Katakamidotcom News Indonesia

Megawati Sentil Century, SBY Jangan Asal Comot Calon Kapolri

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Komjen Jusuf Manggabarani Tak Ingin Ingkari Kebenaran & Terus Lakukan Yang Terbaik


Jakarta 9/4/2010 (KATAKAMI)  Siapa sih yang tak mau jadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri ?

Jabatan Kapolri yang dikenal juga dengan sebutan Tri Brata 1 ini memang merupakan jabatan maha istimewa bagi kalangan aparat negara berseragam coklat.

Sehingga untuk bisa mencapainya, patut dapat diduga akan ada saja trik-trik, manuver-manuver dan akal busuk untuk bisa mencaplok jabatan Tri Brata 1 ini. Bagaimana caranya untuk bisa menggulingkan dan menggeser Jenderal Bambang Hendarso Danuri dengan cara tercepat dan terlegal menurut aturan serta ketentuan yang berlaku ?

Bagaimana caranya agar sejumlah Perwira Tinggi Polri yang menjadi “THE RISING STAR” di jajaran Bayangkara Negara ini tak dilirik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – agar dirinyalah yang dianggap paling ideal menjadi Kapolri atau TB 1 — ?

Bagaimana caranya agar media massa terpesona dan jatuh hati pada sosok tertentu agar terbangun opini publik bahwa dirinya yang paling pantas mendepak nama Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan siapapun yang paling pantas menggantikan (yang notabene saat ini termasuk dalam jajaran pejabat teras Polri) ?

Bagaimana caranya agar bisa bermuka tanpa dosa dan terlihat begitu mumpuni dimata masyarakat agar seolah-seolah hanya dirinyalah yang paling bersih di kalangan polisi-polisi di republik ini ?

Bagaimana caranya agar politik mercu suar yang diterapkan berbuah mukjizat yaitu dengan cara memuntahkan amunisi-amunisi perang terbuka di atas permukaan untuk diketahui rakyat Indonesia bahwa POLRI adalah sebuah institusi yang bobrok, kotor, liar dan tak bermoral ?

http://sovira12.files.wordpress.com/2009/05/sby-retouch-besar.jpg

Megawati Soekarnoputri : Hati Saya Perih Dicurangi

Orang pertama yang perlu disadarkan disini tentang apa, siapa dan bagaimana figur Kapolri yang paling pantas menggantikan Kapolri Jenderal BHD adalah Presiden SBY.

Sebab seorang Kepala Negara (berdasarkan Undang Undang) memiliki hak prerogatif untuk memilih, menunjuk dan menentukan kandidat atau calon Kapolri untuk diajukan ke Parlemen – yang kemudian akan di seleksi di Komisi III DPR-RI yang membidangi masalah Hukum – sebab calon yang diajukan itu wajib mendapat persetujuan dari DPR-RI.

Presiden SBY jangan sekali-sekali mengulangi lagi kesalahan di masa lampau yaitu memberikan harapan-harapan kosong kepada perwira tinggi manapun untuk menjadi pucuk pimpinan di instansi semacam TNI atau POLRI.

Presiden SBY jangan melupakan kesalahan fatal yang pernah dilakukannya terhadap Jenderal Ryamizard Ryacudu yang ketika itu menduduki jabatan sangat strategis sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Sekitar bulan November 2004, Jenderal Ryamizard Ryacudu pernah dipanggil dan diundang bertemu dengan Presiden SBY di Istana Kepresidenan.

Dalam pertemuan pribadi di Istana Kepresidenan itu, Presiden SBY memeluk dan mengatakan kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu bahwa SBY akan memilih Ryamizard sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.

Photo : Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu

Seusai pertemuan dengan Presiden SBY, Ryamizard menghubungi Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata (yang ketika itu masih bekerja sebagai wartawan Radio Voice Of America).

Dalam pembicaraan di telepon itulah, Ryamizard menceritakan bahwa SBY sudah menyampaikan niatnya untuk memilih Ryamizard sebagai Panglima TNI.

Tapi apa yang terjadi ?

Istana Kepresidenan – khususnya Presiden SBY – dengan sangat sengaja menggantung nasib Jenderal Ryamizard Ryacudu yang merupakan Jenderal berbintang 4 di dalam organisasi TNI Angkatan Darat.

Selama 1,5 tahun, Ryamizard diombang-ambing dalam penantian yang sangat menyakitkan hati terkait pencalonan sebagai Panglima TNI sebab Ryamizard-lah satu-satunya di seluruh dunia ini Jenderal AKTIF berbintang 4 yang di buat non job selama kurun waktu 1,5 tahun.

Kejam sekali.

Agar tidak terlalu kelihatan bahwa SBY hendak mematikan karier Ryamizard maka masa tugas Jenderal Endriartono Sutarto sebagai Panglima TNI diperpanjang selama 1,5 tahun.

Sampai akhirnya, SBY memilih rekan seangkatannya (sesama lulusan Angkatan 1973) yaitu Marsekal Djoko Suyanto untuk menggantikan Endriartono Sutarto menjadi Panglima TNI.

https://i0.wp.com/www.tni.mil.id/patriot/200603/giat_komando1.jpg

Photo : Marsekal Djoko Suyanto dilantik sebagai Panglima TNI

Kapolri Jenderal BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Komjen Jusuf Manggabarani : Tugas Kami Tingkatkan Kesejahteraan

Komjen Ito : Polri Tetap Tegar, Tanya Susno Apa Maksudnya


Dan secara kebetulan, Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata jugalah menjembatani “komunikasi tidak langsung” antara Jenderal Ryamizard Ryacudu dan Marsekal Djoko Suyanto saat pencalonan dilakukan hingga akhirnya Ryamizard menyampaikan pesan khusus kepada Djoko Suyanto.

Pesan itu berbunyi, “Sampaikan pada Djoko, gue tidak sakit hati. Gue dukung dia jadi Panglima TNI”.

Yang harus di ingat disini adalah tak semua Perwira Tinggi bisa sebaik, setenang dan sekuat Ryamizard dalam menerima kenyataan yang sangat amat pahit seperti ini.

Ryamizard hanya diam.

Tak pernah memprotes sikap yang sangat tidak elegan dari SBY.

Kalau memang tidak mau memilih Ryamizard, ya jangan menyampaikan janji-janji surga alias janji-janji palsu alias janji-janji kosong.

Level tertinggi dalam masalah kepangkatan – baik di TNI dan POLRI – adalah Jenderal berbintang 4.

Sejarah sudah mencatat bahwa kepada Jenderal berbintang 4 saja, SBY sudah berani dan terbukti pernah menyampaikan janji-janji surga alias janji-janji palsu alias janji-janji kosong.

Mengapa semua ini disinggung disini ?

Tidak lain karena Presiden SBY perlu diingatkan tentang perlunya menciptakan kondisi yang kondusif bagi institusi semacam TNI dan POLRI.

Hak prerogatif yang dimiliki oleh seorang Kepala Negara dalam memilih dan menentukan pejabat setingkat Kapolri dan Panglima TNI tidak bisa disalah-gunakan seenaknya saja.

Pilihlah figur yang sangat tepat dan memiliki rekam jejak yang tak ada cacat cela dalam bidang hukum, HAM dan norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Begitu juga dalam INSTANSI POLRI !

Jangan menganggap bahwa POLRI ini adalah sebuah lembaga yang bisa di utak-atik, di guncang-guncang dan di preteli sedemikian rupa untuk mengalihkan isu tertentu yang sangat kuat gaungnya kepada pihak penguasa.

https://i2.wp.com/www.kompas.com/data/photo/2009/07/09/3403402p.jpg

Photo : Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri

Mengutip pidato politik Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri beberapa hari lalu ialah PDI Perjuangan konsisten untuk terus mengkritisi dan mendorong penyelesaian KASUS CENTURY.

Bisa jadi, pidato politik Ibu Megawati ini adalah sebuah sindiran yang sangat tajam tentang raibnya isu soal CENTURY dari permukaan dan pemberitaan media massa sebulan terakhir ini.

Pidato politik Ibu Megawati ini memang setajam SILET dalam menyoal raibnya uang sebesar Rp. 6,7 Triliun.

Kembali kepada permasalahan siapa yang harus menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri atau TB 1 ?

Sebelum pertanyaan ini dijawab maka yang harus diingatkan (kembali) kepada Presiden SBY adalah masa pensiun Jenderal Bambang Hendarso Danuri hanya tinggal beberapa bulan lagi yaitu per tanggal 1  November 2010 mendatang.

BHD yang memiliki Nomor Registrasi Pokok (NRP) 5210 ini sebenarnya akan pensiun pada bulan Oktober 2010 tetapi secara ADMINISTRASI masa purna bhakti itu akan resmi berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya (dari bulan kelahiran yang bersangkutan).

https://i0.wp.com/thejakartaglobe.com/media/images/large/20091030182249587.jpg

Photo : Kapolri Jenderal BHD

Seperti yang sudah diterapkan SBY terhadap Mantan Kapolri sebelumnya yaitu Jenderal Polisi Sutanto yang diganti karena faktor PENSIUN maka hendaklah hal yang sama juga diberlakukan SBY terhadap BHD.

Biarkan BHD menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolri sampai memasuki masa purna bhakti yang hanya tinggal hitungan bulan saja.

Dan ada beberapa nama yang paling pantas untuk menggantikan Jenderal BHD yaitu Komjen Jusuf Manggabarani (Lulusan Akpol tahun 1975) atau Komjen Ito Sumardi (Lulusan Akpol Tahun 1977).

Komjen Jusuf Manggabarani saat ini menjabat sebagai Wakapolri.

Sementara Komjen Ito Sumardi saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal atau Kabareskrim Polri.

Merekalah yang saat ini menjadi THE RISING STAR dalam organisasi POLRI.

Merekalah yang kemilau dari kebintangannya bersinar untuk dilirik oleh Presiden SBY.

https://i0.wp.com/beritasore.com/news/wp-content/uploads/2010/02/Polri.jpg

Faktor terpenting untuk menjadi seorang PEMIMPIN adalah kemampuan yang tinggi dalam menjaga keutuhan atau soliditas POLRI.

Faktor selanjutnya yang sangat dibutuhkan adalah memiliki jiwa kepemimpinan atau LEADERSHIP yang sangat menonjol.

Tidak sesumbar keluar menyanyikan nada-nada sumbang yang menjatuhkan moral seluruh POLISI di republik ini.

Tidak membangkang dengan cara membeberkan ini dan itu kesana kemari tanpa henti dan sangat marathon sekali menyodok INSTITUSI yang sudah membesarkan selama ini.

Satu contoh kecil saja, hobi dari SBY sepanjang menjadi Presiden adalah menggelar rapat atau sidang-sidang kabinet yang dilakukan terus menerus.

Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata bisa mengatakan seperti ini karena memang memiliki pengalaman bertugas sebagai WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN selama kurun waktu 9 tahun yaitu periode 1999 – 2008.

Bayangkan kalau misalnya SBY mengundang pejabat Kapolri untuk hadir dalam sidang kabinet tetapi pihak yang diundang tidak mau hadir.

Bayangkan juga kalau pembangkangan itu justru disampaikan saja lewat SMS atau pesan singkat di BLACKBERRY alias BLACKBERRY MESSENGER (BBM).

“Saudara Ajudan, tolong sampaikan kepada Bapak Presiden saya tidak bisa hadir karena ada acara yang lebih penting dari sekedar sidang kabinet”.

Lalu, apakah SBY yakin kalau misalnya ia memilih nama calon Kapolri yang dianggap bisa  jadi “kuda hitam” di jajaran Polri maka sepanjang masa kekuasaan jilid 2 kabinet Indonesia Bersatu ini pihak Kepresidenan atau Keluarga Presiden tidak akan disentuh atau dibuka aibnya jika patut dapat diduga tersenggol dalam kasus-kasus tertentu ?

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/02/mabes-polri1.jpg

Pelajari karakter dan watak seseorang dalam menentukan jabatan yang akan diberikan.

Apakah pantas jika ada pejabat-pejabat yang hobi mendokumentasikan rahasia-rahasia negara – di saat ia menjabat —  untuk kemudian dibeberkan ke muka umum sesuai kepentingannya ?

SBY jangan bermain-main dengan masa depan Polri ( dan TNI ).

Biarkanlah INSTITUSI POLRI tumbuh dan berkembang menjadi sebuah INSITUSI yang profesional dan proporsional.

Pilihlah calon Kapolri yang terbaik dan bersih rekam jejaknya.

Menunggu memang pekerjaan yang sangat menjemukan sekali.

Tetapi demi kepentingan bangsa dan negara, maka tidak ada salahnya menunggu Jenderal BHD memasuki masa pensiunnya dalam hitungan beberapa bulan ke depan.

Salah seorang bawahan SBY yang sangat mengetahui seluk beluk POLRI adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Sutanto.

Tanyakan pada Sutanto, siapa dan bagaimana figur Komjen Jusuf Manggabarani dan Komjen Ito Sumardi.

Mintalah masukan-masukan dan pertimbangan-pertimbangan dari Sutanto yang merupakan Mantan Kapolri, apakah lebih baik Komjen Jusuf Manggabarani yang menjadi Kapolri atau Komjen Ito Sumardi.

http://klikkatakami.files.wordpress.com/2009/03/111-sutantooo6.gif

Photo : Mantan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto

Tanya dong pada Sutanto sebab dialah satu-satunya orang terdekat SBY yang tahu betul watak dan perangai dari setiap Perwira Tinggi Polri saat ini sebab Sutanto pernah memimpin POLRI selama 38 bulan.

Jadi, SBY jangan bertanya pada orang yang salah.

Dan jangan juga malu untuk bertanya sebab ada pepatah yang mengatakan, “MALU BERTANYA, SESAT DI JALAN”.

Seribu jalan menuju Roma, demikian kata pepatah lainnya.

Pasti akan ada saja cara dan jalan yang dilakukan bagi siapa saja yang ingin menjadi Kapolri tetapi tidak semua manuver-manuver kelas tinggi akan berhasil menjadi senjata pamungkas meraih jabatan.

Jadi jangan sampai Presiden SBY asal comot saja untuk didudukkan dalam jabatan sebagai Kapolri. Atau, jangan kumat memberikan janji-janji palsu untuk patut dapat diduga sekedar dimanfaatkan menciptakan kondisi DARURAT agar isu Century dialihkan ke isu-isu Pajak yang harus dibuat sangat MAK NYUS gaungnya.

Menunggu BHD pensiun, bukanlah sesuatu yang sulit.

Hanya tinggal beberapa bulan kok.

Setelah itu, liriklah Komjen Jusuf Manggabarani atau Komjen Ito Sumardi karena keduanya sangat menonjol jiwa kepemimpinan atau LEADERSHIP-nya.

Dan yang terpenting, keduanya memiliki rekam jejak yang baik.

(MS)

April 16, 2010 - Posted by | news | , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: