Katakamidotcom News Indonesia

Mengenang Sang Guru Bangsa, Ya Halo Disini Gus Dur !

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/dsc7322.jpg?w=300

Oleh : MEGA SIMARMATA, Pemimpin Redaksi

Jakarta 31/12/2009 (KATAKAMI) Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Di hari terakhir tahun 2009 ini adalah hari ulang tahun Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas. Dan persis di hari ulang tahunnya itulah, TK – begitu Taufiq Kiemas sering dijuluki – ia harus menjadi Inspektur Upacara Penyerahan jenazah Mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) daru pihak keluarga kepada Pemerintah yang berlangsung di rumah duka Jalan Warung Silah Ciganjur Jakarta Selatan pada Jumat (31/12/2009) pagi.

Tak banyak yang tahu, siapa yang berperan besar dalam mendamaikan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputeri pasca jatuhnya Gus Dur 21 Juli 2001.

Yang berjasa mendamaikan adalah Taufiq Kiemas !

http://pemilu.antara.co.id/module/getphoto_news.php?f=taufiq-kiemas-110609.jpg

Kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah kesempatan, TK menceritakan bahwa ia datang kepada Gus Dur untuk menwujudkan proses damai tadi,

“Aku katakan pada Gus Dur … Mas Dur, Tuhan saja permaaf” begitu ungkap TK.

Dan upaya TK itu membuahkan hasil.

Gus Dur dan Megawati bisa kembali berdamai dan kembali bersahabat seperti biasanya (setelah sempat saling mendiamkan, pasca lengsernya Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4).

http://sufimatre.files.wordpress.com/2008/04/gus-dur1.jpg

Saya pribadi sebagai JURNALIS, mengenal dan bersahabat sangat baik dengan Gus Dur secara pribadi sejak 15 tahun lalu. Jauh sebelum Gus Dur menjadi Presiden RI.

Sehingga, bagi saya pribadi, sungguh sedih dan sangat kuat rasa kehilangan yang mengusik hati atas kepergian Gus Dur.

Ayah dari 4 orang puteri ini, meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena komplikasi berbagai penyakit pada pukul 18.45 di hari Rabu (30/12/2009) dalam usia 69 tahun.

Di era kepemimpinan Gus Dur sebagai PRESIDEN-lah, pertama kali saya menjadi WARTAWAN ISTANA tahun 1999.

Dan walaupun Gus Dur menjadi Presiden, ia tetap mengingat secara baik persahabatan kami dan saya termasuk wartawati yang kerap kali mendapat perhatian.

Misalnya, jika Gus Dur melintas diantara wartawan dan ia mendengar suara saya menyapa, Gus Dur pasti berhenti sejenak dan langsung mengajak ngobrol.

Sehingga, saya pernah ditegur Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) agar setiap Gus Dur lewat saya mesti diam.

Sebab, Gus Dur pasti hapal suara saya dan menghentikan langkahnya jika sudah mendengar suara saya menyapa.

Bukan apa-apa, jika obrolan kami terjalin disaat Gus Dur akan berangkat ke suatu tempat maka obrolan itu akan membuat kondisi jalanan menjadi lebih macet.

https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2009/10/istana.jpg

Jika iring-iringan mobil Kepresidenan akan keluar Istana Presiden, maka jalan-jalan yang akan dilintasi sudah dihentikan oleh POLISI yang ada di jalan raya untuk memberikan “jalan” bagi rombongan VVIP yang akan lewat.

Jadi kalau Gus Dur memutuskan untuk ngobrol sejenak dengan saya misalnya sebelum berangkat, POLISI kesulitan melakukan buka tutup jalanan yang akan dilewati Gus Dur.

Dan kepada sejumlah orang terdekatnya, Presiden Gus Dur menjelaskan mengapa ia selalu menyapa dan menyempatkan ngobrol dengan wartawati bernama MEGA SIMARMATA.

“Mega Simarmata itu sahabat lama saya. Dia sudah saya kenal sejak lama” begitu ungkap Gus Dur.

Gus Dur tidak akan pernah melupakan sahabat-sahabatnya.

Misalnya, pernah satu kali Presiden Gus Dur dijadwalkan untuk menghadiri sebuah acara di kawasan Kuningan (Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan).

Tiba-tiba Gus Dur meminta kepada sang ajudan agar iring-iringan mobil Presiden singgah ke RS MMC Jakarta Selatan (yang memang terletak di kawasan Kuningan). Usut punya usut, Gus Dur ternyata ingat bahwa seorang WARTAWATI yang juga dekat dan bersahabat baik dengan dirinya sedang diopname di RS MMC.

Wartawati itu adalah WARTAWATI SENIOR dari sebuah surat kabar terbesar di INDONESIA. Kebetulan ada jadwal kegiatan di kawasan Kuningan, maka Gus Dur menyempatkan diri untuk membesuk sahabatnya yang sedang opname.

Itulah Gus Dur, dia sahabat yang sangat hangat dan perhatiannya sering menyentuh hati.

Ia pribadi yang sangat membumi dan memanusiakan siapa saja.

Ia begitu total dan sempurna dalam mencintai keluarga.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/pernikahananakgusdur4.jpg?w=300

Ia bangga terhadap ketabahan, kecerdasan dan kemandirian sang isteri yaitu Sinta Nuriyah.

Ia juga bangga terhadap ke-empat puterinya.

Gus Dur tidak pernah kehabisan joke (lelucon).

Mantan Ketua Umum PBNU ini juga sangat tajam dalam mengkritik.

Ia tokoh yang sangat menjunjung tinggi pluralisme.

Gus dur anti kekerasan, anti diskriminasi, anti arogansi, anti korupsi dan anti poligami.

Gus Dur yang saya kenal selama 15 tahun adalah seorang abang, guru dan sahabat adalah pribadi yang gila bola dan sangat luas pengetahuannya.

Ia punya six sense atau panca indera ke-6.

Salah satu contoh yang sangat menggelikan adalah kebiasaan Gus Dur yang harus rutin dibacakan suratkabar.

http://generasipkb.files.wordpress.com/2008/05/gd63.jpg

Oh ya, Gus Dur memang sering dan memang hobi “tidur”.

Tapi kejadian ini menjadi peringatan bagi para pembantunya bahwa tidur ala Gus Dur bukanlah tidur pulas dalam arti yang sebenarnya.

Ia bisa tahu apa saja dan seolah mendengar apapun juga suara di kelilingnya.

Pada suatu hari, Gus Dur meminta agar dibacakan berita-berita terakhir dari surat kabar.

Salah seorang pembantunya (tidak perlu disebutkan disini namanya), buru-buru membacakan sebuah judul-judul berita di sebuah surat kabar.

Biasanya, Gus Dur yang akan menentukan judul mana yang ingin ia dengarkan isi tulisannya. Setelah Gus Dur menyebutkan, judul mana yang ia ingin ia dengar beritanya maka si pembantu tadi mulai membacakan. Beberapa detik kemudian, sang pembantu melihat bahwa Gus Dur tertidur “pulas” sehingga berita yang dibacakan itu langsung diloncak ke alinea terakhir saja.

Sebab pikir sang pembantu, buat apa dibaca kalau tidak didengar (toh Gus Dur sudah tidur !).

Tapi ternyata Gus Dur tahu bahwa pembantunya “nakal”.

Tiba-tiba Gus Dur mengatakan, “Jangan dilompat bacanya, ulang lagi dari bagian yang awal !”.

Dan sang pembantu langsung terkejut ditegur begitu oleh GUS DUR !!!

Seingat saya, sebelum Gus Dur menjadi Presiden RI, telepon di rumah pribadi Gus Dur itu ada yang terpasang ke kamar tidur Gus Dur.

Dan biasanya, telepon itu diletakkan di posisi terdekat tempat tidur Gus Dur.

https://i2.wp.com/www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20091010_123927_y2.gif

Pada suatu ketika, saya sedang melakukan wawancara dengan Gus Dur dengan didampingi pembantu terdekat Gus dur.

Tiba-tiba telepon berbunyi. Gus Dur meminta wawancara dihentikan sejenak karena beliau ingin mengangkat telepon.

“Halo, ya disini Gus Dur. Ya Halo …. disini Gus Dur. Lho … ya ini, saya Gus Dur ! GOBLOK !”.

Gus Dur terlihat kesal dan menutup telepon.

Saya bertanya, “Kenapa dimatikan Gus, ada apa ?”

Gus Dur menjawab dengan kesal tapi sambil tertawa terpingkal-pingkal.

“Itu lho, yang diseberang telepon tanya, bisa bicara dengan Bapak Abdurrahman Wahid ? Saya jawab ya disini Gus Dur. Dia bilang lagi, bisa bicara
dengan Bapak Abdurrahman Wahid ? Saya jawab, ya disini Gus Dur. Masih tanya juga, Pak Abdurrahman Wahidnya ada ? Wis goblok, Abdurrahman Wahid itu kan Gus Dur. Piye toh ?” kata Gus Dur sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Gus Dur adalah tokoh yang sangat humanis.

Kalangan wartawan istana saat Gus Dur menjabat, pasti akan tahu kejadian unik nan lucu ini.

Di malam pertama Gus Dur menjadi PRESIDEN, Paspampres disibukkan oleh permintaan SANG PRESIDEN.

Mengapa sibuk ?

Sebab Gus Dur minta dibelikan KACANG SUKRO !

Bayangkan, Gus Dur meminta kacang SUKRO di tengah malam.

Padahal pihak rumah tangga kepresidenan tidak punya stok makanan cemilan bernama KACANG SUKRO !

https://i0.wp.com/www.detiknews.com/images/content/2009/12/31/10/inayah.jpg

Putri bungsu Gus Dur yaitu INAYAH, pernah menceritakan kepada KATAKAMI.COM tentang sebuah pembelaan Gus Dur kepada putri bungsunya yang suka mengubah warna rambut.

Sang Ibu yaitu Sinta Nuriyah memarahi Inayah karena gonta-ganti cat rambut itu bisa merusak rambut Inayah. Gus Dur yang ketika itu berada didekat Ibu Sinta Nuriyah saat memarahi Inayah, dengan tenang membela putri bungsunya dengan mengatakan, “Biarin aja, kalau rambutnya rusak ya dibotakin aja !”

Gus Dur tidak tega jika putri bungsunya “dimarahi” oleh sang bunda dan pembelaan yang dilakukan Gus Dur sungguh sangat spontan.

Masih cerita dari Inayah, ia menyampaikan sebuah kejadian lucu lainnya saat Sang Ayah menjabat sebagai PRESIDEN.

Pada suatu hari, Gus Dur ingin bicara lewat telepon dengan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao.

Tetapi saat itu, Gus Dur cuma mengatakan dengan singkat bahwa ia ingin bicara dengan GUS MAO.

Namanya juga PRESIDEN, barangkali karena kedudukan Gus Dur yang relatif sangat tinggi itulah maka bawahan takut menanyakan lebih lanjut identitas GUS MAO mana yang dimaksud Gus Dur.

https://i1.wp.com/www.etan.org/estafeta/00/spring/capt.indonesia_east_timor_fsj.jpg

Sehingga ketika itu, protokol Istana sempat pontang panting mencari Pimpinan Pondok Pesantren mana yang pimpinannya bernama GUS MAO.

Akhirnya karena sudah menunggu lama, Gus Dur menanyakan lagi mengapa belum disambungkan juga dirinya dengan GUSMAO.

Ketika itu, Gus Dur lantas mencium gelagat yang tidak “baik”.

Gus Dur sendiri yang menjelaskan permintaan misteriusnya. “Itu lho, saya mau bicara dengan XANANA. XANANA GUSMAO !”.

Masih sangat banyak cerita yang bisa disampaikan.

Dan sahabat-sahabat Gus Dur yang tersebar diseluruh Indonesia dan diseluruh dunia, pasti punya kenangan serta cerita tersendiri mengenai Gus Dur.

http://menjawabdenganhati.files.wordpress.com/2009/10/buku-islam.jpg

Gus Dur adalah Budayawan.

Gus Dur adalah Negarawan.

Gus Dur adalah Pahlawan Kemanusiaan.

Gus Dur adalah Pejuang demokrasi dan HAM.

Gus Dur adalah anak bangsa Indonesia yang mencintai sesamanya tanpa membedakan Suku, Agama, Ras dan Golongan.

Ia anti kekerasan.

Ia anti terhadap aliran Islam keras yang mengatas-namakan JIHAD untuk melakukan peledakan-peledakan bom.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/2847747p.jpg?w=300

Kepada KATAKAMI.COM, Gus Dur mengatakan bahwa ISLAM adalah agama yang penuh KASIH SAYANG.

ISLAM tidak mengajarkan dan tidak membenarkan KEKERASAN.

Walau atas nama JIHAD, Islam tidak membenarkan kekerasan dan pembunuhan terhadap sesamanya yang tidak berdosa.

Mengenang Gus Dur adalah mengenang seseorang yang begitu tinggi tingkatan moralitasnya dalam memandang kehidupan secara tulus, sederhana, jujur dan penuh kebersahajaan.

Mengenang Gus Dur adalah mengenang seorang GURU BANGSA yang merupakan fenomena terindah dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

Mengenang Gus Dur adalah mengenang seorang KEPALA NEGARA yang menginginkan POLRI menjadi mandiri dan profesional, sehingga DWIFUNGSI ABRI dipangkas kekuatan dan kekuasaannya yang sangat dominan di rezim Orde Baru.

Mengenang Gus Dur adalah mengenang seorang sahabat yang hangat menyapa, lucu dalam canda yang tak berkesudahan dan murah hati kepada sesama yang membutuhkan.

Selamat Jalan Gus Dur !

Sungguh sedih dan terasa sangat kuat rasa KEHILANGAN di hati kami.

Tidurlah dengan lelap di pangkuan ILAHI.

Beristirahatlah dengan tenang.

Dan di RUMAH ABADI-mu, pasti akan leluasa untuk ngobrol dan becanda lagi dengan para sahabat-sahabat lamamu yaitu Romo YB Mangunwijaya dan Jenderal LB Moerdani.

Sekali lagi, Selamat Jalan GUS DUR !

Sebab jarak kita hanyalah persoalan waktu.

Terimakasih Gus, untuk persahabatan yang begitu mengharu-biru dan menyentuh hati saya.

Terimakasih untuk semua teladan dan hal-hal baik yang diajarkan selama ini.

Indonesia kehilangan anda, Gus.

Tidurlah Guru Bangsa yang baik.

Tidurlah di pangkuan ILAHI.

Rest in peace.

(MS)

January 20, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: