Katakamidotcom News Indonesia

Hamas Memprovokasi, Netanyahu Justru Beri Kejutan Manis Untuk Obama

DIMUAT JUGA DI KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

Hamas Terror Group Mocks Israel With Cartoon of Kidnapped Soldier Shalit (Video)

Netanyahu: Shalit animation shows true nature of Hamas

Settlements in E. Jersusalem frozen by Israeli government

Jakarta 27/4/2010 (KATAKAMI)  Lega rasanya dan terus terang sangat terharu melihat perkembangan yang signifikan dari Israel dalam sepekan terakhir ini. Seperti ada mukjizat Tuhan yang nyata membimbing dan membukakan jalan ke arah percepatan proses perdamaian di Timur Tengah ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendadak sontak menunjukkan kelasnya sebagai seorang negarawan yang mengedepankan kepentingan yang jauh lebih besar dari kepentingan rakyatnya sendiri di Israel (yang sebenarnya juga termasuk dalam kategori kepentingan besar yang harus diutamakan oleh “Bibi” Netanyahu).

Tingginya tensi dan panasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Israel selama kurang lebih 1,5 bulan terakhir ini, perlahan tapi pasti dibawa oleh Bibi Netanyahu menuju ke sebuah babak baru yang lebih nyaman.https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/00bC9495Sgf2x/610x.jpg

Foto : PM Bibi Netanyahu saat bertemu Utusan Khusus AS George Mitchell (23 April 2010)

Settlements in E. Jersusalem frozen by Israeli government

Israel allows Hamas leader’s daughter to leave Gaza

Israel Will Release 1,000 Palestinians

Setelah bertemu dengan Utusan Khusus AS George Mitchell yang datang ke Yerusalem tanggal 23 April lalu, Bibi Netanyahu mengutus Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak untuk berkunjung ke Washington.

Ehud Barak bertemu dengan Presiden Barack Obama dan Penasehat Keamanan AS Jim  Jones d iWashington DC tanggal 26 April 2010.

Seiring dengan pertemuan itu, dari Yerusalem diumumkan bahwa pembangunan pemukian Yahudi di Yerusalem Timur dibekukan oleh Pemerintah Israel untuk mempercepat pembahasan proses perdamaian dengan Pihak Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga tak menyia-nyiakan kesempatan baik ini dan langsung mengumumkan bahwa pihaknya siap bekerjasama dengan PM Benjamin Netanyahu.

Abbas dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Obama pada bulan Mei mendatang (kabar terakhir menyebutkan, PM Netanyahu juga akan diundang untuk menghadiri pertemuan ini dan mudah-mudahan Presiden Obama tidak menggunakan jurus boikot lewat trik makan malam bersama isteri tercinta untuk mempermalukan tamu negaranya — seperti yang pernah dilakukannya saat PM Netanyahu datang ke Gedung Putih pertengahan bulan Maret lalu).

Perkembangan positif sejak seminggu terakhir ini (terutama yang ditunjukkan Pihak Israel) merupakan rangkaian perkembangan signifikan dalam upaya membuka kembali perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Walaupun memang harus diakui provokasi pihak Hamas sangatlah mengecewakan dan pantas untuk dikecam.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/09v1dos6bt4ji/610x.jpg

Foto : Animasi kartun Noam Schalit ( ayah dari prajurit Gilad Schalit yang ditawan Hamas)

Menyanyikan “Symphony Yang Indah” Untuk Obama & Netanyahu

Jangan Biarkan Penawanan Atas Prajurit Gilad Schalit Menjadi Keabadian

Secara mengejutkan, Hamas merilis sebuah video animasi ciptaan mereka dengan durasi waktu 3 menit 21 detik.

Isi dari video animasi yang sangat provokati dan murahan tak bermoral itu adalah menampilkan kartun berbentuk sosok Noam Schalit (ayah dari prajurit Gilad Schalit yang ditawan Hamas sejak bulan Juni 2006) dan diilustrasikan juga Gilad Shalit sudah “MATI”.

Dalam video animasi yang sangat provokati dan murahan tak bermoral ini digambarkan Noam Schalit gamang mencari anaknya yang ditawan.

Saat sosok kartun Noam Schalit digambarkan kesana-kemari mencari anaknya, suara latar dari video animasi ini adalah suara Gilad Schalit.

Sungguh dibuat sangat syahdu.

Syahdu yang menusuk hati.

Bukan terharu karena ternyata Hamas sangat hebat dalam menciptakan alat penekan terhadap Israel.

Tetapi terharu karena masalah yang sangat sensitif seperti ini justru dipakai oleh Hamas untuk cari perhatian dan pamer kehebatan yang memalukan.

Hamas lupa, di saat mereka menampilkan provokasi yang seburuk dan sekotor ini … Israel sudah memutuskan untuk melepaskan pada tahap ini 1000 orang tawanan Palestina dan bahkan mengizinkan putri seorang pejabat senior Hamas yang sakit parah untuk keluar dari Jalur Gaza.

Betapa tidak sebandingnya langkah-langkah yang diambil Israel dan Hamas.

Seperti itu jugalah dulu kelakuan Hamas saat menghujani Israel dengan roket-roket yang sangat membabi buta persis di malam Natal tanggal 24 Desember 2008.

Ratusan roket mengiringi malam natal syahdu di Israel.

Keterlaluan sekali.

Akibat ulah provokatif dari Hamas di malam natal itulah, Israel membalas dengan sangat keras dan tegas sehingga terciptalah perang di jalur Gaza yang sangat menghebohkan.

Anehnya, dunia internasional hanya mengecam sepihak kepada pihak Israel saja.

Jangan cuma menuding satu pihak saja !

Lihatlah bagaimana Hamas menunjukkan eksistensi diri mereka kepada dunia internasional.

Cari perhatian dan pamer kehebatan yang sangat tanggung-tanggung.

Apakah pantas memprovokasi dengan cara menciptakan video animasi atas nasib seorang tawanan yang mereka belenggu selama hampir 4 tahun ?

Kok Perserikatan Bangsa Bangsa diam saja ?

Dimana suara PBB atau Amerika yang merasa paling hebat dalam masalah demokrasi dan Hak Azasi Manusia ?

Lihat dong bagaimana kelakuan Hamas memprovokasi dengan cara yang tak pantas seperti itu !

https://i0.wp.com/resources3.news.com.au/images/2009/09/24/1225779/027527-barack-obama-and-ban-ki-moon.jpg

Foto : Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Presiden AS Barack Obama

Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Presiden Amerika Barack Obama jangan cuma diam saja atau pura-pura tidak tahu atas provokasi murahan dari Hamas ini.

Jangan merasa paling hebat dan paling pantas mendamaikan Israael dan Palestina – sementara organisasi yang sudah resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris seakan diberi angin untuk memprovokasi.

Hormati hak-hak tawanan (dalam hal ini hak dari prajurit Gilad Schalit dan keluarganya).

Hormati komitmen dari semua pihak untuk mendukung berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Ya pantas saja, Amerika tak pernah mampu menangkap Osama Bin Laden karena terhadap Hamas yang setali tiga uang jenis organisasinya dengan Al Qaeda ternyata Presiden Obama sepertinya tenang dan diam seribu bahasa atas provokasi Hamas.

Ya pantas saja, Amerika tak pernah mampu menangkap Osama Bin Laden walaupun sudah memerangi (bahkan menghancurkan) Irak dan Afghanistan selama 8 tahun terakhir karena terhadap “saudara sepupu” Al Qaeda yaitu terhadap Hamas saja ternyata Presiden Obama asyik-asyik saja mentolerir.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/03I50Uk5Wa9gb/610x.jpg

Foto : Presiden Barack Obama

Obama beraninya cuma berkonfrontasi secara kekanak-kanakan terhadap PM Benjamin Netanyahu.

Terhadap organisasi-organisasi teroris, Obama seakan tak punya samasekali keberanian dan ketegasan.

Obama seakan gamang, kepada siapa sebenarnya ia harus mendukung secara bulat dan pasti.

Perdamaian antara Israel dan Palestina semoga sungguh dapat terwujud secara nyata.

Semoga PM Bibi Netanyahu tidak sedang berpura-pura dalam membuat kebijakan-kebijakan yang sangat positif untuk memberi ruang bagi terwujudnya perundingan damai dengan Palestina.

Semoga PM Bibi Netanyahu terus mau mempertahankan kebaikan hati dan sikap kenegarawannya yang begitu elegan.

Semoga PM Bibi Netanyahu tidak terprovokasi oleh atraksi-atraksi Hamas yang sangat memalukan sekali di mata dunia internasional.

Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu

PM Bibi Netanyahu harus benar-benar ”dikawal” oleh semua pihak agar suasana hatinya tetap sangat sebaik ini.

PM Bibi Netanyahu harus benar-benar sangat kuat sekuat-kuatnya menahan diri untuk tidak mengikuti gendang permainan Hamas yang sengaja memancing di air keruh.

Bisa jadi karena sadar posisi Israel sangat terpojok akibat ditekan sana-sini (terutama tekanan yang tidak simpati dari Presiden Barack Obama) maka Hamas menjadi besar kepala.

Disitulah Obama tidak menyadari bahwa secara tidak langsung, ia sebenarnya sudah memberikan peluang bagi organisasi teroris (Hamas) untuk memamerkan atraksi yang tidak manusiawi.

Apakah Obama akan sangat gembira luar biasa jika misalnya Al Qaeda menciptakan video animasi yang berisi prajurit-prajurit Amerika yang ditawan di Afghanistan ?

Lalu kalau misalnya Osama Bin Laden atau pejabat-pejabat Al Qaeda merilis video-video provokatif ke seluruh penjuru dunia untuk menyudutkan Amerika, apakah Obama akan diam saja dan tidak menganggap itu sebagai sebuah ancaman (atau penghinaan ?).

https://i1.wp.com/images.travelpod.com/users/peggy_prosser/palestine-2005.1123978860.img_0002.jpg

Foto : Lukisan Pemimpin Palestina Almarhum Yasser Arafat

Mari, semua pihak terus solid untuk mendukung kembalinya Israel dan Palestina ke meja perundingan.

Bicarakanlah apapun juga yang perlu dibahas untuk membuka ruang bagi terciptanya perundian damai itu (yang mudah-mudahan bisa segera berujung pada berdirinya Negara Palestina yang merdeka).

Terimakasih kepada PM Bibi Netanyahu atas perkembangan yang sangat mengejutkan beberapa hari terakhir ini sebab kejutan-kejutan yang sangat positif ini memang sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

Semoga PM Netanyahu terus mau memberikan kejutan-kejutan manis berikutnya demi perdamaian itu sendiri.

Tak cuma kejutan manis untuk Israel, Palestina atau Amerika saja, tetapi untuk dunia internasional yang sungguh sangat merindukan terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

Sungguh kejutan manis ini menjadi “symphoni yang indah” secara nyata di hati semua orang yang menantikan datangnya perdamaian yang sesungguhnya.

Thank you, Bibi. It’s very touching !

(MS)

Advertisements

April 27, 2010 Posted by | news | , | Comments Off on Hamas Memprovokasi, Netanyahu Justru Beri Kejutan Manis Untuk Obama

Komjen Jusuf Manggabarani : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan

https://i1.wp.com/news.okezone.com/images-data/photo/2009/10/07/1/3785/image0.jpg

WAWANCARA EKSKLUSIF

Dimuat juga di KATAKAMI.COM


Jakarta 6/1/2010 (KATAKAMI) Resmilah sudah Komjen. Jusuf Manggabarani menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komjen Makbul Padmanegara. Rabu (6/1/2010) pagi, Komjen Jusuf Manggabarani resmi dilantik dihadapan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan pejabat lama yaitu Komjen Makbul Padmanegara.

Seusai acara pelantikan, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani memberikan WAWANCARA EKSKLUSIF kepada KATAKAMI.COM di kantornya.

Dan inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Wakapolri Komjen. Jusuf Manggabarani :


Komjen Jusuf Manggabarani Tak Ingin Ingkari Kebenaran & Terus Lakukan Yang Terbaik

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

KATAKAMI (K) : Bagaimana perasaannya Pak, anda mendapat amanah tugas dari negara sebagai Wakapolri ?


JUSUF MANGGABARANI (JM) : Semua tugas baru ini akan saya lakukan dengan mengerahkan semua kemampuan untuk menuntaskan seluruh amanah yang diberikan kepada diri saya.


(K) : Dalam sambutannya saat melantik, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menekankan pentingnya reformasi birokrasi POLRI dlanjutkan. Dalam perspektif yang anda miliki, bagaimana dan apa yang harus dilakukan agar reformasi birokrasi POLRI dilanjutkan secara baik dan benar ?


(JM) : POLRI punya analisa perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi. Jadi dari hasil net itulah yang akan dikembangkan. Wakapolri bertugas untuk menjaga kontiniuitas atau kelanjutan pelaksanaan program. Membantu Kapolri dalam mengawasi dan menggulirkan pelaksanaan reformasi birokrasi POLRI.


https://i1.wp.com/www.primaironline.com/images_content/20091118Kapolri2.jpeg

BHD Berjodoh Baru, Tapi Gaji POLRI Di 2010 Tetap Pilu

Berharap Banyak Dari Duet Baru POLRI, BHD & Jusuf Manggabarani


(K) : Dengan duduknya anda sebagai Wakapolri baru, apakah sudah ada tugas-tugas khusus yang diberikan Kapolri ?


(JM) : Nanti pasti akan ada pengarahan dari Pak Kapolri. Sebab kan ada pokok-pokok kebijaksanaan pimpinan. Disitu dijelaskan, ini porsinya Wakapolri dan ini porsinya Komandan Kepala. Disitu nanti diatur. Tapi pada umumnya dalam semua organisasi, posisi Wakil adalah roda yang menggerakkan semua program yang ditetapkan oleh Pimpinan. Jadi saya harus mendukung sepenuhnya program Bapak Kapolri.


(K) : Kami menggaris-bawahi juga pengarahan dari Kapolri dalam sambutannya saat melantik tadi bahwa tahun 2010 ini akan ditandai sebagai tahun alih generasi. Dalam tahun inilah, akan dilakukan proses-proses regenerasi. Menarik untuk dicermati pernyataan dari Bapak Kapolri ini. Bisakah Pak Wakapolri membantu menjabarkan, ada apa dibalik sinyalemen Bapak Kapolri tentang proses alih generasi tadi ?


(JM) : Jadi begini, yang Bapak Kapolri maksud adalah generasi yang NRP 53 (Nomor Register Pokok kelahiran tahun 1953, red) seperti saya ini, akan mengantarkan pejabat lama yang akan selesai masa tugasnya pada tahun 2010. Dan mendampingi generasi muda pengganti yang akan selesai sampai tahun 2011. Saya sendiri akan pensiun tahun 2011 mendatang.


(K) : Kita semua tahu bahwa sebelum Bapak menjadi Wakapolri, tugas penting yang Bapak laksanakan di organisasi POLRI adalah sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum). Jika kita bicara soal pelanggaran dan penyimpangan keseluruhan yang dilakukan anggota Kepolisian, pelanggaran dan penyimpangan apa saja yang paling sering dilakukan ?


(JM) Yang bisa saya katakan seperti ini, pelanggaran-pelanggaran itu disebabkan oleh adanya kekurang-matangan personil. Terutama dari Bintara-Bintara. Sebab 92 % kekuatan POLRI adalah Bintara. Jadi kekurang-matangan dalam kemampuan kepolisian mereka.Termasuk percepatan dalam proses rekrumen. Sehingga timbul dampak-dampak negatifnya. Tapi itupun tidak bisa disalahkan begitu saja. Makanya POLRI sekarang ini meningkatkan pelatihan dan sistem pembinaan supaya bisa mengembalikan dia sesuai yang diharapkan POLRI.


(K) : Kami perdalam lagi masalah pelanggaran yang dilakukan anggota POLRI selama ini. Jujur saja, apakah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi erat kaitannya dengan minimnya tingkat kesejahteraan atau gaji para polisi. Harus diakui bahwa gaji POLISI itu masih jauh dibawah standar. Jadi, pelanggaran itu muncul apakah karena gaji POLISI yang rendah ?


(JM) Saya mau katakan disini bahwa masalah kesejahteraan tidak boleh menjadi alasan PEMBENARAN bagi polisi untuk melakukan pelanggaran. Tidak boleh itu ! Tidak boleh masalah kesejahteraan dijadilan dasar pokok untuk melakukan pelanggaran. Bahwa masalah kesejahetaran itu mempengaruhi, ya memang itu berpengaruh. Tapi semuanya ini harus dikembalikan kepada mentalitas dari yang bersangkutan. Apakah dengan gaji yang cukup sederhana … sederhana ya, bukan kurang ! Apakah dengan gaji yang sederhana ini maka polisi bisa melanggar aturan ? Tidak boleh itu !


https://i0.wp.com/media.vivanews.com/images/2008/12/05/60476_yusuf_manggabarani.jpg

(K) : Oke kalau Bapak mengatakan seperti itu, tapi pejabat setingkat Kapolri dan Wakapolri harus membuka mata dan telinga tentang kesejahteraan anak buahnya. Tidak bisa tutup mata terhadap penderitaan anak buah. Bagaimana tanggapan Bapak Wakapolri mengenai masalah ini, anda dan Kapolri diharapkan oleh semua pihak bisa lebih memperhatikan anak buah !

(JM) Eh … jadi tidak perlu ada tuntutan yang seperti itu secara berlebihan. Sebab sebagai PIMPINAN, Bapak Kapolri dengan dibantu oleh Wakapolri, bertugas untuk menjalankan tugas amanah yang dibebankan kepadanya. Dan kedua menjamin kesejahteraan anggota. Tanpa diajari oleh orang luar misalnya, naikkan gaji anggotamu, harus dibeginikan, harus dibegitukan. Sebab kalau ada kesempatan, maka kami akan tingkatkan kesejahteraan anggota. Tugas pokok Kapolri dan Wakapolri adalah kami ini menyelesaikan amanah yang dibebankan negara kepada kami. Ada 3 tugas pokok itu.


(K) Apa 3 tugas pokok itu Pak ?

(JM) Pertama, memelihara Kamtibmas. Kedua menegakkan hukum. Ketiga memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. Kalau 3 pokok ini dilaksanakan dengan baik, sudah barang tentu masyarakat merasa aman. Pembangunan juga bisa dilaksanakan dan kesejahteraan rakyat Indonesia bisa meningkat. Feedback dari semua itu akan sangat positif untuk POLRI yaitu mendapat dukungan serta partisipasi masyarakat.

(K) Baiklah Pak Wakapolri, untuk menutup wawancara ini. Pertanyaan terakhir, apa harapan dan pesan-pesan Bapak selaku Wakapolri kepada masyarakat ?

(JM) : Sebagai Wakapolri, saya tidak boleh menyampaikan pengarahan-pengarahan secara langsung kepada masyarakat. Saya ini pembantu dari Bapak Kapolri. Yang harus menyampaikan itu secara langsung kepada masyarakat tentunya Bapak Kapolri. Tetapi kalau saya boleh berbicara sedikit, secara tulus saya mohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar dapat menjalankan tugas sebagai Wakapolri dengan baik.

(K) Kalau doa restu yang diminta maka kami sebagai bagian dari anggota masyarakat akan merestui.

(JM) : (Wakapolri tertawa). Kau ini ada-ada saja. Tapi benar juga kau, saya minta doa restu. Jadi direstui ya ?

(K) : Bapak tetap mengikuti dan membaca pemberitaan di KATAKAMI.COM ?

(JM) : Oh iya, sudah jelas itu. Saya pembaca KATAKAMI dan bagus. Itu makanya saya mau diwawancarai begini. Eh Tatag … sini (memanggil Ajudan). Ini kalau KATAKAMI tulis macam-macam yang salah-salah, kau kutugasi membereskan supaya jangan ditulis yang salah-salah ya. (Komjen Jusuf Manggabarani berkelakar & tertawa).

(K) : Terimakasih Pak Wakapolri untuk WAWANCARA EKSKLUSIF ini. Selamat bertugas Pak !

(JM) : Ya, terimakasih kembali.


MS

April 27, 2010 Posted by | news, Wawancara Eksklusif | , , | Comments Off on Komjen Jusuf Manggabarani : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan

Menyanyikan "Symphony Yang Indah" Untuk Obama & Netanyahu

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/09MS19W5HMdVN/610x.jpg

(KATAKAMI)  Mari membayangkan tentang indahnya perdamaian yang mudah-mudahan bisa tercapai antara Israel dan Palestina.

Tak ada lagi nyanyian peluru.

Tak ada lagi melodi-melodi yang menggelegar lewat dentuman-dentuman ledakan akibat tarian roket.

Tak ada lagi darah, luka, tangis dan nyawa yang saling menyusul antar anak manusia di kedua negara.

Sambil membayangkan tentang peluang perdamaian itu, latar belakang lagu yang sepertinya paling pas untuk menjadi musik pengiring adalah lagu SYMPHONY YANG INDAH.

Lagu yang indah.

Lagu yang menyentuh hati.

Lagu yang membangkitkan semua rasa yang penuh dengan nada-nada penuh romansa cinta.

Barangkali banyak pihak yang frustasi atas buntunya proses perdamaian itu.

Dan tak perlu saling menyalahkan.

Baik Palestina dan Israel, sama-sama tak perlu lagi saling menyalahkan atau mencari kelemahan masing-masing pihak.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0csybIWh0q9fO/610x.jpg

Foto : Utusan Khusus AS George Mitchell & PM Benjamin Netanyahu (Yerusalem, 23 April 2010)


Hari Jumat (25/4/2010) ini, Utusan Khusus AS George Mitchell telah bertemu dengan para pemimpin Israel dan Palestina untuk mencari kemungkinan terbaik dibangunnya kembali perundingan damai antara kedua pihak yang bertikai.

Tentu kedatangan Mitchell tersebut adalah atas perintah dari Presiden AS Barack Hussein Obama.

Bisa jadi ini adalah tindak lanjut Presiden Obama untuk membuktikan kesungguhan dan keseriusannya mendukung terciptanya perdamaian antara Palestina dan Israel.

Dan bisa jadi juga, ini adalah wujud dari ketulusan hati Obama untuk mengurangi tensi yang “agak memanas” antara Amerika dan Israel beberapa waktu belakangan ini.

Memang, peran Amerika tak bisa diabaikan untuk menjadi jembatan yang kokoh yang berkesinambungan dalam membantu Palestina dan Israel untuk bisa benar-benar berdamai.

Agak sulit memang.

Dalam pertemuannya dengan Utusan Khusus AS George Mitchell, PM Netanyahu menegaskan kembali bahwa Israel tidak akan menghentikan pembangunan perumahan bagi warga Yahudi di Yerusalem Timur.

Sementara Mithcell, menyampaikan pesan yang sangat amat penting dari GEDUNG PUTIH agar apapun juga permasalahannya maka Palestian dan Israel harus kembali ke “meja perundingan”.


https://i1.wp.com/www4.pictures.zimbio.com/gi/American+Special+Envoy+George+Mitchell+Meets+WkMH_C7jRwgl.jpg

Foto : Utusan Khusus AS George Mitchell & Presiden Simon Peres


Tak gampang membuat Palestina dan Israel untuk sungguh-sungguh mau mengurangi ego mereka masing-masing.

Di atas kertas, barangkali terlalu banyak tuntutan yang dimuntahkan kepada pihak Israel.

Harus begini, harus begitu, tidak boleh begini dan tidak boleh begitu.

Selama ini, terkesan memang Israel yang sangat dipojokkan.

Bagaimana perundingan bisa berlangsung dengan sukses dan sangat mulus mencapai hasil yang di harapkan jika salah satu pihak yang bertikai di pojokkan secara berlebihan ?

Dan bagaimana mungkin, Israel bisa didorong untuk menjadi lebih “lentur dan fleksibel” dalam menjalani perundingan demi perundingan jika seorang prajuritnya yang ditawan oleh HAMAS sejak bulan Juni 2006 masih tetap ditawan sampai detik ini ?

Dan bagaimana mungkin Israel bisa dipaksa untuk menghentikan rencana pembangunan perumahan bagi warganya di wilayah Yerusalem Timur jika semua pihak ramai-ramai memaksa mereka menghentikan pembangunan perumahan itu (tanpa sedikitpun mencoba untuk mencari alternatif lain untuk menjadi jalan tengah terbaik) ?

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/08YBg3c8Be0Fy/610x.jpg

Foto : George Mitchell & Mahmoud Abbas


Apakah mungkin memaksa Israel melepaskan wilayah Yerusalem yang bagi mereka sangat fundamental untuk dpertahankan (terlebih jika merujuk pada sejarah agama Kristiani ?

Utusan Khusus AS George Mitchell akan sangat sia-sia datang ke Palestina dan Israel jika kedatangan itu tak membawa terobosan baru seputar membangun kembali perundingan-perundingan damai antara Palestina dan Israel.

Pasti, pasti ada jalan tengah yang bisa diambil untuk ditawarkan kepada Palestina dan Israel.

Palestina dan Israel harus sama-sama menunjukkan kesungguhan berunding secara dewasa dan bertanggung-jawab.

Agar perundingan itu jangan cuma ajang sia-sia yang hanya menghabiskan waktu dan tenaga.

Palestina juga jangan terlalu “manja” kepada pihak AS atau dunia internasional (setelah mengetahui bahwa tampaknya posisi Israel memang sedang sangat terpojok).

Semua faktor yang bisa menjadi ganjalan dan penghambat, pulihkanlah dulu agar tak ada penghalang dalam menjalin perundingan.

Yang terpenting, lepaskan dulu prajurit Gilad Schalit yang sudah 4 tahn ditawan oleh HAMAS.

Jika penawanan ini yang menjadi pemicu kemarahan dan amukan Israel, janganlah pula hal ini terus menerus menjadi amunisi untuk membangkitkan murka Israel. Jangan juga menuding-nuding muka Israel tentang kejahatan-kejahatan perang agar perundingan itu bisa menghadirkan atmosfir yang bersahabat.

Peperangan memang akan selalu berisi kejahatan kemanusiaan.

Tak cuma perang di Jalur Gaza yang pantas disebut kejahatan kemanusiaan.

Perang di Irak dan Afghanistan, jauh lebih lama kurun waktunya dibandingkan perang di Jalur Gaza yang terjadi kurang dari 3 minggu.

Cobalah hitung sudah berapa tahun dan sudah berapa banyak korban yang berjatuhan pada Perang Afghanistan selama 8 tahun terakhir ini dan Perang di Irak selama 7 tahun terakhir ini ?

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0g6pbfYfOM1Br/610x.jpg

Foto : Presiden Barack Obama


Untunglah kini, Amerika dipimpin oleh seorang Presiden yang benar-benar sangat berkomitmen tinggi untuk mengakhiri semua bentuk peperangan yang sangat panjang dan penuh kejahatan kemanusiaan sejak diciptakan oleh pendahulu Obama.

Obama kini datang untuk mengakhiri semua bentuk peperangan yang sangat memusingkan kepala, menghabiskan anggaran Amerika dan menelan korban yang tidak sedikit.

Belum saja, ada hitung-hitungan dari Perserikatan Bangsa Bangsa atau dunia internasional yang mendesak agar di kalkulasikan berapa jumlah korban dan kerugian secara menyeluruh dalam Perang di Irak dan Afghanistan.

Dan sekali lagi, disitulah peran Obama sangat dibutuhkan untuk memulihkan semua itu.

Peran Obama juga sangat dibutuhkan dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Obama pasti mau membuka hatinya untuk melakukan apa saja yang bisa membuat perdamaian itu terlaksana.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai sangat berbelit-belit dan tidak konsisten dalam mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Sekarang saatnya, PM Netanyahu menunjukkan kepada semua pihak bahwa penilaian yang seperti itu salah besar.

Foto : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu


Bibi – panggilan PM Netanyahu – harus lebih menahan diri dan mengurangi sikap kerasnya sepanjang proses damai ini hendak diwujudkan.

Bibi tak boleh lagi membuat semua pihak frustasi atas berputar-putarnya proses perdamaian ini sehingga tidak kunjung menghasilkan sesuatu yang sifatnya NYATA.

Barangkali analisa yang paling tepat mengenai sosok Bibi (Netanyahu) adalah ia sungguh mau berdamai.

Tetapi ia tak ingin urusan “domestik” negaranya direcoki oleh banyak pihak secara sumbang.

Pemimpin model Bibi adalah pemimpin yang memang paling tepat dibutuhkan rakyat Israel.

Ia sangat “all out” dalam melindungi dan mengamankan kepentingan bangsa, negara dan rakyatnya.

Ia tak segan untuk mengecam, melawan dan menentang siapapun jika berani-berani menghalangi, mengancam atau merugikan Israel.

Tapi Bibi tak boleh lupa, Israel hidup tidak sendirian di muka bumi ini.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0e2Pda8cC8gcr/x610.jpg

Foto : Benjamin Netanyahu & Simon Peres (19 April 2010)


Israel harus mau dan harus bisa hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara tetangga dan dunia internasional.

Suka atau tidak suka, Bibi harus sangat membuka diri untuk menyelaraskan kepentingan Israel dengan seruan-seruan dunia internasional.

Dan itulah gunanya perundingan.

Bicarakanlah secara utuh, apa saja yang perlu dibicarakan lewat perundingan-perundingan yang sifatnya sangat konstruktif.

Bicarakanlah secara utuh, apa saja yang bisa menjadi solusi atau jalan tengah.

Yang terpenting adalah mencari solusi atau jalan tengah yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Semoga kedatangan Utusan Khusus AS George Mitchell kali ini, tidak sia-sia adanya.

Jangan datang sebagai juru penekan yang sangat sinisme kepada salah satu pihak.

Datang dan bicaralah sebagai juru damai yang sangat berkeadilan.

Sampaikanlah kepada Pihak Palestina, mau sampai kapan mereka menawan prajurit Gilad Schalit yang sudah 4 tahun ditawan secara tidak berperikemanusiaan ?

Dan sampaikanlah juga kepada Pihak Israel, jika memang tetap berpendirian keras membangun perumahan di Yerusalem Timur … apakah Israel siap memberikan kompensasi berupa uang ganti rugi misalnya dalam jumlah yang sangat amat besar untuk kepentingan rakyat Palestina ?

Mengapa tidak dibuka celah pembahasan yang berujung pada upaya mewajibkan Israel untuk membayar atau memberikan kompensasi uang dalam jumlah yang sekalian saja dibuat sangat besar (toh ini akan sangat berguna bagi rakyat Palestina).

Jadi, dalam menjalin perundingan yang berskala besar seperti ini, Amerika tak cuma datang dengan teori-teori yang cuma berujung pada kesia-siaan.

Jangan lagi menyodorkan daftar tuntutan yang disusun sangat matematis untuk dipaksakan kepada Israel agar menerima itu dengan sangat tunduk atau patuh tak bergeming.

https://i1.wp.com/nimg.sulekha.com/others/thumbnailfull/barack-obama-benjamin-netanyahu-mahmoud-abbas-2009-9-22-14-12-5.jpg

Foto : Presiden Obama diantara PM Netanyahu dan Presiden Mahmoud Abbas


Kini, Presiden Obama kembali berusaha menunjukkan niat baiknya untuk mendorong percepatan realisasi proses damai antara Israel dan Palestina.

Semoga usaha dan itikat baik Presiden Obama ini tidak mentok seperti yang lalu-lalu.

Situasinya saat ini, memang membuat semua pihak menjadi semakin berharap banyak pada 2 figur sentral yaitu Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dan kepada kedua pemimpin yang sama-sama bertangan kidal ini, semua pihak memang seakan tak henti menyampaikan harapan yang sangat amat besar agar perdamaian itu diwujudkan secara “manis”.

Kepada kedua pemimpin ini pula, rasanya ingin kita nyanyikan SYMPHONY YANG INDAH agar hati mereka berdua sama-sama tersentuh tentang indahnya kehidupan jika tak ada lagi permusuhan, kebencian, kemarahan atau perang yang berkepanjangan.

https://i1.wp.com/www3.pictures.gi.zimbio.com/Obama+Netanyahu+Meet+White+House+-iFNXxHb4Hal.jpg

Foto : Presiden Obama dan PM Netanyahu


Sebab jika kekuasaan dan posisi sangat tinggi dari kedudukan mereka saat ini digunakan untuk mewujudkan perdamaian itu maka setiap detik dan menit yang akan berlalu akan diisi dengan KEDAMAIAN DEMI KEDAMAIAN.

Once Mekel-Symphony Yang Indah

Alun sebuah symphony
Kata hati disadari
Merasuk sukma kalbuku
Dalam hati ada satu
Manis lembut bisikanmu
Merdu lirih suaramu
Bagai pelita hidupku

Berkilauan bintang malam
Semilir angin pun sejuk
Seakan hidup mendatang
Dapat ku tempuh denganmu

Berpadunya dua insan
Symphony dan keindahan
Melahirkan kedamaian
Melahirkan kedamaian

Syair dan melodi
Kau bagai aroma penghapus pilu
Gelora di hati
Bak mentari kau sejukkan hatiku

Burung-burung pun bernyanyi
Bunga-bunga pun tersenyum
Melihat kau hibur hatiku
Hatiku mekar kembali
Terhibur symphony
Pasti hidupku ‘kan bahagia

(MS)

April 23, 2010 Posted by | news | , , , | Comments Off on Menyanyikan "Symphony Yang Indah" Untuk Obama & Netanyahu

Diplomasi Cantik Hillary Mencegah "Pertandingan Tinju" Obama & Netanyahu

Clinton Congratulates Israel on 62 Years

Clinton reiterates US-Israel bonds

Netanyahu on Memorial Day: Peace will be reached if Israel is strong

(KATAKAMI 19/4/2010) Siapa perempuan yang dianggap paling berpengaruh di dunia saat ini ? Jawabannya bisa memunculkan beberapa nama. Dari mulai Hillary Clinton, Angela Merkel, Ratu Elizabeth, Ratu Rania dari Kerajaan Yordania dan masih banyak lagi.

Tergantung dari sudut pandang mana menilai kuatnya pengaruh para perempuan perkasa ini.

Tapi kalau pertanyaan itu dipersempit, perempuan mana yang paling berpengaruh dalam dunia perpolitikan dan diplomasi luar negeri di Amerika ?

Jawabannya pasti hanya ada satu yaitu Hillary Clinton.

Banyak pihak yang menyayangkan kekalahan Hillary dalam pertarungan politiknya dengan Barack Hussein Obama menjelang Pemilihan Umum Presiden atau Presidential Election di AS tahun 2008 lalu.

Foto : PM Bibi Netanyahu & Menteri Luar Negeri Hillary Clinton

Jangan Pojokkan Bibi Netanyahu & Israel, Carilah Solusi Demi Perdamaian

Salah satu yang disayangkan atas kekalahan Hillary itu adalah memburuknya hubungan antara AS dan Israel !

Pemerintahan Obama terbukti tak bisa menjaga relasi yang “manis dan mesra” dengan Israel.

Terlebih lagi karena kabinet Israel saat ini dikuasai oleh Partai Likuid yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu – yang sudah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel selama satu tahun terakhir –.  Partai Likuid dikenal sangat radikal dan “keras kepala”.  Tapi sebenarnya, tudingan “radikalisme gaya perpolitikan” Partai Likuid tak sepenuhnya benar.

Foto : Perdana Menteri Netanyahu pada peringatan “Memorial Day” (18/4/2010)

Begitu juga tudingan seputar keras kepalanya Benjamin Netanyahu dan kabinet yang dipimpinnya.

Sebab dalam banyak kesempatan (baik didalam dan luar negeri), Perdana Menteri Bibi Netanyahu membuka dirinya untuk berdialog dalam pembahasan soal peluang perdamaian antara Israel dan Palestina.

Lalu apa hubungannya Hillary Clinton dengan Israel ?

Mantan Ibu Negara AS inilah yang menyampaikan ucapan Selamat Hari Kemerdekaan yang ke 62 untuk Pemerintah dan Rakyat Israel hari Minggu (18/4/2010).

Hillary menegaskan bahwa AS selalu “mendukung” Israel.  Gaya dan bahasa diplomasi Hillary memang sangat CANTIK”.

Padahal semua pihak tahu bahwa Hillary adalah bagian yang tak terpisahkan dari kerasnya AS menentang rencana pembangunan perumahan di Jerusalem Timur oleh Pemerintah Israel — dimana tanah yang menjadi lokasi pembangunan perumahan itu dituding merupakan tanah sengketa dan proses pembangunan dikuatirkan oleh AS dan sejumlah pihak akan memacetkan proses perdamaian Timur Tengah –.

Foto : Bibi Netanyahu & Menhan Ehud Barak di Gedung Putih (Maret 2010)

Photostream : Bibi Netanyahu in Washington

10,000 flowers sent to Netanyahu after White House ‘ambush’

Pasca kepulangan PM Bibi Netanyahu dari kunjungannya yang sangat mengecewakan ke Gedung Putih pertengahan bulan Maret 2010 lalu, hubungan AS dan Israel memang terlihat memanas dan terancam retak berkeping-keping.

Saat memenuhi undangan Presiden Obama untuk datang ke Gedung Putih bulan Maret 2010 lalu, PM Bibi Netantahu memang mendapat perlakuan yang tidak pantas dari Presiden Obama sebab Presiden AS yang ke 44 itu mendadak “mutung” dan tak mau melanjutkan pembicaraan dengan PM Bibi Netanyahu (dengan dalih hendak makan malam bersama dengan sang isteri yaitu Michelle Obama dan kedua putri mereka).

Meradangnya hubungan AS dan Israel sebulan terakhir ini, paling tidak akan menjadi menurun tensinya setelah Menlu Hillary Clinton mengirimkan ucapan selamat yang sangat “bersahabat” kepada Pemerintah Israel hari Minggu (18/4/2010).

Foto : Presiden Barack Hussein Obama

Sebab,  Presiden Obama harus tetap ingat bahwa seperti apapun keras kepalanya Israel menyangkut rencana pembangunan perumahan di Jerusalem Timur, Pemerintah AS tidak boleh membiarkan relasi pemerintahannya menjadi buruk dengan Pemerintah Israel.

AS adalah negara yang paling berperan mendamaikan Israel dan Palestina.

Bisakah dibayangkan bagaiman berantakannya proses perdamaian itu jika AS yang bertindak sebagai mediator malah jadi berseberangan dengan Pemerintah Israel ?

Posisi AS harus tetap netral dan senantiasa menjaga jarak dengan Israel dan Palestina.Sama dekat dan sama jauh.

Bagaimana mungkin Gedung Putih akan bisa “didengar” suara-suara diplomasinya jika hubungan antar G to G (Government to Government) menjadi buruk ?

Foto : Presiden Barack Hussein Obama & PM Netanyahu

Bagaimana mungkin seorang Presiden AS bisa tampil kembali mendamaikan Israel dan Palestina jika Presiden AS sendiri juga berseberangan (nyaris bermusuhan) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ?

Sebenarnya harus jujur di akui bahwa ada banyak kesamaan antara Presiden Obama dan PM Netanyahu.

Nama mereka sama-sama berawalan B – yang satu bernama awal Barack dan yang satunya lagi bernama awal Benjamin –.

Baik Barack Obama dan Benjamin Netanyahu, sama-sama bertangan kidal.

Kedua pemimpin ini juga sama-sama “garang” kalau sudah mengecam persoalan nuklir Iran.

Tapi sayang beribu sayang, sejumlah kesamaan antar Obama dan Bibi tak banyak menolong bagi masing-masing pemimpin ini untuk bisa saling memahami dan mendukung satu dengan yang lainnya.

Harusnya Obama tampil mendamaikan Israel dan Palestina.Sekarang yang justru harus didamaikan dulu adalah Barack Obama dan Benjamin Netanyahu.

Atau barangkali kedua pemimpin ini sama-sama lupa bahwa diri mereka sangat diharapkan untuk lebih “cair” dan membaur satu dengan yang lainnya agar permasalahan-permasalahan penting menyangkut peluang perdamaian antara Israel dan Palestina tidak menjadi buntu di tengah jalan.

Ilustrasi yang bisa disampaikan disini, apakah perlu sampai harus menyediakan sarung dan ring tinju untuk Obama & Netanyahu agar perseteruan itu menjadi semakin panas dan tampak nyata dimata dunia internasional ?

Ilustrasi gambar ring & pertandingan tinju

Apakah perlu diadakan pertandingan tinju antara Obama dan Bibi Netanyahu ?

Ini hanyalah sebuah ilustrasi yang lahir dari kekecewaan dan kefrustasian banyak pihak atas memburuknya hubungan Amerika dan Israel.

Obama harus menyadari bahwa Israel bukanlah anak kecil yang menangis karena ingin dibelikan balon, permen atau boneka “Teddy Bear”.

Obama harus lebih pintar mempraktekkan kemampuan berpolitik dan kemampuan diplomasinya dalam mengajak Israel untuk masuk ke dalam atmosfir perdamaian yang sesungguhnya.

Jika proses perdamaian itu terganjal pada rencana Israel membangun perumahan bagi rakyatnya di Jerusalem maka yang dilakukan Obama adalah kembali ke meja perundingan.

Lakukan negosisasi !

Bukan justru menekan sekeras-kerasnya hingga melukai harga diri dan martabat Israel sebagai sebuah bangsa.Israel bisa semakin semaunya dan tidak mau tahu lagi tentang apa atau bagaimana perdamaian itu bisa terwujud.

Yang Israel ingin tunjukkan adalah keseriusan mereka membangun perumahan itu demi kepentingan rakyatnya sendiri.

Foto : PM Bibi Netanyahu & Menteri Luar Negeri Hillary Clinton

Kembali pada ucapan selamat yang disampaikan Hillary Clinton untuk Israel, semoga itu bisa menjadi penyejuk terhadap memanasnya hubungan antara Presiden Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dan semoga ini menjadi “entry poin” atau jalan masuk bagi Amerika untuk membujuk Israel agar mau mencari solusi-solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak yaitu Israel dan Palestina.

Semoga Hillary Clinton juga tak melupakan satu hal penting yang dibutuhkan juga untuk kondisi saat ini yaitu peran serta Amerika membujuk Pihak HAMAS membebaskan seorang prajurit Israel yang sudah hampir 4 tahun ditawan yaitu GILAD SCHALIT.

Sehingga peran AS dalam memuluskan jalan menuju perdamaian itu, membuahkan hasil yang sangat berguna bagi kemanusiaan.

Foto : Gilad Schalit yang ditawan HAMAS sejak Juni 2004

Jangan Biarkan Penawanan Atas Prajurit Gilad Schalit Menjadi Keabadian

Paling tidak, AS bisa “berbicara” kepada Palestina (untuk selanjutkan diteruskan kepada HAMAS) agar GILAD SCHALIT — prajurit yang sangat tak berdaya itu — segera dibebaskan demi alasan kemanusiaan.

Ada tahapan-tahapan penting yang harus segera dilakukan di lapangan dalam kepentingan mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Amerika tetap sangat diharapkan oleh banyak pihak untuk menjadi pihak yang paling berpengaruh mewujudkan peluang perdamaian antara Israel dan Palestina.

Jadi pendamai yang baik dan jangan justru menjadi pihak yang berseteru dengan Israel.

Tampillah sebagai pendamai yang sangat berkeadilan dan komit terhadap pentingnya menjaga kehamornisan diplomasi dengan masing-masing pihak yang saling berseteru yaitu Israel dan Palestina.Agar harapan banyak pihak terhadap Amerika ini tidak menjadi sia-sia !

Bukan Obama dan Netanyahu yang harus didamaikan.

Foto : Presiden Obama berlatar-belakang bendera AS & Israel

Bukan Obama dan Netanyahu yang sebenarnya saling berseteru.

Jadi, janganlah masing-masing “sahabat” melupakan persahabatan itu sendiri dan memberi peluang untuk lahirnya permusuhan baru yang kasat mata memang tak kelihatan (tetapi sangat kental dirasakan nuansa permusuhannya).

Berdamai, berdamailah, demi kebaikan semua pihak !

(MS)

April 19, 2010 Posted by | news | , , , | Comments Off on Diplomasi Cantik Hillary Mencegah "Pertandingan Tinju" Obama & Netanyahu

Megawati Sentil Century, SBY Jangan Asal Comot Calon Kapolri

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Komjen Jusuf Manggabarani Tak Ingin Ingkari Kebenaran & Terus Lakukan Yang Terbaik


Jakarta 9/4/2010 (KATAKAMI)  Siapa sih yang tak mau jadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri ?

Jabatan Kapolri yang dikenal juga dengan sebutan Tri Brata 1 ini memang merupakan jabatan maha istimewa bagi kalangan aparat negara berseragam coklat.

Sehingga untuk bisa mencapainya, patut dapat diduga akan ada saja trik-trik, manuver-manuver dan akal busuk untuk bisa mencaplok jabatan Tri Brata 1 ini. Bagaimana caranya untuk bisa menggulingkan dan menggeser Jenderal Bambang Hendarso Danuri dengan cara tercepat dan terlegal menurut aturan serta ketentuan yang berlaku ?

Bagaimana caranya agar sejumlah Perwira Tinggi Polri yang menjadi “THE RISING STAR” di jajaran Bayangkara Negara ini tak dilirik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – agar dirinyalah yang dianggap paling ideal menjadi Kapolri atau TB 1 — ?

Bagaimana caranya agar media massa terpesona dan jatuh hati pada sosok tertentu agar terbangun opini publik bahwa dirinya yang paling pantas mendepak nama Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan siapapun yang paling pantas menggantikan (yang notabene saat ini termasuk dalam jajaran pejabat teras Polri) ?

Bagaimana caranya agar bisa bermuka tanpa dosa dan terlihat begitu mumpuni dimata masyarakat agar seolah-seolah hanya dirinyalah yang paling bersih di kalangan polisi-polisi di republik ini ?

Bagaimana caranya agar politik mercu suar yang diterapkan berbuah mukjizat yaitu dengan cara memuntahkan amunisi-amunisi perang terbuka di atas permukaan untuk diketahui rakyat Indonesia bahwa POLRI adalah sebuah institusi yang bobrok, kotor, liar dan tak bermoral ?

http://sovira12.files.wordpress.com/2009/05/sby-retouch-besar.jpg

Megawati Soekarnoputri : Hati Saya Perih Dicurangi

Orang pertama yang perlu disadarkan disini tentang apa, siapa dan bagaimana figur Kapolri yang paling pantas menggantikan Kapolri Jenderal BHD adalah Presiden SBY.

Sebab seorang Kepala Negara (berdasarkan Undang Undang) memiliki hak prerogatif untuk memilih, menunjuk dan menentukan kandidat atau calon Kapolri untuk diajukan ke Parlemen – yang kemudian akan di seleksi di Komisi III DPR-RI yang membidangi masalah Hukum – sebab calon yang diajukan itu wajib mendapat persetujuan dari DPR-RI.

Presiden SBY jangan sekali-sekali mengulangi lagi kesalahan di masa lampau yaitu memberikan harapan-harapan kosong kepada perwira tinggi manapun untuk menjadi pucuk pimpinan di instansi semacam TNI atau POLRI.

Presiden SBY jangan melupakan kesalahan fatal yang pernah dilakukannya terhadap Jenderal Ryamizard Ryacudu yang ketika itu menduduki jabatan sangat strategis sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Sekitar bulan November 2004, Jenderal Ryamizard Ryacudu pernah dipanggil dan diundang bertemu dengan Presiden SBY di Istana Kepresidenan.

Dalam pertemuan pribadi di Istana Kepresidenan itu, Presiden SBY memeluk dan mengatakan kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu bahwa SBY akan memilih Ryamizard sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.

Photo : Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu

Seusai pertemuan dengan Presiden SBY, Ryamizard menghubungi Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata (yang ketika itu masih bekerja sebagai wartawan Radio Voice Of America).

Dalam pembicaraan di telepon itulah, Ryamizard menceritakan bahwa SBY sudah menyampaikan niatnya untuk memilih Ryamizard sebagai Panglima TNI.

Tapi apa yang terjadi ?

Istana Kepresidenan – khususnya Presiden SBY – dengan sangat sengaja menggantung nasib Jenderal Ryamizard Ryacudu yang merupakan Jenderal berbintang 4 di dalam organisasi TNI Angkatan Darat.

Selama 1,5 tahun, Ryamizard diombang-ambing dalam penantian yang sangat menyakitkan hati terkait pencalonan sebagai Panglima TNI sebab Ryamizard-lah satu-satunya di seluruh dunia ini Jenderal AKTIF berbintang 4 yang di buat non job selama kurun waktu 1,5 tahun.

Kejam sekali.

Agar tidak terlalu kelihatan bahwa SBY hendak mematikan karier Ryamizard maka masa tugas Jenderal Endriartono Sutarto sebagai Panglima TNI diperpanjang selama 1,5 tahun.

Sampai akhirnya, SBY memilih rekan seangkatannya (sesama lulusan Angkatan 1973) yaitu Marsekal Djoko Suyanto untuk menggantikan Endriartono Sutarto menjadi Panglima TNI.

https://i1.wp.com/www.tni.mil.id/patriot/200603/giat_komando1.jpg

Photo : Marsekal Djoko Suyanto dilantik sebagai Panglima TNI

Kapolri Jenderal BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Komjen Jusuf Manggabarani : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan

Komjen Ito : Polri Tetap Tegar, Tanya Susno Apa Maksudnya


Dan secara kebetulan, Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata jugalah menjembatani “komunikasi tidak langsung” antara Jenderal Ryamizard Ryacudu dan Marsekal Djoko Suyanto saat pencalonan dilakukan hingga akhirnya Ryamizard menyampaikan pesan khusus kepada Djoko Suyanto.

Pesan itu berbunyi, “Sampaikan pada Djoko, gue tidak sakit hati. Gue dukung dia jadi Panglima TNI”.

Yang harus di ingat disini adalah tak semua Perwira Tinggi bisa sebaik, setenang dan sekuat Ryamizard dalam menerima kenyataan yang sangat amat pahit seperti ini.

Ryamizard hanya diam.

Tak pernah memprotes sikap yang sangat tidak elegan dari SBY.

Kalau memang tidak mau memilih Ryamizard, ya jangan menyampaikan janji-janji surga alias janji-janji palsu alias janji-janji kosong.

Level tertinggi dalam masalah kepangkatan – baik di TNI dan POLRI – adalah Jenderal berbintang 4.

Sejarah sudah mencatat bahwa kepada Jenderal berbintang 4 saja, SBY sudah berani dan terbukti pernah menyampaikan janji-janji surga alias janji-janji palsu alias janji-janji kosong.

Mengapa semua ini disinggung disini ?

Tidak lain karena Presiden SBY perlu diingatkan tentang perlunya menciptakan kondisi yang kondusif bagi institusi semacam TNI dan POLRI.

Hak prerogatif yang dimiliki oleh seorang Kepala Negara dalam memilih dan menentukan pejabat setingkat Kapolri dan Panglima TNI tidak bisa disalah-gunakan seenaknya saja.

Pilihlah figur yang sangat tepat dan memiliki rekam jejak yang tak ada cacat cela dalam bidang hukum, HAM dan norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Begitu juga dalam INSTANSI POLRI !

Jangan menganggap bahwa POLRI ini adalah sebuah lembaga yang bisa di utak-atik, di guncang-guncang dan di preteli sedemikian rupa untuk mengalihkan isu tertentu yang sangat kuat gaungnya kepada pihak penguasa.

https://i1.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2009/07/09/3403402p.jpg

Photo : Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri

Mengutip pidato politik Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri beberapa hari lalu ialah PDI Perjuangan konsisten untuk terus mengkritisi dan mendorong penyelesaian KASUS CENTURY.

Bisa jadi, pidato politik Ibu Megawati ini adalah sebuah sindiran yang sangat tajam tentang raibnya isu soal CENTURY dari permukaan dan pemberitaan media massa sebulan terakhir ini.

Pidato politik Ibu Megawati ini memang setajam SILET dalam menyoal raibnya uang sebesar Rp. 6,7 Triliun.

Kembali kepada permasalahan siapa yang harus menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri atau TB 1 ?

Sebelum pertanyaan ini dijawab maka yang harus diingatkan (kembali) kepada Presiden SBY adalah masa pensiun Jenderal Bambang Hendarso Danuri hanya tinggal beberapa bulan lagi yaitu per tanggal 1  November 2010 mendatang.

BHD yang memiliki Nomor Registrasi Pokok (NRP) 5210 ini sebenarnya akan pensiun pada bulan Oktober 2010 tetapi secara ADMINISTRASI masa purna bhakti itu akan resmi berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya (dari bulan kelahiran yang bersangkutan).

https://i0.wp.com/thejakartaglobe.com/media/images/large/20091030182249587.jpg

Photo : Kapolri Jenderal BHD

Seperti yang sudah diterapkan SBY terhadap Mantan Kapolri sebelumnya yaitu Jenderal Polisi Sutanto yang diganti karena faktor PENSIUN maka hendaklah hal yang sama juga diberlakukan SBY terhadap BHD.

Biarkan BHD menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolri sampai memasuki masa purna bhakti yang hanya tinggal hitungan bulan saja.

Dan ada beberapa nama yang paling pantas untuk menggantikan Jenderal BHD yaitu Komjen Jusuf Manggabarani (Lulusan Akpol tahun 1975) atau Komjen Ito Sumardi (Lulusan Akpol Tahun 1977).

Komjen Jusuf Manggabarani saat ini menjabat sebagai Wakapolri.

Sementara Komjen Ito Sumardi saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal atau Kabareskrim Polri.

Merekalah yang saat ini menjadi THE RISING STAR dalam organisasi POLRI.

Merekalah yang kemilau dari kebintangannya bersinar untuk dilirik oleh Presiden SBY.

https://i1.wp.com/beritasore.com/news/wp-content/uploads/2010/02/Polri.jpg

Faktor terpenting untuk menjadi seorang PEMIMPIN adalah kemampuan yang tinggi dalam menjaga keutuhan atau soliditas POLRI.

Faktor selanjutnya yang sangat dibutuhkan adalah memiliki jiwa kepemimpinan atau LEADERSHIP yang sangat menonjol.

Tidak sesumbar keluar menyanyikan nada-nada sumbang yang menjatuhkan moral seluruh POLISI di republik ini.

Tidak membangkang dengan cara membeberkan ini dan itu kesana kemari tanpa henti dan sangat marathon sekali menyodok INSTITUSI yang sudah membesarkan selama ini.

Satu contoh kecil saja, hobi dari SBY sepanjang menjadi Presiden adalah menggelar rapat atau sidang-sidang kabinet yang dilakukan terus menerus.

Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata bisa mengatakan seperti ini karena memang memiliki pengalaman bertugas sebagai WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN selama kurun waktu 9 tahun yaitu periode 1999 – 2008.

Bayangkan kalau misalnya SBY mengundang pejabat Kapolri untuk hadir dalam sidang kabinet tetapi pihak yang diundang tidak mau hadir.

Bayangkan juga kalau pembangkangan itu justru disampaikan saja lewat SMS atau pesan singkat di BLACKBERRY alias BLACKBERRY MESSENGER (BBM).

“Saudara Ajudan, tolong sampaikan kepada Bapak Presiden saya tidak bisa hadir karena ada acara yang lebih penting dari sekedar sidang kabinet”.

Lalu, apakah SBY yakin kalau misalnya ia memilih nama calon Kapolri yang dianggap bisa  jadi “kuda hitam” di jajaran Polri maka sepanjang masa kekuasaan jilid 2 kabinet Indonesia Bersatu ini pihak Kepresidenan atau Keluarga Presiden tidak akan disentuh atau dibuka aibnya jika patut dapat diduga tersenggol dalam kasus-kasus tertentu ?

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/02/mabes-polri1.jpg

Pelajari karakter dan watak seseorang dalam menentukan jabatan yang akan diberikan.

Apakah pantas jika ada pejabat-pejabat yang hobi mendokumentasikan rahasia-rahasia negara – di saat ia menjabat —  untuk kemudian dibeberkan ke muka umum sesuai kepentingannya ?

SBY jangan bermain-main dengan masa depan Polri ( dan TNI ).

Biarkanlah INSTITUSI POLRI tumbuh dan berkembang menjadi sebuah INSITUSI yang profesional dan proporsional.

Pilihlah calon Kapolri yang terbaik dan bersih rekam jejaknya.

Menunggu memang pekerjaan yang sangat menjemukan sekali.

Tetapi demi kepentingan bangsa dan negara, maka tidak ada salahnya menunggu Jenderal BHD memasuki masa pensiunnya dalam hitungan beberapa bulan ke depan.

Salah seorang bawahan SBY yang sangat mengetahui seluk beluk POLRI adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Sutanto.

Tanyakan pada Sutanto, siapa dan bagaimana figur Komjen Jusuf Manggabarani dan Komjen Ito Sumardi.

Mintalah masukan-masukan dan pertimbangan-pertimbangan dari Sutanto yang merupakan Mantan Kapolri, apakah lebih baik Komjen Jusuf Manggabarani yang menjadi Kapolri atau Komjen Ito Sumardi.

http://klikkatakami.files.wordpress.com/2009/03/111-sutantooo6.gif

Photo : Mantan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto

Tanya dong pada Sutanto sebab dialah satu-satunya orang terdekat SBY yang tahu betul watak dan perangai dari setiap Perwira Tinggi Polri saat ini sebab Sutanto pernah memimpin POLRI selama 38 bulan.

Jadi, SBY jangan bertanya pada orang yang salah.

Dan jangan juga malu untuk bertanya sebab ada pepatah yang mengatakan, “MALU BERTANYA, SESAT DI JALAN”.

Seribu jalan menuju Roma, demikian kata pepatah lainnya.

Pasti akan ada saja cara dan jalan yang dilakukan bagi siapa saja yang ingin menjadi Kapolri tetapi tidak semua manuver-manuver kelas tinggi akan berhasil menjadi senjata pamungkas meraih jabatan.

Jadi jangan sampai Presiden SBY asal comot saja untuk didudukkan dalam jabatan sebagai Kapolri. Atau, jangan kumat memberikan janji-janji palsu untuk patut dapat diduga sekedar dimanfaatkan menciptakan kondisi DARURAT agar isu Century dialihkan ke isu-isu Pajak yang harus dibuat sangat MAK NYUS gaungnya.

Menunggu BHD pensiun, bukanlah sesuatu yang sulit.

Hanya tinggal beberapa bulan kok.

Setelah itu, liriklah Komjen Jusuf Manggabarani atau Komjen Ito Sumardi karena keduanya sangat menonjol jiwa kepemimpinan atau LEADERSHIP-nya.

Dan yang terpenting, keduanya memiliki rekam jejak yang baik.

(MS)

April 16, 2010 Posted by | news | , , | Comments Off on Megawati Sentil Century, SBY Jangan Asal Comot Calon Kapolri

Wahai SBY Kok hanya Depkeu, Berikanlah Renumerasi TNI, Polri & Jaksa

DIMUAT JUGA DI KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM

Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen Gories Mere


Jakarta 31/3/2010 (KATAKAMI) Persetan dengan kepulangan Gayus Tambunan yang berhasil di  ringkus secara “santun” oleh Jajaran POLRI. Gaya penangkapan yang cerdas seperti ini memang patut di acungi jempol. Itulah kelebihan dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Seperti itu jugalah dulu BHD – saat masih menjabat sebagai Kepala Badan Reserse & Kriminal (KABARESKRIM) sewaktu hendak “menangkap” Mantan Deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen TNI (Purn) Muchdi Pr yang tersandung dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

BHD turun langsung ke lapangan untuk melobi pihak Muchdi PR di suatu tempat dan membukakan “jalan” kepada Muchdi Pr agar mantan Danjen Kopassus ini yang menyerahkan diri ke Bareskrim Polri beberapa tahun yang lalu.

Tidak ada acara gagah-gagahan menangkap ala penangkapan copet di dalam bis kota.

Jadi ketika sekarang Gayus Tambunan berhasil “digelandang” pulang ke tanah air dengan cara yang sangat “manis” seperti ini, pastilah berkat kecerdasan dan kematangan POLRI secara institusi dibawah kepemimpinan Kapolri BHD.

Jadi, ini bukan kali pertama POLRI mendulang sukses menangkap buron atau tersangka yang sangat disorot publik kasus hukumnya.



Dan walaupun Gayus Tambunan sudah kembali ke tanah air hari Rabu (31/3/2010) ini, ada hal yang jauh lebih penting untuk dibicarakan disini yaitu masalah RENUMERASI atau kenaikan gaji (kesejahteraan) berdasarkan prestasi kerja.

Sungguh terkejut sekali mendengar informasi yang disampaikan media massa – khususnya Metro TV – yang menyampaikan bahwa DEPARTEMEN KEUANGAN sudah menaikkan angka gaji pegawainya berdasarkan kebijakan RENUMERASI.

Dimana lewat RENUMERASI ini, hitung-hitungan gaji bisa membumbung tinggi alias naik berlipat kali ganda, berdasarkan prestasi kerja setiap anggota atau pegawainya.

Setidaknya, selama hampir dua tahun terakhir ini, perjuangan meloloskan angka RENUMERASI bagi bawahan mereka masing-masing terus dilakukan tanpa henti oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji (barangkali termasuk juga Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso).

Bayangkan, betapa panjangnya perjuangan untuk menaikkan gaji pada bawahan mereka lewat kebijakan RENUMERASI ini.

Tak selesai-selesai pembahasan soal RENUMERASI ini selama hampir 2 tahun.

Tetapi jika benar DEPARTEMEN KEUANGAN sudah merealisasikan kebijakan RENUMERASI ini kepada seluruh karyawannya, maka patut dipertanyakan mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengistimewakan seorang Sri Mulyani yang memimpin Departemen  Keuangan di Indonesia ini ?


https://i0.wp.com/matanews.com/wp-content/uploads/RakorPolhukam.jpg

Photo : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri BHD, Kepala BIN Sutanto & Jaksa Agung Hendarman


Apa kelebihan dari pegawai-pegawai yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan, bila dibandingkan prajurit TNI, anggota Kepolisian dan seluruh JAKSA di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini ?

Mengapa hanya Departemen Keuangan yang bisa dinaikkan gaji karyawannya, dibanding prajurit TNI, anggota Kepolisian dan seluruh JAKSA di negara ini ?

Ada apa antara Presiden SBY dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ?

Mengapa Presiden SBY mengistimewakan Departemen Keuangan ?

Luar biasa teganya Presiden SBY membiarkan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal BHD dan Jaksa Agung Hendarman Supandji itu bolak-balik mengikuti rapat-rapat panjang selama hampir 2 tahun dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani hanya untuk “bermimpi” bahwa satu saat mereka bisa menaikkan gaji bawahan-bawahan mereka lewat kebijakan RENUMERASI.

Luar biasa teganya Presiden SBY kepada seluruh prajurit TNI, anggota POLRI dan seluruh JAKSA yang tersebar di seluruh wilayah NKRI ini.

Apakah Yang Mulia Bapak Presiden SBY ini tahu, bahwa tidak semua prajurit TNI di Indonesia ini yang hidup seberuntung putra sulung Presiden SBY, Agus Harimurti ?

Ikut dalam Pasukan Perdamaian ke Libanon.

Setelah kembali ke Indonesia, sekarang bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Universitas Harvard (Amerika Serikat) memboyong anak isteri ke Negeri Paman Sam ?

Semua prajurit TNI, POLRI dan seluruh JAKSA di Indonesia ini, pasti akan dengan senang hati kalau nasib mereka bisa seberuntung itu.


Photo : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Presiden SBY, Kapolri BHD dan Panglima TNI Djoko Santoso


Dan Presiden SBY, sebaiknya jangan cuma retorika-retorika saja melakukan kunjungan ke berbagai daerah – tanpa menyertakan sense of crisis atau kepekaan terhadap krisis yang memang melanda negeri ini —.

Ajaklah Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani berkunjung ke barak-barak dan perumahan-perumahan sangat “ala kadarnya” untuk prajurit TNI, Polri dan semua Jaksa.

Lihat kehidupan mereka di bawah sana !

Ibu Negara Ani Yudhoyono dan khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani, boleh saja berdandan sangat amat cantik dan wangi setiap hari.

Tapi lihatlah, bagaimana nasib isteri-isteri dari prajurit TNI, POLRI dan semua Jaksa di seluruh wilayah Indonesia ini.

Lihatlah mereka, datang dan saksikan sendiri !

Banyak, banyak sekali, isteri-isteri dari seluruh prajurit TNI, POLRI dan JAKSA di Indonesia ini harus melakukan kerja atau usaha sampingan untuk bisa mendapatkan uang sampingan.

Membuka salon, warung makanan dan usaha-usaha sederhana yang bertujuan untuk menyelamatkan hidup mereka masing-masing.

Jadi, jangan arahkan jari telunjuk ke muka POLRI – khususnya ke muka Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri – terkait kasus perampokan super rakus ala Gayus Tambunan ini.

Terimakasih kepada Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji karena telah membuka tirai gelap yang sangat mengejutkan lewat pengungkapan kasus Gayus Tambunan ini.

Sebab kalau kasus ini tidak dibuka, maka publik – khususnya media massa – tidak akan tahu bahwa sebenarnya DEPARTEMEN KEUANGAN sudah lebih dulu mendapatkan kenaikan gaji lewat kebijakan RENUMERASI.

Gayus Tambunan mendapatkan gaji diatas Rp. 12 juta setiap bulannya.

Luar biasa besarnya gaji Gayus Tambunan, dibanding prajurit TNI, POLRI dan Jaksa di seluruh Indonesia ini.


https://i0.wp.com/www.solopos.com/dokumen/2009/11/25demo.jpg


Ya, bisa dibilang bahwa gaji Gayus Tambunan, nyaris-nyaris sama dan setara dengan gaji penyidik-penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu nyaris sama-sama besar nominal gaji dan pendapatannya.

Sementara, gaji prajurit TNI, anggota-anggota POLRI dan Jaksa-Jaksa rata-rata take home pay mereka (di level bawah) hanya sekitar Rp. 2 sampai 3 juta saja.

Apa cukup, hidup di zaman sekarang dengan gaji dan pendapatan yang sebesar itu ?

Ya Tuhan, betapa jauhnya perbedaan antara gaji pegawai Depkeu dengan TNI, POLRI dan KEJAKSAAN ?

Jauh sekali bedanya !

Gaji sudah dinaikkan, kok Gayus Tambunan masih menggasak penggelapan uang pajak sebanyak hampir Rp. 25 Miliar ?

Gaji sudah disesuaikan dengan RENUMERASI, kok Gayus Tambunan masih rakus ?

Gaji sudah dinaikkan, kok Gayus Tambunan masih jadi markus alias makelar kasus ?

Bukan POLRI yang harus di persalahkan disini tetapi DEPARTEMEN KEUANGAN.

Mematut dirilah kalian semua yang berada di sana (di Departemen Keuangan) sebab sia-sia NEGARA menaikkan gaji kalian lewat kebijakan RENUMERASI.

Dalam sebuah kesempatan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan KATAKAMI.COM di ruang kerjanya pada tahun 2009 lalu, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso pernah mengatakan bahwa dana operasi untuk TNI sempat agak tersendat realisasi pencairannya di Departemen Keuangan.

Sehingga Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang harus turun tangan yaitu berbicara secara langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memohon agar dana operasi TNI ( di tahun 2009 ) lalu bisa segera di cairkan.

Militer mana di dunia ini yang bisa bergerak, latihan dan menjalankan tugas-tugas operasi jika anggaran resmi untuk mereka tidak dicairkan ?

Dalam dalam setiap WAWANCARA EKSKLUSIF antara KATAKAMI.COM dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani dan Jaksa Agung Hendarman Supandji sepanjang selama hampir 2 tahun ini, jika ditanya kapan realisasi kenaikan gaji terkait RENUMERASI pada anggota mereka maka ketiga PEJABAT TINGGI NEGARA ini akan tetap sama jawabannya alias KOMPAK yaitu “SEDANG TERUS DIBAHAS & MUDAH-MUDAHAN BISA SEGERA DI REALISASIKAN”.

Barangkali ketiga Pejabat Tinggi Negara ini sudah bosan mendengar pertanyaan yang itu-itu saja dari KATAKAMI.COM — setiap kali bertemu dalam berbagai kesempatan dan dalam WAWANCARA-WAWANCARA EKSKLUSIF dengan KATAKAMI.COM — sebab masalah RENUMERASI ini terus menerus kami tanyakan.

Dan jawaban mereka tetap saja sama selama hampir 2 tahun ini yaitu “MASIH DIBAHAS DAN BELUM BISA DIREALISASIKAN”.

Bayangkan, betapa kasihannya mereka ini harus berkutat dengan masalah birokasi yang berkepanjangan tanpa henti untuk mengurus masalah RENUMERASI ini dengan Pihak Departemen Keuangan.

Seakan-akan, jauh lebih tinggi kedudukan Menteri Keuangan Sri Mulyani di banding Panglima TNI, Kapolri dan bahkan Jaksa Agung untuk urusan keuangan ini.

Mereka semua terkesan harus merendahkan diri dan seolah-olah di pingpong hanya untuk melanjutkan perjuangan yang tak kenal lelah untuk membela nasib anak-anak buahnya yang rata-rata MELARAT semua hidupnya.

Perwira Tinggi – Perwira Tinggi dan Pejabat Tinggi Negara selevel mereka, mengapa dinistakan seperti itu !

Hormati dan hargai mereka dong, mereka bukan kelas-kelas jongos atau kroco-kroco yang harus menahan SABAR luar biasa menjalani semua aturan-aturan birokrasi yang sangat berlika-liku.

Mereka diwajibkan untuk taat dan tunduk pada aturan-aturan birokrasi yang sangat berkepanjangan di negara ini demi memperjuangkan nasib anak buah mereka agar jangan hidup MELARAT.


https://i0.wp.com/www.primaironline.com/images_content/2010113Demo%20Skandal%20Century.jpeg


Dimana hati nuranimu, hai Presiden SBY ?

Dimana hati nuranimu, hai Panglima Tertinggi Militer Republik Indonesia ?

Kalau anda mau mengistimewakan satu instansi saja, jangan jadi Presiden di Indonesia ini.

Berlaku dan bertindaklah adil kepada semua INSTANSI di negara ini.

Kasihani prajurit-prajurit TNI, POLRI dan semua JAKSA di negara ini.

Darimana mereka mau mendapatkan uang yang pantas dan cukup untuk membiayai kelangsungan hidup anak isteri mereka ?

Yang mereka harapkan cuma dari negara.

Dari PEMERINTAH.



Tapi mengapa, PEMERINTAH di negara ini seakan bebal dan tidak berperasaan kepada mereka semua ?

Jangan diskriminasi.

Jangan menganak-emaskan satu INSTANSI atau satu MENTERI saja.

Adil, adilah di dalam kehidupan ini karena itulah nafas dari semua pengabdian kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Jangan katakan LANJUTKAN terhadap penderitaan mereka, wahai Presiden SBY.

Kalau kata LANJUTKAN yang diucapkan maka penderitaan-penderitaan hidup merekalah yang akan terus berkelanjutan tanpa henti.

Tetapi, ucapkan kata lain yaitu LAKSANAKAN !

Ya, laksanakan RENUMERASI itu secara berkeadilan dan menyeluruh secara merata.

Hanya untuk membahas RENUMERASI saja, masak sampai harus memakan waktu bertahun-tahun ?

Payah Bapak Presiden SBY, anda sangat tega dan tidak berperasaaan kalau terus menerus menutup mata dan telinga terhadap penderitaan mereka.

Kasihani, kasihanilah mereka.

Kasihani, kasihanilah anak isteri dari para prajurit TNI, POLRI dan semua JAKSA itu.

Mereka semua anak-anak bangsa Indonesia yang pantas diperhatikan oleh NEGARA.

Payah sekali !

Jangan cuma enak-enakan saja di Istana Presiden, atau melanglang buana ke berbagai manca negara, atau berkunjung ke daerah-daerah untuk melambai penuh PESONA ke sana kemari.

Padahal di luar sana, di panggung-panggung kehidupan yang sangat nyata di tanah air ini, ada anak-anak bangsa yang mengabdi secara total dengan mengorbankan jiwa raga mereka, masih tetap akrab dengan kehidupan yang penuh keterbatasan, kemelaratan, kepedihan dan isak tangis anak isteri yang memilukan.

Dimana, katakan dimana sebenarnya hati nuranimu Presiden SBY ?

Bisakah engkau bersikap adil dan penuh belas kasih kepada anggota-anggota TNI, POLRI dan JAKSA di seluruh Indonesia ini agar hidup mereka bisa layak — sebagaimana kehidupan sebagai seorang manusia –.

Andai saja dana Century sebesar Rp. 6,7 Triliun itu bisa dibagi-bagikan secara merata, pastilah sangat menolong kehidupan mereka yang selama ini sangat memprihatinkan.

Oh Indonesiaku, betapa sedihnya menjadi abdi negara jika harus rela mengorbankan jiwa raga semata — tanpa ada balasan yang pantas dari pemerintah dan negaranya –.


(MS)

April 15, 2010 Posted by | news | , , , , , | Comments Off on Wahai SBY Kok hanya Depkeu, Berikanlah Renumerasi TNI, Polri & Jaksa

Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Wawancara Eksklusif BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen Gories Mere

Jakarta 29/3/2010 (KATAKAMI)  Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan agar Bambang Hendarso Danuri (BHD) lulusan Akpol Angkatan 1974 yang menjadi pengganti Jenderal Sutanto (Angkatan 1973) sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), BHD secara pribadi tak pernah sedikitpun menyangka akan menjadi Tri Brata 1.

Prosesi pergantian orang nomor satu di tubuh Polri ini berlangsung sangat aman dan lancar.

Semua itu tentu berkat kerendahan hati Jenderal Sutanto yang memberikan dan memudahkan jalan kepada juniornya ini untuk naik tanpa ada guncangan atau hambatan dari kalangan internal Polri.

Suksesi kepemimpinan dari Sutanto yang pembawaannya sangat amat tenang ini kepada BHD berlangsung dengan elega di tahun 2008 lalu.

Satu hal yang cukup menarik dari peristiwa suksesi Tri Brata 1 ketika itu adalah Sutanto dan BHD sama-sama dalam suasana ulang tahun saat melepas atau menerima jabatan penting itu.

Sutanto berulang tahun tanggal 30 September (1950) dan BHD berulang tahun tanggal 10 Oktobber (1952).

Upacara pelantikan Kapolri baru di Istana Kepresidenan tanggal 30 September 2008 — bertepatan dengan ulang tahun Sutanto.

Sedangkan serah terimajabatan atau sertijab antar kedua Jenderal ini di Mako Brimob Kelapa Dua(Depok)  tanggal 9 Oktober 2008 — sehari sebelum BHD merayakan ulang tahunnya –.

Photo : Mantan Kapolri Sutanto yang kini bertugas sebagai Kepala BIN

Ketika itu, Jenderal Sutanto memberikan contoh dan teladan yang sangat membanggakan bahwa ia memasuki masa purna bhakti dengan sangat siap dan benar-benar berlapang dada.

“Saya memang sudah saatnya pensiun. Tidak ada yang ganjil dari pergantian ini. Semua baik-baik saja” demikian dituturkan Jenderal Sutanto kepada KATAKAMI.COM saat mewawancarainya secara EKSKLUSIF di kediaman dinas Kapolri Jalan Pattimura Jakarta Selatan (1/10/2008).

Kini, mantan Kapolri ini menempati tugas barunya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

Sementara itu saat ditunjuk Presiden SBY sebagai Kapolri baru tahun 2008 lalu, BHD – yang ketika itu masih berpangkat Komisaris Jenderal dan menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri – mengungkapkan bahwa jabatan baru yang diterimanya sebagai Kapolri adalah sebuah amanah yang samasekali tidak diduganya.

Hal itu disampaikan BHD saat menerima KATAKAMI.COM di ruang kerjanya pada bulan Oktober 2008.

Kini, yang menarik untuk dicermati adalah kapankah akan dilakukan pergantian jabatan Kapolri baru dan siapa yang dianggap pantas menjadi Kapolri baru ?

Sebelum menjawab pertanyaan, kapankah akan dilakukan pergantian jabatan Kapolri baru maka pertanyaan yang lebih tepat disampaikan saat ini adalah sudah saatnya kah Jenderal BHD diganti ?

Waktu yang akan terus berjalan dan tanpa kita sadari sang waktu akan mengantarkan kita pada putaran-putaran masa yang terbaik.

Bila kita menggunakan jari tangan untuk menghitung, maka tidak akan lama lagi Jenderal BHD akan memasuki masa purna bhakti (pensiun) yaitu per tanggal 1 November 2010.

Photo : Sutanto & BHD saat sertijab (9/10/2008)

BHD akan pensiun persis di saat ia berulang tahun tanggal 10 Oktober 2010.

BHD memiliki Nomor Registrasi Pokok (NRP) 5210 yang artinya dilahirkan bulan Oktober 1952.

Tetapi secara administrasi, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku maka BHD akan pensiun terhitung per tanggal 1 November 2010.

Hitung-hitungan pensiun di Polri adalah seperti itu yaitu per tanggal 1 pada bulan berikutnya.

Saat nanti ia memasuki masa pensiun, persis 2 tahun BHD menjabat sebagai Kapolri yaitu periode Oktober 2008 – Oktober 2010.

Yang ingin disampaikan disini adalah BHD perlu diberi kesempatan dan dibiarkan untuk tetap melanjutkan tugas-tugasnya sebagai Kapolri sampai memasuki masa pensiun nanti.

Biarkan ia bertugas sebaik-baiknya sebagai bagian dari pengabdian terbaik kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Tidak ada yang perlu dikuatirkan dan tidak ada yang perlu di utak-atik dari masa penugasan seorang BHD sebagai Kapolri.

Kuatnya hantaman dan beratnya beragam permasalahan yang bolak-balik menerpa POLRI secara institusi, biarkan mereka selesaikan sesuai kebijakan Sang Pimpinan secara tegas setegas-tegasnya.

Photo : BHD saat menjalani Fit & Proper Test di Komisi III DPR (2008)

BHD yang berpembawaan kalem ini, cenderung memilih sikap diam jika institusi yang dipimpinnya sedang diterpa gelombang-gelombang dan badai-badai yang kuat dari semua penjuru angin.

Ia tegas tetapi seringkali ketegasan itu tidak ditunjukkannya secara frontal kepada publik – terutama kepada media massa –.

Jangan mengira bahwa BHD menutup mata dan telinga terhadap kritikan apapun yang dilontarkan semua pihak.

BHD merespon tetapi yang ia utamakan adalah pembenahan dan penertiban ke dalam.

Ia seringkali dianggap terlalu “sabar” oleh kalangan internalnya jika ada perwira tinggi POLRI yang patut dapat diduga bikin atraksi sendiri dengan seribu satu macam ulah.

Sumber KATAKAMI di Mabes Polri mengatakan bahwa BHD adalah tipikal pemimpin yang santun dan penuh maaf.

Sepintar apapun cara jurnalis mengorek dan menggali informasi yang sangat “rahasia” jika ada isu-isu kontroversial, BHD tetap mampu menyimpan semua informasi yang hanya boleh diketahui oleh kalangan internalnya.

Sebab tak semua rahasia negara, harus dibeberkan secara obral ke media massa.

BHD lebih memilih untuk membereskan ke dalam internalnya dengan kebijakan-kebijakan yang ia tetapkan untuk membereskan masalah demi masalah.

Lalu, jika memang BHD harus diganti saat memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang, siapakah calon pengganti yang pantas ?

Photo : Kapolri BHD melantik Komjen Jusuf Mangga menjadi Wakapolri (6/1/2010)

Wawancara Eksklusif Komjen Jusuf Mangga : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

Kesempatan pertama tentu harus melirik pada figur Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani – lulusan Akpol Angkatan 1975 –.

Jusuf Mangga yang memiliki NRP 5302 ini adalah figur yang memang sangat pantas untuk dipertimbangkan Presiden SBY untuk menggantikan Jenderal BHD sebagai Kapolri.

SBY tak perlu repot-repot dan tak perlu pusing-pusing mencari nama kandidat Kapolri.

Sebab nama yang tercepat dan terbaik dipertimbangkan adalah Komjen Jusuf Manggabarani.

Perwira Tinggi yang satu ini adalah sosok yang lurus, bersih rekam jejaknya sebagai aparat penegak hukum, jujur dan tegas.

Tak jelas, kapan Jusuf Mangga sedang memiliki suasana hati yang sedang bergembira karena nyaris setiap hari ia tampil dengan wajah yang tanpa ekspresi.

Cara berbicaranya kaku dan dingin.

Tapi sesungguhnya, ia bisa berkelakar.

Sumber KATAKAMI.COM di Mabes POLRI menceritakan bahwa Kapolri BHD bisa sampai tertawa terpingkal-pingkal kalau sedang mendengarkan Wakapolri Jusuf Mangga melontarkan lelucon-lelucon yang kocak.

Selain nama Jusuf Manggabarani, nama lain yang juga bisa menjadi salah satu alternatif adalah Kabareskrim Komjen Ito Sumardi.

Lulusan Akpol Angkatan 1977 ini, tak bisa disepelekan keberadaannya.

Ia juga pantas di jagokan sebagai kandidat Kapolri menggantikan BHD tetapi jangan coba-coba menanyakan itu kepada Ito.

Sebab ia pasti akan menolak untuk menjawab karena bagi Ito tabu untuk berbicara soal ambisi.

Photo : Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi

“Saya tidak mau berandai-andai. Sebagai Kabareskrim, saya akan mengawal Pak Kapolri sampai beliau selesai bertugas” demikian diungkapkan Ito Sumardi secara EKSKLUSIF kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah percakapan di ruang kerjanya di Bareskrim Polri.

Mari kita hormati semua tatanan dan komposisi struktur organisasi dalam tubuh POLRI ini.

SBY juga tak perlu mencla mencle dalam urusan POLRI.

Jangan pura-pura sibuk, pura-pura tak mau tahu atau pura-pura tak menggubris, jika Institusi POLRI sedang diterpa badai.

Sebab badai demi badai yang menimpa POLRI, erat kaitannya dengan kemampuan SBY dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara.

Jangan menggunakan Institusi POLRI untuk kepentingan-kepentingan sesaat atau kepentingan-kepentingan politis yang ujung-ujungnya hanya akan merusak POLRI secara institusional.

Intinya, SBY jangan macam-macamlah !

Biarkan POLRI menjadi Institusi yang secara terus menerus dan konsisten melaksanakan tugas-tugas mereka secara profesional dan proporsional.

Photo : Gus Dur yang dikenal dengan celetukan “Gitu Aja Kok Repot”

Meniru ungkapan yang dulu sangat sering diucapkan Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yaitu “GITU AJA KOK REPOT !”

Iya betul, “GITU AJA KOK REPOT” !

Jangan biarkan POLRI tersandung, terantuk, terbentur dan terpaksa berhadap-hadapan dengan permasalahan atau situasi-situasi yang disebabkan oleh perilaku yang tidak bijak dari penguasa.

POLRI dicintai oleh rakyat Indonesia.

Jadi janganlah cinta dari rakyat Indonesia ini dikhianati atau dilukai.

Tunjukkanlah kepada rakyat bahwa POLRI bisa mereformasi dan menjauhkan diri mereka dari segala sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran, keadilan dan hukum.

Tak usah ada yang kasak-kusuk di belakang layar untuk menjadikan dirinya sebagai pahlawan kesiangan.

Dan jangan juga ada yang melakukan atraksi-atraksi siluman karena berspekulasi bisa memanfaatkan situasi untuk menyodok ke kursi Tri Brata 1.

Kekuasaan memang bisa membuat mata manusia kerdil menjadi silau.

Kekuasaan memang bisa membuat pribadi rapuh menjadi kalap.

Ini berlaku untuk manusia manapun yang orientasi kehidupannya hanya mengejar kekuasaan demi kekuasaan sehingga menghalalkan semua cara.

Seperti kata Gus Dur, “GITU AJA KOK REPOT !”

Tak usah repot-repotlah, mengguncang-guncang institusi POLRI untuk membidik kursi-kursi pucuk pimpinan yang bergelimang kekuasaan dalam internal kepolisian.

Kekuasaan duniawi ini memang hanyalah sebuah amanah dari Tuhan.

(MS)

April 15, 2010 Posted by | news | , , , , , | Comments Off on Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Polri Jagalah Soliditas, Waspadai Gerakan Devide Et Ampera

Tantangan Satgas Mafia Hukum, BONGKAR Indikasi Kemafiaan Komjen GM

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

Jakarta 23/3/2010 (KATAKAMI) Barangkali berita yang paling heboh di permukaan Indonesia beberapa hari belakangan ini didominasi oleh MABES POLRI. Setelah heboh dengan peperangan melawan terorisme.

Sekarang jadi berbalik 180 derajat. POLRI saling berperang dengan perwira tingginya sendiri yaitu mantan Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Komjen Susno Duadji.

Ada apa di dalam tubuh POLRI ?

Ada apa dengan antara sesama Bayangkara Negara ini ?

Siapa sebenarnya yang bersalah ?  Siapa yang bisa dibenarkan dan siapa pula yang paling pantas dihukum ?

Semua jadi bingung atas kekisruhan didalam internal POLRI.

Photo : Komjen Susno Duadji & Komjen Ito Sumardi

Wawancara Eksklusif Kapolri BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Wawancara Eksklusif Wakapolri Jusuf Mangga : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan


Tapi baiklah, yang ingin dibahas ini memang agak berbeda dari pembahasan lainnya.

Yang pertama ingin dibahas disini adalah soal tudingan bahwa di sebelah ruang kerja Kapolri dan Wakapolri adalah ruang tempat kongkow-kongkow MARKUS atas Makelar Kasus.

Itu adalah tudingan yang sangat memfitnah dan penuh dengan kebohongan.

Suudzon !

Sekilas gambaran mengenai MABES POLRI ini adalah ketat dan berlapisnya sistem pengamanan.

Ruang kerja Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, sama-sama berada di Lantai 2 Gedung Utama Mabes Polri.

Untuk bisa menjangkau dan mengakses Gedung Utama ini dan hampir semua Gedung di Mabes POLRI, sistem pengamanannya menggunakan sistem kartu digital.

Dimana kartu tanda pengenal yang dimiliki oleh masing-masing anggota polisi, berfungsi ganda sebagai akses pembuka di Gedung tempat mereka bekerja.

Photo : Kapolri BHD pada pelantikan Wakapolri Jusuf Manggabarani


Terlambat satu detik saja, maka pintu akan secara otomatis terkunci.

Gedung Utama, sudah barang tentu sistem pengamanannya jauh lebih ketat.

Di Lantai 1, anggota Provost tersebar lumayan banyak disana.Sulit bagi orang luar untuk bisa masuk seenaknya ke Gedung Utama ini.

Suasananya cukup hening dan resmi sekali.Mustahil Gedung Utama itu bisa dipakai untuk cekakak cekikik, merumpi, bergossip ria, arisan ala aparat keamanan atau apalah yang nuansanya sangat “tidak resmi”.

Dimana-mana ada CCTV.

Dan kalau sudah berbicara mengenai CCTV berarti semua rekaman gambar itu menjadi terdokumentasikan secara “official” artinya menjadi dokumentasi institusi Polri.

Sehingga, janganlah kiranya dinistakan simbol-simbol Kepolisian ini bahwa seolah-olah POLRI secara institusi adalah kubangan sampah dan kotoran-kotoran moral yang bersembunyi di balik seragam coklat mereka.

Yang repotnya disini, masyarakat awam yang tidak tahu bagaimana seluk beluk MABES POLRI, pasti akan cepat termakan oleh beragam isu yang terlontar ke tengah masyarakat secara sepihak.

Mari semuanya, kita berpikiran positif dan menghilangkan sejauh mungkin segala sesuatu yang berbau SUUDZON.

Jangan tuding muka POLRI secara membabi-buta tentang seribu satu macam fitnah tentang korupsi, kolusi atau apapun juga yang muaranya pada demoralisasi.

Si A memalak A, si B mengkorupsi kasus B, si C begini dan si D begitu.

Waduh, kesannya MABES POLRI jadi sarangnya koruptor.

Padahal mereka adalah aparat penegak hukum.

Sehingga, berbahagialah koruptor-koruptor sejati dan penjahat-penjahat ekonomi yang sangat liar di negara ini karena MABES POLRI sedang dikuyo-kuyo.

Kita mengharapkan POLRI dapat bertugas secara profesional dan proporsional (dengan terus menjalankan konsisten reformasi birokrasi di dalam organisasi POLRI).

Harapan bersama dari seluruh rakyat Indonesia ini, akan sulit terealisasi kalau kita semua seolah-olah dipaksa untuk mengikuti euforia menggebuk POLRI secara keroyokan dan membabi buta.

Jika memang ada persoalan di dalam tubuh POLRI, biarkan mereka menertibkan segala persoalan itu sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam organisasi POLRI.

Jika memang ada pelanggaran terhadap etika profesi atau norma-norma hukum, POLRI yang harus menyelesaikannya.

Bukan kita !

Bukan pengamat atau aktivis (apalagi yang memang ada “udang di balik batunya”).

Misalnya, wah … belum ada juga nih, jabatan prestisius yang diberikan — padahal sudah gertak sana gertak sini –.

Atau, patut dapat diduga ada juga perwira tinggi POLRI sendiri yang diam-diam sangat amat bermimpi bisa menjatuhkan Kapolri, Wakapolri, Irwasum, Kabareskrim, dan pejabat-pejabat teras POLRI agar pertarungan merebut kursi Tri Brata 1 atau Tri Brata 2 menjadi lebih leluasa dan aman sentosa.

Tak puas menohok kalangan pejabat teras yang terdiri dari para perwira tinggi, para perwira menengah juga di sodok.

Kasihan mereka, di guncang-guncang dan dipaksa untuk tersita konsentrasinya pada persoalan-persoalan dadakan semacam ini.

Ya bisa saja, ada yang terindikasi ingin menjatuhkan sebanyak-banyaknya pejabat Polri dan perwira menengah — padahal belum tentu mereka bersalah –.

Yang naga-naganya dilakukan adalah menggelindingkan dulu isu ini ke media massa agar tiap hari adalah pemberitaan yang negatif mengenai Polri tentang markus, korupsi dan sejenisnya.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam hitungan beberapa bulan ke depan memang akan memasuki masa purna bhakti atau pensiun.

BHD akan resmi memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010.

Bisa jadi, ada yang tak sabar ingin menurunkan Kapolri BHD.

Tetapi, ambisi untuk jadi Kapolri — jika BHD dilengserkan — terbentur pada sosok Komjen Jusuf Manggabarani yang saat ini menjabat sebagai Wakapolri.

Praktis dalam organisasi POLRI saat ini, sosok Jusuf Mangga merupakan figur yang sangat pantas dijagokan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal BHD jika pensiun nanti.

Ribut-ribut menohok POLRI ini, bisa ditebak dan dispekulasikan siapa kira-kira yang menjadi biang keladinya (dari pihak internal POLRI sendiri).

Patut dapat diduga dia adalah yang saat ini kembang kempis hidungnya hendak mengadu-domba dan mengacaukan semua situasi agar internal POLRI terguncang kesana kemari.

Sudahlah, si biang keladi yang sangat tak sabaran ingin mencaplok jabatan dan mencuri kesempatan dengan cara mengadu-domba dan mendorong-dorong dengan cara-cara siluman agar antar perwira tinggi POLRI ribut sendiri ini, sebaiknya menyadari agar dirinya mematut diri alias NGACA.

Sudah bersih dan pantaskah ia menjadi Kapolri atau Wakapolri ?

Apakah memang tidak pernah ada perbuatan melawan hukum dalam kariernya selama ini — termasuk pelanggaran etika profesi — ?

Hei, jangan obok-obok institusi POLRI !

Biarkan Jenderal BHD menyelesaikan masa tugasnya sampai memasuki gerbang purna bhakti.

Dan itu hanya tinggal hitungan beberapa bulan ke depan.

Setengah tahun ke depan, biarkan Jenderal BHD bertugas sebaik mungkin sebagai orang nomor satu di dalam tubuh POLRI.

Sudahlah, jangan ada yang berakal busuk ingin mengguncang-guncang institusi sendiri. Supaya ramai dan terkesan heboh, isu digulirkan lewat media massa.

Oknum-oknum yang suka mengipas dan menikam dari arah belakang, tepuk tangan dan seakan tak sabar menanti kehancuran yang diidam-idamkan pada institusinya sendiri.

Kampungan cara-cara yang mengadopsi ilmu dan keahlian penjajah zaman dahulu kala yaitu politik adu domba alias DEVIDE  ET AMPERA.

Dan kepada Presiden Susilo BambangYudhoyono, ada apa dengan diri anda Bapak Presiden ?

Mengapa anda terkesan diam saja, ketika institusi POLRI diserang ramai-ramai seperti ini ?

Anda jangan diam saja dong !

Dulu ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan MABES POLRI saling berseteru, anda juga terkesan mendiamkan dan lepas tangan !

Sekarang anda ulangi lagi sikap masa bodoh dan sok tidak mau tahu terhadap pentingnya menjaga SOLIDITAS institusi aparat penegak hukum semacam POLRI.

Kalau anda tidak mengerti, apa yang harus anda lakukan Bapak Presiden, maka isyarat yang terbaik untuk disampaikan kepada anda adalah keluarkan perintah anda secepatnya kepada Jajaran Polhukkam untuk membahas dimana atau jabatan apa yang kira-kira pantas diberikan kepada Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji !

Semua ini memerlukan instruksi dan perintah anda, Bapak Presiden SBY !

Bisa jadi, Komjen Susno Duadji koar-koar kesana-kemari, adalah karena kekecewaan yang sangat mendalam atas pencopotan dirinya dari struktur organisasi POLRI.

Jadi jangan pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu lagi, Bapak Presiden SBY !

Anda terlalu tega sebagai seorang Kepala Negara, jika membiarkan POLRI ini di guncang-guncang dari sana – sini hanya karena persoalan sangat sepele – yaitu ada seorang perwira tingginya yang kecewa atau pencopotan dirinya –.

POLRI, mawas dirilah kalian dari segala ancaman perpecahan dan kehancuran.

Jaga soliditas.

Jaga harkat dan martabat.

Jaga nama baik.

Rakyat Indonesia akan tetap dan terus selamanya membutuhkan POLRI secara institusi.

Jangan hancurkan POLRI, hanya karena persoalan kecil yang sebenarnya bisa ditanggulangi jika pada petinggi atau penguasa di negeri ini memiliki kepedulian yang besar terhadap INSTISU POLRI.

Sekali lagi, POLRI, jagalah soliditas.

Jangan berkecil hati.

Jangan biarkan institusi kalian di hancurkan secara perlahan-lahan.

(MS)

April 15, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Polri Jagalah Soliditas, Waspadai Gerakan Devide Et Ampera

Kemenangan Itu Kembali Berpihak Pada Obama Lewat Health Care Reform

Jakarta 21/3/2010 (KATAKAMI) Wow. Bukan Barack Hussein Obama namanya, kalau tidak menjadi NEWSMAKER. Presiden ke 44 Amerika Serikat ini mengulangi kembali kemenangannya yang gemilang di panggung perpolitikan Amerika.

Setelah menang secara mengagumkan dalam Pemilihan Umum Presiden (Presidential Election) tahun 2008 lalu. Lalu disambung dengan kemenangannya meraih NOBEL PERDAMAIAN pada bulan Desember 2009.

Kali ini, Obama meraih kemenangan sangat mengejutkan dan benar-benar bersejarah untuk yang ketiga kalinya.

Kemenangan yang tidak kalah dasyatnya bagi Obama adalah saat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika dibawah pimpinan Nancy Pelosi meloloskan Rancangan Undang Undang (RUU) Layanan Kesehatan atau Health Care Reform lewat sebuah proses VOTING pada Minggu (21/3/2010) malam waktu setempat atau Senin (22/3/2010) pagi waktu Indonesia.

RUU Layanan Kesetanan (Health Care Reform) ini sangat memihak dan begitu berdaya guna sangat tinggi untuk membantu kalangan masyarakat yang tak mampu dalam bidang pelayanan kesehatan mereka.

Padahal dulu, RUU Layanan Kesehatan ini sempat diperjuangkan oleh Presiden Bill Clinton dan kandas.

Sejak awal, Kubu Demokrat mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan 216 suara yang dibutuhkan untuk lolosnya RUU itu setelah Gedung Putih memenangkan dukungan para pemimpin Demokrat yang anti-aborsi dengan (ditukar) jaminan Obama yang akan menerbitkan Keputusan Presiden yang memperkuat larangan menggunakan penggunaan anggaran pemerintah untuk aborsi.

Kongres yang dikendalikan oleh Partai Demokrat membuka kemenangan besar bagi Presiden Barack Obama dengan meloloskan rancangan undang-undang layanan kesehatan yang mendukung perluasan perawatan kesehatan bagi jutaan warga AS yang tidak dilindungi oleh asuransi.

Rancangan undang-undang layanan kesehatan ini pada dua bulan lalu sempat diragukan akan bisa lolos.

Tetapi sekarang dengan lolosnya Rancangan undang-undang ini, maka akan terbuka peluang bagi penertiban dari penyalahgunaan yang selama ini dilakukan oleh sejumlah perusahaan asuransi AS.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0auYgr53sbbYO/610x.jpg

Text of White House Executive Order on Abortion

“RUU ini akan lolos. Kami akan melewati (kebutuhan suara) 216,” kata anggota DPR Bart Stupak, pemimpin kelompok anti-aborsi kepada wartawan mengumumkan kesepakatannya dengan Gedung Putih.

Stupak, yang mengumumkan pernyataannya itu bersama enam orang anggota DPR lainnya yang anti-aborsi, menyatakan bahwa dia puas atas Kepres dari Obama yang akan menjadi regulasi bahwa larangan penggunaan anggaran pemerintah federal untuk aborsi tidak akan berubah dengan keluarnya UU Kesehatan.

“Sejak awal Presiden telah menyatakan bahwa reformasi asuransi ini tidak boleh menjadi forum yang menciptakan preseden legislasi yang berlarut-larut,” kata Direktur Komunikasi Gedung Putih Dan Pfeiffer yang menyampaikan Kepres itu.

Kesepakatan ini keluar setelah dua hari negosiasi yang alot dengan Stupak dan kubu anggota DPR yang belum menentukan sikap (dalam RUU Kesehatan) di tengah kebutuhan 216 suara yang dibutuhkan DPR untuk mengesahkan RUU itu, melawan suara solid kubu Republik.

Legislasi ini akan menjadi perubahan yang paling menghanyutkan dalam sistem layanan kesehatan AS yang bernilai 2,5 triliun dolar AS pada beberapa dekade terakhir ini.

UU baru ini juga akan memperluas lingkup perlindungan kesehatan untuk jutaan orang yang tak berasuransi dan melarang perusahaan asuransi menolak menjamin sejumlah kasus kesehatan tertentu.

Kali ini, Barack Obama yang memenangkannya lewat proses voting yang sangat tipis bedanya.

Kubu Demokrat memperoleh 219 suara.

Dan Kubu Republik memperoleh suara 212.

Sehingga wajar, ketika dalam pesan singkat lewat jejaring sosial TWITTER, akun atas nama Barack Obama langsung mengirimkan ungkapan yang sama (seperti saat mengikuti Presidential Election dulu) yaitu YES, WE CAN !

Perjuangan meloloskan RUU Layanan Kesehatan inilah yang menjadi dasar pemikiran dan latar belakang keputusan Presiden Obama menunda jadwal kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Guam dan Australia.

Kritikan bermunculan bahwa seolah Obama terlalu mudah untuk menunda. Lalu untuk menyelamatkan muka, pihak Pemerintah Indonesia terkesan sesumbar bahwa penundaan kunjungan kenegaraan Presiden Obama untuk yang kedua kalinya ini adalah atas saran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baik amat, kalau misalnya mau memberikan saran penundaan begitu kepada Presiden Obama.

Kalau memang benar memberikan saran penundaan, mengapa tercetus dari mulut salah seorang menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yaitu Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad yang mendadak ingin jadi keynote speaker (pembicara utama) dalam Seminar Internasional Ann Dunham Soetoro & Ekonomi Kerakyatan – yang berlangsung Kamis 18 Maret 2010 lalu – bahwa Presiden SBY sedang mempertimbangkan untuk memberi penghargaan khusus kepada ibunda Presiden Obama (Ann Dunham Soetoro) atas jasa-jasanya kepada Indonesia.

Menurut Fadel Muhammad, penghargaan untuk ibunda Presiden Obama itu akan disampaikan secara simbolis di hadapan Presiden Obama saat jamuan makan kenegaraan di Istana Negara pada Rabu (23/3/2010) malam.

Tapi ternyata, rencana kunjungan kenegaraan itu ditunda.

Pastilah kini, Presiden Obama dan seluruh Kubu Partai Demokrat berlega hati karena ganjalan terberat pada pihak mereka selama setahun terakhir ini bisa meraih kemenangan sangat mengejutkan.

( VIDEO : I’M HERE FOR …. )

“I’m here because of  My Mom”.

“I’m here because of Natoma”.

Natoma adalah salah seorang warga Amerika yang berkirim surat kepada Presiden Obama untuk menceritakan tentang beban kehidupannya terkait masalah kesehatan.

Inilah kalimat-kalimat yang menjadi iklan layanan sosial dari pihak Gedung Putih dan Kubu Demokrat tentunya yaitu I’m here for …”

Bukan secara khusus ditujukan Presiden Obama kepada Sang Bunda yaitu Stanley Ann Dunham Soetoro yang memang meninggal dunia karena sakit kanker indung telur pada tahun 1995 lalu.

Dulu, Ann Dunham Soetoro memang sempat terbelenggu oleh beratnya beban membayar biaya pengobatan dalam sakit panjangnya yang berakhir pada pintu kematian.

Presiden Obama berbicara dan gigih memperjuangkan RUU Layanan Kesehatan (Health Care Reform) ini untuk banyak ibu, banyak anak, orangtua dan rakyat Amerika yang memang tidak berkemampuan untuk membayar biaya kesehatannya.

Seperti dalam sebuah ungkapannya, Presiden Obama mengatakan, “ Dont do it for me. Dont do it for Democrat. Do it for American People”.

Obama hanya ingin melakukan apa yang bisa ia lakukan dalam masa kekuasaannya untuk kemanusiaan.

Barangkali, sekarang ini masih agak sulit diterima oleh sebagian elite dan politisi Amerika bahwa pajak mereka akan tersubsidikan kepada orang-orang sakit yang tak berdaya membayar biaya kesehatannya.

Nanti satu waktu, apa yang diperjuangkan oleh Presiden Obama ini baru bisa dipahami dan diakui sebagai sesuatu yang berguna bagi kemanusiaan.

Obama adalah kisah tentang seorang anak manusia yang diantarkan oleh babak demi babak dalam kehidupannya kepada gerbang demi gerbang kemenangan.

Dari kemenangan yang satu, jejak kaki Obama melangkah terus menuju gerbang gerbang kemenangan berikutnya.

Semoga setiap tujuan dari langkah kaki Obama dalam masa kekuasaannya ini, memang selalu untuk kepentingan yang baik.

Baik untuk kemanusiaan. Baik untuk kehidupan.

Tuhan begitu baik, memberikan keajaiban-keajaiban dan kebaikan-kebaikan, untuk seorang Obama.

Miracle.

Ya, keajaiban yang terwujud atas dasar kebaikan Tuhan ini, memang sudah sepantasnya dipersembahkan oleh Presiden Obama pada masa kekuasaannya ini dengan selalu mengedepankan kepentingan bangsa, negara dan rakyat yang dicintai serta mencintainya.

Congratulations Barry !

Yes, You Can !

(MS)

April 13, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Kemenangan Itu Kembali Berpihak Pada Obama Lewat Health Care Reform

Kenanglah Ann Dunham Obama, Pahlawan Kemanusiaan Tanpa Tanda Jasa

MAWAR SURGA ITU BERNAMA STANLEY ANN DUNHAM

MENGENANG STANLEY ANN DUNHAM, SANG PENCINTA SENI

Jakarta 20/3/2010 (KATAKAMI) Siapa sih yang tidak mengenal secara baik sosok Barack Hussein Obama ? Bertahun-tahun sebelum ia duduk di Gedung Putih, kiprahnya di dunia perpolitikan Amerika sudah mengangkat namanya.

Tetapi, siapakah (diluar keluarga intinya) yang bisa mengenal secara sama baiknya sosok Stanley Ann Dunham (ibu dari Barack Hussein Obama) ?

Orang hanya mengkaitkan nama Stanley Ann Dunham sebagai orang yang paling berpengaruh dan paling berarti dalam diri serta kehidupanBarack Hussein Obama.

Tidak banyak yang tahu bahwa sesungguhnya sosok Stanley Ann Dunham, sudah lebih dulu berkiprah secara nyata di Indonesia. Walau memang, tidak secara khusus berkelana di panggung-panggung politik.

Di Indonesia ini, Ann – panggilan Stanley Ann Dunham – pernah tinggal sangat lama. Terutama setelah perkawinan pertamanya dengan pria keturunan Kenya (Barack Obama Senior, red) kandas.

Cintanya yang tertaut pada seorang pria Indonesia (Lolo Soetoro, red) , menjadi jalan pembuka bagi Ann untuk mengenal, datang, tinggal, bekerja dan akhirnya begitu mencintai Indonesia secara total.

Ann memang memiliki dan menjalani karier profesionalnya di Indonesia.

Antara bulan Januari 1968 sampai Desember 1969, Ann bekerja sebagai Asistem Direktur Lembaga Indonesia – Amerika di Jakarta.

Photo : Barack Hussein Obama (Sr) dan Stanley Ann Dunham sedang menggendong Obama (Jr)

Bulan Januari 1970 sampai Agustus 1972, Ann adalah Direktur LembagaPendidikan & Pengembangan Manajemen yang tugas utamanya adalah melakukan supervisi penerbitan buku-buku pendidikan dan manajemennya.

Tahun 1977, Ann kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai Instruktur di Balai Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Setahun kemudian yaitu tahun 1978, ia menjadi Konsultan di Kantor Perwakilan International Labour Organization (ILO) di Jakarta.

Tahun 1978 – 1980 juga, Ann menjadi Konsultan pembangunan pedesaan USAID di Departemen Perindustrian RI. Di masa menjadi Konsultan USAID inilah, Ann aktif mengunjungi desa-desa terpencil di pedalaman Pulau Jawa untuk secara khusus membantu KAUM PEREMPUAN yang miskin.

Tahun 1981 – November 1984, Ann menjadi Supervisor Program Pemberdayaan Perempuan di FORD FOUNDATION ASIA TENGGARA yang memiliki kantor perkawinannya di Jakarta.

Kemudian tahun 1988 (setelah bekerja di Asia Development Bank atau ADB di Pakistan), Ann kembali ke Jakarta dan menjadi Koordinator Riset dan Konsultan di Bank Rakyat Indonesia.

Ia turun langsung melakukan pelatihan-pelatihan karyawan di 7 provinsi dan membantu skema mikro kredit bagi rakyat miskin dan menganalisa data-data.

Pekan ini, nama Stanley Ann Dunham mendadak jadi “terkenal” di Indonesia.

Pertama karena semua media massa mengulas siapa dan bagaimana Ann – menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Obama ke Indonesia tetapi akhirnya Gedung Putih mengumumkan kembali bahwa rencana kunjungan itu ditunda karena Presiden Obama mau tak mau harus tetap berada di negaranya untuk sebuah urusan domestik yang sangat penting bagi Amerika yaitu “mengawal” proses legislasi” RUU Kesehatan (Health Care Reform).

Kedua, nama Ann disinggung karena pada pekan ini jugalah diadakan sebuah seminar internasional yang membahas disertasi Stanley Ann Dunham yang berjudul Pendekar-Pendekar Besi Nusantara (Kajian Antropologi Tentang Pandai Besi Di Indonesia).

Pendekar – Pendekar Besi Nusantara


Photo : Pembicara Utama & Peserta Seminar Internasional Ann Dunham (18/3/2010)

Seminar internasional yang diberi judul “Ann Dunham Soetoro dan Ekonomi Kerakyatan” ini telah berhasil dilaksanakan hari Kamis (18/3/2010) lalu di Jakarta.

Teguh Santosa, Pemimpin Redaksi Situs Berita Rakyat Merdeka Online) yang merupakan “junior Ann” di University Of Hawaii at Manoa (UHM), patut diberi apresiasi dan aplaus yang meriah atas inisiatif dan kepeduliannya memperkenalkan sosok Ann Dunham Soetoro – tanpa harus mendompleng nama besar Obama sebagai Presiden Terpilih AS –.

Dalam seminar internasional itu juga, dibagian secara gratis buku terjemahan dalam Bahasa Indonesia Disertasi Ann Dunham.

Atas peran dari Teguh Santosa jugalah – berkaitan dengan seminar internasional tadi – didatangkan seorang pembicara penting dari Hawaii yaitu PROFESOR ALICE DEWEY.

Kemudian, ikut menjadi pembicara adalah sahabat dekat Almarhum Stanley Ann Dunham yaitu JULIA SURYAKUSUMA, La Ode Ida (Dewan Perwakilan Daerah) dan Wartawan Senior Kompas Budiarto Shambazy.

Hadir dalam acara ini Aktor Ikranegara dan isteri, Melly G. Tan, Pakar Komunikasi Effendi Gazali, Pakar Politik Adhie Massardi dan lain-lain,

Prof Alice yang memiliki nama berbau Indonesia yaitu SURATMI ini, adalah Ketua Komite Ph.D bagi Ann Dunham.

Datang jauh-jauh dari Hawaii ke Indonesia untuk menjadi pembicara utama dalam seminar internasional itu, Alice yang masih sangat sehat walafiat dan begitu energik di usia 81 tahun – memang merupakan sosok yang paling berperan dalam kehidupan Ann Dunham ketika menjalani dan akhirnya meraih title Ph.D dari University Of Hawaii.

Harus diakui bahwa sosok Ann Dunham memang belum begitu dikenal di Indonesia.

Seperti yang sudah diungkap di bagian atas tulisan ini, Ann Dunham mendadak jadi perhatian hanya karena anak kesayangannya menjadi Presiden Amerika.

Dan pekan ini, sosok Ann Dunham memang diminati media massa untuk menjadi konsumsi pemberitaan adalah semata-mata karena faktor rencana kunjungan kenegaraan Presiden Barack Obama.

Padahal kalau mau jujur, Ann Dunham jauh lebih pantas untuk dibahas sebagai “dirinya sendiri” dengan seluruh karya dan nilai-nilai kepejuangannya di Indonesia.

Ann Dunham adalah seorang INDONESIANIS.

Ia disebut sebagai seorang INDONESIANIS, bukan karena ia menikah pada pernikahan keduanya dengan Pria Indonesia yang bernama LOLO SOETORO.

Pernikahan kedua dengan Pria Indonesia itu hanya menjadi “entry point” bagi Ann Dunham untuk mengenal, mencintai, berkarya dan mengabdikan diri pada nilai-nilai kemanusiaan yang diberikan secara tulus kepada Indonesia.

Photo : Prof. Alice Dewey

Dalam kata perngantarnya pada buku Disertasi Ann Dunham, Profesor Alice Dewey menuliskan sebagai berikut  :

“Pada tahun 1967, Ann Dunham (dikenal juga sebagai Ann Soetoro) pindah ke Indonesia dengan putranya Barack Obama (dari pernikahan pertamanya) dan suaminya yang beretnis Jawa, Lolo Soetoro. Saat itu, Ann sudah mendapat gelar B.A dari University of Hawaii dalam bidang Antropologi dan merupakan penenun yang mahir. Oleh karena itu, mudah dipahami mengapa Ann sangat tertarik pada keaneka-ragaman cultural Indonesia dan pada berbagai kerajinan, terutama batik yang elegan dan kain tenun ikat”.

Selanjutnya Profesor Alice Dewey menuliskan juga :

“Ann berkenalan dengan penduduk desa, terutama pada pengrajin. Ann tidak hanya menghargai kompleksitas kerajinan, tetapi juga nilai ekonominya sebagai sumber pendapatan. Ann melakukan banyak sekali penelitian di Indonesia dalam beragam kerajinan tadi, terutama mencakup kerajinan besi, kain (batik, tenun ikat dan sebagainya), kulit (wayang kulut dan lain sebagainya), keramik (peralatan dapur dan patung) dan keranjang”.

Apa sebenarnya yang menarik dari sosok Ann Dunham ?

Photo : Lolo Soetoro, Ann Dunham, “Barry” Obama & Maya Soetoro

Apakah karena ia menikah dengan seorang Pria Indonesia – sehingga perjodohan antar bangsa yang sangat menyentuh hati ini – membawa Ann menjadi sangat mengabdikan dirinya pada nilai-nilai kemanusiaan dalam penelitian dan seluruh perjalanan kariernya di Indonesia ? Apakah karena Ann Dunham menjadi ibu dari seorang Presiden Amerika ?

Hal utama yang membuat Ann Dunham sangat pantas untuk dikenal dan dikenang di Indonesia – bukan karena ia Ibu dari Presiden Barack Obama — !

Ann Dunham memang pantas untuk dikenal dan dikenang di Indonesia karena ia punya jasa yang nyata. Jasa atau peran yang secara terus menerus dan berkesinambungan telah dilakukan Ann semasa ia tinggal di Indonesia.

Ia turun langsung ke desa- desa, ke pedalaman-pedalaman, ke pelosok-pelosok, dan mendekatkan dirinya secara nyata ke penduduk desa.

http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2600/168/49/1324462661/n1324462661_30333769_3172932.jpg

Photo : Wartawan Senior Kompas, Budiarto Shambazy

Kepada KATAKAMI.COM hari Kamis (18/3/2010) di sela-sela Seminar Internasional Ann Dunham Soetoro dan Ekonomi Kerakyatan, Wartawan Senior dari Harian Kompas, Budiarto Shambazy menyampaikan pandangannya tentang sosok Ann Dunham

“Keluarga Obama ini punya tradisi sebagai Keluarga Intelektual. Lihatlah Barack dan Maya, mereka semua Intelektual. Kalau dikategorikan maka Ann ini adalah Indonesianis. Ann ini turun ke bawah, dia datangi Pasar Bringharjo (di DI Yogyakarta), kasongan, kasongan sekarang kita ribut karena industry kasongan maju di Bantul. Sementara Ann sudah menuliskan itu terlebih dahulu puluhan tahun yang lalu” kata Budiarto Shambazy.

Menurutnya, Ann Dunham adalah seorang ilmuwan sejati yang mengakar.

“Ann ini memang seorang aktivis yang aksesnya jauh lebih bagus dari ilmuwan lain yang bisanya cuma duduk di perpustakaan dan wawancara orang. Nah, Ann ini adalah tipikal Indonesianis yang giat bekerja, aktif di bidang yang dia tekuni. Ann itu berhadapan dengan kalangan miskin. Jadi kalau kita mau mengenal Amerika, jangan cuma tahu Amerika karena faktor George Bush doang, atau Holywood doing. Ann ini lho contoh “The Real American”.

Lalu, di mata Budiarto Shambazy yang juga merupakan Pengamat Politik Amerika, sosok Ann Dunham adalah pribadi yang memang sangat mengesankan.

“Ann itu berani melawan zamannya. Dia tidak boleh menikah dengan lelaki hitam tetapi ia lawan. Padahal resikonya besar. Untunglah dia tinggal diHonolulu yang menjadi sarangnya liberal. Ann adalah tipe perempuan pemberani. Setelah pernikahan pertamanya gagal, ia menikah dengan pria Indonesia. Dia tidak pernah dan tidak suka dengan pria-pria bule. Semua ini menunjukkan Ann Dunham berani menerjang badai, melawan arus” lanjut  Budiarto Shambazy.

Budiarto Shambazy juga menambahkan bahwa Ann Dunham adalah layak untuk dihargai.

“Saya pribadi pernah mendengar ini secara langsung di Pasar Bringharjo sana. Masih banyak, penduduk-penduduk desa yang tetap mengenal Ann. Itu tidak bisa dipungkiri. Peran Ann Dunham sangat legendaris disana. Barangkali lebih dari ratusan orang-orang kecil di Pasar Bringharjo sana yang tetap mengingat dan mengenang Ann Dunham. Saya wawancarai penduduk di Paku Alaman sana, mereka semua tetap ingat dan sangat mengenang dengan baik sosok Ann. Mereka tidak pernah melupakan Ann. Ya memang, yang mengenal dan mengenang Ann disana adalah orang-orang tak berdaya, yang tidak punya identitas. Mereka bukan orang-orang terkenal. Tapi disanalah, Ann dikenal dan dikenang secara legendaris selama puluhan tahun ini” ungkap Budiarto Shambazy.

Photo : Barack Obama & Maya Soetoro Ng

Ann Dunham meninggal bulan November 1995 karena kanker indung telur.

Presiden Barack Obama begitu mencintai ibunya.Ini sangat lumrah dan bisa dipahami karena sejak dari usia 2 tahun, Obama (Jr) sudah berpisah dari Sang Ayah.“Saya tahu, Ibu adalah orang yang paling baik, paling murah hati dan saya berutang budi kepadanya untuk hal-hal terbaik dalam diri saya” ungkap Presiden Obama dalam berbagai kesempatan.

Dari buku Dreams From My Father yang ditulis langsung oleh Presiden Barack Obama, Obama mengisahkan bagaimana bentuk-bentuk cerita yang didengarnya dari sang ibu mengenai ayah kandungnya yaitu Obam Sr.

Walau kadang menceritakan sesuatu yang “negatif” tetapi sisi kenegatifan itu adalah sisi humanis yang justru menjadi sangat manis untuk didengar.

Terbukti disini bahwa Ann adalah perempuan yang berhati mulia.

Ann tidak mengajarkan anaknya untuk membenci sang ayah yang telah meninggalkan isteri dan anak semata wayang mereka, hanya demi membela spirit kuat membangun tanah kelahirannya di Afrika.

Sebab dalam banyak kejadian, isteri yang kecewa atas keretakan atau kehancuran rumah tangga tak jarang melakukan “brain-wash” atau “cuci otak” kepada anak-anaknya agar menjauhi, membenci dan melupakan sang ayah.

“Ayahmu adalah pengemudi yang mobil yang buruk,” ibuku menjelaskan kepadaku. “Dia sering mengemudi di jalur sebelah kiri, sebagaimana orang Inggris mengemudikan mobilnya, dan kalau kau memberi komentar, dia hanya akan menggerutu tentang aturan orang Amerika yang tolol !” (termuat pada halaman 26).

Dan salah satu mata rantai dari kehidupan Obama yang diuraikannya dalam buku Dream From My Father adalah sosok ayah tirinya yaitu Lolo Soetoro dan kisah masa kecilnya saat hidupselama beberapa tahun di Indonesia.

https://i1.wp.com/ecx.images-amazon.com/images/I/51ZNJAN94RL.jpg

Dalam buku Dreams From My Father juga tergambarkan dengan sangat amat jelas, bagaimana dasar-dasar yang kuat dibentuk Ann Dunham dalam kepribadian Obama.

“Kami tinggal di Indonesia selama tiga tahun waktu itu, sebagai hasil dari pernikahan ibuku dengan seseorang berkebangsaan Indonesia bernama Lolo, mahasiswa lain yang ditemui ibuku di Universitas Hawaii. Nama lelaki itu berarti “gila” dalam bahasa Hawaii, yang membuat Kakek selalu tertawa geli. Namun, arti nama tersebut tidak sesuai untuk lelak itu karena Lolo memiliki tingkah laku yang baik dan lemah lembut terhadap orang lain. (termuat dalam halaman 53).

Salah satu yang cukup menarik dalam buku ini – sekaligus yang cukup menggelikan – adalah saat Obama mengisahkan bagaimana kakek dan neneknya sangat sibuk membantu persiapan Ann Dunham dan Obama Junior pindah ke Indonesia.

“Toot (yang artinya Tutu atau dalam bahasa Kenya diartikan sebagai panggilan kepada Nenek) masih saja bersikeras agar kami membawa koper yang penuh dengan perbekalan tang, susu bubuk, berkaleng-kaleng sarden. “kau tak pernah tahu mereka itu makan apa,” ujarnya tegas. Ibuku menghela napas, namun Toot memasukkan beberapa kotak permen agar aku lebih membelanya daripada Ibu (termuat dalam halaman 54).

Dan di bagian berikutnya dalam buku ini yang sangat menarik adalah saat Obama menceritakan juga bahwa semasa ia tinggal di Indonesia ini, ia pernah dibuat sampai benjol dilempar oleh teman mainnya yang bercurang curang. Akibat kejadian yang sangat tidak adil pada anak tirinya itu, Lolo Soetoro mengajarkan kepada Obama kecil cara melindungi diri dengan belajar atau latihan TINJU.

https://i0.wp.com/www.hawaiimagazine.com/images/content/Obama_bids_farewell_to_grandmother/Obama2sp.jpg

Photo : Obama di South Shore, Oahu, Hawaii

Presiden Obama juga menyebutkan bahwa salah satu barang bawaan kesayangannya sebagai kandidat Presiden Amerika adalah foto tebing di South Shore, Oahu, Hawaii, tempat abu ibunya di tebarkan.

Jika seorang anak, secara tulus mengenang ibu yang melahirkan dirinya, maka itu adalah sesuatu yang sangat amat wajar dan manusiawi.

Tetapi kita yang berada di Indonesia, kadang kala terlambat atau bahkan enggan untuk mengenang dan tulus memberikan penghargaan kepada pihak lain yang sesungguhnya berjasa secara nyata.

Stanley Ann Dunham berjasa pada Indonesia.

Ann memang tidak berjasa secara lahiriah pada elite-elite politik Indonesia di zamannya.

Ann juga tidak berjasa pada panggung-panggung kekuasaan di Indonesia.

http://brianakira.files.wordpress.com/2008/06/stanley-soetero-obamas-mother-helping-the-poor-brown-folks1.jpg

Photo : Ann Dunham akrab dan rajin mengunjungi para pengrajin di pedesaan

Jasa Ann, terasa nyata justru pada orang-orang kecil, pada akar rumput dan pada kalangan miskin yang hina, tak berdaya dan sungguh terpinggirkan oleh tangan-tangan kekuasaan di Indonesia.

Ketika penguasa di Indonesia secara arogan dan sombong mengabaikan dan meminggirkan betapa mendesak untuk secara nyata memperhatikan, menolong, mengurus dan membantu rakyat kecil di desa-desa, pedalaman-pedalaman dan di berbagai pelosok daerah di Indonesia, Ann Dunham justru melakukannya secara tulus dan NYATA.

Rakyat kecil di desa-desa, di pedalaman-pedalaman dan di berbagai pelosok daerah di Indonesia — yang pernah mengenal secara langsung dan ditolong oleh Ann Dunham — tentu menempatkan dan menyimpan nama Ann di dasar hati serta memori diri mereka secara istimewa.

Mereka mengenang Ann Dunham, bukan karena Ann Dunham adalah ibu dari seorang Presiden Amerika.

Photo : Ann Dunham di Lombok (NTB)

Mereka mengenang Ann Dunham karena belasan atau puluhan tahun yang lalu, perempuan kelahiran Kansas 29 November 1942 ini pernah menjadi bagian dari lembaran kehidupan mereka yang pedih, perih dan serba berkekurangan pada potret-potret kemiskinan yang seakan sudah menjadi pemandangan standar di Indonesia.

Jadi kalau sekarang, sebagian orang mencoba mengenal dan mengenang Ann Dunham — hanya karena faktor keberadaan Ann Dunham sebagai Ibu dari Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama — maka  semua itu hanyalah fatamorgana.

Sia-sia.

Kenang, Kenanglah Stanley Dunham, sebagai pejuang kemanusiaan di Indonesia.

Ann Dunham memang pejuang kemanusiaan bagi orang-orang kecil, rakyat yang miskin, kaum perempuan yang tak berdaya dan tersakiti serta akar-akar rumput yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

Ann Dunham adalah pejuang kemanusiaan tanpa tanda jasa.

Itulah sebabnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak perlu repot-repot dan sok berbaik hati ingin menganugerahkan BINTANG TANDA JASA kepada sosok Stanley Ann Dunham.

Seperti yang disampaikan Menteri Perikanan & Kelautan Fadel Muhammad saat secara “mendadak” ingin sekali berbicara dan ingin membuka Seminar Internasional Ann Dunham Soetoro & Ekonomi Kerakyatan (18/3/2010 lalu), Presiden SBY sedang “mempertimbangkan” agar pada saat Jamuan Makan Malam Kenegaraan saat kunjungan Presiden Obama ke Indonesia maka Presiden SBY atas nama PEMERINTAH INDONESIA akan menganugerahkan BINTANG TANDA JASA kepada Stanley Ann Dunham.

Tetapi ternyata angan-angan dan ambisi Presiden SBY itu kandas.

Sebab Gedung Putih sudah secara resmi mengumumkan bahwa Presiden Barack Obama menunda kembali untuk yang kedua kalinya rencana kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Penundaan pertama dilakukan bulan November 2009 lalu.

Penundaan kunjungan kenegaraan Presiden Obama itu lebih disebabkan karena Presiden Obama memang harus berkonsentrasi pada proses legislasi RUU Kesehatan (Health Care Reform) yang akan di voting pada akhir pekan ini. PEMERINTAH INDONESIA juga tidak perlu repot-repot paduan suara untuk membela diri dan menyelamatkan muka.

Ada yang ngoceh, penundaan ini bukan karena masalah terorisme.

Ada yang juga yang mengatakan bahwa penundaan ini justru karena saran Presiden SBY.

Elite-elite pemerintah ini seakan bermulut besar semua dan terkesan kalap untuk menyelamatkan muka.

Bikin malu saja !

Kalau memang Presiden SBY yang sangat ambisius memanfaatkan jasa-jasa Stanley Ann Dunham untuk dipamerkan di hadapan Presiden Obama ini menyadari pentingnya kerjasama dengan Amerika Serikat maka lakukanlah dulu hal-hal penting yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

Kurangi angka kemiskinan dan jangan buat rakyat yang miskin ini menjadi tambah MISKIN !

Tidak usah repot-repot memamerkan batik koleksi Ann Dunham semasa hidupnya, dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Tidak usah repot-repot memerintahkan POLRI untuk agresif dar der dor sana dar der dor sini atas nama penanganan terorisme.

Tidak usah repot-repot mau mengekspolitasi peran dan jasa Stanley Ann Dunham semasa mengabdikan dirinya secara total di Indonesia sebagai aktivis, peniliti dan pejabat organisasi internasional yang berpengaruh di Indonesia.

Sebab Stanley Ann Dunham sudah dari dulu dan sudah lebih dulu dianuheragi gelar pahlawan kemanusiaan di hati rakyat kecil yang tak berdaya — yang dulu secara terus menerus diperhatikan, ditolong, dibantu, dibela dan diberdayakan oleh Ann Dunham.

Pahlawan kemanusiaan tanpa tanda jasa ini, tidak membutuhkan BINTANG TANDA JASA dari Presiden SBY.

https://i0.wp.com/i530.photobucket.com/albums/dd341/samosa13/animation58jr.gif

Yang pasti diinginkan oleh Ann Dunham adalah bela, perhatikan, tolong, berdayakan dan cintailah rakyat kecil itu secara nyata dan tak berkesudahan.

Yang pasti diinginkan oleh Ann Dunham adalah berikan pengabdian yang terbaik dan totalitas dalam melayani orang-orang kecil yang tak berdaya — yang hidupnya penuh kehampaan, kemiskinan dan kemelaratan.

Ia pasti tidak butuh TANDA JASA yang formal dan penuh sarat dengan kepentingan politik negara (Indonesia).

Ia pasti tidak butuh TANDA JASA yang mendadak hendak diberikan — hanya karena ingin mencari muka dan terkesan sok perhatian kepada sosok Ann.

Tirulah hal baik yang sangat membanggakan,  yang dulu pernah dilakukan Ann Dunham di Indonesia.

Tirulah hal-hal yang sangat manusiawi, yang dulu pernah dilakukan Ann Dunham di Indonesia.

Sebab Stanley Ann Dunham, — sekali lagi, adalah benar seorang Pejuang Kemanusiaan Tanpa Tanda Jasa.

Terimakasih Ibu Ann, untuk cinta, pengorbanan dan pengabdian anda yang sangat menyentuh hati untuk Indonesia. Untuk rakyat kecil yang sampai sekarang mengingat dan mengenang anda secara di tulus di desa-desa, di pelosok-pelosok dan di berbagai pedalaman Indonesi.

Sungguh, kami berterimakasih Ibu Ann.

(MS)

April 13, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Kenanglah Ann Dunham Obama, Pahlawan Kemanusiaan Tanpa Tanda Jasa