Katakamidotcom News Indonesia

Tantangan Satgas Mafia Hukum, BONGKAR Indikasi Kemafiaan Komjen GM


DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM


Denny Indrayana tuding Komjen GM tak dukung kasus Aan diselesaikan

Satgas: Perekayasa Kasus Aan Harus Bertanggungjawab

Propam Polri: Jangan Ada Lagi Penjebakan Dalam Kasus Narkoba


Jakarta 27/2/2010 (KATAKAMI) Pernahkah anda mendengar lagu “BONGKAR” yang sangat legendaries dari penyanyi kawakan bersuara emas “IWAN FALS” ? Lagu ini begitu sarat dengan kritik sosial yang menyentuh hati. O o yao yao ya bongkar. O o yao yao ya bongkar.

Ya, Iwan Fals betul. Setiap hal yang memang sarat dengan indikasi ketidak-adilan memang harus dibongkar.

Salah satu yang ingin kami sorot disini adalah kasus rekayasa narkoba yang menimpa Susandi Sukatma alias AAN.

Kasus Aan ini bermula dari penganiayaan yang terjadi pada 14 Desember 2009. Aan mengaku dianiaya oleh Viktor Laiskodat di depan 3 oknum Polda Maluku di Gedung Artha Graha.

Aan sempat disekap dan ditelanjangi di gedung Artha Graha lantai 8 dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi. Aan diminta mau menjadi saksi untuk kasus kepemilikan senjata api milik mantan Bos PT Maritim Jaya, DT.

Namun karena menolak, kini Aan ditetapkan menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba.

3 oknum penyidik Polda Maluku yang dilaporkan ke Propam yakni Direskrim Polda Maluku Kombes Pol Jhon Siahaan, Ipda Jhoni dan Brigadir Obed.

Photo : Susansi Sukatma ( Aan)

Misteri Propam Polri, Salut Oegroseno Selamat Bertugas Budi Gunawan

Aan, sudah mulai menjalani persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Persidangan Aan terasa sangat memilukan sebab disaat persidangan itu mulai digelar, Mabes POLRI justru sudah menemukan indikasi pelanggaran berat oknum-oknum polisi yang sengaja menjerumuskan Aan agar tersandung kasus (rekayasa) narkoba ini.

Aan yang dipukuli dan ditelanjangi berjam-jam di Gedung Artha Graha adalah seorang korban.

Ia dianiaya.

Ia dipermalukan.

Nama baiknya tak cuma dicemarkan, tetapi totalitas dirinya sebagai martabat dan keselamatan dirinya sebagai seorang anak manusia sudah dihancurkan sampai ke titik nadir.

Betapa malangnya nasib seorang Aan !

Seolah-olah di negeri ini, wong cilik alias orang kecil yang tak berdaya pantas untuk dihina, disiksa dan dibantai sebagai seorang pesakitan yang tak berhak memiliki hak-hak hukum.

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sebenarnya sedang terus memonitor kasus Aan ini.

Bahkan salah seorang anggota Satgas ini yaitu Denny Indrayana (yang kebetulan juga menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), sudah mensinyalir bahwa ada seorang Komisaris Jenderal Polisi berinisial GM, mencoba untuk menghalangi penyelesaian kasus Aan.


http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2009/04/59335_kepala_pelaksana_harian__kalakhar__bnn_komjen_gories_mere_300_225.jpg?w=600&h=450


Oegroseno : Ada Pelanggaran Berat Kasus Aan, Polisi Tidak Boleh Melukai


Komisaris Jenderal Polisi berinisial GM ?

Tentu SatgasPemberantasan Mafia Hukum tidak main-main dengan sepak terjang dan gerak mereka menelusuri kasus demi kasus yang berbau KEMAFIAAN !

Tentu Presiden SBY juga tidak sedang bermain-main ketika beliau memutuskan untuk membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Banyak pihak yakin, Presiden SBY memang sangat serius untuk membabat habis keberadaan MAFIA-MAFIA KOTOR yang sangat buas dan kelaparan (mengais untung).

Pertanyaannya sekarang adalah seriuskah Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menuntaskan kasus mafia hukum yang menyeret Aan sebagai korban yang sangat pantas untuk dibela dan dikasihani.

Pertanyaan berikutnya untuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum adalah beranikah dan mampukah mereka membabat habis keberadaan MAFIA HUKUM dibalik kasus rekayasa narkoba yang menimpa Aan ?

Photo : Kapolri Sutanto saat sidak ke Apartemen Taman Anggrek (Nov 2007)

Gong Xi Fat Choi Bandar Narkoba MONAS, Copot Gories Mere

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

Ibunda Aan : Apa Memang Orang Kecil Harus Ditindas?

Telusurilah benang merah yang menyangkut perwira tinggi berinisial GM tadi di dalam dunia hitam kenarkobaan.

Cari tahulah tentang pembunuhan mafia narkoba internasional bernama Hans Philip yang ditembak mati di bagian kepala saat berada didalam mobilnya di daerah Bogor (Jawa Barat) pada tahun 2005 lalu.

Cari tahulah tentang kasus pencurian barang bukti narkoba 13 kg sabu tahun 2006 lalu yaitu barang bukti dari kasus narkoba apa yang dicuri dan siapa yang ada dibalik kasus narkoba Teluk Naga tersebut ?

Cari tahu jugalah tentang pembekingan yang sangat mengerikan di balik skandal hukum Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS yaitu siapakah perwira tinggi yang dengan petantang petenteng bisa meloloskan Bandar Narkoba MONAS sebanyak 3 kali berturut-turut dari jerat hukum ?

Cari tahu dan berkoordinasilah dengan Jajaran Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Agung terkait kasus Bandar Narkoba Monas (yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek Jakarta Barat bulan November 2007) dan pertanyakan kepada mereka mengapa dari 9 orang yang ditangkap … hanya 3 orang saja yang diajukan ke Pengadilan ?

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum jangan terkejut dan jangan terpukul.

Sebab akan ada pemandangan yang sangat mengerikan di balik semua skandal-skandal hukum berbau narkoba di negeri ini.

Mengapa disebut mengerikan ?

Ya, sebab patut dapat diduga skandal-skandal hukum narkoba kelas kakap di negeri ini mengerucut dan mengarah pada pembekingan dari oknum perwira tinggi Polri yang itu-itu juga dengan kode L 4.

Lu Lagi Lu Lagi !

Tapi hukum tak mampu berbuat apa-apa terhadap Raja Mafia Hukum dibalik serangkaian kasus narkoba yang sangat memalukan di negeri ini.

Kembali pada lagu BONGKAR dari Iwan Fals, setiap anak bangsa yang peduli pada perang terhadap narkoba ini akan sangat tersentuh pada lirik lagu ini.

Wahai Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, kami nyanyikan sepenggang lirik lagu ini kepada kalian dengan disertai harapan yang besar.

O o yao yao ya BONGKAR !

O o yao yao ya BONGKAR !

(Tak Cuma di BONGKAR, seret oknum perwira tinggi Polri yang patut dapat diduga menjadi MAFIA YANG PALING MAFIA dalam skandal-skandal hukum kasus narkoba di negeri ini).

Jangan takut !

Tangkap dan penjarakan oknum perwira tinggi Polri yang patut dapat diduga memang sudah ketagihan mencari makan lewat cara-cara yang ilegal.


Mari sekarang, kita nikmati alunan nada dan meresapi betul-betul lirik lagu BONGKAR dari Album SWAMI tahun 1989 dengan vokalis IWAN FALS :

Kalau cinta sudah di buang


Jangan harap keadilan akan datang

Kesedihan hanya tontonan

Bagi mereka yang di perbudak jabatan

O, o, ya o … Ya o … Ya bongkar

O, o, ya o … Ya o … Ya bongkar

Sabar, sabar, sabar dan tunggu

Itu jawaban yang kami terima

Ternyata kita harus ke jalan

Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Kembali ke : (*)

Reff :

Penindasan serta kesewenang-wenangan

Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan

Hoi hentikan

Hentikan jangan di teruskan

Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

O, o, ya o … Ya o … Ya bongkar

O, o, ya o … Ya o … Ya bongkar

Reff II :


Di jalan kami sandarkan cita-cita

Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya

Orang tua pandanglah kami sebagai manusia

Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta


(MS)

May 5, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: