Katakamidotcom News Indonesia

Datanglah Obama Sebab Indonesia Juga Rindu Padamu

https://i0.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/09/25/157/resepsi-pembukaan01.jpg
Oleh : MEGA SIMARMATA, Pemimpin Redaksi
 
Jakarta 24/1/2010 (KATAKAMI) Ada sebuah lelucon atau joke yang dilontarkan dalam diskusi kecil antara sejumlah wartawan senior dengan pejabat tinggi negara dalam pertemuan informal. Lelucon atau joke itu berbunyi, “Jika nanti Obama datang ke Indonesia, berapa banyak agen-agen dari Dinas Rahasia CIA merapat ke Indonesia menjelang kedatangan Obama ? CIA cabang Singapura, CIA cabang Australia, CIA cabang negara ini dan itu”. Lelucon atau joke ini tak salah. Sebab bisa menjadi ilustrasi betapa ketatnya penjagaan terhadap seorang kepala negara dari negara adidaya jika hendak berkunjung ke negara tertentu. 
Apalagi negara yang mau dituju itu adalah Indonesia, tempat kelahiran Hambali – salah seorang tersangka TERORIS yang kini meringkuk di penjara Guantanamo Kuba sejak tahun 2003–. 
Setelah membatalkan rencana kunjungannya ke Indonesia bulan November 2009 yang lalu, kini pertanyaannya akan dibatalkan kembalikah rencana kedatangan Obama pertengahan tahun 2010 ini ? 
Ya, bisa saja kunjungan itu dibatalkan kembali kalau Obama merasa tidak nyaman dan tidak aman jika mengunjungi Indonesia dalam situasi yang serba ruwet.
https://i1.wp.com/nimg.sulekha.com/Others/original700/barack-obama-malia-obama-sasha-obama-michelle-obama-2009-7-10-13-47-59.jpg
Kalau rencana itu dibatalkan untuk yang kedua kalinya, maka gagal jugalah niat Obama memperkenalkan kepada kedua putri tercintanya – Malia & Sasha -tempat dulu Obama kecil pernah tinggal bersama ayah tirinya yaitu Lolo Soetoro dan Stanley Ann Dunham (ibunda Obama). 
Sebenarnya kalau mau jujur, Direktur CIA Leon Panetta tak perlu repot-repot mengirimkan agen rahasianya sebanyak-banyaknya ke Indonesia menjelang kunjungan Obama.
Indonesia ini sudah penuh ! 
Dan Pemerintah Amerika juga harus mengingat bahwa Indonesia menyambut baik dan sangat “welcome” pada rencana kunjungan Obama – kapanpun itu –.
Akan tetapi, hendaklah kiranya perangkat keamanan Amerika jangan OVER ACTING di Indonesia. 
Sebab di Indonesia ada perangkat-perangkat keamanan yang punya otoritas penuh untuk menjalankan tugasnya. 
Pertama, Badan Intelijen Negara (BIN). 
Kedua, MABES POLRI.
Dan ketiga, TNI – khususnya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dari Group C yang bertugas mengamankan Tamu-Tamu Negara –.
Tentu, diluar dari ketiga perangkat penting ini, Departemen Luar Negeri yang punya peran sangat strategis menyelarasakan semua agenda-agenda yang akan dilakukan Presiden Obama sepanjang berada di Indonesia. 
Deplu Indonesia bekerjasama dengan Deplu Amerika. 
Yang ingin ditegaskan disini bahwa Amerika harus menghargai perangkat-perangkat keamanan dan pemerintahan yang akan mengatur semua agenda kegiatan Presiden Obama sekeluarga jika berada di Indonesia. 
Jangan merasa lebih berhak melakukan ini dan itu, dibandingkan perangkat keamanan Indonesia sendiri. 
Jangan lagi diulangi, peristiwa Cikini yaitu saat Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice berkunjung ke salah satu Sekolah Islam yang ada di Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat (Maret 2006).
Marinir AS dalam jumlah yang banyak disiagakan dengan senjata lengkap sehingga menimbulkan ketakutan dan kemarahan dari masyarakat yang melihatnya. 
Belum lagi, pasukan khusus pihak Amerika yaitu ANJING-ANJING yang mengendus kesana kemari.
https://i0.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/11/16/157/Obama01.jpg
Jangan juga diulangi ulah arogan SECRET SERVICE saat kunjungan Presiden George Bush (Sr) dan Presiden Bill Clinton saat keduanya datang bersamaan untuk mengunjungi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) awal tahun 2005. 
Secret Service (SS) alias Pasukan Pengamanan Presiden AS saat itu seenaknya saja membuangi tas siapa saja – termasuk tas dari semua WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN INDONESIA – begitu kedua mantan presiden Amerika itu akan mendarat di Bandara Polonia Medan. 
Semua tas itu dibuangi dalam keadaan hujan deras. 
Aparat Indonesia tidak ada yang berani melawan. 
Semua diam membisu – yang bisa dilakukan hanya menyaksikan dengan mulut terkunci aksi Secret Service tadi –.
Luar biasa ! 
(Saya bisa mengatakan hal seperti ini karena waktu itu saya masih tergabung sebagai WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN dan ikut dalam pesawat kepresidenan yang membawa Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono). 
Dan jangan juga pada saat datang nanti, WARTAWAN dari GEDUNG PUTIH akan sangat diistimewakan alias disejajarkan pangkatnya dengan tamu-tamu penting alias VVIP.
Sementara WARTAWAN INDONESIA akan dijadikan warga negara kelas dua di negaranya sendiri. 
Enak saja ! 
Jangan ada diskriminasi terhadap PERS. 
Mau WARTAWAN dari Gedung Putih atau dari Istana Kepresidenan Indonesia, sama semua kedudukannya dalam hal pencarian berita. 
Apalagi negara yang dikunjungi adalah INDONESIA.
Dan INDONESIA adalah NEGARA kami !
Jadi yang ingin diingatkan kembali disini, ada semacam harapan yang bisa disampaikan kepada perangkat keamanan Amerika Serikat – terutama CIA – dalam mempersiapkan rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia.
Jalinlah kerjasama yang sangat kuat dan harmonis dengan perangkat keamanan Indonesia.
Kedudukannya setara, bahkan jauh lebih kuat posisinya perangkat keamanan di Indonesia.
https://i0.wp.com/i.thisislondon.co.uk/i/pix/2009/04/obama-panetta-415x276.jpg
Photo : Presiden Obama & Direktur CIA Leon Panetta
Direktur CIA saat ini, LEON PANETTA, kelihatan dari mukanya yang termuat dalam foto-foto sih muka baik. 
Mudah-mudahan cara pandang dan integritasnya juga sama baiknya. 
Sehingga, yang ingin disampaikan disini adalah jangan anggap enteng dan jangan ada perangkat keamanan AS yang meremehkan perangkat keamanan Indonesia menjelang dan pada saat kunjungan Presiden Obama ke Indonesia. 
Jangan kirimkan agen rahasia sebanyak-banyaknya ke Indonesia. 
Tidak perlu ! 
Yang perlu dilakukan adalah menjalin KERJASAMA yang sebaik-baiknya. 
Kamipun di Indonesia punya perangkat keamanan yang sama baiknya dengan Amerika.
Kerjasama Polisi kepada Polisi (MABES POLRI kepada Biro Investigasi Federal FBI).
Kerjasama Intelijen kepada Intelijen (BIN kepada CIA).
Kerjasama Militer AS kepada TNI.
Kerjasama Deplu AS kepada Deplu Indonesia.
Photo : (Ki-Ka) Panglima TNI Djoko Santoso, Kepala BIN Sutanto & Kapolri BHD

PHOTOSTREAM : Indonesian Elite Forces, We Love You Full Soldier !

Diduga Noordin M. Top Atau Gories Mere Yang Kebelet Ingin Ngetop ?

Jalinlah kerjasama dan komunikasi yang sehat, terukur dan terarah.
 
Waktu pasti akan cepat berlalu. 
Tak terasa nanti, hari H yang akan ditentukan akan segera tiba.
Dan daripada nanti yaitu pada saat Presiden Obama datang, hal-hal ini ditanyakan maka lebih baik dari sekarang Pemerintah Amerika menyelaraskan segala sesuatunya agar dikomunikasikan secara baik dengan Pihak Indonesia.
Misalnya, masalah TERORIS HAMBALI.
Jika memang HAMBALI akan diadili di Pengadilan Amerika maka berilah ruang dan waktu bagi Pihak Indonesia masuk dalam konteks permasalahan ini.
HAMBALI dituduh sebagai dalang peledakan bom malam Natal tahun 2000 dan dalam kasus Bom Bali I tahun 2002. 
Walaupun HAMBALI sudah hampir 7 tahun ditahan di penjara Guantanamo Kuba karena dituduh terlibat dalam serangan 11 September 2001, Pemerintah Amerika harus tetap menjalin komunikasi dengan Pihak Indonesia.
http://z4ki.files.wordpress.com/2009/08/den881.jpg?w=605&h=593
Terutama kepada Deplu dan MABES POLRI.
Selain karena Hambali adalah warga negara Indonesia, ia juga terlibat dalam banyak sekali kasus-kasus ekstrim di republik ini.
Wajar, sangat wajar malah, kalau Indonesia berkepentingan untuk tahu – kapan dan dimana – Hambali akan diadili. 
Kemudian, Indonesia juga berhak untuk diberi kesempatan bertemu dan berbicara dalam konteks penyidikan kasus terorisme – khusus masalah ini, porsi yang perlu diberi kesempatan melakukan itu adalah Tim Penyidik POLRI dari Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror POLRI –.
Presiden Obama adalah seorang pemimpin yang sangat komit pada upaya penegakan hukum di negara. 
Seseorang yang sangat menghormati nilai-nilai hukum, pasti tidak akan mau menyepelekan upaya penegakan hukum di wilayah yurisdiksi negara lain – apalagi kalau kasusnya adalah TERORISME –.
Lalu kalau dalam kunjungannya ke beberapa negara, salah satu topik yang dibahas Presiden Obama adalah pemberantasan narkoba.
Ups, itupun topik yang sangat bagus untuk dibicarakan di Indonesia dalam kunjungan Obama nanti.
Obama pasti kagum kalau di Indonesia ini, ada mafia dari sindikat narkoba internasional bisa diloloskan dari jerat hukum sebanyak 3 kali berturut-turut yaitu bandar narkoba Liem Piek Kiong.
https://i0.wp.com/jakarta.usembassy.gov/bhs/cameron_hume.jpg
Photo : Dubes AS Cameron R. Hume 
Duta Besar AS untuk Indonesia, Cameron R. Hume harus banyak-banyak membaca semua referensi dan informasi seputar bandar narkoba Liem Piek Kiong. 
KATAKAMI.COM dengan senang hati bersedia membantu Sang Dubes ini untuk mendapatkan beberapa referensi tulisan seputar keberuntungan bandar nakorba MONAS yang patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum oleh OKNUM JENDERAL POLRI.
Mengapa ? 
Ya sebab Presiden Amerika saat ini sangat concern pada masalah pemberantasan narkoba.
Jangan hanya basa-basi menjalin kerjasama di bidang narkoba kalau untuk menangkap bandar narkoba Liem Kiek Kiong alias MONAS saja, Amerika dan Indonesia tak mampu.
Bikin malu kalau Amerika dan Indonesia cuma berteori saja memerangi narkoba.
Bayangkan, ada bandar narkoba dari sindikat internasional memiliki 1 juta pil ekstasi pada saat ditangkap bulan November 2007, tetapi tidak diadili untuk kasus tersebut.
https://i2.wp.com/data5.blog.de/media/898/3376898_914dc925ae_m.jpg
Photo : Terpidana mati kasus narkoba, JET LI (Cece) 

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

Terimakasih Ritonga, Copot Gories Mere, Lawan NARKOBA

Terpidana Mati CECE Jual Beli Narkoba Dari Dalam Rutan ? Cape Deh !

Sampai detik ini, bandar narkoba Liem Piek Kiong bebas merajalela berkeliaran entah dimana. 
Isterinya yaitu Jet Li alias CECE, yang justru disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan sudah divonis MATI. 
Tapi biarpun sudah divonis MATI, Cece masih bisa mengendalikan perdagangan gelap narkoba dari dalam penjara dengan menggunakan HANDPHONE.
Dari dua isu penting seperti ini saja yaitu TERORISME & NARKOBA, perangkat-perangkat hukum dan keamanan Amerika dan Indonesia sudah harus dari sekarang menjalin kerjasama menjelang kunjungan Presiden Obama ke Indonesia.
Iya dong, supaya kunjungan itu jangan menjadi kunjungan seremonial yang penuh basa basi yaitu kunjungan yang hanya disini dengan senyum manis kedua Kepala Negara yang melambai-lambai masuk TELEVISI dan MEDIA MASSA pada umumnya.
Kemudian, kerjasama MILITER antara Amerika dan Indonesia juga jangan diabaikan.
Jangan lagi ada embargo-embargo yang ujung-ujungnya hanya menyudutkan, menyusahkan dan merepotkan Indonesia – dalam hal ini TNI –.
https://i0.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2009/11/16/3576830p.jpg
Photo : Presiden Barack Obama & Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
Dukunglah keutuhan dan kedaulatan NKRI sebagaimana mestinya, jangan justru memberi angin kepada kalangan separatisme atau pihak manapun yang recok alias ribut urusan domestik Indonesia untuk mencemarkan nama baik negara ini di kancah internasional.
Begitu banyak harapan yang diberikan kepada Presiden Obama yang sudah 1 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Amerika.
Obama adalah tamu sangat penting yang pasti akan disambut baik dan hangat di Indonedia.
Obama adalah sahabat Indonesia yang pasti ditunggu-tunggu kedatangannya – tidak cuma oleh guru dan murid-murid di sekolah tempat Obama kecil dahulu kala menuntut ilmu tetapi ditunggu juga oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan –.
Seperti yang pernah diucapkan sendiri oleh Obama dalam sebuah kesempatan bahwa ia RINDU untuk bisa datang ke Indonesia.
Obama perlu tahu bahwa Indonesia juga rindu kepada dirinya sebagai seorang sahabat yang dapat membantu dan mendukung penegakan hukum, HAM dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dan dalam membantu, Obama jangan cuma retorika atau basa-basi konsistensinya dalam mendukung semuanya itu.
Datanglah Obama, kapanpun itu.
Pintu Indonesia dan pintu hati semua masyarakat di Indonesia, terbuka sangat lebar untuk kedatangan Obama.
Datanglah, agar terjalin persahabatan dan kerjasama yang lebih konkrit serta bermanfaat.
Datanglah Obama ! 
 
Datanglah “BARRY” ! 
Sebab kami pun rindu padamu. 
Tetapi bukan rindu untuk dikuliahi atau dipojokkan soal tudingan pelanggaran HAM atau soal-soal tetek bengek yang tidak bermutu. 
Kami rindu untuk bekerjasama dengan baik dan bermitra sejajar secara terhormat.
(MS)

February 24, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.