Katakamidotcom News Indonesia

Papua Terusik Dibalik Tewasnya Panglima OPM Kelly Kwalik

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/terorismekellykwalik.jpg?w=276

Panglima OPM Kelly Kwalik Ditembak Mati

Warga Masih Menunggu Jenazah Kelly Kwalik

Kelly Kwalik Tewas Sambil Memegang Revolver

Jakarta 17/12/2009 (KATAKAMI) Kabar tentang tewasnya Panglima Kelompok Separatis OPM, Kelly Kwalik pada Rabu dinihari (16/12/2009) menjadi sebuah kejutan tersendiri dari POLDA PAPUA yang kini dipimpin oleh Irjen Bekto Suprapto, mantan Kapolda Sulawesi Utara.

Bekto masih sangat baru dalam tugasnya di POLDA PAPUA.

https://i2.wp.com/www.metrobalikpapan.co.id/uploads/berita/dir08032009/img0803200998321.jpg

Photo : Kapolda Papua Irjen Bekto Suprapto

Selain Kelly Kwalik, Lima Orang Diamankan

Sebelum di POLDA PAPUA, Bekto (Angkatan 1977) ini bertugas sebagai Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror POLRI.

Bekto ibarat kalimat yang indah ini yaitu, “The right man in the place at the right time”.

Di tangan Bekto, penanganan terhadap ancaman separatisme di PAPUA langsung menunjukkan hasil yang signifikan.

Peristiwa penyergapan terhadap Kelly Kwalik dan komplotannya ternyata merupakan buah dari hasil kerja bersama antara POLRI & TNI.

Ini sebuah kabar baik.

Dan yang terpenting adalah tewasnya Kelly Kwalik, jangan diartikan bahwa POLRI – TNI brutal dan ganas terhadap rakyat Papua.

Harus dibedakan, antara sipil dan kelompok sipil bersenjata.

http://wptoday.files.wordpress.com/2009/03/goliath_tabuni1.jpg

Kerap terjadi di muka bumi ini, kelompok sipil bersenjata bersembunyi dibalik kehidupan rakyat sipil.

Ini berlaku di banyak negara.

Gerombolan sipil bersenjata yang ingin eksis pada kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum seperti radikalisme, terorisme, kriminal dan separatisme.

Kelly Kwalik, sebenarnya nama yang cukup “terkenal” beberapa tahun terakhir ini sebagai komandan tertinggi kelompok OPM.

Nyaris tak ada yang bisa mengendus dan melacak dimana tempat persembunyian Kelly Kwalik dan komplotannya.

Kondisi geografi di Papua, tidak mudah untuk ditaklukkan oleh aparat POLRI – TNI.

https://i0.wp.com/www.swaberita.com/wp-content/uploads/2008/09/tambang-garsberg.jpg

Gunung gemunung, bukit-bukit yang terjal, hutan-hutan rimba yang ganas, samudera yang luas, menjadi kendala untuk mempercepat atau mempermudah pencarian terhadap gembong-gembong separatis.

Dalam lembaran sejarah Indonesia, pasukan yang berhasil dalam operasi-operasinya di Papua adalah Pasukan Elite TNI (KOPASSUS).

Baret merah pasti cukup ditakuti dan disegani oleh kelompok separatis OPM.

Kembali pada peristiwa tewasnya Kelly Kwalik, POLDA PAPUA sudah mengeluarkan pernyataan bahwa penembakan itu terpaksa dilakukan karena Kelly terus berusaha melawan petugas.

Pernyataan ini cukup penting untuk menjelaskan kepada masyarakat Indonesia dan dunia internasional bahwa sesungguhnya Satuan Tugas yang diberi tugas khusus mengatasi situasi di PAPUA tidak ingin melakukan tindakan yang “terlalu jauh”.

Tetapi karena target operasi berusaha melawan dan mencoba melukai petugas, maka tembakan terpaksa diarahkan kepada Kelly.

Tewasnya Kelly, memancing emosi pendukung dan pengikutnya dari kalangan OPM.

Dan bisa jadi, suku lokal yang menjadi daerah asal Kelly atau suku Amungme.

DNA “Kelly Kwalik” Diperiksa

Kwalik Terbunuh, OPM Tetap Hidup

Yang kini sedang dilakukan oleh POLRI cq. POLDA PAPUA adalah melakukan Tes DNA untuk memastikan identitas jenazah.

Kepada KATAKAMI.COM secara EKSKLUSIF, Kepala Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) POLRI Komjen Ito Sumardi mengatakan bahwa POLRI masih harus melakukan tahap berikutnya untuk bisa mendapatkan kepastian.

“Harus dipastikan lagi melalui tes DNA” demikian tegas Kabareskrim Komjen Ito Sumardi kepada KATAKAMI.COM, Rabu (16/12/2009) melalui pesan singkat SMS.

Diharapkan proses ini bisa dinantikan dengan sabar oleh warga lokal yang menuntut jenazah Kelly dikembalikan.

POLRI cq. POLDA PAPUA diharapkan bisa memenuhi permintaan itu dan memastikan bahwa jenazah Kelly bisa dimakamkan sesuai dengan upacara keagamaan.

Lepas dari keberadaan dan aktivitas Kelly sebagai komandan tertinggi OPM – yang menjadi kelompok sipil bersenjata separatisme –, ia harus tetap mendapatkan “hak” untuk bisa dimakamkan secara manusiawi dan memenuhi tata acara kea
gamaan.

Kelly, pasti punya keluarga dan handai taulan yang mengasihinya sebagai seorang anak manusia. Kapolda PAPUA Irjen Bekto Suprapto, selama ini dikenal sebagai pribadi yang membuka diri untuk semua dialog.

Sehingga, untuk meredam eskalasi gangguan keamanan yang semakin memanas dari kelompok pendukung Kelly maka Bekto harus mencari dan mengambil tindakan-tindakan yang positif.

https://i0.wp.com/koranmanado.com/wp-content/uploads/2009/04/kapolda-sulut-bekto-suprapto-2.jpg

Photo : Kapolda Papua Irjen Bekto Suprapto

Bekto harus memperkuat koordinasi polisi dan militer setempat untuk mengantisipasi tindakan balas dendam dari kelompok OPM lewat beragam cara.

Tindakan-tindakan pengamanan harus maksimal dilakukan di semua lini.

Tak cuma kepada masyarakat setempat, tetapi juga kepada POLRI, TNI, kalangan investor asing dan seluruh pekerja mereka, serta seluruh anggota keluarga dari masing-masing elemen ini.

Buka, jalin dan bangunlah semua dialog yang terbaik.

Termasuk dengan kalangan internasional yang selama ini berminat untuk isu-isu PAPUA, serta kalangan PERS ASING.

Paling tidak dalam 30 hari ke depan, situasi PAPUA bisa memanas.

Jangan kendur dalam melakukan tindakan-tindakan pengamanan.

Sepanjang tahun 2009 ini, situasi keamanan di PAPUA relatif buruk dan sangat memprihatinkan.

Rakyat menjadi korban.

Bahkan pada pertengahan bulan Juli 2009, seorang warga asing ikut menjadi korban tewas dalam penembakan-penembakan marathon di areal PT Freeport Indonesia ( Baca : Karyawan Freeport Berkebangsaan Australia Tewas Ditembak ).

POLRI & TNI harus bisa lebih kuat bekerjasama pasca kematian Kelly Kwalik.

Jangan lengah.

Jangan brutal.

Jangan lari dari koridor-koridor hukum.

Bersiaga tidak berarti harus membuat POLRI dan TNI menjadi berperilaku buas seperti singa liar.

Bertugaslah secara baik.

Tetaplah berpegangan pada ketentuan hukum dan HAM.

https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2006/04/04/157/irian1.jpg

Photo : Presiden SBY & Ibu Negara Ani Yudhoyono di Papua

Dan diatas semua itu, PEMERINTAH PUSAT – terutama Presiden SBY – harus lebih memperhatikan dan serius memenuhi hak-hak masyarakat Papua di semua bidang kehidupan.

Sayangilah rakyat Papua.

Jangan cuma mengeruk kekayaan alam mereka tetapi mereka sebagai PUTERA & PUTERI DAERAH tidak mendapatkan bagian yang pantas.

Dengarkan teriakan-teriakan mereka meminta keadilan yang seadil-adilnya dalam kehidupan – terutama di sektor perekonomial –.

Sekali lagi, sayangilah rakyat Papua.

Jangan sampai, rakyat Papua merasa bahwa mereka adalah tamu atau orang asing di negaranya sendiri.

https://i2.wp.com/www.suarapembaruan.com/News/2007/08/09/Hiburan/09tari1t.gif

Rakyat Papua bukan anak tiri di pangkuan ibu pertiwi.

Bukan semasekali !

Kasihani mereka.

Jangan biarkan, seolah-olah tokoh-tokoh asing dan LSM LSM asing yang lebih menyayangi dan memihak kepada rakyat Papua.

Sering terjadi, utusan dari negara-negara barat yang merasa lebih tahu soal Papua dibandingkan kita yang ada di Indonesia.

Sering terjadi, negara-negara barat bisa dengan gagah berani menuding terjadinya pelanggaran-pelanggaran HAM berat di PAPUA.

Kita sebagai sesama anak bangsa Indonesia, dibuat terkejut-kejut jika tudingan pelanggaran HAM itu di blow-up di berbagai media massa internasional.

http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/09/kopassus_gultor_parade4-2003.jpg

PHOTOSTREAM : Indonesian Elite Forces, We Love You Full Soldier !

Baret Merah Tak Pernah Mati, KOMANDO !!!

Puluhan tahun, TNI yang jadi sasaran.

Sedikit saja ada ganguan keamanan, biasanya muka TNI yang dituding-tuding.

Padahal belum tentu TNI yang melakukan.

Disinilah PEMERINTAH harus banyak melakukan introspeksi diri.

Ke depan, penanganan masalah PAPUA harus sangat berkeadilan di sektor-sektor kunci yang menjadi tuntutan panjang rakyat Papua.

Pejabat-pejabat lokal di Papua, juga jangan memperkaya diri sendiri dengan melakukan tindak pidana korupsi.

Disana-sini banyak rakyat Papua kelaparan.

Angka penderita HIV/ Aids di Papua, adalah yang tertinggi di Indonesia. Apakah mereka mampu secara finansial untuk membiayai pengobatan itu misalnya ?

Tegakah membiarkan rakyat Papua terus menerus akrab dengan kehidupan yang penuh penderitaan dan tangis berkepanjangan ?

http://ardianjaya84.files.wordpress.com/2009/01/potret-kemiskinan-papua.jpg

Jangan sakiti mereka.

Jangan sakiti lagi rakyat Papua dengan cara apap
un juga.

Dan untuk kalangan internasional tertentu, jangan lagi sok hebat dengan menuding-nuding muka aparat Indonesia untuk semata-mata menaikkan reputasi mereka sendiri di negaranya dan di kancah internasional.

Jangan sok tahu terhadap situasi domestik di Indonesia.

Mari kita menyayangi Papua dan seluruh masyarakatnya disana.

Mencintai mereka secara tulus dan apa adanya.

Mari juga kita mendukung aparat keamanan yang bertugas disana.

Bertugaslah secara baik dan benar. Jangan keluar dari koridor hukum dan HAM.

Jangan lagi diterjunkan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror secara berlebihan di bumi PAPUA.

Keluarkan Densus 88 dari Papua !

Minggir, tinggalkan Papua.

Rakyat Papua bukan teroris.

Kurang kerjaan kalau Densus 88 beramai-ramai NGENDON di Papua sepanjang tahun 2009 ini.

Bikin malu dan bikin masalah saja.

Sepanjang tahun 2009 ini, keberadaan Densus 88 di Papua bukan justru membuat situasi menjadi lebih baik dan lebih aman.

Bayangkan saja, di Papua ada begitu banyak anggota Densus 88 Anti Teror POLRI tetapi situasi keamanan menjadi sangat buruk.

Dan tahun 2009 ini adalah tahun terburuk dalam sejarah Indonesia mengenai situasi Papua.

Penembakan-penembakan seakan tak pernah berhenti.

Kalau memang Densus 88 itu pasukan khusus dengan kemampuan yang tinggi dan terlatih, waduh … mengapa untuk mengamankan Papua saja sampai sebegitu sulitnya ?

Apa saja yang dikerjakan Densus 88 di Papua sepanjang tahun 2009 ?

Hei, yang benar dong !

Kalaupun rangkaian penembakan sepanjang tahun 2009 ini memang ulah dari OPM, darimana mereka mendapatkan senjata-senjata canggih ?

Siapa pemasok senjata itu ?

Siapa penyandang dana mereka ?

Tangkap dong, sebab bisa jadi pemasok senjata dan penyandang dananya adalah oknum aparat atau pihak asing tertentu yang suka sekali membuat keonaran di PAPUA.

Ada apa dibalik semua pertunjukan penembakan yang tak berkesudahan sepanjang tahun 2009 ini ?

Sekali lagi, keluarkan Brimob — terutama Densus 88 Anti Teror POLRI — dalam jumlah yang melebihi batas. Brimob harus tahu diri !

Ingat, tahun 2007 masyarakat di Sulawesi Tengah berunjuk rasa dan situasi memburuk secara luar biasa akibat ulah BRIMOB.

Ingat dong itu !

Tahun 2007, BRIMOB diusir oleh mayoritas masyarakat Sulawesi Tengah sebab keberadaannya justru dianggap membuat situasi menjadi lebih buruk.

Jangan ulangi kesalahan di Sulawesi Tengah di tengah masyarakat Papua.

https://i0.wp.com/www.kabarindonesia.com/fotoberita/intimidasi.jpg

POLDA PAPUA yang harus pegang komando dan mengendalikan segala tindakan pengamanan (Kamtibmas).

Dengan dibantu oleh TNI.

Tentu, Badan Intelijen Negara (BIN) juga mengirimkan pasukan dan anggota-anggota mereka untuk membantu dalam menjaga situasi keamanan di Papua.

Jadi, bekerjasamalah secara bersinergi mulai saat ini.

Sekali lagi, POLDA PAPUA yang harus pegang “komando”.

Buktikanlah bahwa POLRI & TNI memang bisa bekerjasama dengan baik. Jadi jangan berdiri sendiri, pasukan Brimob dan anggota Densus 88 Anti Teror dalam melakukan tindakan pengamanan di Papua.

Jangan jadikan Papua sebagai ajang latihan membunuh atau ajang cari uang operasi untuk siapapun juga dari aparat negara.

Papua adalah Indonesia.

Dan Indonesia adalah Papua.

(MS)

January 2, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: