Katakamidotcom News Indonesia

Ujian Kedua Bagi Jenderal Sutanto Itu Bernama Barack Obama


Datanglah Obama Sebab Indonesia Juga Rindu Padamu

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Jakarta 8/1/2010 (KATAKAMI) Hup ! Sorotan kamera mengabadikan saat Presiden AS George W. Bush melompat saat hendak keluar dari mobil kepresidenan yang membawanya untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor 20 November 2006. Pertemuan penting antara Presiden Bush dan Presiden SBY dilangsungkan di Istana Bogor dengan pengamanan yang sangat amat ketat. Saat itu yang menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) adalah Jenderal Polisi Sutanto.

Kini, saat Presiden ke-44 AS Barack Hussein Obama akan berkunjung ke Indonesia, Jenderal Sutanto juga yang mau tak mau terlibat penuh dalam pengamanan Indonesia menjelang dan pada saat Presiden Obama datang ke Indonesia bulan Maret 2010 mendatang sebab kini ia menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Itulah sebabnya, judul tulisan ini dibuat “Ujian Kedua Bagi Jenderal Sutanto Itu Bernama Barack Obama”.

https://i2.wp.com/thejakartaglobe.com/media/images/large/20091027011434941.jpg

Mengapa disebut ujian ?

Ya, karena Jenderal Sutanto dituntut untuk bisa mengulangi kesuksesannya membawa instansi yang dipimpinnya memberikan keberhasilan pengamanan terkait rencana kunjungan Presiden Obama.

Kalau dulu, Jenderal Sutanto memimpin POLRI.

Maka kini, Jenderal Sutanto diharapkan akan mampu membawa Badan Intelijen Negara (BIN) membuktikan bahwa mereka mampu mengamankan kunjungan Presiden Obama.

Apalagi, kunjungan Obama agak berbeda dan terkesan berbelit-belit sepanjang nanti berada di Indonesia.

Dia akan berkunjung ke Jakarta dan kota lainnya.

Obama tak cuma diagendakan memimpin pertemuan G to G atau Government to Government.

Ia juga tak cuma diagendakan melakukan pertemuan (plus pembicaraan) 4 mata atau Tete a Tete dengan Presiden SBY.

Kunjungan ini akan menjadi kunjungan nostalgia penuh makna bagi Obama secara pribadi sebab ia akan melakukan “napak tilas” ke tempat-tempat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari masa lalunya dulu saat masih berada di Indonesia.

Inilah yang akan sangat menyulitkan bagi aparat keamanan yaitu wajib memenuhi keinginan Obama SEKELUARGA plesiran disela kunjungan kenegaraannya di sebuah tempat yang tingkat sentimennya terhadap Amerika masih sangat tinggi.

Dulu ketika Presiden Bush ke Indonesia saja, pemerintah Indonesia harus ekstra ketat menjaga keamanan sehingga pertemuan dilokalisir di Istana Bogor untuk mengantisipasi aksi-aksi unjuk rasa ANTI AMERIKA.

Di Indonesia, potensi gangguan keamanan tetap ada bila menyangkut kepentingan AMERIKA SERIKAT.

Tapi ya sudahlah !

Apapun juga agenda kunjungan Presiden Obama sekeluarga di Indonesia saat kunjungannya nanti, Pemerintah Indonesia harus menyambut dengan baik,

Tetapi tetap waspada dengan 1001 macam ancaman keamanan.

https://i0.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2008/09/15/54180_trimedya_panjaitan_300_225.jpg

Kepada KATAKAMI.COM lewat wawancara khusus di Gedung DPR/MPR Senin (8/1/2010), Trimedia Panjaitan Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan bahwa kunjungan Presiden Obama ini akan menjadi ujian berikutnya bagi Kepala BIN Sutanto.

“Sebenarnya kunjungan Presiden Amerika ke Indonesia itu bukan cuma sekarang saja kan. Presiden-Presiden Amerika sebelumnya juga datang ke Indonesia. Ketika Presiden Bush datang ke Indonesia, kebetulan Kapolri yang bertugas adalah Pak Tanto (Jenderal Sutanto, red). Selama Pak Tanto menjadi Kapolri, beliau sudah buktikan kemampuannya untuk masalah keamanan di Indonesia. Dan ketika Presiden Bush datang ke Istana Bogor, Kapolrinya adalah Pak Tanto. Sekarang ketika Obama datang, Pak Tanto yang jadi Kepala Intelijen kita. Ya kita harapkan, BIN bisa melakukan deteksi keamanan menjelang dan pada saat kunjungan Obama” demikian ditegaskan Trimedia Panjaitan.

Lebih jauh, Trimedia Panjaitan mengatakan bahwa posisi Jenderal Sutanto sebagai Kepala BIN sangat strategis dalam pengamanan kunjungan Obama.

“Pak Tanto ini pendiam. Dia sangat cool ya. Dia tidak pernah mau meledak-ledak. Dia jarang mau banyak bicara. Ini kesempatan untuk Pak Tanto untuk membuktikan apakah ia mampu menjadi Kepala Intelijen ? Kunjungan Obama ini salah satu parameternya. Kalau kita lihat sepak terjangnya selama menjadi Kapolri. Apalagi Kapolri Bambang Hendarso Danuri adalah adik kelasnya. Lalu semasa dulu menjadi Kapolri, beliau sudah biasa bekerjasama dengan TNI – entah itu TNI AD, AL atau AU – saya sih optimis bahwa Pak Tanto mumpuni. Kita tidak perlu kuatir” lanjut Trimedia Panjaitan.

Trimedia Panjaitan berharap, Jenderal Sutanto bisa berbicara kepada publik terkait masalah keamanan di tanah air menjelang kunjungan Presiden Obama.

“Kita semua paham bahwa yang namanya Kepala Intelijen itu tidak boleh banyak bicara. Apalagi mengenai tugas-tugasnya. Tetapi kalau menurut saya, kali ini beliau perlu juga berbicara kepada masyarakat mengenai situasi keamanan bahwa situasi politik keamanan di Indonesia sebelum, pada saat kedatangan dan pasca kedatangan Obama memang terjamin” ungkap Trimedia Panjaitan.

Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan ini berharap aparat keamanan Amerika tidak berlebihan dalam membuat persiapan dan penyambutan kunjungan Presiden Barack Obama.

https://i1.wp.com/vibizdaily.com/resources/images/uploaded/image/POLHUKAM/DESEMBER%202009/ramadhan%20pohan.jpg

Sementara itu menurut Ramadhan Pohan, Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Indonesia menyambut baik kunjungan Presiden Obama ke Indonesia.

“Obama adalah tamu negara kita. Kita adalah bangsa besar yang menghormati tamu negara dan wajib memperlihatkan kepada semua bangsa di dunia bahwa kita bisa menjadi tuang rumah yang baik bagi tamu-tamunya. Apalagi yang datang adalah tingkat presiden. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia tentu akan menunjukkan kemampuannya menjaga keamanan dan memberikan kenyamanan pada tamu negara yang akan berkunjung” kata Ramadhan Pohan.

Menurut Ramadhan Pohan, ada perbedaan khusus antara Obama dan Presiden Amerika sebelumnya yaitu George W. Bush.

“Obama ini berbeda dari Bush. Kalau Bush itu banyak musuhnya. Obama ini relatif sedikit musuhnya. Dia dekat dengan kelompok Islam dan kelompok lainnya. Obama sendiri sudah mewakili kelompok minoritas dan pernah tinggal di Indonesia. Jadi ancaman keamanan untuk Obama relatif kecil sekali” lanjut Ramadhan Pohan.

Itulah sebabnya, ungkap Ramadhan Pohan, Badan Intelijen Negara (BIN) harus tetap memberikan perhatian penuh menjelang kedatangan Obama.

“Menjelang kunjungan Obama ini, BIN harus memberikan perhatian penuh. Terutama BIN harus mendeteksi, apakah ada rencana serangan-serangan tertentu menjelang atau pada saat Obama datang ? Yang mendeteksi itu kan harus BIN. Saya optimis BIN bisa mendeteksi semua itu” tambah Ramadhan Pohan.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan bahwa jaringan intelijen dibawah BIN harus cepat mendeteksi apakah ada kelompok anti Amerika yang akan bangkit menyerang.

“BIN ini kan intelijen. Mereka punya anggota intelijen yang sangat banyak. Mereka harus tahu, kelompok mana yang anti terhadap Obama. BIN harus turun secara penuh. Kita sih tidak perlu menggurui BIN. Kita percaya mereka akan melakukan yang terbaik. Minggu lalu dalam Rapat Tertutup BIN dengan Komisi I sudah disampaikan oleh Pak Tanto tentang kesiapan BIN menyambut kedatangan Obama” kata Ramadhan Pohan.

Ibarat judul lagu, rencana unjungan Presiden Obama “sekeluarga” hanya tinggal menghitung hari.

Kini, pertanyaannya adalah mampukah Indonesia menjaga keamanan yang seaman-amannya menjelang dan pada saat kunjungan Obama nanti ?

Jangan sampai rakyat Indonesia yang terkorbankan akibat gunjang-ganjing yang bisa timbul akibat kunjungan ini.

Lepas dari tingginya tingkat popularitas Obama di kalangan dunia, sentimen anti Amerika di Indonesia tetap ada.

Dan itu tidak bisa ditutup-tutupi atau dipungkiri.

Mampukah aparat keamanan menunjukkan dan membuktikan bahwa perangkat keamanan Indonesia akan “all out” mengamankan Indonesia.

Mengapa Indonesia yang disebut ?

Ya, karena kalau ada apa-apa maka yang menjadi korban adalah Indonesia dan rakyat secara keseluruhan.

Sambutlah sang tamu agung dan keluarganya itu dengan sebaik-baiknya.

Berikan keamanan yang seaman-amannya dan rasa nyaman sebagai tamu negara yang bernostalgia di sebuah tempat bernama INDONESIA.

Semoga Jenderal Sutanto dan seluruh perangkat keamanan di Indonesia, mampu melaksanakan tugas ini dengan sangat baik.

Bukan demi Obama atau Amerika.

Tapi demi INDONESIA dan seluruh rakyatnya.

Siap, laksanakan !

(MS)

February 10, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: