuma milik satu suku atau satu negara saja.

https://i0.wp.com/graphics8.nytimes.com/images/2008/03/14/us/14obama2.190.jpg

Ann Dunham kini sudah bahagia di surga.

Bisa jadi Ann Dunham sangat tidak ingin nama atau kehidupan dimasa lalunya di eksploitasi hanya untuk sekedar menjadi bagian atau trik mengambil hati serta mencuri perhatian anak-anaknya.

Sekali lagi, jika ingin menghargai dan menghormatinya maka hal yang terbaik yang harus dilakukan adalah meneruskan dan melanjutkan perjuangan serta kegigihannya melakukan hal-hal sosial, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan yang berguna bagi sesama.

Animation14.gif roses image by valaria1



Bulan November ini adalah bulan yang sangat spesial untuk Ann Dunham sebab di bulan inilah ia berulang tahun (29 November 1942 – 7 November 1995).

Ann Dunham pantas dikenang secara baik dan manis.

Izinkan segala yang baik dan manis semasa hidup Ann Dunham dulu, tetap melekat di hati siapa saja yang pernah mengenal, dekat dan merasakan langsung segala kebaikannya.

Terutama warga Indonesia yang dulu sempat menerima segala bentuk bantuan dan cinta anda yang tulus.

Selamat ulang tahun Ibu Ann. Happy birthday in heaven.

Terimakasih untuk cinta dan kebaikan anda kepada Indonesia. Percayalah Ibu Ann, anda selalu ada di hati dan kenangan Indonesia.

Selamanya.



MS

December 20, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Mengenang Stanley Ann Dunham Obama, Sang Pencinta Seni

Olala Selamat, Obama Raih Nobel Perdamaian 2009

US President Barack Obama speaks, after winning Nobel Peace ...

Oslo 09/10/2009 (KATAKAMI) Luar biasa ! Ini kabar yang tentu sangat mengejutkan dan membanggakan bagi Amerika Serikat karena Presiden mereka yaitu Barack Hussein Obama dianugerahi Nobel Perdamaian 2009.

Selalu dan selalu ada kabar yang “mengejutkan” dari atau mengenai Obama.

Kali ini ya itu tadi, putera dari pasangan Barack Hussein Obama (Sr) dan Stanley Ann Dunham ini mendapat anugerah kemenangan Nobel Perdamaian 2009.

Obama memang bukan Presiden AS pertama yang bisa memenangkan NOBEL PERDAMAIAN ini. Sebelumnya sudah ada beberapa Presiden AS yang pernah memenangkannya yaitu Theodore Roosevelt (1906), Woodrow Wilson (1919),  Jimmy Carter (2002).

Kemenangan ini terasa sangat mengejutkan karena Obama memenangkannya justru disaat ia belum setahun menjabat sebagai Presiden AS.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/12/noblepeaceprize.jpg?w=300

Kemenangan ini memang tak perlu dicurigai. Dalam kurun waktu 9 bulan masa jabatannya ditahun pertama memerintah di Gedung Putih, Obama sudah menunjukkan konsistensi menjaga perdamaian dunia. Ia tak ragu untuk menyampaikan kritikan atau kebijakan yang mungkin bagi sebagian orang tidak populer.

Garis kebijakan Obama dalam menjaga perdamaian — terutama kesungguhan AS mendukung proses perdamaian di Timur Tengah — tergambar dan terungkap secara jelas dalam pidatonya di CAIRO UNIVERSITY bulan Juni lalu.

Obama menyampaikan kepada dunia bahwa AS tidak sedang berbasa-basi untuk mendekati, merangkul dan menjanjikan masa depan yang lebih baik dengan dunia Islam. Obama tak segan mengkritik Israel terkait pembangunan perumahan di Tepi Barat. Obama juga tak segan untuk menunda sejenak permintaan dari militer AS terkait penambahan di Afghanistan dalam jumlah yang relatif banyak.

Ia keras mengkritik program nuklir di Korea Utara dan Iran.

Ia lugas menyampaikan bahwa seharusnya Junta Militer Myanmar segera melepaskan Aung SanSuu Kyi, yang juga adalah peraih Nobel perdamaian.

FILE - In this Sept. 12, 2009, file photo, President Barack ...

Obama yang lahir tanggal 4 Agustus 1961 ini seakan ingin selalu melewatkan setiap detik dalam hidupnya untuk mengedepankan dialog (diplomasi yang persuasif) dan mengutamakan prinsip perdamaian diatas segalanya.

Tetapi tidak memberikan toleransi kepada tindakan apapun dan siapapun yang mengatas-namakan radikalisme dan terorisme untuk mengangkangi perdamaian dunia.

Kabar tentang kemenangan Obama meraih NOBEL PERDAMAIAN ini, semoga membuat dan semakin mendorong Obama untuk mengingat secara baik bahwa ia diharapkan oleh dunia untuk berbuat lebih banyak, lebih jelas, lebih kuat dan lebih terang dalam memelihara perdamaian dunia.

Selamat Presiden Obama !

Sungguh kami ikut berbangga hati sebab beberapa tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya mampu menjadi kandidat Nobel Perdamaian tetapi gagal meraihnya. Kami ingin meminjam lagi sebuah judul lagu yang pernah kami buatkan menjadi sebuah judul tulisan mengenai Presiden Obama, HEAL THE WORLD (Michael Jackson) :

There’s A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You’ll Find There’s No Need
To Cry
In This Place You’ll Feel
There’s No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

(MS)

December 4, 2009 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Olala Selamat, Obama Raih Nobel Perdamaian 2009