Katakamidotcom News Indonesia

Kemenangan Itu Kembali Berpihak Pada Obama Lewat Health Care Reform

Jakarta 21/3/2010 (KATAKAMI) Wow. Bukan Barack Hussein Obama namanya, kalau tidak menjadi NEWSMAKER. Presiden ke 44 Amerika Serikat ini mengulangi kembali kemenangannya yang gemilang di panggung perpolitikan Amerika.

Setelah menang secara mengagumkan dalam Pemilihan Umum Presiden (Presidential Election) tahun 2008 lalu. Lalu disambung dengan kemenangannya meraih NOBEL PERDAMAIAN pada bulan Desember 2009.

Kali ini, Obama meraih kemenangan sangat mengejutkan dan benar-benar bersejarah untuk yang ketiga kalinya.

Kemenangan yang tidak kalah dasyatnya bagi Obama adalah saat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika dibawah pimpinan Nancy Pelosi meloloskan Rancangan Undang Undang (RUU) Layanan Kesehatan atau Health Care Reform lewat sebuah proses VOTING pada Minggu (21/3/2010) malam waktu setempat atau Senin (22/3/2010) pagi waktu Indonesia.

RUU Layanan Kesetanan (Health Care Reform) ini sangat memihak dan begitu berdaya guna sangat tinggi untuk membantu kalangan masyarakat yang tak mampu dalam bidang pelayanan kesehatan mereka.

Padahal dulu, RUU Layanan Kesehatan ini sempat diperjuangkan oleh Presiden Bill Clinton dan kandas.

Sejak awal, Kubu Demokrat mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan 216 suara yang dibutuhkan untuk lolosnya RUU itu setelah Gedung Putih memenangkan dukungan para pemimpin Demokrat yang anti-aborsi dengan (ditukar) jaminan Obama yang akan menerbitkan Keputusan Presiden yang memperkuat larangan menggunakan penggunaan anggaran pemerintah untuk aborsi.

Kongres yang dikendalikan oleh Partai Demokrat membuka kemenangan besar bagi Presiden Barack Obama dengan meloloskan rancangan undang-undang layanan kesehatan yang mendukung perluasan perawatan kesehatan bagi jutaan warga AS yang tidak dilindungi oleh asuransi.

Rancangan undang-undang layanan kesehatan ini pada dua bulan lalu sempat diragukan akan bisa lolos.

Tetapi sekarang dengan lolosnya Rancangan undang-undang ini, maka akan terbuka peluang bagi penertiban dari penyalahgunaan yang selama ini dilakukan oleh sejumlah perusahaan asuransi AS.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0auYgr53sbbYO/610x.jpg

Text of White House Executive Order on Abortion

“RUU ini akan lolos. Kami akan melewati (kebutuhan suara) 216,” kata anggota DPR Bart Stupak, pemimpin kelompok anti-aborsi kepada wartawan mengumumkan kesepakatannya dengan Gedung Putih.

Stupak, yang mengumumkan pernyataannya itu bersama enam orang anggota DPR lainnya yang anti-aborsi, menyatakan bahwa dia puas atas Kepres dari Obama yang akan menjadi regulasi bahwa larangan penggunaan anggaran pemerintah federal untuk aborsi tidak akan berubah dengan keluarnya UU Kesehatan.

“Sejak awal Presiden telah menyatakan bahwa reformasi asuransi ini tidak boleh menjadi forum yang menciptakan preseden legislasi yang berlarut-larut,” kata Direktur Komunikasi Gedung Putih Dan Pfeiffer yang menyampaikan Kepres itu.

Kesepakatan ini keluar setelah dua hari negosiasi yang alot dengan Stupak dan kubu anggota DPR yang belum menentukan sikap (dalam RUU Kesehatan) di tengah kebutuhan 216 suara yang dibutuhkan DPR untuk mengesahkan RUU itu, melawan suara solid kubu Republik.

Legislasi ini akan menjadi perubahan yang paling menghanyutkan dalam sistem layanan kesehatan AS yang bernilai 2,5 triliun dolar AS pada beberapa dekade terakhir ini.

UU baru ini juga akan memperluas lingkup perlindungan kesehatan untuk jutaan orang yang tak berasuransi dan melarang perusahaan asuransi menolak menjamin sejumlah kasus kesehatan tertentu.

Kali ini, Barack Obama yang memenangkannya lewat proses voting yang sangat tipis bedanya.

Kubu Demokrat memperoleh 219 suara.

Dan Kubu Republik memperoleh suara 212.

Sehingga wajar, ketika dalam pesan singkat lewat jejaring sosial TWITTER, akun atas nama Barack Obama langsung mengirimkan ungkapan yang sama (seperti saat mengikuti Presidential Election dulu) yaitu YES, WE CAN !

Perjuangan meloloskan RUU Layanan Kesehatan inilah yang menjadi dasar pemikiran dan latar belakang keputusan Presiden Obama menunda jadwal kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Guam dan Australia.

Kritikan bermunculan bahwa seolah Obama terlalu mudah untuk menunda. Lalu untuk menyelamatkan muka, pihak Pemerintah Indonesia terkesan sesumbar bahwa penundaan kunjungan kenegaraan Presiden Obama untuk yang kedua kalinya ini adalah atas saran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baik amat, kalau misalnya mau memberikan saran penundaan begitu kepada Presiden Obama.

Kalau memang benar memberikan saran penundaan, mengapa tercetus dari mulut salah seorang menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yaitu Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad yang mendadak ingin jadi keynote speaker (pembicara utama) dalam Seminar Internasional Ann Dunham Soetoro & Ekonomi Kerakyatan – yang berlangsung Kamis 18 Maret 2010 lalu – bahwa Presiden SBY sedang mempertimbangkan untuk memberi penghargaan khusus kepada ibunda Presiden Obama (Ann Dunham Soetoro) atas jasa-jasanya kepada Indonesia.

Menurut Fadel Muhammad, penghargaan untuk ibunda Presiden Obama itu akan disampaikan secara simbolis di hadapan Presiden Obama saat jamuan makan kenegaraan di Istana Negara pada Rabu (23/3/2010) malam.

Tapi ternyata, rencana kunjungan kenegaraan itu ditunda.

Pastilah kini, Presiden Obama dan seluruh Kubu Partai Demokrat berlega hati karena ganjalan terberat pada pihak mereka selama setahun terakhir ini bisa meraih kemenangan sangat mengejutkan.

( VIDEO : I’M HERE FOR …. )

“I’m here because of  My Mom”.

“I’m here because of Natoma”.

Natoma adalah salah seorang warga Amerika yang berkirim surat kepada Presiden Obama untuk menceritakan tentang beban kehidupannya terkait masalah kesehatan.

Inilah kalimat-kalimat yang menjadi iklan layanan sosial dari pihak Gedung Putih dan Kubu Demokrat tentunya yaitu I’m here for …”

Bukan secara khusus ditujukan Presiden Obama kepada Sang Bunda yaitu Stanley Ann Dunham Soetoro yang memang meninggal dunia karena sakit kanker indung telur pada tahun 1995 lalu.

Dulu, Ann Dunham Soetoro memang sempat terbelenggu oleh beratnya beban membayar biaya pengobatan dalam sakit panjangnya yang berakhir pada pintu kematian.

Presiden Obama berbicara dan gigih memperjuangkan RUU Layanan Kesehatan (Health Care Reform) ini untuk banyak ibu, banyak anak, orangtua dan rakyat Amerika yang memang tidak berkemampuan untuk membayar biaya kesehatannya.

Seperti dalam sebuah ungkapannya, Presiden Obama mengatakan, “ Dont do it for me. Dont do it for Democrat. Do it for American People”.

Obama hanya ingin melakukan apa yang bisa ia lakukan dalam masa kekuasaannya untuk kemanusiaan.

Barangkali, sekarang ini masih agak sulit diterima oleh sebagian elite dan politisi Amerika bahwa pajak mereka akan tersubsidikan kepada orang-orang sakit yang tak berdaya membayar biaya kesehatannya.

Nanti satu waktu, apa yang diperjuangkan oleh Presiden Obama ini baru bisa dipahami dan diakui sebagai sesuatu yang berguna bagi kemanusiaan.

Obama adalah kisah tentang seorang anak manusia yang diantarkan oleh babak demi babak dalam kehidupannya kepada gerbang demi gerbang kemenangan.

Dari kemenangan yang satu, jejak kaki Obama melangkah terus menuju gerbang gerbang kemenangan berikutnya.

Semoga setiap tujuan dari langkah kaki Obama dalam masa kekuasaannya ini, memang selalu untuk kepentingan yang baik.

Baik untuk kemanusiaan. Baik untuk kehidupan.

Tuhan begitu baik, memberikan keajaiban-keajaiban dan kebaikan-kebaikan, untuk seorang Obama.

Miracle.

Ya, keajaiban yang terwujud atas dasar kebaikan Tuhan ini, memang sudah sepantasnya dipersembahkan oleh Presiden Obama pada masa kekuasaannya ini dengan selalu mengedepankan kepentingan bangsa, negara dan rakyat yang dicintai serta mencintainya.

Congratulations Barry !

Yes, You Can !

(MS)

April 13, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: