Katakamidotcom News Indonesia

Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Wawancara Eksklusif BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen Gories Mere

Jakarta 29/3/2010 (KATAKAMI)  Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan agar Bambang Hendarso Danuri (BHD) lulusan Akpol Angkatan 1974 yang menjadi pengganti Jenderal Sutanto (Angkatan 1973) sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), BHD secara pribadi tak pernah sedikitpun menyangka akan menjadi Tri Brata 1.

Prosesi pergantian orang nomor satu di tubuh Polri ini berlangsung sangat aman dan lancar.

Semua itu tentu berkat kerendahan hati Jenderal Sutanto yang memberikan dan memudahkan jalan kepada juniornya ini untuk naik tanpa ada guncangan atau hambatan dari kalangan internal Polri.

Suksesi kepemimpinan dari Sutanto yang pembawaannya sangat amat tenang ini kepada BHD berlangsung dengan elega di tahun 2008 lalu.

Satu hal yang cukup menarik dari peristiwa suksesi Tri Brata 1 ketika itu adalah Sutanto dan BHD sama-sama dalam suasana ulang tahun saat melepas atau menerima jabatan penting itu.

Sutanto berulang tahun tanggal 30 September (1950) dan BHD berulang tahun tanggal 10 Oktobber (1952).

Upacara pelantikan Kapolri baru di Istana Kepresidenan tanggal 30 September 2008 — bertepatan dengan ulang tahun Sutanto.

Sedangkan serah terimajabatan atau sertijab antar kedua Jenderal ini di Mako Brimob Kelapa Dua(Depok)  tanggal 9 Oktober 2008 — sehari sebelum BHD merayakan ulang tahunnya –.

Photo : Mantan Kapolri Sutanto yang kini bertugas sebagai Kepala BIN

Ketika itu, Jenderal Sutanto memberikan contoh dan teladan yang sangat membanggakan bahwa ia memasuki masa purna bhakti dengan sangat siap dan benar-benar berlapang dada.

“Saya memang sudah saatnya pensiun. Tidak ada yang ganjil dari pergantian ini. Semua baik-baik saja” demikian dituturkan Jenderal Sutanto kepada KATAKAMI.COM saat mewawancarainya secara EKSKLUSIF di kediaman dinas Kapolri Jalan Pattimura Jakarta Selatan (1/10/2008).

Kini, mantan Kapolri ini menempati tugas barunya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

Sementara itu saat ditunjuk Presiden SBY sebagai Kapolri baru tahun 2008 lalu, BHD – yang ketika itu masih berpangkat Komisaris Jenderal dan menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri – mengungkapkan bahwa jabatan baru yang diterimanya sebagai Kapolri adalah sebuah amanah yang samasekali tidak diduganya.

Hal itu disampaikan BHD saat menerima KATAKAMI.COM di ruang kerjanya pada bulan Oktober 2008.

Kini, yang menarik untuk dicermati adalah kapankah akan dilakukan pergantian jabatan Kapolri baru dan siapa yang dianggap pantas menjadi Kapolri baru ?

Sebelum menjawab pertanyaan, kapankah akan dilakukan pergantian jabatan Kapolri baru maka pertanyaan yang lebih tepat disampaikan saat ini adalah sudah saatnya kah Jenderal BHD diganti ?

Waktu yang akan terus berjalan dan tanpa kita sadari sang waktu akan mengantarkan kita pada putaran-putaran masa yang terbaik.

Bila kita menggunakan jari tangan untuk menghitung, maka tidak akan lama lagi Jenderal BHD akan memasuki masa purna bhakti (pensiun) yaitu per tanggal 1 November 2010.

Photo : Sutanto & BHD saat sertijab (9/10/2008)

BHD akan pensiun persis di saat ia berulang tahun tanggal 10 Oktober 2010.

BHD memiliki Nomor Registrasi Pokok (NRP) 5210 yang artinya dilahirkan bulan Oktober 1952.

Tetapi secara administrasi, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku maka BHD akan pensiun terhitung per tanggal 1 November 2010.

Hitung-hitungan pensiun di Polri adalah seperti itu yaitu per tanggal 1 pada bulan berikutnya.

Saat nanti ia memasuki masa pensiun, persis 2 tahun BHD menjabat sebagai Kapolri yaitu periode Oktober 2008 – Oktober 2010.

Yang ingin disampaikan disini adalah BHD perlu diberi kesempatan dan dibiarkan untuk tetap melanjutkan tugas-tugasnya sebagai Kapolri sampai memasuki masa pensiun nanti.

Biarkan ia bertugas sebaik-baiknya sebagai bagian dari pengabdian terbaik kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Tidak ada yang perlu dikuatirkan dan tidak ada yang perlu di utak-atik dari masa penugasan seorang BHD sebagai Kapolri.

Kuatnya hantaman dan beratnya beragam permasalahan yang bolak-balik menerpa POLRI secara institusi, biarkan mereka selesaikan sesuai kebijakan Sang Pimpinan secara tegas setegas-tegasnya.

Photo : BHD saat menjalani Fit & Proper Test di Komisi III DPR (2008)

BHD yang berpembawaan kalem ini, cenderung memilih sikap diam jika institusi yang dipimpinnya sedang diterpa gelombang-gelombang dan badai-badai yang kuat dari semua penjuru angin.

Ia tegas tetapi seringkali ketegasan itu tidak ditunjukkannya secara frontal kepada publik – terutama kepada media massa –.

Jangan mengira bahwa BHD menutup mata dan telinga terhadap kritikan apapun yang dilontarkan semua pihak.

BHD merespon tetapi yang ia utamakan adalah pembenahan dan penertiban ke dalam.

Ia seringkali dianggap terlalu “sabar” oleh kalangan internalnya jika ada perwira tinggi POLRI yang patut dapat diduga bikin atraksi sendiri dengan seribu satu macam ulah.

Sumber KATAKAMI di Mabes Polri mengatakan bahwa BHD adalah tipikal pemimpin yang santun dan penuh maaf.

Sepintar apapun cara jurnalis mengorek dan menggali informasi yang sangat “rahasia” jika ada isu-isu kontroversial, BHD tetap mampu menyimpan semua informasi yang hanya boleh diketahui oleh kalangan internalnya.

Sebab tak semua rahasia negara, harus dibeberkan secara obral ke media massa.

BHD lebih memilih untuk membereskan ke dalam internalnya dengan kebijakan-kebijakan yang ia tetapkan untuk membereskan masalah demi masalah.

Lalu, jika memang BHD harus diganti saat memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang, siapakah calon pengganti yang pantas ?

Photo : Kapolri BHD melantik Komjen Jusuf Mangga menjadi Wakapolri (6/1/2010)

Wawancara Eksklusif Komjen Jusuf Mangga : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

Kesempatan pertama tentu harus melirik pada figur Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani – lulusan Akpol Angkatan 1975 –.

Jusuf Mangga yang memiliki NRP 5302 ini adalah figur yang memang sangat pantas untuk dipertimbangkan Presiden SBY untuk menggantikan Jenderal BHD sebagai Kapolri.

SBY tak perlu repot-repot dan tak perlu pusing-pusing mencari nama kandidat Kapolri.

Sebab nama yang tercepat dan terbaik dipertimbangkan adalah Komjen Jusuf Manggabarani.

Perwira Tinggi yang satu ini adalah sosok yang lurus, bersih rekam jejaknya sebagai aparat penegak hukum, jujur dan tegas.

Tak jelas, kapan Jusuf Mangga sedang memiliki suasana hati yang sedang bergembira karena nyaris setiap hari ia tampil dengan wajah yang tanpa ekspresi.

Cara berbicaranya kaku dan dingin.

Tapi sesungguhnya, ia bisa berkelakar.

Sumber KATAKAMI.COM di Mabes POLRI menceritakan bahwa Kapolri BHD bisa sampai tertawa terpingkal-pingkal kalau sedang mendengarkan Wakapolri Jusuf Mangga melontarkan lelucon-lelucon yang kocak.

Selain nama Jusuf Manggabarani, nama lain yang juga bisa menjadi salah satu alternatif adalah Kabareskrim Komjen Ito Sumardi.

Lulusan Akpol Angkatan 1977 ini, tak bisa disepelekan keberadaannya.

Ia juga pantas di jagokan sebagai kandidat Kapolri menggantikan BHD tetapi jangan coba-coba menanyakan itu kepada Ito.

Sebab ia pasti akan menolak untuk menjawab karena bagi Ito tabu untuk berbicara soal ambisi.

Photo : Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi

“Saya tidak mau berandai-andai. Sebagai Kabareskrim, saya akan mengawal Pak Kapolri sampai beliau selesai bertugas” demikian diungkapkan Ito Sumardi secara EKSKLUSIF kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah percakapan di ruang kerjanya di Bareskrim Polri.

Mari kita hormati semua tatanan dan komposisi struktur organisasi dalam tubuh POLRI ini.

SBY juga tak perlu mencla mencle dalam urusan POLRI.

Jangan pura-pura sibuk, pura-pura tak mau tahu atau pura-pura tak menggubris, jika Institusi POLRI sedang diterpa badai.

Sebab badai demi badai yang menimpa POLRI, erat kaitannya dengan kemampuan SBY dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara.

Jangan menggunakan Institusi POLRI untuk kepentingan-kepentingan sesaat atau kepentingan-kepentingan politis yang ujung-ujungnya hanya akan merusak POLRI secara institusional.

Intinya, SBY jangan macam-macamlah !

Biarkan POLRI menjadi Institusi yang secara terus menerus dan konsisten melaksanakan tugas-tugas mereka secara profesional dan proporsional.

Photo : Gus Dur yang dikenal dengan celetukan “Gitu Aja Kok Repot”

Meniru ungkapan yang dulu sangat sering diucapkan Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yaitu “GITU AJA KOK REPOT !”

Iya betul, “GITU AJA KOK REPOT” !

Jangan biarkan POLRI tersandung, terantuk, terbentur dan terpaksa berhadap-hadapan dengan permasalahan atau situasi-situasi yang disebabkan oleh perilaku yang tidak bijak dari penguasa.

POLRI dicintai oleh rakyat Indonesia.

Jadi janganlah cinta dari rakyat Indonesia ini dikhianati atau dilukai.

Tunjukkanlah kepada rakyat bahwa POLRI bisa mereformasi dan menjauhkan diri mereka dari segala sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran, keadilan dan hukum.

Tak usah ada yang kasak-kusuk di belakang layar untuk menjadikan dirinya sebagai pahlawan kesiangan.

Dan jangan juga ada yang melakukan atraksi-atraksi siluman karena berspekulasi bisa memanfaatkan situasi untuk menyodok ke kursi Tri Brata 1.

Kekuasaan memang bisa membuat mata manusia kerdil menjadi silau.

Kekuasaan memang bisa membuat pribadi rapuh menjadi kalap.

Ini berlaku untuk manusia manapun yang orientasi kehidupannya hanya mengejar kekuasaan demi kekuasaan sehingga menghalalkan semua cara.

Seperti kata Gus Dur, “GITU AJA KOK REPOT !”

Tak usah repot-repotlah, mengguncang-guncang institusi POLRI untuk membidik kursi-kursi pucuk pimpinan yang bergelimang kekuasaan dalam internal kepolisian.

Kekuasaan duniawi ini memang hanyalah sebuah amanah dari Tuhan.

(MS)

April 15, 2010 - Posted by | news | , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: