Katakamidotcom News Indonesia

Tabik Medvedev, Sensasi FBI Dapat Hancurkan Diplomasi Burger Obama

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0ab01o0gIA8oG/610x.jpg

Dimuat juga di KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

Photostream : Behind The Scenes of Russia’s President Dmitry Medvedev

Photostream : Russia’s President Dmitry Medvedev and First Lady Svetlana in Toronto

Photostream : G-20 Summit

Jakarta 30/6/2010 (KATAKAMI)  Masing-masing kepala negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G8 dan G20 di Canada, baru saja kembali ke negaranya masing-masing. Entah itu Presiden AS Barack Obama, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris (yang baru) David Cameron, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dan yang lainnya. Termasuk diantaranya adalah Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Sebelum menginjakkan kakinya di Canada, Presiden Medvedev sempat “mampir” ke Washington DC untuk memenuhi undangan dari Presiden Obama.

Kunjungan Presiden Medvedev pekan lalu sempat menarik media massa (baik media massa Amerika, Rusia dan pers internasional) saat Obama dan Medvedev mengadakan makan siang bersama dengan memakan burger.

Bahkan dalam pertemuan bernuansa “diplomasi burger” itu, Obama & Medvedev membahas soal akun twitter mereka masing-masing.

Beberapa jam sebelum pertemuan itu berlangsung, Presiden Medvedev merilis secara resmi akun resmi twitternya.

Dan akun twitter Presiden Obama tercantum dalam daftar FOLLOWING dari Presiden Medvedev.

http://twitter.com/KremlinRussia_E

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/011k3VZ8uE6dl/610x.jpg

Presiden Obama & Presiden Medvedev makan burger bersama di Rays Hell Burger di Arlinton, Virginia (24 Juni 2010) 

 

Tapi kini, diplomasi burger yang menjadi kejutan manis tadi seakan bergetar, terguncang dan sangat memukul perasaan Rusia.

Apa pasalnya ?

Tak ada angin, tak ada hujan, Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) mengumumkan penangkapan 10 agen mata-mata Rusia.

Salah seorang diantaranya adalah pengusaha perempuan yang sangat cantik sekali yang bernama ANNA CHAPMAN berusia 28 tahun.

Tuduhan kepada agen mata-mata ini tidak main-main !

Seperti yang diberitakan DETIK.COM (Rabu, 30/6/2010), kelompok tersebut melakukan pekerjaan penyamaran di AS untuk merekrut sumber-sumber politik dan mengumpulkan informasi untuk pemerintah Rusia. Kesepuluh orang itu ditangkap pada Minggu, 27 Juni waktu setempat di Boston, New York, New Jersey dan Virginia. Mereka yang dijuluki “Ilegal” dituduh ditugasi oleh badan intelijen Rusia, SVR untuk masuk ke AS, menggunakan identita palsu dan menjadi warga AS.

Demikian disampaikan Departemen Kehakiman AS dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (29/6/2010).

Tujuan mereka adalah menjadi “sangat Amerika” sehingga mereka bisa mengumpulkan informasi mengenai AS untuk Rusia dan bisa sukses merekrut sumber-sumber yang ada di dalam atau mampu menembus lingkaran pembuat kebijakan AS,” demikian menurut berkas hukum yang diajukan ke pengadilan federal AS.

Foto : ANNA CHAPMAN

 

Dan khusus mengenai perempuan yang sangat cantik bernama Anna Chapman tadi, wajahnya langsung menghiasi sejumlah pemberitaan di AS. Demikian seperti diberitakan harian Telegraph, Rabu (30/6/2010).
Foto-foto wanita cantik bermata hijau itu dimuat di halaman depan media New York Daily News menyusul penangkapan dirinya bersama anggota-anggota jaringan mata-mata Rusia yang berbasis di AS. Media New York Post bahkan menyebut Chapman sebagai “wanita menggoda yang berbahaya.”

Sebelum ditangkap, para agen FBI telah mengawasi Chapman antara Januari dan Juni 2010 saat dia melakukan ritual komunikasi dengan seorang pria Rusia. Menurut FBI, pria tersebut berulang kali dilihat agen FBI masuk ke kantor misi PBB untuk Rusia di Manhattan.

Pekan lalu seorang agen FBI yang menyamar sebagai pegawai konsulat Rusia, mengatur pertemuan penyamaran dengan Chapman di pusat kota Manhattan. Agen FBI tersebut mengatakan punya sesuatu yang harus diberikan segera pada Chapman. Selama pertemuan itu, Chapman diminta menyerahkan sebuah paspor palsu untuk agen Rusia lainnya.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0etMbnv4Ygf6E/x610.jpg

Foto : Obama & Medvedev (24 Juni 2010)

 

Berita penangkapan agen mata-mata Rusia ini juga menjadi berita utama di VOICE OF AMERIKA (Senin, 30/6/2010) yaitu memuat tanggapan resmi Gedung Putih (White Putih).

Gedung Putih mengatakan penangkapan 11 orang Rusia yang diduga melakukan kegiatan mata-mata bukan kemunduran bagi hubungan Amerika dan Rusia yang sudah baik.
Juru bicara Robert Gibbs hari Selasa mengatakan bahwa Presiden Barack Obama  mengetahui tentang adanya jaringan mata-mata yang dituduhkan itu sebelum ia menjamu Presiden Rusia Dmitri Medvedev minggu lalu. Namun Gibbs mengatakan Obama tidak mengangkat masalah itu dalam pembicaraan mereka.Gibbs mengatakan Rusia dan Amerika telah membuat kemajuan besar selama  satu setengah tahun penataan kembali hubungan, dan akan terus bekerja sama dalam masalah-masalah seperti Iran dan Korea Utara.

Di Moskow, Perdana Menteri Vladimir Putin yang bertemu dengan bekas Presiden Amerika Bill Clinton mengatakan ia yakin skandal tersebut tidak akan mengancam hubungan dengan Amerika. Ia berharap orang-orang yang menghargai hubungan ini akan memahaminya.

Pihak berwenang Amerika menangkap 10 warga negara Rusia hari Minggu. Polisi di Cyprus menangkap tersangka ke 11 hari Selasa.

Orang-orang yang ditangkap itu  dituduh mengumpulkan informasi untuk intelijen Rusia mengenai persenjataan nuklir Amerika, kebijakan luar negeri dan politik sambil tinggal dan bekerja di Amerika.

Foto : Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Israel (27 Juni 2010)

 

Lain Amerika, lain juga tanggapan dari Rusia.

Dari Israel, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang sedang berkunjung ke sana mengecam “sensasi” Washington yang mengumumkan kepada dunia internasional tentang penangkapan 10 agen mata-mata Rusia.

Menurut Lavrov, tuduhan Washington itu tidak berdasar dan Rusia menunggu penjelasan terkait klaim penangkapan agen mata-mata tadi.

Lalu Perdana Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan komentarnya yaitu agar berita tentang penangkapan ini diharapkan tidak akan merusak hubungan baik Amerika dan Rusia yang sudah “membaik” belakangan ini.

Pertanyaannya sekarang, apa sebenarnya maksud dan tujuan dari FBI dengan aksi dan sensasi penangkapan agen mata-mata Rusia ini ?

Kalau memang agen mata-mata itu sudah “diawasi” dari periode Januari – Juni 2010, mengapa FBI tidak langsung berkoordinasi dengan Dinas Intelijen Amerika CIA atau Badan Intejlien apapun yang memiliki otoritas di Amerika untuk “mendiskusikannya” secara lebih santun ?

Jika memang perempuan cantik bernama ANNA CHAPMAN itu dianggap sangat berbahaya dengan trik “menggoda”, siapa yang mau digoda di jajaran pemerintahan Amerika ?

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/062Dg4b09NgaE/610x.jpg

Foto : Presiden Obama & First Lady Michelle Obama pada acara G-20 di Toronto (26 Juni 2010)

 

Presiden Obama ?

Wakil Presiden Joe Biden ?

Atau siapa ?

Tahukah FBI bahwa Presiden Rusia memang dijadwalkan untuk datang berkunjung ke White House atas undangan resmi dari Presiden Amerika Barack Obama ?

FBI tentu sudah tahu jadwal kunjungan Presiden Medvedev dari jauh-jauh hari sebelumnya !

Lalu, jika ada seorang kepala negara disertai ibu negara dari negara yang sama-sama punya pengaruh kuat di muka bumi ini, apakah dinas intelijen mereka tidak bergerak untuk mengumpulkan informasi dan mengamankan rangkaian kunjungan itu ?

Apakah kalau Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama akan berkunjung ke sebuah negara di muka bumi ini, dinas intelijen Amerika akan ongkang-ongkang kaki di meja kerjanya masing-masing sambil makan burger alias tidak mau bekerja mencari data dan informasi terkait rencana kunjungan tadi ?

Dan apakah FBI mengenal dalil-dalil hukum secara fasih dan mendalam ?

https://i2.wp.com/pix.motivatedphotos.com/2009/4/9/633748811400885460-JUSTICELetsfaceitthepresumptionofinnocence.jpg

Hei, dalam penegakan hukum di negara manapun, dikenal yang namanya ASAS PRADUGA TIDAK BERSALAH atau presumption of innocence.

Artinya, tidak eloklah mengguncangkan panggung pemberitaan dunia dengan berita sensasi soal penangkapan agen mata-mata dari sebuah negara yang sedang sama-sama berupaya untuk meningkatkan hubungan baik dan kerjasama yang konstruktif (dimasa kini dan masa depan).

Sebagai aparat penegak hukum, FBI harus tahu bahwa sangat tidak pantas mereka langsung mengklaim bahwa manusia-manusia yang ditangkap itu agen mata-mata yang kurang kerjaan mencari informasi soal nuklir Amerika dan hendak menggoda figur pengambil kebijakan Amerika.

Siapa yang mau digoda ?

Sekali lagi, apakah seorang ANNA CHAPMAN bisa mendekati, memaksa untuk jatuh hati dan penuh nafsu birahi, atau moncer-moncer saja bisa merayu Presiden Barack Obama ?

Yang jelas kalau bicara di hadapan dunia internasional !

Sebagai aparat penegak hukum, FBI harusnya konsentrasi mengejar dan menangkap teroris-teroris AL QAEDA jaringan Osama Bin Laden.

Bukannya cari sensasi menggetarkan dan menghancurkan martabat sebuah negara sahabat di mata dunia internasional.

Sangat memprihatinkan klaim yang tidak senonoh ini.

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/09288pl6SLfX0/610x.jpg

Foto : Presiden Medvedev & PM Putin (28 Juni 2010)

 

Presiden Medvedev dan PM Putin pastilah sangat terpukul perasaannya.

Wajar kalau mereka sangat terpukul perasaannya.

Apakah mungkin seorang Medvedev atau Putin, mengeluarkan kebijakan yang radikal dengan cara mengutus agen mata-matanya untuk masuk ke Amerika untuk sebuah rencana serangan terorisme ?

Kalau maksud dan tujuan dari agen mata-mata itu sangat membahayakan Amerika, eh jangan diterima dong kunjungan resmi dari Presiden Medvedev !

Jangan dikarang-karang diplomasi burger antara Obama dan Medvedev !

Jangan dikarang-karang cara berjalan bersama dari kedua pemimpin ini dengan cara memegang jas masing-masing di pundak saat bertemu pekan lalu di Washington.

Kenapa tidak sekalian saja ditangkap Presiden Medvedev kalau Rusia bermaksud buruk pada Amerika ?

Kunjungan Presiden Medvedev, pastikan memiliki maksud dan tujuan yang sangat amat baik bagi kepentingan kedua negara.

https://i1.wp.com/farm4.static.flickr.com/3370/3484837696_710bd75f8f_o.jpg

Foto : Presiden Obama didampingi Menlu Hillary Clinton memimpin rapat mengenai Afghanistan

 

FBI masak tidak malu kepada Dinas Rahasia CIA yang terus meningkatkan kinerjanya untuk menyelesaikan misi kemenangan dalam perang di Afghanistan.

Direktur CIA Leon Panetta menyatakan bahwa sampai detik ini belum ada informasi yang berarti mengenai keberadaan pimpinan Al Qaeda Osama Bin Laden.

Dan menurut Panetta, misi di Afghan adalah sebuah misi yang sulit.

Tak cuma Leon Panetta, Menteri Pertahanan Robert Gates juga pasti sedang berkonsentrasi penuh mengamankan kelanjutan dan keberhasilan perang Afghan (pasca mundurnya Panglima Perang Amerika di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal).

Pergantingan Panglima Perang Amerika di Afghan yaitu dari Jenderal McChrystal kepada Jenderal David Petraeus, tentu tidak akan mengubah strategi dan taktik-taktik terbaik militer Amerika untuk memenangkan perang Afghan melawan TALIBAN.

Pertanyaannya, apakah Rusia bagian dari jaringan terorisme ?

Apakah Rusia adalah mata rantai dari jaringan terorisme Al Qaeda ?

Tolong dijawab !

Apakah pantas NEGARA SAHABAT yang begitu memberikan penghormatan dan kesungguhan bekerjasama yang sangat amat baik dengan Amerika pada era pemerintahan Presiden Barack Obama, dipermalukan seperti ini ?

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0fOz6nY0kO41e/610x.jpg

Foto : Presiden Medvedev didampingi First Lady Svetlana Medvedeva & PM Vladimir Putin

 

Rusia bukan jaringan terorisme manapun.

Rusia bukan mata rantai dari Al Qaeda.

Rusia adalah NEGARA SAHABAT bagi Amerika dan negara lainnya di muka bumi ini.

Medvedev adalah sahabat dan mitra kerja bagi Obama dan kepala negara lainnya.

Termasuk juga bagi Indonesia, Presiden Medvedev dan PM Putin adalah SAHABAT BAIK yang terus diharapkan kerjasamanya yang jauh lebih baik dari hari-hari yang lalu.

Jadi, sebenarnya, jauh lebih baik kalau yang diumumkan penangkapannya secara sensasional oleh FBI adalah buronan paling dicari abad kini yaitu OSAMA BIN LADEN.

Jauh lebih baik, Amerika mengguncangkan panggung pemberitaan dunia dengan mengumumkan bahwa pada akhirnya OSAMA BIN LADEN – lah yang berhasil ditangkap hidup-hidup untuk diajukan ke meja peradilan.

Ribuan rakyat Amerika mati pada tanggal 11 September 2001 tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda keberhasilan untuk menemukan dan menangkap OSAMA BIN LADEN.

Lah kok, tiba-tiba yang dihajar dan digebuk secara keras justru Rusia.

Aneh sekali.

Betapa berat beban psikologis yang harus ditanggung Rusia atas berita sensasional yang sangat mengecewakan dan memalukan ini.

Presiden Obama tidak mempertimbangkan dampak dari semua ini.

Cobalah bayangkan kalau misalnya Presiden Obama yang diperlakukan seperti itu oleh negara lain.

Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba diumumkan ada agen mata-mata Amerika yang menyusup ke negara lain.

Atau apakah Amerika menjadi satu-satunya negara didunia ini yang tidak memiliki DINAS INTELIJEN yang menyebarkan agen-agen mereka ke semua lini kehidupan di muka bumi ini ?

Intelijen adalah suatu wilayah yang sangat absurd sekali.

Intelijen adalah gerakan yang tak terdengar bunyinya dan tak terlihat cahayanya.

Semua bergerak dalam hening, senyap dan kebisuan yang sangat hampa secara kasat mata.

Begitu abu-abu dan tak terjamah.

UNCTOUCHABLE !

Tidak usah munafiklah bahwa semua negara pasti punya dinas intelijen dan agen mata-mata.

Hanya sekarang, tugas-tugas intelijen itu janganlah menggunakan intelijen hitam yang kotor dan menyalahi hukum yang berlaku di muka bumi ini.

Jika memang patut dapat diduga warga Rusia yang ditangkap itu melakukan tugas spionase (mata-mata), proseslah secara hukum dan biarkan hukum yang menentukan.

Bukan dengan cara sensasional seperti ini, Boss !

Dihajar dulu di pemberitaan yang gaungnya menggema ke seluruh dunia dalam hitungan detik dan menit.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/06IDfaZ0es8Cl/610x.jpg

Foto : Presiden Medvedev

 

Rusia tak perlu berkecil hati.

Rusia tak perlu merasa terpukul dan terpuruk atas kejadian ini.

Di mata bangsa-bangsa lain di muka bumi ini, Rusia tetaplah sebuah NEGARA SAHABAT yang bersahaja dan diharapkan kerjasamanya secara baik.

Selesaikanlah masalah ini secara baik (seperti layaknya dua sahabat sedang berdiskusi dengan hangat sambil memakan burger toh ?).

Dan selesaikanlah masalah ini dengan sangat terhormat (tanpa perlu lagi cari-cari sensasi pemberitaan) yang dampaknya menjalar kemana-mana.

Bayangkan kalau Osama Bin Laden menyaksikan tayangan televisi sambil memakan “burger” mengikuti pemberitaan sensasional semacam ini.

Barangkali di tempatnya kini berada, Osama akan mengatakan, “Here I am, Baby !”

Sepuluh tahun dikejar, boss Al Qaeda ini ampuh tak bisa ditangkap.

Sementara yang diawasi dari periode Januari 2010 ke Juni 2010, secepat kilat bisa ditangkap.

O la la ….

Akhirnya, baik rasanya untuk menyapa Presiden Rusia agar tak merasa sendirian dan kesepian dihantam oleh badai yang sekeras ini.

Tabik Medvedev !

Salam hormat …

Jangan berkecil hati.

Pastilah & percayalah, Rusia akan tetap dihormati dan dihargai oleh negara-negara lain, termasuk INDONESIA.

(MS)

July 3, 2010 - Posted by | news | ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: