Katakamidotcom News Indonesia

Berharap PBB & Amerika, Tak Membiarkan Israel Menyerang Iran

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cd/Barack_Obama_&_Ban_Ki-moon_in_the_Oval_Office_3-10-09.JPG


Jakarta 26/2/2010 (KATAKAMI) Entah apa maksudnya dan entah sejak kapan juga, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghapus dan menghilangkan sebuah kalimat indah dari blog pribadinya WWW.BIBIREPORT.BLOGSPOT.COM.

Kalimat indah itu berbunyi, “With Gods help, we will know no more war. We will know peace”.

Ini ada kutipan dari pidatonya sendiri saat menghadiri sebuah forum terbuka di Begin-Sadat (BESA) Center for Strategic Studies, Bar-Ilan University tanggal 14 Juni 2009.

Memang konteks dari pidato Bibi – panggilan Benjamin Netanyahu – terfokus pada peluang perdamaian antara Israel dan Palestina.

Tidak lama setelah ia berpidato itu, Bibi memasang kalimat tadi menjadi kalimat pembuka pada blog tersebut.

Tapi kini kalimat indah itu sudah terhapuskan dan sungguh menimbulkan sebuah tanda tanya besar.

Masih konsistenkah Bibi pada ucapan yang disampaikannya sendiri ?

Jujur saja, agak sulit menuliskan secara panjang lebar jika isu atau topiknya sudah menyinggung masalah Israel.

Dibanding Amerika Serikat, tingkat sentimen dan resistensi terhadap Israel jauh lebih besar di Indonesia.

Barangkali juga di banyak negara.


https://i1.wp.com/scrapetv.com/News/News%20Pages/Everyone%20Else/images-3/benjamin-netanyahu.jpg
Photo : PM Israel Benjamin Netanyahu


Padahal sebenarnya, tidak bijaksana jika Israel (termasuk juga Amerika Serikat) terlalu dicurigai dan dipojokkan secara tidak berimbang.

Mengapa demikian ?

Sebab dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.

Sepanjang orientasi yang sedang dituju dan dibangun adalah untuk kepentingan perdamaian dan keamanan dunia, mengapa harus berhenti untuk menempuh semua cara dan jalan damai lewat dialog yang “bersahabat dan berbudaya”. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, saat ini sedang dalam agenda kunjungannya ke Amerika Serikat. Ia telah bertemu dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan dijadwalkan akan bertemu juga dengan Menlu Hillary Clinton & Menhan Robert Gates.

Salah satu topik hangat yang dibahas adalah masalah sanksi terhadap Iran.


Akhir-akhir ini, — entah mengapa tiba-tiba jadi begini dan serba kebetulan – Israel dan Amerika Serikat, sama-sama jadi pemberang terhadap Iran.



Presiden Barack Obama yang baru 2 bulan lalu yaitu pada awal Desember 2009 menerima Nobel Perdamaian di Oslo (Norwegia), tak cukup hanya lewat Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk “menggebuk” Iran lewat pernyataan-pernyataan terbuka.

Pekan ini, Jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs juga diminta untuk mengeluarkan pernyataan terbaru bahwa Gedung Putih sudah “kehilangan kesabaran” atas Iran.

Seperti yang diberitakan oleh Kantor Berita Antara, Rabu (24/2/2010) bahwa Amerika Serikat (AS) mengingatkan Iran bahwa “waktu dan kesabaran”-nya semakin hilang di tengah ketidakpastian sikap Teheran soal program nuklirnya.

Selasa (23/2/2010), Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengulangi peringatan AS tentang berbagai “konsekuensi” yang akan diterima Iran jika ia melanjutkan pengembangan kemampuan pengayaan uranium nuklirnya.

Pernyataan para pemimpin Iran belum lama ini menunjukkan mereka tidak berkeinginan membangun kepercayaan dunia bahwa program nuklir negara itu benar-benar dimaksudkan untuk tujuan damai, katanya.

Pemerintah Iran, Senin (22/2/2010), mengumumkan bahwa pihaknya akan membangun dua lagi kilang pengayaan uranium di kawasan pegunungan yang tertutup guna melindungi kedua kilang itu dari serangan udara.

Namun sehari setelahnya, dalam surat kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran menegaskan kesiapannya untuk membeli bahan bakar reaktor nuklir di wilayahnya.

Sebaliknya, kubu Barat menawarkan perdagangan bahan bakar reaktor nuklir itu hanya mungkin dilakukan dari luar Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Philip Crowley, menegaskan proporal terkini Iran itu “tidak dapat diterima”.

“Kami akan terus bekerja sama dalam koridor IAEA dan mengonsultasikan langkah-langkah internasional berikut, termasuk kemungkinan sanksi baru untuk Iran,” katanya.

Crowley mengatakan, pihaknya tidak menutup pintu bagi keterlibatan lebih lanjut Iran selama ada kemauan bekerja sama.

“Faktanya, Iran membuat serangkaian pernyataan dari hari ke hari dan minggu per minggu tetapi menolak datang ke meja perundingan dengan keyakinan positif,” katanya.

Kekuatan-kekuatan utama dunia mencurigai Iran sedang melakukan pengayaan uranium bagi senjata nuklirnya yang dikamuflase dalam program nuklir sipilnya. Secara konsisten, Iran membantah tuduhan ini.

Uranium yang sudah mengalami pengayaan dapat dipakai sebagai bahan bakar reaktor nuklir maupun memproduksi inti pembelahan bom atom.

Dalam konfliknya dengan negara-negara Barat tentang program nuklirnya, Iran menolak kesepakatan versi IAEA yang bersedia memasok bahan bakar nuklir bagi reaktor nuklir Iran.

Sebagai imbalannya, Iran diminta mengirim uraniumnya yang sudah mengalami pemerkayaan.

Itu baru Amerika Serikat.

Belum Israel.

Baru-baru ini, PM “Bibi” Netanyahu juga sudah bersuara bahwa pihaknya tak akan segan-segan menyerang Iran.

Yang ingin dipertanyakan disini adalah, apakah kecaman-kecaman yang sinis dan sangat amat keras (baik dari Israel dan Amerika Serikat) itu akan mampu meredam dan memaksa Iran untuk “lebih tertib” dalam mengendalikan ambisi nuklir mereka ?

Apakah dengan mengancam bahwa Iran akan diserang dan diperangi (dengan kekuatan-kekuatan militer yang sangat canggih), maka semua permasalahan akan selesai dengan gemilang ?
Tidak adakah jalan, cara dan proses lain yang lebih elegan dan penuh damai ?

Tidak adakah lagi sedikit saja kesabaran dan kebesaran hati semua negara-negara besar dan kuat di muka bumi ini untuk berinisiatif membangun sebuah proses dialog yang bermartabat ?
https://i2.wp.com/www.hawkinsforsenate.net/images/nomore_war_big.gif

Perang hanya akan menimbulkan kesengsaraan yang memilukan hati.

Perang hanya akan menambah kepedihan dan penderitaan-penderitaan baru.

Perang hanya akan membuat sipil, perempuan dan anak-anak menjadi terkorbankan.

Yang sangat mengherankan disini posisi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang seakan tuli dan tidak perduli terhadap memburuknya perkembangan seputar Iran.

Apakah mau menunggu sampai Iran diserang dan diperangi sampai hancur-hancuran, baru PBB tampil di atas panggung kehormatan mendamaikan semua pihak yang bertikai ?

PBB jangan seolah-olah menempatkan dirinya sebagai mobil pemadam kebakaran yang baru tiba setelah api berkobar dan menjalar kemana-mana.


http://uppitywoman08.files.wordpress.com/2008/12/ahmadinejad.jpg
Photo : Presiden Iran Ahmadinejad

Jangan serang Iran !

Itu hal penting yang ingin disampaikan disini.

Apapun bentuk “kekeras-kepalaan” Iran seputar masalah nuklir, mari semua pihak berangkat dari niat baik dan berpegang teguh pada spirit yang sama.
Spirit perdamaian.

Spirit menjaga tatanan keamanan dunia.

Lembutkan hati.

Ya, sangat mendesak dan begitu “emergency” situasinya untuk membisikkan ke telinga serta ke dalam hati Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.



Juga kepada Presiden Barack Obama dan jajaran pemerintahannya.

Sekali lagi, lembutkanlah hati.

Jika hati sudah dikeraskan dan menjadi tawar, maka yang muncul hanyalah kegeraman demi kegeraman.

Kemarahan demi kemarahan.

Tidak ada jaminan bahwa rencana serangan militer pada Iran, akan mampu melokalisir serangan itu agar tidak mengenai kalangan sipil, perempuan dan anak-anak.

Serangan militer yang secanggih apapun, bisa meleset dan mengenai sasaran lain diluar dugaan para agresor atau penyerangnya.

Sekali lagi, jangan serang Iran !
Ambillah keputusan dengan hati yang jernih dan kepala yang dingin.

Ambillah keputusan dengan tetap memegang semangat perdamaian dan persaudaraan.

https://i0.wp.com/english.cri.cn/mmsource/images/2009/02/20/16690220israel01.jpg
Photo : Presiden Israel Simon Peres & PM Benjamin Netanyahu

Walau kalimat indah , “With Gods help, we will know no more war. We will know peace” sudah dihapus oleh PM Bibi Netanyahu dari blog pribadinya.

Tetapi semoga, di dalam sanubari dan kedalaman hatinya, Bibi tetap berkomitmen tinggi untuk membuktikan bahwa yang terbaik dan terindah didalam hidup ini adalah perdamaian.
Dan bukan justru peperangan.

Dan semoga juga, Presiden Barack Obama tetap mengingat dengan baik bahwa sebagai tokoh dunia yang menjadi penerima Nobel Perdamaian maka segala tindakan dan pemikirannya juga harus dilandasi dengan spirit perdamaian itu.

Bayangkan jika ada negara-negara anggota PBB yang neko-neko atau mbalelo sudah langsung dihajar dengan kekuatan militer, lambat laun habislah sudah penghuni dunia ini dimusnahkan oleh peperangan yang tak berperikemanusiaan.
https://i1.wp.com/imagecache2.allposters.com/images/QUOMAG/M95.jpg

Kembalilah ke meja perundingan.

Pasti, Presiden Ahmadinejad akan sangat mempertimbangkan baik buruk jika ia tetap keras kepala untuk tidak mau “mendengarkan” suara-suara kekuatiran” dari dunia internasional terkait ambisi nuklir negaranya.

Jadi, jangan tampik peluang-peluang perundingan lewat dialog-dialog yang konstruktif.

Hindarilah peperangan.

With Gods help, we will know no more war. We will know peace.

Bibi, dengarkanlah permohonan ini, jangan serang Iran !

Obama, dengarkanlah juga permohonan ini, jangan biarkan Israel menyerang Iran !

Demikian juga Sekjen PBB Ban Ki-Moon, jangan diam saja !

(MS)
Advertisements

February 26, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Berharap PBB & Amerika, Tak Membiarkan Israel Menyerang Iran

Obama Tunggu Kejutan Baru Pentagon & CIA Dari Perang Afghan

https://i0.wp.com/media.kfbb.com/images/obama%20afganistan.jpeg
https://i0.wp.com/www.mariebengal.com/user/cimage/animated-gold-star.gif

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Obama, War Cabinet Meet After Taliban Capture

Photostream : New View of 9/11 Attacks Photos


https://i0.wp.com/www.mariebengal.com/user/cimage/animated-gold-star.gif

Jakarta 21/2/2010 (KATAKAMI) Dinas Rahasia CIA (Central Intelligence Agency, red) milik pemerintah Amerika, bisa dibilang sebagai salah satu Dinas Rahasia yang terkuat di dunia.

Walaupun sebenarnya kalau mau jujur, dibalik kekuatan itu CIA sering mendapat sindiran dan tudingan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan serta kepentingan mereka.

Serangan 11 September 2001, tetap menjadi sebuah ironi yang dipertanyakan semua pihak.

Apakah benar tragedi kelam yang sangat memilukan hati itu memang murni prakarsa dan ulah dari Al Qaeda pimpinan Osama Bin Laden ?

Atau cuma karangan atau rekayasa Dinas Rahasia CIA ?

https://i1.wp.com/en.timeturk.com/images/video/44.jpg

Photo: Serangan 11 September 2001

Menanti Obama Berkeputusan Soal Perang Afghan

Ke Oslo Obama Akan Datang Berdilema Perang Afghan & Irak

Ada juga kecaman yang lebih sadis yaitu CIA dianggap sengaja mendiamkan indikasi serangan terror sehingga akhirnya Tragedi 11 September itu terjadi dan terlaksana tanpa bisa dihindarkan lagi.

Di tengah berkepanjangannya kontroversi yang meragukan Al Qaeda sebagai satu-satunya biang kerok di balik tragedi 11 September ( 9/11), CIA seakan berada di garis terdepan untuk memerangi taliban-taliban di Afghanistan.

Delapan tahun perang Afghan, rasanya menjadi perang yang sangat berkepanjangan di muka bumi ini.

Dan memakan korban yang tak sedikit di pihak AS, Pasukan NATO atau The North Atlantic Treaty Organization dan Negara-Negara yang tergabung dalam pasukan multinasional, di kalangan Taliban dan di kalangan sipil secara keseluruhan.

Kabinet Belanda luluh lantak alias bubar jalan pekan ini pasca kebuntuan dukungan terkait perang Afghan. Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende sendiri mengatakan kepada media akhir pekan ini bahwa 2000 tentara Belanda yang bertugas di Afghanistan dijadwalkan akan ditarik penugasannya pada bulan Agustus 2010.

Negara-negara pendukung Perang Afghan seakan menemui situasi yang serba dilematis.

Jika kita mau jujur melihat konsistensi pasukan AS dan multinasional mempertahankan personil-personil militer mereka di Afghanistan, maka konsistensi itu membuat kita jadi bertanya-tanya.

Apa benar serangan 11 September 2001 itu rekayasa intelijen (CIA) semata ?

Apa benar intelijen ( CIA) secara sengaja melakukan pembiaran-pembiaran ?

Jika tragedi 11 September itu memang sebatas rekayasa atau kesengajaan melakukan pembiaran, mustahil Amerika tetap bersikeras melanjutkan perang Afghan untuk menuntaskan misi perang melawan teror ( War on Terror ).

Konsistensi Amerika melanjutkan dan menuntaskan perang melawan terror ( War on terror ), bisa dilihat juga dari persetujuan Presiden Barack Obama menambah 30 ribu pasukan lagi untuk perang Afghan pada periode 2010 ini.

https://i1.wp.com/i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01579/Mullah-Mohammed-Om_1579090c.jpg

Photo : Mullah Abdul Ghani Baradar, Petinggi Nomor 2 Taliban

Photostream : Troops in Afghan

Photostream : Snow in Afghanistan

Dan sekarang Presiden Obama boleh berbangga hati karena persis dalam pemerintahan yang dipimpinnya, Dinas Rahasia CIA memberikan hasil nyata baru-baru ini yaitu berhasil menangkap orang nomor dua dari barisan Taliban yaitu Mullah Abdul Ghani Baradar.

Mullah Abdul Ghani Baradar ditangkap di Karachi, Pakistan pada akhir pekan lalu.

Gedung Putih memuji keberhasilan penangkapan Mullah Abdul Ghani Baradar ini dengan istilah “BIG SUCCESS”.

Kolaborasi antara perangkat keamanan Amerika dan Pakistan mendulang sukses penangkapan ini, hanya beberapa bulan setelah Sang Presiden memutuskan adanya penambahan pasukan sebanyak 30 ribu orang tadi.

CIA yang bolak-balik “diomelin” oleh Presiden Obama ini, tampaknya mulai bangkit dari masa transisi yang kelam.

Dibalik senyumnya manis itu, Presiden Obama muncul sebagai sosok Panglima Tertinggi Militer (AS) yang sangat cerewet, tegas, keras kepala dan keras kemauannya untuk mengendalikan kekuatan Amerika dalam 2 perang yang sangat kontroversial yaitu Perang Afghan dan Perang Irak.

Obama sadar bahwa ia mendapat warisan yang tak sedap yaitu harus menuntaskan 2 perang yang sangat melelahkan.

Tidak cuma melelahkan negaranya dari segi anggaran, tetapi melelahkan dalam segala hal.

Tapi perang tetaplah sebuah perang, yang dampak dan tanggung-jawabnya bisa melebar kemana-mana.

https://i1.wp.com/www.sfbayview.com/wp-content/uploads/2009/11/Obama-McCrystal-on-Air-Force-One-100209-by-beagleone-Free-Republic1.jpg

Photo : Presiden Barack Obama & Jenderal Stanley Mc.Chrystal


PHOTOSTREAM : TROOPS AND THE CHILDREN OF AFGHANISTAN

NYT : Stanley McChrystal’s Long War


CIA yang di zaman pemerintah Presiden Bush, dibenarkan untuk menghalalkan segala cara untuk melaksanakan misi WAR ON TERROR, setahun terakhir ini sudah tak bisa berbuat banyak semau mereka.

Ruang gerak CIA seakan sengaja dikunci rapat oleh Presiden Obama.

Rasanya, dari sekian banyak instansi di Amerika Serikat, yang paling sering mendapat omelan secara terbuka di hadapan publik adalah Dinas Rahasia CIA.

Dari mulai proses penyidikan Water Boarding yang sarat bermuatan kekerasan dalam upaya penananganan terorisme, memo-memo Gedung Putih di era Bush yang melegalkan tindak kekerasan dalam penanganan kasus terorisme sampai ke masalah kekurang-sigapan CIA mengantisipasi ancaman terror menjelang akhir tahun 2009 lalu.

Tapi tampaknya, CIA ingin menunjukkan jati diri mereka sebagai Dinas Rahasia yang memang handal.

Namun yang Presiden Obama perlu sadari adalah tidak semua kesalahan itu harus ditumpahkan dan dilemparkan bertubi-tubi semata-mata kepada Presiden Bush pribadi.

Dendam memang bukan sebuah bentuk penyelesaian yang terbaik.

Photo : Presiden Barack Obama & Presiden George W. Bush

Tetapi barangkali yang perlu dipahami Presiden Barack Obama tentang latar belakang apa yang mendorong Presiden Bush untuk sangat amat keras melakukan semua perlawanan terhadap kalangan teroris dan sel-selnya di muka bumi ini yaitu karena faktor harga diri dan martabat sebuah bangsa yang diinjak lewat Tragedi 11 September 2001.

Jika Presiden Obama yang memerintah di saat Serangan 11 September 2001 itu terjadi, apakah Obama bisa sangat “normal dan apa adanya” dalam menindak-lanjuti serangan brutal kalangan radikal Islam kepada NEGARA AMERIKA dengan korban tewas yang tak sedikit jumlahnya ?

Sekali lagi, yang mati akibat serangan 11 September itu bukan cuma 1 atau 2 orang.

Tetapi ribuan orang !

Setiap Kepala Negara dan setiap Negara, yang pernah secara langsung melihat brutalisme aksi terorisme lewat peledakan-peledakan bom dan serangan radikal yang sangat sistematis seperti Serangan 11 September 2001, pasti akan terlukai harga diri dan martabatnya.

Rakyatnya mati sia-sia karena kekejaman terorisme.

Kehancuran terjadi disana-sini juga akibat kekejaman terorisme.

Amerika seakan sangat dipermalukan secara mengerikan dari Serangan 11 September 2001 itu.

Secara psikologis, Kepala Negara manapun yang disaat aktif menjalankan jabatan konstitusionalnya pernah menghadapi serangan terorisme secara nyata pasti akan sangat marah.

Marah semarah-marahnya.

Cuma sekarang, kemarahan itu sudah tidak bisa lagi diumbar secara berlebihan karena penegakan hukum harus dikedepankan oleh Negara manapun di muka bumi ini.

Dan jika berbicara soal Perang Afghan, maka yang harus terus diingatkan adalah perang panjang selama 8 tahun non stop di Afghanistan memang harus bisa menunjukkan hasil yang nyata.

https://i2.wp.com/www.sarkozynicolas.com/wp-content/uploads/2008/12/robertgates-obama.jpg

Photo : Menteri Pertahanan Robert Gates (Kiri), Presiden Obama & Menlu Clinton

Bisa jadi, keputusan Presiden Obama untuk tidak mengganti alias tetap mempertahankan posisi Menteri Pertahanan ketika mulai melaksanakan jabatan sebagai Presiden AS ke 44, membuahkan hasil yang signifikan.

Robert Michael Gates yang menjadi Menteri Pertahanan pada era Pemerintahan Presiden Bush, tetap dipertahankan pada era Pemerintahan Presiden Barack Obama.

Gates yang pernah menjadi Direktur CIA (dari mulai bulan November 1991 s/d bulan Januari 1993, red) ini, seakan menjadi jembatan yang baik antara Pentagon – terutama kekuatan intelijen dan militer Amerika Serikat – dengan Pemimpin Baru mereka yaitu Presiden Barack Obama.

Kalau mau jujur, tentu kalangan militer AS pusing tujuh keliling.

Photo : Presiden Obama, Wapres Joe Biden (tampak belakang) & Petinggi Militer AS

Mereka membutuhkan penambahan pasukan dengan jumlah yang sangat besar dalam perang Afghan, tetapi yang disetujui hanya sedikit – walaupun kategori sedikit itu, oleh masyarakat awam internasional tetaplah dinilai sangat besar jumlahnya –.

Militer AS membutuhkan penambahan pasukan diatas 60 ribu orang dalam perang Afghan untuk kelanjutan perang di tahun 2010 ini.

Tetapi hanya 30 ribu yang disetujui Presiden Obama.

Tertangkapnya orang nomor dua Taliban MULLAH ABDUL GHANI BARADAR oleh Dinas Rahasia CIA yang mengkomandoi perangkat militer AS di Afghanistan baru-baru ini, menjadi sinyal yang baik bagi Presiden Obama.

Panglima Tertinggi Militer AS ini diberi kejutan yang melegakan hati.

Pertanyaannya sekarang, mampukah CIA dan perangkat militer AS menangkap yang lebih bertanggung-jawab untuk Tragedi 11 September itu sendiri ?

https://i0.wp.com/www.bollyn.com/public/osama-bin-laden-video.jpg

Photo : Osama Bin Laden

Mampukah AS menangkap Osama Bin Laden ?

Substansi dari totalitas perang melawan teror adalah terfokus pada sosok Osama Bin Laden.

Tanggung jawab utama Tragedi 11 September itu bukan pada orang nomor 2, nomor 3 atau nomor berapapun dalam organisasi Al Qaeda dan Taliban secara keseluruhan.

Tanggung jawab itu ada pada orang nomor 1 !

CIA dan perangkat militer AS jangan cuma setengah hati mempertaruhkan seluruh daya dan kemampuan mereka untuk menuntaskan perang panjang di Afghan.

Berikanlah lagi kejutan-kejutan yang lebih melegakan hati Presiden Obama dan dunia secara keseluruhan.

Semakin cepat, semakin baik, perang Afghan itu dituntaskan.

Semakin cepat, semakin baik, perang Afghan itu dimenangkan.

Militer AS dan pasukan multinasional yang ada di Afghanistan, pasti bisa menuntaskan dan memenangkan perang di sana dengan hasil yang diharapkan bersama.

Janganlah menyia-nyiakan pengorbanan semua prajurit dan kalangan sipil yang sudah menjadi terkorbankan nyawanya dalam kurun waktu 8 tahun ini.

https://i2.wp.com/img.timeinc.net/time/daily/2009/0902/leon_panetta_0225.jpg

Direktur CIA Leon Panetta

Menteri Pertahanan Robert Gates dan Direktur CIA Leon Panetta, semoga membuka lebar-lebar “telinga” mereka terhadap tuntutan banyak pihak bahwa kalangan sipil harus lebih terlindungi dalam perang Afghan ke depan ini.

Tuntutan ini memang agak sulit dilaksanakan di lapangan karena dalam perang gerilya, gerak Taliban bisa jadi sangat militan di bawah tanah dengan menyusup di kalangan sipil setempat.

Jenderal Stanley McChrystal sebagai penanggung-jawab militer AS di Afghanistan, pasti lebih tahu bagaimana caranya agar tuntutan internasional tentang lebih terlindunginya kalangan sipil ini bisa dilaksanakan di tengah kondisi perang yang serba terbatas.

Terbatas dalam arti, kekuatan personil militer AS tak sesuai seperti yang mereka harapkan penambahannya.

Dan sepanjang perang Afghan ini masih berlangsung, pastikanlah bahwa adu senjata dan adu fisik tidak memakan korban dari kalangan sipil, kaum perempuan dan anak-anak.

Photo : Presiden Barack Obama

Keputusan dari Presiden Obama sebagai Panglima Tertinggi Militer memang sudah menjadi harga mati bagi militer AS dalam perang Afghan.

Dengan jumlah tambahan pasukan sebanyak 30 ribu orang untuk memperkuat militer AS dan pasukan multinasional, perang Afghan memang sudah saatnya diakhiri dengan hasil yang lebih baik dan lebih nyata.

Apa yang dimaksud dengan hasil yang lebih baik dan lebih nyata ?

Rasanya, terlalu sia-sia untuk menggurui militer yang setangguh militer AS.

https://i1.wp.com/assets.nydailynews.com/img/2009/09/22/alg_mccrystal.jpg

Photo : Jenderal Stanley Mc.Chrystal

Rasanya, terlalu sia-sia juga untuk mengkuliahi “Top Military” sekelas Jenderal Stanley McChrystal.

Mereka pasti tahu, sudah sangat tahu, bahwa perang Afghan itu kaca kunci kemenangannya adalah jika mereka berhasil menangkap seseorang yang dikejar dan diincar selama 8 tahun terakhir.

Seseorang yang berinisial O.

Untuk kelak dilaporkan bahwa perang Afghan ini memang bisa berhasil dimenangkan kepada Panglima Tertinggi Militer Amerika yang inisialnya juga sama-sama O.

Jadi, menangkanlah perang Afghan dengan menangkap target utama berinisial O untuk dilaporkan kepada Sang Panglima Tertinggi yang kebetulan juga berinisial O.

(MS)

February 26, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Obama Tunggu Kejutan Baru Pentagon & CIA Dari Perang Afghan

Datanglah Obama Sebab Indonesia Juga Rindu Padamu

https://i1.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/09/25/157/resepsi-pembukaan01.jpg
Oleh : MEGA SIMARMATA, Pemimpin Redaksi
 
Jakarta 24/1/2010 (KATAKAMI) Ada sebuah lelucon atau joke yang dilontarkan dalam diskusi kecil antara sejumlah wartawan senior dengan pejabat tinggi negara dalam pertemuan informal. Lelucon atau joke itu berbunyi, “Jika nanti Obama datang ke Indonesia, berapa banyak agen-agen dari Dinas Rahasia CIA merapat ke Indonesia menjelang kedatangan Obama ? CIA cabang Singapura, CIA cabang Australia, CIA cabang negara ini dan itu”. Lelucon atau joke ini tak salah. Sebab bisa menjadi ilustrasi betapa ketatnya penjagaan terhadap seorang kepala negara dari negara adidaya jika hendak berkunjung ke negara tertentu. 
Apalagi negara yang mau dituju itu adalah Indonesia, tempat kelahiran Hambali – salah seorang tersangka TERORIS yang kini meringkuk di penjara Guantanamo Kuba sejak tahun 2003–. 
Setelah membatalkan rencana kunjungannya ke Indonesia bulan November 2009 yang lalu, kini pertanyaannya akan dibatalkan kembalikah rencana kedatangan Obama pertengahan tahun 2010 ini ? 
Ya, bisa saja kunjungan itu dibatalkan kembali kalau Obama merasa tidak nyaman dan tidak aman jika mengunjungi Indonesia dalam situasi yang serba ruwet.
https://i1.wp.com/nimg.sulekha.com/Others/original700/barack-obama-malia-obama-sasha-obama-michelle-obama-2009-7-10-13-47-59.jpg
Kalau rencana itu dibatalkan untuk yang kedua kalinya, maka gagal jugalah niat Obama memperkenalkan kepada kedua putri tercintanya – Malia & Sasha -tempat dulu Obama kecil pernah tinggal bersama ayah tirinya yaitu Lolo Soetoro dan Stanley Ann Dunham (ibunda Obama). 
Sebenarnya kalau mau jujur, Direktur CIA Leon Panetta tak perlu repot-repot mengirimkan agen rahasianya sebanyak-banyaknya ke Indonesia menjelang kunjungan Obama.
Indonesia ini sudah penuh ! 
Dan Pemerintah Amerika juga harus mengingat bahwa Indonesia menyambut baik dan sangat “welcome” pada rencana kunjungan Obama – kapanpun itu –.
Akan tetapi, hendaklah kiranya perangkat keamanan Amerika jangan OVER ACTING di Indonesia. 
Sebab di Indonesia ada perangkat-perangkat keamanan yang punya otoritas penuh untuk menjalankan tugasnya. 
Pertama, Badan Intelijen Negara (BIN). 
Kedua, MABES POLRI.
Dan ketiga, TNI – khususnya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dari Group C yang bertugas mengamankan Tamu-Tamu Negara –.
Tentu, diluar dari ketiga perangkat penting ini, Departemen Luar Negeri yang punya peran sangat strategis menyelarasakan semua agenda-agenda yang akan dilakukan Presiden Obama sepanjang berada di Indonesia. 
Deplu Indonesia bekerjasama dengan Deplu Amerika. 
Yang ingin ditegaskan disini bahwa Amerika harus menghargai perangkat-perangkat keamanan dan pemerintahan yang akan mengatur semua agenda kegiatan Presiden Obama sekeluarga jika berada di Indonesia. 
Jangan merasa lebih berhak melakukan ini dan itu, dibandingkan perangkat keamanan Indonesia sendiri. 
Jangan lagi diulangi, peristiwa Cikini yaitu saat Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice berkunjung ke salah satu Sekolah Islam yang ada di Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat (Maret 2006).
Marinir AS dalam jumlah yang banyak disiagakan dengan senjata lengkap sehingga menimbulkan ketakutan dan kemarahan dari masyarakat yang melihatnya. 
Belum lagi, pasukan khusus pihak Amerika yaitu ANJING-ANJING yang mengendus kesana kemari.
https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/11/16/157/Obama01.jpg
Jangan juga diulangi ulah arogan SECRET SERVICE saat kunjungan Presiden George Bush (Sr) dan Presiden Bill Clinton saat keduanya datang bersamaan untuk mengunjungi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) awal tahun 2005. 
Secret Service (SS) alias Pasukan Pengamanan Presiden AS saat itu seenaknya saja membuangi tas siapa saja – termasuk tas dari semua WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN INDONESIA – begitu kedua mantan presiden Amerika itu akan mendarat di Bandara Polonia Medan. 
Semua tas itu dibuangi dalam keadaan hujan deras. 
Aparat Indonesia tidak ada yang berani melawan. 
Semua diam membisu – yang bisa dilakukan hanya menyaksikan dengan mulut terkunci aksi Secret Service tadi –.
Luar biasa ! 
(Saya bisa mengatakan hal seperti ini karena waktu itu saya masih tergabung sebagai WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN dan ikut dalam pesawat kepresidenan yang membawa Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono). 
Dan jangan juga pada saat datang nanti, WARTAWAN dari GEDUNG PUTIH akan sangat diistimewakan alias disejajarkan pangkatnya dengan tamu-tamu penting alias VVIP.
Sementara WARTAWAN INDONESIA akan dijadikan warga negara kelas dua di negaranya sendiri. 
Enak saja ! 
Jangan ada diskriminasi terhadap PERS. 
Mau WARTAWAN dari Gedung Putih atau dari Istana Kepresidenan Indonesia, sama semua kedudukannya dalam hal pencarian berita. 
Apalagi negara yang dikunjungi adalah INDONESIA.
Dan INDONESIA adalah NEGARA kami !
Jadi yang ingin diingatkan kembali disini, ada semacam harapan yang bisa disampaikan kepada perangkat keamanan Amerika Serikat – terutama CIA – dalam mempersiapkan rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia.
Jalinlah kerjasama yang sangat kuat dan harmonis dengan perangkat keamanan Indonesia.
Kedudukannya setara, bahkan jauh lebih kuat posisinya perangkat keamanan di Indonesia.
https://i1.wp.com/i.thisislondon.co.uk/i/pix/2009/04/obama-panetta-415x276.jpg
Photo : Presiden Obama & Direktur CIA Leon Panetta
Direktur CIA saat ini, LEON PANETTA, kelihatan dari mukanya yang termuat dalam foto-foto sih muka baik. 
Mudah-mudahan cara pandang dan integritasnya juga sama baiknya. 
Sehingga, yang ingin disampaikan disini adalah jangan anggap enteng dan jangan ada perangkat keamanan AS yang meremehkan perangkat keamanan Indonesia menjelang dan pada saat kunjungan Presiden Obama ke Indonesia. 
Jangan kirimkan agen rahasia sebanyak-banyaknya ke Indonesia. 
Tidak perlu ! 
Yang perlu dilakukan adalah menjalin KERJASAMA yang sebaik-baiknya. 
Kamipun di Indonesia punya perangkat keamanan yang sama baiknya dengan Amerika.
Kerjasama Polisi kepada Polisi (MABES POLRI kepada Biro Investigasi Federal FBI).
Kerjasama Intelijen kepada Intelijen (BIN kepada CIA).
Kerjasama Militer AS kepada TNI.
Kerjasama Deplu AS kepada Deplu Indonesia.
Photo : (Ki-Ka) Panglima TNI Djoko Santoso, Kepala BIN Sutanto & Kapolri BHD

PHOTOSTREAM : Indonesian Elite Forces, We Love You Full Soldier !

Diduga Noordin M. Top Atau Gories Mere Yang Kebelet Ingin Ngetop ?

Jalinlah kerjasama dan komunikasi yang sehat, terukur dan terarah.
 
Waktu pasti akan cepat berlalu. 
Tak terasa nanti, hari H yang akan ditentukan akan segera tiba.
Dan daripada nanti yaitu pada saat Presiden Obama datang, hal-hal ini ditanyakan maka lebih baik dari sekarang Pemerintah Amerika menyelaraskan segala sesuatunya agar dikomunikasikan secara baik dengan Pihak Indonesia.
Misalnya, masalah TERORIS HAMBALI.
Jika memang HAMBALI akan diadili di Pengadilan Amerika maka berilah ruang dan waktu bagi Pihak Indonesia masuk dalam konteks permasalahan ini.
HAMBALI dituduh sebagai dalang peledakan bom malam Natal tahun 2000 dan dalam kasus Bom Bali I tahun 2002. 
Walaupun HAMBALI sudah hampir 7 tahun ditahan di penjara Guantanamo Kuba karena dituduh terlibat dalam serangan 11 September 2001, Pemerintah Amerika harus tetap menjalin komunikasi dengan Pihak Indonesia.
http://z4ki.files.wordpress.com/2009/08/den881.jpg?w=605&h=593
Terutama kepada Deplu dan MABES POLRI.
Selain karena Hambali adalah warga negara Indonesia, ia juga terlibat dalam banyak sekali kasus-kasus ekstrim di republik ini.
Wajar, sangat wajar malah, kalau Indonesia berkepentingan untuk tahu – kapan dan dimana – Hambali akan diadili. 
Kemudian, Indonesia juga berhak untuk diberi kesempatan bertemu dan berbicara dalam konteks penyidikan kasus terorisme – khusus masalah ini, porsi yang perlu diberi kesempatan melakukan itu adalah Tim Penyidik POLRI dari Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror POLRI –.
Presiden Obama adalah seorang pemimpin yang sangat komit pada upaya penegakan hukum di negara. 
Seseorang yang sangat menghormati nilai-nilai hukum, pasti tidak akan mau menyepelekan upaya penegakan hukum di wilayah yurisdiksi negara lain – apalagi kalau kasusnya adalah TERORISME –.
Lalu kalau dalam kunjungannya ke beberapa negara, salah satu topik yang dibahas Presiden Obama adalah pemberantasan narkoba.
Ups, itupun topik yang sangat bagus untuk dibicarakan di Indonesia dalam kunjungan Obama nanti.
Obama pasti kagum kalau di Indonesia ini, ada mafia dari sindikat narkoba internasional bisa diloloskan dari jerat hukum sebanyak 3 kali berturut-turut yaitu bandar narkoba Liem Piek Kiong.
https://i1.wp.com/jakarta.usembassy.gov/bhs/cameron_hume.jpg
Photo : Dubes AS Cameron R. Hume 
Duta Besar AS untuk Indonesia, Cameron R. Hume harus banyak-banyak membaca semua referensi dan informasi seputar bandar narkoba Liem Piek Kiong. 
KATAKAMI.COM dengan senang hati bersedia membantu Sang Dubes ini untuk mendapatkan beberapa referensi tulisan seputar keberuntungan bandar nakorba MONAS yang patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum oleh OKNUM JENDERAL POLRI.
Mengapa ? 
Ya sebab Presiden Amerika saat ini sangat concern pada masalah pemberantasan narkoba.
Jangan hanya basa-basi menjalin kerjasama di bidang narkoba kalau untuk menangkap bandar narkoba Liem Kiek Kiong alias MONAS saja, Amerika dan Indonesia tak mampu.
Bikin malu kalau Amerika dan Indonesia cuma berteori saja memerangi narkoba.
Bayangkan, ada bandar narkoba dari sindikat internasional memiliki 1 juta pil ekstasi pada saat ditangkap bulan November 2007, tetapi tidak diadili untuk kasus tersebut.
https://i2.wp.com/data5.blog.de/media/898/3376898_914dc925ae_m.jpg
Photo : Terpidana mati kasus narkoba, JET LI (Cece) 

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

Terimakasih Ritonga, Copot Gories Mere, Lawan NARKOBA

Terpidana Mati CECE Jual Beli Narkoba Dari Dalam Rutan ? Cape Deh !

Sampai detik ini, bandar narkoba Liem Piek Kiong bebas merajalela berkeliaran entah dimana. 
Isterinya yaitu Jet Li alias CECE, yang justru disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan sudah divonis MATI. 
Tapi biarpun sudah divonis MATI, Cece masih bisa mengendalikan perdagangan gelap narkoba dari dalam penjara dengan menggunakan HANDPHONE.
Dari dua isu penting seperti ini saja yaitu TERORISME & NARKOBA, perangkat-perangkat hukum dan keamanan Amerika dan Indonesia sudah harus dari sekarang menjalin kerjasama menjelang kunjungan Presiden Obama ke Indonesia.
Iya dong, supaya kunjungan itu jangan menjadi kunjungan seremonial yang penuh basa basi yaitu kunjungan yang hanya disini dengan senyum manis kedua Kepala Negara yang melambai-lambai masuk TELEVISI dan MEDIA MASSA pada umumnya.
Kemudian, kerjasama MILITER antara Amerika dan Indonesia juga jangan diabaikan.
Jangan lagi ada embargo-embargo yang ujung-ujungnya hanya menyudutkan, menyusahkan dan merepotkan Indonesia – dalam hal ini TNI –.
https://i0.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2009/11/16/3576830p.jpg
Photo : Presiden Barack Obama & Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
Dukunglah keutuhan dan kedaulatan NKRI sebagaimana mestinya, jangan justru memberi angin kepada kalangan separatisme atau pihak manapun yang recok alias ribut urusan domestik Indonesia untuk mencemarkan nama baik negara ini di kancah internasional.
Begitu banyak harapan yang diberikan kepada Presiden Obama yang sudah 1 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Amerika.
Obama adalah tamu sangat penting yang pasti akan disambut baik dan hangat di Indonedia.
Obama adalah sahabat Indonesia yang pasti ditunggu-tunggu kedatangannya – tidak cuma oleh guru dan murid-murid di sekolah tempat Obama kecil dahulu kala menuntut ilmu tetapi ditunggu juga oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan –.
Seperti yang pernah diucapkan sendiri oleh Obama dalam sebuah kesempatan bahwa ia RINDU untuk bisa datang ke Indonesia.
Obama perlu tahu bahwa Indonesia juga rindu kepada dirinya sebagai seorang sahabat yang dapat membantu dan mendukung penegakan hukum, HAM dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dan dalam membantu, Obama jangan cuma retorika atau basa-basi konsistensinya dalam mendukung semuanya itu.
Datanglah Obama, kapanpun itu.
Pintu Indonesia dan pintu hati semua masyarakat di Indonesia, terbuka sangat lebar untuk kedatangan Obama.
Datanglah, agar terjalin persahabatan dan kerjasama yang lebih konkrit serta bermanfaat.
Datanglah Obama ! 
 
Datanglah “BARRY” ! 
Sebab kami pun rindu padamu. 
Tetapi bukan rindu untuk dikuliahi atau dipojokkan soal tudingan pelanggaran HAM atau soal-soal tetek bengek yang tidak bermutu. 
Kami rindu untuk bekerjasama dengan baik dan bermitra sejajar secara terhormat.
(MS)

February 24, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Datanglah Obama Sebab Indonesia Juga Rindu Padamu

Misteri Propam Polri, Salut Oegroseno Selamat Bertugas Budi Gunawan



DIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMI.COM

Propam Polri: Jangan Ada Lagi Penjebakan Dalam Kasus Narkoba

Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

Hidup Terus Berputar, GORIES

Jakarta (18/2/2010 (KATAKAMI) Jika tak ada aral melintang maka pecan depan akan dilaksanakan upacara pelantikan pejabat Kepala Profesi dan Pengamanan (Propram) POLRI dan Kapolda Sumatera Utara. Yang cukup menarik untuk dibahas disini adalah pergeseran jabatan Kepala Divisi Propram POLRI Irjen Oegroseno. Ia digantikan oleh mantan Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri yaitu Irjen Budi Gunawan.
Mengapa dikatakan menarik untuk membahas pergantian jabatan Kepala Divisi Propam POLRI ?

Ya sebab pergantian jabatan Kepala Divisi Propram Polri ini dilakukan justru disaat Irjen Oegroseno gencar melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kasus pemukulan Ann di Artha Graha.

Kasus Aan ini bermula dari penganiayaan yang terjadi pada 14 Desember 2009. Aan mengaku dianiaya oleh Viktor Laiskodat di depan 3 oknum Polda Maluku di Gedung Artha Graha. Aan sempat disekap dan ditelanjangi di gedung Artha Graha lantai 8 dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi.

Aan diminta mau menjadi saksi untuk kasus kepemilikan senjata api milik mantan Bos PT Maritim Jaya, DT. Namun karena menolak, kini Aan ditetapkan menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba.

3 oknum penyidik Polda Maluku yang dilaporkan ke Propam yakni Direskrim Polda Maluku Kombes Pol Jhon Siahaan, Ipda Jhoni dan Brigadir Obed.

Lewat WAWANCARA KHUSUS dengan KATAKAMI.COM, Kamis (18/2/2010) malam di Jakarta, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane sangat menyayangkan pergantian jabatan Kepala Divisi Propram Polri disaat Irjen Oegroseno justru dinilai berhasil dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Photo : Neta S. Pane (IPW)

“Jika kita bicara soal Irjen Oegroseno, berarti kita berbicara tentang figur polisi yang cukup bagus. Oegroseno sangat bagus dalam menjalankan tugasnya. Tapi ternyata di POLRI ini, figur yang bagus tidak cukup menentukan apakah ia bisa mendapatkan dukungan penuh dari Kapolri atau tidak dalam menindak-lanjutkan tugas-tugasnya yang penting” kata Neta S. Pane.

Menurut Neta, jika benar pergantian jabatan Kepala Dvisi Propram POLRI ini dilakukan karena sosok Oegroseno sangat tegas dan keras dalam menangani kasus pelanggaran berat yaitu kasus pemukulan di Artha Graha.

“Sepertinya sih kabar itu benar ya. Oegroseno diganti karena dinilai terlalu keras menangani kasus Artha Graha. Akibatnya, Oegroseno bukan mendapatkan promosi tetapi justru demosi. Demosi itu ya kebalikan dari promosi. Jika Oegroseno memang mendapatkan promosi maka jabatan yang diberikan kepadanya adalah Kapolda Metro Jaya. Tetapi yang diberikan Kapolri (Jenderal Bambang Hendarso Danuri, red) justru Kapolda Sumatera Utara. Kelasnya Polda Metro Jaya kan diatas Polda Sumut” lanjut Neta S. Pane.


Photo : Irjen Budi Gunawan

Neta S. Pane berharap, pengganti Irjen Oegroseno yaitu Irjen Budi Gunawan bisa melanjutkan tugas sebagai Kepala Divisi Propram Polri dengan ketegasan dan integritas yang sama tinggi.

Irjen Budi Gunawan itu figur yang sama bagusnya. Kita berharaplah agar beliau ini berkomitmen tinggi untuk menjalankan tugas sebagai Kepala Divisi Propram POLRI dengan sebaik-baiknya. Paling tidak, berbuat semaksimal mungkin agar apapun pemeriksaan dan penanganan kasus-kasus pelanggaran dari oknum polisi yang brengsek bisa ditindak-lanjuti dengan mendapat dukungan dari Kapolri” tambah Neta.

Sebab, lanjut Neta, semua tugas penertiban dan penindakan Propram POLRI terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oknum polisi yang brengsek akan sangat sia-sia pelaksanaannya jika tidak ada dukungan dari Kapolri selaku pimpinan nomor satu di dalam tubuh POLRI.

“Mau jadi POLRI ? Misalnya nih, mereka punya kader yang baik seperti Oegroseno dan Budi Gunawan tetapi tidak didukung Pimpinan dalam bertugas. Kan percuma saja. Kasus pemukulan di Artha Graha, siapa bekingnya di dalam internal POLRI ? Buka dong. Bongkar semua. Jangan langsung main copot saja ketika Irjen Oegroseno sedang menangani kasus ini. Copot beking yang ada dibalik kasus Artha Graha ini ! Jadi bukan Oegroseno yang harus dicopot !” tegas Neta S. Pane.

Menurut Neta, Oegroseno pernah bertugas di daerah konflik yang sangat luas tantangannya yaitu sebagai Kapolda Sulawesi Tengah sehingga dalam menjalankan tugas barunya sebagai Kapolda Sumut diharapkan bisa mengulangi kesuksesan yang sama saat masih menjadi Kapolda Sulawesi Tengah.

Sementara itu dalam kesempatan yang terpisah, Kepala Divisi Humas POLRI Irjen Edward Aritonang mengatakan bahwa pergantian jabatan Kadiv. Propram POLRI sesuatu yang wajar yaitu memberikan promosi atas keberhasilan Irjen Oegroseno.


Photo : Irjen Edward Aritonang

“Lho, siapa bilang itu bukan promosi. Jangan begitulah. Ini promosi untuk Pak Oegroseno. Penilaian Bapak Kapolri terhadap Irjen Oegroseno cukup baik. Pimpinan menilai bahwa selama ini Irjen Oegroseno sudah menjalankan tugasnya dengan cukup baik. Jabatan Kapolda itu kan tidak main-main. Itu jabatan yang sangat strategis” kata Edward Aritonang kepada KATAKAMI.COM, Kamis (18/2/2010) malam di Jakarta.

Menurutnya, Irjen Oegroseno dan Irjen Budi Gunawan akan dilantik oleh Kapolri pada hari Selasa tanggal 23 Februari mendatang.

Kamis (18/2/2010) malam di Jakarta, KATAKAMI.COM berhasil mendapatkan WAWANCARA EKSKLUSIF juga dari Irjen Oegroseno seputar kontroversi pergantiannya sebagai Kadiv Propram POLRI.

Oegroseno mengaku bahwa selama kurun waktu satu tahun menjalankan tugasnya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan POLRI, ia sudah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya.

Photo : Irjen Oegroseno

“Begini, saya tidak dalam posisi mempersoalkan apakah saya mendapatkan promosi atau tidak. Selama ini, saya sudah menempatkan diri pada tugas-tugas dan posisi di  propam pengamanan internal. Saya tidak main main dalam menjalankan tugas saya sebagai Kadiv. Propram. Tidak ada yang bisa melakukan tawar-menawar atau bargaining dari diri saya” demikian ditegaskan Irjen Oegroseno

Ketika ditanya, adakah kendala yang dihadapinya sepanjang menjalankan tugas sebagai Kepala Divisi Propram POLRI selama kurun waktu setahun ini ?

Irjen Oegroseno menajwab, “Setiap pelanggaran disiplin dan etika profesi itu hendaknya jangan diakumulasikan. Bagi saya sebagai Kadiv. Propram, setiap dugaan pelanggaran dsiplin atau dugaan pelanggaran etika profesi maka semua itu harus doiproses. Tidak ada yang tidak diproses jika memang ada dugaan terhadap disiplin dan etika profesi tadi. Periksa, siapapun yang diduga terlibat. Kemudian, disidangkan, Dan kalau terbukti bersalah maka diberikan hukuman” jawab Oegroseno.

KATAKAMI.COM juga menanyakan, adakah beban moral dalam memeriksa sesama polisi didalam lingkungan institusi POLRI ?

Irjen Oegroseno menjawab, “Tidak ada beban moral sebab itu sudah menjadi tugas saya. Banyak yang sudah diperiksa. Ada dari intelijen, reserse, pokoknya banyak yang kita limpahkan” lanjut Oegroseno.

Menanggapi tugas barunya sebagai Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno mengatakan bahwa dimanapun ia ditempatkan, ia akan terus berusaha menjadi polisi yang professional.

“Patokan saya hanya satu, apakah saya berada on the right track dalam menjalankan tugas-tugas saya. Dalam pengabdian itu, kita jangan berbicara soal perorangan atau kelompok. Dimanapun saya bertugas, saya akan kerjakan tugas-tugas itu dengan sebaik-baiknya. Tidak semua polisi itu jelek. Tidak semua polisi itu brengsek. Masih sangat banyak, polisi yang punya idialisme tinggi. Sebab penegakan hukum itu adalah sesuatu yang indah kalau dilaksanakan secara berke-Tuhanan, berkemanusiaan dan berkeadilan. Itu saja” jawab Oegroseno.

KATAKAMI.COM menanyakan, apakah Oegroseno mendengar atau mengetahui bahwa pencopotan dirinya sebagai Kadiv Propram Polri ini dikait-kaitkan dengan kasus Artha Graha yang sedang ditanganinya di Propram Polri  (dimana patut dapat diduga, kasus Artha Graha ini dibekingi oleh seorang oknum perwira tinggi berbintang 3 dari wilayah FLORES ) ?

Irjen Oegroseno menjawab, “Saya tidak mendengar soal itu. POLRI kan melakukan evaluasi internal. Kami ini selalu diingatkan tentang tugas pengabdian sebagai polisi yaitu sejauh mana memegang teguh komitmen sebagai aparat penegak hukum. Bagaimana mungkin bisa menjadi Penyidik kalau tidak professional ? Rakyat Indonesia kan menunggu dan mengharapkan Polri itu professional. Rakyat diam, bukan berarti tidak memonitor tugas-tugas Polri. Iya kan. Jadi POLRI akan selalu professional kok dalam menjalankan tugas-tugasnya” jawab Oegroseno.


Photo : Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri & Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani

Bongkar pasang jabatan Kadiv. Propram Polri ini, sesungguhnya tak perlu lagi dipermasalahkan. Apakah ini sebuah promosi atau justru sebaliknya.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pasti sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan sangat objektif, proporsional dan seadil-adilnya.

Keputusan ini tak perlu dicurigai lagi tetapi POLRI harus tetap mawas diri.
Artinya, bukalah mata dan telinga terhadap segala sesuatu yang menjadi tuntutan masyarakat terhadap POLRI secara institusi.

Reformasi birokrasi akan menjadi sangat sia-sia jika Polri tidak mewujudkan secara nyata dalam mengenali dan menempatkan sumber daya manusia (SDM) mereka dengan tepat.
Polri harus tetap menjadi institusi penegakan hukum yang handal dan profesional.

Polri jangan mau digerogoti oleh oknum perwira tingginya yang busuk dan diam-diam mencari makan lewat cara pembekingan narkoba atau perjudian.

Polri jangan mau terus menerus dibebani oleh oknum perwira tinggi yang cuma berani dari belakang layar mengacaukan segala sesuatu dengan cara melakukan berbagai pelanggaran yang muaranya mencari keuntungan diri sendiri dan kelompoknya.

Polri jangan mau mengorbankan orang per orang yang justru sangat kapabel dan punya integritas sangat tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Korbankan yang perlu dikorbankan yaitu oknum yang memang liar tak terkendali.

Sikat saja !

Kapolri Jenderal BHD dan Wakapolri Jusuf Manggabarani pasti bisa mewujudkan performa POLRI yang profesional dan tegas setegas-tegasnya kepada siapapun oknum yang “bermasalah”.

Salut untuk Irjen Oegroseno atas keberanian, ketegasan dan keteguhannya memegang prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan.

Dan selamat bertugas untuk Irjen Budi Gunawan sebagai Kepala Divisi Propram Polri yang baru.

Selamat bertugas Irjen Budi, sikat saja yang memang “bermasalah” !

Apalagi jika ada oknum perwira tinggi Polri yang doyan cari makan dengan cara membekingi bandar-bandar narkoba dan perjudian.

Sok jago dan tidak bermoral jika ada oknum perwira tinggi Polri yang sangat “percaya diri” menjadi beking bandar narkoba dan perjudian. Tidak tahu malu manusia seperti ini karena oknum yang jenis begini hanya akan bikin kotor Polri saja.

Semoga, Irjen Budi Gunawan dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan Irjen Oegroseno.

(MS)

February 23, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Misteri Propam Polri, Salut Oegroseno Selamat Bertugas Budi Gunawan

Silence Is Golden Ala Sutanto Hadapi Barisan Sakit Hati

Selamat Bertugas Sutanto Kepala BIN Baru, Pancen Oye !

Munir Cahaya Yang Tak Pernah Padam (Tulisan Suciwati)

Jakarta (26/11/2009) Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk, mengangkat dan memutuskan mantan Kapolri Jenderal Polisi Purnawirawan Sutanto menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ternyata menuai kritik.
Awalnya, kritik terberat atas naiknya Sutanto sebagai orang nomor satu di Dinas Rahasia Indonesia itu dipusatkan kepada keberadaan Sutanto yang berlatar-belakang POLISI alias NON MILITER.

http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1256208453


Jenderal Sutanto Alumni Terbaik Akpol 1973

Cabinet 2009: State Intelligence, Sutanto

Adrianus Meliala : Sutanto Jangan Lakukan Intelijen Hitam

Belakangan, kritik tunggal ini ternyata tak cukup ampuh merecoki penunjukan Sutanto yang berpembawaan kalem ini. Mengapa tak cukup ampuh ?

Ya karena di masa pemerintahan Presiden RI 1 Ir. Soekarno atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bung Karno, Kepala Intelijen Indonesia juga ada yang NON MILITER yaitu Soetarto.

Inilah yang sempat didiskusikan oleh Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata saat bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Haji Taufiq Kiemas pekan lalu.

Ketika itu, hadir juga dalam diskusi kecil-kecilan tadi wartawan senior dari Harian Kompas Budiarto Shambazy dan wartawan senior dari Harian Media Indonesia Derek Manangka.

Di ruang kerja Ketua MPR, diskusi kecil ini menyenggol sebuah fakta di era pemerintahan Bung Karno bahwa SIPIL juga pernah dipercaya dan diangkat menjadi Kepala Intelijen Indonesia (Soetarto).

Jadi, kalau ada yang menilai bahwa keputusan SBY ini menyalahi aturan dan tradisi yang pernah ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahwa Kepala Intelijen itu WAJIB dari militer.

Ternyata salah besar !

https://i0.wp.com/219.83.122.194/web/images/stories/Foto/logo-bin.jpg
Tidak ada aturan perundang-undangan yang mengatur bunyi atau poin seperti ini, “Kepala Intelijen Indonesia diwajibkan diambil dari Dinas Kemiliteran Tentara Nasional Indonesia”.

Kritikan itu sangat “sibuk sendiri” mengomentari dan mempertanyakan mengapa Kepala Intelijen itu diambil bukan dari kalangan MILITER ?
Ini perlu dijelaskan agar dalam mengkritik hendaknya jangan asal bunyi alias ASBUN.

Kritikan lain yang tidak kalah seru adalah spekulasi yang menyebutkan bahwa masuknya Sutanto yang notabene adalah NON MILITER ini akan menggembosi TNI.

Agak lucu kritikan soal gembos-mengembosi ini.

Tak jelas, siapa yang menggembosi dan siapa yang digembosi jika Kepala Intelijen dipimpin oleh POLISI ?

Atau kalau mau dipertajam lagi kalimatnya, siapa yang bisa menikam dari depan, menikam dari belakang dan bahkan menelikung jika Kepala Intelijen dipimpin oleh POLISI ?

Kemungkinan yang paling besar terjadi justru sangat ekstrim yaitu patut dapat diduga justru Sutanto yang bisa “ditikam dari belakang” oleh barisan sakit hati.

Mengapa ?

Ya, barangkali karena satu dan lain hal.

Misalnya, rasa takut yang berlebihan jika masuknya Sutanto ke dalam lingkup dinas intelijen yang pasca reformasi ini “tak bersih-bersih amat” akan dibersihkan.

Dengan apa membersihkannya ?

Selain dengan berbagai reposisi dalam struktur organisasi dalam internal organisasi BIN, acara bersih-bersih itu bisa juga menjangkau pembersihan bagi siapapun dan apapun yang patut dapat diduga melakukan perbuatan melawan hukum.

Ingat, Sutanto ini bisa disebut Raja Tega.

Ia tak akan segan menindak anak buahnya sendiri yang memang patut dapat diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau pelanggaran hukum.

Contoh kasus adalah saat Sutanto menjabat sebagai Kapolri (Juli 2006 – Oktober 2008). Sutanto menindak secara tegas Kepala Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) POLRI Komisaris Jenderal Suyitno Landung.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/11/munir.jpg?w=298
Ini fakta yang tak bisa dihapus dari lembaran sejarah Indonesia.

Publik hanya tahu sedikit tentang bagaimana keras dan tegasnya Sutanto menindak anak buah yang melakukan pelanggaran hukum. Kepribadian Sutanto yang merupakan anak tunggal dalam keluarganya memang sangat tenang dan kalem.

Ia sulit ditebak oleh lawan tetapi disegani oleh kawan.

Ketika Sutanto menjabat sebagai Kapolri pun, ketegasannya melakukan secara konsisten upaya penegakan hukum kepada instansi lain juga sudah terbukti dan teruji.

Dengan tetap mengedepankan “kesantunan”, saat Sutanto menangani kasus pembunuhan aktivis HAM Munir “kesantunan” itu dilakukannya untuk memudahkan dan mensukseskan kerja Tim yang menangani kasus Munir.

Sutanto meminta “izin” atau kulonuwun kepada Kepala BIN saat itu yaitu Sjamsir Siregar bahwa Tim Kepolisian hendak “masuk” memeriksa internal BIN.

Informasi ini bukan datang dari Sutanto melainkan dari Sjamsir Siregar sendiri.

Dalam satu kesempatan, Sjamsir Siregar menceritakan kepada KATAKAMI.COM bahwa dirinya bertemu dengan Sutanto di sebuah pertemuan resmi. “Tadi si Tanto bilang ke aku, Mas … izin, Tim Kepolisian mau memeriksa !” demikian Sjamsir menirukan ucapan Sutanto waktu itu.

Ia tidak ingin mendatangkan guncangan dan tidak pernah punya arogansi mempermalukan instansi atau individu MILITER.

Lihatlah saat Mantan Deputi BIN Mayjen Purn. Muchdi Pr dijemput oleh Tim Kepolisian untuk “mampir” ke Mabes Polri.

Sutanto tahu bahwa kasus Munir disorot oleh publik, terutama media massa.

Sutanto tak ingin mempermalukan TNI – khususnya BIN –, terlebih lagi tak ingin mempermalukan Muchdi Pr secara pribadi dan keluarga.

Sutanto brings a good track record and political stature to his new task.
Belakangan publik akhirnya tahu dari media massa bahwa cara penjemputan terhadap Muchdi Pr juga dibuat sangat “santun” yaitu Sutanto memerintahkan Jenderal Bintang 3 POLRI untuk mendekati dulu Muchdri Pr yang dari segi kepangkatan berada satu level dibawah penjemputnya.

Ketika itu, Sutanto menugaskan Kepala Bareskrim Polri Komjen Bambang Hendarso Danuri (BHD, red) untuk menemui Muchdi Pr dan Tim di sebuah tempat.

Strategi yang dilakukan Sutanto ini harus dicermati secara jernih yaitu ia tidak ingin dalam pemberitaan dimuat bahwa Muchdi Pr ditangkap.
Kesan bahwa Muchdi Pr diperlakukan sebagai penjahat ulung diantisipasi secara cepat dan dicegah oleh Sutanto.

Ia sadar bahwa sebagai Tri Brata 1, tanggung-jawab utama dirinya sebagai seorang PEMIMPIN adalah memberikan jalan dan membantu kesuksesan Tim POLRI menangani kasus Munir.

Tanpa harus mempermalukan secara kasar, misi yang diingin dicapai oleh TIM POLRI dalam menangani kasus MUNIR dibuat lebih mudah dan berhasil oleh Sutanto.

Oke, bergeser ke topik lain seputar keberadaan Sutanto sebagai Kepala Intelijen Indonesia yang berlatar-belakang NON MILITER ini.

Lazimnya memang (terutama berdasarkan tradisi), job Kepala Intelijen itu selalu diberikan kepada Jenderal TNI berbintang 3.

Ada satu fakta yang barangkali perlu dicermati oleh semua pihak yaitu posisi Kepala BIN lebih tepat jika diberikan kepada Jenderal berbintang 4.
Mari kita ingat saat KH Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI ke-4.

Gus Dur memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat kehormatan untuk Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY yang pangkat terakhirnya adalah Letnan Jenderal TNI dinaikkan secara kehormatan oleh Presiden RI KH Abdurrahman Wahid menjadi Jenderal (penuh).

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/11/sby.jpg?w=234
Sehingga kalau ingin mencantumkan kepangkatan didalam rangkaian namanya, SBY harus menuliskan sebagai berikut “ Jenderal (Hor) Purn Susilo Bambang Yudhoyono.

Mengapa Gus Dur menaikkan pangkat SBY menjadi Jenderal berbintang 4 ?

Mantan Jurubicara Kepresidenan di era Gus Dur yaitu Adhie Massardi mengatakan bahwa Gus Dur ingin mempermudah koordinasi antar para pembantunya.

“Menkopolkam itu kan harus mengkoordinir Panglima TNI dan Kapolri yang pangkatnya semua berbintang 4. Bagaimana mungkin Jenderal berbintang 3 memberikan perintah dan melakukan koordinasi tugas kepada pihak lain yang pangkatnya lebih tinggi. Makanya waktu itu, Gus Dur menaikkan pangkat SBY jadi Jenderal” demikian kata Adhie Massardi kepada KATAKAMI.COM.

Barangkali, fakta ini menjadi acuan yang dipertimbangkan secara matang oleh seorang SBY sehingga dalam periode kedua pemerintahan SBY ini ditunjuk Jenderal berbintang 4 menjadi Kepala BIN.

Bayangkan, sebagai salah satu pilar utama yang tergabung dalam jajaran POLHUKKAM di kabinet pemerintahan, Kepala BIN harus berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri yang dari segi kepangkatan berada satu level diatas jabatan Jenderal Bintang 3 yang selama ini mendominasi pucuk pimpinan Dinas Intelijen Indonesia.

Walaupun misalnya Kepala BIN itu datang dari Angkatan yang sangat senior, tetap saja dari segi kepangkatan ia harus memberikan hormat kepada Pejabat yang pangkatnya berada diatas kepangkatan dirinya.

Tapi ini terabaikan selama ini.

Dalam era kepemimpinan Sjamsir Siregar misalnya, faktor senioritas itu yang lebih kuat peranannya dalam menjalin koordinasi dengan pejabat Menkopolhukkam, Panglima TNI dan Kapolri.

Sjamsir, tipe yang blak-blakan. Ia sadar bahwa ia senior. Bahkan jauh lebih senior dari pejabat lain di kabinet saat Sjamsir memimpin BIN.

Bayangkan, Sjamsir berasal dari Angkatan 1965, Menkopolhukkam Widodo AS berasal dari Angkatan 1968, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto berasal dari Angkatan 1973 dan Kapolri Jenderal Sutanto berasal dari Angkatan 1973.

Semua masuk dalam kategori “adik” untuk Sjamsir.

https://i0.wp.com/www.rakyatmerdeka.co.id/images/foto/normal/824610-05032102012006b@Kapolri-2.gif
Maka tak heran kalau SBY, Widodo AS dan Djoko Suyanto memanggil Sjamsir dengan sebutan Bang (Abang).
Lalu Sutanto memanggil Sjamsir dengan sebutan Mas.

Ada satu peristiwa yang pernah terjadi beberapa tahun lalu saat Sjamsir menjadi Kepala BIN yaitu terjadi ledakan bom di Sulawesi tengah.
Ledakan itu terjadi menjelang tengah malam.

Beberapa menit setelah ledakan terjadi, Sjamsir ternyata lebih dulu mendapat laporan tentang adanya ledakan bom itu.
Ia lantas menelepon ajudan Kapolri dan meminta agar saat itu juga Sutanto dibangunkan.

Dari faktor senioritas, bisa dipahami inisiatif Sjamsir menghubungi dan segera menjalin koordinasi dengan Kepala Kepolisian Indonesia tentang adanya sebuah ledakan bom di daerah rawan konflik yaitu Sulawesi Tengah.

Bayangkan, kalau dari segi kepangkatan !

Tidak lazim dan tidak boleh sebenarnya, orang yang pangkatnya lebih rendah main hantam kromo menghubungi dan mendesak untuk secepatnya harus bisa bicara kepada orang yang pangkatnya lebih tinggi.

MILITER pasti memahami hal ini.

Tidak mungkin dan tidak boleh, pangkat yang lebih rendah bisa bertindak “semaunya atau seenaknya” kepada pangkat yang lebih tinggi.

https://i1.wp.com/www.waspada.co.id/images/stories/27-kapolri_tinjau_bandara_hotma.jpg
Artinya, dengan masuknya nama Sutanto sebagai Kepala BIN, kepangkatan Sutanto yang merupakan Jenderal berbintang 4 ini bisa mempermudah koordinasi yang harus dijalinnya dengan instansi lain – diluar BIN –. Masih soal kritikan tentang penunjukan Sutanto sebagai Kepala BIN.

Sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa patut dapat diduga ada pihak internal BIN yang mengkritik mengapa SBY melakukan pergantian Kepala BIN bersamaan dengan pembentukan Kabinet Baru ?

Sebab, lanjut sumber KATAKAMI, pergantian Kepala BIN itu “biasanya” dilakukan Bulan Desember.
Kritikan seperti ini salah besar.

Lagi-lagi, asbun (asal bunyi) saja !

Tidak ada keharusan atau bahkan tradisi yang mewajibkan pergantian Kepala BIN harus dilakukan pada bulan Desember.

Pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputeri, pergantian Kepala BIN dilakukan bersamaan dengan pembentukan kabinet.

Kemudian ada desas desus, wah bagaimana dengan proyek-proyek yang biasa diberikan untuk TNI dari BIN jika sekarang Kepala BIN berasal dari KEPOLISIAN ?
Proyek apa ?

Proyek pengadaan barang ?

Atau proyek apa yang dimaksud ?

Desas-desus yang naga-naganya “berbau uang”, janganlah dipakai sebagai acuan dan patokan untuk menilai keberadaan seorang Pimpinan dalam kedinasan intelijen Indonesia.

https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2006/06/30/157/nar1.jpg
Nasihat yang terbaik adalah lakukan pengenalan secara lebih dekat, pendekatan, komunikasi (dialog) serta koordinasi yang kuat dengan orang nomor 1 di lingkup BIN – walaupun berasal dari KEPOLISIAN –.

Jangan dicerca.

Jangan dipermalukan.

Jangan dipakai semua trik yang mengandalkan media massa yaitu mengedepankan komentar-komentar pengamat untuk “bunyi” secara sumbang di media massa.

Bisa jadi ada yang seperti ini.

Supaya aman alias tidak ketahuan mengkritik SBY yang menunjuk pejabat berlatar-belakang KEPOLISIAN sebagai KEPALA BIN, maka mulut yang dipinjam atau dipakai adalah mulut-mulut pengamat.

Sasarannya kena tetapi tidak menimbulkan dampak buruk.

Mana berani bicara terang-terangan.

Beraninya cuma dari belakang layar  saja !

Kepala BIN Sutanto kini dihadapkan pada tugas-tugas yang tak ringan sifatnya.

Faktor kedekatan pribadinya dengan SBY menjadi sasaran empuk untuk dikritik semua pihak.

Inilah untuk yang kedua kalinya, SBY menempatkan Tim Suksesnya menjadi Menkopolhukkam dan Kepala Badan Intelijen Negara.

Pada periode pertama kepemimpinannya di Indonesia ini, SBY menunjuk Sjamsir Siregar sebagai Kepala BIN dan Widodo AS sebagai Menkopolhukkam. Sjamsir dan Widodo adalah TIM SUKSES SBY pada Pilpres 2004.

Kini, sejarah itu diulangi lagi oleh SBY.

Ia menempatkan 2 orang sahabat terdekatnya – dimana keduanya itu adalah TIM SUKSES SBY –.

Marsekal Djoko Suyanto ditempatkan di posisi Widodo AS sebelumnya yaitu sebagai Menkopolhukkam.

Jenderal Sutanto ditempatkan di posisi Sjamsir Siregar sebelumnya yaitu sebagai Kepala BIN.

http://kabarnet.files.wordpress.com/2009/09/panglima2.jpg
SBY tampaknya sadar bahwa ia memang harus menempatkan orang-orang kepercayaannya dalam posisi-posisi kunci dalam kabinet.
Faktor kepercayaan adalah faktor utama yang mengantarkan Sutanto duduk sebagai orang nomor satu di lingkungan BIN.

Tak jelas, apa sebenarnya pertimbangan SBY menempatkan Sutanto sebagai Kepala BIN.

Kabar yang beredar sebenarnya agak berbeda dari fakta yang ada sekarang.

Kandidat Kepala BIN itu sebenarnya bukan Sutanto.

Berdasarkan kabar beredar di tengah masyarakat, kandidat Kepala BIN itu antara lain adalah Letjen. TNI Purn Luhut Panjaitan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dan …. Letjen TNI Purn. Sjamsir Siregar !

Ya, sempat beredar rumors bahwa sebenarnya masa jabatan Sjamsir Siregar akan dipertahankan.

Ternyata pada akhirnya, yang dipilih oleh SBY adalah Sutanto.

Padahal berdasarkan rumors yang beredar, Sutanto dispekulasikan akan menduduki jabatan Menteri Perhubungan.

Hanya SBY yang tahu faktor x apa yang membuat dirinya berubah pikiran yaitu memilih NON MILITER menjadi Kepala BIN.

SBY yang berlatar-belakang militer, tentu tak punya keinginan untuk menggembosi TNI dengan menunjuk pejabat NON MILITER untuk duduk sebagai Kepala BIN.

Pasti tidak ada niat seperti itu !

Kemungkinan yang terbesar adalah SBY merasa lebih “aman dan nyaman” jika ia menempatkan orang kepercayaannya sebagai Kepala BIN.
Posisi Kepala BIN bukan posisi sembarangan dalam kabinet.

Ini posisi yang sangat sentral dan strategis.

Yang perlu diingatkan disini kepada SBY dan Sutanto adalah jangan pernah ada niatan (apalagi kesengajaan) untuk menjadikan BIN sebagai alat kekuasaan atau alat pemenangan PEMILU !

Terutama, jangan jadikan BIN sebagai alat pemukul dan tim buru sergap untuk menjatuhkan atau mematikan langkah lawan-lawan politik pemerintah, aktivis, media massa atau negara sahabat.

Jati diri intelijen harus dijaga kehormatannya oleh Sutanto.

Fakta bahwa Sutanto adalah tim sukses SBY pada Pilpres 2009 tak akan bisa dihapus oleh siapapun juga.

Tetapi Sutanto harus bisa membuktikan dan menunjukkan kepada semua pihak bahwa ia memang berdiri dan berada di atas semua kelompok dan golongan.

Sutanto harus sama dekat dan sama jauh dengan semua kalangan. Sutanto harus menjaga NETRALITAS BIN.

Walaupun USER atau pemakai dari jasa BIN adalah Kepala Negara, tidak harus membuat BIN mengotori jati diri Dinas Intelijen itu sendiri.
Intelijen Indonesia harus mampu bertugas secara cerdas.

Inilah mungkin yang menjadi dasar pemikiran bagi Sutanto untuk mengubah dogma (doktrin) yang menjadi landasan dinas intelijen yang dipimpinnya saat ini yaitu menjadi SMART INTELLIGENCE.

Bukan lagi menggunakan doktrin COMBAT INTELLIGENCE.

Intelijen yang cerdas, harus bertugas secara cerdas yang memang cerdas.

Kecerdasan intelijen itu harus senantiasa bertugas berdasarkan ketentuan HUKUM yang berlaku & menghormati nilai-nilai Hak Azasi Manusia (HAM).

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2009/11/munir1.jpg?w=219
Kecerdasan intelijen jangan lagi dipakai untuk operasi-operasi yang ujungnya adalah menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja tetapi tak mau dihukum.

Kecerdasan intelijen jangan juga dipakai untuk operasi-operasi politik yang ujungnya adalah untuk melanggengkan kekuasaan semata.

Kecerdasan intelijen jangan dipakai untuk memerintah POLRI guna menangkapi para demonstran, terutama dari kalangan aktivis dan mahasiswa.

Kecerdasan intelijen itu harus mampu menjalin koordinasi dengan semua pihak, termasuk pihak internasional dan negara-negara sahabat di muka bumi ini. Diantaranya bekerja sebaik mungkin dan berkoordinasi menangani kelanjutan perang melawan teror / terorisme dan ancaman separatisme.

Juga menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Kecerdasan intelijen itu harus mampu melakukan deteksi ini dan cegah dini.

Kecerdasan intelijen itu harus membuahkan prestasi-prestasi kerja yang membanggakan.

https://i1.wp.com/www.wkbradford.com/posters/silenceA_lg.jpg
Dan itulah yang kini diharapkan dari Jenderal Polisi Purnawirawan SUTANTO.

SUTANTO seolah mengingat secara baik dan menerapkan pepatah SILENCE IS GOLDEN.

Diam itu emas.

Sepanjang kritikan itu membangun maka pastilah SUTANTO akan mengakomondir.

Tetapi jika kritikan itu sangat tendensius dan berbau fitnah, maka prinsip SILENCE IS GOLDEN tadi memang paling tepat dipraktekkan oleh SUTANTO.

Sebab yang terpenting adalah bekerja, bekerja dan bekerja secara keras dan cerdas !

Itulah yang disebut dengan “SMART INTELLIGENCE” !

(MS)

February 17, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Silence Is Golden Ala Sutanto Hadapi Barisan Sakit Hati

PHOTOSTREAM

February 14, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on PHOTOSTREAM

Ujian Kedua Bagi Jenderal Sutanto Itu Bernama Barack Obama


DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Jakarta 8/1/2010 (KATAKAMI) Hup ! Sorotan kamera mengabadikan saat Presiden AS George W. Bush melompat saat hendak keluar dari mobil kepresidenan yang membawanya untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor 20 November 2006. Pertemuan penting antara Presiden Bush dan Presiden SBY dilangsungkan di Istana Bogor dengan pengamanan yang sangat amat ketat. Saat itu yang menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) adalah Jenderal Polisi Sutanto.

Kini, saat Presiden ke-44 AS Barack Hussein Obama akan berkunjung ke Indonesia, Jenderal Sutanto juga yang mau tak mau terlibat penuh dalam pengamanan Indonesia menjelang dan pada saat Presiden Obama datang ke Indonesia bulan Maret 2010 mendatang sebab kini ia menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Itulah sebabnya, judul tulisan ini dibuat “Ujian Kedua Bagi Jenderal Sutanto Itu Bernama Barack Obama”.

https://i0.wp.com/thejakartaglobe.com/media/images/large/20091027011434941.jpg

Mengapa disebut ujian ?

Ya, karena Jenderal Sutanto dituntut untuk bisa mengulangi kesuksesannya membawa instansi yang dipimpinnya memberikan keberhasilan pengamanan terkait rencana kunjungan Presiden Obama.

Kalau dulu, Jenderal Sutanto memimpin POLRI.

Maka kini, Jenderal Sutanto diharapkan akan mampu membawa Badan Intelijen Negara (BIN) membuktikan bahwa mereka mampu mengamankan kunjungan Presiden Obama.

Apalagi, kunjungan Obama agak berbeda dan terkesan berbelit-belit sepanjang nanti berada di Indonesia.

Dia akan berkunjung ke Jakarta dan kota lainnya.

Obama tak cuma diagendakan memimpin pertemuan G to G atau Government to Government.

Ia juga tak cuma diagendakan melakukan pertemuan (plus pembicaraan) 4 mata atau Tete a Tete dengan Presiden SBY.

Kunjungan ini akan menjadi kunjungan nostalgia penuh makna bagi Obama secara pribadi sebab ia akan melakukan “napak tilas” ke tempat-tempat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari masa lalunya dulu saat masih berada di Indonesia.

Inilah yang akan sangat menyulitkan bagi aparat keamanan yaitu wajib memenuhi keinginan Obama SEKELUARGA plesiran disela kunjungan kenegaraannya di sebuah tempat yang tingkat sentimennya terhadap Amerika masih sangat tinggi.

Dulu ketika Presiden Bush ke Indonesia saja, pemerintah Indonesia harus ekstra ketat menjaga keamanan sehingga pertemuan dilokalisir di Istana Bogor untuk mengantisipasi aksi-aksi unjuk rasa ANTI AMERIKA.

Di Indonesia, potensi gangguan keamanan tetap ada bila menyangkut kepentingan AMERIKA SERIKAT.

Tapi ya sudahlah !

Apapun juga agenda kunjungan Presiden Obama sekeluarga di Indonesia saat kunjungannya nanti, Pemerintah Indonesia harus menyambut dengan baik,

Tetapi tetap waspada dengan 1001 macam ancaman keamanan.

https://i0.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2008/09/15/54180_trimedya_panjaitan_300_225.jpg

Kepada KATAKAMI.COM lewat wawancara khusus di Gedung DPR/MPR Senin (8/1/2010), Trimedia Panjaitan Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan bahwa kunjungan Presiden Obama ini akan menjadi ujian berikutnya bagi Kepala BIN Sutanto.

“Sebenarnya kunjungan Presiden Amerika ke Indonesia itu bukan cuma sekarang saja kan. Presiden-Presiden Amerika sebelumnya juga datang ke Indonesia. Ketika Presiden Bush datang ke Indonesia, kebetulan Kapolri yang bertugas adalah Pak Tanto (Jenderal Sutanto, red). Selama Pak Tanto menjadi Kapolri, beliau sudah buktikan kemampuannya untuk masalah keamanan di Indonesia. Dan ketika Presiden Bush datang ke Istana Bogor, Kapolrinya adalah Pak Tanto. Sekarang ketika Obama datang, Pak Tanto yang jadi Kepala Intelijen kita. Ya kita harapkan, BIN bisa melakukan deteksi keamanan menjelang dan pada saat kunjungan Obama” demikian ditegaskan Trimedia Panjaitan.

Lebih jauh, Trimedia Panjaitan mengatakan bahwa posisi Jenderal Sutanto sebagai Kepala BIN sangat strategis dalam pengamanan kunjungan Obama.

“Pak Tanto ini pendiam. Dia sangat cool ya. Dia tidak pernah mau meledak-ledak. Dia jarang mau banyak bicara. Ini kesempatan untuk Pak Tanto untuk membuktikan apakah ia mampu menjadi Kepala Intelijen ? Kunjungan Obama ini salah satu parameternya. Kalau kita lihat sepak terjangnya selama menjadi Kapolri. Apalagi Kapolri Bambang Hendarso Danuri adalah adik kelasnya. Lalu semasa dulu menjadi Kapolri, beliau sudah biasa bekerjasama dengan TNI – entah itu TNI AD, AL atau AU – saya sih optimis bahwa Pak Tanto mumpuni. Kita tidak perlu kuatir” lanjut Trimedia Panjaitan.

Trimedia Panjaitan berharap, Jenderal Sutanto bisa berbicara kepada publik terkait masalah keamanan di tanah air menjelang kunjungan Presiden Obama.

“Kita semua paham bahwa yang namanya Kepala Intelijen itu tidak boleh banyak bicara. Apalagi mengenai tugas-tugasnya. Tetapi kalau menurut saya, kali ini beliau perlu juga berbicara kepada masyarakat mengenai situasi keamanan bahwa situasi politik keamanan di Indonesia sebelum, pada saat kedatangan dan pasca kedatangan Obama memang terjamin” ungkap Trimedia Panjaitan.

Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan ini berharap aparat keamanan Amerika tidak berlebihan dalam membuat persiapan dan penyambutan kunjungan Presiden Barack Obama.

https://i2.wp.com/vibizdaily.com/resources/images/uploaded/image/POLHUKAM/DESEMBER%202009/ramadhan%20pohan.jpg

Sementara itu menurut Ramadhan Pohan, Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Indonesia menyambut baik kunjungan Presiden Obama ke Indonesia.

“Obama adalah tamu negara kita. Kita adalah bangsa besar yang menghormati tamu negara dan wajib memperlihatkan kepada semua bangsa di dunia bahwa kita bisa menjadi tuang rumah yang baik bagi tamu-tamunya. Apalagi yang datang adalah tingkat presiden. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia tentu akan menunjukkan kemampuannya menjaga keamanan dan memberikan kenyamanan pada tamu negara yang akan berkunjung” kata Ramadhan Pohan.

Menurut Ramadhan Pohan, ada perbedaan khusus antara Obama dan Presiden Amerika sebelumnya yaitu George W. Bush.

“Obama ini berbeda dari Bush. Kalau Bush itu banyak musuhnya. Obama ini relatif sedikit musuhnya. Dia dekat dengan kelompok Islam dan kelompok lainnya. Obama sendiri sudah mewakili kelompok minoritas dan pernah tinggal di Indonesia. Jadi ancaman keamanan untuk Obama relatif kecil sekali” lanjut Ramadhan Pohan.

Itulah sebabnya, ungkap Ramadhan Pohan, Badan Intelijen Negara (BIN) harus tetap memberikan perhatian penuh menjelang kedatangan Obama.

“Menjelang kunjungan Obama ini, BIN harus memberikan perhatian penuh. Terutama BIN harus mendeteksi, apakah ada rencana serangan-serangan tertentu menjelang atau pada saat Obama datang ? Yang mendeteksi itu kan harus BIN. Saya optimis BIN bisa mendeteksi semua itu” tambah Ramadhan Pohan.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan bahwa jaringan intelijen dibawah BIN harus cepat mendeteksi apakah ada kelompok anti Amerika yang akan bangkit menyerang.

“BIN ini kan intelijen. Mereka punya anggota intelijen yang sangat banyak. Mereka harus tahu, kelompok mana yang anti terhadap Obama. BIN harus turun secara penuh. Kita sih tidak perlu menggurui BIN. Kita percaya mereka akan melakukan yang terbaik. Minggu lalu dalam Rapat Tertutup BIN dengan Komisi I sudah disampaikan oleh Pak Tanto tentang kesiapan BIN menyambut kedatangan Obama” kata Ramadhan Pohan.

Ibarat judul lagu, rencana unjungan Presiden Obama “sekeluarga” hanya tinggal menghitung hari.

Kini, pertanyaannya adalah mampukah Indonesia menjaga keamanan yang seaman-amannya menjelang dan pada saat kunjungan Obama nanti ?

Jangan sampai rakyat Indonesia yang terkorbankan akibat gunjang-ganjing yang bisa timbul akibat kunjungan ini.

Lepas dari tingginya tingkat popularitas Obama di kalangan dunia, sentimen anti Amerika di Indonesia tetap ada.

Dan itu tidak bisa ditutup-tutupi atau dipungkiri.

Mampukah aparat keamanan menunjukkan dan membuktikan bahwa perangkat keamanan Indonesia akan “all out” mengamankan Indonesia.

Mengapa Indonesia yang disebut ?

Ya, karena kalau ada apa-apa maka yang menjadi korban adalah Indonesia dan rakyat secara keseluruhan.

Sambutlah sang tamu agung dan keluarganya itu dengan sebaik-baiknya.

Berikan keamanan yang seaman-amannya dan rasa nyaman sebagai tamu negara yang bernostalgia di sebuah tempat bernama INDONESIA.

Semoga Jenderal Sutanto dan seluruh perangkat keamanan di Indonesia, mampu melaksanakan tugas ini dengan sangat baik.

Bukan demi Obama atau Amerika.

Tapi demi INDONESIA dan seluruh rakyatnya.

Siap, laksanakan !

(MS)

February 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Ujian Kedua Bagi Jenderal Sutanto Itu Bernama Barack Obama

Ibu Negaraku, Tahukah Anda Narkoba Perlu Dibasmi Bukan Dibekingi ?

  

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

 Heboh Penjara Ayin & Cece, Reformasi BNN, Copot Gories Mere

Jakarta 05/2/2010 (KATAKAMI) Judul alternatif yang paling pantas untuk tulisan ini sebenarnya adalah “Ingin Berantas Narkoba, Jangan Omdo”.

Ya, istilah Omdo atau Omong Doang memang paling pantas menjadi kalimat paling tepat untuk diberikan kepada POLRI dan jajarannya.

Sekali, duakali, orang masih bisa menahan diri dan cukup bersabar hati dengan kelakuan POLRI – cq Badan Narkotika Nasional (BNN) – dalam menangani dan memberantas narkoba di negeri ini.

Ya, bolehlah improvisasinya.

https://i1.wp.com/www.presidenri.go.id/ibunegara/imageD.php/544.jpg

Ibu Negara Resmikan Program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba

IBU NEGARA: NARKOBA ANCAMAN SERIUS BAGI INDONESIA

Dari mulai program zero toleransi narkoba sampai ke acara seremoni mengundang ibu negara Ani Yudhoyono untuk mengajak generasi muda memerangi narkoba.

Contohnya saja, pada tanggal 30 Januari 2010 lalu Ibu Ani Yudhoyono meluncurkan PROGRAM AKSI PEDULI ANAK BANGSA BEBAS NARKOBA di Central Park Podomoro City Jakarta Barat.

Acara Ibu Negara ini diikuti oleh ribuan pelajar SMP & SMA se-Jakarta.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri seakan menikmati seremoni demi seremoni yang diliput oleh berbagai media massa.

Apalagi Kalakhar BNN Komjen Gories Mere, waduh … no comment deh untuk perwira tinggi yang satu ini.

https://i1.wp.com/www.whisperingwoodstrails.com/Animated%20-%20Wolf.gif

Luar biasa energinya untuk melakukan seribu satu macam cara mencari pembenaran dan apa saja perjuangan menyelamatkan diri dari semua dugaan pelanggaran hukum seputar kasus-kasus narkoba.

Apa kabarnya tuh, kasus penembakan misterius yang menimpa bandar narkoba HANS PHILIP tahun 2005 — yang ditembak mati di dalam mobilnya di kawasan BOGOR ? —

Apa kabarnya tuh, kasus pencurian 13 kg barang bukti sabu dari gudang penyimpanannya tahun 2006 — yang kalau dijual bisa meraup keuntungan Rp. 13 Miliar ?

Sehingga, publik patut mempertanyakan apakah pemberantasan narkoba itu hanya sebagai seremoni belaka ?

Apakah pemberantasan narkoba cukup dengan sebatas mengundang ibu negara untuk sebatas pencarian muka saja kepada atasan ?

Maaf kalau kritikan ini terasa sangat amat pedas.

Ini sebuah kritikan yang memang harus ditujukan secara terang-terangan kepada POLRI.

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/2-monas6.jpg

Photo : Kapolri Sutanto (Nov 2007) melakukan sidak saat MONAS ditangkap

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

Terimakasih Ritonga, Copot Gories Mere, Lawan NARKOBA

Hendarman Beraninya Sama Sheila Marcia, Tangkap Bandar Narkoba Monas & Periksa GORIES MERE

Hei bung, jika ingin memberantas narkoba secara nyata maka POLRI harus tahu diri dan nyata melakukan berbagai aksi.

Hei bung, jika ingin memberantas narkoba secara nyata maka tak perlulah menyeret-nyeret “Istana” untuk tampil di media – padahal substansi dari pemberantasan narkoba itu sendiri, tidak disentuh oleh POLRI –.

Apakah yang dimaksud dengan substansi dari pemberantasan narkoba ?

Substansinya adalah penegakan hukum yang setegak-tegaknya, selurus-lurusnya dan sebenar-benarnya.

Mau sehebat apapun seremoni yang dilakukan POLRI – entah itu BNN atau MABES POLRI –, yang ingin disampaikan disini adalah rakyat perlu bukti, bukan janji.

Rakyat perlu bukti, bukan cuma sekedar mejeng-mejeng di media sebagai sebuah aksi bau terasi.

Setahun yang lalu yaitu Februari 2009, MABES POLRI memecat atau memberhentikan 5 orang penyidik kelas teri di Bareskrim POLRI terkait rekayasa pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus narkoba yang tujuannya adalah untuk menyelamatkan dan meloloskan bandar narkoba dari sindikat internasional, LIEM PIEK KIONG alias MONAS.

Mau tahu, REKAYASA apa yang dilakukan POLRI ?

Rekayasanya adalah agar bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS tidak perlu diadili untuk kasus yang menimpanya yaitu kasus Taman Anggrek dengan barang bukti 1 juta PIL EKSTASI.

Bayangkan saja, ada BANDAR NARKOBA ditangkap dalam kasus kepemilikian 1 juta PIL EKSTASI tetapi dia tidak dibuat dan dibantu untuk tidak disidangkan dalam kasus kepemilikan 1 juta PIL EKSTASI itu.

Dalil dan prinsip hukum apa yang mau dipakai bila faktanya diselewengkan dan dibelokkan seperti ini ?

Jangan banyak omong, mengekspose di media massa ada bandar ini itu atau artis ini itu yang ditangkap karena memakai serta memiliki sekian gram narkoba !

Mana BANDAR NARKOBA PIEK KIONG alias MONAS pemilik 1 juta PIL EKSTASI yang diloloskan 3 kali berturut-turut oleh oknum PERWIRA TINGGI POLRI.

Bikin malu saja kalau SOK HEBAT memberantas narkoba untuk kelas-kelas sekian gram narkoba sebagai barang bukti.

Mejeng sana mejeng sini, undang semua televisi agar kelihatannya hebat dalam memerangi dan memberantas NARKOBA.

Busyet deh !

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/11-barang-bukti-uang-monas3.jpg

Photo : Uang tunai yang jadi barang bukti kasus Taman Anggrek

Kelima penyidik kelas teri itu diberhentikan dan dicopot secara resmi karena arus gelombang pemberitaan media massa terkait bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS ini sudah tidak terbendung.

LIEM PIEK KIONG alias MONAS, ditangkap di Apartemen Taman Anggrek pada bulan November 2007 dengan barang bukti 1 juta pil ekstasi.

Barang haram ini kalau dijual di pasarannya, maka dengan angka penjualan 1 juta pil ekstasi itu keuntungan yang bisa diraup adalah sekitar Rp. 1 Triliun.

Kami tidak akan pernah berhenti dan tidak akan bosan-bosannya menyoroti masalah bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS.

Dimana Monas ?

Mengapa dia dibiarkan lolos dari kejaran aparat penegak hukum ?

Ketika MABES POLRI melakukan penangkapan di Apartemen Taman Anggrek pada bulan November 2007 ini, Monas adalah pimpinan dari sindikat yang ditangkap itu.

Ini fakta yang berbicara.

Dari mulai periode penangkapan bulan November 2007 sampai ke bulan Februari 2010 ini, Monas tidak pernah ditangkap dan diadili sesuai dengan kejahatan atau pelanggaran hukumnya.

Dari 9 orang bandar narkoba yang ditangkap ketika itu, hanya 3 orang saja yang diajukan ke Pengadilan (salah seorang diantaranya adalah JET LI alias CECE, isteri dari bandar narkoba MONAS yang akhirnya sudah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim).

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-monas5.jpg

Photo : Bandar Narkoba MONAS & barang bukti 1 juta pil ekstasi

Lho, mengapa ada 9 orang yang ditangkap tetapi CUKUP 3 orang saja yang diadili ?

Lho kenapa cuma 3 orang saja yang diadili ?

Mana yang 6 orang lainnya ?

Mana bandar narkoba Monas ?

Monas adalah pimpinan sindikat yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek, mana dia ?

Mengapa tidak diadili sampai saat ini ?

Kasusnya bukan kasus kecil sebab barang buktinya saja adalah 1 juta PIL EKSTASI !

Lalu ini tren apa namanya ?

Photo : Barang bukti 1 juta PIL EKSTASI kasus Taman Anggrek (Bandar Monas)

Betapa bebas merdeka dan berbahagianya sindikat-sindikat narkoba internasional di Indonesia karena mereka kini tahu bahwa sepak terjang mereka tidak akan membahayakan.

Lihat saja MONAS, bandar narkoba ini sudah 3 kali berturut-turut diselamatkan dan diloloskan secara sengaja oleh oknum penegak hukum.

Mengapa MONAS yang terus kami sorot ?

Ya, karena patut dapat diduga dibalik oknum MONAS ini ada beking kuat yang datang datang dari internal MABES POLRI sendiri.

Apa gunanya menangkapi para artis untuk kasus narkoba ?

Apa gunanya jajaran Kepolisian doyan betul masuk televisi – mejeng-mejeng di semua stasiun televisi – untuk retorika pemberantasan narkoba dan kasus-kasus penangkapan seputar barang haram narkoba ini – jika substansi yang terpenting dalam upaya pemberantasan narkoba itu tidak disentuh samasekali.

Sustansinya adalah penegakan hukum yang setegak-tegaknya, selurus-lurusnya dan sebenar-benarnya.

Jangan hanya sibuk dalam retorika yang tujuannya sebatas pencarian nama dan popularitas lewat media massa.

https://i2.wp.com/www1.pictures.zimbio.com/gi/Indonesia+Celebrates+Yudhoyono+Election+wvrxOuF_8BUl.jpg

Patutkah Dapat Diduga Ada Filosofi “KURA-KURA DALAM PERAHU” Dibalik Pemeriksaan Skandal Hukum Paling Memalukan Bandar Narkoba MONAS ?

Terpidana Mati CECE Jual Beli Narkoba Dari Dalam Rutan ? Cape Deh !

Jangan hanya sibuk mencari muka kepada Istana dengan merancang acara demi acara yang mengundang Kepala Negara atau Ibu Negara.

Jangan sembunyikan fakta-fakta hukum yang terjadi di tengah masyarakat dan didalam internal POLRI di hadapan Kepala Negara dan Ibu Negara.

Laporkan secara jujur dan terus-terang dong !

Jangan ada yang disembunyikan di hadapan Presiden SBY dan Ibu Negara.

Sampaikan dan laporkan kepada mereka hal yang sesungguhnya terjadi, terutama bahwa patut dapat diduga ada OKNUM JENDERAL POLRI yang menjadi beking sindikat narkoba internasional.

Seandainya Ibu Negara Ani Yudhoyono tahu, apa yang sebenarnya terjadi maka bisa jadi Ibu Negara Ani Yudhoyono akan marah besar karena ia dibohongi oleh POLRI.

Ibu Ani, apakah anda masih akan tetap tersenyum menghadiri acara-acara seremoni pemberantasan narkoba jika ternyata didalam institusi POLRI sendiri ada oknum JENDERAL yang patut dapat diduga menjadi BEKING dari sindikat narkoba internasional ?

Ibu Ani, apakah anda tahu atau sejauh apa yang anda tahu soal bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS yang isterinya kini mendekam di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur setelah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim ?

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/02/aniyudhoyono1.jpg?w=300

Ibu Ani, apakah anda tahu bahwa JET LI alias CECE (isteri dari bandar narkoba MONAS) adalah seorang PEREMPUAN yang menjadi terpidana mati kasus narkoba masih bisa mengendalikan perdagangan gelap narkoba dari dalam rutan ?

Ibu Ani, apakah anda tahu bahwa hanya 5 orang PENYIDIK KELAS TERI yang dicopot dalam kasus rekayasa pembuatan BAP bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS tahun 2009 lalu setelah PERS berhasil membongkarnya?

Wahai Ibu Negara kami, apakah anda tahu atau tidak terhadap semua kenyataan yang sangat melukai hati rakyat Indonesia yang CONCERN pada masalah pemberantasan narkoba yang sebenar-benarnya ?

Wahai Ibu Negara kami, bagaimana anda bisa menyerukan agar GENERASI MUDA menjauhkan diri dari narkoba jika patut dapat diduga BARANG NARKOBA itu sendiri bisa bebas merdeka beredar di negara ini karena dibekingi oleh JENDERAL POLRI ?

Tolong jelaskan kepada rakyat Indonesia, bagaimana caranya GENERASI MUDA INDONESIA bisa diselamatkan dan dijauhkan dari narkoba jika patut dapat diduga barang haram itu sangat AMAN TERLINDUNGI keberadaan dan peredarannya di negara ini akibat dibekingi oleh JENDERAL POLRI ?

Darimana ceritanya, IBU NEGARA bisa sangat NYATA peduli terhadap anak bangsa dari ancaman NARKOBA jika patut dapat diduga SINDIKAT-SINDIKAT NARKOBA INTERNASIONAL itu sendiri bisa memamah-biak dan petantang petenteng di negara ini atas PEMBEKINGAN dari JENDERAL POLRI ?

Apakah Ibu Negara tahu soal ini ?

Kalau memang belum tahu, tolong cari tahu atau tolong diberitahu dong.

Bagaimana sih ?

Jadi POLRI, jangan hanya sibuk menangkapi artis agar lebih “MAK NYUS” untuk diberitakan di media massa.

Sudahlah POLRI, kalau memang mau memberantas narkoba maka bersihkan dulu diri KALIAN sebagai sebuah institusi.

Atasi dulu siapapun JENDERAL POLRI yang patut dapat diduga menjadi beking dari sindikat narkoba.

Jadi jangan banyak omong dan jangan aksi yang bau terasi.

Capek melihat seribu satu macam retorika di media massa. Jangan jadikan isu narkoba sebagai ajang untuk menjilat atau mencari muka.

Pemberantasan narkoba adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya penegakan hukum.

https://i2.wp.com/www.favor.org.za/animated_logo.gif

Dan hukum adalah hukum.

LAW IS LAW.

Mau dibuat jungkir balik seperti apapun dunia ini, hukum tetaplah hukum.

Jangan ada yang coba-coba mengangkangi atau mencederai nilai-nilai hukum.

Laksanakan dan lakukan upaya penegakan hukum itu seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya.

Kalau Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agak kesulitan memahami apa yang dimaksud dengan upaya penegakan hukum seputar pemberantasan narkoba maka PERS bisa membantu.

Bersihkan intern POLRI dari oknum PERWIRA TINGGI yang patut dapat diduga menjadi beking dari sindikat narkoba kelas internasional.

Jangan lagi sibuk sendiri masuk televisi alias mejeng-mejeng di media massa untuk program retorika.

Bikin malu saja !

Cuma ingin masuk televisi dan cari muka ke Istana dengan memakai isu narkoba.

Lho, ini mengenai masa depan bangsa BOSS !

Jangan dipermainkan dong !

 

 

Ini mengenai masa depan generasi muda Indonesia.

Tolong dong disadari bahwa sia-sia menyelamatkan masa depan bangsa dan generasi muda dari ancaman narkoba, kalau internal POLRI sendiri tidak berbenah diri.

Jangan menunjuk muka ARTIS soal narkoba.

POLRI, tunjuklah muka kalian sendiri.

Dan lakukan introspeksi, apakah POLRI sudah cukup bersih dan sempurna dalam penegakan hukum kasus-kasus narkoba ?

Kalau merasa sempurna, tolong tunjukkan kepada rakyat Indonesia dimana bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS.

Mengapa diloloskan 3 kali berturut-turut dari jerat hukum ?

Mengapa LIEM PIEK KIONG alias MONAS ditangkap dengan barang bukti 1 juta pil ekstasi pada bulan November 2007 tetapi sampai bulan Februari 2010 ini bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS tidak pernah diadili untuk kejahatannya tadi ?

Enak betul memproduksi dan siap memperdagangkan 1 juta pil ekstasi, tanpa ada penegakan hukum terhadap kasus itu ?

https://i1.wp.com/www.staffassoc.com/dpfonts/drugs.gif

Ini tren apa ?

Ini kelakuan apa ?

Inikah yang disebut bahwa NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA ?

Aduh, sulit memahami kelakuan POLRI untuk masalah ini.

Jangan banyak sandiwara deh.

Mafia narkoba dari sindikat internasional bisa diloloskan dari jerat hukum.

Tetapi agar bunyinya di tengah masyarakat tetap bergaung soal pemberantasan narkoba ini maka ditangkapilah artis-artis.

Kampungan sekali cara-cara seperti itu.

Seakan haus pemberitaan.

Seakan ingin populer semuanya.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/02/tolak-narkoba1.jpg?w=300

Kasihan sekali NEGARA ini jika terus menerus rekayasa demi rekayasa dianggap sebagai sebuah kelaziman dan budaya yang dibenarkan dalam rangka pemberantasan narkoba.

Singkat kata, jika ingin memberantas narkoba maka bersihkan dulu INTERNAL POLRI !

Jika ingin memberantas narkoba maka hentikan semua retorika dan tren POLRI mencari sensasi di media massa.

Dikit-dikit, undang wartawan.

Dikit-dikit, mejeng dengan Kepala Negara atau Ibu Negara.

Dikit-dikit, meresmikan gerakan ini itu sebagai aksi nasional terbaru yang diekspose besar-besaran.

Lama-lama POLRI bisa seperti pepatah lama, “TONG KOSONG NYARING BUNYINYA”.

Sudahlah, rakyat capek dengan semua retorika.

Berikan saja bukti, bukan JANJI.

Ngerti gak sih ?

Pemberantasan narkoba jangan jadi ajang pencarian muka kepada atasan atau peluang untuk mejeng di media massa.

https://i0.wp.com/s220.photobucket.com/albums/dd287/wannadrink3/mobsters-rockstars/thanks-mafia-guy.gif

Lakukan reformasi dan reposisi di dalam struktur organisasi BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN).

Copot dan lakukan pergantian terhadap Kepala BNN karena pejabat yang sekarang sudah terlalu lama menduduki jabatan itu yaitu Komjen Polisi Gories Mere.

Buka semua kasus hukum yang patut dapat diduga melibatkan Komjen Polisi Gories Mere seputar narkoba.

POLRI, jangan main-main deh dalam masalah penegakan hukum.

Bersihkan dulu INSTANSI kalian sebersih-bersihnya dalam masalah narkoba ini.

Rakyat perlu bukti, bukan janji !

(MS)

February 5, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Ibu Negaraku, Tahukah Anda Narkoba Perlu Dibasmi Bukan Dibekingi ?

Puisi-Puisi Karya Umbu Landu Paranggi

http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2119/159/32/55365152436/n55365152436_1941202_7317.jpg

Sebagai penghormatan kepada PENYAIR LEGENDARIS : Umbu Landu Paranggi

(Umbu, Kukirimkan salam hormatku padamu. MS)

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

Sajak Kecil (1)

dengan mencintai
puisi-puisi ini
sukma dari sukmaku
terbukalah medan laga
sekaligus kubu
hidup takkan pernah aman
kapan dan di mana pun
selamanya terancam bahaya
dan kebenaran sunyi itu
penawar duka bersahaja
selalu risau mengembara
mustahil seperti misteri
bayang-bayang rahasia
bayang-bayang bersilangan
bayang lintas bayang
pelintasanku

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

Sajak Kecil (2)

dengan mempercayai
kata kata kata
yang kutulis ini
jiwa dari jiwaku
jadilah raja diraja
sekaligus budak belian
sebuah kerajaan
purbani
lebih dari nafasku
bernama senantiasa
nasibmu
umbu landu paranggi

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

https://i2.wp.com/www.smandapura.com/image_artikel/umbu&frinds.JPG

Ibunda Tercinta

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
duka derita dan senyum yang abadi
tertulis dan terbaca, jelas kata-kata puisi
dari ujung rambut sampai telapak kakinya

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
korban, terima kasih, restu dan ampunan
dengan tulus setia telah melahirkan
berpuluh lakon, nasib dan sejarah manusia

Perempuan itu senantiasa bernama:
cinta kasih sayang, tiga patah kata purba
di atas pundaknya setiap anak tegak berdiri
menjangkau bintang-bintang dengan hatinya dan janjinya

1965

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/02/umbulanduparanggi-elle.jpg?w=274

Solitude

dalam tangan sunyi
jam dinding masih bermimpi
di luar siang menguap jadi malam
tiba-tiba musim mengkristal rindu dendam

dalam detik-detik, dalam genggaman usia
mengombak suaramu jauh menggema
menggigilkan jemari, hati pada kenangan
bayang-bayang mengusut jejakmu, mendera kekinian

seberkas cahaya dari menara waktu
menembus tapisan untung nalang nasibmu
di luar tiba-tiba angin, lalu gerimis berderai
dalam gaung kumandang bait demi bait puisi

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif


Melodia

cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan
karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan
baiknya mengenal suara sendiri dalam mengarungi suara-suara luar sana

sewaktu-waktu mesti berjaga dan pergi, membawa langkah ke mana sajakarena kesetiaanlah maka jinak mata dan hati pengembara
dalam kamar kekasih, taruhan jerih memberi arti kehadirannya
membuka diri, bergumul dan merayu hari-hari tergesa berlalu
meniup seluruh usia, mengitari jarak dalam gempuran waktu

takkan jemu-jemu nafas bergelut resin dengan sunyi dan rindu menyanyi
dalam kerja berlumur suka-duka, hikmah rahasia melipur damai
begitu berarti kertas-kertas di bawah bantal, penanggalan penuh coretan
selalu sepenanggungan, mengadu padaku dalam deras bujukan

rasa-rasanya padalah dengan dunia sendiri manis, bahagia sederhana
di rumah kecil papa, tapi bergelora hidup kehidupan dan berjiwa
kadang seperti terpencil, tapi gairah bersahaja harapan impian
yang teguh mengolah nasib dengan urat biru di dahi dan kedua tangan

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

Percakapan Selat

Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan
sepi yang lalu dingin gumam berhantam di buritan
Juluran lidah nampak di bawah kerjap mata menggoda
dalam lagu siul, di mana-mana menghadang cakrawala

Laut bersuara di sini, makin berbentur dalam kenangan
rusuh yang ganjil sampai gelisah terhempas di haluan
Pusaran angin di atas geladak bersambung menderu
dalam terpencil, hingga di mana nafas dendam rindu

Menggaris batas jaga dan mimpikah cakrawala itu
mengarungi perjalanan rahasia penumpang itu
Langit terus memainkan cuaca, sampai tanjung, rusuk senja
bintang di mata si anak hilang, taruhannya terus mengembara

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/02/ummbu-1.jpg?w=150

Sabana

memburu fajar
yang mengusir bayang-bayangku
menghadang senja
yang memanggil petualang

sabana sunyi
di sini hidupku
sebuah gitar tua
seorang lelaki berkuda

sabana tandus
mainkan laguku
harum nafas bunda
seorang gembala berpacu

lapar dan dahaga
kemarau yang kurindu
dibakar matahari
hela jiwaku risau
karena kumau lebih cinta
hunjam aku ke bibir cakrawala

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

Di Sebuah Gereja Gunung

lonceng kecil yang bertalu, memanggil-manggil belainya
di tengah kesunyian, minggu pagi yang cerah
mereka pun berduyunlah ke sana: warga petani dan gembala
dalam dandanan sederhana, bangkit dari kampung, lembah
bukit dan padang-padang sepi

hidup dan kehidupan mereka di tanah warisan itu, telah terpanggil
dan lonceng gereja lalang di lereng gunung itu menuntun setia
dalam galau kesibukan mereka sehari-hari tak pernah lupa
panggilan minggu: di sini mereka, dalam gereja lalang dan bambu
—berpadu memanjat doa dan terima kasih bagi kehidupan
—bagi kebutuhan hari ini, hari depan datanglah ketenteraman
—di antara sesama, pada malapetaka menimpa dunia ini
—pertikaian peperangan, damailah di surga di bumi ini: mazmur mereka

keyakinan yang telah terpatri, bersemi, tak terikat ruang dan waktu
juga dalam gereja lalang ini, terpencil jauh dan sunyi
jauh dari genteng, kegaduhan listrik serta deru oto
tak mengenal surat kabar, jam radio ataupun televisi
tapi keyakinan, pegangan mereka adalah harapan dan kerinduan yang samamentari dan bulan yang bersinar di mana pun—
dan tuhan mendengar seru doa mereka

https://i0.wp.com/www.homesofriversidecounty.com/e/images/animated%20flashing%20red%20star.gif

Korrie Layun Rampan (editor), Suara Pancaran Sastra, Jakarta: Yayasan Arus, 1984

UMBU LANDU PARANGGI :

Dilahirkan di Sumba, Nusa Tenggara Timur, 10 Agustus 1943. Menamatkan SD dan SMP-nya di Sumba, kemudian melanjutkan ke SMA Bopkri 1 di Yogyakarta. Setelah tamat, ia berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, namun tidak ia tamatkan dan di Universitas Janabadra jurusan Sosiologi. Sejak tahun 1950-an, Umbu sudah menulis puisi dan esai. Ketika bersekolah di SMA Bopkri itulah kebiasaannya menulis puisi tumbuh subur. Di sekolah SMA itu pula Umbu menemukan seorang guru yang baginya ikut mempengaruhi jalan hidupnya kemudian, Setiap kali ada pelajaran guru itu, Umbu suka diam-diam menulis puisi. Sejak itulah Umbu rajin menulis puisi dan kemudian di muat di beberapa koran.

Tahun 1968, di Yogyakarta, bersama penyair Suwarna Pragolapati, Iman Budi Santosa, dan Teguh Ranusastra Asmara mendirikan dan mengasuh Persada Studi Klub (PSK). Komunitas sastra ini kemudian melahirkan nama-nama besar, seperti Emha Ainun Nadjib, Korrie Layun Rampan, Linus Suryadi AG, Yudistira Adi Nugraha, dll. Pernah menjadi redaktur kebudayaan Pelopor Yogya (1966-1975).

Umbu yang dijuluki sebagai Presiden Malioboro dan penyair yang mempunyai bakat mendidik ini menetap di Bali sejak tahun 1979 dan kemudian menjadi redaktur harian Bali Post, Denpasar, Bali. Ia selalu mempunyai cara-cara unik untuk menggairahkan dunia perpuisian dan membangkitkan gairah apresiasi sastra, seperti ; membuat jadwal pertemuan rutin, kunjungan ke semua kabupaten untuk mengadakan apresiasi puisi, atau dengan sentuhan-sentuhan pribadi yang membuat anak-anak muda merasa berada dalam sebuah ikatan keluarga besar.

Di Bali, pada era 1980-an dan 1990-an Umbu mengklasifikasikan puisi-puisi yang dimuat di ruang sastranya ke dalam 4 kelas, yakni: kelas ‘Pawa’ bagi pemula yang baru belajar menulis puisi, kelas ‘Kompetisi” bagi penyair yang cukup gigih mengirim puisi ke gawangnya dan siap diadu dengan penyair lain yang sekelas, kelas ‘Kompro’ atau ‘Kompetisi Promosi’ bagi penyair yang telah lolos dalam sejumlah babak kompetisi dan siap diadu di luar kandang, kelas ‘Posbud’ atau ‘Pos Budaya’ diperuntukkan bagi penyair yang telah dianggap handal menggoreng dan menendang bola kata-kata ke gawangnya hingga gol.

Umbu menggunakan berbagai cara untuk menggugah kepercayaan diri penyair Bali, salah satunya adalah dengan mencantumkan besar-besar slogan ‘Posbud = Horison’ di ruang sastranya. Artinya puisi-puisi yang berhasil masuk kelas Posbud kualitasnya dianggap sama dengan puisi-puisi yang dimuat Majalah Sastra Horison. Tapi efeknya pada era itu karya penyair Bali jarang yang muncul di media nasional karena mereka sudah merasa puas setelah menembus Posbud di ruang Umbu. Belakangan muncul kelas ‘Solo Run’ bagi penyair yang karyanya ditampilkan tunggal dalam satu halaman penuh koran. Dan tentu saja ini kelas sangat sulit di tembus.

Sistem yang dibuat Umbu itulah yang bikin para penyair muda Bali ‘mabuk kepayang’ dan tergila-gila menulis puisi. Apalagi pada setiap kesempatan pemuatan puisi-puisi kelas Pawai dan Kompetisi, ia rajin mengontak dan menggoda para penyair muda lewat kata-kata yang membakar semangat untuk berkarya lebih bagus. Seringkali dibarengi dengan pemuatan foto para penyair yang dikontaknya lewat kolom kecil bertajuk ‘Stop Press’. Anak muda yang awalnya tidak suka puisi pun jadi ikut-ikutan menulis puisi, mungkin karena ada keinginan fotonya dimuat Umbu. Bahkan kelas Pawai dan Kompetisi pun terbagi menjadi sejumlah angkatan yang beranggotakan 5-10 penyair muda

Di era 2000-an, Umbu mengubah konsep rubriknya menjadi ‘Posis’ atau ‘Pos Siswa’ sebagai ruang untuk menampung tulisan-tulisan dari para siswa, ‘Posmas’ atau ‘Pos Mahasiswa’ bagi tulisan-tulisan dari mahasiswa, dan ‘Pos Solo Run’ bagi penulis yang tampil tunggal. Ia juga menyediakan ruang bagi para guru yang suka menulis esai-esai pendek. Terkadang sejumlah puisi dan prosa berbahasa Bali pun dimuat di rubriknya sebagai bentuk perhatiannya pada sastra daerah.

Dalam sebuah rumah kecil yang diberi nama ‘Intens-Beh’ yang merupakan akronim dari ‘Institut Tendangan Sudut Bedahulu’ di Jalan Bedahulu, di sudut utara Kota Denpasar, yang di gunakannya sebagai markas, Umbu sering berdiskusi dengan Seniman-seniman muda dari mulai ngobrol kebudayaan sampai baca-baca puisi.

Sajak-sajaknya di muat dalam Mimbar Indonesia, Gadjah Mada, Basis, Gema Mahasiswa, Mahasiswa Indonesia, Pelopor Jogja, Angkatan Bersenjata, dan Horison. Selain itu karyanya juga terdapat dalam buku kumpulan puisi bersama, seperti Tonggakyang dieditori Linus Suryadi AG, Bonsai’s Morning, Teh Ginseng. Dalam rangka memasyarakatkan puisi-puisi Umbu, penyair Tan Lioe Ie yang juga seorang mantan penyanyi pub mengaransemen sejumlah puisi Umbu menjadi karya musikalisasi puisi dan telah terkumpul dalam sebuah album sederhana berjudul kuda putih.

February 3, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Puisi-Puisi Karya Umbu Landu Paranggi

Running Text KATAKAMI.COM : Copot & Periksa Komjen Gories Mere karena patut dapat diduga menjadi BEKING Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS

February 2, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Running Text KATAKAMI.COM : Copot & Periksa Komjen Gories Mere karena patut dapat diduga menjadi BEKING Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS