Katakamidotcom News Indonesia

Buyung Nasution : Main Tembak Mati Teroris, POLRI Tak Sesuai Hukum

https://i0.wp.com/www.detiknews.com/images/content/2010/03/12/10/adnandalam.jpg

(KATAKAMI / DETIK.COM)  Beberapa tersangka teroris seperti Noordin M Top, dan Dulmatin tewas ditembak mati oleh polisi. Advokat senior Adnan Buyung Nasution menilai tindakan tersebut menyalahi prosedur hukum terutama dalam falsafah doktrin polisi yang tidak memperbolehkan polisi untuk mengadili penjahat.

“Tindakan itu tidak sesuai dengan falsafah doktrin polisi. Polisi tidak berhak mengadili sendiri,” ujar Buyung Nasution kepada wartawan di kantornya di Menara Global, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat(12/3/2010).

Dikatakan Buyung, sesuai dengan prosedur hukum, dalam keadaan normal tugas polisi hanya menangkap penjahat. Kalau tidak bisa ditangkap secara normal, bisa dilumpuhkan, tapi bukan berarti dimatikan.

“Bisa ditembak di kaki atau paha. Kalau dtembak mati berarti polisi mengadili,” tuturnya.

Menurut Adnan, falsafah polisi yang sesuai hukum adalah menangkap yang bersalah lalu menyerahkannya ke pengadilan. Setelah itu biar pengadilan yang mengadili melalui persidangan.

Meskipun demikian, lanjut dia, berlaku pula keadaan berbeda saat terjadi baku tembak. Pada saat itu tentu saja polisi harus membela diri, menembak mati pun menjadi satu-satunya pilihan. Kalau jadi kebiasaan untuk menembak mati, kata dia, hal itu justru menjadikan si teroris sebagai idola dan pahlawan karena mati martir.

“Itu keadaan eksepsional, jangan jadi kebiasaan,” tutup mantan anggota Wantimpres ini.

Advertisements
%d bloggers like this: