Katakamidotcom News Indonesia

Misteri Rahm Emanuel Mudik Ke Israel Sampaikan Undangan Obama Bertemu Netanyahu


Jakarta 29/5/2010 (KATAKAMI) Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat ini berada di Indonesia. Setelah dijamu makan malam oleh Wakil Presiden Boediono pada hari Jumat (28/5/2010), di hari Sabtu (29/5/2010) Presiden Abbas telah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan dalam pertemuannya dengan Presiden SBY,  dipastikan Palestina (melalui Presiden Mahmoud Abbas) mendapat bantuan Rp. 25 Miliar dari Pemerintah Indonesia.

Lain lagi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Setelah menyelesaikan kunjungannya di Perancis tanggal 27 Mei lalu, Bibi — panggilan dari PM Netanyahu — di akhir pekan ini sudah bergeser ke Kanada untuk memulai kunjungan kerjanya disana. Dari Kanada, Bibi akan menuju Amerika untuk memenuhi undangan pertemuan dengan Presiden Barack Hussein Obama.

Lalu rencananya tanggal 1 Juni 2010, Bibi akan bertemu dengan Presiden Obama.

Undangan Obama untuk Bibi disampaikan secara langsung oleh Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel yang “bertandang” ke tanah leluhurnya Israel untuk liburan keluarga yang dinyatakan sebagai kunjungan yang sangat pribadi.

Saat Bibi Netanyahu berangkat ke Perancis, Rahm Emanuel masih berada di Israel.

Kalau diilustrasikan seperti permainan catur (terkait perundingan dan perdamaian Timur Tengah), pion-pion catur ini acak-acakan posisinya tetapi tetap dalam satu slot permainan yang harus tetap diselesaikan agar tuntas menuju ke “happy ending”.

Tapi baiklah, yang ingin dibahas ini adalah rencana pertemuan Obama dan Netanyahu tanggal 1 Juni mendatang.

Obama memang politisi yang cerdik dan tampaknya sadar sepenuhnya bahwa ketegangan antara Amerika dan Israel beberapa bulan terakhir ini tidak bisa didiamkan serta dibiarkan terus menerus hingga berkepanjangan.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/08ys2z3bIOdtz/610x.jpg

Foto : Rahm Emanuel bertemu PM Netanyahu (26 Mei 2010)

Menyanyikan “Symphony Yang Indah” Untuk Obama & Netanyahu

Jangan Pojokkan Bibi Netanyahu & Israel, Carilah Solusi Demi Perdamaian

Jangan Biarkan Penawanan Atas Prajurit Gilad Schalit Menjadi Keabadian

Itikat Baik Israel Ditampik Hamas, Hei Bebaskanlah Gilad Shalit !


Adalah mustahil bagi seorang Presiden dari negara sebesar Amerika, “mengizinkan” seorang tangan kanannya yang sangat amat berpengaruh dan dipercaya luar biasa sekelas Rahm Emanuel untuk bisa berlibur bersama keluarga berhari-hari (bisa dibilang lumayan lama) di tanah leluhurnya di Israel sana.

Kalau boleh berbicara spekulasi, “misteri” mudiknya Rahm Emanuel ke Israel pastilah atas perintah Presiden Obama.

Rahm yang memang menjadi penasehat Obama, patut diacungi jempol dan benar-benar pantas mendapat penghargaan yang tinggi dalam memainkan peranannya menjembatani Sang Atasan yaitu Barack Obama kepada para pimpinan di Israel (terutama kepada PM Netanyahu).

Secara kasat mata, semua pihak akan melihat bahwa kepergian Rahm ke Israel memang untuk acara yang sangat pribadi yaitu keperluan keluarga.

Rahm memang keturunan Yahudi.

Tetapi misi pentingnya menyampaikan pesan Sang Presiden untuk mengundang PM Netanyahu datang ke Washington adalah sebuah tugas besar yang harus dilaksanakannya dengan sangat baik.

Mengingat relasi Obama dan Netanyahu memang boleh dibilang “sedikit bermasalah” pasca kunjungan Bibi Netanyahu ke Washington bulan Maret lalu yang terkesan dikecewakan dan disepelekan Obama.

Dan ternyata Rahm mampu menjalankan misi pentingnya kali ini dengan sangat amat baik sekali.

Foto : Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel

Rahm menunjukkan “kehebatannya” menjalankan misi “diplomatik” ala Gedung Putih (White House) yang cantik sekali terlihat di permukaan.

Dan dalam hitungan jam ke depan ini, Bibi Netanyahu dan Barack Obama akan segera bertemu.

Mampukah kedua pemimpin ini menahan ego masing-masing dan kembali ke titik awal persahabatan yang penuh pengertian, dukungan dan rasa kebersamaan yang berguna untuk melanjutkan proses perdamaian di Timur Tengah.

Bibi Netanyahu dan Barack Obama harus mampu mensinergikan visi dan misi mereka yang muaranya adalah merealisasikan perdamaian di Timur Tengah.

Banyak hal yang harus dilakukan jika Palestina dan Israel dituntut untuk mau saling berdamai.

PM Netanyahu sendiri sudah menyatakan saat ia berada di Perancis (27/5/2010) lalu bahwa pembicaraan damai antara Israel dan Palestina harus dilakukan secara langsung (tidak lagi melalui perantara).

Yang barangkali terabaikan dalam proses damai ini adalah Pihak Hamas yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Palestina secara keseluruhan.

Termasuk beragam provokasi dan keputusan Hamas untuk terus memenjarakan dan menawan prajurit (muda) Israel Gilad Shalit sejak ditangkap pada bulan Juni 2006 lalu.

Bagaimana mungkin Israel disuruh berdamai dengan Palestina, tetapi ada satu unsur didalam Palestina sendiri yang kerjanya melemparkan provokasi-provokasi kepada Pihak Israel sehingga seakan-akan Israel dipojokkan lewat trik FAIT ACCOMPLI.

Sebelum Israel memberikan respon atau tanggapan resmi, sudah dibombardir dengan seribu satu macam tekanan, desakan dan provokasi dari semua penjuru mata angin.

Sehingga untuk mempertahankan diri mereka, Israel memilih bersikap defensif. Sadar bahwa mereka “diserang dan ditekan” disana sini, Israel juga menjadi terlihat agresif mempertahankan diri mereka dengan cara yang menurut mereka pantas dan sah dilakukan demi martabat bangsa.

Dan sering kali, Israel juga menjadi sangat agresif dalam kontak-kontak senjata ke arah Gaza.

Hanya beberapa hari menjelang pertemuan Obama dan Bibi Netanyahu, situasi di perairan seputar Gaza juga memanas.

Israel melakukan blokade terhadap 3 Armada Kapal (diikuti 2 Kapal Kargo) yang datang dari arah Turki membawa sekitar 600 orang aktivis skala internasional dengan dalih hendak mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza.

Israel yang memang sangat “keras kepala” ini, tidak takut dengan gertakan seperti apapun.

Kapal-Kapal itu siap diusir oleh Israel.

Foto : PM Benjamin Netanyahu & Presiden Shimon Peres

Padahal kalau mau sedikit lebih “manis” dalam melakukan aksi kemanusiaan, mengapa tidak ditempuh jalur-jalur diplomasi tingkat tinggi yang memungkinkan semua bantuan kemanusiaan itu masuk ke Gaza tanpa harus memancing dan menghadapi perang terbuka ?

Mari semua pihak melihat Israel dengan hati yang bijaksana.

Jangan tendensius dan emosional.

Satu contoh kecil saja, sekitar bulan lalu saat putri (berusia sekitar 3 tahun) dari seorang Pejabat Hamas sakit keras dan harus menjalani operasi medis di Yordania, Israel mengizinkan rombongan Hamas yang membawa anak kecil itu untuk keluar dari Gaza.

Izin dari Israel ini keluar, atas campur tangan Pihak Kerajaan Yordania.

Menghadapi Israel, jangan dengan garang dan buas.

Menghadapi Israel, jangan dengan teriakan-teriakan kasar yang gaungnya mendunia penuh hardikan sangat sinis.

Sebab percayalah, semua gertakan yang garang dan buas tadi, tak akan mampu memaksa Presiden Shimon Peres, PM Netanyahu dan Pemerintahan Israel secara keseluruhan.

Sebagai sebuah negara yang berdaulat, Israel tentu tidak ingin mereka dipermalukan dan dianggap lemah di mata dunia bila harus tunduk pada gertakan-gertakan keroyokan seperti itu.

Presiden Shimon Peres, PM Netanyahu dan Pemerintahan Israel, pasti bisa diajak bicara dan berunding — jika kepentingannya untuk meloloskan bantuan kemanusiaan –.

Apa yang disyaratkan mereka, tidak ada salahnya di komunikasikan terlebih dahulu agar bantuan kemanusiaan itu mereka izinkan untuk masuk.

Tapi jangan tantang mereka dengan pola pertarungan adu mulut di berbagai media massa kelas dunia.

Dan Israel juga jangan terlalu egois sebab setiap kebijakannya yang sangat amat “keras” akan berdampak pada semakin buruknya posisi mereka di mata internasional.

 Semoga situasi di Perairan Gaza itu, tidak akan mengganggu dan merusak suasana pertemuan Presiden Obama dan PM Netanyahu tanggal 1 Juni mendatang.

Pertemuan ini sangat amat penting.

Foto : Presiden Barack Obama

Biar bagaimanapun, Amerika sebagai sebuah negara yang pengaruhnya teramat besar di kancah internasional, tak bisa lepas tangan pada proses perundingan damai antara Israel dan Palestina yang selama ini sudah dirintis.

Obama akan bertemu dengan Bibi Netanyahu tanggal 1 Juni.

Dan rencananya akan bertemu dengan Presiden Mahmoud Abbas tanggal 9 Juni.

Janganlah lagi, pertemuan-pertemuan ini hanya bersifat retorika saja yaitu sekedar bertemu, berjabatan tangan dan berbicara sekedarnya untuk “saling menekan”.

Tak bisa lagi dikatakan bahwa Amerika harus menekan Israel.

Sebaiknya istilah menekan, tidak dijadikan rumus tunggal bagi penyelesaian krisis perundingan damai di Timur Tengah.

Ajaklah Israel bicara secara rinci.

Jika satu topik mentok pembahasannya, maka lebarkanlah pembahasan itu kepada alternatif-alternatif lain yang memungkinkan berbagai perbedaan pandangan bisa menemukan solusi.

Jangan sodorkan secarik kertas yang berisi daftar tuntutan yang wajib dituruti Israel.

Lalu kalau bertemu dengan Palestina, di sodorkan juga daftar tuntutan yang wajib dituruti..

Kalau cara seperti itu yang ditempuh, sampai dunia ini kiamatpun akan sulit merealisasikan perdamaian itu.

PM Netanyahu ada benarnya, bagaimana mungkin perdamaian bisa diwujudkan jika perundingan damai itu terus menerus dilakukan secara tidak langsung.

Menurut Netanyahu, sudah saatnya perundingan Palestina dan Israel dilakukan secara langsung.

Tetapi yang harus di ingat oleh PM Netanyahu, jika perundingan langsung yang diinginkan Pihak Israel, adakah jaminan bahwa segala hal yang dirundingkan secara langsung itu tidak akan ditolak mentah-mentah oleh Israel ?

Perundingan langsung atau tidak langsung, semua ada konsekuensinya.

Tujuan utama dari perundingan itulah yang harus tetap diselamatkan oleh semua pihak agar tidak tenggelam dan lama kelamaan menjadi musnah di telan lautan kehidupan ini.

https://i2.wp.com/www.dw-world.de/image/0,,4712908_1,00.jpg

Foto : Presiden Obama, PM Netanyahu & Presiden Mahmoud Abbas

Semoga pertemuan Obama dan Bibi Netanyahu, tidak justru membuat hubungan antara Israel dan Amerika menjadi semakin tegang dan memburuk.

Justru sebaliknya, hubungan itu harus di kembalikan ke posisi semula yaitu hubungan yang memiliki relasi kuat, penuh pengertian dan rasa persahabatan yang sangat amat kuat.

Sebab dengan memiliki relasi yang sangat baik itulah, Amerika bisa dengan mudah “bicara” dengan Israel.

Jangan begini, jangan begitu, sebaiknya begini dan sebaiknya begitu.

Bayangkan kalau hubungan antar kedua negara ini sangat amat tegang, Amerika belum mengucapkan sepatah katapun … bisa jadi Israel sudah melengos dan buang muka.

Atau Israel bisa pura-pura menyimak, tetapi di belakang layar tidak menjalankan apa yang sudah disepakati.

Kepada Presiden Obama dan PM Netanyahu, berjabat-tanganlah sebagaimana layaknya sepasang sahabat yang saling membutuhkan dan siap memberikan segala pengertian demi persahabatan itu sendiri.

Hendaklah masing-masing memberikan senyuman yang indah dan pelukan hangat sebagaimana layaknya sepasang sahabat yang memiliki kedewasaan dan kematangan dalam memerintah dan dalam berpolitik.

Jangan adu ego.

Jangan adu argumen yang berkonotasi negatif.

Tersenyumlah.

Berjabatan tanganlah dengan erat.

Jangan ”mengaku bersahabat” tetapi realitanya tidak menunjukkan kesungguhan dan ketulusan dalam persahabatan yang sejati.

Mutual respect.

Mutual understanding.

Mutual benefit.

Ingatlah untuk saling menghargai, saling mengerti dan saling memberikan manfaat yang positif dalam hubungan antar negara yang berguna bagi banyak pihak.

Demi perdamaian itu sendiri, Obama dan Netanyahu harus mampu menunjukkan terlebih dahulu kepada “dunia” bahwa kedua pemimpin ini memang bisa berdamai.

Bagaimana mau mendamaikan Israel dan Palestina, kalau “sang juru damai” justru kesulitan menjalin relasi yang penuh damai dengan Israel “si anak nakal” yang kerap kali membuat banyak pihak pusing tujuh keliling atas sikap keras kepala mereka jika sedang memproteksi harga diri dan kedaulatan negara mereka.

Obama, peraih Nobel Perdamaian 2009 ini, tertantang oleh situasi saat ini untuk secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan membantu percepatan terwujudnya peta jalan menuju perdamaian (sejati) antara Palestian dan Israel.

Pertemuan 1 Juni, janganlah di sia-siakan — baik oleh Obama atau Netanyahu –.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/03thbeMdbG1iB/610x.jpg

Foto : Rahm Emanuel dan Zach putranya (berkaus ungu) saat di Israel (28 Mei 2010)

Dan jika boleh berandai-andai, kalau pertemuan 1 Juni itu tak berhasil juga maka (apa boleh buat) Presiden Obama perlu untuk mempertimbangkan kembali menyuruh Rahm Emanuel untuk mudik ke Israel lagi guna menjadwalkan ulang pertemuan Obama dan Netanyahu.

Rahm tetap akan sangat berguna bagi Obama menjembataninya kepada pihak Israel.

Sebab Obama perlu mengingat satu hal yaitu jangan pernah bosan untuk bertemu dan mengkomunikasikan segala hal yang baik dengan pihak manapun.

Sebab, misi besarnya adalah untuk perdamaian itu sendiri.

Semua sudah menanti.

Bahkan sangat lelah menanti, perdamaian Palestina dan Israel itu bisa terwujud nyata.

(MS)

Advertisements

May 30, 2010 Posted by | news | , , | Comments Off on Misteri Rahm Emanuel Mudik Ke Israel Sampaikan Undangan Obama Bertemu Netanyahu

Di “Negeri Para Bedebah” Aan Menang Melawan Mafia Narkoba, Mantap !

https://i0.wp.com/www.primaironline.com/images_content/2010224AAN%20Satgas.JPG

Dimuat juga di KATAKAMI.COM

BAP Cacat Hukum, Dakwaan Aan Dibatalkan
Denny Indrayana : Di Balik Kasus Aan Ada Big Mafia !

Denny Indrayana tuding Komjen GM tak dukung kasus Aan diselesaikan

Kadiv Propam Irjen Oegroseno : Ada Rekayasa Pelanggaran BERAT & REKAYASA Dalam Kasus Aan


Jakarta 17/5/2010 (KATAKAMI) Saat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah ditangkap (sekaligus) di tahan oleh Mabes Polri (November 2009), mantan jurubicara kepresidenan di era KH Abdurrahman Wahid yaitu Adhie Massardi membacakan puisi hasil karangannya di depan Gedung KPK Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan.

Singkat kata, lewat puisi yang sungguh bagus itu digambarkan bahwa inilah INDONESIA negeri para BEDEBAH !

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah

Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

NEGERI PARA BEDEBAH – PUISI KARYA ADHIE MASSARDI (YOUTUBE)

Uneg-uneg Adhie Massardi tak sepenuhnya benar dan tak sepenuhnya salah.

Artinya, Indonesia ini memang betul sangat kotor tetapi ada juga sisi “baiknya” dari sisi penegakan hukum.

Sisi baik dari “potret” dunia penegakan hukum Indonesia mencatat dengan tinta emas pada hari Senin (17/5/2010) ini lewat kasus rekayasa narkoba yang menimpa AAN.

Aan merupakan korban penganiayaan oknum perusahaan tempatnya bekerja beserta oknum Polda Maluku.

Awalnya, Aan dipukuli kelompok orang tersebut karena tidak mau memberikan keterangan palsu yang diminta oknum tersebut terkait kasus kepemilikan senjata atasannya. Namun, saat penganiayaan tersebut Aan tiba-tiba ditelanjangi di GEDUNG ARTHA GRAHA (Jakarta) dan dituduh memiliki narkoba oleh oknum Polda Maluku.

Aan terpaksa mendekam di tahanan Polda Metro Jaya dari tanggal 15 Desember 2009.

Kasus Aan ditengarai sarat dengan rekayasa. Bahkan, satgas mafia hukum memantau jalannya kasus ini. Komnas HAM pun sempat mengunjungi Aan di tahanan mencari informasi atas kasusnya.

Foto : AAN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk membebaskan AAN dari semua dakwaan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan seluruh dakwaan terhadap mantan karyawan PT Maritim Timur Jaya Susandhi bin Sukatna alias Aan. Hakim menilai BAP penggeledahan badan dan pakaian cacat hukum.

“Karena BAP cacat demi hukum, maka dakwaan haruslah dinyatakan dibatalkan demi hukum,” ungkap Hakim Ketua Artha Theresia, Senin (17/5/2010), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Aan dibebaskan dari tahanan Polda Metro Jaya dan berkas dikembalikan ke jaksa penuntut umum dengan biaya perkara ditanggung negara.

Majelis hakim menemukan adanya kejanggalan dalam BAP yang diajukan jaksa, diantaranya tanggal dikeluarkannya BAP tercantum 15 Desember 2010 sementara penggeledahan sudah terlebih dulu dilakukan pada tanggal 14 Desember 2010. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian BAP.

Dalam BAP disebutkan narkotika ditemukan di kantong celana belakang kanan, sementara dalam persidangan disebutkan di dalam dompet. “Sehingga BAP ini tidak dibuat dengan sebenarnya,” ujar majelis hakim yang diketuai Hakim Arta Theresia.

Aan bebas sebebas-bebasnya !

SBY Berantaslah Mafia Narkoba, Gories Mere Buka Topengmu

Susno Pantas Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere Yang Dibidik Satgas

Terpidana Mati CECE Jual Beli Narkoba Dari Dalam Rutan ? Cape Deh !

Kasus Aan memang sangat memprihatinkan.

Menurut Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (pasca kemenangan Aan ini), sebenarnya di balik Kasus Aan ini ada “BIG MAFIA”.

Dan yang lebih dashyat lagi, sejak Januari 2010 lalu Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menemukan indikasi bahwa Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Mere berusaha keras menghalangi penyelesaian dan penanganan kasus yang menimpa Aan ini.

Satgas menemukan indikasi bahwa Komjen Gories Mere “membekingi” kasus rekayasa narkoba yang disinyalir menyimpan unsur kemafiaan sangat amat kental.

Divisi Propam (Profesi dan Pengamanan) Mabes Polri yang kala itu dipimpin oleh Irjen Oegroseno menemukan pelanggaran berat dalam kasus Aan ini sebab polisi tidak boleh melukai dan mencederai anggota masyarakat.

Sialnya, setelah Irjen Oegroseno menyatakan bahwa ada pelanggaran berat (anggota Polri) dalam kasus AAN ini, Irjen Oegroseno  dipindahkan dari jabatannya semula sebagai Kadiv. Propam Polri menjadi Kapolda Sumatera Utara.

Aan, kini telah mendapatkan kebenaran dan keadilan yang dinanti-nantikannya selama ini. Ketabahan dan kekuatan hatinya menjalani cobaan yang sangat berat ini berbuah manis.

Tuhan memang tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya yang teraniaya.

Sekarang tinggal kesungguhan pemerintah dalam memberantas sisi kemafiaan di balik tabir gelap pembekingan dunia narkoba di negara ini.

Foto : Presiden SBY & Ibu Negara Ani Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seakan menerapkan standar ganda dalam memberantas narkoba di Indonesia.

Jargon “NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA” seakan hanya sebatas kata-kata tak bermakna.

Patut dapat diduga SBY melindungi Komjen Gories Mere yang patut dapat diduga menjadi beking dari jaringan narkoba internasional yang pesta pora di Indonesia.

Nama Gories Mere juga patut dapat diduga terkait dalam pembekingan kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong alias Monas.

Apa gunanya, Presiden SBY membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum kalau temuan-temuan dari Satgas ini tak di gubris oleh Kepala Negara ?

Mau berapa banyak korban-korban baru yang harus berjatuhan akibat pesta poranya jaringan narkoba yang patut dapat diduga dibekingi Komjen Gories Mere ?

Betapa memalukan jika di muka bumi ini adalah seorang Kepala Negara yang ngotot mempertahankan seorang abdi negara yang patut dapat diduga (sebenarnya) adalah bagian tak terpisahkan dari mata rantai mafia internasional.

Betapa memalukan jika di muka bumi ini ada seorang Kepala Negara yang patut dapat diduga ngotot menggunakan jaringan-jaringan yang dibangun serta dimiliki oleh abdi negara yang (sebenarnya) adalah oknum bermasalah dalam hukum.

Rasanya kita malu kepada dunia internasional kalau didalam sebuah negara yang mengaku sebagai NEGARA HUKUM tetapi melindungi oknum JENDERAL POLISI yang patut dapat diduga terlibat dalam pembekingan dunia hitam NARKOBA (taraf internasional).

Entah mau sampai kapan, SBY bersikeras mempertahankan seorang oknum JENDERAL POLISI yang patut dapat diduga memang menjadi poros pembekingan lalulintas narkoba.

Dan kembali pada masalah AAN yang telah dibebaskan dari semua dakwaan, terimakasih Bapak Hakim.

Terimakasih untuk kuatnya ketetapan HATI untuk membenarkan yang benar dan memenangkan yang benar.

(MS)

May 24, 2010 Posted by | news | | Comments Off on Di “Negeri Para Bedebah” Aan Menang Melawan Mafia Narkoba, Mantap !

Istana Mau Diledakkan ? Ngarang Aja, TNI Tidak Tidur Boss …

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Pesan Tulus Nan Sederhana Pada Ustadz Abu Bakar Baasyir

Diduga Noordin M. Top Atau Gories Mere Yang Kebelet Ingin Ngetop ?

Periksa Gories Mere Skandal Madrid Korupsi Alat Sadap Israel

Jakarta 15/5/2010 (KATAKAMI) Barangkali kalau masyarakat awam mendengar rancangan peledakan bom Al Qaeda Cabang NAD yang diumumkan Mabes Polri hari Jumat (14/5/2010) lewat konferensi pers maka pastilah akan terkesima.

Tapi tidak demikian bagi orang-orang yang mengetahui situasi dan kondisi yang sebenarnya.

Sebab dari pengetahuan yang dimiliki itu, akan bisa dilakukan analisa-analisa dan pendalaman-pendalaman yang sangat akurat.

Rancangan peledakan bom di Istana Negara itu patut dapat diduga hanya fantasi yang dibuat sangat hiperbola dan dramatis oleh oknum petinggi Polri dan atau oknum perwira menengah Polri yang selama ini memiliki otoritas menangani kasus-kasus terorisme sejak Bom Bali I.

Dan satu lagi yang terpenting, patut dapat diduga rancangan peledakan bom di Istana Negara itu menunjukkan pengarangnya adalah kelompok oknum polisi sendiri yang tidak mengetahui duduk persoalan serta peta Istana disaat hari-hari khusus yang sangat penting spektakuler semacam perayaan 17 Agustus.

Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata memiliki latar belakang sebagai WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN selama 9 tahun yaitu perideo 1999 – 2008.

Mari, kami berikan gambaran tentang bagaimana persiapan Istana Kepresidenan kalau menjelang perayaan 17 Agustus.

Sekitar sebulan sebelum perayaan 17 Agustus, Istana Merdeka (yang berseberangan dengan Tugu Monumen Nasional (Monas) sudah berbenah diri.

Dan ini terjadi tahun demi tahun sejak era Orde Baru.

 

Foto : Istana Presiden berbenah diri menjelang 17 Agsutus

Buyung Nasution : Main Tembak Mati Teroris, POLRI Tak Sesuai Hukum

Berbenah diri yang dimaksud disini adalah melakukan pengecatan atau hal-hal teknis yang tujuannya adalah mempercantik bangunan Istana Kepresidenan.

Kemudian 2 atau 3 minggu sebelum hari H pelaksanaan perayaan 17 Agustus, akan mulai dibangun tribun-tribun tempat duduk penonton di jalan Medan Merdeka Utara yang berhadap-hadapan dengan beranda Istana Merdeka.

Sejak pembangunan tribun-tribun tempat duduk ini, penjagaan di Istana Kepresidenan sudah sangat diperketat oleh jajaran PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN atau PASPAMPRES dibantu TNI secara keseluruhan.

Beberapa hari menjelang pelaksanaan perayaan 17 Agustus, pemerintah pasti sudah mengumumkan jalan-jalan mana saja yang akan di tutup dalam rangka kegiatan tahunan di Istana Kepresidenan tersebut.

Sudah sejak puluhan tahun yang lalu, seluruh jalan yang mengakses pada Istana Kepresidenan saat melakukan Upacara Peringatan 17 Agustus akan ditutup untuk sementara.

Tidak ada satu angkutan umumpun yang bisa lewat.

Tidak ada satu kendaraan pribadi (baik motor dan mobil) yang bisa dizinkan lewat.

  

Yang boleh memasuki akses jalan yang dibuka menuju Istana Kepresidenan hanyalah pada undangan (undangan kalangan VIP dan VVIP) yang memasang stiker khusus di mobilnya.

Dan jangan tanyakan berapa banyak personil TNI yang menjaga setiap sudut dan setiap titik di area Istana Kepresidenan.

Tidak ada satu jengkalpun yang bisa disusupi “mahluk asing”.

Bahkan WARTAWAN KEPRESIDENAN yang memakai tanda pengenal khususpun, tidak diperkenankan memakai ID PRESS rutin mereka sebab tanda pengenal untuk mengikuti Upacara Peringatan 17 Agustus itu adalah tanda pengenal khusus.

Polisi hanya menjaga di ring kedua.

Masyarakat awam hanya bisa hilir mudik (termasuk kendaraan, mulai dari area Jalan Sudirman sekitar Gedung Sarinah).

Apakah disitu mau diledakkan ?

Bom secanggih apapun, tidak akan bisa membunuh Presiden, Pejabat Tinggi Negara dan semua Tamu Negara di Istana Kepresidenan saat peringatan 17 Agustus jika posisi BOM di eksekusi dari titik Gedung Sarinah.

Bagaimana sih ?

Kalau mau mengarang itu, ya masuk akal dong. Jangan disampaikan kepada publik, sesuatu yang mustahil terjadi.

Apa dikira rakyat Indonesia (terutama kalangan jurnalis Indonesia ini) bodoh semua  ?

  

Foto : Upacara peringatan 17 Agustus di Istana Kepresidenan

 

Ring pertama didominasi oleh PASUKAN PENGAMANAN PRESIDENAN dari 3 Group yaitu Group A untuk mengamankan fisik Presiden dan Keluarganya, Group B untuk mengamankan Wakil Presiden dan Keluarganya, serta Group C untuk mengamankan Tamu-Tamu Negara (jika memang ada Tamu Negara yang hadir).

Singkat kata, teroris mana yang berani meledakkan Istana Kepresidenan dengan tingkat pengamanan yang sangat amat tinggi, berlapis dan luar biasa ketatnya.

Jangan “under estimate” atau mengecilkan kemampuan atau pengetahuan teroris.

Teroris kelas RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Kotamadya, Provinsi, Negara atau kelas dunia sekalipun, pasti punya tim analis yang bertugas menganalisa setiap lokasi, situasi, kondisi dan data dari target-target mereka.

Teroris pasti tidak idiot, bodoh dan seenaknya meledakkan (walau paham ideologi mereka adala JIHAD).

Sehingga  agak lucu dan sangat bodoh rencana peledakan bom untuk meledakkan Istana Kepresidenan 17 Agustus itu.

Semua itu seakan menjadi ejekan buat PASPAMPRES dan TNI secara keseluruhan.

Seolah-olah selama ini, PASPAMPRES dan TNI punya kelemahan, kelengahan dan keterbatasan yang bisa disusupi pihak lain.

Ada satu contoh kecil, bagaimana tingginya tingkat kemampuan dan prediksi PASPAMPRES dalam mengamankan fisik Kepala Negara.

Pada peledakan bom malam natal (24 Desember 2001), Presiden KH Abdurrahman Wahid meminta kepada Paspampres untuk diantar ke Kanisius di kawasan Menteng.

  

Foto : Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid

Gus Dur memang dekat dengan kalangan pastur (biarawan Katolik).

Ketika itu, Gus Dur ingin ngobrol dengan pastur-pastur yang menjadi sahabatnya sejak lama.

Akan tetapi ketika itu, PASPAMPRES melihat ada sebuah mobil yang mendadak berhenti dan memarkirkan diri di depan mobil iring-iringan kepresidenan yang membawa Gus Dur.

Mobil itu sangat mencurigakan.

Sumber KATAKAMI.COM di lingkungan Istana Kepresidenan saat itu mengisahkan, Paspampres langsung menghampiri Gus Dur dan meminta kepada  Kepala Negara untuk kembali ke Istana.

Untunglah pada saat itu, Gus Dur mau mendengar masukan dari Paspampres.

Dan benarlah semua prediksi dan kekuatiran Paspampres.

Hanya beberapa menit setelah iring-iringan mobil kepresidenan tiba di Istana Kepresidenan, mobil yang “mencurigakan” tadi meledak dan memang mobil itulah yang membawa BOM.

Oknum petinggi Polri yaitu Komjen Gories Mere memang dikenal sangat anti TNI dan terbukti beberapa kali mencoba memfitnah TNI.

Komjen Gories Mere adalah figur sentral yang selama ini menjadi sorotan utama KATAKAMI.COM dalam kasus-kasus narkoba.

Sebab patut dapat diduga Ketua Badan Narkotika Nasional(BNN) ini membekingi bandar narkoba Liem Piek Kiong alias Monas.

Dan soal indikasi bahwa seorang Gories Mere sangat ANTI TNI bukanlah isapan jempol.

Juli 2007, Komjen Gories Mere didampingi Brigjen Surya Darma (saat itu menjabat sebagai Kepala Densus 88 Anti Teror Polri) mengadakan presentrasi liar dan ilegal di sebuah tempat.

Disebut liar dan ilegal karena ia tidak meminta izin dari atasannya untuk melakukan presentasi terorisme ini.

Tidak ada izin dari Kapolri, Wakapolri atau Kabareskrim Polri.

  

Foto : Komjen Gories Mere

Dalam presentasi liar dan ilegal itu, Komjen Gories Mere (yang ketika itu masih berpangkat Irjen) menuding TNI berada di balik semua peledakan bom di Indonesia.

Ia bahkan menyebut nama  2 Jenderal TNI terkait Al Jamaah Al Islamyah di Nangroe Aceh Darussalam.

Presentasi liar dan ilegal ini ternyata direkam dan rekaman itu bisa didapat oleh Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata.

Kaset rekaman itu kami copy dan kami serahkan kepada Menkopolkam Widodo AS, Kapolri Sutanto, Kabareskrim Bambang Hendarso Danuri, dan “sudah diperdengarkan” kepada Jenderal TNI yang difitnah oleh Gories Mere dalam kaset tersebut.

Atas kelancangan mulut Saudara Gories Mere ini, Jenderal TNI Purnawirawan yang difitnah Gories Mere itu sebenarnya mau menelepon Kapolri Sutanto agar menegur dengan keras Saudara Gories Mere yang tidak tahu diri ini.

Akan tetapi ternyata ketika itu (periode Agustus 2007), yang ditelepon langsung oleh Sang Jenderal TNI adalah Gories Mere sendiri.

Ia ditanya dan “ditegur dengan sangat amat keras” oleh Jenderal TNI tersebut.

Pria Flores ini meminta-minta maaf dan tidak berkutik di hadapan Sang Jenderal.

Gories Mere sempat mengamuk kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata karena mengadukan fitnahannya tersebut kepada Jenderal – Jenderal TNI.

Ia mengirimkan sebuah pesan singkat SMS yang berisi caci maki tetapi karena sadar bahwa ia tidak memiliki bukti bahwa kamilah yang mengadukan maka pria flores ini buru-buru MEMINTA MAAF secara resmi kepada Mega Simarmata.

Perwira Tinggi TNI yang satunya lagi (yang namanya ikut di fitnah oleh Gories Mere) juga berkomentar sangat pedas yaitu “Mau apa Gories Mere, mau jadi Jenderal Petruk dia di negara ini ? Mau melawak ?” demikian disampaikan Sang Perwira Tinggi kepada seorang wartawati yang menyampaikan kepada perwira tinggi tersebut bahwa namanya difitnah oleh Gories Mere dalam sebuah presentrasi ilegal.

Dan tak cuma itu, Perwira Tinggi TNI yang menjadi sasaran tembak oknum Gories Mere.

Pria Flores ini pernah dengan percaya dirinya mengirim pesan singkat SMS kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata untuk mengejek Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu karena Ryamizard dianggap oleh Gories Mere tidak mau percaya bahwa peledakan-peledakan bom di Indonesi adalah hasil perbuatan kelompok Islam Radikal “Al Jamaah Al Islamyah”.

Bayangkan, betapa bermasalahnya dalam hal KEJIWAAN manusia Gories Mere ini karena dalam rekaman presentasi liarnya terkait terorisme ia menuduh TNI yang melakukan semua peledakan bom tetapi di pihak lain ia mengejek Ryamizard Ryacudu yang dianggap tidak mau mempercayai bahwa ada unsur Al Jamaah Al Islamyah di Indonesia.

Sangat kontradiktif.

SMS-SMS dari Gories Mere itu telah kami sampaikan dan perlihatkan kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu dan Mantan KSAD yang sangat bersahaja ini tidak “berminat” menanggapi ulah Gories Mere yang sok anti TNI.

Kasihan sekali kalau didalam tubuh Polri, terselip seorang oknum yang tidak tahu diri dan menjadi pemicu perpecahan antar instansi yang harusnya solid bekerjasama menangani terorisme.

  

Foto : Petrus Golose, Gories Mere & Surya Darma

Selama bertahun-tahun yaitu sejak peledakan bom malam Natal tahun 2001, penanganan terorisme hanya didominasi oleh oknum polisi yang itu-itu saja yaitu kelompok Gories Mere.

Kelompok ini adalah kelompok yang sok eksklusif.

Kelompok inilah yang menguasai semua bentuk pelatihan penanganan terorisme yang diberikan Amerika Serikat.

Dalam sebuah kesempatan, Gories Mere menyampaikan kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata bahwa dirinyalah yang mendapat pelatihan IT dari Biro Investigasi Federal Amerika atau FBI untuk menjebol email orang lain (tanpa  harus mengetahui dan merusak password asli) untuk mengetahui isi-isinya dalam kaitan penanganan terorisme.

Pria Flores ini lupa.

Hanya beberapa hari sebelum ia menceritakan kehebatannya menjebol email orang lain, yang bersangkutan ini patut dapat diduga sudah menjebol email Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata dan mengganti passwordnya.

Sehingga sampai detik ini, email itu tidak bisa lagi dibuka lagi.

Kami sangat mendalami dan memonitor secara dekat gunjang-ganjing penanganan terorisme yang patut dapat diduga telah disalah-gunakan oleh kelompok (oknum) Gories Mere.

Singkat kata, penanganan terorisme di Indonesia sudah banyak yang salah kaprah dan disalah-gunakan oleh oknum petinggi Polri yang merasa paling berhak menangani masalah terorisme.

Kelompok itu adalah kelompok Saudara Gories Mere.

Yang bersangkutan ini adalah oknum Perwira Tinggi Polri yang tak pantas lagi dibiarkan ikut campur dalam penanganan terorisme di negara ini karena patut dapat diduga ia justru terlibat dalam kegiatan terorisme itu sendiri.

Dalam kaset presentasi ilegal yang dikisahkan diatas tadi, simaklah kalimat HEBAT yang keluar dari mulut Brigjen Surya Darma (Mantan Kepala Densus 88 Anti Teror Polri) yang mengatakan :

“Lihat saja, kalau sampai kami mogok, akan kami “doakan” INDONESIA ini penuh dengan peledakan bom karena di INDONESIA ini yang bisa menangani terorisme hanya diri saya dan PakGories Mere. Yang lain tidak bisa !”

Surya Darma yang merupakan tangan kanan Gories Mere ini, juga sempat membuat PERDANA MENTERI AUSTRALIA (ketika itu) John Howard marah besar.

Bayangkan pada saat bulan RAMADHAN di tahun 2007, 2 terpidana kasus Bom Bali I yang menewaskan ratusan warga negara Austalia bisa diundang makan ke rumah Surya Darma yaitu ALI IMRON & MUBAROQ.

Jadi semasa John Howard menjadi Perdana Menteri, AUSTRALIA sudah 2 kali mengamuk alias MARAH BESAR hanya karena ulah dari kelompok liar pimpinan Gories Mere sehingga menyudutkan posisi Indonesia di mata negara sahabat.

Pertama, saat Gories Mere mengajak gembong teroris paling sadis ALI IMRON ngopi di STARBUCKS tanggal 2 September2004.

Kedua, saat tangan kanan Gories Mere yaitu Brigjen Surya Darma mengajak (kembali) ALI IMRON dan MUBAROQ makan malam bersama di rumah Surya Darma (Australia marah dan kecewa sekali karena para terpidana kasus Bom Bali I ternyata tidak dipenjara tetapi bisa hidup berkeliaran bebas).

Menyingkap Eksklusifitas Tim Anti Teror

PM John Howard Gusar Atas Skandal Starbucks

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/03/aliimron.jpg 

Kok Indonesia Lindungi Teroris Ali Imron, Contempt of Court ?

Memoar Ali Imron Menohok Polri

Dan POLRI, sudahlah, jangan lagi banyak omong soal TERORISME !

Capek dan muak mendengar semua ocehan kalian soal TERORISME sebab GEMBONG TERORIS yang menjadi dalang utama Bom Bali I yang sangat biadab itu saja dilindungi oleh POLRI yaitu ALI IMRON.

Sejak vonis dijatuhkan oleh MAJELIS HAKIM (tahun 2003) yaitu vonis pidana kurungan seumur hidup, ALI IMRON yang melacurkan dirinya untuk menjadi informan polisi agar terhindar dari hukuman mati ini, pura-pura di pinjam oleh Polri sampai detik ini.

Hei Polri, kembalikan dulu ALI IMRON ke dalam penjara.

Apakah mendadak Polri ini mengidap sakit AMNESIA alias HILANG INGATAN bahwa orang yang paling bertanggung-jawab atas peledakan bom Bali I itu adalah ALI IMRON ?

Pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu bahwa ALI IMRON yang merakit bom sangat mengerikan di Bali tahun 2002 itu ?

Jawab dulu pertanyaan paling mendasar ini hei Polri, mengapa kalian lindungi ALI IMRON sampai detik ini kalau kalian memang sangat HEBAT menangani terorisme ?

Bisakah kalian bayangkan jika OSAMA BIN LADEN dilindungi dan hidup berkemewahan di hotel-hotel berbintang 5 di Amerika sana ?

Mengaku paling hebat soal penanganan TERORISME tapi melindungi GEMBONG TERORIS paling berbahaya di negeri ini !

Foto : Sjamsir Siregar

Dan secara khusus soal ucapan Brigjen Surya Darma (Mantan Kepala Densus 88 Anti Teror) yang kami sampaikan tadi di bagian atas, dicibir oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam kaset presentasi ilegal yang dikisahkan diatas tadi, kalimat yang keluar dari mulut Brigjen Surya Darma (Mantan Kepala Densus 88 Anti Teror Polri) adalah :

“Lihat saja, kalau sampai kami mogok, akan kami “doakan” INDONESIA ini penuh dengan peledakan bom karena di INDONESIA ini yang bisa menangani terorisme hanya diri saya dan PakGories Mere. Yang lain tidak bisa !”.

Kalimat sombong yang sangat kotor ini dikecam dengan keras oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ketika itu yaitu Sjamsir Siregar.

Sjamsir menyebut kelompok Gories Mere adalah kelompok BESAR KEPALA.

Sjamsir bahkan pernah mencari Gories Mere saat mengunjungi Poso (Sulawesi Tengah) pada periode September-Oktober 2006.

Bayangkan, persis di malam takbiran Gories Mere memerintahkan agar sebuah Pondok Pesantren ditembaki dengan alas an mencari orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus terorisme.

Tindakan brutal menembaki Pondok Pesantren di malam takbiran ini diprotes oleh semua pihak, terutama Komnas HAM.

Saat itu, KOMNAS HAM menurunkan Tim Independen dan menyebutkan Polri telah melakukan PELANGGARAN HAM.

Tindakan brutal ANTI ISLAM dari Gories Mere ini menyebabkan Brimob diusir oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

Akibat ulah Gories Mere yang diduga ANTI ISLAM ini, Badan Intelijen Negara harus bertindak cepat menenangkan situasi yang sudah sangat hancur lebur di Poso ketika itu.

Sjamsir Siregar harus turun langsung dan tidak bisa berlebaran lagi bersama keluarganya di Jakarta sebab persis di hari lebaran ia harus segera “terbang” ke Poso untuk memadamkan API yang menyulut kemarahan warga Poso.

Kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata, sepulangnya dari Poso SJAMSIR SIREGAR (ketika itu) menceritakan bahwa disana ia sempat mencari mana manusia yang namanya GORIES MERE.

“Aku tanya sama orang disana, mana si GORIES MERE itu ?” demikian ungkap Sjamsir.

Gories Mere ketakutan karena mengetahui seorang Kepala BIN yang sangat senior mencari dirinya dan ia tak berani menampakkan dirinya ke hadapan Sjamsir Siregar.

https://i0.wp.com/www.indonesiamedia.com/2007/02/early/berta/images/berta/peta_poso_high.gif 

Atas perintah Gories Mere jugalah, Densus 88 menembaki perumahan warga di  Poso (juga) tanggal 22 Januari 2007 yang menewaskan belasan warga sipil mati terbunuh.

Dari sekian banyak warga sipil yang mati ditembaki Densus 88 itu, tidak ada satupun yang masuk dalam DPO kasus terorisme.

Dan hebatnya lagi, Gories Mere bisa memerintahkan operasi penyerangan atau RAID tersebur dari Washington DC. Ia sedang berada di Amerika Serikat tetapi bisa memerintahkan operasi penembakan yang sangat brutal kepada komunitas Islam di Poso.

Lagi-lagi tindakan Gories Mere ini menyebabkan posisi Polri terpojok.

Ketika itu (Januari 2007), Komnas HAM menurunkan Tim Independen untuk menangani kasus penyerangan Polri di Poso dan mengeluarkan hasil akhir bahwa POLRI telah melakukan PELANGGARAN HAM.

Tak cuma itu, atas perintah dari Gories Mere juga Densus 88 menembak Panglima Sayap Militer Al Jamaah Al Islamyah Abu Dujana (Juni 2007) di hadapan anak-anak kecil dibawah umur.

Tindakan yang tidak manusiawi itu di kecam keras oleh Komnas Anak.

Jadi, kami tidak bermaksud buruk jika terus konsisten mengungkapkan fakta-fakta buruk terkait oknum atau kelompok liar didalam tubuh Polri.

Ini semua demi kebaikan, keadilan dan kebenaran.

Foto : Megawati Soekarnoputri

 

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri termasuk yang mengecam dengan keras tindakan menembaki Pondok Pesantren di malam takbiran tahun 2006 dulu.

“Sampaikan pada Tanto (Jenderal Sutanto, red), opo iku … sudah tahu disana wilayahnya mayoritas adalah Islam. Mengapa dikirimkan Perwira Tinggi Kristen untuk menangani situasi disana. Mau apa Gories Mere itu disana ?” kata Megawati kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM saat bertemu di Hari Lebaran tahun 2006.

Dan sebagai informasi, pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri inilah, Saudara Gories Mere pernah diturunkan pangkatnya dari Brigjen menjadi (kembali) sebagai KOMBES.

Presiden Megawati menilai Gories Mere TIDAK PANTAS menjadi perwira tinggi karena rekam jejaknya tidak baik.

Pada periode Agustus 2007, patut dapat diduga kelompok Gories Mere menyebar fitnah bahwa TNI yang melakukan peledakan bom (ikan) di Pasuruan.

Atas ulah dari Gories Mere ini, saat itu Kapolri Sutanto sampai harus menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara pribadi kepada Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.

Jadi singkat kata, singkirkan semua pengaruh dan oknum polisi yang menjadi bagian dari lingkaran setan penanganan terorisme yang patut dapat diduga diciptakan Gories Mere selama bertahun-tahun terakhir ini.

Jangan lagi menyampaikan fitnah dan hasil mengarang bebas fantasinya kepada rakyat Indonesia.

Kapolri Jenderal Bambang Hendaro Danuri harus sangat cermat memilah-milah, siapa diantara anggota Polri yang masih pantas dipertahankan dan diberi kepercayaan untuk menangani masalah terorisme.

Dalam konferensi pers hari Jumat (14/5/2010), seorang perwira menengah bernama Kombes Petrus Golose ikut duduk di bagian belakang Kapolri.

Singkirkan perwira menengah yang satu ini karena tidak pantas lagi wajahnya dipertontonkan kepada publik.

Kombes Petrus Golose telah ketahuan melakukan pelanggaran administrasi pada periode tahun 2008.

Bayangkan ada seorang polisi kelas menengah “berani-beraninya” membolos selama berbulan-bulan dari Bareskrim Polri.

Ketika itu, Kabareskrim Polri adalah Komjen Susno Duadji !

Sumber KATAKAMI.COM menyebutkan (sekitar Oktober 2008), Susno di hubungi oleh sesama perwira tinggi Polri untuk menanyakan dimana keberadaan Kombes Petrus Golose.

Setelah dilakukan pengecekan, Susno melaporkan bahwa Kombes Petrus Golose sudah berbulan-bulan membolos tanpa surat tugas dari pimpinan. 

Hebat kan, seorang polisi yang cuma berpangkat KOMBES berani-beraninya keluar negeri dan membolos dari BARESKRIM POLRI selama berbulan-bulan tanpa ada surat tugas atau surat izin dari atasannya.

Patut dapat diduga, yang memerintahkan perwira menengah ini adalah Gories Mere.

Gila sekali, seakan-akan Polri itu adalah milik dan kekuasaan mereka semata.

Kalau Komjen Susno Duadji dipersalahkan karena (salah satunya) dianggap sering membolos kerja, maka lakukanlah pemeriksaan dan sanksi yang sama tegas kepada perwira menengah sekelas Kombes Petrus Golose yang membolos berbulan-bulan lamanya tanpa izin pada periode tahun 2008.

Jangan pilih kasih dan diskriminasi.

Tangkap Kombes Petrus Golose dan perintahkan Tim Provost untuk menangkap dan menahannya.

Masak dibiarkan dan terus mau dipakai seorang polisi pongah yang bisa seenaknya menerapkan kemauan kelompoknya dalam institusi Polri.

Dan kepada Komjen.  Susno Duadji, bicaralah kepada publik tentang kotornya “penyalah-gunaan” anggaran penanganan terorisme selama ini.

Bernyanyilah juga Pak Susno, tentang dugaan tindak pidana korupsi (termasuk seberapa besar rekening) dari petingi Polri yang patut dapat diduga selama bertahun-tahun ini memang pesta pora menikmati dana penanganan terorisme di negara ini.

Tolong ungkapkan kepada rakyat Indonesia, seberapa besar saldo atau isi dari rekening-rekening liar yang dikumpulkan oleh Saudara Goris Mere atas nama penanganan terorisme selama bertahun-tahun.

Sebab dari mulut Saudara Gories Mere ini jugalah keluar sebuah pengakuan kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata bahwa ia memilih otoritas untuk mengumpulkan dana penanganan terorisme (dalam rekening-rekening tidak resmi alias LIAR)  sebab anggaran dari Polri untuk menangani masalah terorisme TIDAK CUKUP.

Foto : Paspampres

Tanganilah masalah terorisme secara proporsional.

Jangan merendahkan kemampuan instansi lain yaitu TNI dalam mengamankan ISTANA KEPRESIDENAN dan Presiden SBY sekeluarga selama puluhan tahun.

Apa yang bukan menjadi domain Polri, jangan dicampuri.

Keterlaluan semua KARANGAN yang menyesatkan ini.

Singkirkan kelompok manapun yang sok eksklusif dan sok hebat dalam menangani terorisme didalam internal POLRI.

Ini INDONESIA, Bung.

Jangan sok hebat di negara ini bagi siapapun oknum-oknum POLISI yang tidak tahu diri mengatas-namakan penanganan terorisme untuk menyampaikan kebohongan publik dan merendahkan instansi lain.

Sudah jadi rahasia publik, Kelompok Gories Mere menikmati semua fasilitas mewah atas nama penanganan terorisme di dalam organisasi Polri.

Bayangkan, pria Flores ini pernah memakai untuk kepentingan pribadinya pesawat khusus yang dimiliki Densus 88 yaitu terbang dari wilayah DI Yogyakarta ke Jakarta (PP) untuk sekedar menghadiri sebuah acara pesta pernikahan anak dari sahabatnya.

Anggota Densus 88 Anti Teror hanya memiliki gaji Rp. 3 juta per bulan (take home pay) dengan uang lauk pauk atau ULP sebesar Rp. 35 ribu per hari.

Sementara segelintir oknum petinggi Polri yaitu kelompok Gories Mere bisa hidup mewah untuk sekedar kongkow-kongkow NGOPI dari restoran-restoran mewah.

Tentu kita semua ingat bagaimana gemparnya Indonesia saat TERORIS (kotor) Ali Imron diajak ngopi ke Starbucks (tahun 2004) oleh Saudara Gories Mere ini.

http://z4ki.files.wordpress.com/2009/08/den881.jpg 

Kok tidak malu kepada semua anggota Densus 88 Anti Teror.

KokTidak tahu diri di hadapan semua anggota Densus 88 yang hidupnya penuh dengan penderitaan.

Hentikan semua karangan-karangan yang menyesatkan soal fantasi peledakan-peledakan bom.

Kalau mau mengarang (bebas), yang rasional sajalah.

Hanya orang idiot yang mau meledakkan bom di sebuah lokasi yang tingkat pengamanannya sangat amat tinggi dan berlapis luar biasa.

Tolol sekali.

Cape deh.

Ambillah cermin dan mematut dirilah kalian yang selama ini memperkaya diri sendiri dan menikmati kemewahan yang super hebat dibalik euforia penanganan terorisme di Indonesia ini.

Jangan menjadi penjilat dan menyembah di kaki negara asing yang patut dapat diduga ingin dimintai “bantuan” dibawah tangan atas nama penanganan terorisme.

Jadilah warga negara Indonesia yang punya nasionalisme sangat tinggi dan bermartabat.

Jangan rendahkan diri kalian dibalik penanganan terorisme yang seolah-olah dibuat sangat DRAMATIS.

(MS)

May 23, 2010 Posted by | news | | Comments Off on Istana Mau Diledakkan ? Ngarang Aja, TNI Tidak Tidur Boss …

Itikat Baik Israel Ditampik Hamas, Hei Bebaskanlah Gilad Shalit !

Jakarta 22/5/2010 (KATAKAMI) Dua hari setelah Pemerintah Israel melepaskan dari tahanan salah seorang anggota (bisa juga dibilang salah seorang yang penting di ) HAMAS yaitu Mohammed Abu Tir, ternyata keputusan itu tak mendapat respon yang positif dari pihak Hamas sendiri.

Respon yang seperti apa ?

Ya misalnya karena Israel memang sudah melepaskan anggota Hamas, apa salahnya melepaskan prajurit Israel yaitu GILAD SHALIT yang sudah 4 tahun disekap dan ditawan Hamas.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0fmE4p58YCgt4/610x.jpg

Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu bertemu George Mitchell 20 Mei 2010

Mohammed Abu Tir dibebaskan dari tahanan hari Kamis (20/5/2010), bertepatan dengan kunjungan Utusan Khusus AS George Mitchell datang menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sehingga secara politis, keputusan membebaskan Mohammed Abu Tir itu adalah bagian dari kesungguhan Israel merintis realisasi perdamaian dengan pihak Palestina.

Tentu keputusan untuk membebaskan itu bukanlah keputusan yang mudah bagi Israel.

Sebab konflik antara Israel dan Hamas memang sangat tajam sekali.

Keputusan membebaskan Mohammed Abu Tir juga menjadi sebuah kejutan yang sangat mencengangkan bagi dunia internasional karena beberapa hari sebelum pembebasan itu Hamas kembali berulah dengan mempublikasikan rekaman “wawancara” dengan prajurit Gilad Shalit.

Dipublikasikannya rekaman “wawancara” ini seakan menjadi ejekan (atau sebutlah sindiran) bagi Presiden Rusia Dmitry Medvedev karena baru-baru ini Medvedev menyerukan agar Hamas segera melepaskan prajurit Israel, Gilad Shalit.

Provokasi dari Hamas, sebenarnya juga baru-baru ini terjadi yaitu di penghujung bulan April lalu atau tepatnya tanggal 25 April 2010, Hamas juga telah merilis video animasi yang mengejek Ayahanda dari Gilad Shalit (Noam Shalit) dengan cara membuat animasi bahwa prajurit ini akan MATI.

Israel allows Hamas leader’s daughter to leave Gaza

Hamas Terror Group Mocks Israel With Cartoon of Kidnapped Soldier Shalit (Video)

Di hari yang sama yaitu 25 April 2010 (saat Hamas merilis video animasi yang penuh provokasi untuk Keluarga Noam Shalit), Israel justru membuat keputusan yang sangat mengejutkan yaitu mengizinkan bocah kecil berusia 3 tahun yang merupakan putri dari pejabat Hamas untuk keluar dari Jalur Gaza guna menjalani operasi medis di Yordania. Hal-hal yang sangat kontradiktif seperti ini, sesungguhnya bisa merusak proses perdamaian yang sedang dirintis.

Dengan atau tanpa campur tangan Amerika Serikat, sebenarnya perdamaian itu bisa diwujudkan asal kedua belah memiliki itikat baik dan yang terpenting tidak ada provokasi dari Hamas.

Utusan Khusus AS George Mitchell bolak-balik datang ke Palestina dan Israel dalam beberapa bulan terakhir ini. Aktif sekali kunjungannya.

Dan sekarang jadi mendatangkan tanda tanya besar, untuk apa berkunjung ke Palestina dan Israel seperti layaknya setrikaan ?

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0evUf0B0Wk2vZ/610x.jpg

Foto : George Mitchell bertemu Mahmoud Abbas (19 Mei 2010)

Photostream : U.S. Middle East Envoy George Mitchell meets Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu

Photostream : U.S. Middle East Envoy George Mitchell meets Palestinian President Mahmoud Abbas

Mengapa disebut seperti setrikaan ?

Ya karena kunjungannya bolak balik seperti orang sedang menyetrika pakaian.

Barangkali karena mereka memang sedang disorot dan ditekan oleh banyak pihak untuk mau segera berdamai dan mewujudkan perdamaian itu dengan pihak Palestina, maka pemerintah Israel terus secara sungguh-sungguh menerima kunjungan Utusan Khusus Amerika itu dengan tangan terbuka dan penuh kehangatan.

Sementara orang yang menyaksikan dari kejauhan saja, sudah jenuh.

Datang lagi, datang lagi.

Apakah faktor Amerika, menjadi satu-satunya faktor penentu bisa atau tidaknya perdamaian di Timur Tengah itu terwujud ?

Jika Amerika menjadi satu-satunya faktor penentu, mengapa hubungan antara Amerika dan Israel belakangan ini menjadi terkesan bersitegang dan tak harmonis ?

Jika Amerika menjadi satu-satunya faktor penentu, mengapa pada bulan Maret 2010 lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperlakukan sangat “hina” oleh Presiden Barack Obama ?

Photostream : Bibi Netanyahu in Washington

Bibi’s Secret Letter to Obama

Saat Netanyahu datang ke Gedung Putih, ia disuruh menunggu di ruangan lain karena mendadak Obama “walkout” dari pembahasan mereka dengan alasan hendak makan malam dengan Ibu Negara AS ?

Jika Amerika menjadi satu-satunya faktor penentu (bisa atau tidaknya perdamaian di Timur Tengah terwujud), mengapa tak pernah samasekali Obama menyerukan kepada Hamas untuk melepaskan prajurit Israel yang ditawan selama 4 tahun terakhir.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/01pB9T25u6gi0/x610.jpg

Foto : Presiden Rusia Dmitry Medvedev

Medvedev to Mashaal: Free Gilad Schalit

Padahal Presiden Rusia saja punya atensi yang cukup besar atas seruan kemanusiaan semacam ini.

Tak cuma Rusia, negara lain juga banyak yang sudah menyerukan agar Hamas segera membebaskan Gilad Shalit.

Amerika — khususnya Obama — hanya diam aja.

Entah apa arti sikap tak mau tahu itu.

Entah apa arti sikap “diam” itu.

Silahkan saja Obama tak bergeming dan tak sudi bersuara untuk menekan Hamas membebaskan Gilad Shalit sebab masih cukup banyak yang sangat bersimpati atas masalah ini.

Bayangkan, sudah 4 tahun seorang anak muda ditawan oleh gerombolan Hamas.

Pembebasan Gilad Shalit menjadi salah satu yang sangat dituntut oleh Israel selama ini.

Berbagai kebijakan yang sangat “mengejutkan” dari Pemerintah Israel telah dilakukan selama ini untuk membuka peluang dibebaskannya prajurit mereka itu.

Seperti yang sudah disampaikan tadi, dari mulai mengizinkan putri pejabat Hamas keluar dari Jalur Gaza agar segera dapat menjalani operasi di Yordania, membebaskan 1000 tahanan Hamas di penghujung April lalu, sampai ke pembebasan Mohammaed Abu Tir tanggal 20 Mei lalu.

Lihatlah foto-foto pembebasan dari Mohammed Abu Tir.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/08QZbvl0VJe8T/610x.jpg

Foto : Mohammed Abu Tir bertemu keluarganya (20 Mei 2010)

Israel releases jailed Hamas man

Abu Tir ‘Disapproves’ of Shalit’s Imprisonment

Pihak keluarganya begitu histeris dan sangat bahagia.

Bisakah di bayangkan, bagaimana sedihnya perasaan dari Keluarga Gilad Shalit jika melihat foto-foto itu ?

Mereka tentu membayangkan, seandainya saja putra mereka yang dibebaskan maka pasti kebahagiaan itu akan mereka rasakan juga secara nyata. Hanya tinggal beberapa hari lagi, bulan akan segera berganti. Kita akan segera memasuki bulan Juni.

Dan jika nanti kita memasuki bulan Juni, berarti tepat 4 tahun Gilad Shalit di tawan oleh Hamas.

Betapa kuatnya mental dari anak muda yang sangat malang ini. Dia ditawan oleh pihak musuh yang sangat asing bagi dirinya selama bertahun-tahun.

Terpuruk sendiri dalam lokasi penawanannya.

Membayangkan ayah, ibu dan keluarganya di tengah kesendirian yang paling sepi.

Barangkali saat ini, Gilad sudah tak bisa lagi menangis karena airmatanya sudah habis terkuras menunggu pembebasan yang tak kunjung datang.

Foto : Noam Shalit (ayah dari Gilad Shalit) memegang foto sang anak

Gilad yang malang, tentu menunggu keajaiban dari Tuhan.

Keajaiban yang akan mengantarkannya pulang ke tengah keluarga.

Keajaiban yang akan mengantarkannya pulang ke alam bebas penuh kemerdekaan. Semoga upaya-upaya yang bermuara pada pembebasan Gilad Shalit ini terus dilakukan oleh semua pihak — terutama oleh Pemerintah Israel sendiri –.

Semoga tak cuma Presiden Rusia yang secara nyata memberikan dukungan kuat bagi pembebasan seorang anak muda yang malang bernama Gilad Shalit.

Semoga para pemimpin dunia lainnya, mau ikut bersuara menyampaikan seruan pembebasan bagi Gilad.

Bantulah anak muda ini agar dibebaskan dari tempat penawanannya yang sangat tidak berperikemanusiaan.

Izinkan ia pulang.

Bertemu dan memeluk hangat ayah dan ibunya tercinta.

Izinkan ia pulang.

Agar Gilad menjadi manusia merdeka yang tak lagi dirantai oleh belenggu penyiksaan.

Ya, izinkan Gilad Shalit pulang.

Anak muda ini sudah terlalu lama “merantau” dan dipaksa menjadi mahluk terasing di tempat persembunyian bagi lokasi penawanannya selama 4 tahun ini.

Bisa jadi di Palestina, Gilad ditawan.

Tapi bisa juga di sebuah tempat (di luar Palestina), namun Hamas menyembunyikannya disana.

Dimanapun ia ditawan, bukankah waktu yang cukup panjang selama 4 tahun itu adalah sebuah penyiksaan yang sangat memprihatinkan ?

Izinkan, izinkanlah Gilad Shalit pulang.

Sebab pembebasan Gilad mudah-mudahan bisa menjadi salah satu bagian yang bisa mempercepat dan memudahkan realisasi perdamaian antara Israel dan Palestina bisa segera terwujud.

Jangan lagi, penawanan itu menjadi batu sandungan yang bisa menjungkir-balikkan proses damai itu sendiri.

Sebab, rakyat Palestina sendiri pasti sudah sangat mendambakan berdirinya sebuah Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Dan berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat itu hanya bisa diwujudkan jika seluruh proses yang berjalan tidak tersendat-sendat dan diobrak-abrik oleh provokasi pihak manapun.

(MS)

May 23, 2010 Posted by | news | , , | Comments Off on Itikat Baik Israel Ditampik Hamas, Hei Bebaskanlah Gilad Shalit !

Photostream : U.S. Middle East Envoy George Mitchell meets Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/09xZaHC89c0Go/610x.jpg

Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu (R) chats with U.S. Middle East Envoy George Mitchell in a meeting in Jerusalem May 20, 2010.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0gITaFPcWT0qx/610x.jpg

Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu (L) walks with U.S. Middle East Envoy George Mitchell for a meeting in Jerusalem May 20, 2010.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0fmE4p58YCgt4/610x.jpg

TEL AVIV, ISRAEL – MAY 20: In this handout image provided by U.S. Embassy Tel Aviv, US Special Envoy George Mitchell (R) shakes hands with Israeli Prime Minister Binyamin Netanyahu as they meet at the Prime Minister’s office on May 20, 2010 in Tel Aviv, Israel. Special envoy Mitchell has initiated a new round of middle east talks, mediating between the Israelis and Palestinian National Authority, while both parties refuse to hold direct talks.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0gslf9j83p8rW/610x.jpg

TEL AVIV, ISRAEL – MAY 6: In this handout image provided by U.S. Embassy Tel Aviv Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu (L) receives U.S. Mideast envoy George Mitchell during their meeting on May, 6, 2010 in Tel Aviv, Israel. The Palestinian president Mahmoud Abbas is accusing Hamas militants of smuggling large amounts of weapons into the West Bank, just as peace talks with Israel are getting under way. Israeli officials have said security concerns are at the top of their agenda. Israel fears that Hamas, which controls the Gaza Strip, could one day topple Abbas’ government in the West Bank.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/06kO3C1fET3LK/610x.jpg

TEL AVIV, ISRAEL – MAY 6: In this handout image provided by U.S. Embassy Tel Aviv Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu (R) receives U.S. Mideast envoy George Mitchell during their meeting on May, 6, 2010 in Tel Aviv, Israel. The Palestinian president Mahmoud Abbas is accusing Hamas militants of smuggling large amounts of weapons into the West Bank, just as peace talks with Israel are getting under way. Israeli officials have said security concerns are at the top of their agenda. Israel fears that Hamas, which controls the Gaza Strip, could one day topple Abbas’ government in the West Bank.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0cSw1461k6ezb/610x.jpg

JERUSALEM – MAY 05: In this handout image supplied by the U.S. Embassy Tel Aviv, US Middle East envoy George Mitchell (L) meets with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at the PM’s office ahead of the start of indirect talks with the Palestine Liberation Organization on May 05, 2010 in Jerusalem, Israel. Mitchell is due to meet with Palestinian President Mahmoud Abbas in Ramallah on Friday.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/07EzgXl7aBa8H/610x.jpg

JERUSALEM – MAY 05: In this handout image supplied by the U.S. Embassy Tel Aviv, US Middle East envoy George Mitchell (L) meets with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at the PM’s office ahead of the start of indirect talks with the Palestine Liberation Organization on May 05, 2010 in Jerusalem, Israel. Mitchell is due to meet with Palestinian President Mahmoud Abbas in Ramallah on Friday.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/04Vk6632RI3mU/610x.jpg

JERUSALEM – MAY 05: In this handout image supplied by the U.S. Embassy Tel Aviv, US Middle East envoy George Mitchell (L) meets with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at the PM’s office ahead of the start of indirect talks with the Palestine Liberation Organization on May 05, 2010 in Jerusalem, Israel. Mitchell is due to meet with Palestinian President Mahmoud Abbas in Ramallah on Friday.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/06uz1h1fvM47e/610x.jpg

JERUSALEM – MAY 05: In this handout image supplied by the U.S. Embassy Tel Aviv, US Middle East envoy George Mitchell (L) meets with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at the PM’s office ahead of the start of indirect talks with the Palestine Liberation Organization on May 05, 2010 in Jerusalem, Israel. Mitchell is due to meet with Palestinian President Mahmoud Abbas in Ramallah on Friday.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/05whezK41GcXN/610x.jpg

JERUSALEM – MAY 05: In this handout image supplied by the U.S. Embassy Tel Aviv, US Middle East envoy George Mitchell (L) meets with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at the PM’s office ahead of the start of indirect talks with the Palestine Liberation Organization on May 05, 2010 in Jerusalem, Israel. Mitchell is due to meet with Palestinian President Mahmoud Abbas in Ramallah on Friday.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/039S8wT6Mr0xk/610x.jpg

Israeli PM Benyamin Netanyahu (R) meets with U.S. envoy George Mitchell in Jerusalem in this picture released by the Israeli Government Press Office (GPO) April 23, 2010.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0csybIWh0q9fO/610x.jpg

Israeli PM Benyamin Netanyahu (R) meets with U.S. envoy George Mitchell in Jerusalem in this picture released by the Israeli Government Press Office (GPO) April 23, 2010.

May 15, 2010 Posted by | news | | Comments Off on Photostream : U.S. Middle East Envoy George Mitchell meets Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu

Jangan Suudzon Pada Polri, Dulu Susno Memang Dinilai Tak Layak Jadi Kabareskrim

Susno Pantas Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere Yang Dibidik Satgas

Menghitung Hari Melepas BHD Purna Bhakti Enam Bulan Lagi

Jakarta 12/5/2010 (KATAKAMI)  Tak ada samasekali tendensi apapun jika satu fakta kecil ini dikemukakan kepada publik yaitu sesungguhnya Komjen. Susno Duadji sempat dinyatakan tak layak menduduki jabatan Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Polri pada bulan September 2008 lalu.

Publik hanya terbawa euforia mengagumi dan mendadak sontak jadi menyukai figur Susno pasca terbongkarnya kasus pengemplangan pajak Gayus Tambunan akhir-akhir ini.

Artinya, ya … baru sekitar sebulan terakhir nama Susno menjadi sangat fenomenal.

Atau kalau misalnya ukuran satu bulan dinilai masih sangat minim maka boleh juga disebut bahwa Susno menjadi mendadak terkenal sejak ia dicopot sebagai Kabareskrim 5 bulan yang lalu.

Dengan kata lain, baru pada tahun 2010 ini Susno digemari oleh publik yang belum mendapatkan informasi yang begitu lengkap.

Saat Susno menjadi Kapolda Jawa Barat (itupun baru dalam hitungan bulan), ia dijagokan untuk menjadi Kabareskrim.

Susno yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1977 bersaing ketat dengan sebuah nama yang sesungguh jauh lebih pantas menjadi Kabareskrim yaitu Irjen Edi Darnadi (pada era tahun 2008, Edi Darnadi masih menjabat sebagai Wakil Inspektur Jenderal atau Wairwasum Polri).

 

Foto : Irjen Polisi (Purn) Edi Darnadi

Edi Darnadi seangkatan dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri yaitu sama-sama berasal dari Angkatan 1974.

Seperti biasa, jika hendak mengangkat pejabat-pejabat tertentu di lingkungan Mabes Polri maka digelar Rapat Wanjak (semacam rapat Dewan Kepangkatan). Ini terjadi sekitar bulan September 2008).

Dalam rapat Wanjak saat itu, Kapolri Jenderal BHD yang memimpin langsung dan dihadiri oleh pejabat-pejabat utama yang berwenang menentukan atau memberikan “hak veto” suara tentang layak atau tidaknya seseorang diangkat guna menduduki jabatan-jabatan strategis.

Ketika itu, sumber KATAKAMI.COM di lingkungan Mabes Polri menyebutkan bahwa dalam rapat wanjak tersebut tidak ada satupun yang memberikan persetujuan bagi Susno untuk menjadi Kabareskrim.

Masih menurut sumber KATAKAMI.COM, bukan karena faktor LIKE OR DISLIKE (SUKA ATAU TIDAK SUKA), tetapi penolakan yang bulat itu karena rekam jejak Susno dinilai kurang baik.

Kapolri Jenderal BHD yang memang sangat penyabar ini secara otomatis menjadi terdorong pada situasi yang serba dilematis.

Mengapa ?

Rumors menyebutkan ketika itu bahwa sesungguhnya Jenderal BHD sedang mempertimbangkan rekan seangkatannya (sesama Angkatan 1974 yaitu Irjen Edi Darnadi) untuk menjadi Kabareskrim.

Tetapi rumors lainnya menyebutkan, Kapolri BHD terpaksa harus meminggirkan semua pendapat dari arus bawah internalnya sebab Susno merupakan titipan dari mantan Kapolri sebelumnya yaitu Jenderal Sutanto.

Foto : Jenderal Sutanto (Kiri) & Jenderal BHD (Kanan)

Kepada KATAKAMI.COM yang bertemu secara khusus di kediaman dinas Kapolri di Jalan Pattimura Jakarta Selatan (beberapa hari sebelum Sutanto pensiun bulan September 2008), Jenderal Sutanto mengungkapkan bahwa figur Susno pantas untuk dipertimbangkan menjadi Kabareskrim.

Ketika itu atau tepatnya bulan Oktober 2008, akhirnya Susno Duadji diangkat menjadi KABARESKRIM POLRI.

Bahkan Susno juga secara khusus memberikan WAWANCARA EKSKLUSIF kepada KATAKAMI.COM diawal-awal pengangkatannya sebagai KABARESKRIM (waktu itu pangkat masih Irjen, belum naik menjadi Komjen).

Malah, ketika periode bulan Januari 2009 (saat sejumlah oknum pernah melakukan kejahatan IT merusak KATAKAMI.COM terkait pemberitaan, MABES POLRI melalui Kabareskrim Komjen Susno Duadji menghubungi salah Direktur di Polda Metro Jaya untuk menangani kasus pengrusakan ini dengan sebaik-baiknya demi penegakan hukum).

Jadi pantaslah kalau sekarang Susno sangat berhati-hati jika berbicara mengenai sosok Kapolri BHD.

Bisa jadi karena faktor hutang budi.

Barangkali Susno tahu bahwa sesungguhnya dalam rapat Wanjak di bulan September 2008 itu, ia dianggap tidak layak menjadi Kabareskrim karena patut dapat diduga ada satu dan hal terkait rekam jejaknya sepanjang menjadi polisi.

Penolakan terhadap Susno ketika itu, tentu tidak ada kaitannya dengan rasa sakit hati, dendam atau diskriminasi.

Rapat Wanjak dalam internal TNI, Polri atau Kejaksaan, sangat menentukan boleh atau tidaknya seseorang menduduki jabatan-jabatan strategis.

Rapat Wanjak tidak dihadiri oleh satu atau dua orang saja.

Tetapi dihadiri oleh begitu banyak pejabat yang berwenang menyuarakan atau menyampaikan semua data, masukan dan laporan yang berkaitan dengan figur demi figur yang akan ditempatkan pada jabatan-jabatan strategis.

Ini adalah fakta.

Ini adalah realita.

Inilah sesungguhnya yang terjadi.

Foto : Jenderal Sutanto (Kiri) & Jenderal BHD (Kanan) saat sertijab di Mako Brimob (Oktober 2008)

Atas budi baik dan sifat kerendahan hati dari Kapolri BHD sematalah, maka usulan Jenderal Purnawirawan Sutanto untuk mempertimbangkan Susno menjadi Kabareskrim yang menjadi kata kunci dipilihnya Susno menjadi Kabareskrim.

Jika rapat Wanjak itu disamakan atau disetarakan dengan FIT AND PROPER TEST maka bisa dibilang bahwa sebenarnya Susno TIDAK LULUS dan TIDAK MAMPU melewati proses uji kelayakan dan kepatutan.

Ia mendapat tiket menjadi Kabareskrim Polri hanya atas dasar kebaikan dan kemurahan hati Mantan Kapolri Sutanto dan Kapolri BHD.

Sistem yang berlaku secara formal di internal Polri lewat proses WANJAK tadi, sudah dari awal menolak dan menyatakan Susno tak layak menjadi Kabareskrim.

Kalau kini Komjen Susno Duadji ditahan di Rutan LP Cipinang Cabang Markas Komando Brimob Kepala Dua Depok, maka janganlah dibayangkan bahwa Susno akan berada di balik jeruji.

Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata pernah berulang kali melakukan liputan investigasi ke Rutan tersebut semasa kasus korupsi (mantan) Jaksa Urip Tri Gunawan disidangkan.

Di Rutan itu, Urip ditahan pada periode tahun 2008.

Patut dihargai, Bareskrim Polri memutuskan untuk tidak menahan Susno di Rutan Bareskrim.

Bayangkan jika seorang Mantan Kabareskrim ditahan di bekas kantornya sendiri.

Dan (lagi-lagi) KATAKAMI.COM, sudah pernah secara langsung masuk sampai ke dalam Rutan Bareskrim.

Suasana tahanan didalam Rutan Bareskrim itu, padat, sesak, penuh dan nyaris tidak sedap dipandang mata.

Sebab Rutan Bareskrim sudah tidak mampu menampung tahanannya alias agak berlebihan jumlah tahanan yang ada disana.

Berbeda halnya dengan Rutan di Mako Brimob Kelapa Dua.

Kalau mau jujur, ini tidak pantas disebut tahanan atau penjara.

Lebih tepat disebut sebagau PAVILIUN karena memang bangunan itu adalah PAVILIUN (dalam arti yang sebenarnya) tetapi di alih-fungsikan menjadi tahanan.

Foto : Komjen Susno Duajdi di Blok B4 Rutan Brimob (Detik.Com)

 

Ada 3 klasifikasi tahanan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Pertama untuk tahanan PERWIRA TINGGI (yaitu kalangan JENDERAL).

Kedua untuk tahanan kelas menengah.

Ketiga untuk tahanan kelas standar (biasa).

Di Blok yang dikhususkan untuk para JENDERAL inilah pernah ditahan Mantan Kapolri Jenderal Polisi Purnawirawan Rusdiharjo (terseret dalam kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK).

Selain Rusdihardjo, yang pernah di tahan di Blok (kelas elite) ini adalah Mantan Deputi Badan Intelijen Negara atau BIN, Mayjen TNI Purnawirawan Muchdi Pr.

Kemudian, yang juga pernah ditahan di Blok (kelas elite) ini adalah besan dari Presiden SBY yang terseret juga dalam kasus korupsi yang ditangani KPK yaitu AULIA POHAN.

Sekedar untuk informasi, Rutan Brimob Kepala Dua memiliki tingkat pengamanan yang sangat amat tinggi.

Selain karena lokasinya berada di dalam Mako Brimob, para penjaganya sebagian dari Densus 88 Anti Teror Polri.

 Jadi sudah dari dulu, anggota Densus 88 Anti Teror ikut mengamankan rutan yang satu ini sebab semasa POLRI menangani kasus-kasus terorisme, para tahanannya ditahan di rutan ini.

Jangan heran juga jika utusan dari KPK akan banyak berseliweran di Rutan ini sebab para tahanan KPK cukup banyak yang dititipkan di Rutan Mako Brimob Kepala Dua Depok.

Jangankan Blok (kelas elite) untuk kalangan para JENDERAL, Blok yang diperuntukkan untuk kalangan umum kelas menengah saja tidak seperti penjara pada umumnya.

Kondisinya sangat baik sekali.

Ada ruang tamu dan setiap sudut Rutan (termasuk di bagian dalamnya) sangat higenis, asri dan dijaga dengan pengamanan yang tinggi.

Foto : Wakapolri Komjen. Jusuf Manggabarani

Sesungguhnya, Susno pernah mendapat kesempatan untuk berbicara dari hati ke hati dengan Wakapolri Komjen. Jusuf Manggabarani.

Sekitar bulan Februari 2010 lalu, sumber KATAKAMI.COM menyebutkan bahwa Susno diundang bertemu ke ruang kerja Wakapolri.

Sosok Komjen Jusuf Manggabarani (Angkatan 1975) — yang memang disegani Susno — menerima adik Angkatannya ini dengan tangan terbuka dan penuh nuansa persaudaraan.

Kabarnya ketika itu, Komjen. Jusuf Manggabarani dengan sangat arif dan bijaksana memberikan banyak nasihat kepada Susno.

Saat itu, Susno menangis tersedu-sedan di hadapan Wakapolri Jusuf Manggabarani.

Atas dasar rasa iba dan rasa sayang sebagai SENIOR kepada JUNIOR-nya, Komjen Jusuf Manggabarani menawarkan kepada Susno untuk menunaikan ibadah UMROH.

Tawaran dari Komjen. Jusuf Manggabarani diterima Susno Duadji.

Berangkatlah Susno ketika itu ke Tanah Suci atas budi baik dari Mabes Polri melalui Komjen. Jusuf Manggabarani.

Foto : Ketua Presidium IPW Neta S. Pane

Saat itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menginformasikan kepada KATAKAMI.COM bahwa Susno juga 2 kali bertemu kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Purnawirawan Sutanto.

Namun, kata Neta, dari 2 pertemuan itu tidak ada tawaran apapun menyangkut jabatan baru untuk Susno Duadji.

Yang ingin disampaikan disini, Mabes Polri sebenarnya tidak punya masalah dan tetap sangat respek pada Susno.

Kemarahan Susno terkait pencopotannya sebagai Kabareskrim dan belum adanya jabatan baru pasca pencopotan itu, sebenarnya tergantung dari Istana Kepresidenan yaitu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Seandainya saja, Presiden SBY mau berbaik hati menempatkan Susno pada jabatan-jabatan struktural yang layak dan pantas diduduki oleh seorang Perwira Tinggi berbintang 3, maka Susno tak akan ternistakan seperti ini.

Foto : Presiden SBY didampingi Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Kapolri BHD & Panglima TNI Djoko Santoso

Ada apa dengan dirimu, Presiden SBY ?

Berikanlah atensi yang layak dan pantas untuk Susno Duadji.

Ya misalnya memberikan jabatan pada posisi atau kedudukan diluar struktur organisasi Polri.

Pasti ada dan memang bisa dicarikan kalau memang Susno sudah tidak bisa lagi ditampung di Mabes Polri.

Jangan biarkan Mabes Polri secara institusi menjadi berhadap-hadapan dengan anggotanya sendiri.

Polri memiliki tanggung-jawab yang teramat besar dan berat menyangkut keamanan dan keterbian masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah Indonesia.

Janganlah dibiarkan Polri secara institusi terombang-ambing dan terguncang terus menerus tanpa henti.

Kapolri Jenderal BHD akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang.

Menunggu Jenderal BHD pensiun, biarlah proses regenerasi di tubuh Polri ini berjalan dengan sangat baik, aman dan lancar.

SBY harus peka terhadap situasi yang berkembang akhir-akhir ini.

Agar Polri secara institusi jangan terkorbankan.

Begitu juga Komjen Susno Duadji.

Bukalah hatimu SBY agar jangan Polri yang dicaci-maki dan dipersalahkan.

Padahal sebenarnya engkau yang diam seribu bahasa dan sungguh tak bergeming ketika seorang anak bangsa bernama Susno Duadji dipaksa oleh keadaan menjadi seolah-olah berseteru dengan institusi yang membesarkannya selama ini.

Padahal Polri (pasti) tak punya niat buruk pada anggotanya sendiri.

(MS)

May 12, 2010 Posted by | news | | Comments Off on Jangan Suudzon Pada Polri, Dulu Susno Memang Dinilai Tak Layak Jadi Kabareskrim

Komjen Ito Sumardi : Saya Tidak Berwenang Menentukan Penangkapan Susno

 

WAWANCARA EKSKLUSIF 

 

Komjen Ito : Polri Tetap Tegar, Tanya Susno Apa Maksudnya

Kadiv Propam Budi Gunawan : Kasus Gayus Cobaan Berat Bagi Polri

 

Jakarta 7/5/2010 (KATAKAMI) Terkuaknya kasus pengemplangan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan yang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, mau tak mau membuat Mabes Polri bekerja keras untuk mengungkap kasus ini (sekaligus menanganinya).

Baik dari segi pelanggaran kode etik profesi.

Tetapi juga dari indikasi pelanggaran unsur pidananya.

Tampaknya kasus ini juga melibatkan Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Akan tetapi pada perkembangan, Susno terindikasi sangat amat “kuatir” jika statusnya dinaikkan menjadi tersangka dan ditahan.

Untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus ini. Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen. Polisi Ito Sumardi di ruang kerjanya di Bareskrim Polri pada Jumat (7/5/2010) siang.

Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kabareskrim Komjen. Polisi Ito Sumardi :

Foto : Komjen Susno Duadji (Kiri) & Komjen Ito Sumardi (Kanan)

KATAKAMI (K) : Bagaimana sebenarnya perkembangan penanganan kasus Gayus Tambunan yang ditangani Bareskrim Polri ?

ITO SUMARDI (IS) : Kan ada yang ditangani Tim Independen karena melibatkan juga penyidik-penyidik dari Bareskrim Polri. Kan  tidak mungkin ditangani Bareskrim sendiri. Tapi ada juga yang ditangani oleh Direktur 3 Bareskrim Brigjen Yovi Nahar dari sisi korupsinya. Kemudian langkah-langkah lain ya … tentunya yang dilakukan Tim Independen sekarang ini adalah mencari kebenaran dari pernyataan-pernyataan Pak Susno Duadji. Tapi sampai saat ini belum bisa dicapai selama Pak Susno belum bisa memberikan keterangan yaitu klarifikasi dari pernyataannya selama ini kepada publik.

(K) Maksudnya, karena kasus ini diungkapkan pertama kali kepada publik oleh Pak Susno maka Pak Susno pun harus mau memberikan keterangan untuk kepentingan penyidikan. Begitu Pak ?

(IS) Ya betul.  Coba saja lihat … semua sudah diperiksa. Bahkan Sjahrir Johan sudah ditahan. Tentunya kan kami harus melakukan klarifikasi. Masuk akal gak … kalau Sjahrir Johan sudah ditahan tetapi Pak Susno belum bisa juga memberikan keterangan.

(K) : Pak Kaba, kemarin tim pengacara dari Pak Susno Duadji ngotot sekali ingin mengemui Kabareskrim untuk meminta kepastian atau semacam jaminan. Jaminan atas apa yang diminta Pak Susno ?

(IS) : Pak Susno meminta agar tidak dijadikan tersangka dan meminta juga agar tidak ditahan. Lho, saya kan tidak mungkin memberikan kepastian tentang hal tersebut. Kepastian itu kan datang dari penyidik sebab penyidik yang akan menentukan apakah seseorang yang terperiksa itu akan menjadi tersangka dan saksi.. Penyidik juga yang berwenang menentukan apakah seseorang itu harus ditahan atau tidak. Jadi bukan wewenang saya sebagai Kabareskrim.

Foto : Kabareskrim Komjen Ito Sumardi

(K) : Ada apa sebenarnya Pak Kaba, kok sepertinya Pak Susno Duadji ketakutan sekali. Atau jangan dibilang ketakutanlah. Seperti Pak Susno sangat kuatir sekali. Ada tanggapan Pak ?

(IS) : Aduh … saya sendiri tidak tahu ya. Sebab proses pemeriksaan yang ditangani oleh Tim Independen ini, saya kan tidak tahu arahnya.

(K) : Untuk saat ini, apa yang diharapkan oleh jajaran Bareskrim Polri dalam upaya pengungkapan kasus pengemplangan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan ini ?

(IS) : Ya … kami berharap semua pihak mau memberikan keterangan yang seluas-luasnya. Siapapun juga yang memiliki informasi, terutama pihak-pihak yang terkait dan yang dikaitkan … harus bisa dan harus mau memberikan keterangan kepada kami.

(K) : Termasuk Pak Susno Duadji ya ?

(IS) : Oh iya jelas, termasuk dari Pak Susno juga.

(K) : Pak Kaba, terus terang … apakah ada rencana dari Polri untuk menangkap dan menahan Pak Susno Duadji ?

(IS) : Wah .. untuk masalah ini, saya sendiri tidak tahu. Kita lihat saja nanti perkembangannya. Sekali lagi, saya tidak berwenang menentukan hal itu. Sebab yang berwenang menentukan adalah para penyidik yang menangani kasus ini. Jelas ya ?

(K) : Baiklah, terimakasih Pak Kaba.

(MS)

May 11, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Comments Off on Komjen Ito Sumardi : Saya Tidak Berwenang Menentukan Penangkapan Susno

Tak Cuma Menkeu, Resuffle Kabinet Gantilah Jaksa Agung

Dimuat juga di KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

Wahai SBY Kok hanya Depkeu, Berikanlah Renumerasi TNI, Polri & Jaksa

Jakarta (KATAKAMI) Pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan merupakan pintu bagi terselenggaranya resuffle atau perubahan kabinet Indonesia Bersatu jilid 2.

Setidaknya berdasarkan pernyataan dari pihak Istana Kepresidenan hari Kamis (6/5/2010) ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka seleksi bagi kandidat Menteri Keuangan guna menggantikan figur Sri Mulyani yang akan segera mengemban tugas barunya sebagai Managing Director Bank Dunia per tanggal 1 Juni 2010.

https://i1.wp.com/www.primaironline.com/images_content/20100223hendarman%20supandji.jpeg

Foto : Jaksa Agung Hendarman Supandji

Semua pihak tentu berharap agar proses seleksi yang akan dilakukan oleh Istana Kepresidenan ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya.

Tetapi siapa lagikah dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini yang bisa dimasukkan dalam gerbong pergantian kali ini ?

Dari jajaran pejabat setingkat Menteri, satu-satunya yang sangat pantas untuk diganti adalah Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Bulan Mei 2010 ini persis 3 tahun Hendarman mendapat perpanjangan tugas dari SBY sebagai Jaksa Agung.

Harusnya mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) ini sudah harus purna bhakti atau pensiun sesuai aturan yang berlaku di lingkungan Kejaksaan adalah Mei 2007 lalu.

Mendapat perpanjangan tugas selama 3 tahun adalah sebuah kehormatan yang sangat jarang terjadi.

Tetapi atas nama regenerasi, SBY tidak bisa memberlakukan sistem status quo pada struktur kepemimpinan di lingkungan Kejaksaan Agung.

Selain perpanjangan tugas yang terlalu dipanjang-panjangkan ini tidak baik bagi proses regenerasi dan reformasi birokrasi di lingkungan Kejaksaan, kebijakan tak lazim semacam ini hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial (baik di lingkungan internal atau eksternal Kejaksaan).

Foto : Jaksa Agung Hendarman Supandji

Sehingga mau tak mau, selain mencari pengganti Menteri Keuangan maka hal lain yang sama pentingnya adalah mencari kandidat pengganti Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung.

Hendaklah SBY berlaku adil kepada seluruh jajaran Kejaksaan.

Setiap pejabat eselon 1 di lingkungan Adhyaksa itu, berhak mendapat kesempatan yang sama untuk naik ke pucuk pimpinan tertinggi di lingkungan mereka.

Berdasarkan perjalanan sejarah, jabatan Jaksa Agung juga bisa diambil dari figur luar (diluar Jaksa Karier).

Ini pernah terjadi pada era pemerintahan sebelum SBY.

Bahkan pada Kabinet Indonesia bersatu jilid 1, Jaksa Agung sempat diisi oleh pejabat non karier yaitu Abdul Rahman Saleh.

Namun di tengah jalan, SBY mencopot Abdul Rahman Saleh dan memilih Hendarman Supandji untuk menjadi Jaksa Agung.

Jadi singkat kata, atas nama regenerasi maka SBY perlu mempertimbangkan pergantian pejabat setingkat Jaksa Agung untuk masuk dalam gerbong pergantian Menteri Keuangan.

Sehingga kalaupun nanti akan ada pelantikan Menteri yang baru, maka akan 2 orang pejabat tinggi negara yang siap untuk dilantik yaitu Menteri Keuangan dan Jaksa Agung yang baru.

https://i0.wp.com/kompas.com/data/photo/2008/04/15/2740528p.jpg

Foto : Jampidsus Marwan Effendi (kanan)

Marwan Effendi : Kerjasama RI – AS Menangani Korupsi Besar Manfaatnya

Calon terkuat dari jajaran Jaksa Karier yang sangat menonjol untuk diangkat menjadi Jaksa Agung yang baru adalah Wakil Jaksa Agung Darmono atau Jaksa Agung Muda Pidana husus (Jampidsus) Marwan Effendi.

Tetapi Marwan tetap memiliki nilai yang lebih besar dan kuat terkait pengalamannya dalam menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi.

Jika ada yang bertanya, apakah perlu diadakan pergantian di jajaran TNI dan Mabes Polri ?

Sebenarnya pergantian itu adalah sesuatu yang bersifat lumrah di instansi-instansi semacam ini.

Tour of duty. Tour of area.

Jabatan memang sebuah amanah.

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso (2 kanan) bersama (dari kanan) KSAD Jenderal TNI George Toisutta, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, dan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat

Menghitung Hari Melepas BHD Purna Bhakti Enam Bulan Lagi

Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Tetapi kalau kembali pada pertanyaan, apakah TNI dan Polri perlu ikut dirombak susunan kepemimpinannya.

Untuk saat ini, rasanya belum waktunya Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri diganti.

Mengapa ?

Sebab, Jenderal Djoko Santoso baru akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 Oktober 2010 mendatang.

Sedangkan Jenderal Bambang Hendarsi Danuri baru akan pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang.

https://i0.wp.com/matanews.com/wp-content/uploads/RakorPolhukam.jpg

Foto : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri BHD, Kepala BIN Sutanto dan Jaksa Agung Hendarman Supandji

Sehingga kalau hitungannya dimulai dari sekarang, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso pensiun 5 bulan lagi.

Sedangkan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pensiun 6 bulan lagi.

Biarlah untuk saat ini, mereka menyelesaikan masa tugasnya hingga memasuki detik-detik purna bhakti.

Yang didepan mata sudah harus diganti secepatnya adalah 2 pejabat yaitu Menteri Keuangan dan Jaksa Agung.

Sekarang, terserah kepada Presiden SBY.

Apakah ia akan mengganti, hanya terfokus pada Menteri Keuangan semata.

https://i0.wp.com/media.vivanews.com/images/2009/03/20/67761_presiden_sby_dan_menkeu_sri_mulyani.JPG

Foto : Sri Mulyani dan Presiden SBY

Atau, ia akan mengganti juga pejabat setingkat Jaksa Agung.

Sebaiknya, SBY mempertimbangkan semua hal ini dengan sebaik-baiknya. Hak prerogatif memang hak mutlak yang ada di tangan Kepala Negara.

Tetapi jangan atas nama hak prerogatif itu, maka tongkat estafet kepemimpinan yang menandai proses regenerasi di instansi sepenting Kejaksaan Agung jadi terabaikan.

Pertimbangkanlah semua ini, Bapak Presiden SBY.

Jangan ragu-ragu.

Jangan jadi jadi peragu.

Lanjutkan !

(MS)

May 11, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Comments Off on Tak Cuma Menkeu, Resuffle Kabinet Gantilah Jaksa Agung

Sayonara Sri Mulyani, SBY Realisasikanlah Renumerasi Gaji

DIMUAT JUGA DI KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

Wahai SBY Kok hanya Depkeu, Berikanlah Renumerasi TNI, Polri & Jaksa

Megawati Sentil Century, SBY Jangan Asal Comot Calon Kapolri

Jakarta 5/5/2010 (KATAKAMI) Sebagian orang mengatakan bahwa ditunjuknya Sri Mulyani Indrawati sebagai salah seorang Direktur Bank Dunia adalah sebuah prestasi anak bangsa (Indonesia). Sehingga penunjukan ini dinilai sebagai sebuah prestasi yang sangat amat membanggakan. Ya, silahkan saja kalau ada yang menilai seperti itu. Tapi ada juga pendapat lain yang bertolak belakang yaitu “kabar hengkangnya” Sri Mulyani ini merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia yaitu proses hukum terhadap kasus Bank Century akan terseok-seok.

Patut dapat diduga Sri Mulyani dianggap bersalah dan (harusnya) bertangung-jawab di muka hukum atas kasus ini.

https://i0.wp.com/www.solopos.com/dokumen/2009/11/25demo.jpg

Foto : Aksi unjuk rasa menuntut penuntasan kasus Century


Tetapi untuk menghormati asas praduga tidak bersalah atau presumption of innocent maka semua pihak harusnya menunggu hasil pemeriksaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

DPR-RI juga sudah mengeluarkan sebuah rekomendasi resmi bahwa kasus (mega skandal) Bank Century ini harus ditindak-lanjuti oleh instansi penegak hukum di Indonesia yaitu Kejaksaan Agung, Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dengan ditunjuknya Sri Mulyani sebagai Direktur Bank Dunia maka pertanyaannya adalah akankah kasus Bank Century bisa dituntaskan penanganannya – terlebih jika itu melibatkan Sri Mulyani — ?

Di tengah pemeriksaan KPK, Menteri Keuangan Sri Mulyani, mendapat angin segar dari Bank Dunia.

Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick, menunjuknya sebagai Managing Director Grup Bank Dunia, kemarin.

Pernyataan itu termuat dalam siaran pers yang ditayangkan situs resmi Bank Dunia, www.worldbank.org.

https://i2.wp.com/www.usfst.com/media/media-news/news-thumb/090929/zoellick.jpg

Foto : Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick

Lebih lanjut Zoellick juga memuji Sri Mulyani dengan mengatakannya bahwa sosok tersebut memiliki pengetahuan yang unik.

Selain itu, dia juga menilai bahwa Sri Mulyani telah dikenal dunia kesuksesannya dalam memberantas korupsi dan menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Dia punya pengetahuan yang mendalam dalam isu pembangunan maupun peran Bank Dunia secara keseluruhan,” ujar Zoelick dalam siaran pers tersebut. Menurut dia, sebagai pejabat senior, Sri Mulyani akan mengambil peran yang sangat penting dalam mengembangkan Bank Dunia dalam menjalankan reformasi dan menghadapi masa depan.

Dan yang sangat mengecewakan disini adalah sikap Amerika Serikat yang patut dapat diduga menjadi pihak yang paling jelas keberadaannya di balik kebijakan-kebijakan Bank Dunia.

Tidak begini caranya jika ingin mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Tidak begini caranya jika ingin menyelamatkan seseorang yang dianggap sebagai pihak yang sehati dan sepaham dengan kebijakan-kebijakan Amerika.

Harusnya Bank Dunia – termasuk juga Amerika Serikat – menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Indonesia (sebuah Negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam terbesar di dunia).

Pujian dari Presiden Bank Dunia Robert Zoellick untuk Sri Mulyani seakan menjadi nada sumbang bagi proses penegakan hukum di Indonesia.

Dalam pernyataannya di Metro TV, Rabu (5/5/2010), Pengamat Ekonomi Kwik Kian Gie menegaskan bahwa Robert Zoellick sangat mengecewakan, tidak tahu aturan, tidak tahu adat dan tidak punya tata krama dalam menunjuk seorang pejabat Bank Dunia.

Dan yang lebih kurang ajar, lanjut Kwik Kian Gie, penawaran pekerjaan ini disampaikan Robert Zoellick hanya 25 hari sebelum efektif bekerja dan bisa seenaknya menunjuk seorang Direktur Bank Dunia tanpa permisi kepada Presiden Indonesia.

https://i0.wp.com/i.ytimg.com/vi/OiY7VFz1wgI/0.jpg

Kwik Kian Gie juga menganggap sangat aneh jika Sri Mulyani ditunjuk sebagai Direktur Bank Dunia disaat proses hukum kasus Bank Century sedang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jadi, kembali ke masalah pengangkatan Sri Mulyani — terutama puja dan puji setinggi langit dari Presiden Bank Dunia Robert Zoellick atas diri Sri Mulyani.

Tutup mulut bagi siapapun yang tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia !

Tolong hormati setiap gerak laju dari upaya penegakan hukum di Indonesia.

Tolong hormati setiap gerak laku dari kesungguhan Indonesia dalam menuntaskan kasus tindak pidana korupsi.

Tolong hormati setiap proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus-kasus besar di republik yang bernama Indonesia ini.

Tapi ya sudahlah, silahkan saja kekuatan-kekuatan raksasa memperdengarkan gaung atas bunyi-bunyi sumbang mereka.

Yang sangat penting untuk diingatkan disini bagi siapapun yang akan menjadi Menteri Keuangan baru di negara ini adalah RENUMERASI bagi seluruh anggota TNI, POLRI dan Kejaksaan.

Ini adalah kegagalan Sri Mulyani Indrawati.

https://i2.wp.com/www.rnw.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/Sri_mulyani%C2%A9londonsummit@flickr1000_1.jpg

Foto : Sri Mulyani & Presiden SBY

Ini adalah malapetaka yang ditinggalkan Sri Mulyani Indrawati kepada TNI, Polri dan Kejaksaan.

Bertahun-tahun masalah peningkatan kesejahteraan pendapatan bagi anggota TNI, Polri dan Kejaksaan menjadi terkatung-katung dalam kekuasaan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan.

Panjang sekali pembahasan yang diberlakukannya untuk memutuskan masalah RENUMERASI.

Tetapi yang sangat memukul perasaan adalah Menteri Keuangan memutuskan kenaikan gaji lewat kebijakan RENUMERASI kepada jajarannya sendiri di DEPARTEMEN KEUANGAN – dimana salah satu yang tercakup disana adalah DIREKTORAT JENDERAL PAJAK yang memperkerjakan seorang mafia bernama Gayus Tambunan –.

https://i2.wp.com/www.calegindonesia.com/content/files/images/news/gayus%20tambunan.jpg

Foto : Gayus Tambunan

Harusnya malu kepada seluruh rakyat Indonesia, menghalangi kenaikan kesejahteraan bagi instansi TNI, Polri dan Kejaksanaan tetapi dinilai sangat amat berhasil sebagai Menteri Keuangan.

Harusnya malu kepada seluruh rakyat Indonesia, menghambat peningkatan pendapatan bagi instansi TNI, Polri dan Kejaksaan tetapi dinilai sangat pantas mengurusi 74 negara yang tercakup dalam Bank Dunia.

Tidak masalah bagi Indonesia untuk melepas kepergian Sri Mulyani Indrawati.

Silahkan pergi dan menikmati besarnya gaji atau pendapatan sebagai Direktur Bank Dunia yang konon kabarnya mencapai angkat Rp. 3 Miliar.

Wow !

https://i2.wp.com/i152.photobucket.com/albums/s183/musashi247/sayonara.jpg

Sayonara Ibu Menteri Sri Mulyani.

Ayunkanlah langkah anda ke sebuah negara yang merasa paling tahu mengenai urusan dalam negeri Indonesia (dibanding Indonesia sendiri).

Ingatlah bahwa semasa anda menjadi Menteri Keuangan, anda tidak membuka hati dan mengupayakan secara sungguh-sungguh kenaikan gaji TNI, Polri dan Kejaksaan lewat kebijakan RENUMERASI.

Sehingga hal ihwal RENUMERASI ini haruslah dituntaskan oleh Menteri Keuangan yang baru (siapapun nanti yang ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono).

http://adiewicaksono.files.wordpress.com/2008/12/grab4.jpeg?w=640

Naikanlah gaji TNI, Polri dan Kejaksaan berdasarkan kebijakan RENUMERASI itu.

Janganlah biarkan rencana kenaikan gaji lewat RENUMERASI ini terkatung-katung tanpa kejelasan.

Indonesia membutuhkan abdi-abdi negara dari jajaran TNI, Polri dan Kejaksaan.

Perhatikanlah mereka.

Angkatlah martabat dan tingkat kesejahteraan hidup mereka.

Jangan dinistakan.

Jangan dilupakan.

Bangsa, Negara dan Rakyat Indonesia membutuhkan TNI, Polri dan Kejaksaan sehingga kesejahteraan hidup mereka haruslah diprioritaskan untuk diperbaiki dan ditingkatkan menjadi lebih manusiawi.

(MS)

May 11, 2010 Posted by | news | | Comments Off on Sayonara Sri Mulyani, SBY Realisasikanlah Renumerasi Gaji

Kadiv Propam Budi Gunawan : Kasus Gayus Cobaan Berat Bagi Polri

 

WAWANCARA EKSKLUSIF 

Jakarta (16/4/2010) Terungkapnya kasus pengemplangan pajak yang menyeret nama Gayus Tambunan (seorang pegawai eselon 3 Direktorat Jenderal Pajak), mau tak mau menyeret juga INSTITUSI POLRI ke dalam situasi yang serba tidak mengenakkan.

Citra dan nama baik Polri kembali dipertaruhkan dalam penanganan kasus pengemplangan pajak ini – terutama yang menyangkut masalah pelanggaran etika dan profesi. Tujuh orang penyidik sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam masalah pelanggaran etika dan profesi.

 

Photo : Irjen Budi Gunawan 

Dan untuk menangani itu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku dalam Polri, maka Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri yang berada di garda terdepan dalam menyelesaikan kasus yang sangat memalukan ini.

Divisi Propam Polri juga mendapat sorotan sejak beberapa hari terakhir ini, terkait upaya penegakan disiplin yang dilakukan terhadap Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang nyaris berangkat ke Singapura (tanpa izin dari atasan atau INSTITUSI).

Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata mendapatkan kesempatan untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Kepala Divisi Profesi & Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Budi Gunawan.

WAWANCARA EKSKLUSIF ini dilakukan di ruang kerjanya di Gedung Utama Mabes Polri, Jumat (16/4/2010) siang.

 

Photo : Irjen Budi Gunawan 

Dan inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kadiv. Propam Polri Irjen Polisi Budi Gunawan :

 

(KATAKAMI) : Terimakasih Pak Budi, atas WAWANVARA EKSKLUSIF ini karena Divisi yang Bapak pimpin ini sekarang lagi disorot oleh banyak pihak yaitu apakah Propam Polri akan mampu untuk menegakkan disiplin bagi anggota-anggota Polri yang tersangkut dan tersandung dalam kasus Gayus Tambunan. Boleh tahu, apa yang saat ini sedang terus ditangani oleh Divisi Propam terkait kasus Gayus ini ?

(BUDI GUNAWAN) : Begini, yang harus dipahami oleh masyarakat adalah Propam ini bekerja di benteng terakhir dalam institusi Polri. Sebab berada dalam aspek pengawasan. Terutama penegakan aturan disiplin dan kode etik profesi. Kalau sebagai benteng terakhir, tentu saja semua yang dilakukan oleh Propam ini sangat berkaitan dengan penegakan aturan yang berkaitan dengan aspek internal organisasi Polri. Terutama penegakan peraturan disiplin dan peraturan kode etik tadi. Semua itu muara dan tujuannya adalah untuk menjaga citra Polri tadi.

(K) : Lalu apa bedanya antara proporsi tugas Propam dan Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum, red) terkait penanganan kasus Gayus Tambunan yang melibatkan anggota-anggota Polri ini ? Apakah penanganannya hanya ditangani oleh Propam saja atau melibatkan Tim dari Irwasum Polri ?

(BG)  : Tentu ada korelasinya. Ada hubungannya. Kedua fungsi tadi yaitu Irwasum dan Propam didalam siklus manajemen Polri, berada dalam aspek pengawasan. Khusus untuk Irwasum,  menangani masalah manajemen yaitu yang berkaitan dengan perencanaaan dan bidang pengawasan. Nah, kalau dari hasil audit manajemen itu terdapat dugaan penyimpangan dan pelanggaran maka Propam akan masuk melakukan penegakan. Sekali lagi, konsentrasi tugas dari Propam ini adalah penegakan disiplin dan kode etik. Sering kali masyarakat umum yang kurang memahami masalah aturan ini menyamakan dan menarik kesimpulan bahwa penegakan disiplin – kode etik itu masuk dalam ranah pidana.  Itu sangat berbeda sekali ! Sehingga jangan mengkait-kaitkan proses penegakan disiplin dan kode etik profesi yang dilaksanakan Propam dengan langkah-langkah ke arah pidana.

(K)  :  Oke, kita masuk lebih dalam pada kasus Gayus Tambunan. Porsi tugas dari Propam untuk menindak-lanjutinya apa saja ?

(BG)  : Oh banyak sekali ! Sebab dalam kasus ini … sudah jelas sekali ada pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan kode etik dan profesi. Misalnya, pelanggaran prosedur tahapan penyidikan.

 

(K) Itu yang terjadi di Bareskrim ya ?

 

(BG) Ya … artinya ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri. Ini menjadi domain tugas Propam. Ini yang harus kami tegakkan. Apalagi kalau ada unsur pidananya, biasanya juga ada korelasi yaitu terdapat penyimpangan di bidang kode etik. Walaupun dalam tahap pemeriksaannya akan dibedakan. Termasuk persidangannya, akan dibedakan dengan unsur pidana.

 

(K) :  Ada berapa orang sebenarnya anggota Polri yang terlibat dalam kasus Gayus Tambunan ini ?

(BG)  :  Seperti yang sedang dilaksanakan oleh Tim Independen … sebetulnya didalam Tim Independen ini juga ada Tim Propam … bekerja secara sinergi. Yang masuk dalam ranah pidana, diperiksa oleh Tim dari Bareskrim. Sementara yang masuk dalam ranah kode etik, akan diperiksa oleh Tim Propam. Sampai saat ini ada 7 orang penyidik yang  dinyatakan terlibat yaitu penyidik pelaksana. Termasuk pejabat yang ada di Bareskrim saat itu dan terakhir.  Pokoknya yang berkaitan dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan dan sampai memasuki putusan.

 

(K) :  Pak Budi, ini akan jadi tanda besar di tengah masyarakat kalau misalnya hal ini tidak kami tanyakan kepada anda selaku Kepala Divisi Propam Polri. Ada apa sebenarnya dibalik penangkapan terhadap Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta beberapa hari lalu sebab yang melaksanakan proses itu adalah Propam Polri ? Mengapa beliau ditangkap ?

(BG)  :  Lho … itu bukan penangkapan namanya !

(K) : Oh begitu ya ? Sebab Tim dari Propam yang mengirimkan anggota-anggota Provost mendatangi Pak Susno Duadji sampai ke ruang keberangkatan bandara. Kalau bukan penangkapan, jadi apa namanya ?

  

 

Photo : Kapolri Jenderal BHD & Wakapolri Jusuf Manggabarani

(BG)  :  Sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2003, jelas disebutkan bahwa dalam rangka penegakan peraturan disiplin … dalam hal kedapatan tertangkap tangan, maka Provost bisa melakukan pemeriksaan langsung.

(K) : Jadi bukan ditangkap namanya ? Tapi kok ramai-ramai mengejar Pak Susno ke Bandara. Kan bisa mengirimkan beberapa orang saja misalnya, untuk mengundang beliau menjalani pemeriksaan di Mabes Polri ?

 

Photo : Komjen Susno Duadji

(BG)  : Sekali lagi, itu bukan penangkapan. Salah besar kalau ada yang menyebut itu penangkapan.  Ini kan pencegahan. Jadi kerjanya Propam itu adalah sebelum, pada saat dan setelah. Dalam kaitan dengan kasusnya Pak Susno … seperti yang disampaikan oleh Tim Pengacara Pak Susno, lho Pak Susno kan belum berangkat keluar negeri. Lho, begini … Propam itu bekerja sebelum, pada saat dan setelah.  Dalam rangka upaya preventif dan karena tertangkap tangan …. terbukti ada disana, kami mencegah dan kami bawa ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan.

 

(K)  :  Wah, tetap saja agak membingungkan Pak. Sebab kalangan awam menilai, kejadian itu adalah penangkapan terhadap seorang perwira tinggi Polri yang masih aktif. Apakah Propam mendengar kritikan dari pihak Pak Susno Duadji, mengapa tidak ada surat resmi penangkapan ? Bagaimana Kadiv Propam menjelaskan hal ini ?

(BG)  :  Sekali lagi, dalam Pasal 6 Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2003 itu sudah sangat jelas yaitu dalam hal tertangkap tangan maka tanpa surat perintah Provost bisa melakukan pemeriksaan. Itu sudah sangat jelas sekali kok. Ada aturannya. Kami wajib melaksanakan itu.

 

Ilustrasi Gambar Topi Provost Polri

(K)  :  Jadi apa kesalahan dari Pak Susno Duadji sehingga Tim Provost memburu beliau ke Bandara Soekarno Hatta terkait istilah tertangkap tangan tadi ?

 

(BG) :  Kesalahan beliau adalah berencana untuk berpergian keluar negeri tanpa izin. Kami wajib melakukan penegakan disiplin sesuai dengan aturan yang berlaku di Polri. Setiap profesi dan organisasi apapun atau dimanapun, tentu punya aturan yang berkaitan dengan kode etik. Khusus untuk TNI – POLRI, ada tambahan lagi yaitu peraturan disiplin. Jadi itulah konsekuensinya karena Pak Susno kan masih polisi aktif.

(K) : Jadi, kesalahan utama dari Pak Susno Duadji adalah pelanggaran disiplin, begitu maksudnya Pak ?

(BG) Iya betul !

(K)  Apakah Polri serius dan sungguh-sungguh akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang terlibat dalam kasus Gayus Tambunan ini ?

(BG)  : Sesuai dengan peraturan yang berkaitan dengan kode etik dan profesi, Propam ingin menunjukkan bahwa kami merespon setiap pengaduan.

(K) :  Apakah ada jaminan bahwa dalam rangka menangani kasus Gayus Tambunan ini, Propam tidak ada mengada-ada atau melakukan rekayasa apapun ? Ya, misalnya … yang salah dibenarkan atau yang benar justru disalahkan ?

(BG) :  Kami tidak akan melakukan diskriminasi. Propam serius menegakkan aturan, Polri sedang membenahi masalah ini yaitu citra dan nama baik agar kepercayaan masyarakat kembali pulih terhadap Polri.

(K)  : Tampaknya Propam sadar betul bahwa kasus Gayus Tambunan ini mau tak mau menjadi cobaan bagi institusi Polri ?

(BG)  :  Ya betul … ini cobaan berat buat Polri.

(K) : Baik, terimakasih Pak Budi Gunawan.

May 11, 2010 Posted by | news, Wawancara Eksklusif | , | Comments Off on Kadiv Propam Budi Gunawan : Kasus Gayus Cobaan Berat Bagi Polri