Katakamidotcom News Indonesia

Mengutuk Sensasi Serangan Malam Natal Ke Paus Benediktus

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/vivailpapa.jpg?w=300

WWW.KATAKAMI.COM

Jakarta 26/12/2009 (KATAKAMI) Cukup mengejutkan serangan terhadap Paus Benediktus ke XVI di malam natal (24/12/2009).

Pemimpin Gereja Katolik Roma ini terjatuh setelah di serang secara sengaja oleh perempuan tak waras bernama Susanna Maiolo saat hendak memimpin jalannya misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus, Vatican City.

In this photo released by the Vaticans LOsservatore Romano ...

YOUTUBE : Pope Attacked at Vatican

YOUTUBE : Pope Attacked at Xmas Eve Mass

Paus yang kini berusia 82 tahun tak terluka dan tetap melanjutkan perjamuan agung ekaristi yang pada malam Natal itu diikuti oleh sekitar 1,1 miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Dua tahun sebelumnya yaitu 6 Juni 2007, Paus Benediktus ke 16 juga hampir diserang oleh seorang pria yang hendak meloncat ke dalam mobil Paus di lapangan Basilika Santo Petrus Vatikan.

Mari kita bahas sedikit soal penyerangan terhadap Paus Benediktus ke 16 di malam Natal.

Siapakah pihak tertentu yang ada di balik serangan brutal tanpa senjata dari Susanna Maiolo ?

Walau perempuan gila ini dinyatakan tidak berbahaya karena tidak membawa senjata, tapi pihak yang ada di balik serangan itu harus diusut ?

Apa maksudnya ?

Mengapa dirancang dan dilaksanakan peristiwa tak beradab seperti itu kepada Pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia?

https://i0.wp.com/d.yimg.com/a/p/afp/20091225/capt.photo_1261761313614-4-0.jpg

Memang disebutkan bahwa tahun lalu, Susanna Maiolo juga sempat ingin melakukan serangan.

Tapi sulit untuk diterima oleh akal sehat jika disebutkan bahwa perempuan gila ini tidak memiliki motif “serius” yang kental nuansanya dengan taktik intelijen yang sangat mahir.

Serangan itu tampaknya memang dilakukan bukan untuk melukai Paus secara fisik.

Jika pihak yang berada dibalik serangan ini memang anti Kristen dan serius hendak mencelakai, maka serangan itu tidak dibuat sedemikian “kosong”.

Walau misalnya orang yang diutus memang dipilihkan dari jenis kelamin perempuan, maka perempuan itu pasti sudah dibekali senjata api dengan tingkat kemampuan menembak yang sangat tinggi.

Serangan ini kuat arahnya semata-mata untuk menguasai panggung pemberitaan agar dapat MENGGEGERKAN seluruh dunia dapat berita yang “mengejutkan”.

Pihak yang merancang serangan ini adalah pihak yang orientasinya adalah untuk menciptakan destabilisasi dunia – khususnya umat Kristiani (dimana rata-rata negara barat adalah negara yang berbasiskan agama Kristen Protestan dan Katolik).

https://i1.wp.com/d.yimg.com/a/p/ap/20091225/capt.e1817f2d9efa45d98cd9790ca06b9629.vatican_pope_christmas_rom113.jpg

Serangan ini sudah memperhitungkan resiko terbesar yang akan terjadi yaitu Paus tidak akan tercederai, misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus tetap dilaksanakan dan tujuan utama juga tercapai yaitu MENGGEGERKAN pemberitaan luas di media massa DUNIA langsung menyebar dalam waktu sekejap.

Inilah tujuan utamanya yaitu menciptakan destabilisasi tanpa resiko keamanan bagi pihak yang melakukan serangan tidak beradab ini.

Dalam sejarah, serangan sebrutal dan seekstrim apapun terhadap Pimpinan Gereja Katolik Sedunia (PAUS), pasti tidak akan mendatangkan serangan balik yang membahayakan.

Sebab PAUS (entah itu Paus Benediktus ke 16 atau Paus sebelumnya yaitu Paus Yohanes Paulus ke-2, pasti menyatakan pemberian MAAF kepada pelakunya).

Makanya, pihak yang melakukan ini merasa aman dan nyaman melakukan PERMAINAN yang sekotor ini sebab resikonya ZERO alias NOL BESAR.

Bandingkan misalnya serangan itu diarahkan kepada negara tertentu atau kelompok radikal tertentu di belahan dunia manapun.

Beberapa jam atau beberapa hari setelah serangan itu dilakukan, PASTI akan ada balasan yang sama parahnya.

Atau bahkan lebih ekstrim dan sangat mengerikan.

Tingginya tingkat kemahiran merancang serangan malam Natal kepada Paus, juga termasuk didalamnya dengan menyiapkan kondisi GANGGUAN KEJIWAAN kepada pelaku penyerangan yang berjenis kelamin perempuan.

Inilah PERMAINAN yang sifatnya sangat terstruktur !

https://i2.wp.com/d.yimg.com/a/p/afp/20091225/capt.photo_1261761382707-4-0.jpg

Menyerang Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia yang tak akan pernah mau melakukan serangan balasan, merebut panggung pemberitaan dunia yang sangat spektakuler dan “UTUSAN” yang dipilih juga langsung dinyatakan SAKIT JIWA.

Jika niatannya adalah untuk mencelakai PAUS, pasti serangan itu tidak dibuat sesederhana itu.

Paling tidak, PAUS dicelakai alias ditembak dari jarak dekat.

Begitu berita serangan ini tersebar ke seluruh dunia, publik dapat melihat gambar serangan itu yang direkam melalui video amatir oleh “orang tak dikenal”.

Jadi bisa diduga bahwa serangan ini memang sudah disiapkan untuk segera menjadi MAKANAN media massa di sel
uruh dunia.

Video itu sudah direkam sejak Susanna Maiolo baru mulai berlari dan melompati pagar pembatas untuk “menabrakkan dirinya” kepada tubuh Paus.

Sehingga, diperkirakan antara serangan perempuan gila itu dengan rekaman video amatir tadi memang patut dapat diduga SATU PAKET yang tak terpisahkan.

Siapapun pelakunya, semoga pihak pelaku serangan ini menyadari bahwa aksi mereka sangat tidak beradab, tidak bermartabat, tidak bermoral dan haus sensasi.

Serangan ditujukan kepada PEMIMPIN SPIRITUAL yang sangat dihormati oleh umat dan pengikutnya di seluruh dunia.

http://3pts.files.wordpress.com/2008/12/christmas-eve.jpg

Serangan dilakukan persis di malam Natal yang dihormati oleh Umat Kristiani di seluruh dunia.

Jika serangan itu dilakukan kelompok radikal atau ekstrimis, maka serangan itu pasti akan dibuat menekan korban jiwa yang tak sedikit.

Bukan cuma sebatas mencari-cari sensasi dalam pemberitaan dunia.

Bukan cuma sebatas melakukan tindakan destabilisasi pada POROS UTAMA agama Katolik.

Serangan ini adalah penghinaan yang sangat menyakitkan hati.

Apa keuntungan yang didapat bagi pelakunya – selain hanya kepuasan merebut panggung pemberitaan dunia ?

Kok tidak malu, melakukan drama action berbau horor di saat umat Kristiani di seluruh dunia memberikan hormat yang sangat tinggi mengenang kelahiran Sang Immanuel – Yesus, Juruselamat yang mengagumkan –.

Jika patut dapat diduga ini adalah bagian dari PERMAINAN intelijen yang hanya cuma mau cari-cari sensasi, mengapa sensasi semacam ini yang dirancang, dicari dan dilakukan ?

Jika patut dapat diduga ini perbuatan kelompok teroris maka HASILNYA akan sangat tragis, misalnya ruang dalam Basilika santo Petrus yang diledakkan dengan jenis ledakan bom berkategori HIGH EXPLOSIVE sehingga mampu menewaskan ratusan bahkan ribuan orang yang ada di lokasi sama dengan Paus.

Dari fakta yang berkembang di lapangan, TERNYATA misinya bukan untuk mencelakai PAUS atau umat Katolik yang sedang berkumpul untuk mengikuti MISA MALAM NATAL di Basilika Santo Petrus Vatican.

Misinya ya itu tadi, cuma sekedar untuk MENCARI SENSASI !

https://i1.wp.com/www.catholicnewworld.com/cnwonline/2008/0427/images/cover.jpg

Apakah sudah kehabisan topik atau target yang lebih pantas untuk diserang yaitu elemen-elemen yang mengangkangi nilai-nilai hukum, HAM dan kemanusiaan ?

Kasihan, serangan itu jelas menggambarkan bahwa pelakunya telah melakukan sesuatu yang nyata-nyata salah sasaran, salah target, salah alamat dan begitu haus sensasi.

Beraninya kok cuma sama PAUS yang sudah sangat sepuh dan menjadi tokoh yang sangat dihormati oleh umat Katolik diseluruh dunia.

Ini perbuatan sangat tidak kesatria yang melanggar semua norma yang ada dimuka bumi ini.

Serangan terhadap PAUS BENEDIKTUS ini, sama liar dan tidak beradabnya jika misalnya ada OKNUM yang getol dan ngotot menyerang perempuan dan anak-anak sebagai SASARAN TEMBAK brutalisme yang sesat.

https://i0.wp.com/www.bombers.no/images/bombers%20rock%20n%20roll%20bastard%20001.jpg

Apalagi kalau itu dilakukan secara sengaja untuk memuaskan hawa nafsu sesat tak berperikemanusiaan.

Terutama jika memilih RUMAH IBADAH — dalam hal ini GEREJA sebagai rumah TUHAN, sebagai lokasi “PEMBANTAIAN” tidak beradab.

Secara hukum, serangan itu sangat pantas dikutuk dan dipersalahkan.

Begitu juga dari sudut pandang lainnya, terutama dari sudut pandang keagamaan.

Dan Bapa Suci Paus Benediktus ke XVI, menunjukkan kerendahan hati dan totalitasnya mengabdikan diri kepada Tuhan.

Paus tetap tenang, tidak terpengaruh dan kembali berdiri tegak untuk melanjutkan PERJAMUAN AGUNG EKARISTI sesaat setelah dirobohkan oleh PEREMPUAN GILA yang diutus pihak tidak kesatria tadi.

Viva Il Papa, Long Live The POPE !

Viva Il Papa, Long Live The POPE !

Viva Il Papa, Long Live The POPE !

(MS)

January 2, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: