Katakamidotcom News Indonesia

Surat Untuk SBY Terkait Teror & Kejahatan IT Gories Mere

http://rumahsejutaide.files.wordpress.com/2009/04/presiden-sby.jpg?w=600

(DOKUMENTASI KATAKAMI Bulan Oktober 2008)

DIMUAT JUGA DI KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM

Hendarman Beraninya Sama Sheila Marcia, Tangkap Bandar Narkoba Monas & Periksa GORIES MERE

(KATAKAMI 28 OKTOBER 2008) Setelah bertahun-tahun mendapatkan teror, tekanan, gangguan dan terutama KEJAHATAN IT yang patut dapat diduga dilakukan secara liar oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere dan komplotannya, akhirnya untuk yang pertama kali Direktur & Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata menyampaikan pengaduan resmi secara tertulis kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Surat pengaduan itu kami muat disini sebagai bentuk transparansi dan himbauan kepada pihak POLRI untuk mampu menertibkan dan mengendalikan Perwira Tinggi mereka yang patut dapat diduga brutal dan tidak bermoral karena menteror, menekan, mengganggu dan melakukan KEJAHATAN IT kepada jurnalis dan media massa terkait pemberitaan yang menyoroti keburukan penanganan terorisme dan narkoba.

Surat ini telah kami kirimkan langsung kepada Presiden RI & Jajaran Pemerintah yang terkait.

Dan inilah surat tersebut :

3391121_55c25f9e52_m

Patutkah Dapat Diduga Ada Filosofi “KURA-KURA DALAM PERAHU” Dibalik Pemeriksaan Skandal Hukum Paling Memalukan Bandar Narkoba MONAS ?

Tamparan Keras Dari AMNESTY INTERNASIONAL Bagi POLRI

Terpidana Mati CECE Jual Beli Narkoba Dari Dalam Rutan ? Cape Deh !

Periksa Gories Mere Skandal Madrid Korupsi Alat Sadap Israel

Inikah Kisah Klenik Selingkuh Polwan Vivick Tjangkung & Gories Mere?

Jakarta, 28 Oktober 2009

Kepada Yth.

Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi Purn. Sutanto

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri

DenganHormat,

Saya Mega Simarmata, Direktur & Pemimpin Redaksi dari Situs Berita KATAKAMI.COM, menyampaikan keluh kesah sekaligus harapan yang besar kepada Pemerintah RI terkait teror, tekanan, gangguan dan terutama KEJAHATAN IT yang PATUT DAPAT DIDUGA dilakukan secara sengaja oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotik Nasional (BNN) Komjen. Gories Mere.

Terhitung sejak tahun 2007, patut dapat diduga Saudara Komjen Gories Mere telah melakukan teror, tekanan, gangguan dan Kejahatana IT terkait pemberitaan.

Khusus untuk Kejahatan IT, tindakan brutal di bidang IT ini dilakukan sejak saya mendirikan dan memimpin Situs Berita KATAKAMI.COM bulan Oktober 2008.

Dan selama tahun 2009 ini, kami sudah 3 kali berturut-turut mengadukan secara resmi dan tertulis soal dugaan teror, tekanan, gangguan & KEJAHATAN IT Saudara Komjen Gories Mere ke PROPRAM POLRI terkait brutalisme yang dilakukannya kepada saya sebagai jurnalis independen di Indonesia.

Pemberitaan yang membuat kami sangat diteror, ditekan, diganggu dan mendapatkan KEJAHATAN IT yang sangat serius selama bertahun-tahun ini yang patut dapat diduga dilakukan Saudara Komjen Gories Mere adalah pemberitaan yang berkisar antara kesemerawutan penanganan terorisme – terlebih tindakan yang inkonsisten dalam penegakan hulum terkait peminjaman terpidana teroris Ali Imron dari LP Grobokan Bali – dan soal dugaan keterlibatan Saudara Komjen Gories Mere dalam bidang narkoba.

Antara lain :

  1. Membunuh secara sengaja Bandar Narkoba HANS PHILIP tahun 2005 padahal patut dapat diduga Saudara Komjen Gories Mere adalah beking dari Hans Philip.
  2. Menyelamatkan sebanyak 3 kali berturut-turut bandar dan mafia narkoba LIEM PIEK KIONG (Monas) karena patut dapat diduga Saudara Komjen Gories Mere adalah BEKING UTAMA dari bandar narkoba Monas.

Patut dapat diduga, Saudara Komjen Gories Mere juga terus melakukan teror, tekanan, gangguan dan KEJAHATAN IT ini dengan dibantu oleh sejumlah polisi yang ada dalam komplotannya, serta disinyali mereka menggunakan kemampuan dan peralatan teknologi yang menjadi milik negara.

Saya menyampaikan harapan kepada Bapak Presiden RI dan Jajaran Pemerintah agar Saudara Komjen Gories Mere :

  1. Dicopot dari jabatannya sebagai Kalakhar BNN
  2. Ditangkap, dipenjarakan dan diadili dalam kasus-kasus hukum yang melibatkan perwira tinggi angkatan 1976 ini.
  3. Diperiksa secara intensif terkait masalah moralitas karena patut dapat diduga telah melakukan perselingkuhan selama puluhan tahun dengan seorang polisi wanita dari suku yang sama (KATAKAMI mempunyai tulisan yang berisi hasil investigasi terhadap seorang paranormal yang didatangi oleh POLWAN tersebut).
  4. Dibentuk tim khusus dari PEMERINTAH untuk memeriksa dugaan pencurian dan penyalah-gunaan alat penyadap milik Tim Anti Teror POLRI.
  5. Memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk membersihkan Densus 88 Anti Teror Polri dan BNN dari oknum-okhum polisi yang termasuk dalam komplotan liar pimpinan Saudara Komjen Gories Mere.
  6. Memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk mengembalikan terpidana teroris Ali Imron ke dalam penjara sebagai konsistensi penegakan hukum setelah selama 6 tahun berturut-turut meminjam teroris tersebu dari LP Grogokan.
  7. Melakukan pemeriksaan internal yang intensif atas tuduhan PELANGGARAN KODE ETIK karena menghina dan mengejek POLRI secara institusi — khususnya POLDA JAWA BARAT — dengan melontarkan caci maki terbuka dihadapan publik terbuka dengan kata-kata GOBLOK & TOLOL. Bukti rekaman suara saat mengucapkan hal ini, telah saya sampaikan secara langsung kepada Jenderal Sutanto dan Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
  8. Melakukan pemeriksaan internal yang intensif karena memerintahkan TERORIS Ali Imron untuk melakukan penghinaan berbau SARA kepada saya saat mengkritik dan mendesak agar teroris ALI IMRON dikembalikan ke dalam penjara.
  9. Melakukan pemeriksaan internal yang intensif atas tuduhan korupsi alat sadap buatan Israel — ini sesuai dengan pengakuan langsung dari Saudara Komjen Gories Mere kepada saya bahwa yang bersangkutan pernah bertemu langsung dengan pengusaha ISRAEL di Madrid (Spanyol) bulan Mei 2007.

Alangkah memalukan jika komitmen tentang pemerintahan yang bersih dan bertanggung-jawab tidak direalisasikan oleh Pemerintah — dimana seorang aparat penegak hukum yang patut dapat diduga cacat moral dan nyata-nyata terlibat sebagai BEKING MAFIA NARKOBA tetap dipertahankan –.

Padahal semasa pemerintahan Presiden Megawati, Saudara Komjen Gories Mere sudah pernah diturunkan pangkatnya dari Brigjen menjadi Kombes kembali karena dinilai bermasalah dan melakukan pelanggaran serius.

Alangkah memalukan jika di sebuah negara hukum seperti Indonesia, ada aparat penegak hukum yang melakukan teror, tekanan, gangguan dan kejahatan IT yang tak berkesudahan terhadap JURNALIS yang independen — hanya karena saya konsisten menyuarakan kebenaran, keadilan dan pentingnya penegakan hukum di Indonesia –.

Pertanyaannya adalah seberapa seriuskah atau adakah KESERIUSAN dari Bapak Presiden SBY dalam melakukan penegakan hukum di negeri yang kita cintai ini. Atau hanya sekedar LIPS SERVICE alias omong kosong belaka ?

Demikian surat ini kami sampaikan.

Kami mohon Bapak Presiden dan Jajaran Pemerintah menindak-lanjuti keluh kesah dan harapan saya sebagai salah seorang anak bangsa Indonesia.

Janganlah dibiasakan dan dibiarkan ada apatur penyelenggara negara — khusus aparat penegak hukum — melakukan perbuatan melawan hukum yang patut dapat diduga memang disengaja kepada JURNALIS sebab dalam melaksanakan tugasnya JURNALIS dilindungi oleh Undang Undang.

Terimakasih.

Salam hormat,

MEGA SIMARMATA

Direktur & Pemimpin Redaksi Situs Berita KATAKAMI

%d bloggers like this: