Katakamidotcom News Indonesia

Berharap PBB & Amerika, Tak Membiarkan Israel Menyerang Iran

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cd/Barack_Obama_&_Ban_Ki-moon_in_the_Oval_Office_3-10-09.JPG


Jakarta 26/2/2010 (KATAKAMI) Entah apa maksudnya dan entah sejak kapan juga, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghapus dan menghilangkan sebuah kalimat indah dari blog pribadinya WWW.BIBIREPORT.BLOGSPOT.COM.

Kalimat indah itu berbunyi, “With Gods help, we will know no more war. We will know peace”.

Ini ada kutipan dari pidatonya sendiri saat menghadiri sebuah forum terbuka di Begin-Sadat (BESA) Center for Strategic Studies, Bar-Ilan University tanggal 14 Juni 2009.

Memang konteks dari pidato Bibi – panggilan Benjamin Netanyahu – terfokus pada peluang perdamaian antara Israel dan Palestina.

Tidak lama setelah ia berpidato itu, Bibi memasang kalimat tadi menjadi kalimat pembuka pada blog tersebut.

Tapi kini kalimat indah itu sudah terhapuskan dan sungguh menimbulkan sebuah tanda tanya besar.

Masih konsistenkah Bibi pada ucapan yang disampaikannya sendiri ?

Jujur saja, agak sulit menuliskan secara panjang lebar jika isu atau topiknya sudah menyinggung masalah Israel.

Dibanding Amerika Serikat, tingkat sentimen dan resistensi terhadap Israel jauh lebih besar di Indonesia.

Barangkali juga di banyak negara.


https://i1.wp.com/scrapetv.com/News/News%20Pages/Everyone%20Else/images-3/benjamin-netanyahu.jpg
Photo : PM Israel Benjamin Netanyahu


Padahal sebenarnya, tidak bijaksana jika Israel (termasuk juga Amerika Serikat) terlalu dicurigai dan dipojokkan secara tidak berimbang.

Mengapa demikian ?

Sebab dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.

Sepanjang orientasi yang sedang dituju dan dibangun adalah untuk kepentingan perdamaian dan keamanan dunia, mengapa harus berhenti untuk menempuh semua cara dan jalan damai lewat dialog yang “bersahabat dan berbudaya”. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, saat ini sedang dalam agenda kunjungannya ke Amerika Serikat. Ia telah bertemu dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan dijadwalkan akan bertemu juga dengan Menlu Hillary Clinton & Menhan Robert Gates.

Salah satu topik hangat yang dibahas adalah masalah sanksi terhadap Iran.


Akhir-akhir ini, — entah mengapa tiba-tiba jadi begini dan serba kebetulan – Israel dan Amerika Serikat, sama-sama jadi pemberang terhadap Iran.



Presiden Barack Obama yang baru 2 bulan lalu yaitu pada awal Desember 2009 menerima Nobel Perdamaian di Oslo (Norwegia), tak cukup hanya lewat Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk “menggebuk” Iran lewat pernyataan-pernyataan terbuka.

Pekan ini, Jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs juga diminta untuk mengeluarkan pernyataan terbaru bahwa Gedung Putih sudah “kehilangan kesabaran” atas Iran.

Seperti yang diberitakan oleh Kantor Berita Antara, Rabu (24/2/2010) bahwa Amerika Serikat (AS) mengingatkan Iran bahwa “waktu dan kesabaran”-nya semakin hilang di tengah ketidakpastian sikap Teheran soal program nuklirnya.

Selasa (23/2/2010), Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengulangi peringatan AS tentang berbagai “konsekuensi” yang akan diterima Iran jika ia melanjutkan pengembangan kemampuan pengayaan uranium nuklirnya.

Pernyataan para pemimpin Iran belum lama ini menunjukkan mereka tidak berkeinginan membangun kepercayaan dunia bahwa program nuklir negara itu benar-benar dimaksudkan untuk tujuan damai, katanya.

Pemerintah Iran, Senin (22/2/2010), mengumumkan bahwa pihaknya akan membangun dua lagi kilang pengayaan uranium di kawasan pegunungan yang tertutup guna melindungi kedua kilang itu dari serangan udara.

Namun sehari setelahnya, dalam surat kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran menegaskan kesiapannya untuk membeli bahan bakar reaktor nuklir di wilayahnya.

Sebaliknya, kubu Barat menawarkan perdagangan bahan bakar reaktor nuklir itu hanya mungkin dilakukan dari luar Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Philip Crowley, menegaskan proporal terkini Iran itu “tidak dapat diterima”.

“Kami akan terus bekerja sama dalam koridor IAEA dan mengonsultasikan langkah-langkah internasional berikut, termasuk kemungkinan sanksi baru untuk Iran,” katanya.

Crowley mengatakan, pihaknya tidak menutup pintu bagi keterlibatan lebih lanjut Iran selama ada kemauan bekerja sama.

“Faktanya, Iran membuat serangkaian pernyataan dari hari ke hari dan minggu per minggu tetapi menolak datang ke meja perundingan dengan keyakinan positif,” katanya.

Kekuatan-kekuatan utama dunia mencurigai Iran sedang melakukan pengayaan uranium bagi senjata nuklirnya yang dikamuflase dalam program nuklir sipilnya. Secara konsisten, Iran membantah tuduhan ini.

Uranium yang sudah mengalami pengayaan dapat dipakai sebagai bahan bakar reaktor nuklir maupun memproduksi inti pembelahan bom atom.

Dalam konfliknya dengan negara-negara Barat tentang program nuklirnya, Iran menolak kesepakatan versi IAEA yang bersedia memasok bahan bakar nuklir bagi reaktor nuklir Iran.

Sebagai imbalannya, Iran diminta mengirim uraniumnya yang sudah mengalami pemerkayaan.

Itu baru Amerika Serikat.

Belum Israel.

Baru-baru ini, PM “Bibi” Netanyahu juga sudah bersuara bahwa pihaknya tak akan segan-segan menyerang Iran.

Yang ingin dipertanyakan disini adalah, apakah kecaman-kecaman yang sinis dan sangat amat keras (baik dari Israel dan Amerika Serikat) itu akan mampu meredam dan memaksa Iran untuk “lebih tertib” dalam mengendalikan ambisi nuklir mereka ?

Apakah dengan mengancam bahwa Iran akan diserang dan diperangi (dengan kekuatan-kekuatan militer yang sangat canggih), maka semua permasalahan akan selesai dengan gemilang ?
Tidak adakah jalan, cara dan proses lain yang lebih elegan dan penuh damai ?

Tidak adakah lagi sedikit saja kesabaran dan kebesaran hati semua negara-negara besar dan kuat di muka bumi ini untuk berinisiatif membangun sebuah proses dialog yang bermartabat ?
https://i0.wp.com/www.hawkinsforsenate.net/images/nomore_war_big.gif

Perang hanya akan menimbulkan kesengsaraan yang memilukan hati.

Perang hanya akan menambah kepedihan dan penderitaan-penderitaan baru.

Perang hanya akan membuat sipil, perempuan dan anak-anak menjadi terkorbankan.

Yang sangat mengherankan disini posisi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang seakan tuli dan tidak perduli terhadap memburuknya perkembangan seputar Iran.

Apakah mau menunggu sampai Iran diserang dan diperangi sampai hancur-hancuran, baru PBB tampil di atas panggung kehormatan mendamaikan semua pihak yang bertikai ?

PBB jangan seolah-olah menempatkan dirinya sebagai mobil pemadam kebakaran yang baru tiba setelah api berkobar dan menjalar kemana-mana.


http://uppitywoman08.files.wordpress.com/2008/12/ahmadinejad.jpg
Photo : Presiden Iran Ahmadinejad

Jangan serang Iran !

Itu hal penting yang ingin disampaikan disini.

Apapun bentuk “kekeras-kepalaan” Iran seputar masalah nuklir, mari semua pihak berangkat dari niat baik dan berpegang teguh pada spirit yang sama.
Spirit perdamaian.

Spirit menjaga tatanan keamanan dunia.

Lembutkan hati.

Ya, sangat mendesak dan begitu “emergency” situasinya untuk membisikkan ke telinga serta ke dalam hati Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.



Juga kepada Presiden Barack Obama dan jajaran pemerintahannya.

Sekali lagi, lembutkanlah hati.

Jika hati sudah dikeraskan dan menjadi tawar, maka yang muncul hanyalah kegeraman demi kegeraman.

Kemarahan demi kemarahan.

Tidak ada jaminan bahwa rencana serangan militer pada Iran, akan mampu melokalisir serangan itu agar tidak mengenai kalangan sipil, perempuan dan anak-anak.

Serangan militer yang secanggih apapun, bisa meleset dan mengenai sasaran lain diluar dugaan para agresor atau penyerangnya.

Sekali lagi, jangan serang Iran !
Ambillah keputusan dengan hati yang jernih dan kepala yang dingin.

Ambillah keputusan dengan tetap memegang semangat perdamaian dan persaudaraan.

https://i0.wp.com/english.cri.cn/mmsource/images/2009/02/20/16690220israel01.jpg
Photo : Presiden Israel Simon Peres & PM Benjamin Netanyahu

Walau kalimat indah , “With Gods help, we will know no more war. We will know peace” sudah dihapus oleh PM Bibi Netanyahu dari blog pribadinya.

Tetapi semoga, di dalam sanubari dan kedalaman hatinya, Bibi tetap berkomitmen tinggi untuk membuktikan bahwa yang terbaik dan terindah didalam hidup ini adalah perdamaian.
Dan bukan justru peperangan.

Dan semoga juga, Presiden Barack Obama tetap mengingat dengan baik bahwa sebagai tokoh dunia yang menjadi penerima Nobel Perdamaian maka segala tindakan dan pemikirannya juga harus dilandasi dengan spirit perdamaian itu.

Bayangkan jika ada negara-negara anggota PBB yang neko-neko atau mbalelo sudah langsung dihajar dengan kekuatan militer, lambat laun habislah sudah penghuni dunia ini dimusnahkan oleh peperangan yang tak berperikemanusiaan.
https://i1.wp.com/imagecache2.allposters.com/images/QUOMAG/M95.jpg

Kembalilah ke meja perundingan.

Pasti, Presiden Ahmadinejad akan sangat mempertimbangkan baik buruk jika ia tetap keras kepala untuk tidak mau “mendengarkan” suara-suara kekuatiran” dari dunia internasional terkait ambisi nuklir negaranya.

Jadi, jangan tampik peluang-peluang perundingan lewat dialog-dialog yang konstruktif.

Hindarilah peperangan.

With Gods help, we will know no more war. We will know peace.

Bibi, dengarkanlah permohonan ini, jangan serang Iran !

Obama, dengarkanlah juga permohonan ini, jangan biarkan Israel menyerang Iran !

Demikian juga Sekjen PBB Ban Ki-Moon, jangan diam saja !

(MS)

February 26, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: