Katakamidotcom News Indonesia

SBY Cukup Ajukan 1 Nama Calon Kapolri, Jusuf Mangga, Oegroseno Atau Timur Pradopo ?

 

 

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

 

SBY Yang Tahu Misteri Kapolri Baru, Jusuf Mangga Atau Oegroseno ?

Anti Klimaks HANI, Datuk Gories Mere Siapkah Ditolak Ulama Islam Lagi ?

 

 

Jakarta 4/7/2010 (KATAKAMI)  Bisakah kita bayangkan, bagaimana respon dan penilaian dari aparat kepolisian di seluruh dunia sebulan terakhir ini ?

Maksud kami, respon dan penilaian mereka terhadap kinerja POLRI yang termonitor di berbagai media massa ?

Topiknya cuma itu-itu saja.

Menembak mati seenaknya terhadap orang yang dituduh teroris sehingga penegakan hukum dianggap tak perlu.

Atau, perseteruan dengan perwira tingginya sendiri.

Atau, pemberiaan gelar kehormatan dan penghargaan dari negara sahabat kepada perwira tinggi Polri dalam hal pemberantasan narkoba (padahal patut dapat diduga perwira tinggi ini justru terlibat dalam pembekingan kasus-kasus narkoba kelas kakap. Misalnya dugaan pembekingan terhadap bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS).

Atau, ribut-ribut soal video porno dan penahanan artis yang terkenal (supaya laris manis pemberitaannya di media massa).

Atau, ribut-ribut soal rekening gendut.

Tidak ada satupun berita yang enak didengar, manis dilihat dan terhormat untuk dipandang sebagai sebuah prestasi yang membanggakan.

Ya, terserah saja kalau misalnya Polri merasa tidak malu atas semua pemandangan yang memalukan itu.

Tapi masyarakat Indonesia merasa lelah dan muak dipaksa untuk melahap pemberitaan-pemberitaan yang sangat berlebihan mengenai topik-topik yang itu-itu saja.

Polri tidak mau tahu, hajar terus kasus video.

Seakan-akan tugas utama Polri adalah mengurusi urusan syahwat masyarakat. Kasihan rakyat Indonesia, dipaksa oleh Polri untuk dibungkam dengan pemberitaan seputar video porno semata.

Sebulan terakhir ini, seakan terjadi perang media antara topik video porno dengan topik rekening gendut.

Balap-balapan, topik mana yang lebih menggigit dan sensasional.

Tapi baiklah, mari kita tinggalkan topik video porno dan rekening gendut.

Foto : Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani

Sisi Lain Wakapolri Jusuf Manggabarani Berwajah Tanpa Ekspresi

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

Ada hal yang jauh lebih penting untuk dibahas demi kebaikan Polri sendiri yaitu proses regenerasi di pucuk pimpinan institusi ini.

Wacana terbaru yang mencuat ke permukaan dalam beberapa hari ini adalah perlunya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan lebih dari 1 nama calon Kapolri ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Alasannya, supaya sama dengan konsep Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan DPR bisa lebih leluasa memilih kandidat Tri Brata 1 (Kapolri).

Namanya negara demokrasi, setiap orang bebas berpendapat.

Silahkan saja mengusulkan pandangan yang demikian karena pasti tujuannya adalah untuk kebaikan institusi Polri sendiri.

Polri saat ini berada dalam titik terendah dalam mendapatkan kepercayaan dari rakyat Indonesia.

Kepercayaan dn respek dari rakyat Indonesia sudah amburadul dan hancur berantakan terhadap institusi Polri.

Sayang Polri belum menyadari hal ini karena tampaknya sedang konsentrasi untuk mati-matian mengurus dan menuntaskan urusan “syahwat artis”.

Dan situasi inilah yang membuat KRISIS KEPERCAYAAN terhadap Polri menjadi lebih parah.

Dan kalau bicara soal pengajuan nama calon Kapolri ke DPR, satu hal yang harus kita sadari adalah Presiden SBY punya hak prerogatif untuk memutuskan berapa atau siapa yang akan diajukannya menjadi kandidat pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Indonesia memang negara demokrasi dan siapapun bebas menyampaikan pendapatnya.

Tetapi, aturan dan ketentuan yang ada juga tidak bisa ditabrak begitu saja.

UU memberikan otoritas dan legitimasi kepada Presiden SBY untuk memutuskan sendiri mengenai pemilihan atau pengangkatan para pembantunya, termasuk Panglima TNI atau Kapolri.

Jika merujuk pada tradisi Kabinet Indonesia Bersatu dari jilid satu terdahulu, Presiden SBY selalu mengajukan 1 nama calon Kapolri ke DPR.

Bulan Juni 2005, Presiden SBY mengajukan nama KOMJEN SUTANTO untuk menjadi calon Kapolri menggantikan Jenderal Dai Bahtiar.

Bulan Juli 2005, Presiden SBY melantik Sutanto menjadi Kapolri baru dengan kenaikan pangkat menjadi Jenderal bintang 4 penuh.

Foto : Sertijab Kapolri dari Sutanto ke BHD (Oktober 2008)

Bulan September 2008, Presiden SBY mengajukan nama KOMJEN BAMBANG HENDARSO DANURI menjadi calon Kapolri menggantikan Sutanto.

Bulan September 2008, Presiden SBY melantik Bambang Hendarso Danuri menjadi Kapolri baru dengan kenaikan pangkat menjadi Jenderal bintang 4 penuh.

Dengan fakta-fakta seperti ini, tentu kita semua dapat melihat sebuah garis lurus yang ditarik oleh Presiden SBY dalam hal pengajuan nama calon Kapolri yaitu cukup 1 nama tetapi dipilih yang terbaik dari yang memang baik di jajaran Polri.

Presiden SBY tentu mendapat masukan mengenai nama-nama calon Kapolri dari Mabes Polri, yaitu surat pengajuan resmi dari Kapolri yang akan digantikan.

Kemudian, Presiden SBY bisa meminta masukan dan pandangan dari Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukkam) Marsekal Djoko Suyanto yang kebetulan menjadi Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Lalu, Presiden SBY juga pasti akan meminta masukan dan pandangan dari Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang kebetulan adalah Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Sutant0.

Tetapi seluruh masukan dan kritikan dari masyarakat, pasti ditampung dan didengar Presiden SBY melalui media massa atau laporan-laporan dari lingkaran kekuasaannya.

Dan kalau sekarang hangat diperbincangkan, siapa kira-kira pengganti Jenderal BHD untuk menjadi Kapolri (baru) maka lagi-lagi semua itu menjadi hak prerogatif Presidn SBY.

Foto : (Kiri ke Kanan) Menkopolhukkam Djoko Suyanto dan Kepala BIN Sutanto

Disini, peran dari Menkopolhukkam Djoko Suyanto dan Kepala BIN Sutanto sangat strategis dalam hal proses regenerasi di tubuh Polri.

Keduanya harus sangat mencermati aspirasi masyarakat yang menginginkan agar Polri dipimpin oleh seseorang yang memiliki tingkat profesionalisme yang sangat tinggi, teruji dalam hal kepemimpinan, tidak bercacat cela dalam rekam jejaknya, tidak terlibat atau patut dapat diduga “tersenggol” namanya dalam kasus-kasus hukum (termasuk kasus narkoba, pembunuhan atau korupsi).

Kalau ditanya, siapa yang ingin jadi Kapolri ?

Pasti tidak ada yang mau tunjuk tangan tetapi patut dapat diduga ada yang sudah sibuk kasak-kusuk bergerilya mencari peluang atau menggelindingkan berita-berita tertentu ke media massa agar namanya dibaca Presiden.

Dapat gelar kehormatan dari negara sahabat dalam hal prestasi pemberantasan narkoba misalnya (padahal patut dapat diduga perwira tinggi Polri yang semacam ini justru terlibat dalam pembekingan mafia-mafia narkoba).

Atau mencari cara-cara lain untuk melakukan pembunuhan karakter kepada sesama rekan sejawat agar peluangnya naik menjadi Kapolri menjadi kandas.

Bisa juga menjual prestasi lewat pemberitaan media massa agar kesannya sangat cakap dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum.

Pokoknya, siapa cepat maka dialah yang menjadi “bintang pemberitaan”.

Semua kemungkinan bisa terjadi.

Sebab, pertarungan merebut kursi nomor satu di tubuh Polri memang menjadi ajang bergengsi yang sangat mendebarkan.

Foto : Sekretaris Satgas Mafia Pemberantasan Hukum Denny Indrayana & AAN

Di “Negeri Para Bedebah” Aan Menang Melawan Mafia Narkoba, Mantap !

Presiden SBY masih punya waktu untuk mempertimbangkan siapa yang akan dipilihnya untuk menjadi calon pengganti Jenderal BHD.

Kapolri Bambang Hendarso Danuri sendiri akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010.

Tetapi paling tidak, antara bulan Agustus – September, nama calon Kapolri yang baru sudah baru dikantongi oleh Presiden SBY untuk diajukan ke DPR.

Apalagi bertepatan dengan itu, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso juga akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 Oktober 2010.

Maka, Presiden memiliki 2 tugas penting yaitu memilih nama-nama kandidat Panglima TNI dan Kapolri yang baru.

Kalau bicara soal nama-nama yang dianggap pantas untuk menjadi Kapolri baru, calonnya tidak jauh dari perwira tinggi Polri yang saat ini menduduki posisi-posisi strategis yaitu (misalnya) Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani (Lulusan Akpol Angkatan 1975), Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno (Angkatan 1978) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo (Angkatan 1978).

Tahun Angkatan kelulusan Komjen Jusuf Manggabarani (1975), bukan jadi alasan untuk mematikan kesempatan bagi perwira tinggi yang satu ini untuk masuk dalam bursa pemilihan Kapolri baru.

Sebab, sepanjang pemerintahan Presiden SBY, perpanjangan masa tugas pernah dilakukan yaitu kepada Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.

Perpanjangan masa tugas selama 1,5 tahun itu akhirnya diakhiri setelah Presiden SBY memilih nama Djoko Suyanto untuk menjadi Panglima TNI bulan Februari 2006.

Bintang 2 yang disandang Oegroseno dan Timur Pradopo, tidak menjadi hambatan untuk pencalonan mereka.

Sebab, kalau memang Presiden SBY berkenan untuk memilih salah satu diantara 2 nama ini (Oegroseno atau Timur Pradopo) maka Mabes Polri harus cepat tanggap mencarikan posisi dan jabatan bintang 3 kepada Oegroseno dan Timur Pradopo.

Foto : (Dari Kiri) Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Presiden SBY, Kapolri BHD & Panglima TNI Djoko Santoso

 

Jadi sekarang, tidak perlu terburu-buru mendesak Presiden untuk melakukan ini dan itu sesuai keinginan pihak tertentu di dalam internal Polri yang patut dapat diduga mengakalinya tercetus lewat media massa.

Mau satu atau dua calon Kapolri, itu terserah Presiden.

Mau Angkatan 1975 atau 1978, itu terserah Presiden.

Ada koridor-koridor yang tidak bisa di intervensi dari “hak veto” kepala negara dalam menentukan siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk memimpin Polri.

Yang justru sangat penting untuk diingatkan kepada Presiden SBY adalah jangan sampai salah pilih dalam menentukan Kapolri baru.

Jangan pilih yang bermasalah.

Jangan pilih yang bercacat cela dalam rekam jejaknya sebagai anggota kepolisian.

Periksa semua rekam jejak dari calon-calon Kapolri ini.

Proses seleksi yang sangat penting ini, membutuhkan kecermatan dan ketajaman Presiden SBY dalam melihat figur-figur yang paling tepat memimpin.

Presiden SBY juga diharapkan peka dan sensitif terhadap masukan-masukan masyarakat terkait penyimpangan, kekurangan dan kesalahan dari perwira tinggi manapun yang rekam jejaknya bermasalah (terutama dari sisi hukum dan HAM).

Jangankan untuk menjadi Kapolri, tahun 2006 yang lalu saja para Ulama Islam di Jabotabek ini pernah mengajukan PETISI PENOLAKAN kepada Kapolri Jenderal Sutanto sewaktu seorang perwira tinggi yang diduga sangat bermasalah hendak melaju sebagai Kapolda Metro Jaya.

Perwira Tinggi yang ditolak mentah-mentah ini memang diduga bermasalah dalam penanganan terorisme yang merugikan umat Islam.

Brutalisme penanganan terorisme itu menjadi catatan tersendiri bagi Kalangan Ulama Islam saat itu sehingga ambisi menjadi orang nomor satu di Polda Metro Jaya dari perwira tinggi itupun kandas sekandas-kandasnya.

Itulah sebabnya, Presiden SBY jangan sampai melakukan kekeliruan dalam memilih calon Kapolri yang baru.

Siap Pak Presiden, pilihlah yang terbaik.

Buka mata, buka telinga.

Dengarkan semua masukan dan kritikan terhadap nama-nama calon Kapolri baru.

Waspadai gerakan liar dari perwira tinggi Polri yang sibuk mencari akal agar namanya ikut “nyangkut” dalam bursa calon Kapolri.

Waspadai gerakan “mengharumkan nama, meninggikan prestasi dan mengharumkan citra” dari perwira tinggi tertentu agar dianggap kapabel menjadi calon Kapolri.

Iya kalau perwira tinggi model seperti ini pantas dicalonkan !

Bagaimana kalau rekam jejaknya yang sebenar-benarnya sangat bermasalah ?

Liriklah Komjen Jusuf Manggabarani.

Foto : Irjen Oegroseno (saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara)

Atau Irjen Oegroseno.

Atau (bisa juga) Irjen Timur Pradopo.

Tiga orang “THE RISING STAR” ini, sangat menonjol  dan menunggu jari telunjuk Presiden SBY untuk berhenti pada nama mereka saat sedang menimbang-nimbang baik buruk dari masing-masing kandidat.

Silahkan memilih Bapak Presiden, kepada siapa “hatimu” terpaut ?

Silahkan memilih Bapak Presiden, kepada siapa telunjukmu hendak tertuju diatas nama mereka ?

Jangan gunakan faktor like or dislike !

Jangan gunakan faktor kedekatan (pribadi) !

Sekali lagi, pilihlah yang profesional, berintegritas tinggi dan sangat cakap dalam penugasannya selama ini.

(MS)

Advertisements

July 4, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , | Comments Off on SBY Cukup Ajukan 1 Nama Calon Kapolri, Jusuf Mangga, Oegroseno Atau Timur Pradopo ?

Jusuf Manggakah Kapolri Baru, Polri Percayalah Badai Pasti Berlalu

 

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

 

WAWANCARA EKSKLUSIF KOMJEN JUSUF MANGGA : TUGAS KAMI TINGKATKAN KESEJAHTERAAN

The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani & Pantas Jadi Kapolri

Anti Klimaks HANI, Datuk Gories Mere Siapkah Ditolak Ulama Islam Lagi ?

Jakarta 13/6/2010 (JAKARTA)  Salah satu jabatan penting yang akan segera di serah-terimakan dalam waktu dekat ini dalam struktur organisasi Polri adalah Metro 1.

Istilah Metro 1 (Satu) adalah istilah yang lazim untuk jabatan Kapolda Metro Jaya.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengeluarkan keputusan untuk mengangkat Irjen Timur Pradopo sebagai Kapolda Metro Jaya. 

Irjen Wahyono yang selama ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, akan segera berpindah ke kantornya yang baru di Mabes Polri sebagai Kepala Badan Intelijen & Keamanan (Kabaintelkam).

Promosi bagi Wahyono ke Badan (Divisi) Intelijen & Keamanan sudah bisa ditebak oleh banyak pihak.

Sebab Wahyono memang berlatar belakang intelijen.

Foto kiri ke kanan : Irwasum Komjen Nanan Sukarna, Kabaintelkam Irjen Saleh Saaf & Kapolri BHD

 

Wahyono menggantikan pejabat lama yaitu Irjen. Saleh Saaf yang bersiap memasuki masa pensiun.

Tetapi sesungguhnya, jaringan yang selama ini sudah dibangun dengan sangat baik oleh Irjen Saleh Saaf selama memimpin Badan Intelijen & Keamanan Polri jangan disia-siakan begitu saja.

Saleh Saaf bisa diberdayakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) karena Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Sutanto pasti akan sangat terbantukan oleh keberadaan dari “intel” sekelas Saleh Saaf.

BIN memang memungkinkan bagi perwira tinggi yang sudah purna bhakti untuk melanjutkan pengabdiannya kepada bangsa dan negara di instansi intelijen ini.

Intelijen Indonesia harus diperkuat oleh orang-orang memang menguasai bidang ini secara baik dan benar.

Sekarang kembali ke soal Irjen Wahyono.

Setelah sukses menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya, Wahyono yang berkumis lebat ini akan mendapat tugas yang jauh lebih berat yaitu sebagai pimpinan bagi armada “intelijen” Kepolisian Indonesia.

Ini bukan tugas yang ecek-ecek.

Ini tugas yang sangat strategis.

 

Foto : Irjen Wahyono yang akan menjadi Kabaintelkam baru di Mabes Polri

Termasuk menjadi penentu, jadi atau akan tertunda lagikah kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama pada bulan November 2010 mendatang.

Kalau selama ini, Obama sudah menunda sebanyak 3 kali rencana kedatangannya ke Indonesia maka pertanyaannya akan ditunda lagikah rencana kunjungan itu pada bulan November mendatang.

Penundaan kunjungan itu sudah dilakukan Obama pada bulan November 2009, Maret 2010 dan Juni 2010. 

Faktor keamanan adalah faktor kunci bagi terwujudnya rencana kunjungan Presiden Obama.

Obama adalah seorang kepala negara dari sebuah negara adidaya.

Sekecil apapun ancaman di negara yang akan dikunjunginya, perangkat keamanan dan dinas intelijen Amerika pastilah akan sangat memperhitungkan dan mempertimbangkan sedalam-dalamnya.

Foto : Presiden Barack Obama sekeluarga

Sehingga, Wahyono mendapat tugas yang tak ringan begitu menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen & Keamanan (Kabaintelkam) di Mabes Polri.

Bukan Obama yang tak mau atau tak sudi datang.

Tetapi, negara sebesar AMERIKA pasti akan sangat mengedepankan faktor keamanan bagi keselamatan dan kelancaran kunjungan Kepala Negaranya ke manca negara.

Keselamatan dan kelancaran kunjungan Presiden Obama ke Indonesia, tidak tergantung dari seberapa banyak (orang yang diduga sebagai) teroris di udak-udak atau ditembak mati.

Bukan, pasti bukan tergantung pada faktor itu !

Justru kalau dibuat sangat heboh dan “berisik” sekali dengan gunjang ganjing terorisme, bisa-bisa rencana kunjungan kenegaraan ke Indonesia ini hanya tinggal angan-angan SBY saja.

Ini harus dicermati oleh BIN, TNI dan Mabes Polri.

Hingar bingar masalah terorisme, jangan lagi terlalu “merdu” bernyanyi di permukaan “pemberitaan” media massa dalam kehidupan kita sebangsa dan senegara.

Dibuat landai-landai sajalah.

Jadi khusus untuk penunjukan dan pengangkatan Irjen Timur Pradopo sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, mari kita berikan ucapan “selamat datang” kepada Metro Satu yang baru ini.

Timur Pradopo lulusan Akpol Angkatan 1978 ini  di spekulasikan menjadi cikal bakal Kapolri. Bahkan ada pendapat semacam ini, “Semakin jelas siapa Kapolri baru, dengan ditunjuk dan diangkatnya Irjen Timur Pradopo sebagai Kapolda Metro Jaya”.

Wah ?

Ya bolehlah pendapat seperti itu dikemukakan.

Foto : Irjen Timur Pradopo 

Sah sah saja. 

Sebab siapapun juga berpeluang menjadi Kapolri yang baru menggantikan Jenderal BHD yang bersiap memasuki masa purna bhakti dalam waktu beberapa bulan ke depan. 

Tetapi untuk menduduki jabatan Kapolri, haruslah yang sudah matang dalam perjalanan kariernya.

Jangan hanya karena memiliki kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena kabarnya pernah bersama-sama menjalankan tugas negara sebagai Pasukan Perdamaian Indonesia di kancah internasional di masa silam, maka faktor ini seakan “diaminkan” untuk menjadi jalan mulus Timur Pradopo sebagai Kapolri baru.

Sebab kalau hanya mengandalkan faktor “tak resmi” semacam itu, sistem kerja di Polri bisa acak-acakan.

Lagipula, penugasan terbaru bagi  Timur Pradoro didepan mata ini adalah sebagai Kapolda Metro Jaya.

Ini jabatan yang sangat amat penting sekali.

Ini jabatan yang begitu strategis dan benar-benar menantang.

Tunjukkan dan buktikan dulu bahwa Timur Pradopo bisa menjalankan tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya.

Sebab orang akan berkata dengan sini, “Ya, jadi Kapolda Metro Jaya saja belum ada prestasinya, sudah mau jadi Kapolri ?

Foto : Irjen Timur Pradopo & Irjen Susno Duadji saat sertijab Kapolda Jawa Barat (2008)

Irjen. Timur Pradopo sudah membuktikan keberhasilannya menjadi Kapolda Jawa Barat.

Ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat menggantikan seniornya dari Angkatan 1977 yaitu Komjen Susno Duadji yang kini mendekam di dalam penjara Mako Brimob.

Saat Susno menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, ia ditarik ke Mabes Polri dan di promosikan sebagai Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri.

Kini, tantangan baru yang lebih besar diberikan kepada Timur Pradopo untuk memimpin wilayah.

DKI Jakarta, tidak seperti Jawa Barat atau wilayah lainnya.

Dinamika dan tantangan tugas di wilayah ibukota ini dari sisi keamanan, jauh lebih kompleks dibanding wilayah-wilayah lain.

Saatnya Timur Pradopo membuktikan, ia mampu menjadi Metro Satu yang handal, profesional dan proporsional.

Jangan biarkan spekulasi berkembang bahwa kedekatan dan faktor kebetulan yang ia miliki yaitu pernah sama-sama bertugas dengan SBY di masa lalu dalam misi mulia Pasukan Perdamaian di sebuah negara asing, bukan menjadi faktor tunggal karier gemilangnya di masa kini dan masa depan.

Selamat datang Metro Satu yang baru.

Selamat datang Jenderal ! 

Selamat bertugas !

Foto : Pelantikan Komjen Jusuf Manggabarani sebagai Wakapolri yang baru (Januari 2010)

Dan kalau kita berbicara soal siapa figur tepat menjadi Kapolri baru untuk segera dipertimbangkan Presiden SBY menggantikan Jenderal BHD maka jawaban yang paling tepat adalah Komjen. Jusuf Manggabarani.

Jusuf Mangga lulusan Akpol Angkatan 1975 saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri).

Sebelum menjadi Wakapolri, Jusuf Mangga adalah Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum).

Ia dikenal sangat bersih, lurus, kaku, susah tersenyum, jujur dan memiliki integritas yang sangat tinggi.

Siapapun yang menjabat sebagai Kapolri, nama Jusuf Mangga selalu menjadi bawahan yang sangat diandalkan oleh masing-masing Kapolri untuk menjalankan tugas yang diberikan kepada Jusuf Mangga.

Jusuf Mangga memang sangat kaku dan susah tersenyum.

Padahal ia memiliki rasa humor yang cukup tinggi.

Kita bisa membayangkan raut wajah Jenderal BHD yang cencerung tampan, ramah dan “cukup manis” untuk di lihat.

Tetapi sesungguhnya kalau sedang berduaan, Wakapolri Jusuf Manggalah yang banyak melemparkan guyon sehingga membuat Kapolri BHD bisa tertawa setengah mati.

Foto : Komjen. Jusuf Manggabarani

Selain karena guyonan Jusuf Mangga memang lucu, Wakapolri ini bisa bergurau dengan wajah yang “tanpa ekspresi” yaitu tetap serius dan tanpa senyum.

Jusuf Manggalah yang saat ini paling senior di kalangan Perwira Tinggi Polri dari nama-nama yang bisa diperhitungkan sebagai kandidat Kapolri baru.

Rekam jejaknya yang terbukti sangat baik selama ini, pantas untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi Presiden SBY untuk memilih dan memutuskan nama Jusuf Manggabarani sebagai satu- satunya calon Kapolri yang akan diajukan ke Dewal Perwakilan Rakyat (DPR).

Sesuai dengan UU Kepolisian, pemberhentian Kapolri lama dan pengangkatan Kapolri baru harus mendapatkan PERSETUJUAN dari DPR.

Sehingga, rasa penasaran tentang siapa calon terbaik yang bisa menjadi Kapolri baru sepertinya memang tertuju pada nama Jusuf Manggabarani.

Timur Pradopo boleh saja disiapkan sebagai Kapolri baru tetapi sebaiknya penunjukan atas diri Timur Pradopo ditentukan setelah melihat kinerja perwira tinggi yang satu ini dalam memimpin wilayah di ibukota Jakarta.

Mampu atau tidak menjadi Kapolda Metro Jaya.

Kalau mengamankan Jakarta tidak bisa, bagaimana mau mengamankan Indonesia ?

Lagipula tak cuma Timur Pradopo yang pernah menjadi rekan seperjalanan SBY dalam tugas menjalankan misi Pasukan Perdamaian puluhan tahun silam, ada nama lain yang juga bisa di timang-timang dan dipertimbangkan yaitu Kabareskrim Komjen Ito Sumardi.

Neta S. Pane selaku Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) mengatakan, “Timur Pradopo dan Ito Sumardi kan dianggap kenal sama SBY karena mereka pernah menjadi rekan seperjalanan SBY waktu sama-sama jadi anggota Pasukan Perdamaian, jadi makanya nama-nama ini yang dianggap beruntung dalam masa pemerintahan SBY” kata Neta S. Pane kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah percakapan beberapa waktu lalu. 

HUT Polri yang ke 64 tanggal 1 Juli 2010 ini adalah HUT Polri yang terakhir bagi Jenderal BHD sebagai KAPOLRI.

Inilah saat terakhir bagi BHD mengikuti HUT Polri atau Peringatan Hari Bayangkara dalam kapasitasnya sebagai Tri Brata 1 (Kapolri)

Tahun depan, BHD sudah tak lagi berdiri di mimbar kehormatan itu sebab juniornya yang akan mengambil alih tongkat kepimpinan sebagai Tri Brata 1.

Selamat menyambut Hari Bayangkara.

Dan selamat menyambut datangnya realisasi kebijakan RENUMERASI (kenaikan gaji berdasarkan prestasi kerja).

Kado yang terbaik bagi Polri bukan RENUMERASI ini tetapi kesungguhan untuk melakukan otokritik demi kemajuan Polri di masa yang akan datang.

Jadilah Bayangkara sejati yang profesional, proporsional, modern, bermoral dan bertanggung-jawab,.

Jadilah Bayangkara sejati yang mengedepankan kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia diatas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan tertentu.

Indonesia dan seluruh rakyatnya pasti senantiasa mencintai Polri, sepanjang Polri bertugas demi kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Polri yang berjanji untuk selalu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harus benar-benar konsisten dalam upaya penegakan hukum dan memelihara kamtibmas dengan sebaik-baiknya.

Masa setahun belakangan ini adalah masa terberat bagi Polri.

Masa yang begitu kelam dalam sejarah perjalanan bangsa bagi Kepolisian secara institusi.

Dari mulai gunjang ganjing anekdot “CICAK BUAYA” sampai ke perseteruan institusi dengan perwira tingginya sendiri yaitu Komjen Susno Duadji.

Polri seakan “babak belur” di tengah minimnya gaji bagi para anggotanya yang seakan hidup dalam keterbatasan berkepanjangan.

Badai demi badai datang silih berganti menghantam Polri.

 

Foto : Kapolri BHD

Hidupkanlah kembali moral seluruh anggota Polri yang terombang-ambing dan ambruk karena hantaman-hantaman badai tadi.  

Presiden SBY perlu mempertimbangkan, apakah setuju atau tidak setuju dengan draft restrukturisasi Polri yang baru.

Setujuilah yang memang baik untuk Polri dan tidak membebani negara.

Tetapi bagian tertentu dalam setrukturisasi itu yang tidak perlu disetujui, jangan disetuju.

SBY harus mengingat bahwa sebagai kepala negara ia jangan pernah memberikan persetujuan untuk hal-hal yang belum saatnya disetujui atau yang tidak perlu disetujui (misalnya menjadikan jabatan Kepala Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror Polri dijabat oleh perwira tinggi berbintang 2).

Densus 88 Anti Teror ada sub unit yang terintegrasi dalam Bareskrim Polri.

Sudah, biarkan saja Densus 88 “duduk manis” disitu (didalam bagan organisasi Bareskrim Polri) dengan dipimpin oleh perwira tinggi berbintang 1.

Sudah bagus bisa jadi Jenderal dengan menjadi Kepala Densus 88 Anti Teror.

Di TNI, Komandan Satuan Penanggulangan Teror (Sat Gultor) bukan dari kalangan Perwira Tinggi.

Begitu juga Detasemen-Detasemen lain di militer.

Foto : Kapolri BHD bersalaman dengan Presiden SBY 

 

Jadi untuk Presiden SBY, jangan setujui sesuatu yang dapat menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Presiden SBY tampaknya juga tak perlu repot-repot mencari siapa pengganti Jenderal Polisi (Purn) Dai Bahtiar sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia.

Jika nanti Jenderal BHD pensiun, perwira tinggi yang berpembawaan kalem ini bisa dipertimbangkan menjadi Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia.

Jabatan Dubes RI di Kerajaan Malaysia ini, memang secara berturut-turut dipegang oleh para Mantan Kapolri yaitu Jenderal Polisi (Purn) Rusdihardjo dari tahun 2004-2006 dan Jenderal Polisi (Purn) Dai Bahtiar dari tahun 2006 sampai saat ini.

BHD yang baru-baru ini mendapat Gelar Kehormatan TAN SRI dari Kerajaan Malaysia, tentu akan sangat disambut dengan sangat baik dan hangat oleh pemerintah Malaysia jika ditunjuk sebagai Dubes disana.

BHD pasti akan sangat terharu menyambut dan mengikuti peringatan HUT Polri tahun ini.

Apalagi dari masa kepemimpinannya sebagai Kapolri sejak bulan Oktober 2008, masa setahun terakhir inilah masa terberat bagi Polri secara institusi.

Masa yang panen terhadap badai demi badai.

Segala jenis badai dihadapi dengan ragam tekanan yang sangat menekan dan begitu mengguncang bagi Polri secara institusi.

Tetapi percayalah, Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak dapat ditanggung oleh umat ciptaan-Nya.

  

Dan percayalah juga bahwa setiap “BADAI PASTI AKAN BERLALU”.

Apa yang buruk dan memang menyalahi aturan, jangan diulangi.

Apa yang baik dan menjadi prestasi gemilang Polri selama ini, tingkatkanlah lebih giat lagi.

Selamat Hari Bayangkara, Polri.

Dirgahayu dan berjayalah selalu.

Selamat bertugas sambil menikmati alunan merdu lagu berjudul BADAI PASTI BERLALU ciptaan Erros Djarot  ini.

Percayalah bahwa setiap badai dalam kehidupan kita sebagai manusia, pasti akan berlalu !

(YOUTUBE) Berlian Hutauruk – Badai Pasti Berlalu

Awan hitam di hati yang sedang gelisah
Daun-daun berguguran
Satu satu jatuh ke pangkuan
Kutenggelam sudah ke dalam dekapan
Semusim yang lalu sebelum ku mencapai
Langkahku yang jauh

Kini semua bukan milikku
Musim itu telah berlalu
Matahari segera berganti

Gelisah kumenanti tetes embun pagi
Tak kuasa ku memandang dikau matahari

Kini semua bukan milikku
Musim itu telah berlalu
Matahari segera berganti

Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu

Badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu

(MS)

June 13, 2010 Posted by | news, Uncategorized | , , | Comments Off on Jusuf Manggakah Kapolri Baru, Polri Percayalah Badai Pasti Berlalu

Berstandar Gandakah SBY & Obama Soal Flotilla Gaza, Oh Memang Lidah Tak Bertulang !

DIMUAT JUGA DI KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

Insiden Kapal Freedom Flotilla Di Laut Gaza Mendorong Perdamaian Ke Jurang Kehancuran

Misteri Rahm Emanuel Mudik Ke Israel Sampaikan Undangan Obama Bertemu Netanyahu

Menyanyikan “Symphony Yang Indah” Untuk Obama & Netanyahu

Jakarta 2/6/2010 (KATAKAMI) Simaklah keterangan pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkomentar soal pendeportasian warga negara Indonesia yang ikut dalam iring-iringan kapal ARMADA KEBEBASAN atau yang lebih dikenal dengan sebutan FREEDOM FLOTILLA di Perairan Gaza. Ada 12 orang warga negara Indonesia yang ikut dalam pelayaran tersebut dan akhirnya 10 diantaranya sudah tiba selamat di Yordania pada hari Rabu (2/6/2010). Presiden SBY meminta para pemimpin dunia dan Sekjen PBB segera mengambil langkah tegas menyikapi serangan Israel terhadap aktivis kemanusiaan.

 

Presiden SBY memberikan keterangan pers soal Flotilla (2/6/2010)

“Diplomasi kita ke depan mendesak PBB to take action yang pasti, yang tegas terhadap insiden (penembakal kapal Mavi Marmara) ini,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Rabu (02/06).

Indonesia, kata Presiden, mengecam keras serangan Israel dan meminta dunia internasional menekan Israel menghentikan serangan militer. “Kembali keperundingan,” katanya.

Indonesia, kata Presiden, siap terlibat aktif dalam usaha kemerdekaan Palestina. Selain itu, Presiden juga meminta dunia internasional menekan Isreal agar berhenti membuka pemukiman baru.

Rezim SBY seakan menerapkan standar ganda dalam hal “penghormatan” terhadap umat Islam.

Rezim yang sedang menjalankan kekuasaannya periode kedua ini, hendaknya membuka kembali catatan hitam perjalanan pemerintahannya di bidang keamanan di negeri ini. Sehingga, catatan-catatan lama itu akan membuat Presiden SBY lebih bijaksana jika mau mengkritik negara lain yang dianggap brutal, biadab, buas atau selaknat apapun dalam hal “penghormatan” terhadap umat Islam.

Ulama Islam terkemuka di POSO, Ustadz Adnan Arsal pemimpin Pondok Pesantren Al Amanah

Bersuara Tentang Ustadz Abu Bakar Baasyir, Mari Lawan Semua “Terorisme”

Istana Mau Diledakkan ? Ngarang Aja, TNI Tidak Tidur Boss …

Periksa Gories Mere Skandal Madrid Korupsi Alat Sadap Israel

Kasus pertama adalah penembakan BRUTAL di malam takbiran tahun 2006.

Persis di saat masyarakat di Tebang Rejo- Poso (Sulawesi Tengah) sedang mengumandang takbir ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR sebagai tanda berakhirnya bulan ramadhan yang maha suci, Tim Anti Teror Polri (atas perintah dari Pimpinan Tim Anti Teror Polri ketika itu yaitu Irjen Gories Mere, saat ini telah menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN dan telah berpangkat Komjen) menembaki sebuah PONDOK PESANTREN AL AMANAH pimpinan Haji Adnan Arzal.

Hebatnya lagi, penembakan BRUTAL di malam takbiran itu disiarkan langsung di sebuah televisi atas kebaikan hati petinggi Polri tersebut.

Alasan Tim Anti Teror Polri menembaki secara BRUTAL Pondok Pesantren Al Amanah itu adalah untuk mencari buronan-buronan terorisme yang masuk dalam DAFTAR PENCARIAN ORANG atau DPO.

Ternyata yang dicari tidak ada disana tetapi nasi sudah menjadi bubur.

Penembakan BRUTAL itu dikecam oleh semua pihak dan secara otomatis membuat situasi keamanan di POSO menjadi panas membara.

Tim Independen dari Komisi Nasional (Komnas) Hak Azasi Manusia turun langsung ke lokasi dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama setelah melakukan investigasi maka di umumkan POLRI (dalam hal ini Tim Anti Teror Polri) telah melakukan PELANGGARAN HAM.

http://x03.xanga.com/2f4a62f4c263271918311/b48399968.jpg

Kasus kedua adalah penemabakan BRUTAL (juga terjadi di POSO -SULAWESI TENGAH) tanggal 22 Januari 2007.

Alasan dari Tim Anti Teror Polri pada RAID atau operasi penyerangan ini adalah untuk mencari buronan terorisme yang masuk dalam DPO.

Dan hebatnya lagi, penembakan ini kembali dilakukan atas perintah dari Gories Mere yang saat itu berada di Washington DC untuk sebuah tugas mendampingi pimpinannya di Mabes Polri yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat.

Penembakan brutal yang membabi buta dari Tim Anti Teror Polri tanggal 22 Januari 2007 ini menewaskan 13 orang UMAT ISLAM di TANAH RUNTUH – POSO yang tidak bersalah. Dari korban tewas sebanyak 13 orang itu, tidak ada satupun yang masuk dalam DPO terorisme versi Polri.

VIDEO A SUASANA TEMBAKAN BRUTAL POLISI DI TANAH RUNTUH POSO ( 22 JANUARI 2007)

VIDEO B SUASANA TEMBAKAN POLISI DI TANAH RUNTUH POSO ( 22 JANUARI 2007)

Nyawa UMAT ISLAM POSO kembali melayang secara sia-sia akibat brutalime aparat keamanan Indonesia.

Tragegi berdarah yang sangat mengerikan di POSO itu adalah klimak dari brutalisme dari operasi pendahuluannya. Sebab 11 hari sebelum RAID atau operasi penyerangan itu dilakukan, tanggal 11 Januari 2007 Tim Anti Teror Polri telah menembaki juga lokasi perumahan warga Poso. Tetapi RAID ini dilanjutkan 11 hari kemudian dan memakan korban jiwa yang sangat banyak sekali.

Tim Independen dari KOMNAS HAM kembali diturunkan ke lokasi dan dari hasil investigasi mereka dinyatakanlah bahwa Tim Anti Teror Polri atau Densus 88 Anti Teror Polri telah melakukan pelanggaran HAM.

https://i0.wp.com/www.kontras.org/poso/pers/foto/2007-01-23.jpg

Komisi Orang Hilang & Korban Kekerasan (KONTRAS) saat itu (Januari 2007) juga menggelar jumpa pers yang mengecam kegagalan Presiden SBY menangani POSO yang antara lain menegaskan sebagai berikut :

Kami menyesalkan jatuhnya 13 korban sipil dan 1 anggota polisi yang tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh Polda Sulteng di Poso kemarin (22/1/2007). Akibatnya masyarakat ketakutan dan mengungsi meninggalkan Poso Kota. Di sisi lain, keluarga mendapatkan kesulitan untuk mengakses informasi atas keberadaan korban yang meninggal dan luka-luka. Polisi juga tidak mengumumkan secara terbuka identifikasi korban yang telah meninggal dunia maupun luka-luka.

Jatuhnya korban ini seharusnya dapat dihindari bila polisi tidak melakukan penyerangan terbuka di wilayah padat, penduduk Poso kota serta di waktu dimana masyarakat mulai sibuk beraktivitas.  Tindakan ini tidak dapat dilihat hanya sebagai upaya penegakan hukum, namun juga dapat dikategorikan penyerangan terhadap warga sipil yang menjadi elemen penting dari pelanggaran berat HAM. Ditambah, pendekatan kekerasan ini justru gagal menangkap para DPO dilapangan. Hal ini juga membuktikan lemahnya aparat intelejen dalam mengantisipasi kekerasan.

Kekerasan yang terjadi Poso ini tidak hanya dapat dilihat dari sisi Polri semata. Kekerasan yang terus berlangsung ini sesungguhnya menunjukkan Negara tidak memiliki Peta Perdamaian yang kongkrit dan gagal mengkonsolidasi kekuatan negara yang ada bagi penciptaan rasa aman.

Polri memang mempunyai kewenangan untuk melakukan upaya paksa termasuk penggunaan kekerasan dengan senjata. Namun, penggunaan kekerasan dengan senjata api tersebut tetap harus tunduk pada persyaratan yang ketat pada kode etik aparatur penegak hukum (Code of Conduct for Law Enforcement Official) maupun prinsip dasar tentang penggunaan kekerasan dan senjata api (Basic Principles on the Use of Force and Firearmas by law Enforcement Officials)  yang menjamin kekerasan itu terarah pada pihak yang mengancam sesuai dengan tingkat ancamannya baik bagi polisi maupun warga sipil yang seharusnya dilindungi.

https://i2.wp.com/www.indonesiamatters.com/images/tibo-co.jpg

Tibo cs

Brutalisme rezim SBY, tak cuma memakan korban dari kalangan Islam.

Ingatlah, bagaimana sadisnya  eksekusi mati terhadap ketiga terpidana kasus POSO yaitu Fabianus Tibo dan kedua rekannya yaitu Dominggu Da SIlva dan Marianus Riwu pada bulan September 2006.

Tibo CS di eksekusi mati dengan tembakan peluru tajam yang sangat amat banyak, tidak dikuburkan sebagaimana mestinya, tidak mendapatkan upacara keagamaan untuk pemakamannya dan bahkan sebelum di tembak mati Tibo di ejek secara sinis oleh polisi.

“Hei Tibo, mau di tembak sebelah mana kau ?” kata polisi itu.

Tibo menjawab, “Terserah Bapa, mau menembak di sebelah mana”.

Ejekan sinis yang melecehkan Tibo di ujung kematiannya terungkap dari saksi mata kalangan dokter independen yang menyaksikan langsung eksekusi mati tersebut. Dokter perempuan ini, sangat terpukul atas penghinaan dan penistaan yang dilakukan atas diri Tibo.

 https://i0.wp.com/www.indonesiamedia.com/2007/02/early/berta/images/berta/peta_poso_high.gif

Tidak usah terlalu banyak contoh yang bisa disuguhkan disini.

Cukup contoh-contoh kecil ini saja dan langsung bis menggambarkan bagaimana brutalnya rezim SBY dalam menangani kasus-kasus yang bersentuhan dengan AGAMA.

Tahun 2006 itu, Tim Pembela Hukum Tibo CS sebenarnya ingin mengajukan Pemerintah Indonesia ke MAHKAMAH INTERNASIONAL.

Tetapi rencana ini batal.

Menurut pengacara Tibo CS, Roy Rening kepada KATAKAMI.COM ketika itu, mereka menyimpan sangat baik semua dokumentasi terkait kasus pembunuhan yang sadis terhadap Tibo CS.

Sehingga kalau kini Presiden SBY mengecam keras penembakan Israel atas Armada Kebebasan “FREEDOM FLOTILLA” yang menewaskan 9 orang penumpangnya, maka kita semuapun bisa mengecam Presiden SBY atas brutalisme rezimnya terhadap umat Islam di POSO.

Pictures of the weapons found on the Mavi Marmara ship where today

Kalau yang 9 orang tewas dari FREEFOM FLOTILLA saja mau di lakukan penyelidikan internasional, maka Indonesia harus membuka diri untuk semua brutalisme atas nama penanganan terorisme yang memakan korban dari KALANGAN ISLAM.

Inilah yang namanya LIDAH TAK BERTULANG.

Seenaknya saja mengecam orang tetapi rezim kekuasaan SBY tak jauh beda brutalismenya (bahkan jauh lebih buruk) saat menembaki umat Islam di POSO.

Dan hebatnya lagi, SBY ngotot mempertahankan petinggi Polri yang patut dapat diduga anti Islam dan nyata-nyata mengakibatkan berjatuhannya korban tewas dan korban luka di kalangan UMAT ISLAM.

Jangan tunjuk muka orang lain kalau ternyata muka sendiri penuh “kotoran kejahatan” !

Jangan caci maki orang lain karena dinilai tak berperikemanusiaan terhadap umat Islam kalau ternyata diri sendiri tidak lebih baik memperlakukan dan memberikan penghormatan yang sangat pantas kepada umat beragama di negara ini.

Jenderal Polri yang bolak balik membantai umat Islam (dan secara tegas dinyatakan sebagai PELANGGARAN HAM oleh Komnas HAM di Indonesia ini), sangat pantas untuk dijadikan sebagai penjahat kemanusiaan ke hadapan MAHKAMAH INTERNASIONAL.

“Hizbullah” is written across the slingshot used by rioters on the Mavi Marmara.
 

Membunuhi warga sipil seenaknya secara membabi buta dan brutal sekali adalah kejahatan kemanusiaan.

Hei rezim yang kejam, jangan lindungi penjahat kemanusiaan tersebut di republik ini !

Membunuhi warga sipil seenaknya secara membabi buta dan brutal sekali adalah kejahatan kemanusiaan.

Hei rezim yang kejam, jangan lindungi penjahat kemanusiaan tersebut di republik ini !

Dan Presiden SBY jangan munafik lewat kegarangannya menuding “muka” Israel (terlebih karena Indonesia yang merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia ini memang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel), tahukah SBY bahwa seluruh GSM INCEPTOR ATAU ALAT SADAP GSM yang dipakai Tim Anti Teror Polri atau Densus 88 Anti Teror Polri dibeli dari Perusahaan Israel.

Alat Sadap Densus 88 bermerek GI 2 adalah buatan ISRAEL.

Wah, hebat ya, tidak punya hubungan DIPLOMATIK tetapi Kepolisian Republik Indonesia bisa berdagang dan mesra sekali jual beli alat sadap dengan Israel.

https://i2.wp.com/muslimdaily.net/new/berita/hamas-rocket-launchers.jpg

HAMAS dan persenjataannya

Dan kalau sekarang sedang ramai dibicarakan permasalahan serangan militer Israel ke Armada Kapal FREEDOM FLOTILLA, ini adalah momentum kemenangan Hamas yang dinyatakan sebagai organsiasi teroris oleh Perserikatan Bangsa Bangsa dan Amerika Serikat.

PBB dan Amerika Serikat menjilat kembali ludah mereka sendiri.

PBB dan Amerika Serikat harus mencabut dulu keputusan mereka memasukkan Hamas dalam daftar ORGANISASI TERORIS.

Sehingga, jika sekarang mau segarang apapun menekan Israel, PBB dan Amerika Serikat tidak mempunyai beban apapun.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan dukungan AS agar Dewan Keamanan PBB membentuk Tim Independen untuk menyelidiki serangan militer AS ke arah Armada Kapal FREEDOM FLOTILLA.

Permainan cantik yang sangat munafik dari Presiden Barack Obama sedang dipertontonkan di atas panggung internasional.

Obama yang terindikasi betul sudah retak dan sangat tegang hubungannya dengan Israel, seakan tak mau bereaksi kepada dunia internasional.

Sok diam agar kesannya membela Israel.

Sok tenang tak mau ikut mengecam Israel agar kesannya AS tetap sekutu Israel.

Tetapi patut dapat diduga, Amerika menikmati terpojokan Israel saat ini dan agar aman di permukaan maka Menlu Clinton yang diperintahkan untuk berkomentar.

Tetapi Tuhan memang maha adil.

https://i2.wp.com/davespicks.com/images/freeiraq.gif

Korban Tewas Warga Sipil Yang Dibunuh Di Irak Bulan Mei 2010 Tertinggi Angkanya Yaitu 275 Orang !

 

Disaat Menlu Hillary Clinton lantang mengkritik Israel, keluar pemberitaan tentang korban tewas umat Islam di IRAK periode bulan MEI 2010.

Bayangkan, dalam satu bulan saja umat Islam di IRAK mati alias tewas sebanyak 275 orang.

Itu hanya dalam satu bulan !

Dari rentang waktu 9 tahun sejak AS melakukan invasi (sadis) ke Irak yaitu periode tahun 2001 – 2010, patut di pertanyakan sudah berapa ribu orang umat Islam IRAK yang mati dibunuh oleh militer Amerika ?

Mengapa Dewan Keamanan PBB diam saja ?

Mengapa Obama yang sangat “manis senyumannya ini”, mendadak tidak bisa berhitung bahwa angka kematian sebanyak 275 orang dalam satu bulan itu adalah angka yang sangat mengerikan.

Yang ingin disampaikan disini adalah semua negara di muka bumi ini janganlah menerapkan standar ganda.

Menuding muka negara lain dengan gaya yang garang dan sarkasme.

Tetapi ternyata muka sendiri penuh bopeng dan berlumuran darah manusia yang nyawanya melayang sia-sia atas brutalisme masing-masing rezim.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/00UyefMdJk7SG/610x.jpg

PM Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi prajuritnya yang terluka diserang dalam Kapal Flotilla (1/6/2010)

 

(YOUTUBE) Statement by PM Netanyahu Regarding Gaza Flotilla Clash

Gaza flotilla: Statement by PM Netanyahu

Photos : PM Netanyahu Visits Wounded Soldiers at The Hospital

Biarkan dulu Israel melakukan penyelidikan internal mereka tentang apa sebenarnya yang terjadi.

Dewan Keamanan PBB bisa memberikan tenggang waktu kepada Israel agar hasil penyelidikan itu diserahkan secara transparan.

Jadi jangan berlomba berteriak semua.

Atau pura-pura tetap “tersenyum sangat manis bak sahabat penuh pengertian” tetapi sebenarnya paling menikmati permainan politik yang mengedepankan kelicikan dan kecurangan masing-masing.

Sekali lagi, janganlah menerapkan standar ganda.

Israel memang perlu di ingatkan bahwa mereka tidak bisa hidup sendirian di muka bumi ini.

Dan memang sialnya Israel, ia bertetangga sangat dekat justru dengan Pihak Hamas yang saat ini menjadi “penguasa tunggal” Jalur Gaza.

Kategori TERORIS terhadap Hamas, adalah label atau stigma buruk yang legal dari PBB dan Amerika Serikat.

Kalau memang PBB dan Amerika begitu murah hati, penuh belas kasihan dan sangat baik hati kepada rakyat Palestina secara keseluruhan (termasuk yang hidup di bawah kekuasaan Hamas di Jalur Gaza) maka ketentuan memasukkan Hamas ke dalam daftar teroris global itu harus dicabut.

Siapkah PBB dan Amerika melakukan itu ?

Maukah PBB dan Amerika memberikan itu ?

https://i0.wp.com/rlv.zcache.com/obama_hamas_v_us_israel_bumper_sticker-p128354913119587130trl0_400.jpg

Khususnya Yang Mulia Presiden Obama yang terkesan berstandar ganda yaitu seolah ingin dinilai bersekutu dengan Israel tetapi tampaknya untuk pertama kali dalam sejarah Amerika ada Presiden negara adidaya yang bersitegang dan tak pernah mau rukun dengan Israel.

Jangan menyebut diri sebagai juru damai kalau posisi Obama tak bisa netral dan tak sanggup mendamaikan Israel – Palestina.

Sekali lagi dan lagi-lagi mau diingatkan disini, janganlah menerapkan standar ganda !

Kalau ya, katakan ya.

Kalau tidak, katakan tidak.

Jangan berdiri di atas wilayah abu-abu.

Sama seperti esensi dari nilai-nilai kebenaran yang paling hakiki, jika benar katakan benar, dan jika salah katakan salah.

Mari membela rakyat Palestina secara keseluruhan (tanpa ada pengkotak-kotakan) sehingga pembelaan itu harus diwujudkan dengan cara merealisasikan segera perdamaian itu dengan Pihak Israel.

Lebih baik, Amerika (khususnya Presiden Obama) angkat kaki dari proses perdamaian Timur Tengah kalau memang tak bisa secara elegan mendamaikan kedua belah pihak ini.

Damaikanlah mereka tetapi dengan cara yang terhormat yaitu mencarikan solusi-solusi terbaik (bahkan dalam hal-hal yang sangat amat teknis sekalipun).

Damaikanlah mereka tetapi jangan lagi memojokkan satu pihak dari kedua belah pihak yang bertikai ini yaitu Israel dan Palestina.

Hendaklah satu antara kata dan perbuatan, oh Yang Mulia Presiden Obama.

Dunia menyaksikan betapa terseok-seoknya proses perdamaian itu sejak Obama ditempatkan sebagai juru damai selama ia memerintah sebagai Presiden AS yang ke 44.

Tak usah lagi ingin dinilai seolah-olah bersekutu dengan Israel (padahal hubungan itu sudah retak sangat parah).

Sudahlah, sederhana saja yang patut disampaikan disini kepada Presiden Obama dan Amerika.

Bisa atau tidak menjadi juru damai ?

Kalau bisa, damaikanlah Israel dan Palestina secara baik.

Bukan justru dibiarkan jadi bertambah runyam dan … Obama seolah ingin menikmati situasi yang serba kusut berkepanjangan ini.

Uh !

Ternyata kemampuan Obama mendamaikan Israel dan Palestina “tak semanis” senyumannya yang kata orang manis.

http://soldierofallah11.files.wordpress.com/2009/10/hamas1.jpg

Foto : HAMAS dan persenjataannya

Obama told Netanyahu: Go Home, Dont Explain From Here

10,000 flowers sent to Netanyahu after White House ‘ambush’

Payah ….

Dan Obama ataupun Gedung Putih tak usah latah mengumumkan bahwa pihak merekalah yang membatalkan rencana pertemuan dengan PM Netanyahu pasca serangan pada kapal FREEDOM FLOTILLA.

Bahkan sampai harus merinci omongan, “Go Home, Dont explain from here !”.

Terlalu murahan pengumuman yang tidak substansial itu sebab ketika didalam negerinya terdapat permasalahan serius, mau tak mau PM Netanyahu memang harus pulang ke Israel untuk mengendalikan situasi.

Setelah melakukan kunjungan ke Perancis, PM Netanyahu melanjutkan kunjungannya ke Canada akhir Mei lalu.

Rencananya dari Canada, PM Netanyahu akan bertolak menuju Washington DC untuk memenuhi undangan pertemuan dari Presiden Obama tanggal 1 Juni 2010.

Akan tetapi, saat serangan militer Israel ke arah Armada Kapal FREEDOM FLOTILLA terjadi (31/5/2010), PM Netanyahu batal bertemu Obama dan kembali ke Israel.

PM Netanyahu kembali ke Israel setelah ia memutuskan mempersingkat kunjungannya di Canada.

Dan begitu tiba di Israel (1/6/2010), ia mengendalikan langsung situasi di dalam negerinya (termasuk mengunjungi prajurit-prajurit IDF yang dirawat di rumah sakit karena menderita luka luka akibat serangan penumpang Armada FREEDOM FLOTILLA.

Kan tidak lucu, sampai urusan siapa yang membatalkan duluan pertemuan itu, sampai harus jadi bahan pemberitaan.

Kayak tidak ada topik pemberitaan lain saja.

Kasihan sekali.

Cara-cara Obama dan Gedung Putih memainkan kata-kata dan lakon-lakon yang terpampang di atas panggung dunia, lama kelamaan sudah sangat membosankan.

Tak sedap didengar dan tak elok dipandang, ada penguasa dunia yang tak mau kehilangan “panggung” dalam situasi yang sangat memprihatinkan seperti ini. Mana buktinya, kalau Obama bisa dan pantas menjadi jurudamai ?

Dunia perlu bukti, bukan janji.

Dunia perlu tindakan nyata, bukan arogansi yang kecenderungannya menghina, merendahkan dan menistakan pihak lain.

(MS)

 

June 2, 2010 Posted by | Uncategorized | | Comments Off on Berstandar Gandakah SBY & Obama Soal Flotilla Gaza, Oh Memang Lidah Tak Bertulang !

Insiden Kapal Freedom Flotilla Di Laut Gaza Mendorong Perdamaian Ke Jurang Kehancuran

DIMUAT JUGA DI KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

PM Netanyahus statement on the Flotilla attack

PM Netanyahu Expresses Full Backing for the IDF

Misteri Rahm Emanuel Mudik Ke Israel Sampaikan Undangan Obama Bertemu Netanyahu

Jakarta 1/6/2010 (KATAKAMI)  Bagaikan tersambar petir di siang bolong saat serangan Israel ke arah Kapal-Kapal pembawa bantuan kemanusiaan MAVI MARMARA di Perairan Gaza pada hari Senin (31/5/2010). Selain MAVI MARMARA, kapal lainnya bernama FREEDOM FLOTILLA. Lebih dari 600 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara berada di Kapal-Kapal itu, termasuk dari Indonesia. Serangan ini terjadi hanya sehari menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington DC untuk memenuhi undangan dari Presiden AS Barack Hussein Obama.

Tadinya, setelah menyelesaikan kunjungannya ke Perancis dan Kanada, PM Netanyahu akan segera merapat ke Washington DC untuk bertemu Obama di Gedung Putih hari Selasa 1 Juni 2010.Tapi PM Netanyahu telah membatalkan rencana kunjungannya ke Amerika (bahkan mempersingkat kunjungannya di Kanada) karena memburuknya situasi terkait serangan di Perairan Gaza tadi.

Bibi – panggilan PM Netanyahu – yang terus didampingi  sang isteri yaitu Sarah Netanyahu, kembali ke tanah airnya untuk mengendalikan situasi mengingat kemarahan ada di hampir semua negara untuk mengecam Israel.

Pertemuan dengan Presiden Obama pun akhirnya disepakati untuk di jadwalkan ulang pada kesempatan berikutnya. Penundaan dan kesempatan penjadwalan ulang pertemuan ini dicapai setelah PM Netanyahu dan Presiden Obama berbicara di telepon (saat PM Netanyahu menyampaikan keputusannya untuk batal datang ke Washington).

Presiden Palestina yang baru saja mengunjungi Indonesia dan mendapat bantuan uang Rp. 25 Miliar dari Pemerintah Indonesia, mengecam keras serangan Israel dan menyatakan situasi berkabung di Palestina selama 3 hari.

Foto : Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa

Indonesia Desak PBB Selidiki Penyerangan Bantuan Kemanusian

HAMAS juga tidak mau kalah.

Mereka mengatakan sangat keterlaluan kalau “DUNIA” mendiamkan serangan Israel ini.

Pemerintah Indonesia juga mengutuk serangan ini, terlebih karena didalam Kapal-Kapal Kemanusiaan itu terdapat 12 orang Warga Negara Indonesia.

Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-Moon mengaku terkejut dan sangat mengecam serangan Israel ini.

Lalu di berbagai negara, Duta Besar Israel sudah mulai dipanggil oleh negara tempat mereka bertugas untuk dimintai penjelasannya soal serangan terhadap Kapal-Kapal tadi.

Menanggapi memburuknya situasi di Gaza, aktivitas Islam Fauzan Al Anshari mengatakan bahwa pihaknya mengutuk keras serangan ini.

“Didalam kapal itu, tidak terbatas dari unsur ideologi yang sama saja. Maksudnya, tidak cuma dari kalangan Islam saja. Ada unsur LSM juga. Ini murni bantuan kemanusiaan. Bayangkan sudah 3 tahun Gaza di blokade Israel. Yang mau diserahkan itu bahan-bahan bangunan dan kebutuhan pokok untuk rakyat di Gaza” kata Fauzan Al Anshari kepada KATAKAMI.COM dalam percakapan telepon Senin (31/5/2010) malam.

Foto : Fauzan Al Anshari

Menurut Fauzan, sudah pantas Israel dikecam oleh seluruh dunia internasional atas serangan ini.

Fauzan Al Anshari mendesak agar Israel mau membuka blokade yang ditetapkan di Gaza.

Selain itu, Fauzan Al Anshari juga mengecam Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

“Kalau memang Abbas itu peduli pada rakyat di Gaza, apakah dia mau membagi uang sumbangan yang diberikan Indonesia sebanyak Rp. 25 Miliar untuk rakyat di Gaza ? Dia ke sini kan dapat sumbangan dari (Presiden) SBY. Mau gak membagi uang sumbangan itu kepada Pihak Hamas ? Jangan cuma dinikmati sendiri. Dan kalau memang dia peduli pada rakya tdi Gaza, kenapa dia justru memilih berkunjung ke berbagai negara sepekan terakhir ini. Ketika kapal-kapal itu mendekati Gaza, Abbas tidak ada di Palestina. Padahal dia pasti tahu bahwa akan ada Kapal-Kapal Internasional yang akan membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza” lanjut Fauzan Al Anshari.

Foto : Kapal MAVI MARMARA

Serangan militer Israel kepada Kapal Kapal Kemanusiaan ini, memang wajar jika di kecam semua pihak.

Tapi pertanyaannya apakah patut dapat diduga ada “pihak ketiga, ke empat atau kelima” yang menyusup dan menungganggi kemurnian para Aktivis untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza ?

Penyusupan dan penunggangan itu pantas untuk dicurigai mengingat peluang-peluang ke arah itu memang terbuka lebar.

Ya misalnya untuk memperkeruh situasi dan diam diam ada yang “tepuk tangan bergembira” ( hore ! ) sebab misi besar memojokkan Israel di mata dunia internasional akhirnya tercapai lewat misi hebat seperti ini.

Para Aktivitis tentu murni semurni-murninya melandasi misi penting mereka untuk membantu rakyat di Gaza.

Tetapi kecurigaan tentang adanya unsur “lain” yang memanfaatkan misi penting ini, jangan diabaikan begitu saja.

Israel sudah sejak awal memperingatkan bahwa Kapal-Kapal ini dilarang mendekat ke Perairan yang menjadi teritori Israel.

Peringatan-Peringatan dari Israel itu tidak digubris.

Kalau memang keselamatan para penumpang yang terdiri dari perwakilan banyak negara ini menjadi prioritas utama, pasti nahkoda kapal tidak akan senekat ini.

Kalau memang batuan kemanusiaan ini sangat amat penting untuk disampaikan kepada Pihak Hamas dan Rakyat di Gaza, mengapa tidak menempuh jalur diplomatik sebelum misi ini dijalankan ?

https://i1.wp.com/1.1.1.4/bmi/cache.daylife.com/imageserve/04OE9xybWYgkc/610x.jpg

Foto : PM Netanyahu saat berada di Ottawa, Kanada ( 31/5/2010)

Untuk apa Sekjen PBB Ban Ki-Moon “bersuara sangat kencang” mengecam serangan militer Israel ke arah Kapal Kapal Kemanusiaan ini ?

Sekarang kalau ditanya, apakah Perserikatan Bangsa Bangsa tidak memiliki informasi awal bahwa komunitas internasional akan mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat di Gaza ?

PBB harus menjawab dulu pertanyaan ini, apakah mereka memang punya informasi awal bahwa Kapal Kapal Kemanusiaan ini akan berlayar menuju Perairan Gaza ?

Kalau PBB punya informasi awal, mengapa tidak memakai seluruh jaringan diplomatik mereka yang sangat kuat pengaruhnya untuk berbicara kepada Israel ?

Percuma Sekjen PBB Ban Ki Moon “sok keras” mengecam Israel.

Harusnya dari awal permulaanlah, PBB sudah merintis jalan dan jalur pembuka bagi Misi Kemanusiaan ini bisa aman berlayar ke Perairan Gaza.

Kita semua pasti sudah tahu, bagaimana keras kepalanya Israel selama ini.

Mereka tidak bisa digertak, ditekan atau dipaksa dengan gaya hardik-menghardik.

Tetapi akan lain ceritanya, jika Israel didekat dan dilobi secara persuasif.

Foto : Presiden Shimon Peres, Raja Abdullah dari Yordania & Ratu Rania Abdullah

Kembali contoh kecil ini diungkapkan yaitu saat Kerajaan Yordania menghubungi Pemerintah Israel sekitar bulan lalu untuk membuka blokade Gaza sebab seorang bocah kecil (berusia 3 tahun) – yang merupakan anak dari petinggi HAMAS — harus segera menjalani operasi medis di sebuah rumah sakit yang ada di Yordania.

Israel mengabulkan permintaan itu dan membuka blokade demi tindakan kemanusiaan.

Ini bukti bahwa Israel bisa didekati secara persuasif.

Jangan dengan cara gertak-gertakan.

Jangan dengan cara ancam-mengancam.

Negara manapun di dunia ini, pasti akan menerapkan serangan atau tindakan militer jika ada pihak lain yang memasuki teritori wilayah mereka secara ilegal di darat, laut dan udara.

Walaupun di klaim, serangan militer itu dilakukan di Perairan Internasional tetapi patut diselidiki apakah ada provokasi yang terselubung di balik semua Misi Penting “MAVI MARMARA”.

Israel juga harus menyelidiki secara cermat insiden yang sangat fatal ini.

Sangat tepat jika PM Netanyahu membatalkan rencana kunjungannya ke Washington agar bisa mengendalikan secara langsung situasi terkait permasalahan serius ini.

Bibi Netanyahu sendiri telah menyatakan secara resmi penyesalan yang terdalam atas jatuhnya korban jiwa dari insiden MAVI MARMARA.

Tetapi Bibi Netanyahu harus membuka selebar-lebarnya penyelidikan internal Pemerintah Israel, ada apa sebenarnya dibalik insiden ini ?

Apakah ada tembakan yang keluar dari militernya, diluar komando.

Atau, apakah ada temuan-temuan yang dimiliki Israel bahwa misi penting ini disusupi dan ditunggangi pihak luar ?

IDF (Israel Defence Force) atau militer Israel menyampaikan bahwa pihaknya yang terlebih dahulu diserang.

undefined

undefined

Foto-Foto : Senjata Tajam & Senjata Api yang ditemukan didalam KAPAL

Clarification Regarding Number of Injuries and Casualties in Today’s Incident at Sea, 31 May 2010

Demonstrators Use Violence Against Israeli Navy Soldiers Attempting to Board Ship (With Sound)

(Youtube) Israeli Navy Addresses a Ship in the Flotilla and Offers it to Dock in the Ashdod Port

Pictures of Weapons Found on the Mavi Marmara Flotilla Ship, 31 May 2010

Apapun pernyataan dari IDF, Pemerintah Israel tetap harus menyelidiki insiden ini secara cermat.

Yang pasti dan perlu juga di ketahui bahwa di pihak tentara Israel pun ada yang terluka (bahkan 2 diantaranya luka parah).

Kalau Kapal itu steril dari senjata api atau senjata tajam, mengapa tentara Israel bisa terluka ?

Kapal MAVI MARMARA sudah berlabuh di Pelabuhan Asdod pada Senin (31/5/2010) malam.

Para aktivis diminta untuk meninggalkan Israel alias di deportasi.

Selain itu, apapun yang menjadi bantuan kemanusiaan dalam Kapal-Kapal FREEDOM FLOTILLA / MAVI MARMARA harus diselamatkan pasca insiden ini karena sangat mubazir jika seluruh bawaan itu tak sampai ke tangan rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Sayang sekali memang, kalau situasi yang harusnya berjalan ke arah yang baik untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, menjadi terhambat, kocar kacir dan akhirnya akan hancur berantakan karena permasalahan ini.

Mari menundukkan kepala dan mengirimkan doa untuk korban tewas dari insiden yang menyedihkan ini.

Ternyata, sangat mahal harga yang harus dibayar oleh semua pihak, untuk menunggu apakah memang benar-benar perdamaian di Timur Tengah dapat terwujud secepatnya.

Betapa berat, panjang dan berliku jalan yang harus ditempuh untuk bisa mencapai titik akhir perdamaian itu.

Hati kita semua ikut terasa perih dan sedih sekali mengingat perdamaian itu hanya sebatas mimpi.

(MS)

June 1, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Comments Off on Insiden Kapal Freedom Flotilla Di Laut Gaza Mendorong Perdamaian Ke Jurang Kehancuran

Komjen Ito Sumardi : Saya Tidak Berwenang Menentukan Penangkapan Susno

 

WAWANCARA EKSKLUSIF 

 

Komjen Ito : Polri Tetap Tegar, Tanya Susno Apa Maksudnya

Kadiv Propam Budi Gunawan : Kasus Gayus Cobaan Berat Bagi Polri

 

Jakarta 7/5/2010 (KATAKAMI) Terkuaknya kasus pengemplangan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan yang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, mau tak mau membuat Mabes Polri bekerja keras untuk mengungkap kasus ini (sekaligus menanganinya).

Baik dari segi pelanggaran kode etik profesi.

Tetapi juga dari indikasi pelanggaran unsur pidananya.

Tampaknya kasus ini juga melibatkan Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Akan tetapi pada perkembangan, Susno terindikasi sangat amat “kuatir” jika statusnya dinaikkan menjadi tersangka dan ditahan.

Untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus ini. Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Kepala Badan Reserse & Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen. Polisi Ito Sumardi di ruang kerjanya di Bareskrim Polri pada Jumat (7/5/2010) siang.

Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kabareskrim Komjen. Polisi Ito Sumardi :

Foto : Komjen Susno Duadji (Kiri) & Komjen Ito Sumardi (Kanan)

KATAKAMI (K) : Bagaimana sebenarnya perkembangan penanganan kasus Gayus Tambunan yang ditangani Bareskrim Polri ?

ITO SUMARDI (IS) : Kan ada yang ditangani Tim Independen karena melibatkan juga penyidik-penyidik dari Bareskrim Polri. Kan  tidak mungkin ditangani Bareskrim sendiri. Tapi ada juga yang ditangani oleh Direktur 3 Bareskrim Brigjen Yovi Nahar dari sisi korupsinya. Kemudian langkah-langkah lain ya … tentunya yang dilakukan Tim Independen sekarang ini adalah mencari kebenaran dari pernyataan-pernyataan Pak Susno Duadji. Tapi sampai saat ini belum bisa dicapai selama Pak Susno belum bisa memberikan keterangan yaitu klarifikasi dari pernyataannya selama ini kepada publik.

(K) Maksudnya, karena kasus ini diungkapkan pertama kali kepada publik oleh Pak Susno maka Pak Susno pun harus mau memberikan keterangan untuk kepentingan penyidikan. Begitu Pak ?

(IS) Ya betul.  Coba saja lihat … semua sudah diperiksa. Bahkan Sjahrir Johan sudah ditahan. Tentunya kan kami harus melakukan klarifikasi. Masuk akal gak … kalau Sjahrir Johan sudah ditahan tetapi Pak Susno belum bisa juga memberikan keterangan.

(K) : Pak Kaba, kemarin tim pengacara dari Pak Susno Duadji ngotot sekali ingin mengemui Kabareskrim untuk meminta kepastian atau semacam jaminan. Jaminan atas apa yang diminta Pak Susno ?

(IS) : Pak Susno meminta agar tidak dijadikan tersangka dan meminta juga agar tidak ditahan. Lho, saya kan tidak mungkin memberikan kepastian tentang hal tersebut. Kepastian itu kan datang dari penyidik sebab penyidik yang akan menentukan apakah seseorang yang terperiksa itu akan menjadi tersangka dan saksi.. Penyidik juga yang berwenang menentukan apakah seseorang itu harus ditahan atau tidak. Jadi bukan wewenang saya sebagai Kabareskrim.

Foto : Kabareskrim Komjen Ito Sumardi

(K) : Ada apa sebenarnya Pak Kaba, kok sepertinya Pak Susno Duadji ketakutan sekali. Atau jangan dibilang ketakutanlah. Seperti Pak Susno sangat kuatir sekali. Ada tanggapan Pak ?

(IS) : Aduh … saya sendiri tidak tahu ya. Sebab proses pemeriksaan yang ditangani oleh Tim Independen ini, saya kan tidak tahu arahnya.

(K) : Untuk saat ini, apa yang diharapkan oleh jajaran Bareskrim Polri dalam upaya pengungkapan kasus pengemplangan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan ini ?

(IS) : Ya … kami berharap semua pihak mau memberikan keterangan yang seluas-luasnya. Siapapun juga yang memiliki informasi, terutama pihak-pihak yang terkait dan yang dikaitkan … harus bisa dan harus mau memberikan keterangan kepada kami.

(K) : Termasuk Pak Susno Duadji ya ?

(IS) : Oh iya jelas, termasuk dari Pak Susno juga.

(K) : Pak Kaba, terus terang … apakah ada rencana dari Polri untuk menangkap dan menahan Pak Susno Duadji ?

(IS) : Wah .. untuk masalah ini, saya sendiri tidak tahu. Kita lihat saja nanti perkembangannya. Sekali lagi, saya tidak berwenang menentukan hal itu. Sebab yang berwenang menentukan adalah para penyidik yang menangani kasus ini. Jelas ya ?

(K) : Baiklah, terimakasih Pak Kaba.

(MS)

May 11, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Comments Off on Komjen Ito Sumardi : Saya Tidak Berwenang Menentukan Penangkapan Susno

Tak Cuma Menkeu, Resuffle Kabinet Gantilah Jaksa Agung

Dimuat juga di KATAKAMINEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

Wahai SBY Kok hanya Depkeu, Berikanlah Renumerasi TNI, Polri & Jaksa

Jakarta (KATAKAMI) Pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan merupakan pintu bagi terselenggaranya resuffle atau perubahan kabinet Indonesia Bersatu jilid 2.

Setidaknya berdasarkan pernyataan dari pihak Istana Kepresidenan hari Kamis (6/5/2010) ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka seleksi bagi kandidat Menteri Keuangan guna menggantikan figur Sri Mulyani yang akan segera mengemban tugas barunya sebagai Managing Director Bank Dunia per tanggal 1 Juni 2010.

https://i1.wp.com/www.primaironline.com/images_content/20100223hendarman%20supandji.jpeg

Foto : Jaksa Agung Hendarman Supandji

Semua pihak tentu berharap agar proses seleksi yang akan dilakukan oleh Istana Kepresidenan ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya.

Tetapi siapa lagikah dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini yang bisa dimasukkan dalam gerbong pergantian kali ini ?

Dari jajaran pejabat setingkat Menteri, satu-satunya yang sangat pantas untuk diganti adalah Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Bulan Mei 2010 ini persis 3 tahun Hendarman mendapat perpanjangan tugas dari SBY sebagai Jaksa Agung.

Harusnya mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) ini sudah harus purna bhakti atau pensiun sesuai aturan yang berlaku di lingkungan Kejaksaan adalah Mei 2007 lalu.

Mendapat perpanjangan tugas selama 3 tahun adalah sebuah kehormatan yang sangat jarang terjadi.

Tetapi atas nama regenerasi, SBY tidak bisa memberlakukan sistem status quo pada struktur kepemimpinan di lingkungan Kejaksaan Agung.

Selain perpanjangan tugas yang terlalu dipanjang-panjangkan ini tidak baik bagi proses regenerasi dan reformasi birokrasi di lingkungan Kejaksaan, kebijakan tak lazim semacam ini hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial (baik di lingkungan internal atau eksternal Kejaksaan).

Foto : Jaksa Agung Hendarman Supandji

Sehingga mau tak mau, selain mencari pengganti Menteri Keuangan maka hal lain yang sama pentingnya adalah mencari kandidat pengganti Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung.

Hendaklah SBY berlaku adil kepada seluruh jajaran Kejaksaan.

Setiap pejabat eselon 1 di lingkungan Adhyaksa itu, berhak mendapat kesempatan yang sama untuk naik ke pucuk pimpinan tertinggi di lingkungan mereka.

Berdasarkan perjalanan sejarah, jabatan Jaksa Agung juga bisa diambil dari figur luar (diluar Jaksa Karier).

Ini pernah terjadi pada era pemerintahan sebelum SBY.

Bahkan pada Kabinet Indonesia bersatu jilid 1, Jaksa Agung sempat diisi oleh pejabat non karier yaitu Abdul Rahman Saleh.

Namun di tengah jalan, SBY mencopot Abdul Rahman Saleh dan memilih Hendarman Supandji untuk menjadi Jaksa Agung.

Jadi singkat kata, atas nama regenerasi maka SBY perlu mempertimbangkan pergantian pejabat setingkat Jaksa Agung untuk masuk dalam gerbong pergantian Menteri Keuangan.

Sehingga kalaupun nanti akan ada pelantikan Menteri yang baru, maka akan 2 orang pejabat tinggi negara yang siap untuk dilantik yaitu Menteri Keuangan dan Jaksa Agung yang baru.

https://i0.wp.com/kompas.com/data/photo/2008/04/15/2740528p.jpg

Foto : Jampidsus Marwan Effendi (kanan)

Marwan Effendi : Kerjasama RI – AS Menangani Korupsi Besar Manfaatnya

Calon terkuat dari jajaran Jaksa Karier yang sangat menonjol untuk diangkat menjadi Jaksa Agung yang baru adalah Wakil Jaksa Agung Darmono atau Jaksa Agung Muda Pidana husus (Jampidsus) Marwan Effendi.

Tetapi Marwan tetap memiliki nilai yang lebih besar dan kuat terkait pengalamannya dalam menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi.

Jika ada yang bertanya, apakah perlu diadakan pergantian di jajaran TNI dan Mabes Polri ?

Sebenarnya pergantian itu adalah sesuatu yang bersifat lumrah di instansi-instansi semacam ini.

Tour of duty. Tour of area.

Jabatan memang sebuah amanah.

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso (2 kanan) bersama (dari kanan) KSAD Jenderal TNI George Toisutta, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, dan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat

Menghitung Hari Melepas BHD Purna Bhakti Enam Bulan Lagi

Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot

Tetapi kalau kembali pada pertanyaan, apakah TNI dan Polri perlu ikut dirombak susunan kepemimpinannya.

Untuk saat ini, rasanya belum waktunya Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri diganti.

Mengapa ?

Sebab, Jenderal Djoko Santoso baru akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 Oktober 2010 mendatang.

Sedangkan Jenderal Bambang Hendarsi Danuri baru akan pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang.

https://i0.wp.com/matanews.com/wp-content/uploads/RakorPolhukam.jpg

Foto : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri BHD, Kepala BIN Sutanto dan Jaksa Agung Hendarman Supandji

Sehingga kalau hitungannya dimulai dari sekarang, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso pensiun 5 bulan lagi.

Sedangkan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pensiun 6 bulan lagi.

Biarlah untuk saat ini, mereka menyelesaikan masa tugasnya hingga memasuki detik-detik purna bhakti.

Yang didepan mata sudah harus diganti secepatnya adalah 2 pejabat yaitu Menteri Keuangan dan Jaksa Agung.

Sekarang, terserah kepada Presiden SBY.

Apakah ia akan mengganti, hanya terfokus pada Menteri Keuangan semata.

https://i0.wp.com/media.vivanews.com/images/2009/03/20/67761_presiden_sby_dan_menkeu_sri_mulyani.JPG

Foto : Sri Mulyani dan Presiden SBY

Atau, ia akan mengganti juga pejabat setingkat Jaksa Agung.

Sebaiknya, SBY mempertimbangkan semua hal ini dengan sebaik-baiknya. Hak prerogatif memang hak mutlak yang ada di tangan Kepala Negara.

Tetapi jangan atas nama hak prerogatif itu, maka tongkat estafet kepemimpinan yang menandai proses regenerasi di instansi sepenting Kejaksaan Agung jadi terabaikan.

Pertimbangkanlah semua ini, Bapak Presiden SBY.

Jangan ragu-ragu.

Jangan jadi jadi peragu.

Lanjutkan !

(MS)

May 11, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Comments Off on Tak Cuma Menkeu, Resuffle Kabinet Gantilah Jaksa Agung

Inilah SMS Kiriman Komjen Gories Mere Yang Tidak Tahu Malu Mengemis Perhatian

Tamparan Keras Dari AMNESTY INTERNASIONAL Bagi POLRI

Inikah Kisah Klenik Selingkuh Polwan Vivick Tjangkung & Gories Mere?

Heboh Penjara Ayin & Cece, Reformasi BNN, Copot Gories Mere

http://profile.ak.fbcdn.net/object3/84/102/q81975114105_1463.jpg

Jakarta (DOKUMENTASI KATAKAMI 9 MEI 2009) Kami muat sebagian dari RIBUAN SMS yang diterima Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata dari Komisaris Jenderal GORIES MERE dari periode 2006-2009.

Sekedar untuk memberikan peringatan bahwa kami tidak akan segan-segan membuka semua dokumentasi data dan rahasia, jika patut dapat diduga Sdr GORIES MERE melakukan teror dan intimidasi secara sangat berlebihan karena ingin agar kami menutupi berbagai dugaan pelanggaran hukumnya.

Terutama dugaan pelanggaran hukum yang patut dapat diduga menjadi beking bandar & mafia narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS.

Kami hanya ingin bahwa yang benar dikatakan benar, dan yang salah dikatakan salah.

Sumber KATAKAMI menyebutkan bahwa Komjen Gories Mere pernah tertangkap basah alias ketahuan mengejek institusinya sendiri dengan sebutan POLRI GOBLOK, POLISI-POLISI memang tolol. Ketika itu, Gories Mere secara terang-terangan menuding TNI sebagai dalang peledakan bom & menyebutkan nama 2 Jenderal TNI terkait Al Jamaah Al Islamyah.

Omongan yang tidak pantas ini disampaikannya dalam sebuah forum terbuka dan ternyata direkam secara audio.

Rekaman itu ada di tangan sejumlah PETINGGI POLRI, salah seorang diantaranya adalah KAPOLRI yang menjabat saat itu Jenderal Polisi SUTANTO (saat ini menjadi KEPALA BADAN INTELIJEN NEGARA atau BIN).

Atas omongan dan fitnahnya itu, Gories Mere telah ditegur secara langsung oleh seorang Jenderal TNI Purnawiawaan dan langsung Gories Mere meminta maaf  karena MALU atas perbuatannya yang sangat melebihi batas.

Sumber KATAKAMI yang lainnya menyebutkan bahwa semasa menjabat sebagai WAKABARESKRIM, Gories Mere pernah mengajak rombongan kecil yang menjadi KOMPLOTANNYA untuk menemui dan dibayari MAKAN SIANG oleh seseorang yang sedang BERPERKARA di Bareskrim Polri di sebuah hotel mewah yang terletak di BUNDERAN HI.

KATAKAMI.COM diberitahu langsung oleh orang yang berperkara tadi bahwa untuk jamuan makan siang dengan rombongan kecil Gories Mere sekitar 9 orang, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp. 1 juta rupiah.

Dalam pertemuan tersebut, Gories Mere dan orang berperkara tadi membahas seorang pengusaha bernama SURYO TAN yang menjadi lawan perkara dari orang yang menjamu Gories Mere makan pada waktu itu. (Mengapa bisa, seorang pejabat BARESKRIM bertemu langsung dan dibayari makan oleh orang yang BERPERKARA ?). Hal ini sudah disampaikan juga secara INFORMAL oleh pihak tertentu kepada pimpinan POLRI pada waktu itu yaitu Jenderal Polisi SUTANTO.

Sumber KATAKAMI yang lainnya lagi menyebutkan bahwa Komjen Gories Mere juga pernah ketahuan menghadiri sebuah resepsi pernikahan di rumah seorang pengusaha pada tanggal 30 September 2007 dan disana salah satu topik pembicaraan adalah pimpinan POLRI saat itu tampaknya sudah saatnya untuk “DIGANTI”.

Informasi yang INFORMAL ini sudah disampaikan secara langsung kepada pimpinan POLRI waktu itu (Jenderal Polisi SUTANTO).

Surat Untuk SBY Terkait Teror & Kejahatan IT Gories Mere

Diduga Noordin M. Top Atau Gories Mere Yang Kebelet Ingin Ngetop ?

Gories, janganlah menjadi serigala berbulu domba.

Berdamailah dengan diri sendiri dan kasihani diri anda sebab sangatlah hina bila ada seorang manusia yang mengemis perhatian serta menghalalkan segala cara agar perhatian itu WAJIB diterima oleh orang yang tak sudi menerima perhatian yang sangat menyimpang dan sangat menjijikkan.

Tidak, kami tidak mau dipaksa untuk menutupi kebenaran.

Selamat membaca sebagian kecil dari RIBUAN SMS-SMS dari seorang oknum perwira tinggi POLRI yang memang mengemis-ngemis perhatian dan permintaan tolong.

Copot, tangkap, penjarakan dan adili Komjen Gories Mere.

Negara tidak boleh kalah melawan NARKOBA.

Negara tidak boleh kalah melawan BEKING-BEKING dari sindikat narkoba INTERNASIONAL di Indonesia ini.

Negara tidak boleh kalah melawan siapapun oknum yang patut dapat diduga menjadi AGEN ASING.

Lawan NARKOBA !

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (17 Januari 2007, Pada Pukul 15.46.05)
Just arrive in DC, NON

(Gories Mere berada di Washington DC untuk mendampingi KAPOLRI Jenderal Sutanto yang melakukan kunjungan kerja ke AS, guna meminta akses pemeriksaan terhadap HAMBALI, teroris yang ditahan di Guantanamo Kuba).

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (18 Januari 2007, Pada Pukul 11.00.49)

Non, ini jawaban Brigjen Badrodin Haiti :

“Kapolda mana yang dihubungi Pak ? Sampai sekarang saya tdk pernah dihubungi oleh Ka BIN atau orang BIN masalah hal tsb”.

(Hal ini berkaitan dengan kabar bahwa POLRI telah meminta penambahan pasukan dari TNI untuk mengatasi situasi keamanan di POSO. Gories Mere sedang berada di Amerika Serikat, sementara di Gebang Rejo Poso berkecamuk bentrok fisik yang sangat serius antara POLRI dengan kelompok bersenjata. Atas perintah Gories Mere maka dilakukan penyerangan yang kedua kalinya di Poso tanggal 22 Januari 2007 yang mengakibatkan belasan orang sipil tak bersenjata tewas akibat tembakan POLRI. Saat itu, KOMNAS HAM turun ke lokasi bentrok tersebut dan menyimpulkan bahwa POLRI telah melakukan pelanggaram HAM).

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (22 Januari 2007, Pada Pukul 11.29.38)

Di Gebang Rejo, Poso, pagi ini, seberapa hebat dlm Negara Republik, ada berbagai jenis senjata yang ditembakkan kelompok sipil kriminal thd RAID (operasi penyerangan , Red) Aparat Penegak Hukum

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (22 Januari 2007, Pada Pukul 11.49.39)

3 Polri terluka ditembak kriminal bersenjata api yang tercerai-berai lari ke bukit, sedang dikejar terus NON

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (23 Januari 2007, Pada Pukul 08.32.34)

Eh NON mana your comment soal BOZZ MZ (Ryamizard Ryacudu, red).

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (23 Januari 2007, Pada Pukul 08.37.14)

Dia (Ryamizard Ryacudu, Red) nggak yakin ada JI (Al Jamaah Al Islamyah, red), Your Comment ?

(Sejumlah SMS dari Gories Mere memang berbunyi yang bernada mengejek Jenderal Ryamizard Ryacudu tetapi tidak kami muat disini. Dan semua SMS yang sangat lancang serta tidak santun dari Gories Mere yang mengejek Jenderal Ryamizard Ryacudu, tidak ditanggapi oleh Mega Simarmata. Namun sms-sms itu telah di forward ke nomor handphone Jenderal Ryamizard Ryacudu. Jenderal Ryamizard Ryacudu tidak pernah samasekali mengeluarkan pernyataan atau pendapat yang menyalahi aturan dalam tugas-tugasnya sebagai KEPALA STAF TNI ANGKATAN DARAT. Sedangkan Gories Mere, memiliki kecenderungan untuk mengejek dan merendahkan TNI, tetapi juga mengejek dan merendahkan INSTITUSI POLRI. Menurut pendapat kami, Gories Mere adalah perwira tinggi POLRI yang sangat tidak kredibel dan menyebarkan benih perpecahan disana sini).

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 13.23)

Kalo nggak pedas dan santun gini, bukan NON lagi.

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 13.46.42)

Non, rupanya untuk mematahkan semangatmu dan membekukan hatimu, sangat sederhana caranya NON

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 18.33.29)

Mission Oriented ! (SMS untuk Pemberi Semangat untuk Si Pedas dan Pemberani, NON MS.

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (28 Januari 2007, Pukul 00.46.10)

Non, kalau misalnya ada yang menyakiti kamu, apakah itu TB 1 (KAPOLRI), P5 (Panglima TNI) atau siapa saja, apalagi si ST (Suryo Tan, red) BABI CACING CAWUK, segera tumpahkan dan curhatkan pada GM, yach. Pokoknya GM siap jadi consultant MS, Ok NON ?

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (29 Januari 2007, Pada Pukul 00.35.52)

I just wake up ‘coz KORINTUS. Kamu itu memang HEBAT meledak-ledak tapi juga penuh KASIH. Saya ingat diri saya tempo dulu. He he. Tapi skr JUGA masih kambuhan sekali2 kalo lagi “battle in d field” (barangkali karena saya born in Green Daugther Hosp, Medan).

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (19 Februari 2007, Pada Pukul 01.37.23)

Hey, NON Jagoan, kami lagi on mission, saya baru keluar dari “our kitchen” sejak kemarin dan sat ini sudah masuk Jakarta. Besok monitor DPR, Selasa masuk lagi ke “our kitchen”. Kalo ada yang bagus, NON yang pertama saya contact yach.

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (14 Mei 2007, Pada Pukul 12.39.37)

Orang-orang benci kepada saya karena :1. Saya pengikut YESUS

2. Saya tampil beda dengan rekan-rekan saya lainnya (ketika semua sudah berbudaya ala birokrat Indonesia yang berpikir mana bagianku, mana korupsi yang kubawa pulang, saya berbudaya yang berpikir dan berbuat apa yang bisa disumbangkan utk orang banyak, rakyat / bangsa & negara)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (8 Mei 2007, Pada Pukul 21.57.54)

I’m still in Madrid Non, Praying, Praying, Praying.

(Saat berada di Spanyol inilah, GORIES MERE mengadakan pertemuan gelap atau rahasia dengan Pengusaha yang menyediakan alat penyadap dari ISRAEL yang mengeluh banyaknya upeti yang setoran yang harus dikeluarkan jika hendak melakukan investasi ke Indonesia. Tetapi semua ini hanya keterangan sepihak dari GORIES MERE. Pertanyaannya adalah mengapa ia mengadakan pertemuan gelap atau rahasia di luar negeri dengan Pengusaha alat penyadap ? Patut dapat diduga, GORIES MERE terlibat dalam kasus korupsi pembelian alat penyadap buatan Israel yang digunakan Tim Anti Teror POLRI.

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (9 Juni 2007, Pada Pukul 14.15.47)

Di Hutan Pantai Selatan Wilayah Gombong, Non.

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (nomor ini atas nama TOMMY WINATA yang digunakan sejak bertahun-tahun lalu oleh GORIES MERE, 13 Juni 2007, Pada Pukul 01.06.28)

We got him. Thank you so much NON, for everything that has been happened & already done.

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (17 Juni 2007, Pada Pukul 08.26.22)

Belum Misa, NON ? Sangat confidential, Only For NON. Ada yang sedang diambil dan sedang dikorek-korek karena masih kunci mulut. Pakai DOA-nya NON lagi, dong …

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (20 Juni 2007, Pada Pukul 23.07.40)

NON, orang-orang nggak tahu yang dibawah permukaan :- ABD (Abu Dujana, Red) bukan Ratu Kecantikan Dunia, Miss World yang untuk touching him dengan big KISSING yang mesra di bibir. Hehehe.- ABD : Military Wing Comannder yang dari analisa IT diketahui- 1. Dalam operasinya ABD selalu membawa senjata api (NORINKHO)- 2. ABD gerakkan Askhary-nya dan kirimkan bahan peledak & persenjataan ke POSO- 3. ABD sdh putuskan utk membalas & menyerang Polri / Satgas Bom yang toghut (setan besar).- ABD sudah perintahkan bawahannya mencari rumah baru untuk pelarian & memindahkan sekolah anak-anaknya. ABD baru 2 hari balik ke rumah dalam rangka segera akan pindah / menghilang.- Kita sudah rencanakan penyerbuan ke rumahnya sore tgl 9 Juni tetapi ketika Petugas kami observasi terakhir lewat jalan belakang sebelum RAID, kaget berpapasan dengan ABD face to face & langsung spontan menyergap sendirian (satu lawan satu).

– Sebenarnya Petugas kami akan melumpuhkan dgn menembak KEPALA ABD. Tapi Ybs berkelit. Menundukkan kepala & pahanya NUNGGING ke ATAS sampai tertembus peluru. Hehehe. Untung dia !

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (29 Juni 2007, Pukul 03.24.36)

Thank you So Much, NON !
We got another target (Still analizing the IT very seriously for hunting in the field). NON, Please always praying …

(SMS ini mengabarkan kembali bahwa target selanjutnya dari Densus 88 Anti Teror telah didapatkan, dan terus meminta pertolongan doa Mega Simarmata agar lebih membukakan dan memudahkan jalan menangani serta menangkapi kalangan teroris)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (25 Juni 2007 Pukul 14.03.00)

Im otw to KL transit Cengkareng non. I will send something this afternoon. Could you received it, Please NON ?

(GORIES MERE berusaha memberikan uang SUAP Rp. 10 juta agar Pemred KATAKAMI bersedia untuk terus mendukungnya tetapi uang tersebut ditolak alias SAMASEKALI TIDAK DITERIMA)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (22 Juni 2007 Pukul 21.40WIB)

Tolong Ben, sekarang juga bahan tadi dikirim melalui fax.

(GORIES MERE mem-forward SMS yang dikirimkannya kepada KOMBES BENNY MAMOTO yang berisi bahan penting karena GORIES MERE meminta pertolongan dengan sangat memelas agar Pemred KATAKAMI Mega Simarmata menolong DENSUS 88 yang terpojok)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (26 Juni 2007 Pukul 11.13.39 WIB

Semua jurnalist asing beri comment kalo mereka sangat suka cara SD menjawab yg sagat tangkas & smart, tdk kaya PEJABAT INDONESIA yg suka kamuflase & jawaban berpura-purat api tak ada isinya. Santhi saja yg sdh terbiasa sama jawaban klasik HUMAS government yg mutar2 gak ada ujungnya

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0813.988.788.98 (AJUDAN GORIES MERE bernama SANTOS)

Mat pagi Ibu, apa kabar. Maaf ini dengan saya SANTOS, ADC Pak GM, mungkin saya bisa ketemu Ibu dimana, ini ada titipan dari Bapak untuk Ibu, Mohon petunjuk Bisa ketemu Ibu dimana. Balas. SANTOS

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (29 Juni 2007 Pukul 10.39.56)

Thanks berat semua kerja teramat keras dari waktu ke waktu, NON

(Ucapan terimakasih dari GORIES MERE atas pertolongan yang diberikan Mega Simarmata membantu dan menyelamatkan Densus 88 Anti Teror yang semakin terpojok ketika itu pasca penembakan Abu Dujana di hadapan anaknya. Untuk memberi keseimbangan pemberitaan, Mega Simarmata meminta pendapat, pandangan dan tulisan kolom dari Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi dan sebagainya. Dan dimuat di halaman khusus yang dibayar berdasarkan tarif iklan advetorial berbagai surat kabar sehingga menghabiskan dana hampir Rp. 20 Juta)

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (27 Juni 2007 Pukul 23.10.20)

Barusan saya diinfokan bahwa malam ini RAHMA SARITA dalam acara Metro Realitas barusan membuat kalimat kesimpulan sbb : “Jangan sampai perang melawan teroris justru mengorbankan anak bangsa”. Terus, bagaimana kalau tampilan2 media yang mendukung teroris penuh fitnah kepada kebenaran seperti ini harus dipercaya, NON ?

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

Dari nomor telepon 0816.999999 (23 April 2008 Pukul 11.11.25)

Beberapa waktu belakangan ini saya sering diluar. Skr sdg di Spore. Benar kedua JI itu termasuk sangat penting dan berarti untuk ungkap jaringan JI. Abu Husna bagian pendidikan rekruit doctrine radical JI dan Dr Agus Ketua Mantiqi Poso.

https://i1.wp.com/www.animated-gifs.eu/50-horror/devil-1.gif

May 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Inilah SMS Kiriman Komjen Gories Mere Yang Tidak Tahu Malu Mengemis Perhatian

Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

https://i0.wp.com/www.fupei.com/files/6613/6613136/photo/img138295.jpg

DIMUAT JUGA DI KATAKAMI.COM

Kapolri Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp 5 Miliar

Heboh Penjara Ayin & Cece, Reformasi BNN, Copot Gories Mere

Terimakasih Ritonga, Copot Gories Mere, Lawan NARKOBA

Jakarta 20/1/2010 (KATAKAMI) Senang juga rasanya kalau melihat Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp. 5 Miliar pada hari Rabu (20/1/2010) ini. Kemudian pada gerakan ini dicanangkan juga oleh MABES POLRI progran ZERO TOLERANSI NARKOBA.

Siapa yang tak senang di Indonesia ini kalau aparat penegak hukum terus gencar melakukan perang terhadap barang haram NARKOBA dan sekutunya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berkali-kali mengingatkan kepada kita semua, NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA !

Sehingga, itikat baik MABES POLRI perlu didukung dalam hal perang melawan NARKOBA ini.

https://i1.wp.com/www.primaironline.com/images_content/20091118Kapolri2.jpeg

Maju terus Pak Kapolri, babat habis NARKOBA itu sampai ke akar-akarnya.

Semua pihak harus mendukung langkah positif MABES POLRI – sepanjang muaranya adalah pemberantasan narkoba secara riil.

Bukan fiksi.

Bukan fantasi.

Bukan juga angan-angan.

Tapi, sebelum program ZERO TOLERANSI NARKOBA itu “dimainkan” ke semua lini dan dalam semua tatanan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, maka perlulah kiranya Kapolri Jenderal BHD dan jajarannya diingatkan tentang PR atau PEKERJAAN RUMAH yang belum terselesaikan oleh jajaran KEPOLISIAN.

Apa kabarnya sindikat narkoba internasional yang dipimpin oleh bandar Liem Piek Kiong alias MONAS ?

Tak akan jemu-jemunya kami menyoroti masalah ini !

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/04/1-monas.jpg

Sampai langit runtuh, kasus bandar narkoba MONAS ini tak akan pernah berhenti untuk ditagihkan kepada Mabes POLRI – khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN).

Bayangkan ada sindikat narkoba bertaraf internasional merajalela di Indonesia dengan dipimpin oleh Liem Piek Kiong alias MONAS.

Sindikat ini ditangkap oleh jajaran DIREKTORAT NARKOBA BARESKRIM POLRI pada bulan November 2007 dengan barang bukti 1 JUTA PIL EKSTASI. Harga jual untuk 1 juta pil ekstasi, diperkirakan akan meraup keuntungan Rp. 1 Triliun.

Bayangkan !

Itu baru yang disita pada saat penangkapan.

Belum termasuk jutaan cikal bakal pil ekstasi yang sudah, sedang dan akan diproduksi oleh sindikat Monas – sebab mereka punya pabriknya sendiri dan sudah dipasarkan ke mancanegara –. Dan pada saat sindikat Monas ditangkap bulan November 2007 itu (sebanyak 9 orang), sebelumnya Monas sudah pernah diloloskan dari jerat hukum sesaat setelah ditangkap.

Ditangkap, tapi dilepaskan lagi.

Ditangkap lagi, tapi tetap ada juga beking dari oknum POLRI yang melepaskan Monas berturut-turut.

Setelah dilepas, Monas kembali diringkus bulan November 2007.

Tapi apa yang terjadi ?

https://i2.wp.com/data5.blog.de/media/898/3376898_914dc925ae_m.jpg

Dari 9 orang yang ditangkap – 2 diantaranya adalah Monas dan isterinya yang bernama Jet Lie alias Cece.

Seperti yang sudah-sudah, bandar narkona MONAS kembali diloloskan dari jerat hukum.

Untuk mengakalinya, Monas hanya diadili untuk kepemilikan 1,5 gram sabu.

Ajaib kan !

Ada mafia alias bandar narkoba bertaraf internasional diringkus dengan barang bukti 1 juta pil ekstasi, tapi ketika diadili kasusnya justru kepemilikan 1,5 gram sabu.

Yang diajukan ke Pengadilan untuk kasus kepemilikan 1 juta pil ekstasi di Apartemen Taman Anggrek tersebut hanya 3 orang saja – yang 6 orang diloloskan oleh oknum POLRI –.

Salah seorang yang diajukan ke Pengadilan adalah JET LI alias CECE, isteri dari bandar narkoba MONAS. Perempuan ini sudah dijatuhi hukuman MATI dan kini mendekam di dalam Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur.

Tapi, walaupun sudah dihukum mati, bininya si MONAS ini bisa dengan leluasa mengendalikan perdagangan gelap NARKOBA dari dalam penjara.

Hebat gak tuh !

Ada terpidana mati kasus narkoba — lalu BNN memiliki alat penyadap canggih — tapi tidak bisa melacak perdagangan narkoba ilegal dari dalam penjara yang dilakukan oleh seorang TERPIDANA MATI ke berbagai manca negara.

Patut dapat diduga, bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS ini bisa 3 kali berturut-turut lolos dari jerat hukum adalah karena dibeking oleh KOMISARIS JENDERAL POLISI GORIES MERE.

Dan manusia yang bernama Komjen Gories Mere itu adalah Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional atau BNN.

Nama yang satu ini punya track record yang sangat buruk dalam hal NARKOBA.

Mohon maaf saja, hitam harus dikatakan hitam dan putih harus dikatakan putih.

http://myglad.files.wordpress.com/2008/09/narkoba.jpg

Tamparan Keras Dari AMNESTY INTERNASIONAL Bagi POLRI

Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

Patut dapat diduga, Komjen Gories Mere dikaitkan dalam kasus pembunuhan lewat jurus penembakan misterius terhadap mafia bandar narkoba Hans Philip tahun 2005 lalu.

Hans Philip mati secara sadis yaitu ditembak di bagian kepala saat berada didalam mobilnya di daerah Bogor.

Patut dapat diduga, Komjen Gories Mere dikaitkan juga namanya dalam kasus PENCURIAN barang bukti narkoba yaitu 13 kg sabu tahun 2006 lalu.

Hilangnya barang bukti ini ramai diberitakan di berbagai media massa dan membuat Kapolri pada saat itu yaitu Jenderal Polisi Sutanto MARAH BESAR.

Sutanto tidak mau tahu, barang bukti yang hilang itu HARUS dikembalikan lagi.

Kalau dijual di PASARAN, diperkirakan 13 kg sabu itu akan laku terjual Rp. 13 Miliar.

Setelah Sutanto marah, sim salabim … PENCURI yang mahir dan liar itu tak berdaya dan mengalah.

Barang bukti narkoba yang dicurinya bisa “ujug-ujug” kembali ke dalam gudang penyimpanannya.

WARTAWAN bolak-balik menjadi korban kekerasan setiap kali memberitakan soal sepak terjang yang menyangkut nama oknum Jenderal tertentu di MABES POLRI yang identik dengan kejahatan kotor NARKOBA.

Sebutlah inisialnya H dari sebuah harian nasional.

Tidak lama setelah ia memberitakan soal hilangnya barang bukti narkoba 13 kg sabu itu, motor yang dipakainya liputan HANCUR dirusak.

Kemudian, sebutlah inisialnya M dari sebuah harian nasional.

Tidak lama setelah memberitakan masalah NARKOBA yang menyangkut nama oknum JENDERAL POLRI, ia “diculik” oleh orang suruhan si Jenderal dan dibawa berputar-putar terlebih dahulu.

Baru setelah itu, dia dihadapkan kepada oknum JENDERAL tersebut di suatu tempat.

https://i0.wp.com/www.nujcec.org/brussels/wp-includes/images/standup1.jpg

Dan selanjutnya, korban berikutnya yang sudah sangat tidak asing adalah KATAKAMI.COM.

Sudah sejak setahun terakhir sejak kami memberitakan soal bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS ini, patut dapat diduga KOMJEN GORIES MERE melakukan seribu satu macam teror yang sangat memprihatinkan.

Ia sudah kami laporkan secara resmi ke MABES POLRI.

Singkat kata, untuk apa diadakan program ZERO TOLERANSI NARKOBA jika pada faktanya didalam organisasi POLRI sendiri masih terdapat virus berbahaya yaitu oknum perwira tinggi yang patut dapat diduga menjadi BEKING sindikat mafia narkoba di negeri ini.

Copot dan periksa Komjen Gories Mere !

Bagaimana mungkin, seorang Jenderal berbintang 3 bisa dibiarkan menjabat dalam posisi atau kedudukan yang sangat prestisius seperti ini – ditugaskan menjadi Kalakhar BNN tetapi patut dapat diduga dirinya adalah beking dari sindikat mafia-mafia narkoba bertaraf internasional ?

Copot, singkirkan yang sudah sangat membahayakan Indonesia dan khususnya POLRI.

https://i1.wp.com/i.peperonity.com/c/A50E1E/948620/ssc3/home/054/chavroel/mabes_polri_15227.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg

Ganti dengan Angkatan yang lebih muda dan lebih berintegritas tinggi !

Komjen Gories Mere sudah hampir 2 tahun menjabat sebagai Kalakhar BNN.

Tidak ada prestasi apapun !

Tidak ada kinerja yang baik !

Kepala badan Reserse & Kriminal POLRI saja sudah dipimpin oleh Angkatan 1977.

Sementara Komjen Gories Mere Angkatan 1976.

Ganti Komjen Gories Mere dengan Angkatan yang lebih muda !

Jangan main-main dengan nasib bangsa, negara dan rakyat Indonesia !

Dan satulagi, soal penggunaan alat penyadap.

BNN mengklaim bahwa mereka BERHAK menggunakan alat penyadap untuk menyadapi siapapun yang terlibat kasus pidana NARKOBA.

http://dianarahmawati.files.wordpress.com/2008/10/shut_up.png

BNN Berwenang Menyadap Pelaku Pidana Narkoba

Eh, BNN, tutup mulut kalian !

Patut dapat diduga sejak bertahun-tahun yang silam, Komjen Gories Mere sangat sering menyalah-gunakan alat penyadap.

Sejak pria Flores ini memimpin Tim Anti Teror Polri.

Sekali lagi, eh, BNN, tutup mulut kalian soal penggunaan alat penyadap !

Patut dapat diduga saat Kapolri dipimpin Jenderal Polisi Sutanto beberapa tahun lalu, Komjen Gories Mere terlibat dalam pemasangan alat penyadap di rumah dinas Kapolri !

Bayangkan itu !

Betapa liarnya seorang bawahan, berani-berani memasnag alat penyadap di rumah dinas ATASANNYA sendiri.

Dan atasannya itu, adalah orang nomor satu di POLRI.

Dalam sebuah kesempatan bertemu di tahun 2007, Gories Mere pernah mengeluhkan hal ini kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata bahwa dirinya yang dituduh melakukan aksi penyadapan ilegal di rumah dinas Kapolri.

(Habis siapa lagi yang berani berbuat selancang itu kepada atasan ?)

http://taghyr.files.wordpress.com/2009/07/gsm-interceptor.jpg

Jangan main-main dengan alat penyadap !

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri pernah menyampaikan kepada KATAKAMI.COM bahwa beliau mendapatkan informasi, ada oknum POLRI yang melakukan perdagangan gelap hasil-hasil penyadapan alias dikomersialisasikan.

Tidak bisa BNN dibiarkan menggunakan alat penyadap seenaknya, tanpa pengawasan yang ketat – terutama sepanjang BNN dipimpin oleh oknum yang patut dapat diduga menjadi biang kerok penyadapan liar dan ilegal.

Presiden SBY harus memerintahkan kepada Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto dan Kapolri Jenderal BHD, agar ditertibkan dan sangat diawasi penggunaan ALAT PENYADAP yang digunakan oleh seluruh instansi di republik ini.

Bentuk TIM PENGAWAS ALAT PENYADAP !

Dalam arti kata, silahkan saja instansi-instansi penting menggunakan alat penyadap sesuai dengan domain tugas mereka masing-masing.

Tetapi ikuti prosedur penggunaannya !

Gunakanlah alat penyadap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mohon maaf, kalau kami masih belum lelah mengkritisi sepak terjang oknum Jenderal POLRI yang patut dapat diduga namanya identik dengan kejahatan-kejahatan NARKOBA.

Bikin malu saja !

Tapi anehnya, tidak punya malu dan tidak tahu malu !

https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2009/08/08/157/kapolribhd03.jpg

Semua gerakan atau program positif dari MABES POLRI seputar pemberantasan narkoba, sangat pantas untuk didukung.

Inilah yang diharapkan dari Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010 mendatang.

Selama 10 bulan ke depan, Jenderal BHD masih dibutuhkan untuk terus secara giat dan sungguh-sungguh menangani masalah narkoba di negara kita yang tercinta ini.

Siap Jenderal, gerakan zero toleransi narkoba itu tolong diganti namanya menjadi GERAKAN ZERO BEKING MAFIA NARKOBA.

Dan target pertama dari gerakan ini adalah bawahan Jenderal sendiri !

Copot dan bersihkan siapapun yang selama ini pesta pora dan merajalela menjadi BEKING-BEKING sindikat mafia narkoba.

Singkirkan !

NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN NARKOBA !

NEGARA TIDAK BOLEH KALAH MELAWAN BEKING MAFIA NARKOBA !

Bagaimana mau memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya, kalau BEKING-BEKING utamanya TIDAK dihajar terlebih dahulu.

Tumpas dulu beking-beking narkoba.

Lanjutkan !

(MS)

May 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Welcome Program Zero Beking Narkoba, Copotlah Gories Mere

Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

121-gm4

Jakarta (DOKUMENTASI KATAKAMI MARET 2009) Hampir 3 bulan kontroversi kasus rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bandar narkoba Liem Piek Kiong alias Monas menguak ke permukaan. Sejak pertengahan bulan Desember lalu, Tim Irwasum Polri menangani kasus ini.

Sejak awal, sudah tercium kabar tak sedap yaitu patut dapat diduga Komisaris Jenderal GM adalah beking utama dari bandar narkoba Monas. Herannya perwira tinggi ini tidak tersentuh samasekali oleh pemeriksaan internal POLRI.

Patut dapat diduga, kabar tentang keterlibatan dalam kasus seputar bandar narkoba Monas ini bukan kasus pelanggaran hukum pertama yang melibatkan Komjen GM.

Jauh sebelumnya, yaitu saat era kepemimpinan Jenderal Sutanto pun sudah ada kasus lain yang sama kotornya yaitu patut dapat diduga Komjen GM adalah otak pelaku dari pencurian barang bukti 13 kg sabu-sabu.

Kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS
Kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS

Walau banyak yang menyebutkan bahwa Komjen GM dekat dengan Sutanto, tetapi ketika itu kemarahan Sutanto tak bisa dihindari lagi. Setelah mendapat teguran keras dan ancaman dari Sutanto agar secepatnya barang bukti yang hilang itu dikembalikan ke gudang penyimpanan, akhirnya barang bukti yang hilang itu memang bisa kembali secara “ajaib” ke gudang penyimpanan.

Bukan apa-apa, kasus hilangnya barang bukti 13 kg sabu-sabu tersebut menjadi sorotan publik yang sangat memalukan Polri.

Dari segi nominal angka memang termasuk kecil angka 13 kg. Tetapi kalau dijual ke pasaran, dari barang seberat 13 kg sabu-sabu ini maka penjualnya akan meraup keuntungan sebesar Rp.13 miliar !

Bayangkan, betapa kaya raya oknum pelaku PENCURIAN barang bukti narkoba di negara ini kalau dibiarkan terus menerus menggerogoti gudang penyimpanan.

Tim Irwasum Polri saat mulai memeriksa kasus bandar narkoba Monas, terlebih dahulu memeriksa para Penyidik di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Kapolri Sutanto saat sidak kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS

Yang sulit untuk dipahami adalah Tim Irwasum melewatkan satu celah yang sangat penting dalam kasus bandar narkoba Monas. Patut dapat diduga, biaya renovasi dari Gedung Direktorat Polda Metro Jaya berasal dari sumbangan pasangan Liem Piek Kiong dan Jet Li isterinya.

Pemeriksaan Tim Irwasum harus diperluas dan diperdalam. Tidak cuma memeriksa seputar kasus rekayasa BAP saja, tetapi keseluruhan dari sepak terjang Monas.

Bandar dan mafia yang kotor ini sudah untuk yang tiga kalinya lolos dari jerat hukum. Hal ini tidak akan pernah bisa terjadi kalau tidak ada beking utamanya didalam internel Polri sendiri.

Janganlah ada yang kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Jika memang ada dugaan keterlibatan dari perwira tinggi sekalipun, tangkap, penjarakan dan seret ke muka hukum.

Lepas dari semua jasa atau prestasi Komjen GM dalam bidang penanganan terorisme sejak 8 tahun terakhir, ia pantas untuk dibawa ke muka hukum jika memang terindikasi melakukan perbuatan melawan hukum.

Jasa atau prestasi apapun, tidak akan ada gunanya jika seseorang menjadikan semua itu sebagai pembenaran untuk melakukan apa saja yang melanggar hukum di negara ini.

Semua warga negara sama kedudukannya di muka hukum sehingga siapapun yang melanggar hukum harus diadili & dihukum
Semua warga negara sama kedudukannya di muka hukum sehingga siapapun yang melanggar hukum harus diadili & dihukum

Jasa atau prestasi dari Komjen GM dalam penanganan terorisme juga akhirnya akan terkuak bahwa semuanya itu tidak sempurna dan tidak harum secara semerbak.

Patut dapat diduga, didalam penanganan terorisme itu sendiri ada begitu banyak dugaan pelanggaran yang bermuara pada penggunaan kewenangan secara berlebihan dan ada bau anyir pundi-pundi. Pemberian eksklusivitas pemberitaan kepada satu media massa televisi selama 7 tahun (dari mulai kasus peledakan bom malam natal tahun 2000 sampai periode penanganan teroris Abu Dujana – Zarkasih), patut dapat diduga dampak dari penggunaan wewenang yang berlebihan dari Komjen GM.

Patut dapat diduga, peminjaman ALI IMRON — terpidana kasus Bom Bali I — sejak tahun 2003 sampai saat ini adalah dampak dari penggunaan wewenang yang disalah-gunakan juga oleh Komjen GM.

Patut dapat diduga, pemberian segala fasilitas dan kemewahan hidup untuk ALI IMRON (termasuk didalamnya pembuatan buku memoar alias otobiografi dari ALI IMRON) adalah atas penggunaan wewenang yang berlebihan dari Komjen GM.


https://i1.wp.com/www.inilah.com//data/berita/foto/62348.jpg

Jasa atas prestasi dari Komjen GM dalam penanganan terorisme, bercampur aduk antara harum semerbak yang wangi dengan bau busuk yang sangat sengit karena begitu banyak dugaan pelanggaran hukum yang terkandung di dalamnya. POLRI harus tegas menangani masalah Komjen GM.

Jika memang ada indikasi keterlibatan dalam kasus bandar narkoba Monas, Komjen GM sekalipun harus diperiksa. Dan jika terdapat bukti-bukti keterlibatan (apalagi bukti nyata sebagai beking utama dari bandar narkoba Monas), Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri tak perlu ragu untuk memerintah penangkapan terhadap Komjen GM dan menahannya di Rutan POLRI.

Reformasi Birokrasi POLRI harus tegas dan keras menyikapi oknum-oknum yang patut dapat diduga melakukan perbuatan melawan hukum secara terus menerus dan berkesinambungan. Periksa semua rekening, aset pribadi dan harta kekayaan Komjen GM. Termasuk 3 rumah yang patut dapat diduga DIBERIKAN kepada oknum polwan yang berselingkuh dengan diri oknum perwira tinggi ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK, dapat dikerahkan untuk bekerjasama dengan MABES POLRI memeriksa semua rekening-rekening dari Komjen GM, isterinya, kedua anaknya dan bahkan rekening dari oknum polwan yang dekat dengan oknum perwira tinggi ini.

Tak perlu ragu menindak siapapun yang mencari kekayaan abadi lewat cara-cara yang salah dan melanggar hukum ! Jangan ada upaya untuk mendiamkan atau melindungi siapapun yang patut dapat diduga melakukan pelanggaran hukum. Indonesia adalah negara hukum !

Bahkan KATAKAMI.COM juga sangat terkesima, belakangan ini patut dapat diduga oknum perwira tinggi berinisial GM menjadi tidak malu-malu untuk ikut teruus-menerus merusak SITUS BERITA WWW.KATAKAMI.COM dan semua BLOG kami di WordPress, terutama bila sudah ada berita soal Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS, serta tulisan seputar oknum POLWAN yang patut dapat diduga berselingkuh dengan oknum berinisial GM ini sejak belasan tahun silam.

Luar biasa, sudah tidak ada rasa malu samasekali.

Patut dapat diduga inilah oknum polwan yang berselingkuh dengan oknum perwira tinggi GM Sejak belasan tahun lalu, sehingga keduanya layak dicopot dari jabatannya dan diberhentikan secara tidak hormat sebagai POLISI

Terutama jika ada tulisan yang menyinggung atau memuat tentang bandar narkoba MONAS. Bahkan ketika profil dari Irwasum Polri Komjen Polisi Jusuf Manggabarani dimuat, tulisan itupun dirusak karena didalamnya ada menyinggung masalah bandar narkoba Monas.

Juga tulisan tentang oknum polwan yang patut dapat diduga berselingkuh, termasuk yang dirusak terus menerus tanpa ada rasa malu dari oknum perwira tinggi ini.

OTAK PELAKU pengrusakan tulisan seputar bandar narkoba Monas ini sangat percaya diri bahwa dirinya tidak akan pernah bisa diperiksa atau dipersalahkan oleh PIHAK BERWAJIB. Jangan lupa, kami telah melaporkan kasus pengrusakan ini kepada Komnas HAM dan beberapa Fraksi di DPR-RI.

Dan kepada Kapolri BHD, jangan biarkan nama baik dan kehormatan POLRI menjadi tercoreng hanya karena ulah seorang oknum saja.(MS)

May 10, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on Jika Terlibat Bekingi Narkoba, Adili & Vonis MATI Komjen GORIES MERE

PM Australia John Howard Gusar Atas Skandal Starbucks

Nasional


Jum’at, 03 September 2004 | 13:31 WIB

TEMPO Interaktif, Canberra : Perdana Menteri Australia John Howard, Jumat (3/9) menuding tindakan kepolisian Indonesia yang membawa terpidana Bom Bali Ali Imron ke kafe Starbucks Rabu malam lalu sebagai tindakan yang sangat tidak sensitif.

Howard mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi lengkap dari Menteri Luar Negeri Alexander Downer mengenai kasus itu. “Bisa tegaskan bahwa kasus itu merupakan tindakan yang sangat tidak sensitif,” ujarnya pada radio ABC, Kamis (3/9).

Harold mengakui dirinya hingga saat ini memang belum mengetahui keseluruhan latar belakang terjadinya peristiwa tersebut. “Namun apabila tindakan ini menunjukkan sikap tidak sensitif terhadap keluarga korban, maka kami akan melakukan sikap,” tegasnya.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah para keluarga dan kerabat korban bom Bali di Australia mengeluarkan kecaman dan protes keras atas tindakan polisi Indonesia tersebut.

Salah satunya adalah mantan hakim di Adelaide Brian Deegan. Putranya, Joshua tewas dalam peristiwa ledakan yang menewaskan 202 orang di Bali pada tahun 2002. Menurutnya, kasus starbucks merupakan penghinaan bagi para korban dan keluarganya. “Saya merasa jijik dan kecewa,” tandasnya.

Di Australia menurut Deegan, seorang pembunuh hanya bisa berbicara dengan polisi di sel mereka. Atau yang terburuk menurutya di kantin penjara. “Bukannya di kafe dan diantar dengan limosine,” ucapnya getir.

May 9, 2010 Posted by | Uncategorized | Comments Off on PM Australia John Howard Gusar Atas Skandal Starbucks