Katakamidotcom News Indonesia

Komjen Ito : Polri Tetap Tegar, Tanya Susno Apa Maksudnya

WAWANCARA EKSKLUSIF


Jakarta 5/4/2010 (KATAKAMI) Beberapa minggu terakhir ini, Mabes Polri disorot oleh publik luas terkait kasus penggelapan pajak senilai Rp. 25 Miliar yang menyeret nama Gayus Tambunan (seorang pegawai di Direktorat Jenderal Pajak).

Walau sempat kabur ke Singapura tanggal 24 Maret 2010 lalu, akhirnya Gayus Tambunan bisa “digiring” pulang ke tanah air oleh Tim Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen. Polisi Ito Sumardi.

Kritikan justru muncul dari Mantan Kabareskrim Komjen Polisi Susno Duadji yang mempertanyakan keikut-sertaan Kabareskrim Ito Sumardi dalam upaya “pemulangan” Gayus Tambunan dari Singapura.Susno dan Ito Sumardi adalah rekan se-Angkatan yaitu sama-sama lulusan Akpol tahun 1977.

Senin (5/42010) siang, Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata mendapatkan kesempatan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Kabareskrim Komjen Polisi Ito Sumardi di kantornya.


Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kabareskrim Komjen Polisi Ito Sumardi :


KATAKAMI (K) : Pertama kami ucapkan terimakasih untuk wawancara eksklusif ini. Kasus Gayus Tambunan ini, sangat disorot oleh masyarakat luas. Citra institusi Polri jadi tercederai akibat gunjingan seputar kasus ini. Bagaimana Polri – khususnya Bareskrim – menyikapi permasalahan ini ?

Komjen Ito Sumardi (IS) : Masalah ini kan sudah ditangani langsung oleh Pak Kapolri (Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, red). Penanganannya ya disesuaikan dengan porsinya masing-masing. Ada Tim Independen sudah dibentuk. Jadi jangan sampai ada kecurigaan lagi bahwa Polri melakukan rekayasa. Rekayasa itu tidak ada samasekali. Polri juga sudah melakukan pembukaan blokir rekening secara serius. Itu sebabnya, kami berharap agar jangan ada lagi isu-isu yang menyesatkan bahwa Polri berusaha menyelamatkan diri sendiri. Polri menangani kasus ini dengan sungguh-sungguh. Dan masyarakat toh bisa menilainya sendiri.


Photo : Serah terima jabatan Komjen Susno Duadji kepada Komjen Ito Sumardi


(K) : Kalau mau jujur, kesungguhan Polri dalam menangani kasus ini memang tampak secara jelas. Tapi sayangnya, yang justru tidak percaya dan “underestimate” terhadap kesungguhan Polri menangani kasus ini adalah kalangan internal Polri sendiri yaitu Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Bagaimana tanggapan Pak Kabareskrim mengenai tuduhan dan kecurigaan dari Mantan Kabareskrim ini bahwa apapun kesungguhan Polri dalam upaya penegakan hukum terkait kasus Gayus Tambunan ini justru direndahkan sekali ?

(IS) : Tanya aja sama Susno apa maksudnya … tanya sama dia. Kami cuma menasehati saja agar jangan setiap langkah Polri itu dikomentari yang buruk. Saya berangkat ke Singapura dan bisa membawa pulang Gayus (Tambunan), dipertanyaan dan dikomentari negatif oleh dia.

(K) : Komentar negatif Pak Susno itu tidak pada tempatnya, maksud Bapak ?

(IS) : Memangnya saya di Singapura itu untuk jalan-jalan ? Lobi-lobi yang harus dilakukan dalam upaya pemulangan Gayus itu kan tidak bisa di tangani pejabat junior. Seharusnya kan dihargai. Tapi ya sudahlah, saya malas mengomentari hal-hal yang hanya akan menghabiskan energi saya saja. Jauh lebih baik, saya dan semua jajaran Polri itu terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat Indonesia.


Photo : Kapolri Jenderal BHD dan Wakapolri Jusuf Manggabarani


(K) : Oke, yang sekarang ingin ditanyakan adalah apa saja langkah yang akan Pak Kabareskrim lakukan sesuai arahan dan petunjuk Pak Kapolri untuk penertiban ke kalangan internal Bareskrim ?

(IS) : Melakukan penertiban itu kan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses karena kalau kita bicara soal jajaran Reserse dan Kriminal maka itu harus bicara soal jajaran Reserse dan Kriminal se- Indonesia. Bukan Cuma Bareskrim di Mabes Polri ini saja. Nah, itulah sebabnya Pak Kapolri memerintahkan agar dilaksanakan Rakernis (Rapat Kerja Teknis, red) yang mulai berlangsung hari Senin (5/4/2010) ini sampai hari Jumat (9/4/2010) mendatang.

(K) : Tujuan dari Rakernis itu apa saja Pak Kaba ?

(IS) : Itu diikuti oleh sekitar 650 orang anggota Reserse Polri se-Indonesia.

(K) : Maksud dan tujuannya apa sehingga 650 orang Reserse dikumpulkan di Jakarta ini selama 5 hari ?


Photo : Kabareskrim Komjen Ito Sumardi


(IS) : Pak Kapolri memerintahkan agar disampaikan kepada mereka semuanya mengenai potret Reserse Polri saat ini. Mengapa kondisinya jadi seperti ini dan ke depan harus bagaimana ? Pokoknya semua jajaran Reserse di masing-masing kewilayahan sampai Bareskrim Polri, dipanggil ke sini untuk membicarakan bagaimana dan apa saja langkah terbaik untuk perbaikan-perbaikan. Ini sebagai salah satu wujud reformasi.

(K) : Bisa lebih rinci Pak Kaba, apa maksud dan tujuan dari Rakernis Reserse itu ?

(IS) : Intinya agar kinerja Reserse Polri ini menjadi lebih bagus sesuai dengan harapan masyarakat.

(K) : Masyarakat Indonesia ini mencintai Polri dan sungguh berharap agar Polri bisa lebih profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas. Masyarakat juga berharap agar upaya penegakan hukum ini dijalankan dengan konsisten dan reeformasi di jajaran Polri terlaksana secara baik. Apa yang bisa Pak Kaba sampaikan menyangkut harapan-harapan masyarakat ini ?

(IS) : Begini, kami berharap agar masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang tidak benar. Seolah-olah Polri ini buruk dan jelek sekali. Padahal Polri sudah bertugas dengan sungguh-sungguh dan tidak meminta balas jasa. Polri bertugas dengan tulus dan sungguh-sungguh. Sebab itulah tugas pokok dari Polri yaitu memberikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan. Polri tidak boleh jadi alat politik dan alat penguasa.

(K) : Kecaman demi kecaman yang berdatangan menimpa Polri ini, apakah itu menjatuhkan moral dari anggota Polri di seluruh Indonesia ?

(IS) : Rasanya sih tidak. Polri tetap tegar. Polri bersatu, kompak dan komit untuk senantiasa bertugas dengan sebaik-baiknya.

(K) : Baiklah Pak Kaba, terimakasih untuk wawancara eksklusif ini.

(MS)

May 11, 2010 - Posted by | Wawancara Eksklusif | ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: