Katakamidotcom News Indonesia

Ibu Negaraku, Tahukah Anda Narkoba Perlu Dibasmi Bukan Dibekingi ?

  

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

 Heboh Penjara Ayin & Cece, Reformasi BNN, Copot Gories Mere

Jakarta 05/2/2010 (KATAKAMI) Judul alternatif yang paling pantas untuk tulisan ini sebenarnya adalah “Ingin Berantas Narkoba, Jangan Omdo”.

Ya, istilah Omdo atau Omong Doang memang paling pantas menjadi kalimat paling tepat untuk diberikan kepada POLRI dan jajarannya.

Sekali, duakali, orang masih bisa menahan diri dan cukup bersabar hati dengan kelakuan POLRI – cq Badan Narkotika Nasional (BNN) – dalam menangani dan memberantas narkoba di negeri ini.

Ya, bolehlah improvisasinya.

https://i1.wp.com/www.presidenri.go.id/ibunegara/imageD.php/544.jpg

Ibu Negara Resmikan Program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba

IBU NEGARA: NARKOBA ANCAMAN SERIUS BAGI INDONESIA

Dari mulai program zero toleransi narkoba sampai ke acara seremoni mengundang ibu negara Ani Yudhoyono untuk mengajak generasi muda memerangi narkoba.

Contohnya saja, pada tanggal 30 Januari 2010 lalu Ibu Ani Yudhoyono meluncurkan PROGRAM AKSI PEDULI ANAK BANGSA BEBAS NARKOBA di Central Park Podomoro City Jakarta Barat.

Acara Ibu Negara ini diikuti oleh ribuan pelajar SMP & SMA se-Jakarta.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri seakan menikmati seremoni demi seremoni yang diliput oleh berbagai media massa.

Apalagi Kalakhar BNN Komjen Gories Mere, waduh … no comment deh untuk perwira tinggi yang satu ini.

https://i0.wp.com/www.whisperingwoodstrails.com/Animated%20-%20Wolf.gif

Luar biasa energinya untuk melakukan seribu satu macam cara mencari pembenaran dan apa saja perjuangan menyelamatkan diri dari semua dugaan pelanggaran hukum seputar kasus-kasus narkoba.

Apa kabarnya tuh, kasus penembakan misterius yang menimpa bandar narkoba HANS PHILIP tahun 2005 — yang ditembak mati di dalam mobilnya di kawasan BOGOR ? —

Apa kabarnya tuh, kasus pencurian 13 kg barang bukti sabu dari gudang penyimpanannya tahun 2006 — yang kalau dijual bisa meraup keuntungan Rp. 13 Miliar ?

Sehingga, publik patut mempertanyakan apakah pemberantasan narkoba itu hanya sebagai seremoni belaka ?

Apakah pemberantasan narkoba cukup dengan sebatas mengundang ibu negara untuk sebatas pencarian muka saja kepada atasan ?

Maaf kalau kritikan ini terasa sangat amat pedas.

Ini sebuah kritikan yang memang harus ditujukan secara terang-terangan kepada POLRI.

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/2-monas6.jpg

Photo : Kapolri Sutanto (Nov 2007) melakukan sidak saat MONAS ditangkap

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

Terimakasih Ritonga, Copot Gories Mere, Lawan NARKOBA

Hendarman Beraninya Sama Sheila Marcia, Tangkap Bandar Narkoba Monas & Periksa GORIES MERE

Hei bung, jika ingin memberantas narkoba secara nyata maka POLRI harus tahu diri dan nyata melakukan berbagai aksi.

Hei bung, jika ingin memberantas narkoba secara nyata maka tak perlulah menyeret-nyeret “Istana” untuk tampil di media – padahal substansi dari pemberantasan narkoba itu sendiri, tidak disentuh oleh POLRI –.

Apakah yang dimaksud dengan substansi dari pemberantasan narkoba ?

Substansinya adalah penegakan hukum yang setegak-tegaknya, selurus-lurusnya dan sebenar-benarnya.

Mau sehebat apapun seremoni yang dilakukan POLRI – entah itu BNN atau MABES POLRI –, yang ingin disampaikan disini adalah rakyat perlu bukti, bukan janji.

Rakyat perlu bukti, bukan cuma sekedar mejeng-mejeng di media sebagai sebuah aksi bau terasi.

Setahun yang lalu yaitu Februari 2009, MABES POLRI memecat atau memberhentikan 5 orang penyidik kelas teri di Bareskrim POLRI terkait rekayasa pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus narkoba yang tujuannya adalah untuk menyelamatkan dan meloloskan bandar narkoba dari sindikat internasional, LIEM PIEK KIONG alias MONAS.

Mau tahu, REKAYASA apa yang dilakukan POLRI ?

Rekayasanya adalah agar bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS tidak perlu diadili untuk kasus yang menimpanya yaitu kasus Taman Anggrek dengan barang bukti 1 juta PIL EKSTASI.

Bayangkan saja, ada BANDAR NARKOBA ditangkap dalam kasus kepemilikian 1 juta PIL EKSTASI tetapi dia tidak dibuat dan dibantu untuk tidak disidangkan dalam kasus kepemilikan 1 juta PIL EKSTASI itu.

Dalil dan prinsip hukum apa yang mau dipakai bila faktanya diselewengkan dan dibelokkan seperti ini ?

Jangan banyak omong, mengekspose di media massa ada bandar ini itu atau artis ini itu yang ditangkap karena memakai serta memiliki sekian gram narkoba !

Mana BANDAR NARKOBA PIEK KIONG alias MONAS pemilik 1 juta PIL EKSTASI yang diloloskan 3 kali berturut-turut oleh oknum PERWIRA TINGGI POLRI.

Bikin malu saja kalau SOK HEBAT memberantas narkoba untuk kelas-kelas sekian gram narkoba sebagai barang bukti.

Mejeng sana mejeng sini, undang semua televisi agar kelihatannya hebat dalam memerangi dan memberantas NARKOBA.

Busyet deh !

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/11-barang-bukti-uang-monas3.jpg

Photo : Uang tunai yang jadi barang bukti kasus Taman Anggrek

Kelima penyidik kelas teri itu diberhentikan dan dicopot secara resmi karena arus gelombang pemberitaan media massa terkait bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS ini sudah tidak terbendung.

LIEM PIEK KIONG alias MONAS, ditangkap di Apartemen Taman Anggrek pada bulan November 2007 dengan barang bukti 1 juta pil ekstasi.

Barang haram ini kalau dijual di pasarannya, maka dengan angka penjualan 1 juta pil ekstasi itu keuntungan yang bisa diraup adalah sekitar Rp. 1 Triliun.

Kami tidak akan pernah berhenti dan tidak akan bosan-bosannya menyoroti masalah bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS.

Dimana Monas ?

Mengapa dia dibiarkan lolos dari kejaran aparat penegak hukum ?

Ketika MABES POLRI melakukan penangkapan di Apartemen Taman Anggrek pada bulan November 2007 ini, Monas adalah pimpinan dari sindikat yang ditangkap itu.

Ini fakta yang berbicara.

Dari mulai periode penangkapan bulan November 2007 sampai ke bulan Februari 2010 ini, Monas tidak pernah ditangkap dan diadili sesuai dengan kejahatan atau pelanggaran hukumnya.

Dari 9 orang bandar narkoba yang ditangkap ketika itu, hanya 3 orang saja yang diajukan ke Pengadilan (salah seorang diantaranya adalah JET LI alias CECE, isteri dari bandar narkoba MONAS yang akhirnya sudah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim).

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-monas5.jpg

Photo : Bandar Narkoba MONAS & barang bukti 1 juta pil ekstasi

Lho, mengapa ada 9 orang yang ditangkap tetapi CUKUP 3 orang saja yang diadili ?

Lho kenapa cuma 3 orang saja yang diadili ?

Mana yang 6 orang lainnya ?

Mana bandar narkoba Monas ?

Monas adalah pimpinan sindikat yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek, mana dia ?

Mengapa tidak diadili sampai saat ini ?

Kasusnya bukan kasus kecil sebab barang buktinya saja adalah 1 juta PIL EKSTASI !

Lalu ini tren apa namanya ?

Photo : Barang bukti 1 juta PIL EKSTASI kasus Taman Anggrek (Bandar Monas)

Betapa bebas merdeka dan berbahagianya sindikat-sindikat narkoba internasional di Indonesia karena mereka kini tahu bahwa sepak terjang mereka tidak akan membahayakan.

Lihat saja MONAS, bandar narkoba ini sudah 3 kali berturut-turut diselamatkan dan diloloskan secara sengaja oleh oknum penegak hukum.

Mengapa MONAS yang terus kami sorot ?

Ya, karena patut dapat diduga dibalik oknum MONAS ini ada beking kuat yang datang datang dari internal MABES POLRI sendiri.

Apa gunanya menangkapi para artis untuk kasus narkoba ?

Apa gunanya jajaran Kepolisian doyan betul masuk televisi – mejeng-mejeng di semua stasiun televisi – untuk retorika pemberantasan narkoba dan kasus-kasus penangkapan seputar barang haram narkoba ini – jika substansi yang terpenting dalam upaya pemberantasan narkoba itu tidak disentuh samasekali.

Sustansinya adalah penegakan hukum yang setegak-tegaknya, selurus-lurusnya dan sebenar-benarnya.

Jangan hanya sibuk dalam retorika yang tujuannya sebatas pencarian nama dan popularitas lewat media massa.

https://i0.wp.com/www1.pictures.zimbio.com/gi/Indonesia+Celebrates+Yudhoyono+Election+wvrxOuF_8BUl.jpg

Patutkah Dapat Diduga Ada Filosofi “KURA-KURA DALAM PERAHU” Dibalik Pemeriksaan Skandal Hukum Paling Memalukan Bandar Narkoba MONAS ?

Terpidana Mati CECE Jual Beli Narkoba Dari Dalam Rutan ? Cape Deh !

Jangan hanya sibuk mencari muka kepada Istana dengan merancang acara demi acara yang mengundang Kepala Negara atau Ibu Negara.

Jangan sembunyikan fakta-fakta hukum yang terjadi di tengah masyarakat dan didalam internal POLRI di hadapan Kepala Negara dan Ibu Negara.

Laporkan secara jujur dan terus-terang dong !

Jangan ada yang disembunyikan di hadapan Presiden SBY dan Ibu Negara.

Sampaikan dan laporkan kepada mereka hal yang sesungguhnya terjadi, terutama bahwa patut dapat diduga ada OKNUM JENDERAL POLRI yang menjadi beking sindikat narkoba internasional.

Seandainya Ibu Negara Ani Yudhoyono tahu, apa yang sebenarnya terjadi maka bisa jadi Ibu Negara Ani Yudhoyono akan marah besar karena ia dibohongi oleh POLRI.

Ibu Ani, apakah anda masih akan tetap tersenyum menghadiri acara-acara seremoni pemberantasan narkoba jika ternyata didalam institusi POLRI sendiri ada oknum JENDERAL yang patut dapat diduga menjadi BEKING dari sindikat narkoba internasional ?

Ibu Ani, apakah anda tahu atau sejauh apa yang anda tahu soal bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS yang isterinya kini mendekam di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur setelah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim ?

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/02/aniyudhoyono1.jpg?w=300

Ibu Ani, apakah anda tahu bahwa JET LI alias CECE (isteri dari bandar narkoba MONAS) adalah seorang PEREMPUAN yang menjadi terpidana mati kasus narkoba masih bisa mengendalikan perdagangan gelap narkoba dari dalam rutan ?

Ibu Ani, apakah anda tahu bahwa hanya 5 orang PENYIDIK KELAS TERI yang dicopot dalam kasus rekayasa pembuatan BAP bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS tahun 2009 lalu setelah PERS berhasil membongkarnya?

Wahai Ibu Negara kami, apakah anda tahu atau tidak terhadap semua kenyataan yang sangat melukai hati rakyat Indonesia yang CONCERN pada masalah pemberantasan narkoba yang sebenar-benarnya ?

Wahai Ibu Negara kami, bagaimana anda bisa menyerukan agar GENERASI MUDA menjauhkan diri dari narkoba jika patut dapat diduga BARANG NARKOBA itu sendiri bisa bebas merdeka beredar di negara ini karena dibekingi oleh JENDERAL POLRI ?

Tolong jelaskan kepada rakyat Indonesia, bagaimana caranya GENERASI MUDA INDONESIA bisa diselamatkan dan dijauhkan dari narkoba jika patut dapat diduga barang haram itu sangat AMAN TERLINDUNGI keberadaan dan peredarannya di negara ini akibat dibekingi oleh JENDERAL POLRI ?

Darimana ceritanya, IBU NEGARA bisa sangat NYATA peduli terhadap anak bangsa dari ancaman NARKOBA jika patut dapat diduga SINDIKAT-SINDIKAT NARKOBA INTERNASIONAL itu sendiri bisa memamah-biak dan petantang petenteng di negara ini atas PEMBEKINGAN dari JENDERAL POLRI ?

Apakah Ibu Negara tahu soal ini ?

Kalau memang belum tahu, tolong cari tahu atau tolong diberitahu dong.

Bagaimana sih ?

Jadi POLRI, jangan hanya sibuk menangkapi artis agar lebih “MAK NYUS” untuk diberitakan di media massa.

Sudahlah POLRI, kalau memang mau memberantas narkoba maka bersihkan dulu diri KALIAN sebagai sebuah institusi.

Atasi dulu siapapun JENDERAL POLRI yang patut dapat diduga menjadi beking dari sindikat narkoba.

Jadi jangan banyak omong dan jangan aksi yang bau terasi.

Capek melihat seribu satu macam retorika di media massa. Jangan jadikan isu narkoba sebagai ajang untuk menjilat atau mencari muka.

Pemberantasan narkoba adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya penegakan hukum.

https://i0.wp.com/www.favor.org.za/animated_logo.gif

Dan hukum adalah hukum.

LAW IS LAW.

Mau dibuat jungkir balik seperti apapun dunia ini, hukum tetaplah hukum.

Jangan ada yang coba-coba mengangkangi atau mencederai nilai-nilai hukum.

Laksanakan dan lakukan upaya penegakan hukum itu seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya.

Kalau Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agak kesulitan memahami apa yang dimaksud dengan upaya penegakan hukum seputar pemberantasan narkoba maka PERS bisa membantu.

Bersihkan intern POLRI dari oknum PERWIRA TINGGI yang patut dapat diduga menjadi beking dari sindikat narkoba kelas internasional.

Jangan lagi sibuk sendiri masuk televisi alias mejeng-mejeng di media massa untuk program retorika.

Bikin malu saja !

Cuma ingin masuk televisi dan cari muka ke Istana dengan memakai isu narkoba.

Lho, ini mengenai masa depan bangsa BOSS !

Jangan dipermainkan dong !

 

 

Ini mengenai masa depan generasi muda Indonesia.

Tolong dong disadari bahwa sia-sia menyelamatkan masa depan bangsa dan generasi muda dari ancaman narkoba, kalau internal POLRI sendiri tidak berbenah diri.

Jangan menunjuk muka ARTIS soal narkoba.

POLRI, tunjuklah muka kalian sendiri.

Dan lakukan introspeksi, apakah POLRI sudah cukup bersih dan sempurna dalam penegakan hukum kasus-kasus narkoba ?

Kalau merasa sempurna, tolong tunjukkan kepada rakyat Indonesia dimana bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS.

Mengapa diloloskan 3 kali berturut-turut dari jerat hukum ?

Mengapa LIEM PIEK KIONG alias MONAS ditangkap dengan barang bukti 1 juta pil ekstasi pada bulan November 2007 tetapi sampai bulan Februari 2010 ini bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS tidak pernah diadili untuk kejahatannya tadi ?

Enak betul memproduksi dan siap memperdagangkan 1 juta pil ekstasi, tanpa ada penegakan hukum terhadap kasus itu ?

https://i0.wp.com/www.staffassoc.com/dpfonts/drugs.gif

Ini tren apa ?

Ini kelakuan apa ?

Inikah yang disebut bahwa NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA ?

Aduh, sulit memahami kelakuan POLRI untuk masalah ini.

Jangan banyak sandiwara deh.

Mafia narkoba dari sindikat internasional bisa diloloskan dari jerat hukum.

Tetapi agar bunyinya di tengah masyarakat tetap bergaung soal pemberantasan narkoba ini maka ditangkapilah artis-artis.

Kampungan sekali cara-cara seperti itu.

Seakan haus pemberitaan.

Seakan ingin populer semuanya.

https://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/02/tolak-narkoba1.jpg?w=300

Kasihan sekali NEGARA ini jika terus menerus rekayasa demi rekayasa dianggap sebagai sebuah kelaziman dan budaya yang dibenarkan dalam rangka pemberantasan narkoba.

Singkat kata, jika ingin memberantas narkoba maka bersihkan dulu INTERNAL POLRI !

Jika ingin memberantas narkoba maka hentikan semua retorika dan tren POLRI mencari sensasi di media massa.

Dikit-dikit, undang wartawan.

Dikit-dikit, mejeng dengan Kepala Negara atau Ibu Negara.

Dikit-dikit, meresmikan gerakan ini itu sebagai aksi nasional terbaru yang diekspose besar-besaran.

Lama-lama POLRI bisa seperti pepatah lama, “TONG KOSONG NYARING BUNYINYA”.

Sudahlah, rakyat capek dengan semua retorika.

Berikan saja bukti, bukan JANJI.

Ngerti gak sih ?

Pemberantasan narkoba jangan jadi ajang pencarian muka kepada atasan atau peluang untuk mejeng di media massa.

https://i0.wp.com/s220.photobucket.com/albums/dd287/wannadrink3/mobsters-rockstars/thanks-mafia-guy.gif

Lakukan reformasi dan reposisi di dalam struktur organisasi BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN).

Copot dan lakukan pergantian terhadap Kepala BNN karena pejabat yang sekarang sudah terlalu lama menduduki jabatan itu yaitu Komjen Polisi Gories Mere.

Buka semua kasus hukum yang patut dapat diduga melibatkan Komjen Polisi Gories Mere seputar narkoba.

POLRI, jangan main-main deh dalam masalah penegakan hukum.

Bersihkan dulu INSTANSI kalian sebersih-bersihnya dalam masalah narkoba ini.

Rakyat perlu bukti, bukan janji !

(MS)

February 5, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: