Katakamidotcom News Indonesia

Ulangtahun Obama Berdilema Gitmo, Perang Irak & Afghan, Happy Birthday Potus !

DIMUAT JUGA DI KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM 

US combat mission in Iraq to end on Aug 31: Obama

Jakarta 4 Agustus 2010 (KATAKAMI)  Barangkali ada yang belum mengetahui, siapa dan apa yang dimaksud dengan POTUS.

Potus adalah singkatan dari President of The United States.

Ya, tulisan ini memang ditujukan untuk menyoroti sejumlah dilema yang menjadi beban dan tanggung jawab dari Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Hussein Obama.

Tepat tanggal 4 Agustus 2010 ini, Obama berulang tahun ke 49.

Dan hanya dua hari menjelang hari ulang tahunnya, Obama telah mengumumkan bahwa Amerika akan menarik mundur 50 ribu tentara Amerika dari Irak.

Secara simbolik, Obama ingin membuktikan realisasi dari janjinya untuk mengakhiri perang Irak yang menjadi warisan Presiden Amerika sebelumnya, George W Bush.

Foto : Presiden Barack Obama berpidato saat mengumumkan penarikan pasukan Irak (2 Agustus 2010, White House Photo, Pete Souza).

 

Remarks by the President at Disabled Veterans of America Conference in Atlanta, Georgia

Walau di tarik mundur sebanyak 50 ribu pasukan, tentara Amerika tetap ada yang disisakan di Irak untuk membantu aparat keamanan lokal menjaga keamanan di Irak. Lain Irak, lain juga di Afghanistan.

Pergantian Panglima Perang Amerika untuk Afghanistan dari General Stanley McChrystal kepada General David Petraeus masih harus menuntaskan misi perang di Afghan melawan Taliban yang beraliansi kepada induk semangnya yaitu Al Qaeda.

Obama masih punya utang kepada rakyat Amerika dan dunia yaitu utang untuk menyelesaikan (mengakhiri ?) Perang Afghan.

Dan jika menyinggung soal utang, Obama juga punya satu utang lain yang tidak kalah penting yaitu penutupan penjara (kamp) penahanan Guantanamo di Kuba.

Semasa kampanyenya dulu, Obama berjanji akan menutup penjara Gitmo (Guantanamo) tepat pada peringatan satu tahun pemerintahannya.

Tetapi pada saat tenggat waktu yang ditetapkan datang yaitu Januari 2010 lalu, penjara Gitmo tetap belum bisa ditutup oleh Pemerintah Amerika sampai saat ini.

Tak mudah bagi Obama untuk menyelesaikan satu per satu beban yang menghantui langkah pemerintahannya ini.

Ibarat sebuah pesta, era kepresidenan Obama hanya kebagian untuk “mencuci” piring dan gelas-gelas yang kotor dari rangkaian panjang pesta itu.

Foto : Presiden Obama & Gen. David Petraeus

 

 

Artinya, perang Irak dan Afghan itu sendiri — termasuk pembukaan dan pengadaan penjara Gitmo — bukan merupakan kebijakan dari Presiden Obama.

Obama yang merupakan anak semata wayang dari pasangan Barack Hussein Obama Sr. dan Stanley Ann Dunham ini, hanya kebagian warisan beban demi beban tadi untuk bisa segera diselesaikan secara baik.

Menyelesaikan beban-beban berbau anti terorisme ini, memang menjadi tugas yang tak gampang.

Tapi disinilah tantangan itu diberikan kepada Obama.

Mampukah ia menyelesaikan satu per satu beban tadi.

Menyelesaikan perang di Irak dan Afghan, bukan cuma mengakhiri keberadaan prajurit Amerika di kedua wilayah tadi.

Yang Obama perlu lakukan adalah meminimalisasikan korban yang berjatuhan di pihak sipil.

Obama perlu mendengar kritikan dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari yang disampaikan hari Selasa (3/8/2010) kemarin bahwa Amerika telah gagal mengambil hati rakyat Afghanistan.

Menurut Presiden Zardari — seperti yang diberitakan Republika edisi 4 Agustus 2010 — Amerika Serikat dan negara koalisi gagal menaklukan hati dan jiwa orang-orang Afghanistan. Sehingga, perang yang dilakukan antara AS yang memimpin negara koalisi dengan Taliban dianggap tidak mendapat dukungan dari rakyat Afghanistan.

Foto : Presiden Afghanistan Hamid Karzai (Kiri), Obama (Tengah) & Presiden Zardari (Kanan)

Pakistan floods death toll rises to 1,100  

 
 
Zardari mengatakan pernyataan tersebut sebelum melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron pada Jumat (6/8) mendatang di London. “Untuk menaklukkan hati orang Afghanistan, jangan hanya memberikan bantuan militer, karena itu tidak bisa mengubah hidup mereka,” kata Zardari.
 Menurut Zardari, seharusnya negara koalisi memberikan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Afghanistan dengan membantu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Demikian kritikan dari Presiden Pakistan yang merupakan duda dari mendiang Benazir Bhutto.

Kritikan setajam apapun harus diterima dan didengarkan Obama.

Walaupun sebenarnya, kritikan ini bisa dimentahkan dan dikembalikan lagi oleh Obama kepada Presiden Zardari.

Hak apa yang dimiliki oleh Presiden Zardari untuk mengkritik Pemerintah Amerika atas nama rakyat Afghanistan ?

Apakah ia merupakan Presiden dari Afghanistan ?

Jika ia memang Presiden dari Pakistan, berbicaralah mengenai dan atas nama rakyat Pakistan ( bukan atas nama rakyat dari negara lain ! ).

Dan Presiden Obama juga bisa mengkritik balik Presiden Zardari, jika memang sangat mencintai dan bertanggung-jawab kepada rakyat Pakistan yang dipimpinnya, mengapa Zardari malah berpergian keliling Eropa di saat rakyatnya mengalami musibah yang beruntun ?

Dari mulai pesawat jatuh sampai musibah banjir yang sudah menelan korban jiwa lebih dari 1400 orang  !

Apakah Al Qaeda dan kalangan Taliban yang harus menolong rakyat Pakistan yang sedang menderita sangat menyedihkan hati itu ?

Seorang Presiden haruslah ada di antara rakyatnya yang sedang berkesusahan.

Jangan mengkritik pemimpin negara lain (walau untuk tujuan yang baik), sementara rakyat yang dipimpinnya sedang sangat menderita atas tragedi alam yang datang bertubi-tubi.


https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/02CV0skbIx1BU/610x.jpg
 
 

 

Foto : Tentara Amerika (Josh Middlebrook dari Satuan Charlie Company 2-508 PIR Second Platoon of the Second BTC, 101st ABN Div) memberikan salamnya kepada anak-anak di Afghan, 3 Agustus 2010 (Getty Images)  

 

 

Kemudian, Obama perlu menekankan kepada militernya bahwa setiap korban yang jatuh di pihak sipil (baik pada perang Irak dan Afghan), harus mendapat santunan yang pantas dari Pemerintah Amerika (jika memang itu merupakan kesalahan dan kelalaian tugas dari militer Amerika).

Dampak dari perang itu sendiri, harus juga menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Amerika.

Trauma dan luka batin dari warga lokal di Irak dan Afghanistan, perlu mendapat terapi khusus yang berkesinambungan.

Sebab, perang di kedua wilayah ini bukan perang abal-abal yang terjadi sangat singkat.

Dampak peperangan secara fisik dan non fisik (terutama dari sisi psikologis) terhadap warga sipil di kedua wilayah tadi, perlu mendapat anggaran yang tidak sedikit dan wajib dipenuhi oleh Pemerintah Amerika.

Tanpa banyak yang tahu, sebenarnya militer Amerika sudah secara berkesinambungan membangun berbagai sekolah untuk anak-anak lokal di Afghanistan dan Irak.

Dan dari berbagai publikasi terbatas yang dirilis oleh militer Amerika, bisa diketahui bahwa militer Amerika memberikan juga pelayanan kesehatan dan pendekatan yang persuasif kepada kalangan sipil di kedua wilayah (terutama untuk anak-anak kecil setempat).

Untuk semua tindakan “kemanusiaan” ini, militer Amerika perlu diberi penghargaan.

Tetapi yang Obama yang tak boleh lupa, perang di Afghan dan Irak adalah atas inisiatif dan agresi Amerika.

Sehingga, sepanjang Barack Hussein Obama yang menjadi POTUS maka seluruh konsekuensi dari dampak perang di kedua wilayah itu memang harus dipikul oleh Obama.

Obama harus memastikan dan memerintahkan kepada jajaran militernya agar tidak mengulangi kekejaman dan penyiksaan kepada para tahanan.

Termasuk misalnya pelecehan seksual.

Disinilah gunanya kepemimpinan yang kuat dari Obama di mata jajaran militer dan penasehat keamanannya.

Kalau pengaruh Obama lemah, maka setiap perintah dan kebijakan Obama akan mentah dan sulit dilaksanakan secara baik.

Sejauh ini, Obama tidak menemui kesulitan dalam menjabarkan kebijakan-kebijakannya dalam urusan dor-doran alias urusan perang.

 Foto : Presiden Obama bersama Jajaran Keamanannya (hadir antara lain Wapres Joe Biden, Menlu Hillary Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates, Direktur CIA Leon Panetta)

 

Jika Obama menekan kepada jajaran militer dan intelijennya agar setiap perang itu dimenangkan oleh militer Amerika ( dan pasukan koalisi internasional), maka satu hal yang juga tak boleh dilupakan oleh Obama adalah memastikan prajurit-prajuritnya di lapangan pulang dengan aman.

Bukan malah pulang tanpa nyawa alias hanya tinggal menguburkan saat jenazah dibawa pulang ke Amerika.

Pastikanlah setiap nyawa dari prajurit itu sangat amat berharga sehingga keselamatan mereka harus menjadi prioritas dari para komandan masing-masing untuk dijaga dan diamankan.

Sudah begitu banyak prajurit yang bermatian sia-sia atas nama perang melawan teror di kedua wilayah ini.

Dan korban di pihak sipil juga tidak sedikit — sejak perang itu dilaksanakan –.

Sehingga, tanggung-jawab yang harus dipikul Amerika (terutama Obama semasa menjabat sebagai Presiden) tidaklah kecil.

Jika dari tadi yang dibahas adalah soal perang di Afghan dan Irak, bagaimana dengan janji Obama menutup penjara Gitmo ?

Obama harus ingat bahwa janji adalah janji.

A promise is a promise.

Ketika seorang pemimpin sudah menyampaikan secara terbuka janjinya kepada publik (terutama kepada rakyatnya sendiri), maka janji itu haruslah ditepati apapun resikonya.

Rencana penutupan yang harusnya dilakukan Januari 2010 itu, sudah tertunda selama 7 bulan pada tahun 2010.

Obama, bukankah penutupan penjara Gitmo adalah janjimu pada masa kampanye dulu ?

Yang ingin disampaikan disini adalah teguran untuk Amerika bahwa penegakan hukum atas nama pemberantasan terorisme, tak bisa lagi dilakukan secara sepihak dan sesuka hati Amerika.

Adililah kalangan sipil di penjara sipil, walau itu untuk kasus terorisme.

Dan laksanakanlah segera proses hukum yang memang harus dijalani setiap orang yang sudah ditangkapi selama ini atas nama “WAR ON TERROR”.

Jangan penjarakan fisik dan hak asasi manusia dari masing-masing individu yang ditangkapi pada era pemerintahan Presiden Bush, tanpa adanya penegakan hukum yang pasti.

Sudah begitu lama para tahanan itu di belenggu dalam kamp penahanan Gitmo.

Walau memang, Obama pantas diberi penghargaan.

Sebab, pada era pemerintahan Obama, semua bentuk kekerasan fisik di penjara Gitmo, sepertinya tidak terulang dan tidak terjadi lagi.

 

 

Obama memang terbukti bisa memberikan pengaruh dan tekanan yang kuat kepada jajaran militernya yang memegang otoritas pada kamp Gitmo untuk tidak mengulangi setiap bentuk kekerasan yang ada di sana selama bertahun-tahun.

Paling tidak, sepanjang pemerintahan Obama, memang nyaris tak ada berita tentang penyiksaan tahanan di penjara Guantanamo.

Walau misalnya penyiksaan itu (masih) tetap ada dan disembunyikan, di era yang penuh keterbukaan seperti sekarang tak akan bisa disembunyikan.

Tetapi, pada masa pemerintahan Obama selama 1,5 tahun ini, memang nyaris tidak ada berita tentang penyiksaan para tahanan di penjara Guantanamo.

Ini yang sangat penting digaris-bawahi mengenai Gitmo.

Kekerasan yang tidak manusiawi terhadap para tahanan, jangan lagi dibiarkan terjadi.

Asas praduga tidak bersalah ( presumption of innocence) harus dihormati oleh siapapun di muka bumi ini.

Sudah bukan zamannya, menindas manusia secara brutal dan mengangkangi dalil-dalil hukum.

Jika memang sisa-sisa dari tahanan Gitmo itu terindikasi kuat terlibat dalam kasus-kasus terorisme, adili mereka sesuai hukum yang berlaku.

Dan jika tidak ada bukti-bukti ataupun saksi yang mendukung dugaan keterlibatan para tahanan Gitmo dalam kasus-kasus terorisme, lepaskan dan biarkan mereka kembali ke negaranya masing-masing.

Di hari ulang tahunnya yang ke-49 ini, semoga Obama lebih dimampukan untuk bisa lebih bijaksana dalam mengatasi dan menangani rangkaian beban panjang yang diwariskan kepadanya ini.

Gitmo, Perang Irak dan Perang Afghan.

Berbuatlah lebih banyak lagi untuk kebaikan sesama manusia untuk kemuliaan Tuhan.

Ad Maorem Dei Gloriam.

Segala tindakan manusia, hendaklah itu dilakukan sesuai ajaran Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan.

Happy Birthday, Potus !

As your birthday comes each year hope it shows you just how special you are to the people around you.
May your light continue to shine ever brightly for much longer to come.

Happy Birthday …

(MS)

August 4, 2010 - Posted by | news | ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: