Katakamidotcom News Indonesia

Denny Indrayana tuding Komjen GM tak dukung kasus Aan diselesaikan

14 Januari 2010

Jakarta (KATAKAMI / PRIMAIRONLINE) – Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana menyatakan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Oegroseno mendukung tindak lanjut kepada beberapa perwira polisi yang terlibat dengan kasus penyiksaan yang menimpa Susandi bin Sukatma alias Aan.

Dukungan itu tetap ada, meskipun perwira tinggi Polri lainnya ada yang menghambat. Denny menegaskan, akan terus berkoordinasi dengan tim internal Polri yang diberi tugas bekerjasama dengan satgas.

“Oegroseno mendukung itu walaupun disisi lain ada yang tidak mendukung, yaitu petinggi Polisi dengan inisial GM,” kata Denny, seusai bertemu dengan koalisi LSM, di kantor UKP4, Jakarta, Kamis (14/1).

Rencananya, kata dia, satgas akan bertemu dengan tim internal polri itu secepatnya, yakni Kadiv Propam Irjen Oegroseno, Irwasum Irjen Nanan. Selain itu, pihaknya akan terus mengirim surat perihal perkembangan pengaduan koalisi LSM kepada Kepolisian.

“Karenanya kita akan berkejasama erat dengan Oegroseno tentu juga dengan Kapolri,” kata dia.

Yang lain, dijelaskannya, karena ada informasi aliran dana  besarnya Rp 250 juta perbulan ke beberapa perwira tinggi, maka pihaknya akan  berkomunikasi dengan lembaga terkait, yakni PPATK.

Dibalik peristiwa ini, kata dia, kelihatannya ada masalah-masalah terkait konflik internal di Artha Graha. Konflik tersebut, menurut dia, bisa terkait dengan adanya informasi yang menjawab mengapa perwira tersebut bisa menggunakan fasilitas di Artha Graha dalam memeriksa Aan.

“Karena terkait dengan mengalirnya dana PT M (Maritim) ke beberapa perwira tinggi Kepolisian yang rutin setiap bulan informasinya begitu,” kata dia.

Sebelumnya, Aan merupakan orang yang diperiksa penyidik Polda Maluku di Gedung Artha Graha SCBD Jakarta pada 7,10 dan 14 Desember 2009. Ia diposisikan sebagai saksi atas dugaan kepemilikan narkoba dan senjata api milik David Tjioe. Ketiga pemeriksaan itu tanpa disertai surat perintah.

Tanggal 14 Desember diduga terjadi penyiksaan dalam pemeriksaan itu, oleh pimpinan Artha Gra Viktor B. Laiskodat. Namun, Kombes Jhonny Siahaan yang berada di ruangan tidak mencegahnya.

Pemeriksaan itu diikuti pula dengan tindakan meredahkan martabat dengan melucuti pakaian Aan hingga pakaian dalam saja, hingga berujung pada klaim ditemukannya serbuk narkoba dari pakaiannya.

Atas hal itu, Aan diperiksa penyidik Polda Metro Jaya dengan tuduhan memiliki serbuk jenis afetamin.

(feb)

%d bloggers like this: