Katakamidotcom News Indonesia

Susno Pantas Jadi Kalakhar BNN Gantikan Gories Mere Yang Dibidik Satgas

https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2010/01/07/157/susno1.jpg

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Denny Indrayana tuding Komjen GM tak dukung kasus Aan diselesaikan

Tantangan Satgas Mafia Hukum, BONGKAR Indikasi Kemafiaan Komjen GM


Jakarta 12/4/2010 (KATAKAMI)  Sudah hampir 5 bulan Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji dicopot dari jabatannya. Ia dilengserkan dari posisi Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Polri tanggal 24 November 2010. Mantan Kapolda Jabar ini belum mendapatkan tugas baru apapun juga dari INSTITUSI yang membesarkannya selama ini yaitu dari MABES POLRI. Tetapi keputusan untuk penempatan tugas dan jabatan level pejabat eselon 1 tidak berada di tangan INSTITUSI tersebut. Restu atau petunjuk dari pimpinan tertinggi yaitu Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono pasti sangat mutlak dibutuhkan oleh MABES POLRI.

Drama pencopotan Komjen Susno memang sangat fenomenal. Pencopotan itu adalah klimaks dari gesekan tajam saat permasalahan “CICAK versus BUAYA” mengemuka dalam pembahasan semua media massa. Pengganti Susno sebagai Kabareskrim adalah Komjen Ito Sumardi.

Baik Susno ataupun Ito, keduanya berasal dari Angkatan yang sama yaitu sama-sama lulusan Akpol Angkatan 1977.

Penggantian jabatan Kabareskrim ini berdasarkan Keputusa Kepala Kepolisian Nomor  Skep/556/XI/2009 tertanggal 24 November 2009 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan di Lingkungan Polri yang dituangkan dalam TR/618/XI/2009 tertanggal 24 November 2009.

Dalam testimoninya Susno menyebut tujuh alasan mengapa dirinya dicopot.

https://i1.wp.com/www.rakyatmerdeka.co.id/images/headline/image/915000-02305806112009b@kapolri2_jpg.jpeg

Di antaranya kasus Cicak dan Buaya yang melibatkan pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, kasus pencairan dana Budi Sampoerna di Bank Century di mana Susno disebut-sebut menerima upah Rp10 miliar, pertemuannya dengan buronan kasus pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) Anggoro Widjojo di Singapura, dan pemanggilan pimpinan dua media massa terkait kebocoran percakapan Anggodo yang rekamannya sempat diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi.

Yang ingin disampaikan disini adalah sangat tidak arif jika Presiden SBY mendiamkan dan sengaja melakukan pembiaran-pembiaran terjadinya perpecahan dan perseteruan antara Komjen Susno Duadji dengan INSTITUSI-nya sendiri yaitu MABES POLRI.

Susno, pria kelahiran Pagar Alam (Sumatera Selatan) 1 Juli 1954 ini,  merupakan anak kedua dari 8 bersaudara.

Pangkat yang dimilikinya saat ini termasuk  “sangat tinggi” yaitu Komisaris Jenderal Polisi.

Membiarkannya terombang-ambing tanpa jabatan apapun adalah sebuah kekejaman dari Presiden SBY.

Untuk perwira tinggi berbintang 3, jabatan yang bisa didudukinya dalam struktur organisasi POLRI memang tidak banyak.

Perwira tinggi berbintang 3 di MABES POLRI adalah Wakapolri, Kabareskrim, Kababinkam dan Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dua posisi, sudah tidak mungkin diduduki Susno yaitu Wakapolri dan Kabareskrim. Sebab, kedua perwira tinggi yang menempati jabatan itu termasuk pejabat baru.

Wakapolri Komjen Jusuf  Manggabarani dilantik tanggal 6 Januari 2010.

Kabareskrim Komjen Ito Sumardi justru merupakan pengganti Susno sebagai Kabareskrim.

http://stefanusmanja.files.wordpress.com/2009/11/bnn.jpg

Jabatan paling tepat yang bisa diberikan kepada Komjen Susno Duadji adalah Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pada jabatan ini, Susno bisa berperan aktif sangat kuat dan keras dalam melakukan upaya-upaya yang signifikan untuk memberantas mata rantai narkoba beserta beking-beking di kalangan permafiaan narkoba di negeri ini.

Copot Kalakhar BNN Komjen Gories Mere !

Alasan pertama perwira tinggi Flores ini harus dicopot secepatnya karena ia sudah sangat lama menduduki jabatan sebagai Kalakhar BNN yaitu sudah 2 tahun !

Jabatan apapun yang diemban oleh setiap abdi negara, tidak akan ada yang bisa dikuasai sendiri untuk periode yang sangat lama.

Alasan kedua mengapa Komjen Gories Mere harus dicopot ialah karena patut dapat diduga perwira tinggi sangat bermasalah dalam rekam jejaknya sebagai aparat penegak hukum.

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2009/04/2010114denny.jpg

Namanya diincar dan disebut secara langsung oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana saat “mendalami” kasus rekayasa narkoba yang menimpa diri AAN.

Tak cuma itu, nama Gories Mere juga banyak dikaitkan dengan kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Sehingga, sudah sepantasnya perwira tinggi yang patut dapat diduga SANGAT BERMASALAH ini dicopot dan disingkitkan sejauh-jauhnya dari struktur organisasi apapun dalam berada di bawah MABES POLRI.

Susno jauh lebih pantas dan sangat berkompeten menjadi Kalakhar BNN.

Dalam struktur organisasi Bareskrim, salah satu sub direktorat yang dibawahinya adalah Direktorat NARKOBA.

Dalam masa kepemimpinan Susno Duadji sebagai Kabareskrim yaitu tepatnya bulan Februari 2009 ia menindak tegas dan langsung mencopot 5 orang penyidik Bareskrim yang menangani kasus Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/2-monas6.jpg

Pencopotan itu dilakukan Susno karena kelima penyidik itu terbukti bersalah melakukan rekayasa sehingga Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Ada ketegasan dan keberanian Susno dalam menindak tegas anak buahnya yang memang bersalah dalam penanganan kasus-kasus narkoba.

Mana lebih baik, mempertahankan perwira tinggi yang PATUT DAPAT DIDUGA sangat bermasalah ( dan berbahaya), atau memberikan kepercayaan kepada perwira tinggi yang lebih kapabel menangani masalah narkoba ?

Sudah terlalu lama nama Komjen Gories Mere didiamkan dan dibiarkan saja gentayangan dalam rumors soal DUGAAN keterlibatannya pada kasus-kasus narkoba.

Misalnya, kasus hilangnya barang bukti SABU 13,5 kg beberapa tahun lalu.

Kasus kematian misterius Bandar Narkoba Hans Philips yang ditembak mati di kawasan BOGOR beberapa tahun lalu. Dan dugaan pembekingan terhadap Bandar Narkoba Liem Liek Kiong aloas MONAS.

Saatnya kini, Presiden SBY menindak secara tegas.

Apa maksud Presiden SBY mempertahankan perwira tinggi yang bermasalah ?

Apa maksud Presiden SBY membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum kalau bunyinya Cuma seperti petasan sesaat ?

Meledak sesaat tapi setelah itu “sunyi senyap” ?

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2009/04/59335_kepala_pelaksana_harian__kalakhar__bnn_komjen_gories_mere_300_225.jpg?w=600&h=450&h=450

Periksa Komjen Gories Mere untuk semua kasus-kasus pelanggaran hukumnya di republik ini.

Jangan takut !

Periksa, tangkap, tahan dan adili perwira tinggi ini untuk mempertanggung jawabkan apapun DUGAAN perbuatan melawan hukumnya di tanah air tercinta ini.

Sangat memalukan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini kalau mempertahankan seorang perwira tinggi yang PATUT DAPAT DIDUGA sangat bermasalah dan berbahaya.

Copot Gories Mere !

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum jangan takut untuk merekomendasikan kepada Presiden SBY agar Jenderal Polri yang PATUT DAPAT DIDUGA petantang petenteng SOK JAGO menjadi beking kasus-kasus narkoba, untuk dicopot, digusur dan disingkirkan dari jabatannya.

Tidak ada yang kebal hukum di negara ini.

Kok mau enaknya saja.

Apalagi jabatan sebagai Kalakhar BNN sudah sangat lama dikuasai oleh perwira tinggi yang sangat bermasalah ini.

Dua tahun bukan waktu yang sebentar.

https://i1.wp.com/www.profilefiend.com/Images2/Mobster_Graphics/images/godfather_mafia_questions.png

Memangnya cuma perwira tinggi yang PATUT DAPAT DIDUGA bermasalah ini saja, stok perwira tinggi di Mabes Polri ?

Oh tidak !

Silahkan minggir untuk Saudara Gories Mere, anda sudah sangat keenakan menjadi pejabat tinggi.

Saatnya anda digusur dan dilengserkan dari jabatan itu.

Apalagi, prestasi anda tidak ada samasekali.

Memalukan !

Berikanlah kepercayaan itu kepada Komjen Polisi Susno Duadji untuk menjadi Kalakhar BNN..

Disitulah Susno bisa berkiprah dan berbakti kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Susno tak perlu dibuat luntang lantung.

Ia pantas diberi jabatan yang baik.

Sementara pejabat yang liar, bermasalah dan berbahaya, singkirkan saja !

(MS)

May 10, 2010 - Posted by | news | , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: