Katakamidotcom News Indonesia

BHD Berjodoh Baru, Tapi Gaji POLRI Di 2010 Tetap Pilu

https://i0.wp.com/thejakartaglobe.com/media/images/large/20091015134058124.jpg

Dimuat juga di KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM & KATAKAMIINDONESIA.WORDPRESS.COM

Jakarta 31/12/2009 (KATAKAMI) Berjodoh baru untuk Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyambut tahun baru 2010 adalah mendapatkan seorang wakil yang baru dari jajaran stok lama yang ada dalam struktur organisasi POLRI.

Persis di penghujung tahun 2009, POLRI memutuskan lewat rapat Wanjak (Dewan Kepangkatan & Jabatan) bahwa pengganti Komjen Makbul Padmanegara adalah Komjen. Jusuf Manggabarani.

Jusuf Mangga yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Pengawasan Umum (Irwasum) akan segera dilantik tanggal 4 Januari 2010 menjadi Wakapolri.

https://i2.wp.com/matanews.com/wp-content/uploads/IrwasumPolri071009-3-590x416.jpg

Ini perjodohan yang berakhir dengan perkawinan jabatan dari Angkatan kakak adik yaitu 1974 (BHD) dan Jusuf Mangga (1975).

Setelah mengabdikan dirinya selama 35 tahun sebagai Bayangkara Negara, Komjen Makbul Padmanegara akan resmi memasuki masa purna baktinya setelah nanti jabatan Wakapolri diserah-terimakan secara resmi.

Keputusan mengangkat Jusuf Manggabarani sebenarnya sudah bisa diperkirakan sebelumnya.

Nyaris tak ada yang bisa mengimbangkan “sinar terang” dibalik nama Jusuf Manggabarani .

Jusuf Mangga adalah salah seorang yang dijadikan tangan kanan BHD dalam mengawasi kinerja POLRI. Jusuf Mangga menjadi “mata dari segala mata dan telinga dari segala telinga” bagi Kapolri untuk memastikan bahwa POLRI tetap bekerja secara proporsional dan prosefional.

Sehingga dengan adanya perjodohan BHD dan Jusuf Mangga di kursi pelaminan Tri Brata 1 dan Tri Brata 2, hal ini menjadi sebuah pemandangan yang nyaman untuk dilihat.

http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1228894798

Masuknya Jusuf Mangga ke kursi Tri Brata 2, harus menjadi jaminan yang lebih kuat mendorong perubahan dan laju reformasi birokrasi POLRI ke arah yang lebih baik.

Tetapi ada sebuah ironi yang tak bisa dihindari oleh Kapolri BHD dan Wakapolri (baru) Jusuf Manggabarani bahwa duet kepemimpinan mereka tak mampu berbuat banyak untuk mengubah nasib seluruh anggota POLRI dan keluarganya menjadi lebih sejahtera di tahun 2010.

Tidak usahlah berbicara yang muluk-muluk.

Untuk tahun 2010 yang sudah didepan mata saja, tingkat kesejahteraan POLRI masih berada dibawah garis kesejahteraan yang sesungguhnya.

Gaji atau kesejahteraan Anggota POLRI, tetap sendu, tetap mengharu-biru, tetap PILU !

Mengapa disebut PILU ?

Ya, karena gaji anggota yang berpangkat terendah sampai menengah sungguh menjadi tolak ukur bahwa kehidupan para abdi negara ini akan tetap KELABU.

Memang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memutuskan untuk menaikkan gaji TNI / POLRI sebesar 5 % per tahun 2010.

Dengan gaji bersih (take home pay) untuk tingkat bintara yang rata-rata bernominal Rp. 3.000.000 maka kenaikan gaji sebesar 5 % itu, harus dikalikan dari angka gaji pokok mereka yang tak jauh-jauh dari kisaran angka Rp. 1 jutaan.

Maka kenaikan itu hanya sebesar Rp. 50 ribu saja.

http://i673.photobucket.com/albums/vv93/kresnoyoyok/Synergy/Kaskus/Resizeof21102009054.jpg

Bandingkan dengan kebaikan dan kemurahan hati Presiden SBY membelikan mobil dinas baru (TOYOTA CROWN ROYAL SALOON) untuk barisan para Menteri dan Pejabat-Pejabat Tingggi Negara yang harganya mencapai Rp. 1,3 M per 1 unit mobil.

Mobil yang serba otomatis, ada alat pemijat di kursi dan kulkas kecil di jok kursi mewahnya, seakan menjadi belati tajam yang menikam kalbu anggota TNI dan POLRI yang cuma mendapat kenaikan gaji Rp. 50 ribu tadi untuk tahun 2010 ini.

Sulit untuk dimengerti, kemana rasionalitas dari seorang SBY ?

Jika sudah menyangkut isu aliran dana Bank Century, seorang SBY akan cepat sekali memberikan respon.

Tapi bandingkan jika menyangkut tingkat kesejahteraan anggota TNI / POLRI yang sangat minim dan memprihatinkan !

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/01/142435p.jpg?w=298

SBY seakan mati rasa.

SBY seakan tak mau tahu, betapa sendu dan pilunya hidup sebagai anggota TNI / POLRI yang sudah sangat kenyang dengan penderitaan panjang tak berkesudahan.

Lihatlah drama-drama kehidupan yang sebenarnya dari keluarga-keluarga TNI / POLRI.

Lihatlah bagaimana realita kehidupan yang serba pahit dari belenggu keterbatasan dari pundi-pundi anggota TNI / POLRI.

Sudah naiknya cuma sedikit, kenaikan gaji yang cuma seuprit yaitu sebesar 5 % tadi tak jelas efektifnya mulai tanggal atau bulan berapa tahun 2010 nanti. Renumerisasi bagi anggota TNI / POLRI masih akan dihitung.

Kritikan tajam dari berbagai pihak bahwa gaji atau tingkat kesejahteraan anggota TNI / POLRI masih tetap kecil, dikomentari berbeda oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

https://i0.wp.com/mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/head/20091110_115044_bennyharmanB9-mi-susanto.jpg

Benny K. Harman, Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan bahwa setiap tahun pasti ada peningkatan dari gaji POLRI.

“Sudah menjadi kemauan politik dari Pemerintah dan DPR tentang adanya peningkatan kesejahteraan dari lembaga-lembaga penegak hukum kita dalam rangka peningkatan juga terhadap pelayanan publik. Yang harus diingat oleh POLRI adalah kenaikan gaji itu harus diimbangi dengan reformasi internal di lembaga mereka masing-masing” demikian diungkapkan Benny K. Harman kepada KATAKAMI.COM Kamis (31/12/009).

Menurutnya, kenaikan gaji dari lembaga-lembaga penegak hukum memang tidak bisa langsung dalam jumlah yang besar karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

Sementara itu, menurut Yorrys Raweyai, anggota Komisi 1 DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Komisi 1 DPR-RI terus mendorong peningkatan kesejahteraan anggota TNI.

https://i2.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2008/10/15/55748_yorrys_raweyai_300_225.jpg

“Kenaikan gaji atau kesejahteraan itu terus dilakukan selama 5 tahun terakhir ini tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan APBN. Kita berupaya agar terus terjadi peningkatan gaji mereka. Malah kami usahakan agar diberikan tunjangan khusus bagi anggota TNI yang bertugas di perbatasan dan daerah-daerah terpencil” ungkap Yorrys Raweyai.

Yorrys Raweyai menambahkan bahwa untuk uang lauk-pauk TNI / POLRI sudah jauh lebih baik dari beberapa tahun terakhir ini.

“Jangan dibilang bahwa tidak ada perhatian atau tidak ada kenaikan. Kenaikan itu ada. Coba saja lihat dari uang lauk pauk. Dulu, uang lauk pauk itu hanya Rp. 15 ribu per hari. Sekarang TNI / POLRI menerima uang lauk pauk sebesar Rp. 40 ribu per hari. Memang idealnya uang lauk itu adalah Rp. 70 ribu sehari. Tapi sekali lagi, kita kan harus menyesuaikan dengan kemampuan negara” tegas Yorrys Raweyai yang saat ini berada Hongkong lewat percakapan khusus dengan KATAKAMI.COM yang menghubunginya lewat sambungan telepon jarak jauh.

https://i0.wp.com/thejakartaglobe.com/media/images/large/20091030182249587.jpg

Sementara itu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan POLRI akan menyesuaikan dan menerima apapun yang ditetapkan oleh PEMERINTAH terkait masalah kesejahteraan. “Untuk masalah gaji, POLRI menyesuaikan dengan kemampuan NEGARA. Kemampuan NEGARA ini harus dipahami oleh kita semua. Untuk Bintara yang baru lulus, apa yang diperolehnya sudah lebih baik dari yang dulu-dulu” demikian dikatakan Kapolri BHD menjawab pertanyaan KATAKAMI.COM dalam acara keterangan pers akhir tahun POLRI pada hari Rabu (30/12/2009) di Mabes POLRI.

Kapolri BHD menambahkan bahwa gaji diperoleh oleh para pejabat POLRI juga tidak sebesar yang diperkirakan oleh banyak pihak. “Sampai kepada pejabat yang tertinggipun di Kepolisian, kondisinya sama. Baik yang bintang 4, atau yang bintang 3. Tunjangan yang diperoleh tidak terlalu besar. Dan kalau bicara soal peningkatan kesejahteraan, secara periodik tetap ada peningkatan secara terus menerus. Bahkan uang lauk pauk dari Rp. 35 ribu sekarang sudah meningkat jadi Rp. 40 ribu” lanjut Kapolri BHD.

Menurut Kapolri BHD, dengan adanya kebijakan renumerisasi atau kebijakan reformasi yang dijadwalkan pemerintah agar untuk meningkatkan kesejahetaraan anggota-anggota di lapangan.

http://1.bp.blogspot.com/_ecmvI8UPFV0/SxE47UbUJGI/AAAAAAAABx8/o891m43v
xU8/s400/2010blue.jpg

Kembali ke masalah jodoh baru Kapolri BHD menyambut tahun 2010 ini.

Semoga duet kepemimpinan baru antara BHD dan Jusuf Mangga bisa memberikan angin segar bagi kelanjutan reformasi birokrasi POLRI.

Apa yang menjadi kekurangan, kesalahan dan pelanggaran di internal POLRI janganlah lagi di ulangi.

Target-target atau sasaran kerja juga harus tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Sebagai PIMPINAN, janganlah orientasinya hanya kepada KEKUASAAN atau pasrah oleh tekanan KEKUASAAN.

Jadikanlah POLRIsebagai INSTITUSIPENEGAKAN HUKUM yang membanggakan untuk Indonesia.

Perhatikan semua anggota atau bawahan.

Kasihani mereka. Kasihani keluarga mereka.

Dengarkanlah jeritan PILU dari semua bawahan yang tak kuasa menghindar dari kekejaman hidup yang menuntut angka pengeluaran yang tak sedikit.

Semoga jodoh baru bagi Kapolri BHD ini, tak justru membuat anggota POLRI semakin memiliki hidup yang sama atau lebih PILU dari sebelumnya.

Dan diatas semua itu, semoga telinga Presiden SBY masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengarkanlah nyanyian-nyanyian IRONI anggota TNI / POLRI yang hidupnya dijejali dengan seribu macam pendeirtaan.

(MS)

January 21, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: