Katakamidotcom News Indonesia

Misteri Propam Polri, Salut Oegroseno Selamat Bertugas Budi Gunawan



DIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMI.COM

Propam Polri: Jangan Ada Lagi Penjebakan Dalam Kasus Narkoba

Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

Hidup Terus Berputar, GORIES

Jakarta (18/2/2010 (KATAKAMI) Jika tak ada aral melintang maka pecan depan akan dilaksanakan upacara pelantikan pejabat Kepala Profesi dan Pengamanan (Propram) POLRI dan Kapolda Sumatera Utara. Yang cukup menarik untuk dibahas disini adalah pergeseran jabatan Kepala Divisi Propram POLRI Irjen Oegroseno. Ia digantikan oleh mantan Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri yaitu Irjen Budi Gunawan.
Mengapa dikatakan menarik untuk membahas pergantian jabatan Kepala Divisi Propam POLRI ?

Ya sebab pergantian jabatan Kepala Divisi Propram Polri ini dilakukan justru disaat Irjen Oegroseno gencar melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kasus pemukulan Ann di Artha Graha.

Kasus Aan ini bermula dari penganiayaan yang terjadi pada 14 Desember 2009. Aan mengaku dianiaya oleh Viktor Laiskodat di depan 3 oknum Polda Maluku di Gedung Artha Graha. Aan sempat disekap dan ditelanjangi di gedung Artha Graha lantai 8 dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi.

Aan diminta mau menjadi saksi untuk kasus kepemilikan senjata api milik mantan Bos PT Maritim Jaya, DT. Namun karena menolak, kini Aan ditetapkan menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba.

3 oknum penyidik Polda Maluku yang dilaporkan ke Propam yakni Direskrim Polda Maluku Kombes Pol Jhon Siahaan, Ipda Jhoni dan Brigadir Obed.

Lewat WAWANCARA KHUSUS dengan KATAKAMI.COM, Kamis (18/2/2010) malam di Jakarta, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane sangat menyayangkan pergantian jabatan Kepala Divisi Propram Polri disaat Irjen Oegroseno justru dinilai berhasil dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Photo : Neta S. Pane (IPW)

“Jika kita bicara soal Irjen Oegroseno, berarti kita berbicara tentang figur polisi yang cukup bagus. Oegroseno sangat bagus dalam menjalankan tugasnya. Tapi ternyata di POLRI ini, figur yang bagus tidak cukup menentukan apakah ia bisa mendapatkan dukungan penuh dari Kapolri atau tidak dalam menindak-lanjutkan tugas-tugasnya yang penting” kata Neta S. Pane.

Menurut Neta, jika benar pergantian jabatan Kepala Dvisi Propram POLRI ini dilakukan karena sosok Oegroseno sangat tegas dan keras dalam menangani kasus pelanggaran berat yaitu kasus pemukulan di Artha Graha.

“Sepertinya sih kabar itu benar ya. Oegroseno diganti karena dinilai terlalu keras menangani kasus Artha Graha. Akibatnya, Oegroseno bukan mendapatkan promosi tetapi justru demosi. Demosi itu ya kebalikan dari promosi. Jika Oegroseno memang mendapatkan promosi maka jabatan yang diberikan kepadanya adalah Kapolda Metro Jaya. Tetapi yang diberikan Kapolri (Jenderal Bambang Hendarso Danuri, red) justru Kapolda Sumatera Utara. Kelasnya Polda Metro Jaya kan diatas Polda Sumut” lanjut Neta S. Pane.


Photo : Irjen Budi Gunawan

Neta S. Pane berharap, pengganti Irjen Oegroseno yaitu Irjen Budi Gunawan bisa melanjutkan tugas sebagai Kepala Divisi Propram Polri dengan ketegasan dan integritas yang sama tinggi.

Irjen Budi Gunawan itu figur yang sama bagusnya. Kita berharaplah agar beliau ini berkomitmen tinggi untuk menjalankan tugas sebagai Kepala Divisi Propram POLRI dengan sebaik-baiknya. Paling tidak, berbuat semaksimal mungkin agar apapun pemeriksaan dan penanganan kasus-kasus pelanggaran dari oknum polisi yang brengsek bisa ditindak-lanjuti dengan mendapat dukungan dari Kapolri” tambah Neta.

Sebab, lanjut Neta, semua tugas penertiban dan penindakan Propram POLRI terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oknum polisi yang brengsek akan sangat sia-sia pelaksanaannya jika tidak ada dukungan dari Kapolri selaku pimpinan nomor satu di dalam tubuh POLRI.

“Mau jadi POLRI ? Misalnya nih, mereka punya kader yang baik seperti Oegroseno dan Budi Gunawan tetapi tidak didukung Pimpinan dalam bertugas. Kan percuma saja. Kasus pemukulan di Artha Graha, siapa bekingnya di dalam internal POLRI ? Buka dong. Bongkar semua. Jangan langsung main copot saja ketika Irjen Oegroseno sedang menangani kasus ini. Copot beking yang ada dibalik kasus Artha Graha ini ! Jadi bukan Oegroseno yang harus dicopot !” tegas Neta S. Pane.

Menurut Neta, Oegroseno pernah bertugas di daerah konflik yang sangat luas tantangannya yaitu sebagai Kapolda Sulawesi Tengah sehingga dalam menjalankan tugas barunya sebagai Kapolda Sumut diharapkan bisa mengulangi kesuksesan yang sama saat masih menjadi Kapolda Sulawesi Tengah.

Sementara itu dalam kesempatan yang terpisah, Kepala Divisi Humas POLRI Irjen Edward Aritonang mengatakan bahwa pergantian jabatan Kadiv. Propram POLRI sesuatu yang wajar yaitu memberikan promosi atas keberhasilan Irjen Oegroseno.


Photo : Irjen Edward Aritonang

“Lho, siapa bilang itu bukan promosi. Jangan begitulah. Ini promosi untuk Pak Oegroseno. Penilaian Bapak Kapolri terhadap Irjen Oegroseno cukup baik. Pimpinan menilai bahwa selama ini Irjen Oegroseno sudah menjalankan tugasnya dengan cukup baik. Jabatan Kapolda itu kan tidak main-main. Itu jabatan yang sangat strategis” kata Edward Aritonang kepada KATAKAMI.COM, Kamis (18/2/2010) malam di Jakarta.

Menurutnya, Irjen Oegroseno dan Irjen Budi Gunawan akan dilantik oleh Kapolri pada hari Selasa tanggal 23 Februari mendatang.

Kamis (18/2/2010) malam di Jakarta, KATAKAMI.COM berhasil mendapatkan WAWANCARA EKSKLUSIF juga dari Irjen Oegroseno seputar kontroversi pergantiannya sebagai Kadiv Propram POLRI.

Oegroseno mengaku bahwa selama kurun waktu satu tahun menjalankan tugasnya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan POLRI, ia sudah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya.

Photo : Irjen Oegroseno

“Begini, saya tidak dalam posisi mempersoalkan apakah saya mendapatkan promosi atau tidak. Selama ini, saya sudah menempatkan diri pada tugas-tugas dan posisi di  propam pengamanan internal. Saya tidak main main dalam menjalankan tugas saya sebagai Kadiv. Propram. Tidak ada yang bisa melakukan tawar-menawar atau bargaining dari diri saya” demikian ditegaskan Irjen Oegroseno

Ketika ditanya, adakah kendala yang dihadapinya sepanjang menjalankan tugas sebagai Kepala Divisi Propram POLRI selama kurun waktu setahun ini ?

Irjen Oegroseno menajwab, “Setiap pelanggaran disiplin dan etika profesi itu hendaknya jangan diakumulasikan. Bagi saya sebagai Kadiv. Propram, setiap dugaan pelanggaran dsiplin atau dugaan pelanggaran etika profesi maka semua itu harus doiproses. Tidak ada yang tidak diproses jika memang ada dugaan terhadap disiplin dan etika profesi tadi. Periksa, siapapun yang diduga terlibat. Kemudian, disidangkan, Dan kalau terbukti bersalah maka diberikan hukuman” jawab Oegroseno.

KATAKAMI.COM juga menanyakan, adakah beban moral dalam memeriksa sesama polisi didalam lingkungan institusi POLRI ?

Irjen Oegroseno menjawab, “Tidak ada beban moral sebab itu sudah menjadi tugas saya. Banyak yang sudah diperiksa. Ada dari intelijen, reserse, pokoknya banyak yang kita limpahkan” lanjut Oegroseno.

Menanggapi tugas barunya sebagai Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno mengatakan bahwa dimanapun ia ditempatkan, ia akan terus berusaha menjadi polisi yang professional.

“Patokan saya hanya satu, apakah saya berada on the right track dalam menjalankan tugas-tugas saya. Dalam pengabdian itu, kita jangan berbicara soal perorangan atau kelompok. Dimanapun saya bertugas, saya akan kerjakan tugas-tugas itu dengan sebaik-baiknya. Tidak semua polisi itu jelek. Tidak semua polisi itu brengsek. Masih sangat banyak, polisi yang punya idialisme tinggi. Sebab penegakan hukum itu adalah sesuatu yang indah kalau dilaksanakan secara berke-Tuhanan, berkemanusiaan dan berkeadilan. Itu saja” jawab Oegroseno.

KATAKAMI.COM menanyakan, apakah Oegroseno mendengar atau mengetahui bahwa pencopotan dirinya sebagai Kadiv Propram Polri ini dikait-kaitkan dengan kasus Artha Graha yang sedang ditanganinya di Propram Polri  (dimana patut dapat diduga, kasus Artha Graha ini dibekingi oleh seorang oknum perwira tinggi berbintang 3 dari wilayah FLORES ) ?

Irjen Oegroseno menjawab, “Saya tidak mendengar soal itu. POLRI kan melakukan evaluasi internal. Kami ini selalu diingatkan tentang tugas pengabdian sebagai polisi yaitu sejauh mana memegang teguh komitmen sebagai aparat penegak hukum. Bagaimana mungkin bisa menjadi Penyidik kalau tidak professional ? Rakyat Indonesia kan menunggu dan mengharapkan Polri itu professional. Rakyat diam, bukan berarti tidak memonitor tugas-tugas Polri. Iya kan. Jadi POLRI akan selalu professional kok dalam menjalankan tugas-tugasnya” jawab Oegroseno.


Photo : Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri & Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani

Bongkar pasang jabatan Kadiv. Propram Polri ini, sesungguhnya tak perlu lagi dipermasalahkan. Apakah ini sebuah promosi atau justru sebaliknya.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pasti sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan sangat objektif, proporsional dan seadil-adilnya.

Keputusan ini tak perlu dicurigai lagi tetapi POLRI harus tetap mawas diri.
Artinya, bukalah mata dan telinga terhadap segala sesuatu yang menjadi tuntutan masyarakat terhadap POLRI secara institusi.

Reformasi birokrasi akan menjadi sangat sia-sia jika Polri tidak mewujudkan secara nyata dalam mengenali dan menempatkan sumber daya manusia (SDM) mereka dengan tepat.
Polri harus tetap menjadi institusi penegakan hukum yang handal dan profesional.

Polri jangan mau digerogoti oleh oknum perwira tingginya yang busuk dan diam-diam mencari makan lewat cara pembekingan narkoba atau perjudian.

Polri jangan mau terus menerus dibebani oleh oknum perwira tinggi yang cuma berani dari belakang layar mengacaukan segala sesuatu dengan cara melakukan berbagai pelanggaran yang muaranya mencari keuntungan diri sendiri dan kelompoknya.

Polri jangan mau mengorbankan orang per orang yang justru sangat kapabel dan punya integritas sangat tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Korbankan yang perlu dikorbankan yaitu oknum yang memang liar tak terkendali.

Sikat saja !

Kapolri Jenderal BHD dan Wakapolri Jusuf Manggabarani pasti bisa mewujudkan performa POLRI yang profesional dan tegas setegas-tegasnya kepada siapapun oknum yang “bermasalah”.

Salut untuk Irjen Oegroseno atas keberanian, ketegasan dan keteguhannya memegang prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan.

Dan selamat bertugas untuk Irjen Budi Gunawan sebagai Kepala Divisi Propram Polri yang baru.

Selamat bertugas Irjen Budi, sikat saja yang memang “bermasalah” !

Apalagi jika ada oknum perwira tinggi Polri yang doyan cari makan dengan cara membekingi bandar-bandar narkoba dan perjudian.

Sok jago dan tidak bermoral jika ada oknum perwira tinggi Polri yang sangat “percaya diri” menjadi beking bandar narkoba dan perjudian. Tidak tahu malu manusia seperti ini karena oknum yang jenis begini hanya akan bikin kotor Polri saja.

Semoga, Irjen Budi Gunawan dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan Irjen Oegroseno.

(MS)

February 23, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: