Katakamidotcom News Indonesia

Terimakasih POLRI – TNI – BIN, Natal & Tahun Baru AMAN

https://i0.wp.com/infokorupsi.com/datafile/id/images/korupsi/p4b025087009ad_presiden290109-2.jpg

Dimuat juga di KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM & KATAKAMIINDONESIA.WORDPRESS.COM

Jakarta 2/1/2010 (KATAKAMI) Penghargaan dan ucapan terimakasih dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada aparat Kepolisian atas berlangsungnya perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman, memang sudah sangat layak dan sepantasnya untuk diberikan.

Walaupun memang, penghargaan dan ucapan terimakasih itu masih terasa kurang lengkap.Tak cuma POLRI, tetapi unsur TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) juga termasuk didalam satu kesatuan dari keberhasilan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Memang, POLRI yang pegang peranan penting dalam mengamankan masalah kamtibmas.

https://i1.wp.com/inioke.com/foto/berita/5/ultahsbyani3.jpg

Hari Jumat (1/1/2010), Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono inconigto (kunjungan mendadak) ke Mabes POLRI, Kebun Binatang Ragunan dan menyempatkan diri melayat mantan Menteri Keuangan Frans Seda.

Kalau berbicara soal situasi keamanan nasional yang aman terkendali pada perayaan Natal 2009 dan Tahun Baru 2010, memang itu harus diakui sebagai keberhasilan yang sangat membanggakan.

Bandingkan dengan situasi keamanan yang carut marut saat 39 gereja yang tersebar di 10 kota di Indonesia diledakkan pada malam NATAL tahun 2000.

Selama bertahun-tahun, Indonesia dicekam ketakutan akan adanya ancaman peledakan bom.

Kaum minoritas Kristen – termasuk gereja dan para pemuka agama Kristen / Katolik – menjadi sasaran empuk kalangan radikal yang tingkat militansinya sangat tinggi dan sungguh ekstrim.

Belakangan, aksi terorisme itu seakan menjadi kabur.

https://i2.wp.com/www.artie.com/valentines_day/arg-bomb-youre-bombastic-and-fantastic.gif

Apakah memang aksi terorisme itu dilakukan kalangan radikal Islam yang ekstrim atau patut dapat diduga dilakukan oknum aparat yang sudah sangat mahir merancang sebuah gerakan yang mengatas-namakan terorisme.

Terorisme seakan menjadi KOMODITI DAGANG dari oknum tertentu di awal-awal penangananya sejak peristiwa bom malam natal selama 5 tahun ke depannya.

Mantan Presiden KH Aburrdahman Wahid (Gus Dur), sebenarnya nyaris menjadi korban peledakan bom di malam Natal tahun 2000.

Sebab ketika itu, Gus Dur datang ke Kolose Kanisius di Jalan Raya Menteng Jakarta Pusat untuk menyampaikan ucapan selamat kepada para Pastor yang memang berkawan baik dengan Gus Dur.

Iring-iringan mobil Kepresidenan diparkir di jalan raya depan Kanisius.

https://i0.wp.com/www.primaironline.com/images_content/2009811Gus%20Dur.jpg

Sumber KATAKAMI
.COM dari kalangan Istana Kepresidenan menceritakan bahwa ada sebuah mobil yang mencurigakan mendadak berhenti di depan mobil Kepresidenan dan parkir persis didepan mobil RI 1.

Setelah mengetahui bahwa ada gerak-gerik yang mencurigakan, Gus Dur diminta untuk pulang ke Istana Kepresidenan.

Untunglah pada waktu itu, Gus Dur mau diinterupsi oleh Paspampres yang dalam waktu sekejap segera melarikan Gus Dur akan menjauh dari Kanisius.

Beberapa menit setelah iring-iringan mobil Kepresidenan tiba di Istana Presiden, duarrrrrrr BOM meledak di depan Kanisius Menteng !

Gus Dur selamat berkat kesigapan dan kecakapan Paspampres dalam mengamankan Kepala Negara.

Tak banyak yang tahu peristiwa itu.

https://i0.wp.com/www.bombers.no/images/bombers%20rock%20n%20roll%20bastard%20001.jpg

Mencekamnya suasana peledakan bom malam Natal tahun 2000 itu, membuat hati dan jiwa kalangan Kristiani di Indonesia terluka.

Dan luka itu seakan menganga begitu lama.

Trauma yang timbul akibat peledakan bom di malam Natal itu membekas sangat lama.

Setiap tahun, isu yang dipergunjingkan setiap kali malam Natal tiba adalah ancaman BOM.

Indonesia sudah kenyang dengan peledakan BOM yang bidikannya terarah kepada kalangan Nasrani dan rumah ibadah.

Indonesia sudah sangat sering mendapat teror-teror yang tidak berperikemanusiaan.

Gus Dur harus kembali mendapat GUNCANGAN serius terkait peledakan BOM saat ia memerintah.

Pertengahan Juli 2001, BOM meledak di Gereja Santa Anna Jakarta Timur.

Bayangkan, BOM itu meledak persis disaat umat mengikuti perjamuan ekaristi. Saat hati dan pikiran umat Katolik diarahkan untuk memberikan penghormatan yang tinggi kepada ritual agung EKSRISTI, bom diledakkan persis didekat altar.

Korbannya menderita luka-luka berat / parah yang sangat mengerikan.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/2847747p.jpg?w=300

Sehari setelah BOM meledak di Gereja Santa Anna (Duren Sawit) Jakarta Timur, Gus Dur dilengserkan dari kursi Kepresidenan.

Barangkali hanya di INDONESIA ini, yang getol sekali menteror kalangan minoritas.

Entah itu dari kalangan Kristen, etnis Cina atau etnis dan ras yang terpinggirkan lainnya.

Syukurlah semua itu sudah jauh berubah dan membaik beberapa tahun terakhir ini.

Natal yang aman, bisa dikecap dan dirasakan kalangan Nasrani di Indonesia sejak kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto (2005-2008) dan berlanjut ke kepemimpinan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri ( Oktober 2008 sampai saat ini).

https://i1.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/06/30/157/bhd06.jpg

Natal yang aman, seakan dibuat menjadi syahdu dan indah oleh jajaran POLRI, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Ormas-Ormas Islam dan Ormas Ormas Kepemudaan.

Ada keharuan yang luar biasa ketika Ormas-Ormas Islam dan Ormas-Ormas Kepemudaan bahu membahu membantu pengamanan Natal.

Dan itu berlangsung sejak bertahun-tahun terakhir yaitu pasca peledakan bom malam Natal tahun 2000.

Natal yang mencekam berangsur pulih.

Trauma yang menyakitkan di kalangan umat Kristani juga berangsur sembuh.

Indonesia tanah air tercinta, bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bila umat Kristiani hendak merayakan Natal dan Paskah.

Sehingga, kalau INDONESIA – khususnya Presiden SBY – ingin menyampaikan ucapan TERIMAKASIH Dan PENGHARGAAN yang setinggi-tingginya maka sampaikanlah itu secara utuh dan lengkap yaitu kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan semua jajaran POLRI di seluruh Indonesia, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan semua jajaran TNI di seluruh Indonesia, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Sutanto dan semua jajarannya, serta seluruh Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan yang terlibat dalam satu-kesatuan upaya pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Terimakasih dari lubuk hati yang terdalam untuk mereka semua.

Terimakasih POLRI.

Terimakasih TNI.

Terimakasih BIN.

Terimakasih untuk semua Ormas Islam dan Kepemudaan.

Tidak gampang mengamankan situasi yang sangat kompleks di negara seperti INDONESIA.

Pasti, aparat keamanan kita sampai harus begadang, tidak tidur, terlambat makan, terpisah dari keluarga, jauh dari anak isteri dan terpaksa mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadi mereka sebagai individu.

Tetapi tugas negara membuat aparat keamanan kita harus siap siaga mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru akan berjalan aman terkendali dan kondusif.

Sehingga keberhasilan mengamankan Natal dan Tahun Baru ini jangan dipandang sebelah mata atau dianggap angin lalu.

POLRI, TNI dan BIN sudah bekerja keras untuk bahu-membahu mengamankan INDONESIA.

Ke depan, situasi yang seperti ini harus dipertahankan.

Buatlah Indonesia ini menjadi “rumah” yang aman, nyaman dan sejahtera bagi rakyat Indonesia — tanpa harus dikejar-kejar lagi oleh bayangan kelam masa lalu yang penuh dengan mimpi buruk sangat menakutkan bernama TERORISME –.

http://tothewire.files.wordpress.com/2009/01/thank_you_typewriter1.jpg

Buatlah Indonesia, menjadi “rumah” yang sangat sejuk dan menentramkan bagi rakyat Indonesia — tanpa harus lagi tercederai dan tersayat perih oleh ledakan berdaya ledak tinggi dari barisan teroris atau teroris abal-abalan.

Janganlah lagi luka lama yang sangat kelabu di masa lalu menghantui langkah kebersamaan kita ke masa depan yang lebih baik.

Sekali lagi, terimakasih POLRI.

Terimakasih TNI.

Terimakasih BIN.

Terimakasih INDONESIA.

(MS)

January 2, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: