Katakamidotcom News Indonesia

PM Australia John Howard Gusar Atas Skandal Starbucks

Nasional


Jum’at, 03 September 2004 | 13:31 WIB

TEMPO Interaktif, Canberra : Perdana Menteri Australia John Howard, Jumat (3/9) menuding tindakan kepolisian Indonesia yang membawa terpidana Bom Bali Ali Imron ke kafe Starbucks Rabu malam lalu sebagai tindakan yang sangat tidak sensitif.

Howard mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi lengkap dari Menteri Luar Negeri Alexander Downer mengenai kasus itu. “Bisa tegaskan bahwa kasus itu merupakan tindakan yang sangat tidak sensitif,” ujarnya pada radio ABC, Kamis (3/9).

Harold mengakui dirinya hingga saat ini memang belum mengetahui keseluruhan latar belakang terjadinya peristiwa tersebut. “Namun apabila tindakan ini menunjukkan sikap tidak sensitif terhadap keluarga korban, maka kami akan melakukan sikap,” tegasnya.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah para keluarga dan kerabat korban bom Bali di Australia mengeluarkan kecaman dan protes keras atas tindakan polisi Indonesia tersebut.

Salah satunya adalah mantan hakim di Adelaide Brian Deegan. Putranya, Joshua tewas dalam peristiwa ledakan yang menewaskan 202 orang di Bali pada tahun 2002. Menurutnya, kasus starbucks merupakan penghinaan bagi para korban dan keluarganya. “Saya merasa jijik dan kecewa,” tandasnya.

Di Australia menurut Deegan, seorang pembunuh hanya bisa berbicara dengan polisi di sel mereka. Atau yang terburuk menurutya di kantin penjara. “Bukannya di kafe dan diantar dengan limosine,” ucapnya getir.

May 9, 2010 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: