Katakamidotcom News Indonesia

Kok Indonesia Lindungi Teroris Ali Imron, Contempt of Court ?



PM Australia Gusar Atas Skandal Starbucks


Jakarta 17/3/2010 (KATAKAMI) Mari, kami ajak anda sekalian untuk melayangkan ingatan kita masing-masing pada tragedi yang sangat memilukan yaitu peledakan Bom Bali I yang terjadi pada bulan Oktober 2002.

Hampir 300 orang tewas secara mengerikan dan ratusan orang juga menjadi korban luka-luka. Tak sedikit diantara korban luka itu, harus menderita cacat permanen pada fisik mereka masing-masing.


Photo : Buku Biografi Ali Imron Berjudul “Ali Imron Sang Pengebom”

DPR Sesalkan Kongkow-nya Ali Imron dan Gories Mere

Memoar Ali Imron Menohok Polri

Menyingkap Eksklusifitas Tim Anti Teror

Apakah ada diantara kita yang tidak tahu dan tidak ingat pada tragedi memilukan Bom Bali I itu ?

Apakah ada diantara rakyat Australia, bahkan siapapun pemimpin di Negara Kangguru ini, tidak tidak tahu dan tidak ingat musibah nasional pada bangsa dan negara mereka – dimana ratusan korban tewas dalam tragedi peledakan Bom Bali I itu adalah warga negara Australia — ?

Bom Bali I adalah sebuah kasus radikal terorisme yang meluluh-lantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara secara total.

Kehancuran pada jasmani, rohani, harta-benda dan totalitas situasi keamanan nasional di Indonesia sungguh mengerikan. Pertanyaan akan kembali diulang, adakah diantara kita yang tidak tahu atau tidak ingat pada tragedi Bom Bali I itu ?

Adakah diantara kita yang berpendapat bahwa bom yang meledak di Bali tahun 2002 itu adalah bom ecek-ecek alias bom abal-abal ?


Photo : Monumen Daftar Korban Tewas Bom Bali I


Adakah diantara kita yang berpendapat bahwa bom yang di Bali tahun 2002 itu adalah bom rakitan dengan kekuatan serta kemampuan yang kelasnya amatiran ?

Kami yakin, tidak ada satu orangpun yang berpendapat demikian.

Lalu kalau sekarang, pertanyaannya dikembangkan, siapakah yang paling pantas untuk dihukum dari kebrutalan dan daya ledak sangat tinggi (high explosive, red) dari bom yang meledak di Bali tahun 2002 itu ?

Oke, HUKUM di Indonesia sudah mengantarkan ketiga terpidana kasus Bom Bali I yaitu Amrozi cs ke gerbang kematian – setelah menjalani pidana kurungan secara berpindah-pindah yaitu dari penjara LP Grobokan Bali ke LP Nusa Kambangan, Amrozi cs di eksekusi di LP Nusa Kambangan pada bulan Oktober 2008 — ?

Kalau ditanya, siapa lagi yang paling pantas dihukum dan menjalani hukuman yang seberat-beratnya atas kasus peledakan Bom Bali I itu, maka jawabannya adalah ALI IMRON.

Mengapa ?



Photo : Gembong Teroris (Terpidana Seumur Hidup) Ali Imron


Sebab, ALI IMRON inilah yang membuat bom untuk diledakkan di Bali tahun 2002 itu. ALI IMRON inilah yang menjadi biang kerok dan biang keladi dari peledakan maha sadis itu.

Dari tangannyalah, tercipta bom dengan kekuatan maha dasyat dengan kekuatan serta daya ledak “sangat amat tinggi” alias “very high explosive”.

Tapi apa yang terjadi ?

Hanya karena ALI IMRON memutuskan untuk berbalik badan menjadi informan POLRI – dalam hal ini Tim Anti Teror POLRI yang dipimpin Saudara Gories Mere (ketika itu masih berpangkat Brigadir Jenderal, red), maka ALI IMRON menjadi satu-satunya pelaku Bom Bali I yang tidak dituntut dan tidak mendapatkan VONIS MATI dari Majelis Hakim.

ALI IMRON “cuma” diganjari pidana kurungan atau penjara seumur hidup.

Keberuntungan ALI IMRON tak hanya sampai disitu saja.

Sehari setelah VONIS dijatuhkan Majelis Hakim pada tahun 2003, Tim Anti Teror POLRI secara resmi meminjam ALI IMRON dari dalam penjara.

Sebelumnya juga yaitu saat proses penyidikan dilakukan yaitu tepatnya tahun 2004 Brigjen Polisi Gories Mere juga membuat sensasi yang sangat rendah dengan cara melakukan proses penyidikan di kafe STARBUCKS.

Skandal “Starbucks” ini membuat pria Flores ini LANGSUNG DICOPOT dari jabatannya sebagai Kepala Satgas Anti Teror Polri.

Ketika itu Kapolri Jenderal Dai Bahtiar mengatakan, Gories telah Mere diberikan koreksi atas tindakannya setelah kasusnya dengan Ali Imron di Kafe Starbucks tersebut.

“Saya beri penilaian, mestinya seorang perwira harus bisa menghindari tempat terbuka dan umum supaya tidak timbul kesan-kesan lain. Contohnya, orang yang dihukum berat (Ali Imron) kok bebas seperti itu,” ujar Dai kepada wartawan di sela-sela acara Rapat Koordinasi Berkala Anggota Badan Narkotika Nasioal dan Provinsi di Hotel Hilton, Senin (6/9/2004).

Peringatan itu, kata Dai, juga berlaku bagi semua perwira kepolisian yang bertujuan supaya tidak menimbulkan kesan yang berubah dari pengembangan penyelidikan.

Singkat kata, ALI IMRON tidak pernah seharipun juga menjalani masa hukumannya di dalam penjara.

Ketika sang waktu berjalan, media massa berhasil membongkar rahasia yang sangat kelam yaitu ALI IMRON (ternyata) dibiayai hidup secara mewah dan berpindah-pindah dari satu apartemen ke apartemen yang lain.

Dan dari satu hotel ke hotel yang lain.

ALI IMRON juga dibuatkan BUKU BIOGRAFI yang sangat luks berjudul ALI IMRON, SANG PENGEBOM.

Dan sebagai informasi pelengkap dalam tulisan ini, setelah DICOPOT dari jabatannya sebagai Kepala Satgas Anti Teror Polri tahun 2004 (akibat DUGEM dengan Ali Imron), pada awal tahun 2008 Gories Mere DICOPOT LAGI UNTUK YANG KEDUA KALINYA.

Pencopotan kedua kalinya itu adalah pencopotan dari jabatan GORIES MERE sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Dan Kriminal (WAKABARESKRIM) Polri.

Ia hanya diberi jabatan sebagai Kepala Badan Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional, menggantikan Komjen Mangku Pastika yang mengundurkan diri karena ketika itu ingin berkonsentrasi mengikuti Pilkada di Bali.

Kabarnya, pencopotan yang dilakukan Kapolri (ketika itu) Jenderal Polisi Sutanto erat kaitannya dengan tindakan-tindakan menyimpang dari GORIES MERE yang selalu melakukan DISKRIMINASI terhadap media massa terkait pemberitaan penanganan terorisme dan pembocoran rahasia-rahasia negara terkait isu-isu terorisme.

BACA : HIDUP TERUS BERPUTAR, GORIES …..

BACA : WARTAWAN PROTES RAHASIA NEGARA DIBOCORKAN KEPADA SATU MEDIA TELEVISI (DENSUS DITEGUR KERAS OLEH KAPOLRI SUTANTO).



Photo : Bendera Australia


Kalau saja, rakyat Australia – terutama keluarga korban Bom Bali I – mengetahui dan ditanya tentang satu hal ini, bagaimana pendapat mereka ketika Pemerintah Australia menganugerahkan bintang kehormatan kepada Saudara Gories Mere karena dianggap berhasil mengungkap Bom Bali I – tetapi Saudara Gories Mere ini jugalah yang memotori dan menjadi pihak yang paling bertanggung-jawab atas “KEBEBASAN ABSOLUT” atas diri ALI IMRON sampai saat ini ?

Mengapa disebut KEBEBASAN ABSOLUT ?

Ya, karena VONIS (Keputusan) dari Majelis Hakim tidak dijalankan. Fakta bahwa ALI IMRON memutuskan untuk berbelot dan melacurkan dirinya menjadi informan bagi Tim Anti Teror Polri, tidak berarti akan menghapuskan semua rekam jejak perbuatan melawan hukum yang dilakukannya pada tragedi Bom Bali I.

Keberadaan ALI IMRON sebagai informan sesaat ketika Tim Anti Teror POLRI mengungkap kasus Bom Bali I, tidak lantas membuat VONIS (Keputusan) Majelis Hakim yang menjatuhkan hukuman pidana kurungan atau penjara seumur hidup kepada ALI IMRON menjadi batal demi hukum.

Tidak !

Tidak seperti itu pengertian dan kelazimannya.



The Law is the law.

Hukum adalah hukum.

Hukum tidak bisa ditempatkan di wilayah abu-abu.

Hukum harus secara tegas membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Hukum harus secara tegas dilaksanakan yaitu menjalankan VONIS (Keputusan) dari Majelis Hakim.

Tidak ada Undang Undang, Perpu atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang atau aturan hukum apapun di level bawah berikutnya – yang secara tegas mengatakan bahwa jika seorang terdakwa memutuskan untuk menjadi informan bagi Penyidik Kepolisian maka semua perbuatan melawan hukumnya dan keputusan majelis hakim yang dijatuhkan kepadanya menjadi BATAL demi hukum.

Tidak ada satupun pasal dalam UU yang mengatur hal demikian.

Mari, kami ajak anda mengingat kembali, bagaimana marahnya masyarakat – terutama rakyat Australia – saat mengetahui ALI IMRON dengan enaknya bisa menikmati kelezatan kopi di STARBUCKS bersama Saudara Gories Mere tahun 2004 alias setahun setelah ALI IMRON resmi dinyatakan sebagai TERPIDANA (seperti yang sudah diungkapkan di bagian atas tulisan ini).



Photo : Mentan Perdana Menteri Australia John Howard


Dan mari, kami beritahukan juga kepada anda sekalian, bagaimana mengamuk dan marahnya Perdana Menteri Australia John Howard pada bulan Oktober 2007 lalu saat mengetahui bahwa ALI IMRON dengan enaknya bisa berbuka puasa di rumah Brigjen Surya Darma yang saat itu menjabat sebagai Kepala Densus 88 Anti Teror Polri.

Ketika itu, Ali Imron dan MUBAROQ (Terpidana Kasus Bom Bali I juga tetapi dengan hukuman pidana penjara 20 tahun), ketahuan berada di rumah Kepala Densus 99 Anti Teror Polri untuk makan bersama atau berbuka puasa.

Australia begitu terpukul bahwa terpidana kasus Bom Bali I, bisa sangat enak-enakan hidup di luar penjara seperti itu.

Ketika itu, PM Howard menyebut kalimat, “ABSOLUTELY DISGUSTING” atau benar-benar sangat mengecewakan.

Kabareskrim BHD juga baru tahu kalau PM Australia John Howard marah besar setelah membaca RUNNING TEXT di Metro TV. Sebab RUNNING TEXT itu ditayangkan terus menerus sejak malam takbiran sampai pada hari lebaran (di tahun 2007).

Yang hebatnya lagi, Kabareskrim Polri (ketika itu) Komjen Bambang Hendarso Danuri tidak tahu samasekali bahwa ALI IMRON tidak pernah mendekam di dalam penjara.

Bahkan ketika BHD mencoba menghubungi Saudara Gories Mere dan Surya Darma,  tidak ada satupun petinggi Tim Anti Teror Polri ini yang mau menerima dan menjawab telepon Kabareskrim Polri.

Ketika itu, yang bersedia menerima telepon dari Kabareskrim BHD (sekaligus yang mau memberikan informasi terkait ALI IMRON ini hanyalah perwira menengah dengan pangkat KOMBES dalam Tim Anti Teror POLRI).

Mengapa KATAKAMI.COM bisa mengetahui hal ini karena persis di saat Kabareskrim BHD berbicara dengan perwira menengah berpangkat KOMBES itulah, Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata sedang berlebaran di rumah kediaman BHD.

Jadi sayang sekali, kalau misalnya John Howard, PM Kevin Rudd dan semua rakyat Australia — terutama Keluarga Korban Bom Bali I —  tidak mengetahui bahwa GEMBONG TERORIS ALI IMRON sudah sejak dulu berada diluar penjara alis BEBAS MERDEKA.

Tetapi sudah bertahun-tahun lamanya.

ALI IMRON hidup bebas, mewah dan sangat berkelimpahan atas biaya dari POLISI INDONESIA.

http://z4ki.files.wordpress.com/2009/08/den881.jpg

Fakta bahwa GEMBONG TERORIS ALI IMRON ini sudah sepantasnya untuk segera dimasukkan ke dalam penjara, menjadi salah satu concern kami sebagai PERS NASIONAL yang peduli pada prinsip-prinsip penegakan hukum dan pemberantasan terorisme.

Isu terorisme menjadi salah satu isu terkuat dan terbesar porsinya yang dikritik sangat keras oleh KATAKAMI.COM — selain tentunya, isu pemberantasan narkoba –.

Bahkan pernah, karena gencarnya KATAKAMI.COM mendesak agar GEMBONG TERORIS Ali Imron ini dimasukkan ke dalam penjara (sesuai dengan vonis Majelis Hakim), Ali Imron pernah mengirimkan pesan SMS kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata.

SMS itu berbau SARA, yaitu mengutip ayat injil yaitu mengutip kalimat Tuhan Yesus saat berada di kayu salib, “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”.

Jadi barangkali menurut GEMBONG TERORIS Ali Imron, desakan dan kritikan agar ia dikembalikan ke dalam penjara (sesuai dengan vonis Majelis Hakim) adalah sebuah kekeliruan yang sangat fatal dari kaidah hukum dan agama.

SMS dari ALI IMRON ini dikirim melalui Saudara Gories Mere.

Kemudian Saudara Gories Mere mem-forward SMS berbau SARA itu ke handphone Mega Simarmata.

Insiden ini langsung dilaporkan oleh Mega Simarmata kepada Kapolri (ketika itu) Jenderal Polisi SUTANTO dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar.

Anehnya, Saudara Gories Mere (yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional atau Kalakhar BNN), seakan menerapkan standar ganda.

Di satu sisi, patut dapat diduga ia sangat brutal melakukan teror akibat kerasnya kritikan KATAKAMI.COM.

Tetapi di sisi lain, sangat sibuk mengemis perhatian dan bantuan agar Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM mau membantu dan mendukungnya — terutama terkesan kuat ingin memanfaatkan relasi (perkenalan) Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata di kalangan pejabat tinggi negara di bidang politik, hukum dan keamanan.

BACA : INILAH SMS KIRIMAN KOMJEN GORIES MERE YANG MENGEMIS PERHATIAN



Photo : Perdana Menteri Australia Kevin Rudd


Kalau John Howard, PM Kevin Rudd dan semua rakyat Australia bisa “bertoleransi” atas keberuntungan dan kemewahan ALI IMRON saat ini, maka pantaslah dipertanyakan kepada mereka … apakah mereka sudah melupakan bagaimana sakit, buruk dan memilukannya Bom Bali I bagi rakyat Australia yang menjadi korban ?

Apakah mereka lupa ?

Apakah kita lupa ?

Yang ingin disampaikan disini adalah penanganan terorisme secara baik dan benar adalah menjalankan proses HUKUM sebagaimana mestinya.

Mengapa VONIS (Keputusan) Hakim tidak dijalankan ?

Mengapa VONIS (Keputusan) Hakim, dibatalkan sepihak oleh petinggi-petinggi POLRI atas diri ALI IMRON ?

Apakah ada hak dari POLRI – dalam hal ini oknum Petinggi POLRI yang berkecimpung dalam Tim Anti Teror POLRI, khususnya Saudara Gories Mere — untuk membatalkan VONIS (Keputusan) Majelis Hakim legal dan sah di muka hukum ?

Jawabannya adalah TIDAK ADA hak apapun yang dimiliki oleh POLRI untuk membatalkan VONIS (Keputusan) Majelis Hakim.



Photo : Ilustrasi suasana persidangan di Pengadilan


Kecuali kalau dalam amar putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menegaskan bahwa terdakwa ALI IMRON dibebaskan dari semua konsekuensi perbuatan melawan hukumnya pada kejahatan tindak pidana terorisme karena sangat berjasa luar biasa menolong Tim Anti Teror Polri.

Ingat, tidak ada dalam amar putusan Majelis Hakim yang membatalkan semua kejahatan dan pelanggaran hukum ALI IMRON yang telah terbukti bersalah dalam kasus terorisme. Jasa ALI IMRON sebagai informan itu hanya pada jenis hukumannya saja.

Kalau Amrozi cs diganjar HUKUMAN MATI.

Maka ALI IMRON diganjar pidana kurungan (penjara) seumur hidup.

Nyawa ALI IMRON tertolong hanya karena ia melacurkan diri menjadi informan.


Photo : Gembong Teroris (Terpidana Seumur Hidup) Ali Imron


Dia tidak perlu menjadi terpidana mati kasus Bom Bali I.

Pengadilan memerintahkan TERORIS keji bernama ALI IMRON ini untuk mendekam di dalam penjara seumur hidupnya.

Tetapi, perintah Pengadilan itu diabaikan dan dianggap tak ada oleh POLRI.

Sampai detik ini, ALI IMRON hidup bebas merdeka secara mewah dan berkelimpahan.

Inilah untuk yang pertama kali dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia dan didunia , ada seorang TERORIS yang sangat keji bisa dibebaskan dari jerat hukum.

Tangan ALI IMRON berdarah-darah.

Bandingkan dengan kakak kandung ALI IMRON yang sudah ditembak mati oleh regu tembak polisi di Nusa Kambangan bulan Oktober 2008 lalu.

AMROZI bertugas “hanya sebatas” pada kesalahan membawa karbit yang digunakan sebagai bahan baku pembuat bom.

ALI GUFRON, malah lebih sederhana lagi “bobot kesalahannya” yaitu hanya karena ia dituakan dan dianggap sebagai “guru spiritual yang lebih menguasai kaidah-kaidah agama Islam” dibanding kedua adiknya.

ALI IMRON, adalah GEMBONG TERORIS yang merakit bom itu secara langsung.

ALI IMRON adalah GEMBONG TERORIS yang sangat ahli dan pakar membuat bom dengan kekuatan very very high explosive.

Dan dia dibebaskan dari segala hukumannya secara sepihak oleh petinggi POLRI ?


Ini adalah penghinaan terhadap Pengadilan atau CONTEMPT OF COURT.

Mengapa disebut penghinaan terhadap Pengadilan atau COMTEMPT OF COURT ?

Ya, karena keputusan Majelis Hakim tidak dijalankan dan tidak dilaksanakan dari mulai pertama kali palu Hakim diketuk sampai dengan saat ini.

Yang bisa dituduh melakukan PENGHINAAN TERHADAP PENGADILAN atau CONTEMPT OF COURT ini adalah Kejaksaan Agung dan Mabes POLRI — dalam hal ini Tim Anti Teror Polri atau Densus 88 Anti Teror Polri –.

Sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pihak Kejaksaan yang diwajibkan oleh UU untuk melaksanakan perintah Pengadilan lewat amar putusan Majelis Hakim.

Dan lihatlah, apa yang terjadi pasca DIPINJAMNYA teroris Ali Imron ?

Tidak ada gunanya samasekali sebab, sejak tahun 2002 atau pasca BOM BALI I … makin banyak sekali peledakan bom di Indonesia ini.

Coba POLRI hitung jumlah peledakan bom di Indonesia periode 2002 – 2010 ini !

Bom JW Marriot I yang terjadi bulan Agustus 2003, Bom Kuningan yang meledak di depan Kedubes Australia bulan September 2004, Bom Bali II yang meledak bulan Oktober 2005 dan Bom JW Marriot II yang meledak bulan Juli 2009.

Photo : Lokasi peledakan Bom didepan Hotel JW Marriot ( Jakarta )


Seperti itu, kok bangga menjadi pihak yang paling ahli menangani terorisme.

Ahli penanganan terorisme darimana ?

Indonesia kok jadi langganan peledakan bom.

Memalukan sekali !

Untuk apa POLRI sesumbar mengejar, membantai dan menembaki sampai mati teroris A, B dan C.

Wahai POLRI, mengapa kalian melindungi GEMBONG TERORIS paling berbahaya di muka bumi ini yaitu terpidana kasus Bom Bali I bernama ALI IMRON ?

Wahai POLRI, mengapa kalian mengabaikan dan tidak melaksanakan VONIS (Keputusan) Majelis Hakim yang sah keberadaannya di muka hukum yaitu pidana kurungan (penjara) seumur hidup atas diri terpidana ALI IMRON ?

Wahai POLRI, tidakkah kalian sadar bahwa patut dapat diduga kalian melakukan penghinaan terhadap Pengadilan atau CONTEMPT OF COURT karena tindakan membebaskan ALI IMRON dengan cara berpura-pura meminjamnya dari dalam penjara dari mulai tahun 2003 sampai dengan saat ini ?

Wahai POLRI, berlakulah adil dan taat hukum.

Jangan besar mulut dalam penanganan terorisme.

Kembalikan GEMBONG TERORIS paling sadis dan paling berbahaya di muka bumi ini yaitu ALI IMRON ke dalam penjara.

Taati putusan Majelis Hakim.



Sekali lagi, kembalikan ALI IMRON ke dalam penjara.

Laksanakan perintah Pengadilan yang sudah dijatuhkan atas diri ALI IMRON pada tahun 2003 lalu.

Jangan lakukan diskriminasi hukum di negara ini sebab Indonesia adalah negara hukum.

Biarkan HUKUM yang menjadi PANGLIMA di negaranya masing-masing.

Hukum tak bisa diseret atau dipaksa untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar.

Untuk apa melakukan Latihan Gabungan Anti Teror TNI – POLRI menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Barack Obama – sementara diluar sini ada GEMBONG TERORIS paling berbahaya sedunia yaitu ALI IMRON hidup bebas merdeka secara mewah berkelimpahan ?

Jika saja, bisa berkesempatan berkenalan, bertemu dan bertanya dengan sepenuh hati kepada Yang Mulia Presiden Barack Obama (yang berlatar-belakang HUKUM dalam pendidikan formalnya), Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates dan Direktur Dinas Rahasia CIA Leon Panetta, maka yang sangat ingin disampaikan kepada mereka adalah :


Photo : Presiden Obama, Wapres Joe Biden, Menlu Hillary & Pejabat-Pejabat Keamanan AS

“Adilkah jika ada GEMBONG TERORIS yang tingkat dan bobot kesalahannya jauh lebih parah dan lebih besar dari HAMBALI (yang sejak bulan Agustus 2003 dipenjarakan Amerika di Penjara Guantanamo), ternyata dilindungi, dibiayai hidup mewah dan tidak pernah seharipun juga menjalani masa hukuman yang sudah dijatuhkan Majelis Hakim terhadap GEMBONG TERORIS paling berbahaya ini ?”

“Adilkah jika ada GEMBONG TERORIS yang sangat sadis dan dari tangannyalah tercipta BOM dengan daya ledak VERY VERY HIGH EXPLOSIVE justru dibebaskan dari semua jerat hukum pada BOM hasil ciptaannya itulah yang sudah menewaskan secara sadis ratusan nyawa yang tidak bersalah ?”

Jadi untuk POLRI, nasihat yang terbaik cuma satu saja saat ini !

Perintahkan segera anggota Densus 88 Anti Teror Polri yang sangat heroik penampilannya lewat Latihan Gabungan Anti Teror itu menyeret dan mencampakkan GEMBONG TERORIS ALI IMRON ke dalam penjara – sesuai dengan keputusan Majelis Hakim –.

Semangat universal untuk memerangi terorisme telah dicederai dan dinodai oleh tindakan petinggi POLRI yang membebaskan, membiayai dan membiarkan seorang GEMBONG TERORIS paling berbahaya untuk hidup berkeliaran di alam bebas sini.

Laksanakan perintah Pengadilan !


Itu esensi yang paling pokok dalam perang dalam teror.

Jangan banyak ulah dan jangan pongah dalam hal ihwal penanganan terorisme kalau seorang GEMBONG TERORIS paling berbahaya, justru dibebaskan dari semua kewajibannya di muka hukum.

Yang benar dong kalau mau memberantas terorisme !

Jangan cuma basa-basi.

Jangan cuma pura-pura.

Jika memang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkeinginan kuat membenarkan tindakan POLRI melakukan diskriminasi terhadap GEMBONG TERORIS paling berbahaya bernama ALI IMRON ini, jangan dan tidak boleh seperti ini caranya.

Gunakanlah juga cara lain yang sesuai dengan ketentuan hukum yaitu silahkan berikan pengampunan atau GRASI kepada GEMBONG TERORIS ALI IMRON secara resmi.

Presiden SBY harus menanda-tangani GRASI atau PENGAMPUNAN yang tercatat secara resmi di lembaran dokumentasi negara agar setiap upaya penegakan hukum di negara ini tidak menjadi sia-sia.

Berani atau tidak, mau atau tidak, serta bisa atau tidak, Presiden SBY berkompromi pada GEMBONG TERORIS yang sangat berbahaya bernama ALI IMRON ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku ?

Umumkan kepada rakyat Indonesia dan dunia internasional, jika memang itu kebijakan negara — cq institusi POLRI.

Tetapi kalau tidak mau dan tidak berani, maka pertanyaannya adalah “Mana ALI IMRON itu, kembalikan GEMBONG TERORIS ini ke dalam penjara !”

Titik !


(MS)

May 10, 2010 Posted by | news | , , , , | Comments Off on Kok Indonesia Lindungi Teroris Ali Imron, Contempt of Court ?

Susno Pantas Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere Yang Dibidik Satgas

https://i1.wp.com/foto.detik.com/images/content/2010/01/07/157/susno1.jpg

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Denny Indrayana tuding Komjen GM tak dukung kasus Aan diselesaikan

Tantangan Satgas Mafia Hukum, BONGKAR Indikasi Kemafiaan Komjen GM


Jakarta 12/4/2010 (KATAKAMI)  Sudah hampir 5 bulan Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji dicopot dari jabatannya. Ia dilengserkan dari posisi Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Polri tanggal 24 November 2010. Mantan Kapolda Jabar ini belum mendapatkan tugas baru apapun juga dari INSTITUSI yang membesarkannya selama ini yaitu dari MABES POLRI. Tetapi keputusan untuk penempatan tugas dan jabatan level pejabat eselon 1 tidak berada di tangan INSTITUSI tersebut. Restu atau petunjuk dari pimpinan tertinggi yaitu Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono pasti sangat mutlak dibutuhkan oleh MABES POLRI.

Drama pencopotan Komjen Susno memang sangat fenomenal. Pencopotan itu adalah klimaks dari gesekan tajam saat permasalahan “CICAK versus BUAYA” mengemuka dalam pembahasan semua media massa. Pengganti Susno sebagai Kabareskrim adalah Komjen Ito Sumardi.

Baik Susno ataupun Ito, keduanya berasal dari Angkatan yang sama yaitu sama-sama lulusan Akpol Angkatan 1977.

Penggantian jabatan Kabareskrim ini berdasarkan Keputusa Kepala Kepolisian Nomor  Skep/556/XI/2009 tertanggal 24 November 2009 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan di Lingkungan Polri yang dituangkan dalam TR/618/XI/2009 tertanggal 24 November 2009.

Dalam testimoninya Susno menyebut tujuh alasan mengapa dirinya dicopot.

https://i0.wp.com/www.rakyatmerdeka.co.id/images/headline/image/915000-02305806112009b@kapolri2_jpg.jpeg

Di antaranya kasus Cicak dan Buaya yang melibatkan pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, kasus pencairan dana Budi Sampoerna di Bank Century di mana Susno disebut-sebut menerima upah Rp10 miliar, pertemuannya dengan buronan kasus pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) Anggoro Widjojo di Singapura, dan pemanggilan pimpinan dua media massa terkait kebocoran percakapan Anggodo yang rekamannya sempat diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi.

Yang ingin disampaikan disini adalah sangat tidak arif jika Presiden SBY mendiamkan dan sengaja melakukan pembiaran-pembiaran terjadinya perpecahan dan perseteruan antara Komjen Susno Duadji dengan INSTITUSI-nya sendiri yaitu MABES POLRI.

Susno, pria kelahiran Pagar Alam (Sumatera Selatan) 1 Juli 1954 ini,  merupakan anak kedua dari 8 bersaudara.

Pangkat yang dimilikinya saat ini termasuk  “sangat tinggi” yaitu Komisaris Jenderal Polisi.

Membiarkannya terombang-ambing tanpa jabatan apapun adalah sebuah kekejaman dari Presiden SBY.

Untuk perwira tinggi berbintang 3, jabatan yang bisa didudukinya dalam struktur organisasi POLRI memang tidak banyak.

Perwira tinggi berbintang 3 di MABES POLRI adalah Wakapolri, Kabareskrim, Kababinkam dan Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dua posisi, sudah tidak mungkin diduduki Susno yaitu Wakapolri dan Kabareskrim. Sebab, kedua perwira tinggi yang menempati jabatan itu termasuk pejabat baru.

Wakapolri Komjen Jusuf  Manggabarani dilantik tanggal 6 Januari 2010.

Kabareskrim Komjen Ito Sumardi justru merupakan pengganti Susno sebagai Kabareskrim.

http://stefanusmanja.files.wordpress.com/2009/11/bnn.jpg

Jabatan paling tepat yang bisa diberikan kepada Komjen Susno Duadji adalah Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pada jabatan ini, Susno bisa berperan aktif sangat kuat dan keras dalam melakukan upaya-upaya yang signifikan untuk memberantas mata rantai narkoba beserta beking-beking di kalangan permafiaan narkoba di negeri ini.

Copot Kalakhar BNN Komjen Gories Mere !

Alasan pertama perwira tinggi Flores ini harus dicopot secepatnya karena ia sudah sangat lama menduduki jabatan sebagai Kalakhar BNN yaitu sudah 2 tahun !

Jabatan apapun yang diemban oleh setiap abdi negara, tidak akan ada yang bisa dikuasai sendiri untuk periode yang sangat lama.

Alasan kedua mengapa Komjen Gories Mere harus dicopot ialah karena patut dapat diduga perwira tinggi sangat bermasalah dalam rekam jejaknya sebagai aparat penegak hukum.

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2009/04/2010114denny.jpg

Namanya diincar dan disebut secara langsung oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana saat “mendalami” kasus rekayasa narkoba yang menimpa diri AAN.

Tak cuma itu, nama Gories Mere juga banyak dikaitkan dengan kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Sehingga, sudah sepantasnya perwira tinggi yang patut dapat diduga SANGAT BERMASALAH ini dicopot dan disingkitkan sejauh-jauhnya dari struktur organisasi apapun dalam berada di bawah MABES POLRI.

Susno jauh lebih pantas dan sangat berkompeten menjadi Kalakhar BNN.

Dalam struktur organisasi Bareskrim, salah satu sub direktorat yang dibawahinya adalah Direktorat NARKOBA.

Dalam masa kepemimpinan Susno Duadji sebagai Kabareskrim yaitu tepatnya bulan Februari 2009 ia menindak tegas dan langsung mencopot 5 orang penyidik Bareskrim yang menangani kasus Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/2-monas6.jpg

Pencopotan itu dilakukan Susno karena kelima penyidik itu terbukti bersalah melakukan rekayasa sehingga Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Ada ketegasan dan keberanian Susno dalam menindak tegas anak buahnya yang memang bersalah dalam penanganan kasus-kasus narkoba.

Mana lebih baik, mempertahankan perwira tinggi yang PATUT DAPAT DIDUGA sangat bermasalah ( dan berbahaya), atau memberikan kepercayaan kepada perwira tinggi yang lebih kapabel menangani masalah narkoba ?

Sudah terlalu lama nama Komjen Gories Mere didiamkan dan dibiarkan saja gentayangan dalam rumors soal DUGAAN keterlibatannya pada kasus-kasus narkoba.

Misalnya, kasus hilangnya barang bukti SABU 13,5 kg beberapa tahun lalu.

Kasus kematian misterius Bandar Narkoba Hans Philips yang ditembak mati di kawasan BOGOR beberapa tahun lalu. Dan dugaan pembekingan terhadap Bandar Narkoba Liem Liek Kiong aloas MONAS.

Saatnya kini, Presiden SBY menindak secara tegas.

Apa maksud Presiden SBY mempertahankan perwira tinggi yang bermasalah ?

Apa maksud Presiden SBY membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum kalau bunyinya Cuma seperti petasan sesaat ?

Meledak sesaat tapi setelah itu “sunyi senyap” ?

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2009/04/59335_kepala_pelaksana_harian__kalakhar__bnn_komjen_gories_mere_300_225.jpg?w=600&h=450&h=450

Periksa Komjen Gories Mere untuk semua kasus-kasus pelanggaran hukumnya di republik ini.

Jangan takut !

Periksa, tangkap, tahan dan adili perwira tinggi ini untuk mempertanggung jawabkan apapun DUGAAN perbuatan melawan hukumnya di tanah air tercinta ini.

Sangat memalukan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini kalau mempertahankan seorang perwira tinggi yang PATUT DAPAT DIDUGA sangat bermasalah dan berbahaya.

Copot Gories Mere !

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum jangan takut untuk merekomendasikan kepada Presiden SBY agar Jenderal Polri yang PATUT DAPAT DIDUGA petantang petenteng SOK JAGO menjadi beking kasus-kasus narkoba, untuk dicopot, digusur dan disingkirkan dari jabatannya.

Tidak ada yang kebal hukum di negara ini.

Kok mau enaknya saja.

Apalagi jabatan sebagai Kalakhar BNN sudah sangat lama dikuasai oleh perwira tinggi yang sangat bermasalah ini.

Dua tahun bukan waktu yang sebentar.

https://i0.wp.com/www.profilefiend.com/Images2/Mobster_Graphics/images/godfather_mafia_questions.png

Memangnya cuma perwira tinggi yang PATUT DAPAT DIDUGA bermasalah ini saja, stok perwira tinggi di Mabes Polri ?

Oh tidak !

Silahkan minggir untuk Saudara Gories Mere, anda sudah sangat keenakan menjadi pejabat tinggi.

Saatnya anda digusur dan dilengserkan dari jabatan itu.

Apalagi, prestasi anda tidak ada samasekali.

Memalukan !

Berikanlah kepercayaan itu kepada Komjen Polisi Susno Duadji untuk menjadi Kalakhar BNN..

Disitulah Susno bisa berkiprah dan berbakti kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Susno tak perlu dibuat luntang lantung.

Ia pantas diberi jabatan yang baik.

Sementara pejabat yang liar, bermasalah dan berbahaya, singkirkan saja !

(MS)

May 10, 2010 Posted by | news | , , , , | Comments Off on Susno Pantas Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere Yang Dibidik Satgas

Inilah SMS Kiriman Komjen Gories Mere Yang Tidak Tahu Malu Mengemis Perhatian

Tamparan Keras Dari AMNESTY INTERNASIONAL Bagi POLRI

Inikah Kisah Klenik Selingkuh Polwan Vivick Tjangkung & Gories Mere?

Heboh Penjara Ayin & Cece, Reformasi BNN, Copot Gories Mere

http://profile.ak.fbcdn.net/object3/84/102/q81975114105_1463.jpg

Jakarta (DOKUMENTASI KATAKAMI 9 MEI 2009) Kami muat sebagian dari RIBUAN SMS yang diterima Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata dari Komisaris Jenderal GORIES MERE dari periode 2006-2009.

Sekedar untuk memberikan peringatan bahwa kami tidak akan segan-segan membuka semua dokumentasi data dan rahasia, jika patut dapat diduga Sdr GORIES MERE melakukan teror dan intimidasi secara sangat berlebihan karena ingin agar kami menutupi berbagai dugaan pelanggaran hukumnya.

Terutama dugaan pelanggaran hukum yang patut dapat diduga menjadi beking bandar & mafia narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Kami hanya ingin bahwa yang benar dikatakan benar, dan yang salah dikatakan salah.

Sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa Komjen Gories Mere pernah tertangkap basah alias ketahuan mengejek institusinya sendiri dengan sebutan POLRI GOBLOK, POLISI-POLISI memang tolol. Ketika itu, Gories Mere secara terang-terangan menuding TNI sebagai dalang peledakan bom & menyebutkan nama 2 Jenderal TNI terkait Al Jamaah Al Islamyah.

Omongan yang tidak pantas ini disampaikannya dalam sebuah forum terbuka dan ternyata direkam secara audio.

Rekaman itu ada di tangan sejumlah PETINGGI POLRI, salah seorang diantaranya adalah KAPOLRI yang menjabat saat itu Jenderal Polisi SUTANTO (saat ini menjadi KEPALA BADAN INTELIJEN NEGARA atau BIN).

Atas omongan dan fitnahnya itu, Gories Mere telah ditegur secara langsung oleh seorang Jenderal TNI Purnawiawaan dan langsung Gories Mere meminta maaf  karena MALU atas perbuatannya yang sangat melebihi batas.

Sumber KATAKAMI yang lainnya menyebutkan bahwa semasa menjabat sebagai WAKABARESKRIM, Gories Mere pernah mengajak rombongan kecil yang menjadi KOMPLOTANNYA untuk menemui dan dibayari MAKAN SIANG oleh seseorang yang sedang BERPERKARA di Bareskrim Polri di sebuah hotel mewah yang terletak di BUNDERAN HI.

KATAKAMI.COM diberitahu langsung oleh orang yang berperkara tadi bahwa untuk jamuan makan siang dengan rombongan kecil Gories Mere sekitar 9 orang, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp. 1 juta rupiah.

Dalam pertemuan tersebut, Gories Mere dan orang berperkara tadi membahas seorang pengusaha bernama SURYO TAN yang menjadi lawan perkara dari orang yang menjamu Gories Mere makan pada waktu itu. (Mengapa bisa, seorang pejabat BARESKRIM bertemu langsung dan dibayari makan oleh orang yang BERPERKARA ?). Hal ini sudah disampaikan juga secara INFORMAL oleh pihak tertentu kepada pimpinan POLRI pada waktu itu yaitu Jenderal Polisi SUTANTO.

Sumber KATAKAMI yang lainnya lagi menyebutkan bahwa Komjen Gories Mere juga pernah ketahuan menghadiri sebuah resepsi pernikahan di rumah seorang pengusaha pada tanggal 30 September 2007 dan disana salah satu topik pembicaraan adalah pimpinan POLRI saat itu tampaknya sudah saatnya untuk “DIGANTI”.

Informasi yang INFORMAL ini sudah disampaikan secara langsung kepada pimpinan POLRI waktu itu (Jenderal Polisi SUTANTO).

Surat Untuk SBY Terkait Teror & Kejahatan IT Gories Mere

Diduga Noordin M. Top Atau Gories Mere Yang Kebelet Ingin Ngetop ?

Gories, janganlah menjadi serigala berbulu domba.

Berdamailah dengan diri sendiri dan kasihani diri anda sebab sangatlah hina bila ada seorang manusia yang mengemis perhatian serta menghalalkan segala cara agar perhatian itu WAJIB diterima oleh orang yang tak sudi menerima perhatian yang sangat menyimpang dan sangat menjijikkan.

Tidak, kami tidak mau dipaksa untuk menutupi kebenaran.

Selamat membaca sebagian kecil dari RIBUAN SMS-SMS dari seorang oknum perwira tinggi POLRI yang memang mengemis-ngemis perhatian dan permintaan tolong.

Copot, tangkap, penjarakan dan adili Komjen Gories Mere.

Negara tidak boleh kalah melawan NARKOBA.

Negara tidak boleh kalah melawan BEKING-BEKING dari sindikat narkoba INTERNASIONAL di Indonesia ini.

Negara tidak boleh kalah melawan siapapun oknum yang patut dapat diduga menjadi AGEN ASING.

Lawan NARKOBA !

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (17 Januari 2007, Pada Pukul 15.46.05)
Just arrive in DC, NON

(Gories Mere berada di Washington DC untuk mendampingi KAPOLRI Jenderal Sutanto yang melakukan kunjungan kerja ke AS, guna meminta akses pemeriksaan terhadap HAMBALI, teroris yang ditahan di Guantanamo Kuba).

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (18 Januari 2007, Pada Pukul 11.00.49)

Non, ini jawaban Brigjen Badrodin Haiti :

“Kapolda mana yang dihubungi Pak ? Sampai sekarang saya tdk pernah dihubungi oleh Ka BIN atau orang BIN masalah hal tsb”.

(Hal ini berkaitan dengan kabar bahwa POLRI telah meminta penambahan pasukan dari TNI untuk mengatasi situasi keamanan di POSO. Gories Mere sedang berada di Amerika Serikat, sementara di Gebang Rejo Poso berkecamuk bentrok fisik yang sangat serius antara POLRI dengan kelompok bersenjata. Atas perintah Gories Mere maka dilakukan penyerangan yang kedua kalinya di Poso tanggal 22 Januari 2007 yang mengakibatkan belasan orang sipil tak bersenjata tewas akibat tembakan POLRI. Saat itu, KOMNAS HAM turun ke lokasi bentrok tersebut dan menyimpulkan bahwa POLRI telah melakukan pelanggaram HAM).

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (22 Januari 2007, Pada Pukul 11.29.38)

Di Gebang Rejo, Poso, pagi ini, seberapa hebat dlm Negara Republik, ada berbagai jenis senjata yang ditembakkan kelompok sipil kriminal thd RAID (operasi penyerangan , Red) Aparat Penegak Hukum

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (22 Januari 2007, Pada Pukul 11.49.39)

3 Polri terluka ditembak kriminal bersenjata api yang tercerai-berai lari ke bukit, sedang dikejar terus NON

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (23 Januari 2007, Pada Pukul 08.32.34)

Eh NON mana your comment soal BOZZ MZ (Ryamizard Ryacudu, red).

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (23 Januari 2007, Pada Pukul 08.37.14)

Dia (Ryamizard Ryacudu, Red) nggak yakin ada JI (Al Jamaah Al Islamyah, red), Your Comment ?

(Sejumlah SMS dari Gories Mere memang berbunyi yang bernada mengejek Jenderal Ryamizard Ryacudu tetapi tidak kami muat disini. Dan semua SMS yang sangat lancang serta tidak santun dari Gories Mere yang mengejek Jenderal Ryamizard Ryacudu, tidak ditanggapi oleh Mega Simarmata. Namun sms-sms itu telah di forward ke nomor handphone Jenderal Ryamizard Ryacudu. Jenderal Ryamizard Ryacudu tidak pernah samasekali mengeluarkan pernyataan atau pendapat yang menyalahi aturan dalam tugas-tugasnya sebagai KEPALA STAF TNI ANGKATAN DARAT. Sedangkan Gories Mere, memiliki kecenderungan untuk mengejek dan merendahkan TNI, tetapi juga mengejek dan merendahkan INSTITUSI POLRI. Menurut pendapat kami, Gories Mere adalah perwira tinggi POLRI yang sangat tidak kredibel dan menyebarkan benih perpecahan disana sini).

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 13.23)

Kalo nggak pedas dan santun gini, bukan NON lagi.

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 13.46.42)

Non, rupanya untuk mematahkan semangatmu dan membekukan hatimu, sangat sederhana caranya NON

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 18.33.29)

Mission Oriented ! (SMS untuk Pemberi Semangat untuk Si Pedas dan Pemberani, NON MS.

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (28 Januari 2007, Pukul 00.46.10)

Non, kalau misalnya ada yang menyakiti kamu, apakah itu TB 1 (KAPOLRI), P5 (Panglima TNI) atau siapa saja, apalagi si ST (Suryo Tan, red) BABI CACING CAWUK, segera tumpahkan dan curhatkan pada GM, yach. Pokoknya GM siap jadi consultant MS, Ok NON ?

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (29 Januari 2007, Pada Pukul 00.35.52)

I just wake up ‘coz KORINTUS. Kamu itu memang HEBAT meledak-ledak tapi juga penuh KASIH. Saya ingat diri saya tempo dulu. He he. Tapi skr JUGA masih kambuhan sekali2 kalo lagi “battle in d field” (barangkali karena saya born in Green Daugther Hosp, Medan).

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (19 Februari 2007, Pada Pukul 01.37.23)

Hey, NON Jagoan, kami lagi on mission, saya baru keluar dari “our kitchen” sejak kemarin dan sat ini sudah masuk Jakarta. Besok monitor DPR, Selasa masuk lagi ke “our kitchen”. Kalo ada yang bagus, NON yang pertama saya contact yach.

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (14 Mei 2007, Pada Pukul 12.39.37)

Orang-orang benci kepada saya karena :1. Saya pengikut YESUS

2. Saya tampil beda dengan rekan-rekan saya lainnya (ketika semua sudah berbudaya ala birokrat Indonesia yang berpikir mana bagianku, mana korupsi yang kubawa pulang, saya berbudaya yang berpikir dan berbuat apa yang bisa disumbangkan utk orang banyak, rakyat / bangsa & negara)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (8 Mei 2007, Pada Pukul 21.57.54)

I’m still in Madrid Non, Praying, Praying, Praying.

(Saat berada di Spanyol inilah, GORIES MERE mengadakan pertemuan gelap atau rahasia dengan Pengusaha yang menyediakan alat penyadap dari ISRAEL yang mengeluh banyaknya upeti yang setoran yang harus dikeluarkan jika hendak melakukan investasi ke Indonesia. Tetapi semua ini hanya keterangan sepihak dari GORIES MERE. Pertanyaannya adalah mengapa ia mengadakan pertemuan gelap atau rahasia di luar negeri dengan Pengusaha alat penyadap ? Patut dapat diduga, GORIES MERE terlibat dalam kasus korupsi pembelian alat penyadap buatan Israel yang digunakan Tim Anti Teror POLRI.

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (9 Juni 2007, Pada Pukul 14.15.47)

Di Hutan Pantai Selatan Wilayah Gombong, Non.

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (nomor ini atas nama TOMMY WINATA yang digunakan sejak bertahun-tahun lalu oleh GORIES MERE, 13 Juni 2007, Pada Pukul 01.06.28)

We got him. Thank you so much NON, for everything that has been happened & already done.

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (17 Juni 2007, Pada Pukul 08.26.22)

Belum Misa, NON ? Sangat confidential, Only For NON. Ada yang sedang diambil dan sedang dikorek-korek karena masih kunci mulut. Pakai DOA-nya NON lagi, dong …

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (20 Juni 2007, Pada Pukul 23.07.40)

NON, orang-orang nggak tahu yang dibawah permukaan :- ABD (Abu Dujana, Red) bukan Ratu Kecantikan Dunia, Miss World yang untuk touching him dengan big KISSING yang mesra di bibir. Hehehe.- ABD : Military Wing Comannder yang dari analisa IT diketahui- 1. Dalam operasinya ABD selalu membawa senjata api (NORINKHO)- 2. ABD gerakkan Askhary-nya dan kirimkan bahan peledak & persenjataan ke POSO- 3. ABD sdh putuskan utk membalas & menyerang Polri / Satgas Bom yang toghut (setan besar).- ABD sudah perintahkan bawahannya mencari rumah baru untuk pelarian & memindahkan sekolah anak-anaknya. ABD baru 2 hari balik ke rumah dalam rangka segera akan pindah / menghilang.- Kita sudah rencanakan penyerbuan ke rumahnya sore tgl 9 Juni tetapi ketika Petugas kami observasi terakhir lewat jalan belakang sebelum RAID, kaget berpapasan dengan ABD face to face & langsung spontan menyergap sendirian (satu lawan satu).

– Sebenarnya Petugas kami akan melumpuhkan dgn menembak KEPALA ABD. Tapi Ybs berkelit. Menundukkan kepala & pahanya NUNGGING ke ATAS sampai tertembus peluru. Hehehe. Untung dia !

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (29 Juni 2007, Pukul 03.24.36)

Thank you So Much, NON !
We got another target (Still analizing the IT very seriously for hunting in the field). NON, Please always praying …

(SMS ini mengabarkan kembali bahwa target selanjutnya dari Densus 88 Anti Teror telah didapatkan, dan terus meminta pertolongan doa Mega Simarmata agar lebih membukakan dan memudahkan jalan menangani serta menangkapi kalangan teroris)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (25 Juni 2007 Pukul 14.03.00)

Im otw to KL transit Cengkareng non. I will send something this afternoon. Could you received it, Please NON ?

(GORIES MERE berusaha memberikan uang SUAP Rp. 10 juta agar Pemred KATAKAMI bersedia untuk terus mendukungnya tetapi uang tersebut ditolak alias SAMASEKALI TIDAK DITERIMA)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (22 Juni 2007 Pukul 21.40WIB)

Tolong Ben, sekarang juga bahan tadi dikirim melalui fax.

(GORIES MERE mem-forward SMS yang dikirimkannya kepada KOMBES BENNY MAMOTO yang berisi bahan penting karena GORIES MERE meminta pertolongan dengan sangat memelas agar Pemred KATAKAMI Mega Simarmata menolong DENSUS 88 yang terpojok)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (26 Juni 2007 Pukul 11.13.39 WIB

Semua jurnalist asing beri comment kalo mereka sangat suka cara SD menjawab yg sagat tangkas & smart, tdk kaya PEJABAT INDONESIA yg suka kamuflase & jawaban berpura-purat api tak ada isinya. Santhi saja yg sdh terbiasa sama jawaban klasik HUMAS government yg mutar2 gak ada ujungnya

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0813.988.788.98 (AJUDAN GORIES MERE bernama SANTOS)

Mat pagi Ibu, apa kabar. Maaf ini dengan saya SANTOS, ADC Pak GM, mungkin saya bisa ketemu Ibu dimana, ini ada titipan dari Bapak untuk Ibu, Mohon petunjuk Bisa ketemu Ibu dimana. Balas. SANTOS

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (29 Juni 2007 Pukul 10.39.56)

Thanks berat semua kerja teramat keras dari waktu ke waktu, NON

(Ucapan terimakasih dari GORIES MERE atas pertolongan yang diberikan Mega Simarmata membantu dan menyelamatkan Densus 88 Anti Teror yang semakin terpojok ketika itu pasca penembakan Abu Dujana di hadapan anaknya. Untuk memberi keseimbangan pemberitaan, Mega Simarmata meminta pendapat, pandangan dan tulisan kolom dari Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi dan sebagainya. Dan dimuat di halaman khusus yang dibayar berdasarkan tarif iklan advetorial berbagai surat kabar sehingga menghabiskan dana hampir Rp. 20 Juta)

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (27 Juni 2007 Pukul 23.10.20)

Barusan saya diinfokan bahwa malam ini RAHMA SARITA dalam acara Metro Realitas barusan membuat kalimat kesimpulan sbb : “Jangan sampai perang melawan teroris justru mengorbankan anak bangsa”. Terus, bagaimana kalau tampilan2 media yang mendukung teroris penuh fitnah kepada kebenaran seperti ini harus dipercaya, NON ?

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (23 April 2008 Pukul 11.11.25)

Beberapa waktu belakangan ini saya sering diluar. Skr sdg di Spore. Benar kedua JI itu termasuk sangat penting dan berarti untuk ungkap jaringan JI. Abu Husna bagian pendidikan rekruit doctrine radical JI dan Dr Agus Ketua Mantiqi Poso.

https://i2.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

May 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Inilah SMS Kiriman Komjen Gories Mere Yang Tidak Tahu Malu Mengemis Perhatian

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

https://i0.wp.com/www.fupei.com/files/6613/6613136/photo/img138295.jpg

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Kapolri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp 5 Miliar

Heboh Penjara Ayin & Cece, Reformasi BNN, Copot Gories Mere

Terimakasih Ritonga, Copot Gories Mere, Lawan NARKOBA

Jakarta 20/1/2010 (KATAKAMI) Senang juga rasanya kalau melihat Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp. 5 Miliar pada hari Rabu (20/1/2010) ini. Kemudian pada gerakan ini dicanangkan juga oleh MABES POLRI progran ZERO TOLERANSI NARKOBA.

Siapa yang tak senang di Indonesia ini kalau aparat penegak hukum terus gencar melakukan perang terhadap barang haram NARKOBA dan sekutunya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berkali-kali mengingatkan kepada kita semua, NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA !

Sehingga, itikat baik MABES POLRI perlu didukung dalam hal perang melawan NARKOBA ini.

https://i1.wp.com/www.primaironline.com/images_content/20091118Kapolri2.jpeg

Maju terus Pak Kapolri, babat habis NARKOBA itu sampai ke akar-akarnya.

Semua pihak harus mendukung langkah positif MABES POLRI – sepanjang muaranya adalah pemberantasan narkoba secara riil.

Bukan fiksi.

Bukan fantasi.

Bukan juga angan-angan.

Tapi, sebelum program ZERO TOLERANSI NARKOBA itu “dimainkan” ke semua lini dan dalam semua tatanan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, maka perlulah kiranya Kapolri Jenderal BHD dan jajarannya diingatkan tentang PR atau PEKERJAAN RUMAH yang belum terselesaikan oleh jajaran KEPOLISIAN.

Apa kabarnya sindikat narkoba internasional yang dipimpin oleh bandar Liem Piek Kiong alias MONAS ?

Tak akan jemu-jemunya kami menyoroti masalah ini !

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/04/1-monas.jpg

Sampai langit runtuh, kasus bandar narkoba MONAS ini tak akan pernah berhenti untuk ditagihkan kepada Mabes POLRI – khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN).

Bayangkan ada sindikat narkoba bertaraf internasional merajalela di Indonesia dengan dipimpin oleh Liem Piek Kiong alias MONAS.

Sindikat ini ditangkap oleh jajaran DIREKTORAT NARKOBA BARESKRIM POLRI pada bulan November 2007 dengan barang bukti 1 JUTA PIL EKSTASI. Harga jual untuk 1 juta pil ekstasi, diperkirakan akan meraup keuntungan Rp. 1 Triliun.

Bayangkan !

Itu baru yang disita pada saat penangkapan.

Belum termasuk jutaan cikal bakal pil ekstasi yang sudah, sedang dan akan diproduksi oleh sindikat Monas – sebab mereka punya pabriknya sendiri dan sudah dipasarkan ke mancanegara –. Dan pada saat sindikat Monas ditangkap bulan November 2007 itu (sebanyak 9 orang), sebelumnya Monas sudah pernah diloloskan dari jerat hukum sesaat setelah ditangkap.

Ditangkap, tapi dilepaskan lagi.

Ditangkap lagi, tapi tetap ada juga beking dari oknum POLRI yang melepaskan Monas berturut-turut.

Setelah dilepas, Monas kembali diringkus bulan November 2007.

Tapi apa yang terjadi ?

https://i0.wp.com/data5.blog.de/media/898/3376898_914dc925ae_m.jpg

Dari 9 orang yang ditangkap – 2 diantaranya adalah Monas dan isterinya yang bernama Jet Lie alias Cece.

Seperti yang sudah-sudah, bandar narkona MONAS kembali diloloskan dari jerat hukum.

Untuk mengakalinya, Monas hanya diadili untuk kepemilikan 1,5 gram sabu.

Ajaib kan !

Ada mafia alias bandar narkoba bertaraf internasional diringkus dengan barang bukti 1 juta pil ekstasi, tapi ketika diadili kasusnya justru kepemilikan 1,5 gram sabu.

Yang diajukan ke Pengadilan untuk kasus kepemilikan 1 juta pil ekstasi di Apartemen Taman Anggrek tersebut hanya 3 orang saja – yang 6 orang diloloskan oleh oknum POLRI –.

Salah seorang yang diajukan ke Pengadilan adalah JET LI alias CECE, isteri dari bandar narkoba MONAS. Perempuan ini sudah dijatuhi hukuman MATI dan kini mendekam di dalam Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur.

Tapi, walaupun sudah dihukum mati, bininya si MONAS ini bisa dengan leluasa mengendalikan perdagangan gelap NARKOBA dari dalam penjara.

Hebat gak tuh !

Ada terpidana mati kasus narkoba — lalu BNN memiliki alat penyadap canggih — tapi tidak bisa melacak perdagangan narkoba ilegal dari dalam penjara yang dilakukan oleh seorang TERPIDANA MATI ke berbagai manca negara.

Patut dapat diduga, bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS ini bisa 3 kali berturut-turut lolos dari jerat hukum adalah karena dibeking oleh KOMISARIS JENDERAL POLISI GORIES MERE.

Dan manusia yang bernama Komjen Gories Mere itu adalah Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional atau BNN.

Nama yang satu ini punya track record yang sangat buruk dalam hal NARKOBA.

Mohon maaf saja, hitam harus dikatakan hitam dan putih harus dikatakan putih.

http://myglad.files.wordpress.com/2008/09/narkoba.jpg

Tamparan Keras Dari AMNESTY INTERNASIONAL Bagi POLRI

Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

Patut dapat diduga, Komjen Gories Mere dikaitkan dalam kasus pembunuhan lewat jurus penembakan misterius terhadap mafia bandar narkoba Hans Philip tahun 2005 lalu.

Hans Philip mati secara sadis yaitu ditembak di bagian kepala saat berada didalam mobilnya di daerah Bogor.

Patut dapat diduga, Komjen Gories Mere dikaitkan juga namanya dalam kasus PENCURIAN barang bukti narkoba yaitu 13 kg sabu tahun 2006 lalu.

Hilangnya barang bukti ini ramai diberitakan di berbagai media massa dan membuat Kapolri pada saat itu yaitu Jenderal Polisi Sutanto MARAH BESAR.

Sutanto tidak mau tahu, barang bukti yang hilang itu HARUS dikembalikan lagi.

Kalau dijual di PASARAN, diperkirakan 13 kg sabu itu akan laku terjual Rp. 13 Miliar.

Setelah Sutanto marah, sim salabim … PENCURI yang mahir dan liar itu tak berdaya dan mengalah.

Barang bukti narkoba yang dicurinya bisa “ujug-ujug” kembali ke dalam gudang penyimpanannya.

WARTAWAN bolak-balik menjadi korban kekerasan setiap kali memberitakan soal sepak terjang yang menyangkut nama oknum Jenderal tertentu di MABES POLRI yang identik dengan kejahatan kotor NARKOBA.

Sebutlah inisialnya H dari sebuah harian nasional.

Tidak lama setelah ia memberitakan soal hilangnya barang bukti narkoba 13 kg sabu itu, motor yang dipakainya liputan HANCUR dirusak.

Kemudian, sebutlah inisialnya M dari sebuah harian nasional.

Tidak lama setelah memberitakan masalah NARKOBA yang menyangkut nama oknum JENDERAL POLRI, ia “diculik” oleh orang suruhan si Jenderal dan dibawa berputar-putar terlebih dahulu.

Baru setelah itu, dia dihadapkan kepada oknum JENDERAL tersebut di suatu tempat.

https://i1.wp.com/www.nujcec.org/brussels/wp-includes/images/standup1.jpg

Dan selanjutnya, korban berikutnya yang sudah sangat tidak asing adalah KATAKAMI.COM.

Sudah sejak setahun terakhir sejak kami memberitakan soal bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS ini, patut dapat diduga KOMJEN GORIES MERE melakukan seribu satu macam teror yang sangat memprihatinkan.

Ia sudah kami laporkan secara resmi ke MABES POLRI.

Singkat kata, untuk apa diadakan program ZERO TOLERANSI NARKOBA jika pada faktanya didalam organisasi POLRI sendiri masih terdapat virus berbahaya yaitu oknum perwira tinggi yang patut dapat diduga menjadi BEKING sindikat mafia narkoba di negeri ini.

Copot dan periksa Komjen Gories Mere !

Bagaimana mungkin, seorang Jenderal berbintang 3 bisa dibiarkan menjabat dalam posisi atau kedudukan yang sangat prestisius seperti ini – ditugaskan menjadi Kalakhar BNN tetapi patut dapat diduga dirinya adalah beking dari sindikat mafia-mafia narkoba bertaraf internasional ?

Copot, singkirkan yang sudah sangat membahayakan Indonesia dan khususnya POLRI.

https://i2.wp.com/i.peperonity.com/c/A50E1E/948620/ssc3/home/054/chavroel/mabes_polri_15227.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg

Ganti dengan Angkatan yang lebih muda dan lebih berintegritas tinggi !

Komjen Gories Mere sudah hampir 2 tahun menjabat sebagai Kalakhar BNN.

Tidak ada prestasi apapun !

Tidak ada kinerja yang baik !

Kepala badan Reserse & Kriminal POLRI saja sudah dipimpin oleh Angkatan 1977.

Sementara Komjen Gories Mere Angkatan 1976.

Ganti Komjen Gories Mere dengan Angkatan yang lebih muda !

Jangan main-main dengan nasib bangsa, negara dan rakyat Indonesia !

Dan satulagi, soal penggunaan alat penyadap.

BNN mengklaim bahwa mereka BERHAK menggunakan alat penyadap untuk menyadapi siapapun yang terlibat kasus pidana NARKOBA.

http://dianarahmawati.files.wordpress.com/2008/10/shut_up.png

BNN Berwenang Menyadap Pelaku Pidana Narkoba

Eh, BNN, tutup mulut kalian !

Patut dapat diduga sejak bertahun-tahun yang silam, Komjen Gories Mere sangat sering menyalah-gunakan alat penyadap.

Sejak pria Flores ini memimpin Tim Anti Teror Polri.

Sekali lagi, eh, BNN, tutup mulut kalian soal penggunaan alat penyadap !

Patut dapat diduga saat Kapolri dipimpin Jenderal Polisi Sutanto beberapa tahun lalu, Komjen Gories Mere terlibat dalam pemasangan alat penyadap di rumah dinas Kapolri !

Bayangkan itu !

Betapa liarnya seorang bawahan, berani-berani memasnag alat penyadap di rumah dinas ATASANNYA sendiri.

Dan atasannya itu, adalah orang nomor satu di POLRI.

Dalam sebuah kesempatan bertemu di tahun 2007, Gories Mere pernah mengeluhkan hal ini kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata bahwa dirinya yang dituduh melakukan aksi penyadapan ilegal di rumah dinas Kapolri.

(Habis siapa lagi yang berani berbuat selancang itu kepada atasan ?)

http://taghyr.files.wordpress.com/2009/07/gsm-interceptor.jpg

Jangan main-main dengan alat penyadap !

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri pernah menyampaikan kepada KATAKAMI.COM bahwa beliau mendapatkan informasi, ada oknum POLRI yang melakukan perdagangan gelap hasil-hasil penyadapan alias dikomersialisasikan.

Tidak bisa BNN dibiarkan menggunakan alat penyadap seenaknya, tanpa pengawasan yang ketat – terutama sepanjang BNN dipimpin oleh oknum yang patut dapat diduga menjadi biang kerok penyadapan liar dan ilegal.

Presiden SBY harus memerintahkan kepada Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto dan Kapolri Jenderal BHD, agar ditertibkan dan sangat diawasi penggunaan ALAT PENYADAP yang digunakan oleh seluruh instansi di republik ini.

Bentuk TIM PENGAWAS ALAT PENYADAP !

Dalam arti kata, silahkan saja instansi-instansi penting menggunakan alat penyadap sesuai dengan domain tugas mereka masing-masing.

Tetapi ikuti prosedur penggunaannya !

Gunakanlah alat penyadap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mohon maaf, kalau kami masih belum lelah mengkritisi sepak terjang oknum Jenderal POLRI yang patut dapat diduga namanya identik dengan kejahatan-kejahatan NARKOBA.

Bikin malu saja !

Tapi anehnya, tidak punya malu dan tidak tahu malu !

https://i1.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/08/08/157/kapolribhd03.jpg

Semua gerakan atau program positif dari MABES POLRI seputar pemberantasan narkoba, sangat pantas untuk didukung.

Inilah yang diharapkan dari Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang.

Selama 10 bulan ke depan, Jenderal BHD masih dibutuhkan untuk terus secara giat dan sungguh-sungguh menangani masalah narkoba di negara kita yang tercinta ini.

Siap Jenderal, gerakan zero toleransi narkoba itu tolong diganti namanya menjadi GERAKAN ZERO BEKING MAFIA NARKOBA.

Dan target pertama dari gerakan ini adalah bawahan Jenderal sendiri !

Copot dan bersihkan siapapun yang selama ini pesta pora dan merajalela menjadi BEKING-BEKING sindikat mafia narkoba.

Singkirkan !

NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA !

NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN BEKING MAFIA NARKOBA !

Bagaimana mau memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya, kalau BEKING-BEKING utamanya TIDAK dihajar terlebih dahulu.

Tumpas dulu beking-beking narkoba.

Lanjutkan !

(MS)

May 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

121-gm4

Jakarta (DOKUMENTASI KATAKAMI MARET 2009) Hampir 3 bulan kontroversi kasus rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bandar narkoba Liem Piek Kiong alias Monas menguak ke permukaan. Sejak pertengahan bulan Desember lalu, Tim Irwasum Polri menangani kasus ini.

Sejak awal, sudah tercium kabar tak sedap yaitu patut dapat diduga Komisaris Jenderal GM adalah beking utama dari bandar narkoba Monas. Herannya perwira tinggi ini tidak tersentuh samasekali oleh pemeriksaan internal POLRI.

Patut dapat diduga, kabar tentang keterlibatan dalam kasus seputar bandar narkoba Monas ini bukan kasus pelanggaran hukum pertama yang melibatkan Komjen GM.

Jauh sebelumnya, yaitu saat era kepemimpinan Jenderal Sutanto pun sudah ada kasus lain yang sama kotornya yaitu patut dapat diduga Komjen GM adalah otak pelaku dari pencurian barang bukti 13 kg sabu-sabu.

Kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS
Kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS

Walau banyak yang menyebutkan bahwa Komjen GM dekat dengan Sutanto, tetapi ketika itu kemarahan Sutanto tak bisa dihindari lagi. Setelah mendapat teguran keras dan ancaman dari Sutanto agar secepatnya barang bukti yang hilang itu dikembalikan ke gudang penyimpanan, akhirnya barang bukti yang hilang itu memang bisa kembali secara “ajaib” ke gudang penyimpanan.

Bukan apa-apa, kasus hilangnya barang bukti 13 kg sabu-sabu tersebut menjadi sorotan publik yang sangat memalukan Polri.

Dari segi nominal angka memang termasuk kecil angka 13 kg. Tetapi kalau dijual ke pasaran, dari barang seberat 13 kg sabu-sabu ini maka penjualnya akan meraup keuntungan sebesar Rp.13 miliar !

Bayangkan, betapa kaya raya oknum pelaku PENCURIAN barang bukti narkoba di negara ini kalau dibiarkan terus menerus menggerogoti gudang penyimpanan.

Tim Irwasum Polri saat mulai memeriksa kasus bandar narkoba Monas, terlebih dahulu memeriksa para Penyidik di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Kapolri Sutanto saat sidak kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS

Yang sulit untuk dipahami adalah Tim Irwasum melewatkan satu celah yang sangat penting dalam kasus bandar narkoba Monas. Patut dapat diduga, biaya renovasi dari Gedung Direktorat Polda Metro Jaya berasal dari sumbangan pasangan Liem Piek Kiong dan Jet Li isterinya.

Pemeriksaan Tim Irwasum harus diperluas dan diperdalam. Tidak cuma memeriksa seputar kasus rekayasa BAP saja, tetapi keseluruhan dari sepak terjang Monas.

Bandar dan mafia yang kotor ini sudah untuk yang tiga kalinya lolos dari jerat hukum. Hal ini tidak akan pernah bisa terjadi kalau tidak ada beking utamanya didalam internel Polri sendiri.

Janganlah ada yang kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Jika memang ada dugaan keterlibatan dari perwira tinggi sekalipun, tangkap, penjarakan dan seret ke muka hukum.

Lepas dari semua jasa atau prestasi Komjen GM dalam bidang penanganan terorisme sejak 8 tahun terakhir, ia pantas untuk dibawa ke muka hukum jika memang terindikasi melakukan perbuatan melawan hukum.

Jasa atau prestasi apapun, tidak akan ada gunanya jika seseorang menjadikan semua itu sebagai pembenaran untuk melakukan apa saja yang melanggar hukum di negara ini.

Semua warga negara sama kedudukannya di muka hukum sehingga siapapun yang melanggar hukum harus diadili & dihukum
Semua warga negara sama kedudukannya di muka hukum sehingga siapapun yang melanggar hukum harus diadili & dihukum

Jasa atau prestasi dari Komjen GM dalam penanganan terorisme juga akhirnya akan terkuak bahwa semuanya itu tidak sempurna dan tidak harum secara semerbak.

Patut dapat diduga, didalam penanganan terorisme itu sendiri ada begitu banyak dugaan pelanggaran yang bermuara pada penggunaan kewenangan secara berlebihan dan ada bau anyir pundi-pundi. Pemberian eksklusivitas pemberitaan kepada satu media massa televisi selama 7 tahun (dari mulai kasus peledakan bom malam natal tahun 2000 sampai periode penanganan teroris Abu Dujana – Zarkasih), patut dapat diduga dampak dari penggunaan wewenang yang berlebihan dari Komjen GM.

Patut dapat diduga, peminjaman ALI IMRON — terpidana kasus Bom Bali I — sejak tahun 2003 sampai saat ini adalah dampak dari penggunaan wewenang yang disalah-gunakan juga oleh Komjen GM.

Patut dapat diduga, pemberian segala fasilitas dan kemewahan hidup untuk ALI IMRON (termasuk didalamnya pembuatan buku memoar alias otobiografi dari ALI IMRON) adalah atas penggunaan wewenang yang berlebihan dari Komjen GM.


https://i1.wp.com/www.inilah.com//data/berita/foto/62348.jpg

Jasa atas prestasi dari Komjen GM dalam penanganan terorisme, bercampur aduk antara harum semerbak yang wangi dengan bau busuk yang sangat sengit karena begitu banyak dugaan pelanggaran hukum yang terkandung di dalamnya. POLRI harus tegas menangani masalah Komjen GM.

Jika memang ada indikasi keterlibatan dalam kasus bandar narkoba Monas, Komjen GM sekalipun harus diperiksa. Dan jika terdapat bukti-bukti keterlibatan (apalagi bukti nyata sebagai beking utama dari bandar narkoba Monas), Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri tak perlu ragu untuk memerintah penangkapan terhadap Komjen GM dan menahannya di Rutan POLRI.

Reformasi Birokrasi POLRI harus tegas dan keras menyikapi oknum-oknum yang patut dapat diduga melakukan perbuatan melawan hukum secara terus menerus dan berkesinambungan. Periksa semua rekening, aset pribadi dan harta kekayaan Komjen GM. Termasuk 3 rumah yang patut dapat diduga DIBERIKAN kepada oknum polwan yang berselingkuh dengan diri oknum perwira tinggi ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK, dapat dikerahkan untuk bekerjasama dengan MABES POLRI memeriksa semua rekening-rekening dari Komjen GM, isterinya, kedua anaknya dan bahkan rekening dari oknum polwan yang dekat dengan oknum perwira tinggi ini.

Tak perlu ragu menindak siapapun yang mencari kekayaan abadi lewat cara-cara yang salah dan melanggar hukum ! Jangan ada upaya untuk mendiamkan atau melindungi siapapun yang patut dapat diduga melakukan pelanggaran hukum. Indonesia adalah negara hukum !

Bahkan KATAKAMI.COM juga sangat terkesima, belakangan ini patut dapat diduga oknum perwira tinggi berinisial GM menjadi tidak malu-malu untuk ikut teruus-menerus merusak SITUS BERITA WWW.KATAKAMI.COM dan semua BLOG kami di WordPress, terutama bila sudah ada berita soal Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS, serta tulisan seputar oknum POLWAN yang patut dapat diduga berselingkuh dengan oknum berinisial GM ini sejak belasan tahun silam.

Luar biasa, sudah tidak ada rasa malu samasekali.

Patut dapat diduga inilah oknum polwan yang berselingkuh dengan oknum perwira tinggi GM Sejak belasan tahun lalu, sehingga keduanya layak dicopot dari jabatannya dan diberhentikan secara tidak hormat sebagai POLISI

Terutama jika ada tulisan yang menyinggung atau memuat tentang bandar narkoba MONAS. Bahkan ketika profil dari Irwasum Polri Komjen Polisi Jusuf Manggabarani dimuat, tulisan itupun dirusak karena didalamnya ada menyinggung masalah bandar narkoba Monas.

Juga tulisan tentang oknum polwan yang patut dapat diduga berselingkuh, termasuk yang dirusak terus menerus tanpa ada rasa malu dari oknum perwira tinggi ini.

OTAK PELAKU pengrusakan tulisan seputar bandar narkoba Monas ini sangat percaya diri bahwa dirinya tidak akan pernah bisa diperiksa atau dipersalahkan oleh PIHAK BERWAJIB. Jangan lupa, kami telah melaporkan kasus pengrusakan ini kepada Komnas HAM dan beberapa Fraksi di DPR-RI.

Dan kepada Kapolri BHD, jangan biarkan nama baik dan kehormatan POLRI menjadi tercoreng hanya karena ulah seorang oknum saja.(MS)

May 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen Gories Mere

Jakarta, 28 Maret 2010

Kepada Yth.

Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Di tempat

Dengan Hormat,

Bersama ini saya MEGA SIMARMATA, Direktur dari KATAKAMI.COM ingin menyampaikan pengaduan kembali mengenai dugaan teror, gangguan dan pengrusakan IT yang patut dapat diduga dilakukan oleh Komisaris Jenderal Gories Mere.

Ini adalah surat kedua saya pribadi kepada Bapak Presiden SBY — setelah sebelumnya yaitu tanggal 28 Oktober 2009 lalu, saya juga sudah mengirimkan sepucuk surat untuk mengadukan dan melaporkan dugaan teror dan gangguan yang patut dapat diduga terus menerus tanpa henti dilakukan Saudara Gories Mere.

Surat Untuk SBY Terkait Teror & Kejahatan IT Gories Mere

Denny Indrayana tuding Komjen GM tak dukung kasus Aan diselesaikan Tantangan Satgas Mafia Hukum, BONGKAR Indikasi Kemafiaan Komjen GM Inilah SMS Kiriman Komjen Gories Mere Yang Tidak Tahu Malu Mengemis Perhatian

Patut dapat diduga yang bersangkutan KALAP & GELAP MATA melakukan teror, gangguan dan pengrusakan IT terkait pemberitaan-pemberitaan KATAKAMI.COM seputar bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Termasuk juga soal temuan Tim Satgas Pemberantasan Mafia Hukum terkait kasus rekayasa narkoba yang menimpa AAN, yang dipukuli dan ditelanjangi di Gedung Artha Graha Jakarta – dimana Denny Indrayana pernah menyampaikan kepada media massa bahwa Komjen GM menghalangi proses pemeriksaan kasus AAN.

Saya memohon kepada Bapak Presiden SBY untuk memerintahkan kepada Kapolri BHD dan jajarannya, mendalami hasil-hasil temuan dari Tim IT yang kabarnya sudah dibentuk oleh Divisi Propam POLRI pasca pengaduan saya kepada MABES POLRI seputar masalah teror, gangguan dan pengrusakan IT yang patut dapat diduga dilakukan dan atau diperintahkan oleh Komjen Gories Mere.

Saya mendapatkan langsung informasi dari Irjen Oegroseno (yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri)  bahwa sudah dibentuk Tim Ahli IT untuk mendalami dugaan pengrusakan ini berdasarkan pengaduan saya.

Saya memohon kepada Bapak Presiden SBY memerintahkan kepada Kapolri BHD dan jajarannya untuk menindak-lanjuti pengaduan resmi saya ke POLDA METRO JAYA bulan Januari 2009 tentang pengrusakan SITUS BERITA KATAKAMI.COM.

( Saya sudah melaporkan secara resmi aksi pengrusakan ini pada bulan Januari 2009 tahun lalu ke POLDA METRO JAYA, DEWAN PERS & KOMNAS HAM).

Saya memohon agar Presiden SBY memerintahkan kepada Kapolri BHD dan jajarannya untuk memeriksa semua dugaan pelanggaran hukum Komjen Gories Mere dalam kasus bandar narkoba Monas dan kasus rekayasa narkoba yang menimpa diri AAN — terutama menindak-lanjuti temuan dari Satgas Pemberantasan Mafia Hukum bahwa Komjen Gories Mere menghalangi proses pemeriksaan kasus AAN –.

Saya memohon agar Presiden SBY memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agar segera memberhentikan secara TIDAK HORMAT bila MABES POLRI memang menemukaan bukti-bukti pelanggaran hukum dan pelanggaran etika profesi yang dilakukan Komjen Gories Mere.

Saya mengecam dengan keras semua dugaan brutalisme tidak bermoral yang patut dapat diduga berulang kali dilakukan Saudara Gories Mere. Saya sudah berkali-kali melaporkan yang bersangkutan ini ke MABES POLRI sepanjang tahun 2009 lalu karena patut dapat diduga yang bersangkutan ini melakukan teror, gangguan dan pengrusakan IT.Demikian surat ini saya sampaikan.

Terimakasih.

Salam hormat,

MEGA SIMARMATA

May 10, 2010 Posted by | news | , , | Comments Off on Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen Gories Mere